Pro Kontra Seputar Gay

Browse By

Perjuangan Stevanus Theodurus, dalam memperjuangkan hak lesbian, gay, biseks, transgender dan transseksual (LGBT) menuai pro dan kontra. Terbukti, sejak pengakuan tentang jati dirinya di situs web Scientiarum, timbul komentar dari berbagai kalangan mengenai kaum LGBT. Tak jarang komentar pedas ia terima. Tapi ada pula sebagian yang memahami dan menerima dirinya.

Theo, demikian ia biasa disapa, merupakan Petugas Lapangan Yayasan Gessang untuk Kota Salatiga. Gessang adalah yayasan yang bergerak di bidang sosial, advokasi, dan HAM untuk kaum gay. Theo juga tercatat sebagai mahasiswa aktif Program Studi Komunikasi FISIPOL UKSW angkatan 2006.

Theo memandang, LGBT bukanlah penyakit dan bukan dosa. “Kalo gay adalah penyakit menular, saya cuma mau ngomong, ‘Tolong carikan obatnya dong.’ Kalau tidak ada obatnya, berarti ada dua penyakit yang belum bisa diobati di Indonesia, yaitu gay dan AIDS. Gay bukan penyakit, tapi itu hanyalah suatu perbedaan orientasi seksual,” kata Theo.

”Di Salatiga, yang saya ketahui, ada 200 gay dan 50 persen adalah anak UKSW. Namun mereka masih tertutup dan belum mau mengaku. Sebenarnya, orang-orang yang berjalan dengan maskulin tidak menjamin bahwa ia bukan gay,” papar Theo.

Apakah LGBT itu bukan dosa dan bukan penyakit? Pertanyaan inilah yang akan digali lebih dalam melalui perspektif teologi, sosiologi, psikologi, dan biologi.

Menurut Dien, Dosen Fakultas Teologi yang mengampu matakuliah Feminisme dan matakuliah Gender (Program Pascasarjana), LGBT masih diperdebatkan “kedosaannya,” karena ada pihak yang menentang dan menganggap LGBT sebagai dosa dan harus dikembalikan ke jalan yang benar. Namun ada juga yang mengatakan bahwa LGBT bukan dosa, karena mereka juga mahluk ciptaan Tuhan, dan Tuhan juga mempunyai kuasa yang sama besarnya untuk “mengubah” ciptaannya.

“LGBT tidak dapat dikatakan sebagai dosa. Sejauh bukan sebagai ‘tren,’ karena dewasa ini banyak yang ‘tiba-tiba’ menjadi gay (karena) sekadar tuntutan dunia hiburan,” kata Dien.

Jika seseorang tiba-tiba “menyimpang” dari jalan yang sudah digariskan oleh Tuhan, hanya demi tuntutan duniawi, maka hal tersebut dapat dikatakan sebagai “dosa.” Selain itu, Dien juga menegaskan, bahwa “kelainan” seksual ini dapat terjadi karena berbagai faktor, misalnya saja faktor lingkungan; karena memiliki banyak saudara perempuan, atau terbiasa diberi mainan atau pakaian yang tidak sesuai dengan jenis kelaminnya.

Hal senada juga diamini Dosen Fakultas Biologi, Ferry Karwur. Menurut Ferry, ketertarikan seksual dipengaruhi oleh dua faktor, yakni faktor genetik dan faktor lingkungan. Sistem ketertarikan seksual manusia berada di antara lalat buah dan reptil (buaya). Lalat buah, bagaimanapun kondisi lingkungan, tidak akan mengubah orientasi seksualnya. Genetik memegang peranan 100 persen. Sedangkan buaya terpengaruhi oleh suhu (lingkungan).

Manusia dapat mengalami kebocoran genetik. Hormon sebagai penentu organ seks sekunder (payudara, jakun, dan sebagainya) dalam perkembangannya menjadi perantara situasi lingkungan dan genetik. Lingkungan dapat mengendalikan kita untuk mengubah orientasi seksual.

Neural pada manusia sangat kompleks. Hal ini menyebabkan neural kita berkembang lebih terdiferensiasi, tidak terprogram seperti robot. Sistem manusia yang unik ini membuat perbedaan orientasi seksual bagi tiap-tiap individu.

Ilmu psikologi sudah menyatakan bahwa homoseksual bukanlah penyakit ataupun kelainan. Perlu dibiasakan untuk mengatakan dan meyakinkan diri sendiri bahwa “saya adalah normal.” Penting untuk menghilangkan sifat apatis dan menutup diri dengan perasaan bersalah. Masalahnya, banyak lesbian yang merasa berdosa, sehingga makin menjauhkan diri dari aktivitas ibadah. Kalau perasaan negatif terus menggeluti pikiran, hal itu justru bisa menimbulkan rasa lemah. Nomor satu yang paling penting adalah menerima diri sendiri terlebih dahulu.

Berbeda dengan tiga perspektif yang lain, sisi sosial lebih menekankan bagaimana hubungan interaksi antara kaum LGBT dan masyarakat. Maksudnya, bagaimana cara kaum LGBT dapat masuk dan bergaul dengan masyarakat.

“Untuk urusan dia gay atau nggak sih nggak masalah. Yang penting jangan mengganggu aja,” ujar Rido, mahasiswa UKSW. “Yang penting, kita yang normal ini nggak merasa keselamatan kita terancam. Saya punya teman gay dan dia seringnya ya bergaul cuma dengan teman-teman cewek. Mungkin teman-teman cowok termasuk saya agak jaga jarak aja ya … tanpa bermaksud mengucilkan.”

87 thoughts on “Pro Kontra Seputar Gay”

  1. STR says:

    Yosi, itu kamu wawancara sama yang namanya Dien, apa bener dia dosen Teologi & Pasca? Kok statement-nya ndak ada yang berdasar gitu ya? Sisi teologisnya mana? Paling ndak, seharusnya ada tinjauan pustaka dari literatur-literatur yang dia punya. Yah … Kalo ndak ada, ya ambil dari Alkitab aja juga ndak papa. Yang penting ada referensi pendukung. Masak dosen teologi Satya Wacana kalah sama situs christiangays.com? Itu situs berani memuat banyak dasar-dasar teologis Kristen yang mendukung gay (meskipun ngawur semua).

  2. Wilson says:

    Ada tertulis dalam Alkitab, Manusia diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah.

  3. ody says:

    Wahh, Aku juga dulu punya sahabat yg guy, 2 orang lagi. dalam 1 minggu merka berdua tidur di tempatku 3 malam tapi aku enjoy aja coz mereka normal. paling2 mereka suka sama sesama mereka…tapi lucu sich kalo orang normal tau hal seperti itu….geli aja… tapi gpp sich menurutku, hak asasi org…

    GBU ALL

  4. Dimas S. Aditya says:

    Gay adalah sebuah pilihan hidup. Sama seperti kalo saya memilih fakultas hukum sebagai tempat saya kuliah. So, selama kaum LGBT itu tidak mengganggu kita, untuk apa kita harus mempersoalkan?
    Saya seorang vegetarian, dan saya memilih itu sebagai jalan hidup saya. Tapi, di sekeliling saya, banyak orang2 yang makan daging. So, do I have to get angry to them? And do they have to get angry to me? Ga perlu, khan? Selama saya dan mereka tidak saling memaksakan kehendak kita, semuanya baik2 aja, kok.

  5. Petrus Wijayanto says:

    Namun ada juga yang mengatakan bahwa LGBT bukan dosa, karena mereka juga mahluk ciptaan Tuhan, dan Tuhan juga mempunyai kuasa yang sama besarnya untuk “mengubah” ciptaannya.

    iki statement piye tho? ra jelas karepe…..
    lha justru ciptaan Tuhan itu dipertanyakan dosa apa tidak-nya, kalau bukan ciptaan Tuhan, ya nggak bisa berdosa, contohnya, mobil itu bikinan manusia, nggak ada mobil berdosa (tapi ada juga ciptaan Tuhan yaitu yang berwujud benda mati, yang tidak perlu dipertanyakan dosa apa tidak).

    sebelum menilai dosa apa tidak dosa, perlu disepakati dulu:
    dosa itu apa?
    standard dosa/tidak apa?

    bagi saya: dosa=pelanggaran pada perintah Tuhan (atau apapun yang dianggap Tuhan)
    standar dosa/tidak dosa: Firman Tuhan (atau yang dianggap Firman Tuhan)

    jadi BEDAKAN (misalnya) antara
    DOSA dengan TIDAK BERMORAL
    DOSA dengan BERBUAT JAHAT
    DOSA dengan KESALAHAN
    DOSA dengan ASUSILA
    DOSA dengan TIDAK NORMAL
    DOSA dengan MASALAH

    yang pernah saya pelajari: DOSA tetap DOSA. Melanggat perintah Tuhan adalah DOSA. Misalnya, ada perintah “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (karena ini adalah PERINTAH, maka tidak menurut perintah Tuhan ya jadinya berdosa, jadi TIDAK MENGASIHI adalah DOSA)
    Tapi kalau Anda berpendapat bahwa TIDAK MENGASIHI = bukan dosa, ya silakan saja..

    jadi mohon bu Dien (khususnya yang Teologi) sepakati dulu: DOSA itu apa?

  6. uge basar says:

    Saya kira pertanyaannya adalah Gay itu menular atau tidak? apakah seseorang yang tadinya normal kemudian bergaul dengan para Gay menjadi terpengaruh dan menjadi Gay?
    Adakah research mengenai hal ini? apakah research-nya itu representatif?
    Bukankah Gay berbeda dengan Banci?

    Dulu para orang tua kuatir kalau anaknya berduaan dengan seorang wanita di kamar, sekarang lebih kuatir kalau berduaan di kamar itu sesama pria. Gila bukan!

  7. ketua LGBT Kota Salatiga says:

    Terima kasih atas emua komment anda. tapi perlu diketahui sebelumnya bahwa setiap kita hiduo tidak untuk melihat semuanya dari sisi akademisi. lulusan sarjana dengan IP 4 belum tentu masuk ke dalam perusahaan kalau dia tidak mempunyai keahlian yang sangat kuat dan juga mempunyai pengalaman hidup dengan sesamanya manusia.

    aku hanya ingin bilang…

    MEMANG KAMI BEDA

  8. ketua LGBT Kota Salatiga says:

    ADA YANG KURANG DARI KALIMAT TERAKHIR SAYA>>>>

    MEMANG KAMI BEDA TAPI JANGAN BEDAKAN KAMI

  9. Grace says:

    Istilah/nama Gay yg sering qt dngar itu mrpk salah 1 bntuk dari homoseksual,dmn laki2 mmiliki orientasi seksual thd sesama jenisnya.Sdgkn bentuk2 homoseksual yg lain yaitu:(1).TRANSVESTITE,yaitu laki2 yg mmiliki kbiasaan u/ bperilaku sama spt lawan jenisnya (perempuan),misalnya dlm hal bpakaian,bbicara,or hobi.(2).HERMAPRODITE,yg mrpkn istilah u/ mnyebut org yg scr fisik mmiliki 2 mcm ciri fisik (mmiliki alat kelamin yg tdk smpurna bahkan sampai 2 mcm).(3).TRANSEKSUAL,yaitu mngubah bentuk tubuh lewat operasi plastik or mnyuntikan hormon2 seks dari lawan jenis biar tubuhnya bisa jd serupa sama lawan jenis (perempuan). Kaum Gay jg punya komunitas di antaranya gay persada, gay nusantara, gaya, yg tbentuk krn background ksamaan pkerjaan/profesi,usia,t4 tnggal,or status sosial.Pnolakan yg dlakukan masyarakat thdp gay bs mnimbulkan dampak Psikologis bwt kaum gay tsb,so mrk jd gk mau bgabung d masyarakat or withdrawal.Kl mnrt agama Islam,gay itu dharamkan & bs mnimbulkan azab/hukuman di akhirat bg pelakunya (Al-qur’an QS Al-A’raf(7):80-84; QS Hijr(15):57-77.Klo mnnrt agma Kristen,perilaku gay dianggap sbg suatu cr u/ mngubur kbenaran mngenai Allah yg mnciptakan manusia spy mnemukan hidup sejati ddlm diriNya.Homoseksual dpandang sbg pnindasan thd kbenaran Allah (Roma 1:18-26).Gay itu normal/gak sih?kl mnrt masyarakat pd umumnya jls gk normal/mnyimpang (sesuai dg kurva normal), tp klo mnrt para gay sndiri,perilakunya itu sah2 aja & gk mnyimpang.

  10. Ketua LGBT kota Salatiga says:

    anda ingin membaca bahwa
    ISLAM MENGHALALKAN HOMOSEKSUAL
    Buka dan bacalah www. gessang.com pada rubrik berita.

  11. WIT says:

    maksud anda gessang.org ?

  12. Dimas S. Aditya says:

    Yak toel !!! The, yg bener, http://www.gessang.org bukannya http://www.gessang.com
    Yah, gimana tho? Kok yg bukan anggota gessang, malah lebih tau. Dipertanyakan, nich si Theo, hehehe…

  13. WIT says:

    “LGBT tidak dapat dikatakan sebagai dosa. Sejauh bukan sebagai ‘tren,’ karena dewasa ini banyak yang ‘tiba-tiba’ menjadi gay (karena) sekadar tuntutan dunia hiburan,” kata Dien.

    logika kalimat itu: jika sebagai trend berarti dosa, begitukah?
    dosa atau tidak itu penentunya Tuhan (ya kalau kita percaya adanya Firman Tuhan dalam Kitab Suci, dasar penentuan dosa/tidak dosa itu Firman Tuhan) bukan sebagai tren atau tidak sebagai tren,
    Embuhlah…. ra melu-melu….

    saya baca dari http://www.gessang.org:
    Professor UIN berpendapat, katanya Islam mengakui homoseksualitas
    “berpendapat” tambah “katanya” lagi…

    yen basa jawane: …..nganggit …..tur jarene…..
    lha kuwi khan jaremu….kuwi khan karepe Togog, tapi mBilung ora mathuk je….piye jal?

  14. WIT says:

    nuwun sewu para sedherek sedaya,
    kala wingi kula sowan wonten dalemipun Ki Soma, kaliyan Ki Harun (mahasiswa pascasarjana UKSW) saperlu sowan, ngangsu kawruh bab gesang ing alam donya punika.
    wonten ing pirembagan, antawisipun, kula nyuwun pirsa, pripun pamanggihipun Ki Soma, bab tiyang jaler ingkang dhemen kaliyan tiyang jaler.
    Pamanggihipun Ki Soma (kirang langkungipun kados mekaten:)
    Ki Soma: ya kuwi ya wis bener….. bener-benere wong keliru
    Wit: lho kok ngaten Ki?
    Ki Soma: ya wis bener, amarga sing marahi dadi lanang utawa wadon iku daya, yen ada daya wadon, ya wujuda lanang ya seneng karo wong lanang
    Wit: punapa saged dipun ewahi Ki..
    Ki Soma: ya bisa, nanging angel…

    (kula sowan ngembag bab daya-rasa-zat, ingkang wonten ing jagad punika)
    nuwun…(latihan basa jawi, mumpung dereng kesupen)

  15. ertan says:

    Menanggapi pernyataan dari theo soal gay bkn dosa, tidak perlu kita sebut menurut ajaran agama mana, akan tetapi semua agama melarang dan mengutuk hal tersebut karena menyalahi kodrat yang diberikan olehNYA.
    K O D R A T.
    Merubah/menyalahi kodrat sama dengan melanggar ajaran agama.
    Melanggar ajaran agama sama dengan dosa.
    Dan apabila ada dari kita yang membenarkan hal2 tersebut, menurut saya itu adalah pembenaran pribadi/kelompok bukan pembenaran dari sebuah agama.
    Kalau pandangan saya sebagai mahluk sosial, saya menghargai mereka dan keberanian mereka menunjukkan jati dirinya kepada umum. Two thumbs up!
    Tapi bukan berarti saya mendukung. Karna tidak sesuai dengan nilai agama.

  16. Ferdi says:

    Mas Wit, mbok yach jangan terlalu ditanggapi serius . . .
    Ketok’e mas wit demen banget karo kasusnya LGBT ini. . .
    Hati-hati 🙂

  17. wit says:

    demen? dhemen?
    sy sih lebih dhemen sama perempuan cantik he he he…..
    sy lebih senang googling dengan keyword “gadis cantik” atau “gadis sexy” daripada “pria gagah” ha ha ha….

    ya…., saya khan berusaha menggali informasi lebih banyak…, supaya kalau ditanya/ngomong, tahu “permasalahannya”. Dari pengalaman saya selama ini (berdiskusi/berdebat/chatting – diinternet) sebagian orang itu nggak mau menggali informasi dengan baik, tapi asal berani ngomong/komentar, kemudian setelah dihadapkan pada fakta yang sebenarnya, terus diam, nggak muncul lagi…
    (contohnya: googling saja pakai kata kunci “Ali Mahkrus”, tuh khan banyak komentar yang simpang siur mengenai keberadaannya — saya gali informasi tentang beliau, saya bertemu beliau, saya dapat no telp.rumah dan hp-nya, saya tahu alamat rumahnya, jadi kalau ngomong tentang beliau, informasi saya lebih valid, gitu contohnya)

    Kebetulan saja ‘kasus’ LGBT ini sedikit menarik buat saya karena Theo bilang masalah “dosa”. Sy pernah dapat ‘pelajaran’ tentang “dosa”, jadi ya saya berani berkomentar, dengan dasar pemahaman yang sy miliki sampai saat ini. Saya memang ada ketertarikan pada hal-hal yang berbau rohani/spiritual, antara lain saya buat website http://gkmin.net , untuk menuangkan pikiran-pikiran saya mengenai hal rohani (kristen — karena dalam KTP saya ditulis–>> “Agama: Kristen”)

  18. yehezkiel says:

    Siapapun dia, kalo ia tidak bisa mengendalikan nafsu sexual-nya dia tetap berdosa, walaupun ia LGBT atau heteroseksual. Kecuali, ia setia kepada pasangannya ( khusus untuk yang sudah menikah).
    Kenapa alkitab melarang orang homosexual?, jawaban-nya tanya kepada Tuhan. So, biarpun orang itu LGBT tapi ia bisa mengendalikan nafsunya ia tidak berdosa, begitupun juga orang heterosexual. Tuhan yesus sudah menang atas maut, siapun yang berbuat dosa biarkan saja ia berbuat dosa, yang rasakan akibatnya bukan kita. Orang yang tidak bisa mengendalikan nafsunya menandakan bahwa ia belum Dewasa dan belum layak
    menjadi pelayan Tuhan. Menurut saya, kalo theo bisa mengendalikan birahinya atau sudah bernazar , sah2 saja dia menjadi pelayan tuhan. OK, God Bless Us.

  19. purwanti says:

    Saya ingin berkenalan dan bertemu dengan mas Theo. Saya ingin ngobrol lebih banyak. Jika diijinkan, saya boleh minta alamat atau nomor kontak Anda? Trimakasih. Saya tidak keberatan untuk memberikan alamat email dan nomor kontak saya kepada mas Theo (tapi maaf, untuk yang lain belum bisa) bisa minta pada redaktur Scientiarum (Satria or Febri). Maaf saya berkenalan lewat forum ini karena tidak tahu bagaimana cara terbaik dan sopan untuk bisa berkenalan dengan Anda. Terimakasih.

  20. wit says:

    @purwanti..
    Mbak apa Mas ini? tetapi salut untuk Anda… semoga sukses… (asumsi saya, anda berniat baik)
    salam,(sekalipun belum kenal) -wit-

  21. STR says:

    @ wit: Purwanti itu dosen FBS. Juga aktivis gender di PPSG UKSW. Biasa dipanggil “Mbak Pur.”

  22. wit says:

    Apa dia “tyas” yang komentar di “Antonio Gramsci dan Penaklukan Perempuan”
    wah… saya jadi takut….. hi hi hi
    (karena ‘tyas” itu mengatakan saya “menghujat sesama”, “berpikiran sempit”, gara-gara komentar saya)
    ???!!! ‘mbuh lah….
    salam buat Mbak Pur….(sekarang saya yakin kalau ‘purwanti” itu benar-benar “Mbak”)

  23. basa says:

    Saya adalah ibu dari 3anak. setelah menikah sekian lama, suami saya baru menunjukkan keasliannya. Beberapa kali dia selingkuh dengan orang lain yang sesama jenis, dengan alasan tidak puas dengan perempuan, dan skrg dia lebih butuh teman kecan prianya yang sudah dijalani selam lebih dari 2 bulan. CEMBURU? pasti! SAKIT HATI? jelas! TERTIPU? apalagi!

    Setau saya (dari suami dan contoh kasus lainnya), pembentukan gay dan lesbian adalah dari sejak janin, atau lingkungan atau hubungan dekat dengan orang gay’lesbi.
    Contohnya orang ke-3 dalam pernikahan kami mulanyal aki-laki normal tetapi karena dia butuh uang maka dia jalani sebagai bawahan suami saya dengan harapan dapat uang lebih jika dapat memuaskan di tempat tidur. Sekarang, bahkan tanpa uang juga, laki-laki normal itu yang menggoda suami saya walaupun situasi kerja.
    Dibilang menular? ya! tetapi ini bukan penyakit, tetapi roh ‘gay’ sudah transfer ke laki2 normal itu.
    beberapa tidak percaya akan penyataan ini, tetapi saya percaya bahkan sedang mengalami pergumulan ini.
    tolong doakan saya. Agar saya dapat memenangkan suami saya demi ke-3 anak saya.

    Saya bisa saja mencelakakan orang ke-3 itu tetapi saya sadar sesadar2nya, bukan lelaki itu yang jadi penyebab keretakan rumahtangga kami. tetapi sifat ‘gay’ itu yang harus dibasmi.
    Sekarang saya tunggu Tuhan saja yang bekerja atas keluarga saya, dan anak2 saya dapat menjalani hidup dengan normal nantinya.

  24. wit says:

    Dibilang menular? ya! tetapi ini bukan penyakit, tetapi roh ‘gay’ sudah transfer ke laki2 normal itu. beberapa tidak percaya akan penyataan ini, tetapi saya percaya bahkan sedang mengalami pergumulan ini.

    Saya bisa mengerti Bu… dalam pemahaman saya hingga saat ini, itu memang ‘roh’ dapat menular, dan makin “lancar” menularnya dengan kontak fisik (misalnya tumpang tangan, bersalaman, ciuman, apalagi hubungan sex)

    “dunia roh” memang rumit, mungkin tidak dapat dijelaskan dengan baik, karena TIDAK KELIHATAN, sangat tergantung dengan pengalaman rohani masing-masing orang, dan perlu diingat bahwa “roh jahat” itu sangat licik, juga sangat pandai mengelabui pikiran dan mental manusia. (satan is the father of half truth — bapa setengah kebenaran)

    Namun saya percaya pada kuasa BAPA, jika roh kita (manusia) sudah sungguh-sungguh bersatu dengan roh Tuhan BAPA (roh kebaikan), maka roh-roh yang bukan dari Tuhan (roh jahat-roh ketidakbaikan) akan menyingkir, sekalipun tetap saja akan selalu “menggoda” (kalau menurut bahasa Kitab Suci, mereka (hanya) seperti singa yang mengaum-aum di sekitar kita. tetapi kita tidak perlu takut –>> baca: http://gkmin.net/?p=77

    Mengapa roh jahat (roh ketidakbaikan) dapat berkuasa dalam hidup kita, ya karena roh Tuhan (roh kebaikan) tidak “berkuasa” dalam diri kita. Tetapi bukankah kita semua percaya pada Tuhan, berdoa kepada Tuhan, beribadah kepada Tuhan. Siapa yang percaya, berdoa, beribadah kepada Tuhan? sangat mungkin HANYA tubuh kita, pikiran kita, mental/jiwa kita, tetapi BUKAN roh kita.
    Yohanes 4:23, penyembah yang benar adalah menyembah BAPA dengan ROH dan KEBENARAN. Ini kalau diuraikan akan panjang, tetapi secara singkat jika ‘roh’ kita sudah benar (dikendalikan oleh roh Tuhan) maka tubuh, pikiran dan jiwa kita akan “hidup dengan baik” (karena dibimbing oleh roh yang baik), jadi tak akan sakit jiwa, tak akan stress, tak bisa dihipnotis/digendam, tak bisa disantet, dan tak bisa dikalahkan oleh roh jahat. ( I Yoh 4:4 ….sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia)

    Solusinya: percaya pada Tuhan Yesus, percaya pada BAPA yang benar ( baca http://gkmin.net/?p=52 ) terima rohNya, usir roh jahat dalam diri kita.
    sesederhana itu? ya, iman itu tidak rumit, dan tidak perlu dibuat rumit.

    (baca tulisan saya antara lain di http://gkmin.net/?p=8 tulisan singkat ini pernah menolong seseorang menjadi bebas dari belenggu roh jahat/guna-guna )

    Sekarang saya tunggu Tuhan saja yang bekerja atas keluarga saya, dan anak2 saya dapat menjalani hidup dengan normal nantinya.
    bagus, tetap berdoa, doa sangat penting, dan berdoalah pada Tuhan yang benar.
    Jika Ibu tinggal di Salatiga, ada teman-teman yang melayani hal-hal spiritual (kami ada Pelayanan Holistik ( http://holistik.gkmin.net ), juga ada Salatiga Healing and Consulting Center – (SHCC) — sedang dibentuk.

    terima kasih..

  25. wit says:

    @basa
    salah satu langkah yang dapat ditempuh, diikutkan suami ibu ke Camp Pria Sejati ( http://gkmin.net/?p=71 )
    lihatlah jadwalnya, yang paling dekat dengan kota Ibu tinggal.
    Kalau ibu tinggal di Salatiga, saya sarankan ikut grup Solo.
    Kalau grup Semarang, malah biasanya diadakan di Quality Hotel, Salatiga,
    tetapi saya rekomendasikan ikut yang grup Solo (biasanya diadakan di Tawangmangu atau Kaliurang)

  26. wit says:

    komentar saya untu @basa sebelum ini tidak dimuat? terlalu spesifik ya…
    tidak apa2, tolong kalau mau ibu basa bisa kontak saya di wit@salatiga.biz
    atau tolong komentar saya sebelum ini di forward saja ke email-nya bu basa.
    tks
    -wit-

  27. STR says:

    @ wit: Komentar yang mana, Mas? Silakan submit lagi aja. Trims.

  28. Ketua LGBT Kota Salatiga says:

    terima kasih atas semua komment untuk post ini.
    maafkan saya, kalao saya salah ketik kemarin dalam memberikan informasi tentang alamat web kantor saya. yang benar http://www.gessang.org.

    kepada mas wit : kalao anda memang orang yang baik dan akademisi. ayo buka MATAMU, nuka hatimu, buka telinga, buka pikiran dan buka hati. anda terlalu teologis boleh saja. tetapi saya tidak suka kalau anda mengkomentari atau membuat orang takut dengan saya atau gay. karena saya tahu sapa yang dimaksud oleh basa. anda belum tahu siapa dia. tetapi saya lebih tahu siapa dia kok. baru kali ini saya ketemu atau berkenalan dengan orang yang aneh seperti anda. maaf sebelumnya saya tidak sopan. tetapi saya memang akan tidak sopan lagi kepada WIT jika dia memang tidak menghargai keberagaman ini. kalau yang di bilang bu purwanti itu tentang anda seorang `penghujat sesama` dan `pemikir sempit`. buat saya ada satu hal baru untuk anda `pengobral`. mungkin anda lebih tua dengan saya ( keliatan difoto udah keriput he…. ), tetapi dalam hal berpikir anda terlalu doktrin banget. dan satu hal lagi, aku dah terlalu malas dan terlalu kebal dengan apa yang anda bilang. cuapeks dech… ingat siapa yang akan benar. dan mungkin camp pria sejati yang ada itu -perlu mengubah pemikirannya. bahwa pria sejati tidak dipandang dari ORIENTASI SEKSUAL. tahu ga itu? kalo ga tahu berarti anda pemikir sempit. ga ada dalam Alkitab sich. tetapi buka buku lain. kalo ga mau. MATI SAJA…. dan kalau anda memang bagian dari salatiga.biz seharusnya anda netral dan anda mendukung semua. pikirin tuh korupsi pajak dan retribusi PKL di salatiga. masak pendapatan perbulan 450 juta yang dilaporkan 300juta pertahun. atau malah anda ikut makan hasil korupsi…PASTINYA…. di pemerintahan aja ada gay, kenapa anda ga obrak-abrik sana. tapi kalau saat anda berani menjatuhkan image dan membuat gay / queer jatuh dalam pendidikan, pekerjaan, keyakinan, dan lain sebagainya. maka anda akan berhadapan dengan saya, kepolisian, kejaksaan agung, dan pengadilan. karena kami juga mempunyai hak.

