Kari Salatiga Tolak Kenaikan Harga BBM

Browse By

Koalisi Rakyat Indonesia Tolak Kenaikan BBM berunjuk rasa di bundaran Tamansari, Salatiga. {Foto oleh Satria A. Nonoputra}

Koalisi Rakyat Indonesia Tolak Kenaikan BBM berunjuk rasa di bundaran Tamansari, Salatiga.
{Foto oleh Satria A. Nonoputra}

Rabu, 21 Mei 2008, Koalisi Rakyat Indonesia Tolak Kenaikan BBM (KARI) Salatiga, yang terdiri dari LK UKSW, LMND Salatiga, BEM STIE AMA, GMKI Salatiga, Komunitas Anak Jalanan Salatiga, Yayasan Percik, dan Becikke Seduluran Saklawase (BSS), melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM. Unjuk rasa ini adalah tindak lanjut dari diskusi di tenda keprihatinan sehari sebelumnya.

Mereka melemparkan tuntutan menolak kenaikan harga BBM, nasionalisasi industri pertambangan asing, dan perubahan APBN yang lebih berpihak kepada rakyat. Mereka berpendapat, selama ini pemerintah tidak pernah memberikan kesejahteraan untuk rakyat, namun justru menindas. Dan kenaikan harga BBM bukanlah solusi yang tepat untuk menutup defisit APBN karena beban subsidi BBM pascakenaikan harga minyak dunia.

Sebelum turun ke jalan, para pengunjuk rasa masuk ke dalam areal kampus UKSW untuk pencarian massa. Massa aksi yang dipimpin Syalom Pasau dari LMND Salatiga mengajak para mahasiswa UKSW untuk bergabung menolak kenaikan harga BBM. Sayangnya, tidak ada mahasiswa yang mau bergabung. Padahal, UKSW mendukung sepenuhnya aksi tersebut dengan memberikan ijin absen bagi mahasiswa yang hendak ikut namun ada kuliah.

Menurut Ketua Umum Badan Perwakilan Mahasiswa UKSW, Noviani, alasan mengapa tidak ada mahasiswa UKSW yang mau ikut dalam aksi tersebut adalah tingkat kesadaran mereka yang sangat kurang terhadap keadaan yang terjadi di lingkungan sekitar. Mereka lebih asyik nongkrong di kafe ketimbang ikut unjuk rasa.

Massa aksi pun akhirnya turun ke jalan dengan jumlah sekitar 70 orang. Mereka berjalan kaki dari kampus UKSW di jalan Diponegoro menuju bundaran Tamansari, sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan makian untuk para pejabat pemerintah. Hal ini sempat menimbulkan kemacetan lalu lintas selama sekitar setengah jam.

Orasi dilakukan di bundaran Tamansari. Perwakilan dari masing-masnig elemen pun tampil.

Seorang perwakilan dari BSS mengungkapkan, “Oknum pemerintah tidak bertanggungjawab dan pemerintah membuat rakyat semakin terengah-engah.”

BSS juga menolak BLT karena, menurut mereka, BLT bukanlah “bantuan langsung tunai” tapi “bantuan langsung telas.”

Dalam orasi tersebut juga sempat hadir Ahmadi, anggota DPRD Salatiga dari fraksi PAN. Ahmadi turut berorasi menolak kenaikan harga BBM.

“Jika pemerintah tidak mampu selesaikan masalah (kenaikan harga BBM — Red), maka sebaiknya pemerintah turun saja dari jabatanya,” seru Ahmadi.

Ahmadi juga ikut menandatangani pernyataan sikap KARI Salatiga yang isinya menolak kenaikan harga BBM.

Selain Ahmadi, anggota DRPD lain yang turut berorasi adalah Sarwono dari fraksi Partai Golkar. Ia pribadi mendukung aksi tersebut dan mengatakan bahwa pemerintah harus mencari solusi lain dalam masalah kenaikan harga BBM. Sarwono juga mau menandatangani pernyataan sikap seperti dilakukan Ahmadi.

