UKSW Tambah Guru Besar

Browse By

Mesach Krisetya dan Sony Heru Priyanto resmi dikukuhkan sebagai guru besar (profesor) UKSW pada Rabu, 30 April 2008. Upacara pengukuhan ini menambah jumlah guru besar di UKSW menjadi 17 orang, sekaligus menjadikan UKSW sebagai perguruan tinggi swasta dengan jumlah guru besar terbanyak se-Kopertis Wilayah VI (Jawa Tengah).

Pengukuhan dilaksanakan sendiri oleh Rektor UKSW, Kris Herawan Timotius, bertempat di lapangan basket UKSW. Ketua Pembina YPTKSW (Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana — Red), Kasumbogo Untung, juga turut hadir dan memberikan kata sambutan.

Dalam upacara pengukuhan tersebut, Krisetya menyampaikan pidato berjudul “Agama dan Kesehatan Mental dalam Pespektif Psikologi Pastoral.” Sedangkan Priyanto membawakan pidato berjudul “Di Dalam Jiwa Ada Jiwa,” yang banyak menyinggung isu-isu seputar kewirausahaan.

Selain pidato, juga diresmikan dua buah pusat studi baru yang akan diampu masing-masing oleh Krisetya dan Priyanto. Krisetya akan mengampu Pusat Studi Konseling Pastoral, sedangkan Priyanto kebagian Pusat Studi Business and Social Entrepreneurship.

Sejak 2007, setiap guru besar di UKSW diwajibkan untuk mengampu satu pusat studi agar dapat konsisten berkarya di bidang keilmuan. “Ini jadi semacam tanggungjawab (akademis) bagi mereka,” kata Daniel Daud Kameo, Wakil Rektor I UKSW.

6 thoughts on “UKSW Tambah Guru Besar”

  1. Ferdi says:

    Selamat ya untuk Prof. Sony dan Prof. Mesach. Dengan bertambahnya guru Besar di kampus ini maka UKSW akan semakin maju dan menjadi Universitas yang berkualitas dalam hal pengembangan keilmuan. SEMOGA . . .

  2. STR says:

    Dulu UKSW ndak punya profesor, tapi kok namanya lebih terkenal daripada sekarang (yang udah punya profesor belasan)?? Tanyaken siapa??

  3. STR says:

    Saran aja buat panitia!!

    Mbok lain kali kalo bikin acara ndak usah pake pidato-pidatoan!! Pidatonya persis plek dengan buku pula!! Emangnya para hadirin itu bego, ndak bisa baca sendiri dari buku??

    Mending formatnya dibuat diskusi, jadi para hadirin bisa berinteraksi dengan “guru besar” itu dan menikmati kepakaran mereka!! Kalo formatnya cuma pidato, wes ndak usah pake pengukuhan-pengukuhan segala!! Wong cuma formalitas dan buang-buang duit!!

  4. mb3nk says:

    dikritik itu memang sakit, tapi lebih sakit klau kritik didiamkan.

    sori ya prand

  5. obed umbu kaballu says:

    Salut utk teman-teman SA, mohon info ttg cara berlangganan SA.thk

  6. erlinda says:

    Selamat untuk Prof. Mesach Krisetya atas pencapaian dan pelayanan yang telah dilakukan dengan sangat baik bagi Fakultas, Universitas, dan Gereja. Semoga dengan Pusat Studi yang baru, mahasiswa mendapatkan jawaban atas persoalan spiritual yang akhir-akhir ini telang hilang dalam diri MAHAsiswa/i. Kiranya Tuhan memberkati Pelayanan dan pekerjaan Bapak.
    (Erlinda_712003020)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *