
Kris H. Timotius, Rektor UKSW, sedang memasangkan kain ungu dan mahkota duri pada salib. (Foto oleh Maria D. J. Nunes)
Suasana halaman depan pintu masuk Universitas Kristen Satya Wacana hari ini tampak berbeda. Halaman yang biasanya hanya dihiasi beberapa baliho, kini terdapat pula sebuah salib berukuran besar yang dipasangi kain ungu dan mahkota duri, tepatnya di belakang papan nama UKSW.
Pemasangan kain ungu dan mahkota duri ini dilakukan oleh Rektor UKSW, Kris H. Timotius, dan disaksikan oleh sivitas akademika, Senin (25/2). Pada saat yang bersamaan, rektor juga memberikan sambutan, yakni menekankan bahwa saling mengasihi merupakan ciri khas UKSW.
Pemandangan ini tidak hanya terdapat di halaman depan kampus saja. Namun simbol salib lain dengan ukuran dan bentuk sama juga tampak berdiri kokoh di beberapa titik strategis, seperti di samping kiri kantor PSKTI, di taman bukit dekat Kafe Rindang, dan di depan Fakultas Psikologi.
Bagi mereka yang beragama Kristen, tentu ini bukan hal yang asing. Kain ungu yang melambangkan keagungan serta mahkota duri yang dipasangkan di atas kepala Yesus merupakan suatu simbol untuk memaknai tentang penderitaan dan kesengsaraan Yesus.
Melalui agenda ini, tentunya penyelenggara memiliki maksud dan tujuan. “Pemasangan simbol kekristenan tersebut merupakan salah satu bentuk ajakan kepada seluruh sivitas akademika UKSW supaya mengingat kembali penderitaan dan kesengsaraan Yesus,” terang Felda M. Syaranamual, Sekretaris Panitia Paskah Bersama 2008.
Sebelum mengawali pemasangan simbol kekristenan itu, terlebih dahulu dilakukan ibadah bersama di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Salatiga. Ibadah bersama serta pemasangan simbol kekristenan merupakan awal dari segenap rangkaian kegiatan Paskah Bersama UKSW 2008.
Perlu diketahui, eksistensi suatu lembaga Kristen selalu terlihat dengan adanya simbol-simbol, kegiatan-kegiatan, serta pola perilaku yang mengandung unsur kekristenan. Barangkali ini tidak terkecuali bagi kampus UKSW. Apabila menjelang hari-hari besar Kristen seperti Paskah dan Natal, maka akan terlihat dan tercium suasana perayaannya, sehingga seluruh sivitas akademika dapat menghayati arti dari momen ini.
Semoga kegiatan dan simbol tidak hanya menjadi formalitas belaka, tetapi ditunjukan pula dengan sikap dan perilaku, yakni saling mengasihi seperti yang diungkapkan oleh rektor.
Manusia menjadi bukti paling otentik dari keberhasilan evolusi jagat raya. Sejak awal jagat raya dari setitik big bang menjadi bilyunan bintang dan runtutan generasi makhluk. Di tiap masa terjadilah lompatan genetik, menghasilkan evolusi dan seleksi alam seperti kondisi saat ini.
Adalah wajar bila ditiap generasi selalu ada sesuatu atau seseorang yang seolah melompat ke depan, seperti tidak hidup pada jamannya, atau dianggap seperti dari planet lain. Karena itu menjadi hukum alam terjadinya lompatan genetik dari tiap jaman menuju evolusi dan kesempurnaan makhluk. Di jaman purba ada Adam yang genetiknya melompat dari para makhluk purba (teori darwin bisa jadi memang benar, apalagi memang didukung bukti ilmiah. tapi teori agama juga benar, ditilik dari bahasa agama yang biasanya multi tafsir. tidak ada yang benar-benar dapat membuktikan apakah adam di surga itu ada di langit atau istilah hidup di bumi juga, di dataran tinggi israel yang subur seperti surga. tercipta dari tanah karena memang semua makhluk makan dari saripati tanah, yang dimakan lewat tumbuhan yang menyerapnya. dan memang kandungan tubuh kita pada dasarnya seperti unsur-unsur tanah, kalium, kalsium, zat besi, air, megnesium, etc. jadi asal kita sebenarnya memang tanah dan bumi adalah ibu kita yang sebenarnya. bumi dari pecahan matahari dan matahari dari pecahan galaksi dan galaksi dari pecahan big bang. jadi memang kita adalah percikan ruh tuhan. karenanya semua dari kita mewarisi sifat-sifat tuhan, hanya gangguan lingkunganlah yang menyebabkan kadarnya berbeda-beda.). Dan lompatan genetik di setiap generasi senantiasa ada, Adam, Nuh, Musa, Ibrahim, Isa, Sidharta, Muhammad, Tao, Einstein, Alfa Edison bahkan dijaman kini para peraih nobel di berbagai bidang juga mewakili para pelompat genetik, meski tidak dengan lompatan panjang. Jadi……. janganlah kita terlalu berlebihan. menerka tuhan adalah ini dan itu. padahal tidak ada hal yang bersifat materi yang tidak dipengaruhi oleh pemikiran dan opini pada jaman atau peradaban tertentu. Mungkin Tuhan memang ada dimana-mana sejak semburatnya dalam kejadian Bigbang, termasuk dalam diri kita semua. hanya kita terlalu dibutakan bentuk materi yang kasad mata. padahal semua bentuk 3 dimensi yang kita lihat atau ditambah dimensi ke-4 (waktu) yang kata stephen Hawking berbentuk kerucut, dan bila kita berada di ujung kerucut akan melihat masa lalu-masa kini-masa depan, ternyata masih jauh dari dimensi tuhan yang asli yang entah punya berapa dimensi. jadi….. teruslah mencari. dan manusia senantiasa akan berevolusi menuju kesempurnaan. karena memang mereka mewarisi sifat itu, hanya karena terdiri atas percikan-percikanNya, maka prosesnya jadi lama. tapi siapa nyana kalau dulu orang terbang hanya angan-angan sekarang kenyataan…. ada teknologi super konduktor, laser, microchip, dunia atom (nano technology), penjelajahan antar tatasurya, kloning, dan kini ada simulasi bigbang dalam terowongan baja raksasa berdiameter 27km dibangun di Eropa, etc. dan semua akan kembali pada asalnya saat big bang kembali pada titik awal. (terbukti dari hasil teropong ilmuwan kalau galaksi kita sedang dalam proses memuai, jarak antar bintang makin menjauh. lalu dari fenomena supernova dapat disimpulkan setelah titik mengembangnya jenuh, galaksi akan menyusut menjadi black hole. dan….. sekian milyar juta tahun lagi…. kita akan bergabung menjadi satu…….