Ketika orasi berlangsung, VW Safari kuning yang ditumpangi Sri Sultan Hamengkubuwana X dan John Manuel Manoppo, Walikota Salatiga, sempat dua kali melintas di depan massa aksi. Namun massa tak mampu menghentikan laju kendaraan tersebut, karena pengawalan ketat pihak kepolisian. Padahal, saat persiapan aksi di tenda keprihatinan, KARI Salatiga berharap mampu meminta Hamengkubuwana untuk turut menandatangani pernyataan sikap menolak kenaikan harga BBM.

Karena gagal mendapatkan tandatangan Hamengkubuwana di jalan, akhirnya massa bergerak menuju Gedung Pertemuan Daerah (GPD) Salatiga guna bertemu dengan Hamengkubuwana, yang saat itu menghadiri Sarasehan Kebangsaan. Namun usaha mereka tidak berhasil karena tidak diperbolehkan masuk oleh aparat kepolisian dan pihak panitia kegiatan. Pihak panitia bahkan mengutarakan bahwa aksi tersebut sudah menggangu ketenangan acara yang berlangsung. Akhirnya, massa pun meninggalkan GPD dengan kecewa dan kembali menuju kampus UKSW.

22 thoughts on “Kari Salatiga Tolak Kenaikan Harga BBM”

  1. Opha says:

    Bergerak dan Bersatu,
    Menuju Indonesia Baru,
    Singsingkan lengan baju,
    Hancurkan semua musuh-musuh,

    Rakyat pasti menang melawan penindasan,
    Rakyat kita pasti akan menang.

  2. ballo Alka says:

    lagunya diubah aja bang jadi
    rakyat pasti menang melawan penindasan
    rakyat ku pasti menang
    Rakyat pasti menang kalo ada yang bayar
    akyat rakyatku pasti akan rusak

    hahahahahahahahaha

  3. Saam Fredy says:

    Sempet ikut teman-teman turun ke jalan kemarin, mulai dari muter kampus hingga bundaran kaloka. Jadi inget masa mahasiswa dulu…he…he..

    Salam,
    Saam Fredy

  4. ant says:

    Mudah-mudahan seruan temen2 terdengar sampai KE ORANG yang bener-bener memiliki BERPENGARUH menentukan naik tidaknya BBM.
    Tetap SEMANGAT !!!

  5. STR says:

    @ ant: Tapi apa yang BERPENGARUH itu masih ORANG? Bahasa manusia mungkin mereka nggak ngerti. Hahahahahahahahahahahaaa ….

  6. ant says:

    hehehehe itu dia yang kita musti cek ?? apa itu orang yang SAMA saat “orang” itu mengubar janjinya pada rakyat ?? hehehehehehehe kalo bahasa manusia sih, menurutku mereka ngerti kok… cuman yang mereka nggak ngerti itu BAHASA HATI , BAHASA JERITAN RAKYATNYA !!!! hehehehe btw aku kemarin ngisi bensin di pinggir jalan Bensin udah naek dari 5000 menjadi 6000 !!! emang udah naek beneran toh bensinya ? tapi kok di SPBU masih 4500 ya ??? Mungkin biaya ANTRI ama NYEDOT dari motor/mobil .. kali ya…….hehehe

  7. Jacob says:

    Saya mungkin salah satu dari sedikit rakyat Indonesia yang mendukung segala upaya pemerintah negara (yang masuk akal) ini untuk mempertahankan terus agar Indonesia dapat tetap menangkis krisis yang jauh lebih membahayakan rakyat. Kenaikan BBM jangan dilihat dari satu segi saja, tapi harus dilihat dari semua segi. Subsidi BBM sudah terlampau berat untuk APBN negara kita. Bukankah kita baru saja memperingati Hari Kebangkitan Nasional, mestinya NASIONALISME kita dahulukan. Dahulukan kemajuan bangsa ini, dahulukan kepentingan bangsa di atas segalanya. Saya pribadi sangat tidak ingin melihat negaraku Indonesia kembali terpuruk. Indonesia harus bangkit dan bertahan ditengah kenaikan BBM dan bahan pengan. Ayo semangat para pemimpinku, ayo semangat para saudara sebangsa. Jangan tanyakan apa yang negara berikan untukmu, tapi tanya apa yang kamu berikan untuk negara (JF.Kennedy) ! Ayo semua bekerja keras demi kejayaan INDONESIA !!

    Note :
    Saya tidak setuju pemberian BLT (Bantuan Tunai Langsung) karena hanya menanamkan sikap miskin dan malas berjuang untuk hidup dan membangun negara.

  8. STR says:

    @ Jacob: Ini kebetulan saya dapat sebuah slide tentang BBM.

    Bisa di-download di sini!

    Selamat membaca! 🙂

  9. Jacob says:

    Mas STR aq mau tanya produksi minyak yang 1juta bph itu sudah merupakan total produksi semua perusahaan minyak yang operasi di Indonesia? Kalo solusi untuk kenaikan BBM ini dengan MENASIONALISASI PERUSAHAAN-PERUSAHAAN MINYAK & PERUSAHAAN LAIN YANG MENYANGKUT KEHIDUPAN RAKYAT INDONESIA (MIS : TELEKOMUNIKASI DAN INFORMATIKA) saya sangat setuju.

    Seharusnya kita seperti Venezuela. Presidennya tegas, tidak perlu takut dengan pihak asing mereka cuma mau kekayaan kita aja.

    Thx.

  10. alfred ohman says:

    saya setuju dengan ekpresi keprihatinan dari semua elemen masyarakat dan mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM……namun, satu hal yang saya ingin anjurkan kepada mahasiswa, bahwa perjuangan terhadap realitas penderitaan rakyat tidak terbatas pada demo dan orasi, karena kegiatan demikian hanya sedikit punya pengaruh..yang saya inginkan ialah bagaimana kita berpikir untuk menjawab persoalan ini…belajar dan melakukan berbagai penelitian guna memfasilitasi realitas masyarakat yang kesulitan oleh karena naiknya harga BBM, misalnya dengan melakukan inovasi yang dapat menjembatani persoalan masyarakat….thank’s

  11. obed says:

    Rakjat bersatu tak bisa dikalahkan
    Rakjat bersatu pasti menang…

  12. yoga says:

    demo gak ada mahasiswanya lha mahasiswane UKSW sugeh kabeh ya pada nongkrong neng kafe
    padahal mahasiswa wong paling menang neng negoro tp malah do mlempem piyee jaaaal………

  13. Andre says:

    Orang boleh berpendapat apa aja….Itu HAK.Mahasiswa yang gak ikut TERIAK2 itu juga HAK. Tapi gak semua yg gak ikut teriak2 berarti gak prihatin, coz ada cara laen buat mereka ekspresikan keprihatinan…. Kita Anak2 Muda bukan saatnya teriak2 doang tapi jadi PENGANGGURAN…. Buat LApangan kerja sendiri dong n BANGKIT. Jangan nyalahin pemerintah doang…. BANGKIT INDONESIAKU!!!! AKU BERDIRI UNTUKMU NEGERIKU !!!!

  14. seehngojennaca says:

    aksi Kepedulian Mahasiswa terhadap masalah bangsa adalah mendesak, tetapi lebih mendesak adalah keprihatinan mahasiswa UKSW terhadap UKSW sendiri,
    kalo cuma ngomong “tidak turun ke jalan juga peduli”, lha semua mahasiswa juga bisa begitu
    sambil ongkang2 di kafe trus ngomong “aku peduli kok”, semua juga bisa !!!

    LESSS TALK
    DO MORE …..

    memang sih bentuk kepedulian itu kan banyak,
    kadang tujuan adanya aksi juga hanya sekedar mengimbangi dinamika nasional
    kalo nasional bergerak masak sih UKSW juga ndak gerak, takut dikatain pasif padahal memang iya!
    dan kadang tujuan aksi sendiri tidak lebih penting dari pada kesadaran anda untuk terlibat di dalamnya, apapun itu bentuknya!
    mau ngomong? wasting time ….. mending buat nongkrong atau kerja tugas …. dan atau2 yang lain
    bukan itu maksudnya ….
    katakan aksi itu tidak akan berdampak apa2 tapi minimal UKSW itu peduli, UKSW itu kompak dan UKSW itu sadar…..
    jadi ada khan positifnya, lha dari pada kagak ada…..

    mungkin bkn hanya UKSW yang perlu disalahkan tapi source lingkungannya juga sudah mendidik apolitis
    atau anak zaman sekarang memang seperti ini …..
    atau UKSW sendiri yang sudah capek mendidik ??

  15. ant says:

    siapa bilang indonesia negara miskin bahan tambang tapi kenapa rakyat harus beli minyak mahal semua itu hanyalah akal-akalan pemerintah saja biar bisa pada korupsi. kalo gak gitu pejabat gak cepet kaya yow tow ?
    kasihan rakyat kecil terus kecepit sampe mletet metu taine…..

  16. zoe says:

    mahasiswa UKSW takut demo sudah hal biasa ……. nyalinya sudah di bendung dengan tembok UKSW yang tinggi jadi memang hal biasa kalo mahasiswa anti demo..

  17. Pingback: satria.anandita.net » Sebulan ini
  18. Trackback: satria.anandita.net » Sebulan ini
  19. REY says:

    salam pembebasan……….salam mahasiswa……..

    saya pribadi mau menkommentari ,,,,,,,,Komentar ke-13 yaitu saudara Andre……………………

    Saya mau tanya……..

    1>berapa tahun anda kuliah disini Di UKSW…………?????
    2>apa saja yang anda sudah lakukan dikampus ini….????
    3>apa saja yang sudah anda lakukan untuk masyarakat salatiga……..??????

    selama ini anda ada gunanya gak dikampus ini………..??????
    selama ini anda berguna gak untuk masyarakat……?????

    Kita Anak2 Muda bukan saatnya teriak2 doang tapi jadi PENGANGGURAN…. Buat LApangan kerja sendiri dong n BANGKIT. Jangan nyalahin pemerintah doang…. BANGKIT INDONESIAKU!!!! AKU BERDIRI UNTUKMU NEGERIKU !!!!

    untaian kata diatas itu adalah pemikiran anda………….kan………………..?????????

    kita anak muda…………harusnya bisa menjadi roda dalam pergerakan dan perjuangan bangsa ini…….
    gmn kita bisa kerja………………..klo toh kita jadi kuli di bangsa sendiri………,,,,,,karena pemerintah lebih pro kepada IMC……dan korporasi2 asing……………………

    .KITA MAHASISWA UKSW…..YANG TERGABUNG DI DALAM LIGA MAHASISWA NASIONAL UNTUK DEMOKRASI SELALU PUNYA DASAR DAN ALASAN DAN DATA2 YANG VALID………..UNTUK MENGKRITISI…..KEBIJAKAN PEMERINTAH……….YANG MERUGIKAN RAKYAT INDONESIA TERCINTA INI……

    Kawan Andre berani gak???????????????
    apa yang anda lakukan setelah lulus nanti…………………Yakin dapat kerja……?????????????
    Kalaupun……..anda membuat lapangan pekerjaan sendiri……..Bisa dak menghadapi dengan kondisi bangsa yang sudah carut marut begini………….?????????????

    apabila ada kata2 saya yang tidak berkenan…………..saya minta maaf yang sebesar-besarnya…………
    terima kasih

    salam Mahasiswa……………………………………..

  20. bowo says:

    Proses Demokrasi jalan terus dan jangan mati demorasi.

  21. bowo says:

    kebebasan berpikir, berpendapat dalam pengembangan ilmiah…..

  22. Inoe says:

    Salut buat perjuangannya, lakukan sesuatu yang lebih konkrit atau tindak lanjut dari demonstrasi ini…Salam… tindakan nyata juga perlu… untuk membebaskan mereka yang tertindas, berjuanglah melalui saluran yang ada, wakili rakyat… jangan sampe kalah ma uang…

  23. Pingback: Yoga di Scientiarum (Bag. 1) | Di Scientiarum
  24. Trackback: Yoga di Scientiarum (Bag. 1) | Di Scientiarum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *