The US vs John Lennon
Telah dilihat 107 kali sejak 10 December 2007Bagi orang awam, John Lennon memang hanya sekadar artis besar biasa yang mungkin tidak bisa dilepaskan dari kebesaran nama “The Beatles” yang merupakan band kesayangan industri musik di eranya.

SUMBER: ALLMOVIEPHOTO.COM
Yoko Ono dan John Lennon memegang
poster “War is Over!”
Tapi di film ini kita “dipaksa” melihat evolusi yang terjadi pada diri John Lennon, yang dikenal sebagai popstar menjadi seorang aktivis. Tingkah polahnya membuat Presiden Amerika saat itu, yaitu Presiden Nixon “kebakaran jenggot.” Tidak tanggung-tanggung, badan intelijen Amerika juga dibuat kalang kabut. Ini sangat menarik karena Lennon bukan warga negara Amerika Serikat. Tapi kedekatannya dengan aktivis-aktivis flower generation dan juga statement yang Lennon keluarkan di media cukup untuk membuat pemerintah Amerika berulang kali menangguhkan keinginan Lennon untuk menjadi warga negara Amerika.
Di film, yang hampir semuanya berisikan cuplikan-cuplikan rekaman wawancara oleh beberapa media elektronik, ini kita juga bisa mendengar suara-suara “nyaring” Lennon, seperti ketika dia mengatakan bahwa “The Beatles” lebih terkenal dari Yesus. Lalu juga ada rekaman, dimana saking kesalnya dengan masalah kewarganegaraan yang tak kunjung selesai, John Lennon dan Yoko Ono membuat kampanye untuk membuat “Negara Utopia” dimana orang bisa hidup bebas tanpa ada aturan, dimana setiap orang adalah negara itu sendiri. Di jaman ini, slogan-slogan rock n roll era psychedelic (tahun 60-an) bermunculan, seperti “Make love, stop war!” dan juga kata “peace” beserta logonya yang masih sering digunakan sampai saat ini. Tidak lupa aksi-aksi para hippies yang ceria juga terekam disini.
Film ini dapat ditonton oleh segala kalangan, walaupun sepertinya lebih diperuntukan para fans “The Beatles,” khususnya John Lennon karena backsound film ini adalah lagu-lagu dari “The Beatles” maupun John Lennon yang setia menemani telinga kita sampai akhir. Lagu “Give Peace a Chance“ yang dikumandangkan jutaan orang saat pemakamannya membuat saya merasakan pemakaman artis Alda Risma, yang dulu setiap hari diputar di infotainment bersama backsound “Aku Tak Biasa” selama hampir setengah tahun, terlihat sangat-sangat biasa saja. Selamat menjadi Lennonis.

Komentar ke-1
20 January 2008 20:27
Perambah
Bikin resensi lagi, Meq.
Komentar ke-2
24 January 2008 8:31
Perambah
john lennon itu aktornya dunia barat
kalo aktor indonesia khan jono lenong
kalo UKSWnya adanya ya … jono thit dengan fucking ideanya “trimester”
hampir semua mahasiswa UKSW terpaksa menjalani trimester
termasuk saya sendiri juga jadi korbannya.
tapi tidak ada yang mau dianggap sebagai titaleis
kasihan sekali ya si jono thit itu!
Komentar ke-3
24 January 2008 11:12
Perambah
Bhuwahahahah!! Yo wis, saya tak pura-pura jadi titaleis, ben gak mesak-mesakke bangedh.
Komentar ke-4
9 February 2008 15:38
Perambah
saya pikir kalau UKSW ada chris john…(baca kris john)..pak kris dan pak john..
Komentar ke-5
9 April 2008 12:09
Perambah
M A K E L O V E
N O T W A R
Komentar ke-6
9 April 2008 12:12
Perambah
All we are say : Give Peace A Chance…