Fasilitas Posnet yang Kurang Memadai
Surat Pembaca ini telah dilihat 363 kali sejak 10 December 2007Fasilitas internet adalah salah satu promosi yang menarik dari kampus UKSW bagi mahasiswa baru. Mendengar hal tersebut, yang terlintas di kepala saya adalah sebuah kampus yang memiliki laboratorium komputer yang luas, sehingga semua mahasiswa dapat mengakses internet dari kampus dengan akses komputer yang tidak terbatas. Ternyata, fasilitas internet yang dimaksud adalah layanan internet yang disediakan dari Posnet dengan membayar uang iuran “wajib” setiap semester.
Sebagai mahasiswa baru di UKSW, saya terkejut ketika melihat kondisi Posnet, dengan gedung dua lantai dan kapasitas komputer kurang lebih 150 unit. Lalu saya berpikir, “Mungkinkah Posnet melayani mahasiswa UKSW yang jumlahnya lebih dari 1000 orang?”
Ketika saya menggali informasi dari “kakak-kakak angkatan” tentang fasilitas internet di Posnet, saya lebih terkejut lagi, karena 8 dari 10 orang yang saya tanya, ternyata mereka jarang atau bahkan tidak pernah memanfaatkan fasilitas internet di Posnet. Alasan mereka hampir seragam, yaitu koneksi lambat, sering terjadi gangguan, harus mengantri, dan banyak virus. Untuk membuktikan hal tersebut, saya ingin “meninjau” apakah alasan-alasan tersebut dapat dibenarkan atau hanya sekedar alasan. Kemudian saya mengunjungi Posnet, namun belum sempat mengakses internet karena terkena antrean dan saya buru-buru kuliah, maka saya tidak jadi mengantre.
Saat mengantre, muncul pertanyaan di kepala saya, “Mengapa banyak unit komputer yang kosong tetapi tidak diberikan pada kami yang mengantri? Padahal, kami jelas-jelas memiliki hak untuk menggunakan komputer tersebut! Bukankan kami sudah membayar di depan untuk menggunakan fasilitas internet? Mengapa Posnet justru memprioritaskan layanannya untuk pelanggan umum?”
Sejauh saya memahami, tujuan dari fasilitas adalah untuk memudahkan mahasiswa. Lalu bagaimana dengan layanan internet di Posnet? Apakah itu memudahkan saya, atau mahasiswa yang lain? Sepertinya kok tidak ya, malah memberatkan sebagian mahasiswa kesulitan memenuhi pembayaran uang kuliah.
Mahasiswa memiliki “kewajiban” membayar layanan internet setiap semester, tetapi bagaimana dengan “hak” yang seharusnya diterima oleh mahasiswa? Entah bagaimana pertanggungjawaban Posnet atau kampus tentang masalah fasilitas internet yang menurut saya “dipaksakan” pada mahasiswa ini. Saya toh hanya mahasiswa baru yang juga baru belajar melihat sekeliling dengan mata lebih lebar.
HANNA
Mahasiswa Program Studi Fisika FSM dan FKIP UKSW

Komentar no. 19
6 November 2008 19:25
Perambah
Setuju. Sebenrnya ke mana sisa saldo kita? Itu aja yang jadi pertanyaanku.
Untuk fasilitas inet sih kalau pakai yang di lantai bawah, menurutku relatif cepat lah, walau harus merogoh kocek untuk beli paket kupon di posnet.
Komentar no. 18
6 November 2008 19:07
Perambah
yupppp… saya salah satu dari mahasiswa UKSW yg juga tidak memanfaatkan fasilitas posnet karena saya selalu kecewa dengan fasilitas yg tersedia (seperti yg diungkap pula oleh HANNA). pertama saya terdaftar sebagai mahasiswa uksw, tepat nya 3 tahun yg lalu, saya mencoba menggunakan fasilitas yg disediakan universitas ini dan kesan pertama saya sangat tidak menyenangkan, karena apa yg saya dapat hanya kondisi kursi yg tidak nyaman, koneksi internet yg SANGAT lambat dan yang paling merugikan adalah kami harus mengantri. sejak kesan pertama yg tidak berkesan itu, maka saya memutuskan untuk tidak menggunakannya lagi. dan karena alasan uang yg sudah kami keluarkan untuk biaya penggunaan fasilitas posnet yang dimana uang tersebut tidak dapat diuangkan kembali, maka saya pun rela untuk selalu meminjamkan KTM saya kepada teman2 untuk dipakai mereka. padahal untuk masa sekarang ini dan untuk kepentingan akademis kami, para mahasiswa, internet sangatlah berperan penting. tetapi saya memilih menggunakan akses internet dari rumah. bisa dibilang kami dirugikan dengan kondisi seperti ini.
Komentar no. 17
17 October 2008 4:07
Perambah
Saya sangat setuju dengan pendapat HANNA, tapi sepertinya ada satu yang belum diungkapkan oleh HANNA, yaitu kemana larinya uang mahasiswa yang telah dibayarkan untuk mendapatkan fasilitas POSNET jika mahsiswa tersebut tidak pernah menggunakan fasilitas tersebut?
Dulu sisa saldo saya hampir 200.000 karena saya tidak pernah menggunakan fasilitas tsb dengan alasan sama seperti yang diungkapkan HANNA, nah seandainya nominal tersebut di dikalikan dengan _katakanlah 500 mahasiswa, sudah ketemu Rp. 100.000.000. sekali lagi kemana larinya uang ini?
kepada semua teman-teman yang merasa dirugikan karena hal ini, saya berharap kalian mau bersuara ; Tanyakan kejelasan mengenai hal ini.
Dan bagi kalian yang tidak merasa dirugikan karena hal ini, maka nikmatilah!
Maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan di hati pembaca!
Terima kasih………
Komentar no. 16
15 October 2008 11:17
Perambah
Saya udah setaun di UKSW tp lum pernah pake postnet. Wong waktu itu mo pake aja eh malah ditodong hrs fotocopy surat2 ini dan itu. Apa tidak cukup hanya dengan menunjukan KTM?? Bukankah KTM itu menjadi bukti bahwa saya adalah mahasiswa sah UKSW??
Saya setuju ama HANNA, tolong itu Postnet dibenahi lagi, benar2 ga sesuai dengan janji yg diumbar ketika kita akan daftar di UKSW. Padahal saya yakin pemasukan yg diterima oleh universitas setiap tahun ajaran baru pasti bisa untuk membeli unit-unit komputer yg cukup memadai dan nyaman untuk akses internet.
Komentar no. 15
14 October 2008 18:26
Perambah
…. Polling…. kayanya no use yach…. alias ga ngefek….. buktinya dari tahun 2005 sampai sekarang… mahasiswa tetap mbayar IURAN WAJIB POSNET….
Komentar no. 14
14 October 2008 14:44
Perambah
Tapi lumayan sih klo dah malam…
Komentar no. 13
13 October 2008 11:12
Perambah
@oAo..oAo
Untuk masalah polling dulu tahun 2005, majalah Imbas pernah mengadakan polling mengenai masalah posnet ini beserta wawancara dengan pak rektor (waktu itu John Titaley) dan pengurus posnet. Untuk hasilnya aku cari dulu filenya
Komentar no. 12
13 October 2008 9:25
Perambah
–Kalo bisa seperti Fakultas TI… qta bisa lepas dari “Paksaan” membayar iuran wajib POSNET…
ADA YANG BERMINAT???–
Lepas sih lepas..tapi tetap harus bayar internet fakultas… FTI kan ada internet sendiri… tapi sama aja ada iurannya…
Komentar no. 11
12 October 2008 13:21
Perambah
wedew… dah lama sekali ni artikel aku tulis… kira-kira awal tahun 2007.. tnyata ditampilkan lagi…
… btw.. bisa ga sich kalo qta buat CLASS ACTION untuk “mengadvokasi” hak-hak kita atas “Voucher Posnet…
Kalo bisa seperti Fakultas TI… qta bisa lepas dari “Paksaan” membayar iuran wajib POSNET…
ADA YANG BERMINAT???