Fasilitas Posnet yang Kurang Memadai

Browse By

Fasilitas internet adalah salah satu promosi yang menarik dari kampus UKSW bagi mahasiswa baru. Mendengar hal tersebut, yang terlintas di kepala saya adalah sebuah kampus yang memiliki laboratorium komputer yang luas, sehingga semua mahasiswa dapat mengakses internet dari kampus dengan akses komputer yang tidak terbatas. Ternyata, fasilitas internet yang dimaksud adalah layanan internet yang disediakan dari Posnet dengan membayar uang iuran “wajib” setiap semester.

Sebagai mahasiswa baru di UKSW, saya terkejut ketika melihat kondisi Posnet, dengan gedung dua lantai dan kapasitas komputer kurang lebih 150 unit. Lalu saya berpikir, “Mungkinkah Posnet melayani mahasiswa UKSW yang jumlahnya lebih dari 1000 orang?”

Ketika saya menggali informasi dari “kakak-kakak angkatan” tentang fasilitas internet di Posnet, saya lebih terkejut lagi, karena 8 dari 10 orang yang saya tanya, ternyata mereka jarang atau bahkan tidak pernah memanfaatkan fasilitas internet di Posnet. Alasan mereka hampir seragam, yaitu koneksi lambat, sering terjadi gangguan, harus mengantri, dan banyak virus. Untuk membuktikan hal tersebut, saya ingin “meninjau” apakah alasan-alasan tersebut dapat dibenarkan atau hanya sekedar alasan. Kemudian saya mengunjungi Posnet, namun belum sempat mengakses internet karena terkena antrean dan saya buru-buru kuliah, maka saya tidak jadi mengantre.

Saat mengantre, muncul pertanyaan di kepala saya, “Mengapa banyak unit komputer yang kosong tetapi tidak diberikan pada kami yang mengantri? Padahal, kami jelas-jelas memiliki hak untuk menggunakan komputer tersebut! Bukankan kami sudah membayar di depan untuk menggunakan fasilitas internet? Mengapa Posnet justru memprioritaskan layanannya untuk pelanggan umum?”

Sejauh saya memahami, tujuan dari fasilitas adalah untuk memudahkan mahasiswa. Lalu bagaimana dengan layanan internet di Posnet? Apakah itu memudahkan saya, atau mahasiswa yang lain? Sepertinya kok tidak ya, malah memberatkan sebagian mahasiswa kesulitan memenuhi pembayaran uang kuliah.

Mahasiswa memiliki “kewajiban” membayar layanan internet setiap semester, tetapi bagaimana dengan “hak” yang seharusnya diterima oleh mahasiswa? Entah bagaimana pertanggungjawaban Posnet atau kampus tentang masalah fasilitas internet yang menurut saya “dipaksakan” pada mahasiswa ini. Saya toh hanya mahasiswa baru yang juga baru belajar melihat sekeliling dengan mata lebih lebar.

Hanna, mahasiswa Program Studi Fisika FSM dan FKIP

33 thoughts on “Fasilitas Posnet yang Kurang Memadai”

  1. Wilson says:

    Usul! Scientiarum terbit sebulan sekali? Mungkinkah? … Beranikah? …

  2. STR says:

    @ Wilson: Lha ini malah udah terbit harian, meskipun cuma secara online. 😀 Selama ini SA selalu mengalami keterbatasan dana karena selalu bergantung ke WR III. Keterbatasan dana ini pula yang akhirnya berimbas pada produktivitas wartawan.

    Bung Wilson, saat ini kami sedang berusaha melepaskan ketergantungan itu. Lewat versi online ini kami berusaha melatih diri kami sendiri dalam berproduksi sambil terus mencari kemungkinan finansial agar bisa menambah frekuensi penerbitan versi cetak kami dengan dana swadaya.

    Dukung kami.

  3. cah grunge says:

    betul mbak/mas Hanna
    kita bener2 rugi masak di posnet g boleh download. seharusnya boleh dong, kita kan sudah bayar. dulu sih aq pernah coba download anti-virus tapi kok tengah jalan downloadnya diputus. gimana ga jengkel!!! truz aksesnya itu pelan banget kaya kura2 lg bunting 6 bulan

    masak kita ke posnet cuman buka FS aj dan cari artikel???
    ya rugi banget bagi aq. hak kita sebagai konsumen telah direnggut.

    BTW komentar ini aq tulis di posnet lho

  4. ztireg says:

    Bagaimana Kalau Lembaga kemahasiswaan (SMU &BPMU) melakukan advokasi.
    materinya :
    Tidak perlu iuran posnet

    Salam
    Ztireg

  5. Kristian says:

    Katanya punya layanan internet? Memang sih ada. Tapi kok males banget ya datang ke POSNET?
    Apa ya???
    Kursinya aja udah banyak yang reot alias rusak. Kalo gerak dikit, bunyinya ‘ngak… ngik… ngak… ngik…’, bikin gak nyaman. Belum lagi ruangan yang sempit. Mouse dan monitornya banyak yang rusak. Dan yang paling jengkel kalo ada yang maen game online! Bukannya melarang sih, tapi kan masih banyak orang lain yang butuh fasilitas internet untuk keperluan studi. Nah kalo semua yang masuk POSNET pada maen game, kenapa POSNET gak sekalian aja dijadikan Game Center Online???
    Maaf, bukannya mau ngejelek – jelekin POSNET, tapi tolonglah diperbaiki kualitas POSNETNYA. Mumpung tahun ajaran baru belum datang, setidaknya ada waktu buat POSNEt untuk berbenah. Toh ini juga untuk kebaikan bersama. Betul tidak?
    Terus buat yang jaga POSNET, mbok ya yang ramah gitu. SMILE, PLEASE? Kan gak susah buat nyengir dikit, ya to? Kan jengkel kalo udah ngantri lama, eh pas mau ambil nomor komputer malah dilayani dengan face yang gimana gitu… He15x…
    Terimakasih…
    Maaf, maaf kate ye…
    Peace…

  6. Edhi says:

    kalau luat perkembangan jaman, sudah waktunya (agak ketinggalan sih..) UKSW pake wifi aja, mungkin lebih efisien, mhs/dosen pake laptop sendiri2, jadi dapat selalu terkoneksi di mana saja kapan saja…

  7. dib058 says:

    @edhi
    Lho kan sudah ada dari 2006 lalu. Datang saja ke kafe Rindang depan Perpustakaan bawa laptop yang sudah ada wifi adapternya dan nikmati browsing ditemani segelas kopi tubruk made by Mas Tom. Sayang masih suka putus (atau diputus ya?) koneksinya.

  8. oAo..oAo says:

    ho’o, mosok kita ‘dipaksa’ mbayar sesuatu yang belum tentu dipakai, wagu!!!!
    ilangin aja ‘iuran wajib’nya, mending klo mw memakai baru mbayar!!!!!
    please BPMU ma SMU pa siapa aja yang berwenang bwt menindaklanjuti, coba dipolling deh, ntar khan kliatan hasilnya!!!!!
    nb: posting ini menggunakan layanan posnet setelah penantian yang aneh(wes mbayar kok ngantre!!), huruf2 keyboard yang ilang gak jelas(jd bikin susah ngetik!!), dan kursi yang selalu ‘berbunyi'(kriet krieet…)

  9. Felis_domesticus says:

    Wah setuju nih kalo untuk urusan Postnet yang satu ini. Sejak awal aku sudah tidak setuju karena aku sejak 2004 mbayar tapi percumah, apa gak wasting money namanya. Pake aja jarang-jarang karena koneksi kurang yahud dan privacy masih kurang. Tapi bayar mulu, nah uang gue ke mana tuh?!?
    Terlepas dari salah siapa, kalo buat aku sebagai publik facility, Postnet masih jauh dari batas comfy. Mendingan uangnya aku buat bayar ISP and aku internetan di rumah saja.
    Aku juga ngak bakal protes kalo aku masuk Postnet dengan status non-member alias mbayar karena memang aku jarang-jarang ke sana. Jadi lebih baik sejak awal ditanya, mau pake tidak. Kalau tidak ya ndak perlu mbayar iuran. Nah, kalo mau pake ya mbayar alias pake akses non-member tadi, simple kan.

  10. Kristian says:

    Tidak akan pernah selesai kalau setiap kali membicarakan POSNET. Semenjak Saya masuk tahun 2003 sampai hampir akhir tahun 2008 ini Saya akan lulus, POSNET sama sekali tidak berubah dalam hal kualitas pelayanan dan peralatan! Kalaupun berubah, seingat Saya hanya posisi meja dan kursinya yang berubah, terutama di lantai atas. Saya sendiri heran, apakah tidak ada perubahan yang signifikan dari POSNET selama kurang lebih 5 tahun Saya kuliah di UKSW? Kalau boleh jujur, Saya tidak pernah memikirkan POSNET ketika Saya membutuhkan fasilitas internet. Hanya 2 kata yang akan Saya selalu kenang tentang POSNET, slowly dan uncomfortable.

    Satu pengalaman menyebalkan juag pernah Saya temui di POSNET. Suatu kali Saya iseng pergi ke POSNET karena Saya pikir sudah lama sekali tidak memakai fasilitas POSNET. Saya pikir daripada deposit dana POSNET tidak pernah dipakai, sekali – kali Saya bisa pakai fasilitas POSNET. Seingat Saya, password yang biasa Saya pakai 58xxxx0, tapi ketika Saya coba masukkan tidak bisa. Seingat Saya, Saya sama sekali belum pernah mengganti lagi password POSNET. Memang dulu Saya pernah mengganti password POSNET karena hilang. itupun sekitar tahun 2004 yang lalu. Sampai sekarang Saya belum pernah mengganti – ganti password lagi…. Beberapa kali Saya mencoba memasukkan password, tapi tidak bisa. Tanpa pikir panjang Saya langsung bertanya pada operator 1, “Maaf Mbak, kok saya gak bisa masukkin password Saya ya?”. Hanya pertanyaan sederhana untuk dijawab dengan awalan “karena”, tapi Saya mendapat jawaban, “Maaf tidak bisa tanya password. Kalo mau tanya password setiap hari Senin sampai Jumat. Kalo sore ato malam juga gak bisa”. Karena Saya merasa tidak mendapat jawaban yang semestinya, ya Saya menanyakan ulang dengan pertanyaan yang sama, tapi yang membuat Saya jadi sangat jengkel karena selalu dijawab dengan, “Maaf , tidak bisa tanya password”.

    Bisa dibayangkan betapa jengkelnya Saya! Tiga kali Saya menanyakan pertanyaan yang sama, tapi dijawab dengan jawaban yang sama! Karena jengkel, Saya meminta kembali KTM Saya dan langsung pulang. Saya heran, Saya merasa sudah memakai bahasa Indonesia yang jelas dengan menanyakan kenapa Saya tidak bisa memasukkan password yang biasa dipakai. Bukan menanyakan apa password Saya yang baru! Saya rasa sudah cukup jelas untuk dijawab dengan jawaban seperti, “Oh, password-nya diganti dengan tanggal lahir seperti di SIASAT” atau mungkin dengan jawaban lain yang lebih berkenan. Di dalam hati Saya berpikir. “Si Mbak itu lulus ujian Bahasa Indonesia gak sih pas sekolah dulu???”.
    Meskipun POSNET bukan supermarket atau toko, tapi bukan hal yang salah jika Anda sebagai operator POSNET bisa tersenyum kepada “pelanggan” POSNET. Karena dengan Anda tersenyum akan membuat orang lain merasa senang dan POSNET jadi terasa lebih “ramah”.

    So please, POSNET bisa segera berbenah diri untuk lebih baik ke depan.
    OK!
    Terimakasih dan Tuhan Memberkati…

  11. j@zzmine says:

    wedew… dah lama sekali ni artikel aku tulis… kira-kira awal tahun 2007.. tnyata ditampilkan lagi… 🙂
    … btw.. bisa ga sich kalo qta buat CLASS ACTION untuk “mengadvokasi” hak-hak kita atas “Voucher Posnet…
    Kalo bisa seperti Fakultas TI… qta bisa lepas dari “Paksaan” membayar iuran wajib POSNET…
    ADA YANG BERMINAT???

  12. Alfa says:

    –Kalo bisa seperti Fakultas TI… qta bisa lepas dari “Paksaan” membayar iuran wajib POSNET…
    ADA YANG BERMINAT???–

    Lepas sih lepas..tapi tetap harus bayar internet fakultas… FTI kan ada internet sendiri… tapi sama aja ada iurannya…

  13. dib058 says:

    @oAo..oAo
    Untuk masalah polling dulu tahun 2005, majalah Imbas pernah mengadakan polling mengenai masalah posnet ini beserta wawancara dengan pak rektor (waktu itu John Titaley) dan pengurus posnet. Untuk hasilnya aku cari dulu filenya

  14. Pemerhati says:

    Tapi lumayan sih klo dah malam…

  15. J@zzmine says:

    …. Polling…. kayanya no use yach…. alias ga ngefek….. buktinya dari tahun 2005 sampai sekarang… mahasiswa tetap mbayar IURAN WAJIB POSNET…. 🙁

  16. Anton says:

    Saya udah setaun di UKSW tp lum pernah pake postnet. Wong waktu itu mo pake aja eh malah ditodong hrs fotocopy surat2 ini dan itu. Apa tidak cukup hanya dengan menunjukan KTM?? Bukankah KTM itu menjadi bukti bahwa saya adalah mahasiswa sah UKSW??

    Saya setuju ama HANNA, tolong itu Postnet dibenahi lagi, benar2 ga sesuai dengan janji yg diumbar ketika kita akan daftar di UKSW. Padahal saya yakin pemasukan yg diterima oleh universitas setiap tahun ajaran baru pasti bisa untuk membeli unit-unit komputer yg cukup memadai dan nyaman untuk akses internet.

  17. Joy says:

    Saya sangat setuju dengan pendapat HANNA, tapi sepertinya ada satu yang belum diungkapkan oleh HANNA, yaitu kemana larinya uang mahasiswa yang telah dibayarkan untuk mendapatkan fasilitas POSNET jika mahsiswa tersebut tidak pernah menggunakan fasilitas tersebut?
    Dulu sisa saldo saya hampir 200.000 karena saya tidak pernah menggunakan fasilitas tsb dengan alasan sama seperti yang diungkapkan HANNA, nah seandainya nominal tersebut di dikalikan dengan _katakanlah 500 mahasiswa, sudah ketemu Rp. 100.000.000. sekali lagi kemana larinya uang ini?
    kepada semua teman-teman yang merasa dirugikan karena hal ini, saya berharap kalian mau bersuara ; Tanyakan kejelasan mengenai hal ini.
    Dan bagi kalian yang tidak merasa dirugikan karena hal ini, maka nikmatilah!

    Maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan di hati pembaca!
    Terima kasih………

  18. yessica says:

    yupppp… saya salah satu dari mahasiswa UKSW yg juga tidak memanfaatkan fasilitas posnet karena saya selalu kecewa dengan fasilitas yg tersedia (seperti yg diungkap pula oleh HANNA). pertama saya terdaftar sebagai mahasiswa uksw, tepat nya 3 tahun yg lalu, saya mencoba menggunakan fasilitas yg disediakan universitas ini dan kesan pertama saya sangat tidak menyenangkan, karena apa yg saya dapat hanya kondisi kursi yg tidak nyaman, koneksi internet yg SANGAT lambat dan yang paling merugikan adalah kami harus mengantri. sejak kesan pertama yg tidak berkesan itu, maka saya memutuskan untuk tidak menggunakannya lagi. dan karena alasan uang yg sudah kami keluarkan untuk biaya penggunaan fasilitas posnet yang dimana uang tersebut tidak dapat diuangkan kembali, maka saya pun rela untuk selalu meminjamkan KTM saya kepada teman2 untuk dipakai mereka. padahal untuk masa sekarang ini dan untuk kepentingan akademis kami, para mahasiswa, internet sangatlah berperan penting. tetapi saya memilih menggunakan akses internet dari rumah. bisa dibilang kami dirugikan dengan kondisi seperti ini.

  19. Dicky Kurniawan says:

    Setuju. Sebenrnya ke mana sisa saldo kita? Itu aja yang jadi pertanyaanku.

    Untuk fasilitas inet sih kalau pakai yang di lantai bawah, menurutku relatif cepat lah, walau harus merogoh kocek untuk beli paket kupon di posnet.

  20. JFA says:

    aksesnya kaya kura-kura bunting

    kok SMU tidak memprotes. ini kan kepentingan mahasiswa UKSW.

  21. andi-dobleh says:

    buat rekan2 yang mau protes.. silahkan lewat BPMF/PP masing-masing, atau mau langsung ke BPMU aaja.. bukan via Senat mahasiswa , baik SMU (universitas) ataupun SEMA fakultas/PP

  22. DN says:

    POSNET lebih baik tidak ada…, kalau kampus mau memanfaatkan peluang bisnis internet ini lebih baik bekerjasama dengan pihak ketiga tapi tanpa keharusan bagi mahasiswa untuk membayar. Jadi mahasiswa punya pilihan dan pihak pengelola internet (pengganti POSNET) akan menyajikan kualitas koneksi dan pelayanan yang bersaing dengan warnet lain.
    Pemilihan pengelola bisa dilaksanakan dengan tender pihak mana yang bisa memberikan keuntungan terbesar untuk kampus dan mahasiswa / pelanggan.

  23. Rizal Romano says:

    wah-wah posnet dan problematikanya!!!! ternyata gak habis-habis y. saya orang yg cukup peduli dengan posnet. saya memang menanyakan saja mengapa posnet sering gak mencukupi fasilitasnya?mohon diperluas saja tempatnya.

  24. jojo says:

    Posnet ….Hari demi waktu akan membenahi diri dari kekuranganya agar lebih baik dan selalu akan memberikan yang TERBAIK .

  25. keluhkesahtiadatara says:

    UKSW ngga malu apa sama univ lain kalo liat posnet kayak gitu,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

  26. titus says:

    wis, posnet kuwi dibongkar ae. mending aku internetan ng warnet e dobleh. wis konco dewe, kemungkinan gratis okeh. hehehehehe. ora entuk udud, ngopi, cekakak cekekek, n ga iso buka situs bokep. hehehehe. mbukak FS ae suwine puooolll. padahal kuwi salah satu saran nggolek bojo anyar. nek butuh bojo lanang : hubungi aku (085226031xxx) takon satria (STR) ae no hp ku piro. hehehehehehe.

  27. aak uuk says:

    klo menurut aku…posnet dah berubah sih! daripada yg dulu. Sekarang koneksinya udah agak cepat,ga kayak dulu lg. Klo aku sih selalu pake member ku…eman2 klo ga dipake.(kasian ortu).hehehehehe

  28. JFA says:

    udah lama artikel ini ditulis, tp mana hasilnya.

    apakah posnet adalah mesin pencari uang bagi UKSW???
    bagaimana nasib orang yg udah bayar tapi g pernah memakai

    klo sekarang posnet malah makin lemot aj. jumlah komputer dan perbandingan mahsiswa makin g sesuai, akibatnya adalah antean. kacau2

  29. Markus AR says:

    Wah gawat emang tuh posnet. Menurut saya sih sebenarnya posnet mampu menambah kapasitas bandwidthnya. Bayangin aja setiap mahasiswa bayar duit bandwith sekian – sekian, masa gak mampu untuk sewa ISP yang lebih baik!!!! Saya rasa selama ini Posnet tidak menguntungkan untuk mahasiswa!!!! Download bahan kuliah aja lama, bagaimana mahasiswa yang mau maju bisa mengembangkan dirinya???

    Apakah posnet didirikan untuk bisnis semata?? sama seperti alfamart dan yang lainnya???

  30. paramita aristi says:

    POSNET ??
    buat saya , posnet gak penting utk ada.. mending ke dipo 66, lebih cepat lebih baik (wkt itu blm pny modem eskternal)..

    yang bodoh adalah : kewajiban utk mahasiswa spy membayar !! this really nutz!
    bisa dibikin survey/ penelitian sekalian ttg kebijakan wajib bayar ini spy bs ditinjau lagi..

    come on man ! saldo saya skrg 280000, tdk bs dicairkan a.k.a HANGUS klo lulus..
    paling ada yg komen: salah lw sdri knp gak dipake mith…
    jwb mithy: males lah, lama ngantri, lemot, n skrg udh pny modem eksternal.. lgian klo lagi nge brows pas malem, males bgt … gak punya motor, kos di cemara …phewwfff (itu si derita lw mith…hagh..haghh)

    pikir lagie lah perposnetan dgn kewajiban membayarx !! gak cukup bijak !
    udh jd pertanyaan bgt sejak sy msk LK 2004..

    to BPMF/U/ LK pokoknya: ini keluh kesah yang tertuang oleh saya,
    Paramita Aristi_, pSikologi 2004.. 802004085 .. cell number: 0857 1192 1192

    cheerz!

  31. Genthone manggar says:

    Klo posnet udh bobrok,ckup kta tambahin bobroknya aja. Misal,kita ke posnet bawa minyak d bungkus plastik, lo udah selesai pake, tuangin minyak ke CPUnya. Untuk urusan buka bokep mudah kox, malah sering d posnet ampe jam 12, biar karyawanya matanya tambh s?p

  32. jhon says:

    permisi…..permisi…….posnet ada wc gak…??? sya mw berak darah ni…… soalnya loading klamaan……….

  33. Lina Peploop Bumper says:

    saya mahasiswa baru belum bisa mendapatkan password PosNet caranya gimana mohon bimbinganya.

    kalau ada yang punya lebih kirim ke inbox fb saya.cz pelayananya kurang ramah, bikin maless minta.THX

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *