Wacana Kritis-Prinsipil Mahasiswa UKSW & Salatiga

Pro Kontra Seputar Gay

Rubrik Humaniora oleh

Perjuangan Stevanus Theodurus, dalam memperjuangkan hak lesbian, gay, biseks, transgender dan transseksual (LGBT) menuai pro dan kontra. Terbukti, sejak pengakuan tentang jati dirinya di situs web Scientiarum, timbul komentar dari berbagai kalangan mengenai kaum LGBT. Tak jarang komentar pedas ia terima. Tapi ada pula sebagian yang memahami dan menerima dirinya.

Theo, demikian ia biasa disapa, merupakan Petugas Lapangan Yayasan Gessang untuk Kota Salatiga. Gessang adalah yayasan yang bergerak di bidang sosial, advokasi, dan HAM untuk kaum gay. Theo juga tercatat sebagai mahasiswa aktif Program Studi Komunikasi FISIPOL UKSW angkatan 2006.

Theo memandang, LGBT bukanlah penyakit dan bukan dosa. “Kalo gay adalah penyakit menular, saya cuma mau ngomong, ‘Tolong carikan obatnya dong.’ Kalau tidak ada obatnya, berarti ada dua penyakit yang belum bisa diobati di Indonesia, yaitu gay dan AIDS. Gay bukan penyakit, tapi itu hanyalah suatu perbedaan orientasi seksual,” kata Theo.

”Di Salatiga, yang saya ketahui, ada 200 gay dan 50 persen adalah anak UKSW. Namun mereka masih tertutup dan belum mau mengaku. Sebenarnya, orang-orang yang berjalan dengan maskulin tidak menjamin bahwa ia bukan gay,” papar Theo.

Apakah LGBT itu bukan dosa dan bukan penyakit? Pertanyaan inilah yang akan digali lebih dalam melalui perspektif teologi, sosiologi, psikologi, dan biologi.

Menurut Dien, Dosen Fakultas Teologi yang mengampu matakuliah Feminisme dan matakuliah Gender (Program Pascasarjana), LGBT masih diperdebatkan “kedosaannya,” karena ada pihak yang menentang dan menganggap LGBT sebagai dosa dan harus dikembalikan ke jalan yang benar. Namun ada juga yang mengatakan bahwa LGBT bukan dosa, karena mereka juga mahluk ciptaan Tuhan, dan Tuhan juga mempunyai kuasa yang sama besarnya untuk “mengubah” ciptaannya.

“LGBT tidak dapat dikatakan sebagai dosa. Sejauh bukan sebagai ‘tren,’ karena dewasa ini banyak yang ‘tiba-tiba’ menjadi gay (karena) sekadar tuntutan dunia hiburan,” kata Dien.

Jika seseorang tiba-tiba “menyimpang” dari jalan yang sudah digariskan oleh Tuhan, hanya demi tuntutan duniawi, maka hal tersebut dapat dikatakan sebagai “dosa.” Selain itu, Dien juga menegaskan, bahwa “kelainan” seksual ini dapat terjadi karena berbagai faktor, misalnya saja faktor lingkungan; karena memiliki banyak saudara perempuan, atau terbiasa diberi mainan atau pakaian yang tidak sesuai dengan jenis kelaminnya.

Hal senada juga diamini Dosen Fakultas Biologi, Ferry Karwur. Menurut Ferry, ketertarikan seksual dipengaruhi oleh dua faktor, yakni faktor genetik dan faktor lingkungan. Sistem ketertarikan seksual manusia berada di antara lalat buah dan reptil (buaya). Lalat buah, bagaimanapun kondisi lingkungan, tidak akan mengubah orientasi seksualnya. Genetik memegang peranan 100 persen. Sedangkan buaya terpengaruhi oleh suhu (lingkungan).

Manusia dapat mengalami kebocoran genetik. Hormon sebagai penentu organ seks sekunder (payudara, jakun, dan sebagainya) dalam perkembangannya menjadi perantara situasi lingkungan dan genetik. Lingkungan dapat mengendalikan kita untuk mengubah orientasi seksual.

Neural pada manusia sangat kompleks. Hal ini menyebabkan neural kita berkembang lebih terdiferensiasi, tidak terprogram seperti robot. Sistem manusia yang unik ini membuat perbedaan orientasi seksual bagi tiap-tiap individu.

Ilmu psikologi sudah menyatakan bahwa homoseksual bukanlah penyakit ataupun kelainan. Perlu dibiasakan untuk mengatakan dan meyakinkan diri sendiri bahwa “saya adalah normal.” Penting untuk menghilangkan sifat apatis dan menutup diri dengan perasaan bersalah. Masalahnya, banyak lesbian yang merasa berdosa, sehingga makin menjauhkan diri dari aktivitas ibadah. Kalau perasaan negatif terus menggeluti pikiran, hal itu justru bisa menimbulkan rasa lemah. Nomor satu yang paling penting adalah menerima diri sendiri terlebih dahulu.

Berbeda dengan tiga perspektif yang lain, sisi sosial lebih menekankan bagaimana hubungan interaksi antara kaum LGBT dan masyarakat. Maksudnya, bagaimana cara kaum LGBT dapat masuk dan bergaul dengan masyarakat.

“Untuk urusan dia gay atau nggak sih nggak masalah. Yang penting jangan mengganggu aja,” ujar Rido, mahasiswa UKSW. “Yang penting, kita yang normal ini nggak merasa keselamatan kita terancam. Saya punya teman gay dan dia seringnya ya bergaul cuma dengan teman-teman cewek. Mungkin teman-teman cowok termasuk saya agak jaga jarak aja ya … tanpa bermaksud mengucilkan.”

Tags:

87 Comments

  1. Homoseksualitas mengacu pada interaksi seksual dan romantis antara pribadi yang berjenis kelamin sama. Pada penggunaan mutakhir, kata sifat homoseks digunakan untuk hubungan intim dan hubungan seksual di antara orang-orang berjenis kelamin yang sama, yang bisa jadi tidak mengidentifikasi diri mereka sebagai gay atau lesbian. Homoseksualitas, sebagai suatu pengenal, pada umumnya dibandingkan dengan heteroseksualitas dan biseksualitas. Istilah gay digunakan sebagian besar untuk mengacu pada orang-orang yang mengidentifikasi dirinya sebagai homoseks, tanpa memandang jenis kelamin. Lesbian adalah suatu istilah tertentu yang hanya digunakan untuk merujuk kepada wanita homoseks.
    dalam pandangan Alkitab,Pergumulan dengan homoseksualitas dapat menusuk jauh ke dalam jiwa dan lubuk hati orang Kristen. Hal ini bisa mempengaruhi pandangan orang tentang dirinya dan Tuhan – yang nantinya menentukan seluruh jalan hidupnya. Oleh karena dampaknya yang jangkauannya panjang ini, maka kita perlu mengetahui pandangan Alkitab mengenai homoseksualitas. Pandangan yang jelas dan akademis sangatlah penting, karena penemuan-penemuan ilmiah bisa memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap orang Kristen dalam pergumulan homoseksualitasnya. Yang saya maksudkan dengan ini adalah bahwa banyak orang Kristen yang memiliki keinginan homoseksualitas yang tidak sadar menginginkannya. Kecenderungan homoseks tampaknya dimulai pada umur yang sangat muda yang kemudian ditambahi oleh pengaruh-pengaruh lainnya dalam hidupnya di kemudian hari, bisa membuat seseorang untuk condong mencari penyatuan emosi dan seks dengan sesama jenis. Tujuan daripada makalah ini bukanlah untuk membuat penghakiman – namun bertujuan untuk melihat bagaimana orang bisa membuat pilihan-pilihan yang bertanggung jawab berdasarkan adanya keinginan-keinginan ini.

  2. jangan menyerah Bu…Tuahn pasti punya rencana yang baik bagi kehidupan kita
    dan akan INDAH pada saatnya….kami akan dukung pergumulan Ibu dan selalu kami bawa
    dalam doa kami,,jemaat GBi Jombor-Temanggung

  3. menurutku kalian musti tahu jika kalian buka undangan pernikahan yang ngadain orang muslim pasti tercantum QS Ar Rum 21 yang menyatakan bahwa ALLAH menciptakan manusia berbangsa-bangsa, bersuku-suku agar kalian saling mengenal. Maka nikahilah sejenismu agar kalain bahagia. yang harus digaris bawahi disini adalah ‘nikahilah sejenismu’

    berarti sah-sah aja donk dengan adanya keberadaan LGBT di muka bumi ini. yang dilaknat oleh tuhan adalah perzinaan mereka. namun jikalau LGBT itu diperbolehkan menikah di Indonesia itu bukan lagi dibilang zina. baik teman2 yang sudah married sejenis ini tidak layak dikatakan mereka zina.

    dalam arrti sejenismu kita hanya dibolehkan menikah hanya dengan sejenis (sama-sama manusia).
    tidak ada yang mengatakan itu dosa atau tidaknya. kecuali kalau kita semua nikah dengan hewan, dengan pohon atau dengan tanah.

  4. to mas indra,,, saya hanya mw meralat Qs. Ar-Rum 21 mempunyai arti “Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia yang menciptakan untukmu istri-istri DARI JENISMU SENDIRI, supaya kamu cenderung tentram kepadanya. dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”

    yang dimaksud dari jenismu sendiri adalah kita sesama manusia, bukan sesama jenis. ada beberapa manusia yang berhubungan intim dengan hewan dan sesama jenis,,, jadi arti ayat tersebut untuk lebih mempertegas bahwa kita berhubungan intim dengan sesama manusia dan dengan lawan jenis.
    terima kasih

  5. Menurut saya gay itu merupakan sesuatu yang tidak normal bagi manusia, dengan demikian perlu kiranya ada upaya penormalan kembali oleh para gay sendiri.

  6. Salam Sejahtera, Saya hanya mau katakan Gay, Homo Sex, Lesbian atau Sejenisnya itu Bisa Sembuh!!! banyak Terapi atau Pelatihan Tentang hal itu, masalahnya Orang-orang yang Mungkin Gay, Homo atau juga Lesbian itu Tidak mau berusaha untuk Sembuh dengan Sekuat Tenaga!! Terlalu pasrah dengan keadaannya, Saya yakin Itu juga sama dengan Korban Narkoba, Kebiasaan Berjudi, Mabuk, Sex Bebas!! Kalau ada Tekad Pasti Bisa Sembuh, Asal banyak Doa dan baca Firman Tuhan Yaitu Akitab bagi yang Kristiani, Saya Punya banyak Teman Homo dan Gay di Medan, Yang Sudah sembuh Total dan Kembali kejalan yang Benar. Ya Tuhan Yesus Memberkati AMEN

  7. Syalom, Gay, Homo, Lesbian atau apapun namany a Bisa sembuh menjadi Normal Kembali asal ada kemauan. Itu sebuah penyakit yang menyimpang, untuk itu perlu pengobatan, terapi atau pendampingan Pastoral. Saya banyak teman yang dulunya Homosex, Gay atau juga Bencong, Waria atau Wadam istilah kami orang medan, mereka bisa sembuh. Jangan Putus Asa, Anda bisa Sembuh, Saya yakin dan jamin asal Anda Mau Sembuh. Kalau tidak mau, memang ya tidak sembuh, sama dengan ketergantungan Narkoba, kalau dia mau Bertobat dan yakin bisa sembuh, maka dia pasti Sembuh OK SALAM DAMAI GBU

  8. Syalom, Saya juga dulunya Bandit, latar belakang Saya adalah Orang-orang yang senang dengan Kekerasan, Perang antar Gang (di Medan itu biasa Perang dengan kelompok Pemuda lain). Jujur Saja Saya terlahir di Tengah-tengah Keluarga yang Semuanya Preman ( Bapak dan Kakak-kakak Saya, Preman dulunya di Kabanjahe, Berastagi, Medan Sumatera Utara) Nah, kami hidup di dunia Hitam. Biasalah, Sex Bebas, Narkoba, Minuman Keras, Judi, Kekerasan, Perang antar Gang dan sebagainya. Itu biasa Saya lakukan. Kebetulan Saya dan Kakak Saya Pemimpin Gang di Medan (di Simpang Kuala Padang Bulan Medan) Maksud Saya di Dunia kami (Bandit atau Preman) Gay, Homo, Lesbian dan Sex Bebas itu Biasa. Saya juga adalah Mantan Pecandu yang senang Narkoba dan Sex Bebas. Hingga Pada Suatu hari Saya Bertobat (terpanggil Tuhan Yesus), Saya Meninggalkan Semua Dosa-dosa yang pernah Saya Lakukan (proses 3-4 tahun). Sekarang Saya Sembuh dan Jadi Pendeta Gereja GBKP. OK GBU

  9. Syalom, Yang Penting Anda Mau Sembuh, Mau Berdoa dengan Sungguh dan Proses OK, Saya Juga Mau Berdoa Buat/Untuk Anda Bung. Jangan Putus Asa, Maju Terus, Sekali lagi Anda Bisa Sembuh. GBU

  10. Tuhan akan selalu menyayangi umatnya, apapun bentuknya
    bwt para gay, lanjutkan perjuangan idup xan. jangan pernah mundur dengan pilihan xan, Tuhan akan selalu ada dihatimu. berkaryalah dan buat masyarakat tak menilai xan jijik…….
    90)8L355^^

  11. GOOD!! Speak Up!!
    Tuhan? Heteroseksual? ?Homoseksual??? Dosa???? Sorga???? Neraka?????
    ada tertulis: “RancanganKu bukan rancanganMu”..”Apa yang kamu anggap haram, tidak bagiKu”
    Oom Bob Marley Bilang:
    “Don’t worry about a thing,
    ‘Cause every little thing gonna be all right.
    Singin’: “Don’t worry about a thing,
    ‘Cause every little thing gonna be all right!”
    Rise up this mornin’,
    Smiled with the risin’ sun,
    Three little birds
    Pitch by my doorstep
    Singin’ sweet songs
    Of melodies pure and true,
    Sayin’, (”This is my message to you-ou-ou:”)
    Singin’: “Don’t worry ’bout a thing,
    ‘Cause every little thing gonna be all right.”
    Singin’: “Don’t worry (don’t worry) ’bout a thing,
    ‘Cause every little thing gonna be all right!”

    freedom 4 humanity…!!

  12. Wah,,klo mgomong ini dari segi agama aku gak tau, tapi klo menilik dari kasus sodom dan gomora, Tuhan sudah sangat jelas tidak menerima penyimpangan seperti itu. Tuhan benar sangat pengasih, pasti ada kasih buat teman2 LGBT, tetapi kasih itu akan ada saat teman – teman berusaha untuk memperbaiki diri menjadi seperti semula, bukan perjuangan penerimaan manusia yang harus kita utamakan tapi apakah Tuhan sang Pencipta akan menerima kita? Kajilah Alkitab lebih dalam dan berKOMUNIKASI lah dengan nya ^_^,dan temukan jawabannya
    Tuhan Yesus berkati

  13. LGBT bukanlah penyakit……..
    bukan pula dosa……

    LGBT saiia anggap sebagai swtu anugerah dari Tuhan……..

    mengapa d’anggap sbgai anugerah……

    karena tidak semua orang bisa merasakan apa yang dirasakan oleh LGBT………

    perasaan merasa berbeda padahal kita sama-sama makhluk Tuhan…….

    bahkan tak jarang banyak LGBT yang selalu bertanya-tanya mengapa mereka bisa menjadi seperti ini……

    jika mereka bisa memilih tentunya mereka akan memilih tetap berada di jalur yang benar……

    tetapi kebohongan terhadap perasaan yang mereka rasakan…….

    membwt mereka tak bisa memungkiri bagaimana mereka sungguh berbeda dengan yang lainnya…….

    mereka sendiri tertekan untuk menunjukkan pada keluarga sahabat teman bahkan ling.sekitar bahwa mereka ada……

    apa iy mereka mengganggu???
    anda sendiri tidak dapat mengetahui mana yang LGBT mana yang tidak…….
    setelah anda ngeH bahwa ternyata ada seseorang diantara kita yang LGBT disaat itulah kita baru merasa tersadar lantas mengeluarkan kalimat2…..”oh….pantas y selama ini orang itu seperti ini”
    baru tersadar bahwa mereka membwt kita merasa terganggu…..

    terimalah orang apa adanya…….
    jika anda berada di posisi mereka……
    anda baru sadar bagaimana perasaan mereka……..

  14. Kalo menurut saya, dalam kasus basa, yamg seharusnya disalahkan itu bukan bisex-nya, tapi lebih kepada pribadi si suami yang ga bisa menahan nafsunya..

    Kebanyakan yang ga setuju dgn gay, mungkin ga pernah ngerasain susahnya jadi gay.. Emangnya enak apa hidup kayak gini.. Yang penting, ga ngesex ama sesama jenis juga. Sama halnya qita ga boleh ngesex di luar nikah bagi kaum hetero

  15. waduh… ga kebayang deh kl gay dibilang normal.. apa jadinya dunia ini bila semua laki2 berpasangan dengan laki-laki..terus perempuan berpasangan dengan perempuan….wah…… bakalan cepat habis penduduk dunia ini karena ga ada lahi yang melahirkan dan dilahirkan….

    so….pikirkanlah..

  16. mungkin saya terlalu terlambat untuk membaca komentar sari rekan-rekan, jujur saya mengetahui scientarium beberapa waktu lalu, akan tetapi saya kurang tertarik, namun setelah membaca beberapa kali komenta rekan-rekan membuat saya tertarik untuk ikut “nimbrung”

    menurut saya, LGBT bukan penyakit ..
    LGBT adalah sesuatu yang bisa diubah, bisa diperbaiki, kita bisa mendekatkan diri dengan Tuhan lebih lagi, bukan kah manusia diciptakan berpasang-pasangan?
    dan tentunya lawan jenis ..
    bukankah di dalam diri adam terdapat rusuk hawa?

    oleh karena itu, kita harus mensyukuri apa yang kita dapatkan dari Tuhan, kita diciptakan serupa dengan Allah ..

    mengapa kita tidak menyenangkan hati Tuhan dengan mengubah sesuatu yang buruk menjadi sesuatu yang baik, yang membawa kemuliaan nama Tuhan ?

    berjuanglah kaum LGBT !!!

    dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan !!

    God Bless u ..

  17. LGBT, menurut saya memangbukan penyakit.. tetapi lebih kepada penyimpangan dari normalitas manusia.. ingat manusia diciptakan dalam dua jenis : adam dan hawa..

  18. Gay adalah anugrah Tuhan. Tidak ada Seorangpun yang bisa mengubahnya tanpa kehendakNya.. tapi ada Pilihan. Gay jangan di legalkan, kalopun saya Gay..saya pikir itu adalah urusan individu.. karena di dunia ini hanya ada Cewex atau Cowox aja…
    Gay=pilihan…

  19. Massa 50% anak uksw…?oh y cara mengetahui dia gay atau tidak gimana….jadi heran…,kok banyak jg ya..,kasih bahan donk buat tugas,,agama..tentang pernikahan sejenis…thanks

  20. saya mengenal baik dengan “Theo Garry” saat aktif berkuliah dan kami bersahabat erat sampai saat ini. Saya memiliki pengalaman yang buruk dengan salah seorang LGBT (istilah yang diberikan pada topik ini). Akan tetapi, hal itu tidak membuat saya menjauhi saudara saya ini. Saya pernah sekali waktu bertukar pikiran dengan beliau, bahwa selama tidak dalam tahap mengganggu hal itu dalam taraf kewajaran. LGBT menurut saya bukanlah persoalan agama, yang ujung-ujungnya adalah dosa. Menurut hemat saya, LGBT adalah persoalan biologi, sosiologi maupun antropologi. Seperti yang dikatakan oleh Bapak Ferry bahwa faktor hereditas (biologi) dan lingkungan (sosial)lah yang mempengaruhi. Sebagai manusia biasa, kita tidak berbeda kehidupannya dengan mereka yang dikelompokan dalam LGBT, dimana merasakan lapar, haus maupun kasih sayang. Untuk itu, janganlah kita menjauhi mereka, akan tetapi mari kita mendukung mereka dalam tindakan maupun doa. Sebagai Universitas Kristen, kita seharusnya menunjukkan nilai-nilai Kristiani, yaitu KASIH. Inilah yang membedakan Universitas Kristen dengan Universitas lainnya. Kita harus mengasihi mereka seperti kita mengasihi diri kita dan orang lain. LGBT seperti kita juga, bahwa ada yang suka berulah dan ada yang tenang. Untuk itu, LGBT harus menjaga kredibilitasnya, bahwa LGBT bukanlah sesuatu yang harus ditakuti karena teror yang diberikan, baik dalam bentuk fisik maupun ide-ide. Saya percaya suatu saat nanti akan ada suatu konsesus untuk menjaga hak dan kewajiban mereka di negara Indonesia ini. Salam sejahtera!!!

  21. halah… kalau homoseksual itu udah jelas2 ditentang dalam alkitab dan dalam agama2 kebanyakan… cuma agama satanis yang perbolehin gay… udahlah, jangan dipaksain gay dengan agama memnyatu… kalo agama emang ga setuju ama gay, ya udah, biarin aja… yang penting itu HAM, kita ini manusia, punya hak untuk bebas… kalau emang kita udah gay, mau gimana? kita cuma suka dengan seseorang yang sejenis dengan kita, bagaimana? di mana letak amoralnya?? kejahatannya di mana?? apakah kalau saya gay, saya merugikan dan menimbulkan bencana bagi orang lain?? nggak kan?? malah kalo gay dipaksa kawin juga, kejadiannya bakalan kayak si ibu basa di atas… makanya kalo kehidupan sosial, kita pake moral dan nilai2 sosial aja, kalo untuk pribadi, baru kita pakai agama… karena agama itu urusan pribadi dan ga untuk dipaksain…

    urusan homoseksualitas ini kenapa terlalu berlarut2 yah… kenapa ga diperlakukan adil aja.. ini dunia, bukan surga, walaupun mungkin nasib si gay nantinya pasti di neraka, ya udah, mau gimana lagi… tapi di dunia ini tolong ga usah diskriminasi gay juga, biarkan gay itu menikmati hak2nya… ga cukupkah dengan kenyataan bahwa nantinya gay itu di neraka??

    sedih memang rasanya membayangkan bahwa saya akan dibakar kekal di api neraka oleh tuhan karena cinta.

  22. mungkin lebih baik yang korupsi yang diadili yah kenapa malah masalah kayak gini yang harus dipertimbangkan terlalu rumit..

  23. akui gak munafik aku sakit!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    tapi aku gak mau mengganggu mereka dan aku tak mau dganggu mereka..
    opini masyarakat akan selalu berbeda!namanya aja hidup,ada hal benar dan salah…semua yang tahu Tuhan kapan waktunya kita berubah atau tidak!!!
    karena menanggung aku sendiri bukan mereka!!!

  24. hmmmmm, panjang ya membahas soal ini, saya pernah baca mengenai kelainan genetik yang diakibatkan kerusakan kromosom atau mutasi gen saat janin masi dalam kandungan, apakah bayi yang lahir bersih dari dosa itu tahu bahwa jalan hidupnya akan seperti itu? bisa dibilang dari lahir sudah menanggung dosa ya?

  25. kasus ini khusus untuk orang-orang yang memang terbukti memiliki kelainan genetik atau kerusakan kromosom yaaaa, apa mereka masi juga dikatakan berdosa? apapun dan siapapun mereka adalah ciptaan Tuhan dan Tuhan selalu punya rencana dibalik setiap jalan hidup ciptaanya,

  26. WOWWWWWW…. amazing!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    komentar kalian sangat menarik tapi bukankah segala keputusan itu pasti ada yang pro dan ada yang kontra. lalu mengapa kita tidak bisa menerima keberagaman yang ada disekitar kita. meski saya bukan seorang biseksual ataupun lesbian dan sebagsanya tapi saya tidak mau jadi bagian orang yang hanya bisa menghujat. daripada hujat-hujatan mending ngumpulin dana buat sama-sama peduli pada penderita AIDS.. bener gak tuh pak ketua LGBT… HEHEHE

  27. Saya Setuju deng Mas @Wit ajha dhee..
    Alasan nya Jelas dan tidak di ragukan lagi.
    Buat Kaum LGBT kamu pasti bisa berubah asalkan ada kemauan dalam hati mu untk berubah menjadi Manusia yang Normal.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Geser ke Atas