Fasilitas Posnet yang Kurang Memadai

Oleh Hanna | 10 December 2007 | Surat Pembaca

Fasilitas internet adalah salah satu promosi yang menarik dari kampus UKSW bagi mahasiswa baru. Mendengar hal tersebut, yang terlintas di kepala saya adalah sebuah kampus yang memiliki laboratorium komputer yang luas, sehingga semua mahasiswa dapat mengakses internet dari kampus dengan akses komputer yang tidak terbatas. Ternyata, fasilitas internet yang dimaksud adalah layanan internet yang disediakan dari Posnet dengan membayar uang iuran “wajib” setiap semester.

Sebagai mahasiswa baru di UKSW, saya terkejut ketika melihat kondisi Posnet, dengan gedung dua lantai dan kapasitas komputer kurang lebih 150 unit. Lalu saya berpikir, “Mungkinkah Posnet melayani mahasiswa UKSW yang jumlahnya lebih dari 1000 orang?”

Ketika saya menggali informasi dari “kakak-kakak angkatan” tentang fasilitas internet di Posnet, saya lebih terkejut lagi, karena 8 dari 10 orang yang saya tanya, ternyata mereka jarang atau bahkan tidak pernah memanfaatkan fasilitas internet di Posnet. Alasan mereka hampir seragam, yaitu koneksi lambat, sering terjadi gangguan, harus mengantri, dan banyak virus. Untuk membuktikan hal tersebut, saya ingin “meninjau” apakah alasan-alasan tersebut dapat dibenarkan atau hanya sekedar alasan. Kemudian saya mengunjungi Posnet, namun belum sempat mengakses internet karena terkena antrean dan saya buru-buru kuliah, maka saya tidak jadi mengantre.

Saat mengantre, muncul pertanyaan di kepala saya, “Mengapa banyak unit komputer yang kosong tetapi tidak diberikan pada kami yang mengantri? Padahal, kami jelas-jelas memiliki hak untuk menggunakan komputer tersebut! Bukankan kami sudah membayar di depan untuk menggunakan fasilitas internet? Mengapa Posnet justru memprioritaskan layanannya untuk pelanggan umum?”

Sejauh saya memahami, tujuan dari fasilitas adalah untuk memudahkan mahasiswa. Lalu bagaimana dengan layanan internet di Posnet? Apakah itu memudahkan saya, atau mahasiswa yang lain? Sepertinya kok tidak ya, malah memberatkan sebagian mahasiswa kesulitan memenuhi pembayaran uang kuliah.

Mahasiswa memiliki “kewajiban” membayar layanan internet setiap semester, tetapi bagaimana dengan “hak” yang seharusnya diterima oleh mahasiswa? Entah bagaimana pertanggungjawaban Posnet atau kampus tentang masalah fasilitas internet yang menurut saya “dipaksakan” pada mahasiswa ini. Saya toh hanya mahasiswa baru yang juga baru belajar melihat sekeliling dengan mata lebih lebar.

HANNA
Mahasiswa Program Studi Fisika FSM dan FKIP UKSW


30 Komentar

  1. andi-dobleh

    buat rekan2 yang mau protes.. silahkan lewat BPMF/PP masing-masing, atau mau langsung ke BPMU aaja.. bukan via Senat mahasiswa , baik SMU (universitas) ataupun SEMA fakultas/PP

  2. DN

    POSNET lebih baik tidak ada…, kalau kampus mau memanfaatkan peluang bisnis internet ini lebih baik bekerjasama dengan pihak ketiga tapi tanpa keharusan bagi mahasiswa untuk membayar. Jadi mahasiswa punya pilihan dan pihak pengelola internet (pengganti POSNET) akan menyajikan kualitas koneksi dan pelayanan yang bersaing dengan warnet lain.
    Pemilihan pengelola bisa dilaksanakan dengan tender pihak mana yang bisa memberikan keuntungan terbesar untuk kampus dan mahasiswa / pelanggan.

  3. Rizal Romano

    wah-wah posnet dan problematikanya!!!! ternyata gak habis-habis y. saya orang yg cukup peduli dengan posnet. saya memang menanyakan saja mengapa posnet sering gak mencukupi fasilitasnya?mohon diperluas saja tempatnya.

  4. jojo

    Posnet ….Hari demi waktu akan membenahi diri dari kekuranganya agar lebih baik dan selalu akan memberikan yang TERBAIK .

  5. keluhkesahtiadatara

    UKSW ngga malu apa sama univ lain kalo liat posnet kayak gitu,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

  6. titus

    wis, posnet kuwi dibongkar ae. mending aku internetan ng warnet e dobleh. wis konco dewe, kemungkinan gratis okeh. hehehehehe. ora entuk udud, ngopi, cekakak cekekek, n ga iso buka situs bokep. hehehehe. mbukak FS ae suwine puooolll. padahal kuwi salah satu saran nggolek bojo anyar. nek butuh bojo lanang : hubungi aku (085226031xxx) takon satria (STR) ae no hp ku piro. hehehehehehe.

  7. aak uuk

    klo menurut aku…posnet dah berubah sih! daripada yg dulu. Sekarang koneksinya udah agak cepat,ga kayak dulu lg. Klo aku sih selalu pake member ku…eman2 klo ga dipake.(kasian ortu).hehehehehe

  8. JFA

    udah lama artikel ini ditulis, tp mana hasilnya.

    apakah posnet adalah mesin pencari uang bagi UKSW???
    bagaimana nasib orang yg udah bayar tapi g pernah memakai

    klo sekarang posnet malah makin lemot aj. jumlah komputer dan perbandingan mahsiswa makin g sesuai, akibatnya adalah antean. kacau2

  9. Markus AR

    Wah gawat emang tuh posnet. Menurut saya sih sebenarnya posnet mampu menambah kapasitas bandwidthnya. Bayangin aja setiap mahasiswa bayar duit bandwith sekian – sekian, masa gak mampu untuk sewa ISP yang lebih baik!!!! Saya rasa selama ini Posnet tidak menguntungkan untuk mahasiswa!!!! Download bahan kuliah aja lama, bagaimana mahasiswa yang mau maju bisa mengembangkan dirinya???

    Apakah posnet didirikan untuk bisnis semata?? sama seperti alfamart dan yang lainnya???

  10. paramita aristi

    POSNET ??
    buat saya , posnet gak penting utk ada.. mending ke dipo 66, lebih cepat lebih baik (wkt itu blm pny modem eskternal)..

    yang bodoh adalah : kewajiban utk mahasiswa spy membayar !! this really nutz!
    bisa dibikin survey/ penelitian sekalian ttg kebijakan wajib bayar ini spy bs ditinjau lagi..

    come on man ! saldo saya skrg 280000, tdk bs dicairkan a.k.a HANGUS klo lulus..
    paling ada yg komen: salah lw sdri knp gak dipake mith…
    jwb mithy: males lah, lama ngantri, lemot, n skrg udh pny modem eksternal.. lgian klo lagi nge brows pas malem, males bgt … gak punya motor, kos di cemara …phewwfff (itu si derita lw mith…hagh..haghh)

    pikir lagie lah perposnetan dgn kewajiban membayarx !! gak cukup bijak !
    udh jd pertanyaan bgt sejak sy msk LK 2004..

    to BPMF/U/ LK pokoknya: ini keluh kesah yang tertuang oleh saya,
    Paramita Aristi_, pSikologi 2004.. 802004085 .. cell number: 0857 1192 1192

    cheerz!

Kami Menerima Pandangan Anda

© 2009 Lembaga Pers Mahasiswa Scientiarum UKSW