    @purwanti :
    silahkan mencari saya di kanfak FISIPOL. saya pasti ada disana setelah pukul 10 ( Snn – Kms ). atau kontak saya saja di youth_mobile@yahoo.com.

    @basa :
    Silahkan menghubungi youth_mobile@yahoo.com. kita bisa sharing disana. atau langsung ke hotline center di kantor pusat yayasan kami yang telah ami linkkan dengan beberapa pendeta di seluruh Indonesia. sebelumnya terima kasih….

    terima kasih untuk semuanya dan maaf ya…

  29. basa says:

    @ KETUA LGBT
    jujur saya tidak kenal anda karena saya tidak berada di Salatiga atau surabaya, bahkan setelah saya sedang mengalami pergumulan ini saya semakin tidak mau tahu tentang gay, lesbi apalagi biseks. dan saya tidak mau berhubungan melalui email pribadi.
    semua membuat saya takut akan masa depan keluarga saya – walaupun saya tahu ada Tuhan yang menjamin – Saya terlalu cinta dengan suami dan anak2 saya.
    Karena setelah saya tahu selukbeluk LGBT akan ada tuntutan untuk mengerti yang selanjutnya minta ijin., dan apapun itu saya harus merestui dengan hati hancur karena diduakan dan melihat ketidaknormalan.
    Karena hal ini yang dilakukan suami saya kepada saya selama beberapa tahun terakhir.

    Seharusnya kita realize, background dan masa depan kenapa kita ada sebagai manusia, bukan karena kata orang-orang, normal itu adalah laki-laki yang mempunyai orientasi seksual dan kehidupan sebagai lelaki, atau juga sebaliknya dengan perempuan. Tuhan ciptakan manusia itu mulia, dan cuma ada laki-laki perempuan sejak bumi diciptakan

    Ketika ada penyimpangan2 pada manusia -gay merejalela di bumi-, Tuhan murka sehingga diturunkan hujan api di sodom dan gomora. tetapi dosa lama itu muncul lagi dan bahkan ada dalam keluarga saya.

    Kalo bagi anda LGBT bukan dosa tetapi sebagai keragaman, mungkin juga anda akan bilang keragaman antara anak yang patuh dan anak yang suka melawan. Karena melawan adalah merupakan ‘hak’!!!

    Saya bukan pendeta, saya hanya ibu dari 3 anak yang minta tanggung jawab seorang ayah sebagai imam keluarga yang bertanggung jawab lahir dan batin bagi keluarganya. Jika Biseks adalah haknya, lalu apa hak saya sebagai istrinya? lalu apa hak anak saya sebagai orang yang dilahirkan dari benihnya? Apa kami akan dilepaskan demi penyaluran biseksnya??? karena hidup menjadi penting jika hak biseknya didapatkan? Orang ketiga dalam keluarga kami tidak hanya mencuri uang kami tetapi cinta dan hati kami.
    Hanya karena alasan biseks, saya dan anak2 harus merelakan ‘sang ayah’ jauh dari keluarga. Apa ini juga yang anda maksud keragaman dalam berkeluarga. karena PASTI ada keluarga yang normal dan ada juga yang berantakan. Jika benar ,Betapa menyedihkan hidup ini!!

    Saya tahu Tuhan adil dan tidak akan mau melihat airmata. Keluarga lain bisa ‘normal’ sementara keluarga saya ‘berantakan’. Oleh karena itu saya tidak akan menyalahkan Tuhan seperti Ayub, karena kuasa ‘biseks’ lah yang membuat keluarga saya berantakan.

    @ mas Wit
    Thanks buat dukungannya. Tolong doakan.. karena saya sedang tidak sanggup berdoa.

  30. STR says:

    @ basa: Jangan menyerah, Bu …. Maaf, saya cuma bisa dukung lewat komen ini. 🙂

  31. wit says:

    @Ketua LGBT Kota Salatiga
    karena saya tahu sapa yang dimaksud oleh basa. anda belum tahu siapa dia. tetapi saya lebih tahu siapa dia
    vs…. @basa
    jujur saya tidak kenal anda
    ????
    baru kali ini saya ketemu atau berkenalan dengan orang yang aneh seperti anda. maaf sebelumnya saya tidak sopan. tetapi saya memang akan tidak sopan lagi kepada WIT

    aneh? apanya yang aneh? karena tidak sependapat dengan anda?
    silakan anda tidak sopan pada saya, (saya pelajar Kawruh Jiwa, salah satu prinsip di KJ adalah “tanpa marah”, juga saya belajar untuk menjadi “manungsa tanpa ciri”, sopan/tidak sopan anda, tidak akan “ngefek” pada saya, saya tetap biasa saja, ‘tanpa dhemen tanpa sengit’ tetap menganggap anda sebagai sesama manusia.) — http://ilmubahagia.salatiga.biz
    tetapi mohon tetaplah sopan pada orang lain yang berbeda pendapat dengan anda, karena itu akan menunjukkan kebesaran hati anda.

    dan mungkin camp pria sejati yang ada itu -perlu mengubah pemikirannya. bahwa pria sejati tidak dipandang dari ORIENTASI SEKSUAL. tahu ga itu?

    Kalau anda ikut Camp Pria Sejati, baru anda akan tahu apa yang dibahas di sana (bahkan tidak banyak disinggung masalah orientasi seksual) — tetapi mungkin anda akan tahu bagaimana seharusnya seorang pria (tentunya dari sisi pandang Kitab Suci) Camp Pria Sejati, sudah dijalankan bertahun-tahun di berbagai negara, sudah terbukti efektif.

    masak pendapatan perbulan 450 juta yang dilaporkan 300juta pertahun. atau malah anda ikut makan hasil korupsi…

    kalau bikin statement perlu dukungan data mas?! jangan membabi buta.

    tapi kalau saat anda berani menjatuhkan image dan membuat gay / queer jatuh dalam pendidikan, pekerjaan, keyakinan, dan lain sebagainya. maka anda akan berhadapan dengan saya, kepolisian, kejaksaan agung, dan pengadilan. karena kami juga mempunyai hak.

    kalau anda sudah yakin benar, anda tidak perlu melawan siapapun yang tidak sepakat dengan anda, anda tinggal tetap teguh di “jalur” anda, bahkan dengan diam saja, kebenaran akan terungkap. kalau anda membela diri mati-matian, bukankah malah menunjukkan bahwa keyakinan anda sebenarnya rapuh.

    saya sebenarnya tidak peduli dengan yang memang memilih menjadi gay, tetapi pada @basa , saya tawarkan solusi, sendainya mau ditempuh, jika tidak mau ya silakan saja, itu hak dia/suaminya. Apa tidak boleh saya tawarkan ‘sesuatu’ yang mungkin dapat membantu?
    Atau harusnya saya sampaikan ke @basa, “sebaiknya ibu mendukung suami ibu, karena itu hak-nya untuk menjadi biseks”, begitu?

    baca tanggapan @basa selanjutnya
    sebagai istri, dia (dan anak-anaknya) juga berhak menikmati kasih sayang suaminya, yang tidak terbagi dengan orang lain.
    gimana Mbak Pur, anda perempuan, juga aktivis gender…… saya harap bisa memahami ‘penderitaan’ ibu @basa

  32. Ferdi says:

    @Ketua LGBT Salatiga : Anda percaya pada Tuhan ??? Saya tidak yakin 100% kalau anda itu percaya dan dekat dengan Tuhan, MENGAPA ? Ketika ada solusi kerohanian dari orang lain yang notabenenya untuk menambah arsip keimananmu kok kamunya malah menyatakan “Anda Terlalu Teologis boleh, tapi …”
    Kata “tapi” nya itu yang membuat saya berpendapat bahwa anda itu tidak sepenuhnya dekat dengan Tuhan.

    Semoga saja saya salah. . .

  33. Nona says:

    Walaupun LGBT melanggar kodratnya sebagai manusia, kita nggak berhak untuk mengatakan bahwa hal itu adalah dosa, ‘coz yang berhak untuk mengatakan suatu perbuatan itu adalah dosa hanya ” TUHAN “,

  34. Theo-Ketua LGBT Kota Salatiga says:

    Ok aku ucapkan selamat berjuang untuk ibu basa. sebuah hal yang harus selalu diperjuangkan seorang ibu untuk menjaga keharmonisannya dan selalu mencintai, menghargai dan mendampingi keluarganya. BRAVO…

    untuk WIT masalah tentang retribusi PKL. perlua anda tahu saya seorang yang lebih tahu soal politik dan saya tahu data itu dengan melakukan survei dan penelitian yang benar. ngapain juga aku nulis githu thok… aku ga perlu ke`terkenal`an tapi yang aku butuhkan pengakuan saja. bahwa seorang manusia yang berorientasi seksual sebagai seorang gay ini mempunyai hak untuk berpendapat dan mempunyai hak untuk bersuara. keikutsertaan saya dalam sebuah partai politik membuat saya semakin yakin kalau memang hak WNI saya sudah sedikit tercabut. bukan karena saya seorang kriminal atau bandar narkoba tetapi karena orientasi seksual saya. kalau sdr. wit ingin lebih tahu ya buktikan sendiri saja. ga perlukan aku tunjukkan ataupun aku lemparkan ke muka anda hasil penelitian saya. cukup representasi dari tulisan penelitian saya saja sudah cukup.

    mohon dimengerti….

    inilah adalah komentar saya yang terakhir untuk wit atas segala komentarnya…. karena saya tidak mau berdebat dengan ( karena ‘tyas” itu mengatakan saya “menghujat sesama”, “berpikiran sempit”, gara-gara komentar saya ). uch… cuapek dech… untuk wit kalau tetap mau menghujat saya dengan doktrin agama anda silahkan saja. buat saya anda sama-sama manusia yang berdosa sejak lahir dan sama seperti saya.

    tetapi untuk semuanya masih aku tunggu komentar anda semua dan saya akan menjawab satu-persatu komentar anda. terima kasih…

  35. fani says:

    kalau merujuk gay = pasan gan 1 jenis, tetapi ada perkataan klise, yang sumbernya bisa dipertanggungjawabkan, kitab suci bahwa kita diciptakan berpasang-pasangan. ada laki-laki tentunya ada perempuan kan?

  36. xteen says:

    kaum gay adalah manusia. apapun kondisi mereka, mereka tetap mahluk ciptaan Tuhan. kalau anda adalah manusia yang paling PERFECTt didunia ini, wajar saja anda menganggap mereka yang memilih hidup sebagai gay adalah merupakan tindakan penyimpangan. tapi bagi anda yang menyadari bahwa anda adalah manusia yang memiliki kekurangan, sebaiknya anda jangan MENGHAKIMI kaum gay. seharusnya kita merangkul mereka dan menjadikan mereka sebagai sahabat dan saudara. alangkah indahnya dunia ini apabila kita SALING MENGASIHI dan MENYAYANGI tanpa memandang PERBEDAAN ataupun KEKURANGAN orang yang ada disekitar kita.

  37. pembaca says:

    capek juga ngikutin berita orang satu ini, wis ngeyel, kemaki, ora duwe dosa rasane…wong kok goblok, msok jeruk makan jeruk? wis lah sakkarepmu..arep homo arep sok politik sak karepmu..

  38. jesiko mandang says:

    Orang yang mengaku Gay atau lesbi, kesimpulannya mereka sedang sakit. Perlu segera menolong dirinya sendiri. Syarat kesembuhannya adalah membuka diri, mengenal diri itu secara sekuler dan bertobat itu secara rohani, boleh pilih lewat agama yang diminati n usul saya cobalah berdoa kepada Tuhan Yesus kristus, Ia hanya sejauh doa. N saya jesiko mandang siap membantu saudara, walaupun diluar Jawa sekarang. N saya ingatkan kepada mereka yang pro jangan sia siakan batin logika untuk hal – hal yang paling sia-sia di dunia, tapi marilah diisi dengan berkarya untuk penyebaran kabar kusukaan karena saudara dipanggil untuk tugas yang mulia dari Allah Sang Pencipta kita n tidak semua orang mendapat berkat yang demikian. Syalom
    jesiko mandang 085657015579

  39. Noel says:

    banyak sekali komentar yang saya baca yang isinya ada yang setuju dengan adanya gay adapula yang tidak, saya gak tau alasan apa yang diunkapkan bagi yang setuju atau menganggap gay merupakan suatu yang bukan menjadi masalah.
    tetapi menurut sya pribadi bahwa gay adalah suatu kelainan yang sangt susah dapat diterima didalam masyarakat, karena pada awalnya Tuhan menciptkan laki-laki dan perempuan. dan seiring berjalannya waktu koq bisa tiba muncul kaum mengaku sebagai kaum gay dan kaum lesbi, ini sudah jelas ada yang tidak beres.
    apakah dalam hal ini kita menyalahkan Tuhan atau siapa?sudah jelas Tuhan menciptakan hanya 2 jenis kelamin laki2 dan perempuan, gak mungkin kan Tuhan salah memberikan jenis kelamin pada manusia?
    sebaiknya intropeksi diri yang merasa sebagai kaum2 tersebut, jgn anda menyalahkan anda diciptakan sebagai laki2 atau perempuan sedangkan anda merasa tidak dalam kondisi dimana anda telah diciptakan….
    masih banyak jalan untuk menuju kesembuhan, asalkan ada kemauan dan dapa menerima diri anda sebagai mana anda sekarang..
    God Bless

  40. steaven octavianus says:

    ADA TERTULIS MANUSIA DICIPTAKAN LAKI2 DAN PEREMPUAN.

    MAKA HENDAKLAH LAKI2 MENINGGALKAN AYAH DAN IBUNYA KEMUDOAN BERSETUBUH DENGAN WANITA(KEJADIAN)
    DI KITAB KELUARAN DITULISKAN BAHWA LK2 YANG MENYUKAI SESAMA JENIS AALAH KEKEJIAN BEGITU PULA WANITAN ITU ADALAH HUKUM WAJIB DAN TUHAN SUDAH BERKATA NAHWA ITU DOSA..

    MAKA DARI ITU BERTONATLAH SEBELUM MASUK NERAKA,BEHITU PULA ORANG2 YANG MENDUKUNGYA BERTOBATLAH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    JIKA ANDA BELAJAR TENTANG TEOLOGI HARUSNYA ANDA TDK MENYETUJUI DGN ALSAN APAPUN SAYA SARANKAN ANDA UTK BELAJAR LAGI..

  41. Kristian says:

    Saya pikir pro dan kontra seputar keberadaan gay, lesbian atau apapun itu sebutannya di seluruh dunia ini sudah menjadi hal yang wajar. Setiap orang punya argumen yang berbeda tentang keberadaan komunitas ini. Saya secara pribadi memang menyadari secara benar bahwa jika ditinjau secara Alkitabiah atau mungkin ajaran agama yang lain, homoseksual merupakan sesuatu hal yang tidak dibenarkan. Tapi kita hidup dalam realita! Mereka ada dan mungkin tinggal dan dekat dengan kita!
    Sedari kecil kita selalu diajarkan tentang norma, etika, agama dan sosial. OK, mungkin dilihat dari segi norma, etika maupun agama, homoseksual adalah hal yang tidak bisa dibenarkan. Namun secara sosial, apakah salah jika kita bisa saling menghargai? Toh mereka juga manusia biasa, sama seperti kita. Sama – sama diciptakan oleh Tuhan dan mungkin juga sama – sama kuliah di UKSW. Apa itu salah?
    Bagi saya pribadi, saya menghargai keberadaan mereka. Kenapa? Saya juga mengenal beberapa teman yang mengaku gay. Beberapa bercerita cukup panjang mengapa mereka bisa menjadi seperti itu. Beberapa latar belakang yang diceritakan oleh teman – teman saya itu membuat saya sadar bahwa hidup itu sama sekali tidak sempurna. Justru karena ketidaksempurnaan itu, sebagai sesama manusia kita harus bisa saling membantu dan melengkapi.
    Intinya, urusan moral atau dosa, biarkan menjadi urusan pribadinya dengan Tuhan. Sebagai manusia yang hidup bersosial, saya pikir bukan hal yang salah jika kita bisa saling menghormati dan menghargai.
    Saya hanya ingin sekedar membagi argumen saja. Saya hanya orang biasa yang tidak tahu tentang ilmu Sosial atau Teologi secara mendetail. Jadi jika ada yang lebih pintar dan memahami kajian ilmu tersebut, saya mohon maaf jika argumen saya kurang berkenan.
    Peace & GBU…

  42. ar says:

    saya dukung mas wit aja dah, setuju sama commentnya cukup beralasan dan ada dasar yang kuat.

    so, klo menurut saya pribadi, jadi gay memang pilihan, tp tidak perlu dideklarasikan, digembor-gemborkan,
    atau malah bangga…tp itu juga terserah sih.

    yang saya tahu, Tuhan menciptakan Perempuan dan Laki-Laki, Adam dan Hawa, no one else.
    itu sih pendapat saya…dan hak saya untuk berkata begitu.

    untuk @basa : saya selalu dukung anda untuk berjuang demi kebahagiaan keluarga anda, terutama anak- anak anda. Saya juga wanita bu, jadi saya mungkin sedikit tahu seperti apa sakit hatinya Ibu. Tetap tabah saja dan bertekun dalam doa. Amien

    buat ketua LGBT, no comment dah

  43. susilo says:

    Secara hukum perilaku homoseksual adalah dosa, sama kaya perilaku sex bebas, pelacuran/ zina, mencuri, merampok, membunuh..tapi yang dibenci adalah perilakunya. Bukan orangnya. Kalau ada yang bilang bahwa kelainan genetik bisa menyebabkan homoseksual…penelitian itu masih kontroversial, hasilnya tidak significan..lagian kalaupun ada sangat jarang. Jangan bilang juga pencuri juga kelainan genetik ya. Memang ada penyakit jiwa dimana orang suka mencuri.. tapi dia dianggap sakit jiwa. Hak asasi manusia jangan dipandang sempit..siapa sih yang memaki orang Gay, siapa sih yang memaki pencuri…kalau orang tahu hukum dan berilmu tidak akan melakukannya…orang yang tahu hukum justru akan mencoba mengajak mereka kembali kepada kebaikan..Allah saja maha Pengampun..manusia juga harus demikian. Ngomong2 tentang hak yang mereka perjuangkan…ya kalau bicara hak manusia bayi- bayi yang tidak berdosa, orang- orang yang tak berdosa yang terancam terkena AIDs itu juga punya hak agar terlindungi dari penyakit-2 menular seksual…dan kalau semua orang jadi Gay…dan berperilaku gay…bisa2 nanti bukan hanya Tugas menteri lingkungan hidup bertambah bukan hanya pelestarian Alam tapi juga pelestarian menusia . Please deh jangan perturutkan hawa nafsu siapa sih yang mau kita ikuti Amerika, Belanda, dernmark…Siapa bilang mereka pejuang HAM? Negara mereka sudah hancur makanya mereka mau mencari bangsa yang bisa dijajah dan ikut dihancurkan…Kalian pikir sekarang kita tidak dijajah?…

  44. susilo says:

    Bikin komunitas silakan, tapi jangan bikin komunitas untuk mengubah hukum tuhan…bikin komunitas untuk saling menguatkan dan mengingatkan bahwa masih ada kesempatan untuk berubah..meraih kebahagian yang hakiki..meraih syurga…mencegah bencana Aids..karena safe sex artinya sex yang sesuai aturan sang pencipta. Karena Dia yang paling tahu tentang ciptaannya. Dia Maha penyayang Dia maha Pengampun..Dia akan memberikan yang terbaik asal kita berbaik sangka dan bergantung padanya. Musuh utama kita adalah syetan yang mencari kawan di neraka…mereka membujuk kita agar nafsu kita tidak terkendali…dan syetan itu ada yang dari jenis manusia

  45. theo says:

    SELAMAT DATANG TUHAN…!

  46. Zie says:

    Wah, wah, sibuk sekali mengurus diterima atau tidaknya kaum homosexual, gay, lesbian dll apapun namanya itu…
    mau jadi gay kek, lesbian kek, itu hak mereka kok.
    Ada yang ga setuju dengan adanya gay, lesbian dll kek, memusuhi gay, lesbian dll kek, itu juga hak mereka…
    Yang pasti kaum gay,lesbian,homosex, bisex, dll apapun namanya itu, tetep manusia kok.
    Tetep makan nasi (eh, iya kan? Ga makan yang aneh2 kan? Sbagai orang Indonesia tetep makan nasi yax?).
    Tetep mandi 2x shari (bagi yang mandi secara teratur, kalo yang males, ga tau juga dinx…Hehe).
    Matanya tetep 2, idung 1, mulut 1, kuping 2, tangan 2, kaki 2 (normal kan itu?)
    Tetep punya otak buat mikir (ya iyalah…kalo ga, ga mungkin idup sampe skarang…).

    Oya, adakah yang pernah bertemu Tuhan? Atau ada rencana bertemu?
    Kalo ada, tolong dong tanyakan :”Tuhan Maha baik, Adil dan Bijaksana, bagaimana derajat para kaum gay dll itu di mata Tuhan?”
    Tolong bantu saya mendapat jawaban dari pertanyaan itu ya…
    Soalnya saya belum bisa tanya sama Tuhan yang seperti itu.
    Tolong ya…
    Kalau sudah dapet jawaban, beritahu saya…
    Terimakasih banyak sebelumnya…

  47. Abdi says:

    Saya yakin tidak seorang pun diantara kita yang mengharapkan anaknya, saudaranya atau bahkan dirinya sendiri terlahir menjadi seorang homoseksual (gay & lesby). Atas dasar itu menurut hemat saya kok rasanya ga adil ya ketika kita dengan seenaknya menghakimi kaum homo (gay & lesby) sebagai orang yang berdosa, menyimpang atau bahkan tidak selamat. Sehingga denganya mereka pantas untuk disingkirkan atau bahkan dihilangkan kemanusiaanya seolah-oleh kita adalah “tuhan” bagi sesama kita yang kita anggap absurd itu. Apalagi kalo penghakiman yang kita berikan sebenarnya berakar pada kedangkalan berpikir, ketumpulan hati dan “kemiskinan” intelektual kita semata akan persoalan ini. Bahkan lebih dari itu kita sering mengunakan standar ganda dalam menilai atau bahkan menghakimi kaum homo (dalam hal ini saya setuju dengan pendapat bung Yeheskial, bahwa soal yang sebenarnya bukanlah apakah ia homo atau hetero tapi soal bagaimana seseorang mampu untuk hidup bertarak atau mengendalikan nafsunya seksualnya).
    Saya kira kita akan adil dalam menilai jika kita paham betul tentang persoalan ini, jangan hanya menjadi homophobia. Ada dua buku yang menarik yang saya kira perlu membekali kemiskinan intelektual kaum homophobia dalam menilai kaum homo. Yang pertama bukunya Collin spencer, Sejarah Homosekulitas: dari zaman kuno sampai sekarang (diterjemahkan dari Histoire de l’homosexualité : De l’antiquité à nos jours) ini merupakan satu dari sedikit literatur bermutu tentang pembahasan homoseksualitas yang mengetengahkan sudut pandang penulisan yang berbeda. Di bagian kata pengantar, Spencer menyatakan bahwa dia pernah ”terantuk” oleh sikap HOMOFOBIA. Ia tidak pernah betul-betul memahami alasan adanya HOMOFOBIA ini. Ia juga mempertanyakan mengapa ada masyarakat tertentu yang lebih bisa memaafkan homoseksualitas dibandingkan masyarakat lainnya dan mengapa begitu banyak masyarakat yang menganggap perlu untuk menindas, menghukum, menyergah atau malah membunuh para lelaki (dan perempuan ?) yang memanifestasikan cara yang dipilihnya sendiri. Pertanyaan-pertanyaan itulah yang ia coba jawab dalam bukunya.
    Buku ini memuat studi panjang Spencer secara kronologis dalam empat belas bab yang terentang dari zaman primitif sampai abad 20. Spencer menyadari bahwa seksualitas manusia tidak dapat dilepaskan dari konteks sejarah, sehingga dia menulis tentang bagaimana fenomena homoseksualitas dapat muncul dan berkembang di suatu masyarakat, lengkap dengan situasi sosial-budaya masyarakat tersebut. Dari situ kita dibawa untuk memahami bahwa homoseksualitas bukanlah sesuatu yang baru, melainkan sudah ada sejak berabad-abad yang lalu, hanya pencetus, praktek dan reaksi masyarakat saja yang berbeda-beda.
    Buku yang kedua adalah bukunya Jeffrey Weeks, Capitalism and the Organisation of Sex”, dalam “Homosexuality: Power and Politics”. Dari buku ini saya mengetahui bahwa ternyata di Inggris, homoseksualitas tidak dilarang sebelum tahun 1885. (Setelah tahun itupun, para lesbian tidak dihiraukan sama sekali.) Yang dilarang adalah bersodomi, tetapi itu juga ilegal buat para heteroseksual. Di sini kita sudah melihat satu aspek yang penting: sodomi tentu saja diharamkan karena hubungan seks dianggap sesuatu yang dimadsudkan untuk bikin anak, dalam konteks perkawakinan antara lelaki dan perempuan, supaya harta si lelaki bisa diwariskan dsb.
    Meski demikian, homoseksualitas baru menjadi masalah besar setelah timbulnya kapitalisme. Menurut Jeffrey Weeks, seorang ahli di bidang ini yang berhaluan kiri: “sejak pertengahan abad XVIII bentuk keluarga monogami dan heteroseks semakin ditekankan dalam ideologi borjuis sebagai unit dasar dalam masyarakat. Masyarakat beralih dari model keluarga yang menekankan garis silsilah dan reproduksi tradisi keluarga (sehingga yang penting adalah memilih calon istri/suami dari keluarga lain yang sesuai) kepada sebuah model yang menekankan pilihan pribadi berdasarkan keinginan emosional. Sekurang-kurangnya dalam ideologi, yang menyatukan keluarga itu adalah cinta dan seks … Tekanan ini asal-usulnya bisa ditemukan dalam perkembangan ekonomi (pemisahan kaum perempuan dari kerja sosial), ideologi (tekanan yang lebih besar pada perbedaan antara laki-laki dan perempuan serta konstruksi sosial dari sifat-sifat “kelelakian” dan “kewanitaan”) dan politik (karena keluarga selama abad XIX dilihat sebagai faktor pokok bagi menjamin kestabilan serta mengurangi ketegangan sosial, dan sebagai tempat berlindung pribadi yang damai dan tenteram)…” Dari kedua buku tersebut kita belajar satu hal bahwa jangan terlalu dangkal dalam menilai sesuatu.
    Belajarlah untuk besikap adil terhadap sesama dan jangan menjadi Tuhan atas sesamamu, sebab perkara dosa bukalah urusan mu. Siapakah engkau sehingga engkau berhak menghakimi saudara mu? SALAM…

  48. aziz says:

    Lesbian,Gay,Waria, ato apapun itu sebutannya tetap saja merupakan perilaku yang menyimpang, fenomena ini juga sudah ada sejak jaman nabi2 dahulu,maka bersyukurlah kalian yang orientasi seksnya normal,biarkan saja mereka hidup, toh mereka juga manusia…kaya lagunya serious band itu lho yang judulnya Gay Juga Manusia..asalkan kita bisa hidup berdampingan dengan harmonis kenapa tidak??kecuali mereka bikin onar,jangankan kaum gay orang normalpun kalo bikin onar juga bakal tak sikat!!! yang penting hidup damai dan bahagia titik,itu sudah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi!! Peace!!!

  49. teagun says:

    kenapa se hrs memandang mereka dgn sebelah mata…??
    mereka manusia!!!!!!!! ingat itu…!! jgn sembarangan mengatakan bahwa itu dosa atau bukan!!
    manusia tidak pnya hak mutlak utk itu…!!
    manusia hidup mencari cinta….sama halnya dengan yg homo maupun bukan…
    so, salah kah mereka mencari cinta dalam menjalani hidup mereka,,,,??
    apakah anda yang normal dah benar…???
    so, jgn hakimi mereka sembarangan…!!!

    *_*

  50. tephe 2007 ED says:

    gay tu dosa bwt yang melakukannya!!

    bagi yang mendukung juga sama dosanya..

    hidup gw emang gak bener 100% tp gw mao ngo ma semua civitas UKSW(termasuk bapak rektor yang terhormat)

    kalo uksw menerima kaum gay n lesbian n waria n bencong..

    ganti aja namanya jangan ada embel-embelan kata2 “KRISTEN” pake aja USW atau apapun juga..

    kalo yang namanya Kristen pasti g nakalan nerima dosa..

    THX GOD BLESS YOU ALL…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *