Penanggulangan Krisis Ketahanan Pangan Lintas Negara

Browse By

Workshop PSKTI
SUMBER: ARSIP PANITIA LOKAKARYA PSKTI UKSW
Para peserta lokakarya sedang memperhatikan presentasi Kutut Suwondo, Dosen Program Pascasarjana UKSW.

Pusat Studi Kawasan Timur Indonesia (PSKTI) UKSW bekerjasama dengan Cooperative Research Center for National Plant Biosecurity (CRCNPB) Pemerintah Australia, Charles Darwin University (Australia), Universitas Mahasaraswati (Denpasar), Universitas Nusa Cendana (Kupang), dan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) menyelenggarakan lokakarya bertema “Australian-Indonesian Community Management System for Food and Biosecurity 2008-2012” di Ruang Probowinoto UKSW dan Quality Hotel Wahid Salatiga, 18-19 April 2008.

Masing-masing lembaga diberi kesempatan mempresentasikan peran, masalah, dan strategi yang dihadapi dalam menanggulangi krisis ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya hayati, baik di Indonesia maupun Australia.

CRCNPB dan Charles Darwin University (CDU) lebih melihat isu serangan-serangan biologis, seperti hama yang diimpor dari Indonesia, khususnya di kawasan timur. Sedangkan PSKTI, BaKTI, Universitas Mahasaraswati, dan Universitas Nusa Cendana lebih melihat isu ketahanan pangan.

“Masing-masing mempunyai kepentingan dalam workshop ini. Berangkat dari kepentingan lembaga masing-masing, kita bisa merajutnya menjadi kepentingan bersama,” kata Petrarca Karetji dari BaKTI.

Perbedaan masalah yang dihadapi oleh kedua negara tersebut dibahas dan menghasilkan beberapa kesepakatan bersama. Pertama, membuat suatu kajian yang berkaitan dengan pengetahuan lokal, yang merupakan hasil kajian Theofransus Litaay, Dosen Fakultas Hukum UKSW. Kedua, membuat rancangan yang berhubungan dengan isu kepemerintahan, kelembagaan, ekologi, kewirausahaan, pengetahuan lokal, dan transfer lokal. Ketiga, menyusun rencana kerjasama pengembangan penelitian studi doktoral. Keempat, mengembangkan penelitian-penelitian komprehensif. Dan kelima, menghasilkan publikasi bersama atau artikel-artikel penulisan ilmiah di jurnal internasional. Versi bahasa Indonesia akan diterbitkan di Jurnal Kritis, salah satu jurnal di UKSW. Sedangkan versi bahasa Inggris akan diterbitkan di jurnal CDU, Australia.

Melihat manfaat yang diperoleh dalam kerjasama lintas negara ini, Marthen L. nDoen, Ketua PSKTI, mengatakan bahwa kedua negara bisa saling berbagi informasi penting terkait dengan permasalahan hayati. Salah satunya adalah masalah pengiriman hama dari daerah-daerah kawasan timur Indonesia ke Australia.

“Ini menjadi kekuatiran Australia dan ketakutan Indonesia tentang hama yang mungkin diimpor dari negara tetangga,” kata Marthen.

Untuk itu, kedua negara harus mempunyai pemahaman bersama, dan digalang dalam bentuk kerjasama yang didasari atas kesepakatan bersama guna menyelesaikan masalah ini.

“Bagi PSKTI sendiri, mengingat banyaknya perbatasan-perbatasan di kawasan timur, maka itu menjadi semacam perhatian PSKTI dalam membahas masalah ini,” tambah Marthen.

Lokakarya dibuka oleh Program Manager CRCNPB, David Eagling. Dalam sambutannya, Eagling mengemukakan bahwa krisis ketahanan pangan bukan merupakan suatu masalah yang hanya dirasakan oleh negara tertentu saja.

Workshop ini menantang kita (Australia dan Indonesia — Red) untuk mengatasinya secara bersama-sama, karena masalah tersebut sifatnya lintas negara,” kata Eagling.

CRCNPB adalah lembaga Pemerintah Australia yang membangun kerjasama penelitian interdisipliner dalam mengembangkan studi di bidang ketahanan hayati, pengetahuan asli masyarakat, dan hak-hak masyarakat asli.

Dalam lokakarya tersebut, turut hadir Kasumbogo Untung, ahli ilmu hama tanaman dari Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta), serta perwakilan dari Bank Dunia dan British Council Indonesia.

6 thoughts on “Penanggulangan Krisis Ketahanan Pangan Lintas Negara”

  1. STR says:

    Salut buat PSKTI!

  2. Theofransus Litaay says:

    @STR: trims mas. Saat ini sedang dibahas kelanjutan kerjasama dalam bentuk MOU antara CRC NPB (dimana UKSW menjadi networknya) dengan LIPI. Semoga dari perluasan kerjasama ini akan lahir berbagai gagasan mengenai kebijakan pangan untuk mengantisipasi krisis harga pangan nasional dan global yang saat ini terjadi akibat kenaikan BBM dan akibat konversi Biofuel global.

  3. zoe says:

    baguslah kalo negara indonesia mau bekerja sama dengan negara besar seperti australi untuk maslah pangan. tapi mungkin gak kalo inonesia itu krisis pangan ? indonesia kan negara agraris punya lahan pertanian yang luas tp kalo sampai kekurangan pangan ya kebangeten ya gak ? ya kita juga harus desak pemerintahan indonesia agar mau memperhatikan sektor pertanian biar ga terjadi krisis pangan.

  4. mee says:

    terpencil tp keren…

  5. Pingback: PSKTI-UKSW » Blog Archive » Penanggulangan Krisis Ketahanan Pangan Lintas Negara
  6. Trackback: PSKTI-UKSW » Blog Archive » Penanggulangan Krisis Ketahanan Pangan Lintas Negara
  7. Pingback: CEIS-SWCU » Blog Archive » Penanggulangan Krisis Ketahanan Pangan Lintas Negara
  8. Trackback: CEIS-SWCU » Blog Archive » Penanggulangan Krisis Ketahanan Pangan Lintas Negara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *