KARI Salatiga tolak kenaikan harga BBM
Berita ini telah dilihat 1,169 kali sejak 21 May 2008
SCIENTIARUM/SATRIA A. NONOPUTRA
Koalisi Rakyat Indonesia Tolak Kenaikan BBM berunjuk rasa di bundaran Tamansari, Salatiga.
SALATIGA — Rabu, 21 Mei 2008, Koalisi Rakyat Indonesia Tolak Kenaikan BBM (KARI) Salatiga, yang terdiri dari LK UKSW, LMND Salatiga, BEM STIE AMA, GMKI Salatiga, Komunitas Anak Jalanan Salatiga, Yayasan Percik, dan Becikke Seduluran Saklawase (BSS), melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM. Unjuk rasa ini adalah tindak lanjut dari diskusi di tenda keprihatinan sehari sebelumnya.
Mereka melemparkan tuntutan menolak kenaikan harga BBM, nasionalisasi industri pertambangan asing, dan perubahan APBN yang lebih berpihak kepada rakyat. Mereka berpendapat, selama ini pemerintah tidak pernah memberikan kesejahteraan untuk rakyat, namun justru menindas. Dan kenaikan harga BBM bukanlah solusi yang tepat untuk menutup defisit APBN karena beban subsidi BBM pascakenaikan harga minyak dunia.
Sebelum turun ke jalan, para pengunjuk rasa masuk ke dalam areal kampus UKSW untuk pencarian massa. Massa aksi yang dipimpin Syalom Pasau dari LMND Salatiga mengajak para mahasiswa UKSW untuk bergabung menolak kenaikan harga BBM. Sayangnya, tidak ada mahasiswa yang mau bergabung. Padahal, UKSW mendukung sepenuhnya aksi tersebut dengan memberikan ijin absen bagi mahasiswa yang hendak ikut namun ada kuliah.
Menurut Ketua Umum Badan Perwakilan Mahasiswa UKSW, Noviani, alasan mengapa tidak ada mahasiswa UKSW yang mau ikut dalam aksi tersebut adalah tingkat kesadaran mereka yang sangat kurang terhadap keadaan yang terjadi di lingkungan sekitar. Mereka lebih asyik nongkrong di kafe ketimbang ikut unjuk rasa.
Massa aksi pun akhirnya turun ke jalan dengan jumlah sekitar 70 orang. Mereka berjalan kaki dari kampus UKSW di jalan Diponegoro menuju bundaran Tamansari, sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan makian untuk para pejabat pemerintah. Hal ini sempat menimbulkan kemacetan lalu lintas selama sekitar setengah jam.
Orasi dilakukan di bundaran Tamansari. Perwakilan dari masing-masnig elemen pun tampil.
Seorang perwakilan dari BSS mengungkapkan, “Oknum pemerintah tidak bertanggungjawab dan pemerintah membuat rakyat semakin terengah-engah.”
BSS juga menolak BLT karena, menurut mereka, BLT bukanlah “bantuan langsung tunai” tapi “bantuan langsung telas.”
Dalam orasi tersebut juga sempat hadir Ahmadi, anggota DPRD Salatiga dari fraksi PAN. Ahmadi turut berorasi menolak kenaikan harga BBM.
“Jika pemerintah tidak mampu selesaikan masalah (kenaikan harga BBM — Red), maka sebaiknya pemerintah turun saja dari jabatanya,” seru Ahmadi.
Ahmadi juga ikut menandatangani pernyataan sikap KARI Salatiga yang isinya menolak kenaikan harga BBM.
Selain Ahmadi, anggota DRPD lain yang turut berorasi adalah Sarwono dari fraksi Partai Golkar. Ia pribadi mendukung aksi tersebut dan mengatakan bahwa pemerintah harus mencari solusi lain dalam masalah kenaikan harga BBM. Sarwono juga mau menandatangani pernyataan sikap seperti dilakukan Ahmadi.
Ketika orasi berlangsung, VW Safari kuning yang ditumpangi Sri Sultan Hamengkubuwana X dan John Manuel Manoppo, Walikota Salatiga, sempat dua kali melintas di depan massa aksi. Namun massa tak mampu menghentikan laju kendaraan tersebut, karena pengawalan ketat pihak kepolisian. Padahal, saat persiapan aksi di tenda keprihatinan, KARI Salatiga berharap mampu meminta Hamengkubuwana untuk turut menandatangani pernyataan sikap menolak kenaikan harga BBM.
Karena gagal mendapatkan tandatangan Hamengkubuwana di jalan, akhirnya massa bergerak menuju Gedung Pertemuan Daerah (GPD) Salatiga guna bertemu dengan Hamengkubuwana, yang saat itu menghadiri Sarasehan Kebangsaan. Namun usaha mereka tidak berhasil karena tidak diperbolehkan masuk oleh aparat kepolisian dan pihak panitia kegiatan. Pihak panitia bahkan mengutarakan bahwa aksi tersebut sudah menggangu ketenangan acara yang berlangsung. Akhirnya, massa pun meninggalkan GPD dengan kecewa dan kembali menuju kampus UKSW.

Komentar no. 20
6 September 2008 16:59
Perambah
kebebasan berpikir, berpendapat dalam pengembangan ilmiah…..
Komentar no. 19
6 September 2008 16:57
Perambah
Proses Demokrasi jalan terus dan jangan mati demorasi.
Komentar no. 18
5 September 2008 17:07
Perambah
salam pembebasan……….salam mahasiswa……..
saya pribadi mau menkommentari ,,,,,,,,Komentar ke-13 yaitu saudara Andre……………………
Saya mau tanya……..
1>berapa tahun anda kuliah disini Di UKSW…………?????
2>apa saja yang anda sudah lakukan dikampus ini….????
3>apa saja yang sudah anda lakukan untuk masyarakat salatiga……..??????
selama ini anda ada gunanya gak dikampus ini………..??????
selama ini anda berguna gak untuk masyarakat……?????
Kita Anak2 Muda bukan saatnya teriak2 doang tapi jadi PENGANGGURAN…. Buat LApangan kerja sendiri dong n BANGKIT. Jangan nyalahin pemerintah doang…. BANGKIT INDONESIAKU!!!! AKU BERDIRI UNTUKMU NEGERIKU !!!!
untaian kata diatas itu adalah pemikiran anda………….kan………………..?????????
kita anak muda…………harusnya bisa menjadi roda dalam pergerakan dan perjuangan bangsa ini…….
gmn kita bisa kerja………………..klo toh kita jadi kuli di bangsa sendiri………,,,,,,karena pemerintah lebih pro kepada IMC……dan korporasi2 asing……………………
.KITA MAHASISWA UKSW…..YANG TERGABUNG DI DALAM LIGA MAHASISWA NASIONAL UNTUK DEMOKRASI SELALU PUNYA DASAR DAN ALASAN DAN DATA2 YANG VALID………..UNTUK MENGKRITISI…..KEBIJAKAN PEMERINTAH……….YANG MERUGIKAN RAKYAT INDONESIA TERCINTA INI……
Kawan Andre berani gak???????????????
apa yang anda lakukan setelah lulus nanti…………………Yakin dapat kerja……?????????????
Kalaupun……..anda membuat lapangan pekerjaan sendiri……..Bisa dak menghadapi dengan kondisi bangsa yang sudah carut marut begini………….?????????????
apabila ada kata2 saya yang tidak berkenan…………..saya minta maaf yang sebesar-besarnya…………
terima kasih
salam Mahasiswa……………………………………..
Komentar no. 17
10 June 2008 23:26
Perambah
[...] Sains dan Matematika angkatan 2007. Sehari setelah bergabung, aku langsung minta dia untuk liput salah satu demo penolakan kenaikan harga BBM di Salatiga. Hasilnya lumayan. Pagi hingga siang dia meliput, malam berita sudah selesai ditulis, disunting, [...]
Komentar no. 16
6 June 2008 19:44
Perambah
mahasiswa UKSW takut demo sudah hal biasa ……. nyalinya sudah di bendung dengan tembok UKSW yang tinggi jadi memang hal biasa kalo mahasiswa anti demo..
Komentar no. 15
2 June 2008 19:42
Perambah
siapa bilang indonesia negara miskin bahan tambang tapi kenapa rakyat harus beli minyak mahal semua itu hanyalah akal-akalan pemerintah saja biar bisa pada korupsi. kalo gak gitu pejabat gak cepet kaya yow tow ?
kasihan rakyat kecil terus kecepit sampe mletet metu taine…..
Komentar no. 14
31 May 2008 20:15
Perambah
aksi Kepedulian Mahasiswa terhadap masalah bangsa adalah mendesak, tetapi lebih mendesak adalah keprihatinan mahasiswa UKSW terhadap UKSW sendiri,
kalo cuma ngomong “tidak turun ke jalan juga peduli”, lha semua mahasiswa juga bisa begitu
sambil ongkang2 di kafe trus ngomong “aku peduli kok”, semua juga bisa !!!
LESSS TALK
DO MORE …..
memang sih bentuk kepedulian itu kan banyak,
kadang tujuan adanya aksi juga hanya sekedar mengimbangi dinamika nasional
kalo nasional bergerak masak sih UKSW juga ndak gerak, takut dikatain pasif padahal memang iya!
dan kadang tujuan aksi sendiri tidak lebih penting dari pada kesadaran anda untuk terlibat di dalamnya, apapun itu bentuknya!
mau ngomong? wasting time ….. mending buat nongkrong atau kerja tugas …. dan atau2 yang lain
bukan itu maksudnya ….
katakan aksi itu tidak akan berdampak apa2 tapi minimal UKSW itu peduli, UKSW itu kompak dan UKSW itu sadar…..
jadi ada khan positifnya, lha dari pada kagak ada…..
mungkin bkn hanya UKSW yang perlu disalahkan tapi source lingkungannya juga sudah mendidik apolitis
atau anak zaman sekarang memang seperti ini …..
atau UKSW sendiri yang sudah capek mendidik ??
Komentar no. 13
26 May 2008 18:11
Perambah
Orang boleh berpendapat apa aja….Itu HAK.Mahasiswa yang gak ikut TERIAK2 itu juga HAK. Tapi gak semua yg gak ikut teriak2 berarti gak prihatin, coz ada cara laen buat mereka ekspresikan keprihatinan…. Kita Anak2 Muda bukan saatnya teriak2 doang tapi jadi PENGANGGURAN…. Buat LApangan kerja sendiri dong n BANGKIT. Jangan nyalahin pemerintah doang…. BANGKIT INDONESIAKU!!!! AKU BERDIRI UNTUKMU NEGERIKU !!!!
Komentar no. 12
24 May 2008 18:11
Perambah
demo gak ada mahasiswanya lha mahasiswane UKSW sugeh kabeh ya pada nongkrong neng kafe
padahal mahasiswa wong paling menang neng negoro tp malah do mlempem piyee jaaaal………
Komentar no. 11
24 May 2008 11:53
Perambah
Rakjat bersatu tak bisa dikalahkan
Rakjat bersatu pasti menang…