Wacana Kritis-Prinsipil Mahasiswa UKSW & Salatiga

Stevanus Theodurus: Saya Yakin Gay Bukan Penyakit dan Bukan Dosa

Rubrik Sosok oleh

Stevanus Theodurus Gary Natanael, Petugas Lapangan Yayasan Gesang (yayasan yang bergerak di bidang sosial, advokasi, dan HAM untuk kaum gay — Red) untuk Kota Salatiga, merasa dirinya sudah ditakdirkan untuk menjadi seorang gay sejak lahir. Meski sejak SD sudah diikutkan pencak silat oleh keluarganya, namun hal itu tidak dapat memudarkan naluri kewanitaannya. Baginya, seorang gay tidak dapat disetir oleh siapapun, tapi berjalan apa adanya. Ia juga berpendapat bahwa hal ini bukan pilihan hidup, tapi jalan hidup yang sudah ditentukan.

“Mungkin saya gay memang sejak lahir,” ucap lelaki kelahiran Solo, 25 Desember 1987, yang memiliki tindik di hidung ini. “Saat lahir saya biasa-biasa saja dan benar-benar jadi seorang gay dari SD. SMP udah masuk ke dunia malam dan udah jadi ‘kucing’ (gigolo — Red). Selama dua tahun saya menjalani kehidupan yang demikian dan akhirnya saya mulai merasa resah dan berpikir, ‘Buat apa sih saya mencari uang dengan cara begitu?’ Meski waktu itu ‘harga’ saya lagi tinggi, tapi saya memutuskan untuk meninggalkan dunia tersebut. SMP kelas tiga saya sudah memutuskan untuk tidak menjadi ‘kucing’ lagi dan inilah untuk pertama kalinya saya jalan dengan cowok, meski pada waktu itu saya masih punya cewek.”

Menginjak bangku SMA, keberanian untuk masuk ke dalam komunitas gay secara besar-besaran baru muncul. Namun masyarakat dan orangtua belum tahu mengenai hal itu, karena Theo masih harus menjaga image-nya. Apalagi, saat itu ia terlibat aktif dalam sie kerohanian di SMA-nya. Akhir SMA kelas tiga ia baru mengatakan hal yang sebenarnya kepada keluarga.

“Dari dulu saya sudah nyaman dengan keadaan sebagai seorang gay, tapi belum berani bereksplorasi. Ketika masuk kuliah saya baru berani tampil dan menyatakan kepada masyarakat bahwa saya gay. Tapi bukan karena semata-mata Salatiga adalah daerah baru bagi saya, lalu saya berani. Di manapun saya berada saya harus berani. Yang mendorong saya untuk berani adalah banyak orang mengatakan, ‘This is your life. Ini kehidupanmu dan kamu harus bisa menjalani.'”

Bagi tokoh gay Salatiga ini, gay dan lesbian bukanlah penyakit. “Kalo gay adalah penyakit menular, saya cuma mau ngomong, ‘Tolong carikan obatnya dong.’ Kalau tidak ada obatnya, berarti ada dua penyakit yang belum bisa diobati di Indonesia, yaitu gay dan AIDS. Gay bukan penyakit, tapi itu hanyalah suatu perbedaan orientasi seksual,” jelas mahasiswa UKSW tersebut. ”Di Salatiga, yang saya ketahui, ada 200 gay dan 50 persen adalah anak UKSW. Namun mereka masih tertutup dan belum mau mengaku. Sebenarnya, orang-orang yang berjalan dengan maskulin tidak menjamin bahwa ia bukan gay.”

Saat ini Theo masih berjuang bagi kaumnya. Cita-citanya adalah ingin membuat seminar dan membuka cakrawala mahasiswa UKSW bahwa inilah kehidupan gay dan lesbian. Sampai saat ini dia tidak memperjuangkan haknya sebagai seorang gay, namun memperjuangkan hak sebagai warga negara Indonesia. Baginya, jangan sampai hak warga negara Indonesia dibagi lagi menjadi hak WNI yang gay dan WNI yang tidak gay.

Keberanian dalam pengungkapan jati dirinya ke masyarakat tentunya menimbulkan pro kontra. ”Saya menghargai mereka semua. Yang penting kita saling menghargai dan tidak mengejek. Penerimaan mungkin masih sulit, tapi itu bukan masalah. Di fakultas saya sendiri saya tidak mendapat tekanan atau penolakan dari pihak fakultas. Dan seandainya saya jalan sama cowok, itu bukan berarti cowok yang saya ajak jalan juga gay. Saya juga kasihan sama teman-teman cowok. Takutnya kalo jalan dengan temen cowok, nanti temen cowok itu juga dikira gay. Itulah sebabnya saya sudah mengantisipasi hal tersebut. Jadi, kalau jalan sama teman cowok, saya pasti nanya, ‘Kamu nyaman nggak jalan sama aku? Kalau nggak nyaman, ya sudah nggak usah.’ Mungkin itu sebabnya saya lebih cenderung banyak bergaul dengan teman wanita.”

”Saya tidak menyesal telah menjadi seorang gay. Saya yakin semua sudah digariskan sama Tuhan. Dan saya yakin gay bukan dosa dan bukan kesalahan, hanya dogma dan keduniawian orang-orang lah yang mengatakan gay sebagai dosa. Saya sudah yakin untuk menjadi seorang gay,” tegas Theo.

”Harapan yang saat ini masih ingin saya wujudkan untuk kaum gay dan waria, ayo kita berjuang bersama untuk punya satu suara! Jangan sampai satu organisasi punya seribu suara. Kita harus punya satu suara untuk memperjuangkan hak kita sebagai WNI. Buat kalian yang di luar komunitas gay, stop diskriminasi dan stop kemunafikan!” pungkasnya.

Tags:

276 Comments

  1. @Ketua LGBT Kota Salatiga
    Jangan di jawab pakai ALKITAB, ga ada hubungannya. kalau masih nekat yang tolol siapa?

    dosa atau tidak dosa, itu diketahui oleh manusia dari BUKU SUCI (Kitab Suci), mengapa saya tidak boleh mengutip Alkitab?

    seandainya anda tidak menyebut-nyebut “Bukan Dosa”, mungkin saya tidak akan ikut berkomentar di topik ini.
    Dengan menyebut “Bukan Dosa” seolah-olah anda sudah menjadi Tuhan (atau mewakili Tuhan) yang dapat menentukan sesuatu itu dosa atau tidak dosa. — kecuali kalau anda menyebut demikian dengan berdasar Firman Tuhan, saya mungkin akan percaya bahwa itu memang “Bukan Dosa”.— karena Firman Tuhan, mewakili Tuhan–
    Jadi apa dasar anda menyebut “Bukan Dosa”, adakah ukuran dosa-tidak dosa berdasarkan judment manusia??

    @Cowok Sejati Penyuka Cowok
    Malah saya tidak yakin, anda yang suka mencerca komunitas gay itu dijamin masuk sorga!!!! Ga mungkin!!! Anda juga punya DOSA…
    Mas… ini tidak membahas masuk sorga atau tidak. tolong jangan mengalihkan pembicaraan tentang “dosa” menjadi tentang “masuk sorga”.
    menurut “cerita” Alkitab, orang berdosa juga bisa masuk sorga kok….

  2. SETUJU ma Geritz ganteng (berdosa ki aku, berbohong besar) : Hanya Tuhan yang tahu seseorang itu berdosa atau tidak atas pilihan-pilihannya

    @jups: ga usah bawa nenek moyang,kakek, nenek dll.. kenal aja tidak.

    @wit: ketika seseorang menyebut “sesuatu” sebagai “Firman Tuhan” sudah pasti dan harus dia itu mengakui pernyataan tersebut berasal dari Tuhan .
    Permasalahan utamanya : APA yang diakui sebagai “Firman Tuhan”?
    Saya pribadi belum mau mengakui Alkitab adalah “Firman Tuhan” secara utuh. didasari berbagai pertimbangan pribadi, walaupun saya percaya dan mengimani ajaran Yesus cs… Bagi saya Firman Tuhan ada di udara, ada di anjing yang lagi membongkar-bongkar sampah mencari makan, ada di layar komputer yang sedang saya lihatin ini, dan bagaimana saya memaknai hal-hal tersebut dengan hati dan pikiran saya yang saya yakini diciptakan oleh Allah.
    Karena ini adalah masalah kepercayaan (yang katanya adalah hak asasi paling mendasar), maka Anda, pendeta, apalagi Paus pun tidak berhak memaksakan apa yang harus diyakini oleh orang lain..

    Tolonglah rekan-rekan, ketika kita berbicara mengenai kepercayaan (pemahaman dosa masuk juga kan dalam lingkaran kepercayaan), ungkapkan saja keyakinan Anda dan biarkan orang lain mencernanya, jangan berusaha mempengaruhi apalagi memaksakan…

    Saya berbicara begni karena menurut saya ajaran Yesus adalah : Peace and Love Dude….. For all mankind

  3. @ andi-dobleh: Kalo bicara soal pemaksaan, bukankah justru Theo yang “memaksa” kekristenan untuk “merestui” gay?

    Theo adalah seorang Kristen (katanya), tapi dia bilang bahwa gay bukan dosa. Apa ini berarti kekristenan tidak menganggap gay sebagai dosa?

    Seandainya Theo mendasarkan “ketidakberdosaan gay” di atas kepercayaan selain Kristen, mungkin Wit tidak akan mempersoalkan. Tapi karena Theo bersikeras mendasarkan “ketidakberdosaan gay” di atas kepercayaan Kristen, itu yang jadi masalah, karena ia tidak memuat penjelasan atau dasar-dasar kekristenan yang rasional atas argumen ini. Argumentasi Theo itu sebenarnya didasarkan pada pikirannya sendiri, tapi ia mengklaimnya sebagai kebenaran yang berasal dari kepercayaan Kristen.

    Saya kira, jika Theo mau mengakui bahwa prinsipnya soal “ketidakberdosaan gay” itu bukan berasal dari iman Kristen, selesai perkara.

    Saya kira itu saja. Terima kasih.

  4. @andi dobleh

    Firman Tuhan itu ada LOGOS dan ada RHEMA, Logos ada di Kitab Suci (Kitab Suci bukan Firman Tuhan, tetapi berisi Firman Tuhan) —>> baca http://gkmin.net/?p=3
    jika dari anjing yang bongkar sampah Anda bisa mendapat pesan TUhan itu bisa dikategorikan sebagai RHEMA

    Tolonglah rekan-rekan, ketika kita berbicara mengenai kepercayaan (pemahaman dosa masuk juga kan dalam lingkaran kepercayaan), ungkapkan saja keyakinan Anda dan biarkan orang lain mencernanya, jangan berusaha mempengaruhi apalagi memaksakan…

    tapi harus ada dasarnya…. (semua kepercayaan di dunia ini dibangun dengan dasar tertentu, bukan pokoknya saya percaya demikian)

  5. KEPADA KAUM LGBT

    ‘JANGAN KERASKAN HATIMU!!!”

    Barangsiapa KU kasihi, ia KU tegor dan KU hajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!
    Lihat, AKU berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suaraKU dan membukakan pintu, AKU akan masuk mendapatkannya dan AKU makan bersama-sama dengan dia,
    dan ia makan bersama-sama dengan AKU (Wahyu 3:19-20)

    Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan2 mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah I Petrus 2:16

  6. @STR&wit
    kalau saya melihatnya begini, ketika seseorang mengakuimengklaim mengimani sesuat (contohnya Kristen) dia akan menyesuaikan nilai yang diyakininya dengan nilai dari dalam dirinya sendiri, sehingga akan susah untuk mengimani suatu kepercayaan sebagai kepercayaan itu sendiri tanpa memasukkan pertimbangan/nilai pribadi.
    Dalam kasus Theo,(mungkin) dia mengimani Kristen dan menyesuaikannya dengan prinsip Gay nya sehingga dia bilang bahwa Gay itu bukan “dosa”. Lagipula dalam liputan di atas, tidak ada kata-katanya yang secara eksplisit mengatakan”Gay bukan dosa menurut Kristen”.
    Bagaimana bisa STR bilang bahwa dia memaksakan??

    @wit
    Anda mengatakan bahwa segala sesuatu harus ada dasarnya, apakah perasaan dan pikiran rasional bukan merupakan suatu dasar yang cuku kuat karena bagaimanapun perasaan dan pikiran rasional adalah pemberian Tuhan bagi kita (bagi yang percaya bahwa Tuhan menciptakan manusia).

    karena menurut saya, Alkitab itu sendiripun merupakan produk dari perasaan dan pikiran rasional individu penulisnya.

    “Tidak ada yang lebih baik, karena semua hanyalah suatu pilihan yang berdasarkan pertimbangan rasional dan irasional”

  7. @andi dobleh
    Anda mengatakan bahwa segala sesuatu harus ada dasarnya, apakah perasaan dan pikiran rasional bukan merupakan suatu dasar yang cuku kuat karena bagaimanapun perasaan dan pikiran rasional adalah pemberian Tuhan bagi kita (bagi yang percaya bahwa Tuhan menciptakan manusia).

    perasaan dan pikiran rasional menjadi “benar” jika banyak orang merasakan dan memikirkan hal yang sama.
    (saya belajar Kawruh Jiwa (KJ) — http://ilmubahagia.salatiga.biz , di sana diajarkan bahwa sesuatu menjadi benar jika seseorang sudah melihat sendiri, mengerti sendiri (ngerti dhewe, weruh dhewe) jadi, sesuatu menjadi “benar”, jika banyak orang melihat, merasakan, mengerti secara sama.

    Nah, ketika perasaan dan pikiran dihadapkan dengan perasaan dan pikiran orang lain, ternyata TIDAK SAMA, artinya perasaan dan pikiran itu BUKAN KEBENARAN, melainkan hanya sebuah GAGASAN (anggitan). ketika gagasan bertemu gagasan yang tidak sama, jadinya “bentrok”
    nah kemudian yang terjadi adalah ‘ungkul-ungkulan’ gagasan. Nah, gagasan yang ungkul (unggul) adalah gagasan yang argumentasinya lebih baik (tidak mudah dipatahkan).

    Jadi.., “gay itu bukan dosa” bukanlah sebuah “kebenaran” karena ‘gagasan’ ini ternyata tidak dapat diterima (dipahami) oleh orang-orang lain.
    Nah., silakan punya gagasan demikian, tetapi orang lain dengan argumentasi yang lain, ternyata punya gagasan lain. akhirnya, yang penting adalah argumentasi-nya, sebab gagasannya sudah jelas berbeda.

    Dan saya yakin gay bukan dosa dan bukan kesalahan, hanya dogma dan keduniawian orang-orang lah yang mengatakan gay sebagai dosa
    pernyataan Theo ini TIDAK ADA argumentasinya… dia malah “menyalahkan dogma dan keduniawian orang-orang” sebagai oposisi dari pendapatnya. Kalau pakai logika, apakah karena dia tidak memakai dogma, dan tidak memakai ukuran keduniawian, lantas menyatakan bahwa gay bukan dosa??????
    kalau dia tidak memakai ukuran keduniawian, mestinya dia pakai ukuran kerohanian.
    nah…, bukankah Alkitab itu ukuran kerohanian?
    Bukankah logika menjadi kebalik-balik dengan pernyataannya “hanya keduniawian orang-orang”
    justru saya menganggap “gay itu dosa” karena ukuran saya ‘rohani’ (ayat kitab suci).
    Lha kalau ukuran saya keduniawian, saya tidak perlu membahas tentang DOSA,
    keduniawian tidak ada persoalan DOSA, yang ada hanya salah-benar (menurut hukum duniawi), etis-tidak etis (menurut budaya/adat), baik-buruk (menurut norma) BUKAN urusan dosa-tidak dosa, apalagi surga-neraka.
    Sudah jelas logika kebalik-balik-nya??
    Silakan belajar KJ, kalau mau lebih “cermat” menilai sesuatu. (promosi… he he….)

  8. @ andi-dobleh: Lha justru di situ lah letak “pemaksaan” Theo terhadap kekristenan. Ketika tidak ada dalil Alkitab Kristen yang membenarkan gay, Theo (dengan identitas “Kristen”-nya) justru membuat argumen bahwa gay bukan dosa. Lha apa argumen tersebut didasarkan pada dalil kekristenan yang benar (Alkitab)? Ataukah hanya didasarkan pada pikiran (dan nilai-nilai) Theo pribadi?

    Kalo memang argumen tersebut berasal dari pikiran (dan nilai-nilai) Theo pribadi, ya jangan diklaim berasal dari Kristen dong. Klaimlah itu sebagai pendapat Theo pribadi (yang tidak memiliki dasar kristiani sama sekali).

    Sama seperti komen saya sebelumnya, jika Theo mau mengakui bahwa prinsipnya soal “ketidakberdosaan gay” itu bukan berasal dari iman Kristen, selesai perkara.

  9. @STR
    oke.. you got a point there.. saya sendiri gak kenal Theo jadi cuma liat tulisan di atas.
    dan ketika kita lia liat lagi ..
    Quote : Theo, “…Saya yakin semua sudah digariskan sama Tuhan. Dan saya yakin gay bukan dosa dan bukan kesalahan, hanya dogma dan keduniawian orang-orang lah yang mengatakan gay sebagai dosa….”
    Ketika kita lihat, disitu Theo hanya bilang bahwa “dogma dan keduniawian” yang bilang gay=dosa

    Dogma sendiri menurut wikipedia adalah : “the established belief or doctrine held by a religion, ideology or any kind of organization,,,”

    sehingga secara tidak langsung bisa kita artikan bahwa menurut Theo, Lembaga Kristen memang mendogmakan gay sebagai dosa..
    sedangkan Gay “bukan lah dosa” merupakan pandangan pribadi Theo.

    entah saya benar atau tidak. mohon masukannya. Akan lebih baik bila ada rekan2 yang kenal dengan Theo bisa mengkonfirmasi kepada Theo mengenai hal ini. Sekian.

  10. @STR,
    ketika sudah berbicara masalah “DOSA” itu sudah ranah ‘agama’ (rohani),
    jadi dasarnya ya sewajarnya adalah Firman Tuhan,
    tidak bisa diklaim “menurut saya tidak dosa” . Siapa yang menentukan sesuatu itu dosa/tidak? Tuhan khan? (atau kalau kita (manusia) , ya lihat Firman Tuhan, sebab Firman Tuhan MEWAKILI suara Tuhan sendiri.
    pada mulanya ada Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Elohim, dan Firman itu adalah Elohim >/i>–)
    DOSA itu khan hubungannya dengan Tuhan?!
    saya tidak akan katakan, maaf saya berdosa terhadap kamu, tetapi maaf, saya bersalah pada kamu.
    kalau kita minta maaf sama teman, tidak akan kita berkata “maafkan dosaku ya….”

    tetapi ketika berdoa kepada Tuhan, kita sering berkata, “ampuni dosaku Tuhan…”

    Itu maksud saya….

  11. saatnya saya bebicara untuk masalah pernyataan saya yang tertulis diberita kali ini.

    kenapa permasalahan ini menjadi diperpanjang? sebenarnya apa yang kalian mau dari kami?
    kami tidak pernah mengganggu anda semua dan kami rasa kami lebih menjalankan ajaran agama kami daripada anda semua. dalam kitab suci kristiani hanya ada beberapa ayat yang menuliskan tentang homoseksual, tetapi ada ribuan ayat yang menuliskan dan mengajarkan kita untuk menghargai, mencintai, dan memelihara hubungan serta selalu berdialog dengan kepala dingin. bahkan kalau mau dicari lagi, tidak ada dalam ayat suci yang menuliskan bahwa menghargai dan mencintai dengan memandang orientasi seksualnya kok. kalau anda menjawab ada, tolong tunjukkan. dan kalau ga ada, apa manusia lebih pintar dari Tuhan? sampai Tuhan aja ga tahu orientasi seksual juga.

    dan wit, STR, atau siapapun tahu tentang kristen dan kitab sucinya. tahu ga kalau kitab suci itu yang buat hanya orang penguasa jaman romawi di gereja vatikan sana. kenapa saya berani mengeluarkan pendapat saya tentang gay bukan dosa. karena kitab suci orang kristen aja sudah membohongi jutaan bahkan lebih dari itu tentang ajarannya. isi dari terjemahan saja sudah beda sekali. antara Alkitab bahasa Indonesia dengan Alkitab bahasa Inggris. padahal setiap negara mempunyai keberagaman bahasa, setiap negara pasti akan mengartikannya berbeda. katanya sehati, sepikir dan setujuan, tapi kenapa dalam terjemahannya saja sudah berbeda.

    kenapa saya ga setuju dengan doktrin ataupun dogma kristen yang berlaku? karena memang doktrin dan dogma itu buatan manusia yang belum tentu terbebas dari dosa. Pendeta aja ada yang jadi pelanggan waria dan WPS. dah githu di hari minggu kotbah tentang dosa. sebenarnya dia yang nabi palsu atau siapa?

    belum tentu juga wit yang bertuah panjang lebar dan segala hal tentang pikiran munafiknya yang dituangkan di web ini adalah benar. wong, wit aja juga belum tentu benar kok. dan belum tentu juga wit manusia tak berdosa, dan belum tentu wit adalah seorang lelaki pada umumnya mungkin dia sama dengan FPI, MUI, Rhoma Irama atau apapun. yang mencekal, menghujat dan melakukan kekerasan bukan fisik tapi psikis. padahal sebenarnya……. ( Jawab sendiri ya bok….!!!! refleksikan dirimu sebelum menghujat dan mencekal orang ). dan satu lagi, kalau anda Tuhan silahkan keluarkan doktrin dan dogma yang benar, kalau anda bukan Tuhan, Cuih…. ga ngefek kemanusia bok…

    untuk wit, maaf banget ya…. aku dah gatel liat tulisan kamu yang benar-benar bukan orang Kristen yang percaya ma Yesus Kristus karena anda tidak mempunyai kasih….

    untuk semuanya : isilah kommen ini sebanyak yang kalian mau. apapun yang anda lontarkan buat aku tidak akan pernah menyurutkan aku untuk berjuang mancari hakku sebagai WNI yang berorientas seksual dan perlu digaris bawahi bahwa banyak hak WNI ku yang terancam terutama pasal 29. Negara Demokrasi adalah negara yang melegalkan pernikahan Homoseksual….!!!

  12. aku tuliskan tentang pandangan agama lain melihat homoseksual. telah dituliskan diatas pandangan gay dari agama kristen, lalu pandangan gay dari agama Islam ( http://www.gessang.org ) dan sekarang saya akan tuliskan tentang pandangan gay dari agama budha. Silahkan berkomentar….

    BUDHA DAN GAY

    ImageTidak seperti Agama lainnya yang kebanyakan mengutuk homoseksual (yang dapat dilihat dalam Kitab Suci mereka), Agama Buddha tidak pernah mengutuk homoseksual atau siapapun dan itu dapat dibuktikan bahwa segala jenis pengutukan tidak pernah terjadi dalam perkembangan Agama Buddha sehingga tidak pernah tercatat dalam Kitab Suci Agama Buddha Tipitaka. Alasan yang kuat untuk itu adalah bahwa Agama Buddha berlandaskan pada Kasih Sayang dan Kebijaksanaan. Dan selama lebih dari 2500 tahun perkembangan Agama Buddha selalu dilandasi oleh Kasih Sayang dan Kebijaksanaan sehingga tidak pernah terjadi paksaan atau pertumpahan darah atas nama Agama Buddha.

    Siapa saja, termasuk Anda kaum Gay dan Lebsian berhak untuk menjadi umat Buddha karena Sang Buddha menawarkan Jalan Pembebasan bagi siapa saja termasuk Anda. Bahkan Sang Buddha selaku pendiri Agama Buddha pernah menerima pelacur menjadi murid, jadi tidak ada alasan bagi pihak-pihak tertentu mengatakan bahwa Homoseksual tidak boleh menjadi umat Buddha.

    Setelah menjadi umat Buddha, seharusnya Anda mempelajari Dhamma ajaran Sang Buddha demi kebahagiaan Anda sendiri, mungkin juga untuk Pasangan serta keluarga Anda bila ada.

    Hanya dengan mengaku umat Buddha tetapi tidak pernah mempelajari dan menjalankan Dhamma tidak mungkin bisa memperoleh kebahagiaan.

    Idealnya, setelah menjadi umat Buddha, Anda harus menjalankan Pancasila Buddhis (Lima Sila) yang berisi:
    1. Saya berusaha untuk menghindari pembunuhan.
    2. Saya berusaha untuk menghindari pencurian
    3. Saya berusaha untuk menghindari perjinahan
    4. Saya berusaha untuk menghindari kata-kata bohong.
    5. Saya berusaha untuk menghindari mabuk-mabukan.

    Dengan mengamalkan sila 1 dan 2, tentunya Anda tidak dihantui ketakutan untuk ditangkap karena kejahatan yang dilakukan. Ini akan membuat kehidupan Anda menjadi lebih bernilai karena bebas dari segala perasaan bersalah yang akan menjadi beban mental bagi mereka yang melakukannya. Selain itu, kehadiran Anda akan selalu disambut gembira oleh siapapun dan dimanapun Anda berkunjung.

