Kelas Tabrakan, Fasilitas Kurang, Mahasiswa di Mana-mana. So What?

Browse By

“Katanya ntar mau ada open forum ya?” “Iya … di BU.” Beberapa waktu lalu, Fakultas Teknologi Informasi (FTI) mengadakan sebuah “ritual” sharing atau sering disebut dengan istilah “open forum” antara mahasiswa dengan dosen berkaitan dengan kejelasan sistem perkuliahan di FTI, yang masih memberikan tanda tanya bagi beberapa mahasiswa. Dalam open forum ini pula, setiap mahasiswa yang memiliki uneg-uneg tentang kegiatan perkuliahan juga dapat disampaikan dan akan langsung diberikan jawaban dari pihak fakultas.

Ada beberapa keluhan yang dilontarkan mahasiswa FTI kepada pihak fakultas, antara lain adalah Elly dari angkatan 2004 yang menanyakan tentang jadwal kuliah yang masih kacau dan jumlah kapasitas kelas yang tidak sesuai dengan yang tertera pada jadwal SIASAT (misalkan di SIASAT tertulis kapasitas maksimum 40 orang, tetapi di kelas ternyata ada lebih dari 40 mahasiswa).

“Mana bisa konsen kalo orangnya kebanyakan?” keluh salah seorang mahasiswa. Keluhan ini dijawab oleh Dekan FTI, Ir. Danny Manongga M.Sc, Ph.D. Beliau menuturkan bahwa FTI akan mencoba untuk membuka pendaftaran kelas baru sebelum trimester berakhir. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi overload-nya jumlah mahasiswa dalam sebuah kelas. Selain itu, jumlah mahasiswa yang tidak sesuai dengan yang tertera pada SIASAT juga disebabkan oleh ketidaksinkronan informasi antara FTI dengan pihak administrasi pusat.

Keluhan lain juga disampakan oleh Arif, mahasiswa FTI Program Studi Teknik Informatika angkatan 2003. Arif mengeluhkan masalah kurikulum di FTI yang belum sesuai dengan tuntutan dunia kerja, sehingga sedikit menyulitkan bagi mahasiswa yang akan melaksanakan KP (kerja praktek — Red). Selain itu, Arif juga memberi masukan bagi FTI, jika FTI belum bisa memenuhi fasilitas bagi jumlah mahasiswa yang ada (saat ini jumlah mahasiswa FTI kurang lebih 2.000 orang), hendaknya untuk tahun mendatang, bisa mengurangi jumlah mahasiswa yang akan masuk ke FTI. Menurut beberapa mahasiswa FTI sendiri, untuk meningkatkan kualitas FTI, tidak hanya bergantung pada jumlah mahasiswa yang besar, tetapi lebih pada peningkatan kualitas di dalam FTI itu sendiri, mulai dari kualitas pengajaran dosen, transparansi nilai, pemenuhan fasilitas bagi mahasiswa, maupun materi perkuliahan.

Berbeda dengan Arif, salah seorang mahasiswa FTI dari angkatan 2006, Raymond, mencoba mengklarifikasi kembali tentang penerapan sistem trimester di FTI. Yang menjadi pertanyaan Raymond adalah, “Pantaskah sistem trimester diterapkan pada fakultas teknik, mengingat ada juga mahasiswa yang merasa ‘dikejar’ oleh materi, karena dalam waktu yang relatif singkat, setiap mahasiswa harus ‘menelan’ sedemikian banyak materi. Padahal kualitas ‘telan materi’ setiap mahasiswa jelas berbeda. Ada yang memang dilahirkan dengan kemampuan yang ujubile pinter banget, tapi juga ada yang merasa pas-pasan.” Selain itu, Raymond juga mempertanyakan tentang pernyataan dari Dikti, agar mengubah sistem trimester menjadi dwimester, “Yang ditakutkan, bagaimana dengan nasib lulusan FTI nantinya?”

Pertanyaan Raymond, dijawab dengan mantap oleh Dekan FTI, bahwa Dikti tidak mempermasalahkan hal tersebut, tetapi malah meminta untuk membuat studi tentang sistem ini. Sebagai informasi tambahan, sistem trimester juga telah diadopsi oleh pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Dekan FTI juga menjamin, bahwa lulusan FTI tidak akan dicekal.

Yang menarik dari open forum ini adalah kebanyakan mahasiswa FTI mengeluhkan tentang kurang memadainya fasilitas bagi setiap mahasiswa FTI, mulai dari jadwal yang bertabrakan, sampai penggunaan laboratorium yang pernah sampai satu komputer dengan terpaksa harus digunakan oleh lebih dari satu mahasiswa. Dalam open forum FTI ini segala keluh kesah tentang hal tersebut, justru diutarakan dengan pertanyaan singkat oleh Christia Putra, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika angkatan 2004. “Jika perbandingan fasilitas yang ada dengan jumlah mahasiswa FTI tidak sebanding, sebenarnya kemana uang fakultas?” Pertanyaan ini disambut dengan tepuk tangan riuh seluruh peserta open forum, mungkin beberapa merasa terwakili pertanyaannya. Menanggapi pertanyaan Christia, Dekan menjawab bahwa saat ini FTI sedang menyusun satgas untuk pembangunan laboratorium baru.

Beberapa waktu lalu, SA juga sempat mewawancarai beberapa mahasiswa FTI yang terlambat datang pada ritual open forum. Seorang mahasiswa angkatan 2005 sangat mengeluhkan jadwal sebuah mata kuliah yang tabrakan dengan mata kuliah lain (sebut saja mata kuliah A). Belum lagi, mata kuliah ini sudah beberapa kali kosong. “Wah … Ini sih buang-buang duit saja,” keluh mahasiswa tersebut. “Nampaknya pengaturan jadwal untuk kelas ini sangat tidak matang karena kelas ini sudah pindah jadwal lebih dari sekali, dan ternyata masih bertabrakan dengan mata kuliah lain, sehingga ada mahasiswa yang terpaksa melakukan ‘kuliah fleksibel’ dalam artian: karena ada mata kuliah lain (sebut saja mata kuliah B) yang bertabrakan dengan kelas A ini, sehingga mahasiswa tersebut hanya mengikuti kuliah A, jika kuliah B kosong. Tetapi jika keduanya tidak kosong, tentu saja mahasiswa ini harus memilih salah satu,” beber mahasiswa tersebut. Dan tidak hanya satu mahasiswa saja yang mengalami hal ini.

Ada sebuah usulan yang dilontarkan oleh salah seorang mahasiswa yang sempat ditulis oleh SA, ”Wah … Kalau begini, seharusnya jika kelas ini dibuka lagi, kita boleh ikut dengan biaya gratis dong!” Akankah usul ini terwujud? Kita lihat saja nanti. Dan semoga dengan adanya open forum yang hanya dihadiri tidak lebih dari seperempat jumlah mahasiswa FTI ini dapat menyuarakan aspirasi dari seluruh mahasiswa FTI yang “haus” akan kecukupannya fasilitas bagi mereka.

156 thoughts on “Kelas Tabrakan, Fasilitas Kurang, Mahasiswa di Mana-mana. So What?”

  1. STR says:

    Memang, FTI harus lebih banyak introspeksi diri. 😆

  2. KETUM SEMA says:

    Wow, banyak banget kekurangan yang dimiliki oleh FTI, tapi apakah kita melihat secara sebelah pihak saja, kenapa kita tidak mengungkit kebaikan yang dimiliki oleh FTI, kok hanya keburukan saja. Kok sepertinya emosi banget dengan fakultas yang baru berjalan selama 5 tahun ini. Kenapa enggak fakultas lain yang diungkit keburukannya?

    Kalo komputer digunakan lebih dari 1 mahasiswa ya wajar, Mahasiswa fti sendiri pasti belajar utk merusak komputer, wajarkan kalo komputer di lab di coba2 dan tau-taunya rusak ( mana mau bertanggung jawab ), klo dah rusak fakutlas yang disalahin.

    klo fasilitas kurang, wew, kok bisa bilang kayak gitu, coba cek di universitas lain, apa ada? FTI pun kalo ada tanah kosong pasti akan membangun lab komputer guna mempermudah mahsiswa, apa sich yang ga mau dilakukan FTI untk memenuhi kebutuhan mahasiswanya?

    ada satu permasalahan yang paling mendasar disini, Kenapa SA bisa meliput acara open forum FTI yang hanya di khususkan untuk mahasiswa FTI saja?
    apakah sesuai dengan aturan jurnalis (maaf kalo tidak tau)/atau kalian sama dengan paparazi? FTI tidak pernah merasa mengundang wartawan utk meliput acara open forum FTI lalu….Tolong dijelaskan……

  3. ojohn says:

    inikah figur pemimpin yang kita inginkan?
    cobalah anda cek dulu..visi & misi SA adalah untuk meliput semua kejadian maupun polemik yang ada di kampus,jadi wajar kalo berita ini dicantumkan di SA. memang ini adalah kesalahan yang pernah di buat SA yaitu tidak memkonfirmasi tulisan ini sebelum dipublikasi..tapi pertanyaan adan adalah kenapa SA bisa meliput ini?jawabannya lihatlah struktur organisasi yang ada di SA.saya yakin anda tau siapa aja yang duduk di balik meja SA,dan saya juga yakin anda kenal orang-orang tersebut.saya pikir komentar anda terhadap tulisan ini tidak relevan dan sudah terlambat karena tulisan ini sudah dikementari sejak rubrik SA diterbitkan.terima kasih

  4. Vyor says:

    NO COMMENT !!!!! 🙂

  5. Pemimpin Redaksi SA says:

    @ Ketum SEMA: Om, kebetulan ini liputan untuk Open Forum FTI aja … Jadi, kalo di Open Forum itu yang tampil cuma keburukan, ya harus terima buruk lah. Open Forum fakultas lain memang tidak kami liput karena keterbatasan sumberdaya. Huhuhuhu … Tapi, kalo kamu mau nulis tentang keburukan fakultas lain, SA juga bisa mempertimbangkan untuk membantu publikasinya. 🙂

    Saya ini sebenernya ndak paham dengan posisi anda. Anda di SEMA itu mewakili mahasiswa apa jadi antek fakultas sih? Kok malah mbelain fakultas? Kok menuduh dengan sebuah kepastian bahwa mahasiswa pasti belajar merusak komputer? Apa memang kurikulumnya didesain untuk merusak? Wah, kalo jadi mahasiswa di FTI diajari untuk ngerusak, mestinya anda komplain ke fakultas dong! Suruh ganti kurikulum kek, biar mahasiswanya ndak belajar untuk merusak.

    Jangan cuma omong doang! Buktikan! Kalo emang FTI mau berusaha buat mahasiswanya, banyak jalan kok. Kalo permasalahannya adalah lahan, itu gedung FTI apa ndak bisa ditingkat?

    Wew. Sori, kami bukan paparazzi! Kebetulan penulis berita ini sendiri adalah mahasiswa FTI, sehingga pada waktu yang bersamaan dia bisa ikut Open Forum itu. Tapi, kalo sampai FTI mau melakukan intimidasi terhadap penulis berita ini, langkahi mayat saya dulu!

    Emang kenapa, Om? Ndak boleh diliput ya? Kalo emang semuanya fine dan nggak ada apa-apa, mestinya diliput pun tidak menjadi masalah. Kalo tidak mau diliput, itu justru menyiratkan bahwa memang ada ketidakberesan di FTI.

    Salam,
    STR 🙂
    Pemred SA

  6. bambang says:

    menerima kenyataan itu terkadang pahit!! tapi alangkah bijaksana apabila rekan-rekan mahasiswa di FTI bersyukur terkait berita SA, yakni “kelas tabrakan……..”dengan begitu perlu intrukspeksi diri. Satu hal lagi yang perlu digaris bawahi adalah mulai lah membudayakan kritik-auto kritik di kampus tercinta UKSW!! asal bertanggungjawab, lebih abdol lagi dapat memberikan solusi terbaik.

    Sedangkan terkait etika jurnalistik, saya rasa itu sah-sah saja. bagaimanapun wartawan kerjaannya mencari berita entah itu diundang maupun tidak, tergantung nilai beritanya!! kendatipun diundang sedangkan nilai beritanya kurang yah… wartawan juga belum tentu mau datang.

    Saya memiliki keyakinan apabila budaya kritik-auto kritik dapat berjalan dengan baik di FTI akan lebih maju lagi. Sekarang tinggal bagaimana FTI yang sekarang ini notabene salah satu fakultas terbesar di UKSW dapat menjadi contoh baik bagi fakultas lainnya. Entah itu dari sisi kurikulum, fasilitas, dedikasi dosen dsb? terima kasih

    Salam, pembebasan
    bambang redaksi SA.

  7. obed pemberontak says:

    hueh temen2 jangan terlalu melecehkan FTI gitu…
    cuma ketua semanya ajah yang bego banget!!…
    SA cuma nulis yang dikatakan orang FTI sendiri… yang seharusnya kalau mau marah2 ya marah2 aja ma diri sendiri…. atau sekalian temen2 sefakultasnya yang komplain (tertulis di SA) di usir ajah…. hahahaha….
    katanya buruk tapi sakti banget yah, fakultas baru langsung jreng dengan akreditasi B…
    sumpah sakti luar biasa sakti… pada bertapa di mana itu…
    atau faktor kuasa dari “X”….
    hehehhee….

  8. rickfreak says:

    Ya…namanya juga hukum rimba

    Siapa yang paling kuat dialah yang paling berkuasa

    Sama seperti kuliah juga

    Siapa yang paling cepat dan kuat dia juga yang paling berkuasa

  9. FightForFreedom says:

    Wah..sang KETUM SEMA ni kayanya ngefans bgt ya sm fkltsnya.He5.bgus..Asal jgn smp jd antek fklts aj.Ingat..!!anda PELAYAN MAHASISWA..bkn pelayan fakultas..!!
    Bknkah FTI mmg jg hrs introspeksi diri.. Sbg fklts bru..hrs terbuka trima kritik..
    SALAM.

  10. Mahasiswa FTI says:

    Fakultas baru.. Mhsw byk..sumur uang univ.. HEBAT..!! JANGAN TAKABUR..!!
    Buktinya,msh ad jg (byk malah) yg msh complain.
    Asal kalian tau, sesungguhnya msh byk keluhan..tp masih terbungkam..
    Terbukalah atas kritik..
    Itu yg akan mendewasakan kita..
    -peace-

  11. Puih..Cuih..Hoek.. says:

    KETUM SEMA..
    Comment anda justru menyiratkan betapa bodoh, goblok,dan tdk berkualitasnya anda..lihat sj buktinya,open forum yg dtg koq ga lbh dr seperempat..itu saja,isinya complain semua..gimana klo yg dtg seluruhnya???
    INTROSPEKSILAH FAKULTAS KAYA..!!

  12. Heyheyhey says:

    Jangan2 ketum
    Semanya sendiri ga tau apa yg terjadi di mahasiswa..
    Kebanyakan ngendusin fakultas tu..

    Lho?emangnya, kalo nulis fakta gitu,penulisnya bisa diintimidasi ya??
    GAK DEWASA BANGET..
    WAAAHH.. MENCURIGAKAN..

    JANGAN.. JANGAAAANNN..
    Uhuy…

  13. penulis imut.. says:

    jangan pada berantem ah…
    ga baik….
    mending sekarang, kita sama2 berspekulasi yang baek2 aja..
    kalo emang ga ada yang baek…

    yaudahh….
    gimana lagi?????????????????????

    ^_^

  14. Freedom Fighter says:

    @ FightForFreedom: Kamu cantik banget hari ini. 😆

  15. saya adalah mahasiswa FTI UKSW says:

    fyuuhh…emang susah…
    @KETUM SEMA FTI:anda malah belain FAKULTAS???tapi emang bukti nya kaya gitu..kelas tabrakan..kadwal kacau..sering gonta ganti jam…gak masuk akal…lab komp cuma brapa buah..gk seimbang ma duit yang diterima..terakhir denge2 RAKER DOSEN ko di BALI??!!emang bener ya???!!gak masuk akal…huehehehe…..mau raker atau “raker”….
    lagian saya sebagai mahasiswa ingin punya KETUM SEMA yang perhatikan saya dan teman2 yang lain yg notabene mahasiswa murni…
    intropeksi diri lah anda dan fakultas kita ini…

  16. orang_merdeka says:

    Wah kacau juga
    @Ketum SEma FTI:and kan anak FTI juga mesti tahu kondisi anak2 yang harus diayomi(kan SEMA merupakan pelayan mahasiswa untuk memajukan aspirasi) makanya jangan banyak bela fakultas.Boleh2 aja bela fakultas tapi harus sesuai dengan apa masalah yang dihadapi.Waktu dolo emang visi misi jadi ketum gimana?pasti kan ada memajukan mahasiswa

    Semioga kritikan ini bisa menjadi pelecut memajukan FTI

    merdeka…..merdeka…..merdeka tetap merdeka

  17. peace says:

    gak usah terlalu digagas FTI, semakin digagas kian terkenal aja dia. masih ada problem lain’e yang perlu dibenahi kan??

  18. Y2K says:

    @KETUA SEMA FTI: saya mencoba untuk berdiri secara netral. anda sebagai ketua SEMA, seharusnya melayani mahasiswa, membantu dan menjaga mahasiswa… dengan adanya ini, tujuan dari teman2 yg lain adalah memberikan “tamparan” agar sesuatu/ seseorang bangun dari tidurnya…. bila FTI memiliki kelemahan semacam itu, memang ada baiknya ‘ditampar’ agar mereka (pimpinan fakultas) sadar bahwa ada yang tidak beres. sehingga bersama dengan mahasiswa kembali membangun FTI. saya juga dengar, bahwa di FTI juga banyak permasalahan untuk mahasiswanya. seharusnya anda sebagai ketua SEMA FTI BUKA HATI, BUKA MATA, BUKA TELINGA untuk bisa mengamati apa yang terjadi di sekitar anda… seorang pemimpin haruslah kritis, mau di kritik. jujur saya adalah anak FTI, dan membenarkan bahwa keburukan semacam itu ada dan BERULANG KALI TERJADI dalam tubuh FTI. sesuatu yang bisa menjadi bom waktu bagi FTI (dan bisa-bisa merusak nama universitas) bila hal itu terus berlanjut.

    @ SEMUA SAJA, mari kita “TAMPAR” lebih keras FTI, kalo perlu kita pukuli agar mereka sadar bahwa ada yang tidak beres.

    @FTI : kita semua sekarang hidup di alam demokrasi. Saatnya anda mau menerima KRITIK (input), rapatkan(Proses), kemudian realisasikan apa yang di kritikkan pada anda(output) atau jangan2, FTI dialam DEMOCRAZY dimana orang yang memimpin sangat tidak senang mendapat kritikan? ada baiknya kita menunggu jawaban dari FTI sendiri.

    pesan 1 lagi, bila penulis berita ini sampai di intimidasi dan mendapatkan sebuah diskriminasi sekecil apapun, (baca dari pesan PimRed SA) akan lebih menunjukkan kebobrokkan dari FTI dimana tidak dapat memisahkan profesionalismenya. 1sisi penulis sebagai mahasiswa FTI, 1 sisi penulis sebagai wartawan SA, bila FTI marah, dan ingin melakukan intimidasi, maka akan lebih profesional bila kemarahan tersebut ditujukan kepada SA(sebagai organisasi) karena kedua sisi tersebut sangat berbeda.
    dan bila sampai penulis mendapatkan intimidasi dari FTI, maka saya pribadi akan sangat mendukung penulis dan SA karena apa yang disampaikan memang sebuah kewajiban dari dunia jurnalistik (kalau tidak salah jurnalis sebagai alat control sosial—ralat kalau salah :D)

    “kepada siapa lagi kita harus bertanya? Apakah kepada RUMPUT yang bergoyang?”

  19. MCT says:

    Itulah gunanya yang namanya OPEN FORUM harus di manfaatkan sebaik-baiknya jangan hanya kasi masukan doang trus tampung tanpa ada pelaksanaannya/prakteknya!kesimpulnnya FTI harus banyak belajar dan belajar supaya kedepannya tidak banyak yang terkendala lagi mungkin seperti kelas tabrakan,fasilitas kurang, dKK!mari intropspeksi…semangattt FTI!

  20. fakestupidblues says:

    udahlah bubarin aja kampus ini..

  21. g4nt3ng says:

    @KETUA SEMA FTI: SEBAGAI WAKIL DARI MAHASISWA SUDAH SELAYAKNYA ANDA ITU MALU UNTUK DIKATAKAN SEBAGAI WAKIL MAHASISWA, SEBAIKNYA KAMU INTROSPEKSI DIRI UNTUK BETUL-BETUL BERDIRI SEBAGAI SEORANG WAKIL MAHASISWA JANGAN JADI ANJING PENJAGA DARI PIMPINAN-PIMPINAN YANG NOTABENENYA TIDAK MAU SERTA ACUH TAK ACUH TERHADAP KELUHAN-KELUHAN YANG ADA PADA TUBUH FTI ITU SENDIRI.

    @MHSW FTI : Sudah saatnya memilih pimpinan-pimpinan mahasiswa yang berpihak kepada mahasiswa, jangan sampai masuk ke dalam lubang yang sama.

    @Pimpinan Fak FTI : jangan gunakan kebolehanmu dalam berpolitik, tapi tingkatkanlah keahlianmu untuk membangun FTI yang lebih baik,lebih profesional demi KEAGUNGAN FTI. Bukalah MATA,HATI dan PIKIRANmu utk mw mendengar kritik serta saran demi dan untuk kemajuan mahasiswa FTI itu sendiri.

    Tuhan Memberkati kita semua. Syalom

  22. lintang says:

    wah ancur deh, melihat FTI di Kritik, aku dengar redaksi yang nulis gagal jadi ketua sema ya, wah nungkin ini balas dendam ya… kasien deh…untuk ketua sema, yang objektiflah, itu fakta kok, untuk teman-teman mahasiswa FTI yang komentar kasihan juga ya, nggak berani untuk ngomong langsung pada pimpinan FTI…
    paling penting untuk scientiarum, wah, koran ini kan antek pimpinan, makanya nulis mojokan fakultas FTI yang tidak mengikuti mau pimpinan, kalau nulis miring tentang pimpinan UKSW nanti tidak dikasih subsidi dan tidak dibayar honor loh…. hidup SA

  23. SpeakYourMind says:

    Hahaha kl mo adu ngomong ke sini aja http://www.kaskus.us/forumdisplay.php?f=17
    lagian FTI d’gagas, yg merasa diri FTI aja gak ambil pusing..

    ya kaya c rickfreak bilang ” hukum rimba.. ”
    pertanyaannya apa ini rimba.. ngakunya kalangan akademisi.. kl mo jadi tarzan ya kehutan aja sono..

    contoh aja web ini.. namanya aja yg scientiarum (Wacana Kritis-Analitis-Prinsipil MAHASISWA UKSW) yang membiarkan semua comment tanpa moderasi.. jd smua bisa treak2 aouououou..kek tarjan..
    (hahahah.. gw c asek2 aja asal lu ga nyenggol gw)
    however internet media bebas 🙂

    tak akoni.. scientiarum emang jago.. brani..
    brani bwat ngungkap kebenaran.. (ingat kebenaran tu sudut pandang)

    berhubung disini semua merasa benar jadi susah..

    jd mana yg benar??

    mao tau yang benar..??!!

    buka baca pelajari STATUTA 2000 – UKSW…

    (kl ga punya cari perpus.. kl ga ada juga minta.. usaha dikit napa..)

    PS: buat pengelola web.. saran aja nih.. napa ga ditambah forum aja web ini.. supaya qt sama2 jadi pengecut yg cm bisa treak2.. rame lagi..
    kan lumayan bs ejakulasi otak tanpa perlu takut apa tadi… “INTIMIDASI” wkwkwk.. jadi g perlu pake pelangkah mayit segala.. hahahahahahahaha….

    btw… pemred pk hukum rimba beneran.. pake mayat2an segala.. yakin lo dah siap mati..? wkwkwkwkwk…

  24. lintang says:

    Wew. Sori, kami bukan paparazzi! Kebetulan penulis berita ini sendiri adalah mahasiswa FTI, sehingga pada waktu yang bersamaan dia bisa ikut Open Forum itu. Tapi, kalo sampai FTI mau melakukan intimidasi terhadap penulis berita ini, langkahi mayat saya dulu!

    wow pemrednya aja kayak preman apalagi anak buatnya lebih parahnya, makanya berita yang disajikan tidak bertanggungjawab. weleh..weleh… kelaut sono, atau kalau berani ya jadi preman sekalian mas. ojo nanggung lho..

  25. KETUA SEMA FTI says:

    TULIS NAMA ASLI KALO NGIRIM KOMENTAR, KOK MAIN BELAKANG….MAAF KLO ASPIRASI KAMU GA KE BELA, TAPI INGET, JANGAN KOMENTAR MULU, TAPI KASI SOLUSI…..
    BERANINYA KOMENTAR DOANK….

    AKU GA MERASA BENER….AKU HANYA BERSIKAP MEMBELA APA YANG HARUS AKU BELA….

    KRITIKAN ITU BAGUS BUAT FTI…DARI KRITIKAN TERSEBUT KITA DAPAT LEBIH BAIK, NAMUN YANG DIPERMASALHKAN ADALAH : PENAYANGAN BERITA OLEH SA SENDIRI..

    APA ADA WAWANCARA SAMA NARA SUMBER ?

    APA WARTAWAN SA DIUNDANG PADA SAAT OPEN FORUM FTI ?

    APA SA ADA MINTA IJIN FTI UNTUK MENGELUARKAN BERITA TERSEBUT ?

    MUNGKIN SAYA KURANG TAU ATURAN JURNALISTIK TAPI SAYA RASA GA BAIK KALO “MAIN DARI BELAKANG”…KALO MAU WAWANCARA SENDIRI SAMA NARA SUMBERNYA…
    KLO KALIAN KENA MASALAH, KAN LK SIAP MEMBANTU…

    KLO ADA KESALAHAN PADA TULISAN INI, SAYA MOHON MAAF…
    BERANI BERBUAT, BERANI PULA MEMPERTANGGUNG JAWABKANNYA….
    INGET!!! KLO KASIH KOMENTAR KASIH NAMA ASLI….TQ

    THX….TUHAN YESUS MEMBERKATI PELAYANAN KITA SEMUA…

  26. STR says:

    @ KETUA SEMA FTI: Om, pertanyaanmu yang kedua dan ketiga itu tidak diwajibkan dalam etika jurnalisme.

    Untuk pertanyaan yang pertama, saya sendiri tidak mewajibkan wartawan SA untuk melakukan wawancara, karena toh dia juga sudah menulis suara dari pihak mahasiswa (Christia, dkk) dan dari pihak fakultas (Danny Manongga). Dan itu sudah cukup berimbang dan tidak menyalahi aturan.

    Oya, perkara anonimitas komentar-komentar di atas, apa anda sendiri yakin bahwa anda tidak mengenal mereka, sehingga sok memberi tahu mereka untuk tidak main belakang?

    Fiuhhh …

  27. PaLing g4nt3ng says:

    Yang namanya kritik emang harus ada saran biar lebih afdol, ak mahasiswa FTI ank 2007.
    Sekarang aku kasih saran yach :

    1. Pergunakanlah hak-mu di rapat fakultas untuk menyuarakan aspirasi yang murni dari mahasiswa dan untuk mahasiswa.

    2. Beri kritikan pedas ke pimpinan Fak untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pelayanannya.

    3. Beritahu ke pimp fak untuk mencari dosen yang berkualitas,jangan mencari dosen hanya karena hubungan pertemanan maupun kekerabatan. Kita mahasiswa sudah membayar banyak utk fakultas ini, ada tidak imbalan dari uang yang kita keluarkan itu. Yang menjadi hak kita adalah :
    “Mendapatkan pengajaran dan pelayanan yang baik”. iya kan ??

    4. Lakukan evalusai KBM di FTI secepatnya untuk menilai sudah seberapa jauhkah keuntungan dari KBM yang sekarang sedang berjalan di FTI

    5. Jangan jadi mahasiswa yang hanya memperoleh nilai bagus dari hasil menyontek. Sudah siapkah kita untuk menerima ilmu yang sebanyak itu,namun betul-betul memahaminya dengan baik. Kalau hanya sekedar mendapat nilai bagus, kembali aja ke zaman SMP atw SMA.

    6. Persiapkan keg praktikum dengan sebaik-baiknya, jangan setelah pertemuan 3 kali baru diadakan keg praktikum yang berimbas pada pemberian tugas yang banyak oleh asisten. Berat bung kalau begitu terus tiap semester. Kalau tepat waktu kan kita belajarnya lebih nyaman., Iya gak ??

    7. Kemana saja petugas admin,dosen,dan pegawai yang NB-nya dibayar mahal itu, kalau gak sanggup urus tugas yang sebenarnya mudah (dgn perencanaan matang), mending dipecat saja semua.

    8. Jangan gunakan uang mahasiswa untuk kegiatan yang sebenarnya gak penting., masak RAKER aja harus sampai ke BALI, kenapa gak sekalian aja ke HAWAII., Mau bulan madu kah kalian itu, A****G !!!

    9. Atur keuangan Fakultas dan LK dengan sebaik-baiknya, utamakan mahasiswa, jangan diri sendiri BUNG !!!

    Masih bayak sebenarnya batu sandungan di hati ini. Buat lagi OPEN FORUM saja kalau mau. Saya tantang ketua SEMA sekarang. Berani tidak ?? Jangan jadi banci.

    =+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=

    KOMEN DISENSOR OLEH REDAKSI

  28. KETUA SEMA says:

    Wakakakakakakak….Thx banget buat sarannya…saran kamu bagus2…
    akan aku laksanakan….tapi aku ga janji kalo semua bisa terlaksana…
    aku akan berusaha semaksimal mungkin…

    Saran kamu aku suka, tapi hati-hati dalam mengucapkan komen, jangan menggunakan EMOSI, bagiku ga masalah karena dah biasa.. Tapi kalo tulisan ini dibaca oleh orang yang lebih tersinggung apa lah jadinya…
    aku sich cuma bisa tertawa kalo kamu bilang ANJING, BUNG & banci…

    tapi thx banget buat saran kamu….ta print buat rencana kedepan..

    Untuk banci-nya, kamu sendiri aja banci ga berani nulis indentitas kamu… sebelum menilai orang lain, lihat dulu diri sendiri….OK

    tapi GPP aku suka kok kritikan kamu, masukan yang berarti buat aku..
    THX bgt ya Pren…GBU 4ever

  29. PaLing g4nt3ng says:

    Namanya comment bebas merdeka saja kan bung.,mau pake kata apapun juga TERSERAH-TERSERAH saya saja.
    Mulut-mulut saya kok ^_^
    Thx juga buat apresiasinya., Ak berharap banyak sama kamu sebagai pimpinanku. Jangan sampai ucapanmu itu hanya akan menjadi ucapan lapuk tanpa aksi apapun juga. Bravo dah FTI kalau sampai terealisasi semua itu.

    Hidup FTI…. MERDEKA !!!

  30. Ferdi says:

    Wah menarik sekali nich kayaknya…

    Aku ikutan yach…

    Hai kalian pimpinan-pimpinan LK kalian adalah teman-temanku semua di FTI, tapi aku gak sejalan pikiran dengan kalian.

    Terimalah kritikan sebagai sebuah tolak ukur untuk pengembangan FTI kedepan,jangan takut dengan sebuah kritikan karena bila kalian takut untuk dikritik berarti kalian memang cocok dicap sebagi seorang pengecut ataupun juga banci.

    Sebenarnya berita yang diterbitkan oleh SA itu sendiri bukan sebuah permasalahan besar yang harus kalian takutkan. Banyak berita mengenai Fakultas-fakultas lain yang juga telah dimuat oleh Redaksi SA itu sendiri. Sebagai contoh : Open Forum FTeol.,Berita mengenai Fakultas Hukum.,dan mungkin berita-berita lain yang akan menyusul.

    Disini SA hanya mencoba memberikan Informasi seputaran apa yang terjadi di Kampus ini, baik itu berita buruk maupun yang baik. Pergunakanlah sumber info itu dengan sebaik-baiknya., Perbaikilah kinerja kalian untuk kepentingan mahasiswa FTI bila sumber berita itu berupa berita buruk bagi kalian., Dan bergembiralah bila ada berita yang bersifat baik menurut kalian.

    Dan satu hal lagi, apa yang disampaikan oleh @PaLing g4nt3ng usahakanlah terealisasi demi dan untuk pengembangan FTI kedepannya

    Bravo FTI, Jayalah LK-ku

  31. kong_axxon says:

    Saya sebagai mahasiswa yang cinta fti mengharapkan agar fakultas saya maju dan baik, dengan menerima kritik dan saran dari teman2 di atas.

    HIDUP FTI

  32. lintang says:

    yth. ketua sema

    ngapain di tanggapi, namanya juga omongan orang stress, apalagi ketua redaksinya, mungkin lagi datang bulan

  33. Hmm.. says:

    pd heboh sndr..tp yg plg ‘penjilat’ cm lintang..ngalor ngidul ga jelas..
    Pst pengen jd redaksi SA ya?ha5.
    Wonge aneh. Wagu..ora mutu..Puih.Pke ngatain pimred dtg bulan?
    Goblok..!!
    Pimredny kn cowo..mn mgkn dtg bulan..
    TOLOL BGT..!!
    Goblok jgn kebgtan..

  34. ODY says:

    Duuuuh, Thx bgt buat masukannya…

    tapi apa kami ada protes klo ada kritik dan saran,
    apa kami pernah mengatakan…”FTI GAK BOLEH DIKRITI ATAU JANGAN BERI SARAN PADA KAMI” gak kan……

    kebanyakan mahasiswa klo ada masalah larinya langsg ke Dosen, kalo dah kalah ma dosen baru banyak yang bilang, BPMF-nya mana toh ??

    katakan aja keluhan-nya apa, pasti segera kami tindaklanjuti….
    seperti yg dikatakan “paling ganteng” kan enak, besok pasti kami bawa pada rapat fakultas…..

    semua itu ada batasan2-nya…..

    Satu lagi, kita sbgai mahasiswa calon pemimpin masa depan, masa ucapan mahasiswa spt itu….jgn seperti anak jalanaan…..

    SATRIA…FORUM-MU ASIK, ENAK BUAT KRITIK DAN SARAN…
    THX YA SAT…BRAVO UKSW

  35. meQ says:

    yah…kok damai sih…gak asik..

    @SpeakYourMind : kalau gak mau di senggol..gak usah ikutan forum ini..ini emang forum senggol-senggol an.

    @Lintang : kamu nyuruh-nyuruh KETUM SEMA FTI untuk gak usah nanggapi forum ini, tapi kok ya kamu sendiri nanggapi terus, kalau mau nyuruh orang harus dimulai dari diri sendiri. jadi mulai besok gak usah ikut-ikut an comment..

    @KETUM SEMA : ini commentmu yang aneh : MAAF KLO ASPIRASI KAMU GA KE BELA, TAPI INGET, JANGAN KOMENTAR MULU, TAPI KASI SOLUSI…..
    BERANINYA KOMENTAR DOANK….

    AKU GA MERASA BENER….AKU HANYA BERSIKAP MEMBELA APA YANG HARUS AKU BELA….
    —-
    Udah dapet solusinya belum, ya biasalah rakyat jelata kan bisanya komentar…anda kan penguasanya? kalau kamu gak merasa bener, gimana kamu mau membela???!!!…aneh…tapi ya gpp…Trus masalah commentmu supaya mahasiswa omongannya gak seperti anak jalanan itu ya agak gak baik…nanti tak bilangin ke anak jalanan, trus tak adukan ke WR III lho… 🙂

    @ WR III : kasih comment donk…jangan cuma memonitor…ni lagi rame nih…ayolah kasih comment…ya…ya…ya… 🙂

    @ Penulis Berita : kamu cantik banget hari ini..tapi lebih cantik kemarin sih

    @ ALL : Kalau kalian merasa LK udah gak becus…ya dibubarin aja..ganti yang baru…apa ya sekalian kampus ini di bubarin…

    @ saya sendiri : kamu ganteng banget hari ini.

  36. meQ says:

    @bambang : Katanya mo menggaris bawahi, koq ga ada garis bawah-nya,,apa monitorq rusak ya

  37. lintang says:

    Ya saya minta maaf atas segala komen buruk saya !!
    Saya tidak akan mengulanginya lagi..
    Jika saya mengulangi, maka saya siap untuk lari telanjang keliling kampus sebanyak 7x7x70 kali.
    doa’in saya supaya ga kasih komen lagi

  38. Wawan Heru Suyatmiko, S.Si says:

    Saya sebagai alumni SA ingin ikut meramaikan wahana ini, sebagai wujud tanggung jawab dan integritas saya terhadap lembaga yang telah memberikan wadah berekspresi buat saya.
    @ Bambang : Sekarang kamu bijak banget, itulah figur yang patut kita kembang-tumbuhkan di UKSW. Dengan ide-nya yang kritik-otokritik.
    @ Ketum Sema FTI : ” MAAF KLO ASPIRASI KAMU GA KE BELA, TAPI INGET, JANGAN KOMENTAR MULU, TAPI KASI SOLUSI..BERANINYA KOMENTAR DOANK”.
    ——
    kaslo aku baca baca secara teliti tulisan si Kiko komen dari open forum tersebut sebenarnya sudah merupakan masukan buat FTI, terus solusi yang anda maksud yang seperti apa.
    @ SpeakYourMind : Aku sepakat kalo kebenaran hanyalah sebuah persepsi tapi ketika kamu menyuruh kita semua membuka STATUTA 2000 UKSW, terus terang aku ga sepakat. Karena Stauta tersebut juga merupakan persepsi/sudut pandang jadi belum bisa di generalisir sebagai kebenaran mutlak. TAnpa terlebih dahulu mengajak seluruh mahasiswa berunding dalam membuat Statuta tersebut.

    Kalo solusi program kan kemaren udah Raker di Bali, yang menurut “Pak Kumbang” (bukan nama sebenarnya)/salah satu dosen FTI, raker di Bali kemaren banyak acara jalan-jajan dan (maaf) mabok, tapi yah sekali lagi ini hanya obrolan selintas kafe. Jadi nanti jikalau ada yang kebakaran jenggot pasti akan mengirim komen yang membantah di wahana ini. Demikian-pun bagi merasa tersindir dan tidak mengirim komen maka kabar tersebut benar adanya.
    Kalau menurut etika Jurnalistik, aku pikir ga ada salahnya tuh dengan berita di wahana ini. Karena jika harus ada ijin dulu dan segala tetek bengek-nya maka kritik ga akan terbangun secara transparan. Batasan dalam Etika JUrnaistik bukan terletak pada ijin dan mengijinkan tetapi pada fakta yang berkembang dan data yang akurat. Jadi kalo berkaitan dengan berita ini apakah mahasiswa yang hadir dalam open forum dan serta merta mereka melakukan kritik tersebut adalah benar maka menjadi kewajiban bagi insan pers untuk mengungkapkannya, kalo ga di ungkapkan malahan itu bertentangan dengan etika jurnalistik.
    @ Lintang : “paling penting untuk scientiarum, wah, koran ini kan antek pimpinan, makanya nulis mojokan fakultas FTI yang tidak mengikuti mau pimpinan, kalau nulis miring tentang pimpinan UKSW nanti tidak dikasih subsidi dan tidak dibayar honor loh…. hidup SA”
    Nah inilah salah satu bukti,ternyata di wahana ini rumor dan gosip bertentangan dengan etika jurnalistik. Apakah Sdr. Lintang menemukan bukti kalau SA antek pimpinan?
    Sebagai contoh SA12-Juli2007 yang mengungkap tentang kasus korupsi di tubuh pimpinan UKSW, nah apakah berita tersebut bisa di kategorikan sebagai antek pimpinan. Mohon anda mulai saat ini biasakan untuk membaca SA secara detail sebelum memberi komen di sini. Karena pendapat anda bisa terkena pasal pencemaran nama baik dan bisa dituntut karena melanggar KUHP. Ingat kasus Zaenal Maarif yang mnecemarkan SBY, saat ini sedang disidagkan dan ZM mendekam di penjara.
    @ STR : Kamu sudah menjalankan peranmu dengan baik, Kawan. Tapi ga usah se-dramatis itu (melangkahi mayat). Karena SA sebagai LPM adalah milik Mahasiswa dan juga masih dibawah naungan SMU dan di bawah tanggung jawab WR III, jadi jika ada yang harus dilangkahi mayatnya, maka harus melangkahi dulu mayat Ketum SMU dan WR III.
    @ SA : Maju terus. “Takut akan TUHAN adalah akhir dari segalanya”(Amsal amandemen).

  39. kong_axxon says:

    Selama masih ada dominasi oleh pihak tertentu di dalam FTI, FTI sulit untuk maju dan berkembang. kalau mau melihat lebih jeli, mahasiswa2 FTI akan menyadari dominasi dalam pihak tertentu, dalam struktur FTI. Dan menurut beberapa sumber untuk menyelaraskan ini, dibutuhkan adanya kekuatan oposisi.

  40. john iskandar says:

    @ kong : kalo dari sudut pandang saya sih di setiap organisasi pasti ada dominasi dari pihak tertentu. organisasi mana sih yang ga ada. kalo masalah oposisi, di FTI sendiri sudah ada kekuatan oposisi. yang jadi pertanyaan seberapa kuat kekuatan oposisi itu.
    Kalo buat saya sih, ngapain kita yang pusing-pusing sampe harus bawa-bawa mayat, anjing, beserta tolol dan goblok. tujuan dari comment2 ini buat apa? buat nunjukin kalo sudah pada jago semua atau apa? semua sudah jelas di tulisan di atas itu. kalo ada yang merasa kurang puas, langsung aja menuju ke yang bersangkutan. kalo cuma ngomong di sini mah ga ada guna. kalo memang ga terima ya ngomong langsung ma pihak scientiarum. kalo memang masih merasa kurang puas sama FTI, ya langsung saja menghadap ke pimpinan FTI.
    Hidup Mahasiswa !!!

  41. STR says:

    @ john iskandar: Tujuan komen ini untuk ruang diskusi. Mahasiswa UKSW perlu belajar diskusi. Juga bertanggungjawab, terutama dalam menyampaikan pendapatnya.

    Dan jangan menilai bahwa keberadaan pendapat di ruang maya ini tidak berguna. Bagi saya pribadi, paling tidak kehadiran pendapat-pendapat itu bisa saya jadikan acuan kasar bagaimana jalan pikir para mahasiswa UKSW tempo sekarang. Dan acuan itu berguna sebagai referensi bagaimana saya bisa menempatkan diri saya di antara mereka.

  42. peduli fti says:

    di kritik bukannya berbenah tapi mlh marah itulah fakultasku
    hebat kan……?????????

  43. john iskandar says:

    walah STR gitu sjs kok marah, lagi datang bulan ya mas

  44. john iskandar says:

    to peduli FTI, katanya peduli, tapi anda tidak lebih dari seorang pengecut, yang tidak berani untuk menyampaikan langsung masalah anda di fakultas. mungkin anda juga lagi stress ya… karna ndak lulus-lulus

  45. Daniel Irwanto Saputro, S.Kom says:

    Dari komen2 yang saya baca di atas saya merasa cukup tergelitik untuk ikutan kasi komen….

    Saya sebagai alumni tapi cukup bangga dengan FTI, biarpun banyak gosip berhembus, dijelek2in sana sini tapi tetep survive…

    Y jujur saja, emang FTI sampe saat ini masih banyak kekurangan…
    Banyak hal-hal buruk untuk diperbaiki…
    Banyak hal-hal yang masih belum dilakukan…

    O y, masalah jadwal tabrakan dan sebagainya, saat ini setau saya FTI sudah memberikan salah satu solusi, yaitu dengan mengumumkan jadwal yang bakal diambil untuk trimester berikutnya trus mahasiswa suru daftar dulu setelah itu dari daftar yang masuk baru disusun kelas2 yang akan dibuka…(Sebut saja pre siasat, biar gampang…)

    Ya itu memang sebagai patokan awal saja untuk membuka kelas…

    Kalo setiap mahasiswa ikut dan ambil jadwal sesuai dengan yang di pre siasat, saya rasa jadwal ga bakalan terlalu beribet, jumlah mhs di kelas juga ga bakal mbludak2…

    Yang jadi kendala, ada beberapa mahasiswa yang ga ikut ambil partisipasi dalam pre siasat dan atau ambil siasat tidak sesuai dengan pre siasat…

    Lha kalo dah gitu kasian temen2 yg laen…

    Kalo masalah jadwal ganti-ganti…Y para rekan2 mahasiswa harap maklum…
    Itu juga bukan mau Fakultas…Fakultas kan juga pinjem dari Univ…Dari manajemen ruang…Na kadang2 jadwal ruang yang udah diatur benturan di sana,maklum yang pake gedung kan bukan cm FTI doank…Y maklum kalo sering ganti2 jadwal…
    Ada beberapa dosen yang kadang2 jadwalnya pas lagi ada alesan tertentu sehingga terpaksa harus mengganti jadwal, maklumlah DOSEN JUGA MANUSIA kadang juga bisa kena halangan…

    Tapi saya harap, hal di atas bukan jadi tameng Fak lho ya???
    Hal tersebut jelas mengganggu kenyamanan mahasiswa yang udah nyerahin duit buat bayar kul di sini…
    Mohon tingkatkan kinerja Fak dalam menyediakan jadwal…
    Dosen2 juga yow…

    Untuk memperbaiki FTI, selain Fak, mahasiswa juga berperan penting…
    So, para mahasiswa, jangan berhenti kasi kritik dan saran y…
    Kalianlah jugalah menentukan nasib FTI…

    Chayooooooo FTI n mahasiswa nya !!!!!!!!

    Maap kalo komennya ada salah2 kata dan salah2 ucap…
    Maap kalo ada yang merasa kesindir…

    GBU all…

  46. john iskandar says:

    Ini lah cikal bakal anarki yang terus terjadi di Indonesia
    Kalau rakyat hanya bisa berpikir “isoku ngomong tok, rak iso ngelakuke opo-opo”

    Ya… seterusnya nggak bakal “iso opo-opo”

    Kalau sudah mengakui diri sendiri cuma bisa comment doang, berarti bisanya langsung ngomong mikir belakangan. Nah, nyari orang yang mau mikir itu susah, karena banyak yang “gak iso opo-opo” tadi.

    Mbok scientiarum mensponsori demo FTI, wani gak?

  47. STR says:

    @ john iskandar: Wah, kalo cuma gitu aja dibilang marah, gimana nanti kalo saya marah beneran … 🙂

  48. STR says:

    @ john iskandar: Anda datang aja ke kantor kami, kita bicarakan baik-baik mau anda itu gimana sebenernya.

    Saya tunggu.

  49. john iskandar says:

    wah ketua redaksinya gaya preman ya

  50. STR says:

    @ john iskandar: Wah, susah juga ngomong sama kamu ya. Diajak ketemuan dan ngobrol baik-baik malah dicap preman … Hehe … Lucu juga. 🙂

    Terserah kamu. Kamu udah komen di sini tanpa identitas nggak jelas. Komentar juga ndak ada yang logis dan cenderung OOT. Wah … Inikah kualitas mahasiswa FTI UKSW?

    Tanya kenapa? 😆

Tinggalkan Balasan ke KETUA SEMA FTI Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *