LDKM Fakultas Pertanian
Telah dilihat 116 kali sejak 25 February 2008KOPENG — Senat Mahasiswa Fakultas Pertanian telah mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) pada 22-24 Februari 2008 di Vihara Bhakti Suci, sekitar 12 kilometer dari Kota Salatiga menuju daerah wisata Kopeng, Kabupaten Semarang. LDKM kali ini dibuka oleh Tinjung Mary Pritanti, Koordinator Bidang Kemahasiswaan Fakultas Pertanian. Dalam pesan singkatnya, Tinjung berharap agar mahasiswa dapat menggunakan pelatihan ini untuk belajar menjadi pemimpin.
Nathanael Putut Damanik, Ketua Panitia Pelaksana LDKM, mengutarakan bahwa dirinya bersyukur bahwa kegiatan ini sudah berjalan dengan baik. Padahal, persiapan kegiatan hanya sekitar enam minggu, itu pun sudah termasuk libur.
Hal serupa juga dikatakan oleh Wirawan, seksi perlengkapan panitia, yang mengutarakan bahwa masa persiapan sedikit kacau karena biasa tidak lengkap (kehadiran peserta rapat — Red) ketika rapat. “Namun pada saat pelaksanaan kami sudah kompak, sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik,” imbuhnya.
Para peserta LDKM sendiri mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan oleh panitia. Namun mereka juga sedikit kecewa dengan biaya pendaftaran sebesar Rp 55.000, karena dengan biaya sebesar itu mereka tidak mendapatkan snack. “Sudah bayar Rp 55.000, tapi kami tidak dapat snack. Padahal, tahu sendiri kan bagaimana dinginnya Kopeng,” keluh salah satu peserta.
Para peserta juga sangat menyayangkan LDKM kali ini dilakukan pada saat sedang banyak ujian. Untuk itu, mereka menghimbau agar kegiatan mendatang dilakukan mendekati ujian atau Senat Mahasiswa Fakultas Pertanian meminta pengajar memundurkan jadwal ujian.
LDKM ini memang diprogram untuk menumbuhkan kepemimpinan bagi mahasiswa dan untuk kepentingan kaderisasi di Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Pertanian. Petrus Gatot, salah satu pembicara, mengatakan bahwa menurut pengamatannya, fungsionaris LK perlu mendapat pembekalan tambahan. Ini terbukti ketika diberi pertanyaan dalam sesi, ternyata para peserta masih juga kebingungan dalam menjawab.

Komentar ke-1
27 February 2008 10:44
Perambah
saya melihat LDKM yang dilaksanakan di UKSW hanya merupakan kegiatan rutinitas dari semua LK yang ada di kampus ini, hasil dari pelatihan ini kadang-kadang melenceng bahkan tidak memberikan pengaruh yang cukup besar bagi keseluruhan peserta pelatihan, mungkin hanya beberapa peserta yang merasa pelatihan ini begitu penting,lain hal nya dengan mahasiswa yang hanya mengikuti pelatihan hanya untuk mengejar Kredit Point,yang menjadi pertanyaan,apakah pelatihan ini ’sangat’bermanfaat bagi mahasiswa tersebut?
Komentar ke-2
27 February 2008 20:30
Perambah
Iyo, formalitas ae. Biasa lah.
Komentar ke-3
3 March 2008 14:21
Perambah
formalitas?? YUUUUUUUUUUUUUUUUKKKKKKKKKKKKKKKK, motivasinya POIN.
Komentar ke-4
6 March 2008 13:47
Perambah
wah mas gatot kamu sich… sukanya ngerjain orang. hehehehehe. oh iya kalau mahasiswa punya kesadaran sama kepemimpinan gak usah LDKM ja bisa kok… jadi enak toch ra’bayar, trus sak karebe wae… uenak…to..
Komentar ke-5
15 May 2008 15:05
Perambah
LDKM memang tidak banyak bermanfaat bagi yang tidak tertarik menjadi pemimpin. Menjadikan LDKM sebagai kegiatan wajib hanya akan memperburuk nama LDKM. Sebaiknya tidak diwajibkan, diadakan bagi yang berminat saja…
Komentar ke-6
26 May 2008 18:20
Perambah
LDKM di Fakultas nggak semuanya jelek koq… pertanyaanya Maukah Kita menghadirkan kepemimpinan kristen di UKSW… Karena konsep kepemimpinan saat ini rasa2nya agak melenceng.. Jadi BAck 2 BIble Guys…. Toh ada Koq Organisasi nawarin Christian Leadership Training…. example…SALT=Salatiga Leadership Training. Buat Hallo,Kepemimpinan itu bukan dilahirkan tapi diciptakan… Jadi meskipun orang suka kepemimpinan/organisasi… Dia juga butuh yang namanya dikasih Bekal….THX 4 ALL. Maju terus semua LK di Fakultas2 n di tngkt UKSW sendiri.GBU ALL.