    Sila 3, merupakan hal yang penting sebagaimana yang sudah dibahas dalam “Gay & Pancasila Buddhis”. Sila ketiga meminta kita untuk tidak merusak hubungan orang lain yang telah terbina, dengan demikian diharapkan jasa kebajikan dari pelaksaan Sila ini dapat membuahkan keharmonisan hubungan anda & pasangan. Anda tidak merusak hubungan orang lain, orang lain juga tidak akan menggangu hubungan anda dan pasangan anda. Ini merupakan suatu hukum timbal balik yang sangat logika.

    Selain itu, Anda selaku umat Buddha harus menghindari hubungan badan dengan tunangan atau pasangan orang lain serta tidak boleh melakukan hubungan badan dengan anak-anak yang masih berada dibawah pengawasan orang dewasa, orang hukuman, ataupun orang yang sedang menjalankan sila (Samenera, Bhikkhu dan Bhiksuni).

    Sila keempat, walaupun kelihatan gampang tetapi sulit untuk dilakukan. Apabila anda dapat menjalankan sila keempat ini dengan baik, maka pasangan anda tentu akan percaya dengan apa yang anda lakukan sehingga hubungan diantara anda berdua akan berjalan dengan lebih baik lagi. Tidak ada pikiran yang saling mencurigai. Sedangkan dari masyarakat umum, anda akan mendapatkan kepercayaan baik dalam bekerja, berdagang, maupun berteman.

    Untuk sila kelima, ini berfungsi untuk menjaga agar anda tetap dalam keadaan sadar karena dalam kesadaran yang lemah anda dapat melakukan hal-hal yang merugikan anda, merugikan pasangan ataupun masyarakat. Mengkonsumsi makanan atau minuman yang mendatangkan ketagihan tidak mempunyai dampak positif sama sekali. Mengkonsumsi barang-barang seperti ini tidak akan pernah membantu anda memecahkan masalah, ini hanya merupakan pelarian dimana setelah efek dari obat-obatan terlarang ini habis maka anda tetap harus menghadapi masalah atau persoalan tadi.

    Menghindari konsumsi makanan dan minuman yang mendatangkan ketagihan serta melemahkan kesadaran menjauhkan anda dari masalah-masalah yang tidak perlu. Misalnya bersetubuh dengan orang lain yang tidak seharusnya, memaksakan kehendak pada pasangan orang lain dan masih banyak lagi hal yang dapat timbul.

    Apabila anda dan pasangan bersama-sama menjalankan Pancasila Buddhis, maka anda berdua akan lebih yakin dalam membina hubungan ini. Sama-sama bebas dari pengejaran pihak berwenang/hukum, sama-sama jujur dan tidak berbohong sehingga tidak saling mencurigai, sama-sama tidak melakukan perbuatan asusila, dan sama-sama selalu sadar sehingga keuangan juga terjamin.

    Sedangkan untuk diterima menjadi anggota Sangha (Bhikkhu/ni atau Ulama Buddhis), seseorang harus meninggalkan kehidupan seksualnya baik itu Homoseksual ataupun Heteroseksual. Dengan kata lain, seorang anggota Sangha harus menjadi Aseksual sehingga sebelum seorang Gay atau Lesbian dapat mengambil sumpah untuk menjalankan kehidupan suci, maka mereka harus meninggalkan kebiasaan seksual mereka.

    Akan tetapi perlu diingat bahwa Agama Buddha juga tidak mendukung atau menggalakkan seseorang menjadi Gay atau Lesbian. Kata-kata yang lebih tepat adalah Agama Buddha menerima siapa saja dalam kondisi alami mereka untuk mengapai kebahagiaan, karena semua orang berhak untuk memperoleh kebahagiaan dan perlu dicantumkan bahwa siapapun anda, semuanya memiliki benih keBuddhaan didalam diri anda. Anda tidak perlu mencari kebahagiaan, atau mencariNya diluar diri Anda.

  13. @Theo
    dan wit, STR, atau siapapun tahu tentang kristen dan kitab sucinya. tahu ga kalau kitab suci itu yang buat hanya orang penguasa jaman romawi di gereja vatikan sana. kenapa saya berani mengeluarkan pendapat saya tentang gay bukan dosa. karena kitab suci orang kristen aja sudah membohongi jutaan bahkan lebih dari itu tentang ajarannya. isi dari terjemahan saja sudah beda sekali. antara Alkitab bahasa Indonesia dengan Alkitab bahasa Inggris. padahal setiap negara mempunyai keberagaman bahasa, setiap negara pasti akan mengartikannya berbeda. katanya sehati, sepikir dan setujuan, tapi kenapa dalam terjemahannya saja sudah berbeda.

    oh…. ternyata jutaan (bahkan milyaran) manusia di dunia ini telah dibohongi kitab suci kristen yang hanya buatan penguasa romawi….??!! Silakan sampaikan ke sekolah-sekolah /fakultas theologi,ke gereja2, jangan mempelajari Alkitab, nanti malah terbohongi…

    confronted with:
    @Theo
    dalam kitab suci kristiani hanya ada beberapa ayat yang menuliskan tentang homoseksual, tetapi ada ribuan ayat yang menuliskan dan mengajarkan kita untuk menghargai, mencintai, dan memelihara hubungan serta selalu berdialog dengan kepala dingin. bahkan kalau mau dicari lagi, tidak ada dalam ayat suci yang menuliskan bahwa menghargai dan mencintai dengan memandang orientasi seksualnya kok.

    he he…
    bagaimana kalau yang “ribuan” itu ternyata bohong dan hanya buatan penguasa jaman romawi
    bagaimana kalau yang “tidak ada” itu karena dihilangkan oleh penguasa jaman romawi,

    Anda sedang tidak konsisten Bung….menyatakan bahwa Kitab Suci itu buatan “penguasa” dan “membohongi”, tetapi Anda SETUJU dengan “ribuan” ayat di dalamnya, yang mendukung pendapat Anda.

    Atau Anda sedang bingung?

    untuk wit, maaf banget ya…. aku dah gatel liat tulisan kamu yang benar-benar bukan orang Kristen yang percaya ma Yesus Kristus karena anda tidak mempunyai kasih…

    he he…. kok Anda sudah mulai bertindak sebagai Tuhan?!

    Apakah komentar-komentar saya,
    juga saran saya agar Anda ikut Camp Pria Sejati (bahkan saya sanggup membayarkannya untuk Anda), itu karena saya tidak memiliki kasih?

    Menurut Anda, bagaimana kasih saya perlu ditunjukkan?
    Dengan CUEK tidak berkomentar apapun? Menyetujui pendapat Anda? Mendukung perjuangan Anda? Menyarankan orang-orang menjadi seperti Anda?
    Maaf…. bukan kasih seperti itu yang saya pahami….
    Maaf, jika Anda tidak setuju dengan tulisan/komentar saya, abaikan saja tulisan/komentar itu, wong memang komentar saya TIDAK HARUS diterima kok…. bahkan tidak harus dibaca….
    Tetapi jangan juga memaksa orang lain setuju dengan pendapat Anda, bahkan jangan juga memaksa orang lain memahami pendapat Anda.
    Mungkin saya termasuk yang tidak paham (atau tidak sepaham) dengan pendapat Anda. Maaf.

  14. Terima kasih untuk komentarnya….!!!!
    Duch, maaf saya hanya mau berdebat dengan orang yang berlogika, tidak berpikiran sempit, dan yang akademis saja.
    dan saya tidak mau berdebat dengan orang picik dan munafik…..
    terima kasih sebelumnya.
    apapun yang anda ( wit ) katakan sudah tidak akan membuat saya semakin takut dengan siapapun. saya hanya takut dengan Tuhan saya….

    Terima kasih dan Selamat berjuang dengan prinsip anda, dan saya akan berjalan dengan prinsip saya.
    masalah saya dengan Tuhan adalah tanggung jawab saya, bukan tanggung jawab anda.

  15. Hehehe ….

    Yang picik siapa, yang munafik siapa, yang akademis siapa, yang berlogika siapa, yang berpikiran sempit siapa?

    Theo itu ngomongnya kok asal saja.

    Hehehe ….

  16. @STR
    @ wit: Memangnya ada ayat di Kitab Suci yang mendukung pendapat Theo tentang homoseksualitas?

    ada…. ini ayatnya:

    Roma 1:27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

    silakan artikan sendiri, saya nggak mau menafsirkan, (atau mungkin itu ayat bikinan penguasa romawi ya….)

  17. lanjutkan dengan ayat berikutnya

    Roma 1:28 Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Tuhan, maka Tuhan menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas

  18. uy..uy…

    info untuk Theo…

    pernah denger nama Muchsin Faturrahman?

    Muchsin Faturrahman, seorang PRIA Muslim, yang menjadi RATU WARIA taun ’99…

    RATU WARIA EUY! Prestasi yang membanggakan bagi seorang yang berkelainan orientasi seksual…
    Supremasi tertinggi di bidang keabnormalan…hahahaha

    Dia juga bukan mahasiswa yang suka marah2 dan bilang gak punya logika ini itu karena dikomentari.

    tapi, ada yang lebih membanggakan lagi sekarang lho…

    Dia sekarang udah Insyaf. Udah kembali ke jalan yang benar dan lurus. Kehidupannya juga lebih bahagia. Udah punya 2 anak juga lho…lucu2…satu anak adopsi, satu anak kandung (wuih, jos juga ya…)
    Hidup bahagia sekarang.

    yang menarik, dia bercerita kalo dia berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa di pantai, kebetulan satu hari sebelum Tsunami di Pangandaran..

    dan Alhamdullillah dia “sehat” kembali, setelah diberi petunjuk olehNya…

    nah…

    “berubah” atau “revolusi diri” belum terlambat Theo..

    butuh proses

    **
    Kisah Muchsin Faturrahman sempet diangkat di Empat Mata Trans 7…..

  19. mas theo ini fakultas apa toh? orangnya yang mana? baru tau saya, ternyata banyak juga ya gay di salatiga, jadi merinding..hii, insyaf mas…

  20. Assalamualikum,
    salam buat Mas Stevanus Theo, saya agak risih dengan kalimat yang anda lontarkan di komentar anda ( urutan ke 94, saya baca dengan seksama..) “…bahwa ISLAM MENGHALALKAN HOMOSEKSUAL. Baca saja di http://www.gessang.org pada bagian berita….”, APA BENAR BEGITU ADANYA? yang saya tahu adalah ISLAM menerima kaum gay, lesbian, dsb-nya adalah KARENA CIPTAAN TUHAN semata, bukan menghalalkan. Jadi bahasa kasarnya adalah gay diterima di muka bumi ini karena mereka ciptaan Tuhan, kalo bukan ciptaanNya mungkin sudah dibuang ke sampah, karena cacat produksi ( jadi A enggak jadi B juga enggak ). dibuang sayang, dirawat rewel/susah, maka dengan segala KemurahanNya dan KebaikanNya, kaum tersebut diberi kelonggaran untuk ikut menikmati indahnya bumi ini bersama dan berdampingan dengan kaum lainnya. Mungkin begitu kiasannya ya? Diluar dari pro dan kontra tentang status dan keberadaan gay, lesbian dan lain-lainnya, putusan pengadilan menunggu di sana.. saat SEMUA ORANG dikumpulkan di padang Mashar untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kita di dunia ini. Hidup adalah perbuatan….( kata sebuah iklan di tv ), jadi ??? wallahualam…hanya Tuhan yang tahu…

  21. hm….agak sulit ya posisi mas theo ini…..
    memang benar sich di indonesia kita ini ada semacam komunitas yang sepeti saudara ini..
    soal gay/lesbian di salatiga emang ada tho… saya malah kurang tau ni….
    memang agak sulit untuk membuat orang lain yang bukan maaf;’gay/lesbian’. untuk bisa menerima gay/lesbian di masyarakat.
    mungkin butuh proses…
    saya juga tidak menyangkal kalau di negara kita ini banyak sekali macam2 jenis orang,contohnya seperti saudara….dan memang itu nyata apa adanya….
    gay juga manusia dan mempunyai hak untuk hidup juga kan……????
    namun ada baiknya mas theo ini kembali ke jalan yang benar karena tanpa anda sadari,anda tidak mensyukuri nikmat ALLAH SWT, yach mungkin saya agak pedas mengatakan ini semua,maap….
    bersyukurlah atas apa yang ALLAH SWT berikan pada kita…
    kembalilah ke jalan yang benar…jadilah cowok sejati….karena itu adalah salah satu nikmat dari ALLAH SWT,
    jangan enkau sia-siakan hidup di dunia ini….
    kita hidup di dunia ini hanya ‘MAMPIR NGOMBE’.
    terima kasih.

  22. menurut gue gay itu tidak salah …………..jangan protes dulu ya pada dasarnya manusia itu adalah dilahirkan dalam keadaan normal dan dia tergantung, dengan lingkungan masing – masing, saya kasih contoh apabila laki – laki dilahirkan dengan kelainan dalam hal ini seperti wanita apabila dia hidup dalam lingkungan yang normal maka dengan kekurangan dia seperti wanita maka dia akan mempunyai keinginan unntuk menjadi lai – laki , tetapi apabila dia laki – laki normal hidup di lingkungan yang salah dalam hal ini golongan yang menyukai dengan sesama jenis maka dia akan cenderung menjadi gay kenapa karena lingkungan pergaulan dia mendukung untuk menjadikan dia gay karena pada dasarnya gay itu dalam bahasa awan bisa menular seperti penyakit, begitu pula sebaliknya apabila laki – laki dengan penampilan seperti wanita dan dia hisup dengan lingkungan pergaulan yang normal maka dia akan menjadi seperti laki – laki sejati walupun dengan kekurangan dia, sudah banyak contohnya dan mereka bisa menikah punya anak dan bisa hidup normal makanya saya sarnkan kepada para kaum gay cobalah hindari komunitas kalian ( bukan beri menjahui ) tetapi biasakan dengan lingkungan pergaulan yang normal dan berjuanglah dengan kata hatimu karena hanya kalian sendiri yang bisa merubahnya, kecuali kalau kalian ingin seperti itu, demikian pendapat saya dan silahkan kalian renungkan sendiri, karena setiap orang mempunyai pendapat yang berbeda – beda

  23. tahu dari mana ada takdir gay…Tuhan Menciptakan cuma laki2 atau perempuan….bertobatlah…Tuhan mengasihimu. mau terima kamu apa adanya

  24. menurut saya….obat yang manjur dalam mengatasi dilema anda ialah “Nurani” saya percaya bahwa nurani lebih dari sekedar pemenuhan etika dan moral yang ada dalam tatanan masyarakat….bagaimanapun juga, nurani akan mengetuk batin anda dan mengarahkan apa yang sebenarnya harus anda lakukan….saya cuman mau menyatakan bahwa, jika bukan penyakit dan juga dosa, maka anda harus bisa berkaca dan membuktikan bahwa anda adalah sehat….ok….

  25. maju truz pantang mundur
    tuhan itu g ada. manusia yg menciptakan tuhan bukan tuhan yg menciptakan manusia.

    pokoke selama u g ganggu aq kita g bakal geger

  26. wow gay???
    wah itu PENYIMPANGAN SEXUAL!!!
    tidak baik buat kesehatan…
    manusia diciptakan untuk beranak cucu…dan bisa ga ya tuh??
    ??=$%#^@1!
    dunia ini benar-benar tidak normal!!!

  27. GAY??????????

    Klu mnrt gw sich sah-sah aja…..

    Yang penting itu tidak mengganggu orang lain, jadi buat komunitas gay, gw rasa gak masalah selagi itu enjoy-enjoy aja.

    OKEY???????????

    MAJU TERUS, PANTANG MUNDUR.

  28. bah.. g pengen meng’anal’isa masalah ini dengan cara pandang gw
    tidak dari sisi agama<—-(karena gw jarang gereja)
    ato sisi lainnya. cukup dari cara memandang gw yang sederhana.
    klo dah “ngotot” pengen jadi gay ma gak masalah (dalam artian, gw gak peduli, lagian udah dikasihi masih ngomongin orang gak punya kasih)

    tpi gw gak setuju ama adanya komunitas gay…
    ya soalnya, dari komunitas tersebut bisa ‘di pastikan’ (ada alasannya gw ngomong gini) akan berpengaruh buruk untuk orang lain(tidak semuanya, beberapa orang).

    misalnya gw kasih contoh nih.
    ozy(nama disamarkan) adalah seorang gay yang akhirnya memutuskan untuk ‘mau berubah’ dari penyimpangan kesexualannya yang entah didaptkannya dari mana.
    selama dalam pengobatannya(klo gay dianggap penyakit), ato pertobatannya(klo gay dianggap dosa) dia mengalami pergumulan yang begitu berat, ditengah tengah itu dia mengetahui adanya komunitas gay yang tentunya secara psikologis(tolong diralat klo salah) dapat merubah pola pikirnya untuk memperbaiki prilaku menyimpang nya, mungkin saja dia menganggap bahwa dia gak sendirian, ato dia merasa tidak perlu melalui beban yang berat untuk kembali menjadi “normal”. ato beberapa kemungkinan lainnya. dengan begitu kan secara tidak langsung komunitas tersebut hanya akan semakin meresahkan orang(khususnya orang-orang yang gak suka gay). kasian si ozynya juga kan, udah hampir hidup normal, malah gak jadi. kasian lagi si melly(juga di samarkan) yang awalnya suka ama si ozy dan berharap si ozy hidup normal.
    klo dibilang itu pilihan hidup si ozy, tetep aja ada yang namanya pengaruh lingkungan.

    itu baru contoh orang yang emang pada dasarnya udah gay, klo misalnya(lagi)
    karena sesuatu hal(misalnya pekerjaan) seseorang yang pada awalnya normal harus sering berada pada lingkungan komunitas gay tersebut , akhirnya berubah prilakunya menjadi menyimpang(dalam kasus ini jadi ikutan) kan kasian emak ama babe nye.

    lagian fungsi dari komunitas gay sendiri buat apa sih, bwat yang merasa senasib?, yang ada juga mending komunitasnya itu bwat berobat ato bertobat, klo yang udah ngotot dan dah nyaman bwat jadi gay, dan pengen di sama ratain ama orang normal lainnya , ya udah, hidup biasa ajalah, setau gue yang berbedakan cuma perilaku seksualnya, klo memang cuman itukan nyante aj, dalam hal lain kan homoseksual sama aja kan kaya manusia normal? gak usah digempar-gemparkan lah, gak usah pake komunitas2 segala, gak usah pake kegiatan kemanusiaan atas nama gay ato apapun juga,atas nama manusia biasa aj kan gpp, katanya pengen di prilakukan sama?, bwat nolong orang juga gak harus jadi gay dulu kan? klo emang mas/mbak ketua LGBT pengen indonesia jadi negara demokrasi seperti yang mas/mbak inginkan, sori banget bakalan susah banget, gak usah melegalkan homo deh, gereja aja dimana-mana di bakar.mending dari sekarang kuliah yang bener, cari duit yang banyak, nabung , terus pindah deh ke Belanda(katanya banyak cowok-cowok ganteng sejenis disana XP~).

    tips:hidup normal(tanpa prilaku menyimpang) akan mempermudah jalanmu bwat cari duit, BENER GAK TEMAN2?

    mari kita ciptakan lingkungan yang baik bwat semuanya(termasuk bwat yang ngotot jadi gay)

  29. untuk komentar nomor 134 :pada kalimat terakhir di TIPS
    tips:hidup normal(tanpa prilaku menyimpang) akan mempermudah jalanmu bwat cari duit, BENER GAK TEMAN2?

    tahukah kamu sahabat. sebuah pelanggaran yang terjadi di negara ini?
    Indonesia yang selalu tergemborkan sebagai negara hukum yang menuju era gombalisasi dan juga dengan PILKADAL. onani kontol-kontol politik sudah terjadi di negara ini.
    hari ini aku ingin bicara bukan untuk anda saja tetapi untuk semua warga negara Indonesia yang katanya lembut dan halus (tuch cuma bentuk kontol`e dan jembutnya tock ).
    bahwa kebejatan dan kemunafikan negara ini sangat terjadi dibeberapa kasus pelanggaran hak asasi manusia. lonte-lonte bertebaran menduduki kursi empuk dan mobil BMW dengan AC’u’ yang dingin. UUD 1945 seperti hanya simbolis saja. tetapi otak-otak vagina bertebaran dimana-mana. UU dibuat seperti kenyotan kontol empuk bagi lonte-lonte jalanan. dan satu hal yang aku ingin katakan pada jati diri bangsa ini. “KAPAN INDONESIA BUBAR?”

    UUD 1945
    UU No 39 tahun 1999 tentang HAM
    UU No 26 tahun 2000 tentang pengadilan HAM
    UU Bo 11 tahun 2005 tentang pengesahan Konvenan Internasional Tentang Hak-Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya
    UU No 12 Tahun 2005 tentang pengesahan Kovenan Internasional tentang hak-hak sipil dan politik
    Keppres Indonesia no 31 tahun 2001 tentang pembentukan pengadilan HAM di Jakarta, Surabaya, Medan dan makasar

    dengan jelas di seluruh UU itu tertulis mulai dari hak ketenagakerjaan dan segalanya.

    mengapa saya membahas tentang komentar anda 134. dalam dunia ini sangat jelas bahwa untuk sebuah kehidupan dibutuhkanlah uang. dan sekali lagi aku katakan mencari uang berarti orang harus dan pasti bekerja.
    sunggu ironis sekali jika anda mengatakan hiduplah normal ( tanpa perilaku menyimpang ). saat ini aku secara individu bukan komunitasku hanya ingin berkata kepada anda.

    berikanlah statement ini untuk anda sendiri, orang disekitar anda dan Pemerintahan Republik kemunafikan lonte-lonte yang ada di ibu kotanya. karena anda, orang disekitar anda dan lonte-lonte itu sudah dengan tegas melanggar hukum. berarti 3 hal yang aku sebut di atas adalah orang-orang kebal hukum. kebal hukum bukan berarti kebal penyakit. moga aja lonte-lonte itu dapat hal yang sama…
    Indonesia haruslah bangga. menjadi negara yang paling besar mempunyai kasus internasional pelanggaran HAM. tersebut. Negara Hukum atau negara Kontol dan vagina yang di pimpin lonte-lonte belaka.

    telaah.. dan aku siap untuk berkata. dukan merdeka tetapi BUBAR…

    aku tuliskan tanpa ekspresi dan tanpa siksaan. tapi aku tahu setelah aku bawa tulisan ini. aku akan berekspresi dan tersiksa dan menjadi makanan untuk lonte-lonte.

  30. hiiii……
    Wit, STR dan Rekan2..semuanya…..
    bagi saya kita tidak punya hak untuk menghakimi dan mendiskriminasikan kaum gay…….., karena saya pernah berdiskusi dengan kaum gay dan ada yg mengatakan kalau iya sebenarnya tidak mau menjadi gay…..tetapi sejak umur 10 tahun ia pernah di mengoral penis teman kelasnya..akhirnya terbawa hingga sekarang ia menjadi gay…ia sendiri bingung kenapa ia bisa menjadi gay dan ia ingin keluar dari lingkungan gay atau masalah yg dihadapinya…………akhirnya kami mengenalkan kepada seorang pdt dan di bimbing kurang lebuh 2 tahun dan ia bergabung dalam kelompok doa pemuda, lewat beberapa tahun….lalu ia menikah…tetapi akhirnya ia kembali lagi sebagai seorang gay…ketika ditanya..ia mengatakan bahwa selama menikah keinginan seksnya untuk sesama jenis lebih besar dari pada kepada lawan jenisnya….ketika berhubungan seks dengan isterinya ia tidak merasa puas…tetapi ketika ia berhubungan seks dengan sesama jenis ia merasa puas……..

    dari pengalaman ini…saya berpikir bahwa….”Kita atau siapun dia tidak berhak untuk menghakimi dan mendiskriminasikan mereka”

    kalau dihubungkan dengan Agama..bagi saya, Tugas kita adalah Membimbing mereka…ketika itu menjadi pilihan Hidup mereka… maka kita harus menghargai dan mengasihi mereka…karena yang berhak menentukan mereka Dosa atau tidak Bukan kita Tetapi Tuhan Yang Maha Kuasa.

    ada satu Tulisan yang Pernah saya baca menulis spt ini ”

    “Mengapa Allah Melarang Adam dan Hawa untuk Makan Buah Larangan di Taman Eden? Ketika Mereka Makan Buah Itu maka Manusia Jatuh Kedalam Dosa. Itu Salah Siapa? Ada Yang Katakan Salah Adam dan Hawa Tetapi ada Yang katakan Slah ALLAH, Kenapa Salah ALLAH, Karena mengapa Allah mau ciptakan Pohon yang menghasilkan buah itu, mengapa Allah tidak Mematikan Pohon itu saja”

    ” Kenapa Harus Yudah yang menjual Tuhan Yesus, Mengapa Bukan Petrus atau Yohanes, Dalam Buku : The Secret of Judas….Itu Semua rencana Allah, Namun Keturunan dan Keluarga Besar Yudas tetap tidak menyetujui itu karena bagi mereka akhirnya Yudas disebut sebagai Penghianat”

    dari kedua bagian itu saya mau katakan bahwa Hargailah Kaum Gay, Lesbian dan Biseks karena yang berhak memutuskan itu adalah Tuhan….Bukan Kau dan Saya.

  31. @ viky: Lha siapa yang menghakimi dan mendiskriminasi? 🙂

    Wong saya itu cuma berpendapat bahwa kekristenan tidak pernah merestui seseorang untuk menjadi gay, dan, karenanya, identitas Theo sebagai seorang gay Kristen itulah yang saya pertanyakan kelogisannya.

    Jangan terlalu jauh mengambil kesimpulan lah ….

  32. Wah, ternyata makin ramai dan makin semangat diskusinya.
    Numpang posting komentar saya ya.

    FYI, kaum gay bukan selalu kaum waria.
    Kalau mereka tampak cenderung metroseksual memang.
    Banyak yang macho dkk ternyata juga gay.
    Nyatanya banyak artis di luar sana yang sudah mengaku gay juga tidak nampak seperti banci.
    Tapi, karena memang sudah salah kaprah di Indonesia, banyak yang menganggap gay selalu banci.
    Topik tentang gay memang sudah lama dibicarakan, selalu jadi topik hangat, atau malah panas, untuk diskusi. Beberapa kali kelas Speaking di FBS juga mengangkat topik ini.

    Kalau bicara tentang Agama memang susah.
    Perlu diingat juga, ke-Kristen-an tidak pernah mengajarkan takdir, benar?
    Jadi yang membicarakan agama Kristen dengan takdir mohon direnungkan ulang.
    Semuanya itu ada dalam rencana Tuhan (weisss… jiwa teologis-nya keluar).

    Kalau ditanya pendapat pribadi, the safest, standard answer dari saya would be:
    “Selama tidak mengganggu kehidupan saya, dan orang lain, sah-sah saja.”
    Semuanya balik ke konsekuensi pribadi dengan Tuhan.
    Ada masanya kalau memang ternyata itu dosa, pasti akan dihukum.
    Kalau tidak dosa, ya berarti kita bakal ketemu di sorga sana.
    Jadi, minta pencerahan dari Tuhan saja, pribadi, karena tafsiran dan understanding tiap orang berbeda.
    Kalau ada beberapa yang sampai mengutip ayat, ya memang itu yang tertulis di Alkitab.

    Semuanya balik ke pilihan pribadi kita.
    Tuhan yang merencanakan, tapi manusia diberi kebebasan untuk memilih
    (walaupun Dia sudah tahu lebih dulu apa yang bakal dipilih dan apa akibatnya).
    Kita mengingatkan boleh, tapi jangan sampai membuat orang lain juga terganggu ‘asasi’nya.
    Sekarang sudah jamannya berpikiran terbuka. Satu skill yang lemah dari orang Indonesia adalah:
    Mendengar, menyimak.
    Kita lebih sering keburu menghakimi dan lain-lain.
    Empathy, or simpathy setidaknya, bisa membantu di kasus LGBT.

    Terakhir, coba kita semua bayangkan, bukan cuma untuk masalah LGBT, tapi juga masalah lain yang masih membingungkan, andai saja kita duduk di samping Yesus (ini menurut pandangan orang Kristen), kemudian kita bertanya, “Tuhan, saya ini gay loh, OK kan?” kira-kira jawaban-Nya apa ya?
    Or, juga untuk masalah lain (sedikit Out of the Topic), “Tuhan, saya boleh merokok kan di samping-Mu?”
    Hehehe…

  33. @Viki
    hiiii……
    Wit, STR dan Rekan2..semuanya…..
    bagi saya kita tidak punya hak untuk menghakimi dan mendiskriminasikan kaum gay…….., karena saya pernah berdiskusi dengan kaum gay dan ada yg mengatakan kalau iya sebenarnya tidak mau menjadi gay….

    kalau dihubungkan dengan Agama..bagi saya, Tugas kita adalah Membimbing mereka…ketika itu menjadi pilihan Hidup mereka… maka kita harus menghargai dan mengasihi mereka…karena yang berhak menentukan mereka Dosa atau tidak Bukan kita Tetapi Tuhan Yang Maha Kuasa.

    nah.., makanya saya tawarkan untuk ikut Camp Pria Sejati, dan saya bersedia membayarkan kontribusinya…(kalau memang mau, besok Juli 08, nampaknya sudah dijadwalkan di Kaliurang-Jogjakarta)

  34. ini komentar yang masuk dalam blog saya :
    Petrus Wijayanto berkata…
    Salut dengan segala perjuangan Anda, namun mohon jangan masuk dalam ranah “agama” dengan menyatakan “tidak berdosa”, karena hanya akan memancing diskusi panjang yang tidak ada ujungnya.
    Sebab, ketika Anda memasukkan “unsur” Tuhan, mau-tidak-mau, dalam kehidupan dimana ‘Tuhan’ telah masuk dalam kerangka agama, maka referensi Kitab Suci menjadi lebih diterima daripada berfilsafat. Apalagi di Indonesia, dimana orang yang ber-Tuhan, “dipaksa” beragama, yang berarti “dipaksa” menerima kebenaran ayat-ayat Kitab Suci.
    Jadi, jangan mempersulit diri sendiri.

    Rabu, Juni 04, 2008 10:19:00 PM

    saya tidak mempersulit diri saya. tetapi saya berhak untuk mengeluarkan pendapat saya. negara ini demokrasi dan setiap warganya mempuunyai hak mutlak atas hal itu.

  35. saya bukan gay dan bukan lesbian dan saya tidak melakukan diskriminasi.Tuhan hanya menciptkan laki2 dan perembuan.kalo theo menjadi gay itu pilihan hidupnya.

  36. Gay itu seperti virus bisa kena kepada siapa saja. Dulu aku tidak terjangkit tetapi sekarang aku dah terjangkit v dan tidak tahu kapan benar2 pulih. Karena tidak ada vaksinasi atau obatnya. Suntik hormon? ada efek sampingnya. Jadi virus….! Why do not?

  37. ini adalah kesalahpahaman yang terjadi di Indonesia. tidak ada yang bilang gay adalah virus. tapi gay merupakan sebuah alur kehidupan. dan ini bukan merupakan sebuah hal pilihan hidup saya. karena saya mengikuti alur yang sudah digariskan sama yang di atas. dan jika anda bilang dan bertanya masalah vaksinasi untuk hal bodoh itu. silahkan hubungi DINKES setempat. satahu dan selama saya berhubungan dengan stakeholder, DINKES sebagai bagian dari pemerintah selalu mengatakan bahwa gay adalah sebuah gen. dan jika anda dulu belum menjadi gay dan sekaranag merupakan bagian dari komunitas tersebut. maka, sebenarnya bukan masalah virus atau tidak. tapi kalau anda tidak mempunyai gen tersebut atau naluri homoseksual (gay) maka anda juga tidak akan menjadi sekarang kok. walalupun anda merupakan korban kekerasan seksual atau pernah berhubungan seks dengan laki-laki, maka anda tidak akan pernah tahu dan mengenal hal tersebut.

  38. Permisi, numpang lewat mas theo…
    Saya secara pribadi sangat salut dan kagum pada anda yang secara berani dan terbuka berani mengakui siapa diri anda apa adanya, bahkan anda berani membela tentang komunitas anda, yang tidak semua orang berani melakukan hal itu…banyak orang yang tidak berani mengungkapkan diri mereka, siapa mereka dan bagaimana mereka, apa adanya, sehingga apabila ada tindakan yang agak “berbeda” dari kaum mayoritas, langsung dianggap bahwa hal itu tidaklah baik dan bukan yang semestinya.. oleh karena itu saya sangat menghargai dan angkat topi untuk keberanian anda…
    Sejujurnya saya bukanlah orang yang hebat dalam masalah agama, saya sama sekali tidak tau masalah agama yang sangat mendalam. tapi satu hal yang saya tau dan saya yakini yaitu keadilan ada ditangan Tuhan, keputusan akhir juga ditangan Tuhan, Hidup kekal dan penghakiman juga ditangan Tuhan..
    apa yang Tuhan rencanakan, kehendaki dan pikirkan saya yakin tidak dapat kita selami…
    oleh karena itu, saudara2 yang saya kasihi, terutama bagi saudara yang beragama kristen dan khususnya bagi saudara yang saya lihat sangat hebat dalam berbicara masalah agama, saya sangat mengharapkan bahwa kalian janganlah hebat dalam masalah teori, karena saya yakin orang – orang FARISI sedikit lebih hebat daripada anda, saya secara pribadi tidak meragukan kemampuan anda dalam berkoar – koar seperti ahli farisi, saya yakin mungkin anda sama hebatnya dalam masalah agama dengan para ahli farisi… tapi satu hal yang saya harapkan, selain kemampuan anda yang sudah sangat “hebat” itu, tolong anda juga asah tentang “KASIH” bukan kah Yesus sendiri juga mengajarkan bahwa kasih adalah dasar dari segalanya. Jadi saya harap, tolong anda2 yang sangat ahli dalam masalah Alkitab atau kitab suci, naikanlah level anda, jangan berhenti hanya menjadi farisi, tetapi jadilah gambar Yesus.
    coba anda tilik pribadi anda, apakah anda sudah sempurna?
    saya sadar anda jago dalam masalah agama, tapi dasarilah dengan kasih, jangan lah menghakimi orang lain, jangan lah suka menonjolkan diri anda yang sangat hebat itu dengan beradu argumentasi masalah agama, bukan mengasihi….
    coba anda pikirkan menggunakan logika dan kasih sedikit, apabila anda yang secara congkak menonjolkan keahlian farisi anda kemudian mengakibatkan mas theo kepahitan dan pindah ke agama lain, apa yang terjadi ?
    selain anda telah mengakibatkan mas theo pindah keyakinan, anda juga berhutang emosi karena telah menyakiti mas theo, dan itu saya yakin pasti akan selalu anda bawa sampai dalam kubur. selain itu apakah yang anda lakukan itu benar atau malah mengubah rencana Tuhan atas diri mas Theo…
    sekali lagi jalan Tuhan itu jauh lebih sempurna dan tak akan terselami oleh kemampuan farisi anda…
    Untuk Mas Theo, saya harap, anda jangan pernah merasa kepahitan dan sakit hati atas omongan para Farisi, jangan anda sekali – kali berpikiran untuk meninggalkan agama yang anda anut dari lahir..
    saya harap anda mau dengan kerendahan hati memaafkan, mengampuni dan mendoakan setiap orang yang selalu berkoar – koar kepada anda..
    dan yang paling saya harapkan, jangan anda rusak rencana Tuhan atas diri anda.. tanya Tuhan lagi, bagaimana kehendak Dia atas diri anda…
    Tuhan berkati…
    Salam kasih…

  39. @By The Grace
    tapi satu hal yang saya harapkan, selain kemampuan anda yang sudah sangat “hebat” itu, tolong anda juga asah tentang “KASIH” bukan kah Yesus sendiri juga mengajarkan bahwa kasih adalah dasar dari segalanya. Jadi saya harap, tolong anda2 yang sangat ahli dalam masalah Alkitab atau kitab suci, naikanlah level anda, jangan berhenti hanya menjadi farisi, tetapi jadilah gambar Yesus.

    Saya tidak tahu dan tidak perlu tahu siapa orang yang anda maksud

    tetapi perlu bertanya kepada Anda, karena uraian Anda tidak jelas.
    KASIH? Kasih seperti apa yang anda maksud?

    cuek, tidak berkomentar apapun?
    membiarkan Theo dalam keadaan pilihannya?
    mendukung dia dengan pendapatnya “gay bukan dosa”?
    mengingatkan Theo, bahwa ada ‘jalan lain’ yang bisa ditempuh (selain menjadi gay)?

    Gambar Yesus yang seperti apa?
    Yesus yang menderita di kayu salib? Yesus yang bangkit di hari ketiga? Yesus yang naik ke surga?
    Yesus yang mengatakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Matius 3:2)
    Yesus yang mengatakan: “Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! …(Matius 23:33 )
    Yesus yang bilang: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)
    Yesus yang bilang, “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. (Matius 10:34)
    Yesus yang mengatakan, “”Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (Yohanes 8:11)

    dan sebagainya… hah… masih banyak tentang Yesus yang lain-lain….

    Kasih yang seperti apa Bung? Yesus yang seperti apa Bung?
    tolong jawab.

    persoalan di sini bukan karena Theo GAY, bukan karena Theo mengaku GAY, tetapi karena dia menyatakan pendapatnya bahwa GAY BUKAN DOSA.

    (bagi saya tidak masalah Theo itu GAY dan mengaku terang-terangan sebagai GAY, tetapi saya mengomentari pendapatnya bahwa “gay bukan dosa“.
    ketika saya kuliah dulu juga berteman dengan orang yang gay, tapi tidak ada masalah, sampai sekarangpun kalau kami bertemu, juga masih ngobrol-ngobrol, baik-baik saja….jadi tolong pahami persoalannya, jangan dicampur aduk, ini bukan es campur, tahu campur atau nasi rames……)

  40. Gay??
    Perasaan nya gmn zih…??? lho Cowok suka sama Cowok???
    Mungkin Pertanyaan yg gk berbobot..<<18tpa(calon Mahasiswa Baru) pun itu ini Kenyataan dan ADA
    BENer2….BUMI UDAH tua….
    DAN Bentar lg gak menutup kemungkinan Klw ada 4 STATUS di DUNIA(umum)
    1.PRIA
    2.WANITA
    3.GAY
    4.LESBI
    PA pun itu…lho kak Theo mau sembuh… PASTI yang DUKUNG BUANYAK ORANG KOK…
    MUNGKIN DENGAN coba Menikah dengan WANITA yang sabar X…..(TANK’s)

  41. Kalo menurut saya (bebas to ya kalo aku berpendapat) ya to????
    saya setuju pendapat By The Grace.
    Karena yang kita ketahui itu hanya sepanjang batasan kemampuan manusia.

    Kita mau bicara berdasarkan kitab suci agama manapun, ya monggo,
    tapi kalo yang diatas ( SANG HYANG WIDI LAN KUOSO) itu punya keinginan lain,
    apa mau dikata…..

    Seperti dulu, saat ahli-ahli taurat mempunyai sebuah argument yang bagi mereka benar.
    Tetapi ternyata Yesus punya pendapat yang beda kan……

    Nah sama……
    Kita yang hanya manusia ini, jangan sampai menghakimi sendiri.

    Apakah kita udah dengar dan tau sendiri bahwa yang diatas ngomong kalo “GAY itu dosa Lho…”
    Ndak kan….
    Kemampuan kita hanyalah manusia yang tidak akan dapat mengetahui banyak hal seperti rencana-NYA.

    Sekarang saya pasti dapat katakan apabila Anda semua yang mengatakan bahwa GAY itu dosa,
    apabila Anda itu menjadi GAY, Anda pasti akan mengatakan hal yang berbeda.

    Sama seperti saat ini Anda mengatakan banhwa kita harus berkata yang sopan dan tidak tercela, Tetapi kalau kita dalam keadaan yang terdesak, misalnya mengalami bencana/musibah, kita pasti mengumpat….

    HAYO, siapa yang belum pernah mengumpat……..

    Nah, itu dia,
    Siapa tau di atas, Yesus, Muhammad, Krisna, Sama Buddha sedang minum teh bareng……
    Liat kita debat sambil tertawa…..

    Ya kan….

    INGAT, ini pendapat lho…..

    Aku buka GAY, hanya pencinta pria eh wanita dink…..
    Wkk…kk..kk..

  42. setiap orang bakal mengalami titik baliknya sendiri…. mungkin cuman berharap…. tapi harapan itu adalah kehidupan…. (pusing ya???? he5….) aku cuman berharap kelak kak Theo juga mengalami sebuah titik balik…. yach kalo di pelem2 itu ada klimaks ‘n anti klimaksnya kan? kehidupanpun ibarat sebuah film panjang….meski panjang….pastilah film itu akan berakhir….. nach sebelum film yang memasang kak Theo sebagai tokoh utama ini berakhir, pastilah akan ada masa antiklimaksnya….. entah kapan…tapi aku yakin pasti ada…..

  43. gua budy gunawan 15th,gua tinggal dikalimantan barat tepatnya diketapang,sebagai seorang gay,gua ikut semua saran lo pada,mengapa kita gak buat suatu kelompok gay,karena semua gay tidak mau memberitahu bahwa dirinya gay,kenapa kita tidak membuat sebuah tanda pada diri kita,seperti tato……. tapi kita harus yakin bahwa gay bukan kutukan,cepat ato lambat kita pasti akan diakui………percaya pada diri kita sendiri,no hp gua 085246873172

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Geser ke Atas