BU Sudah 30 Persen Jadi

Browse By

Balairung Universitas yang proses renovasi dan perluasannya telah rampung 29,99 persen per akhir minggu lalu.

7 thoughts on “BU Sudah 30 Persen Jadi”

  1. Opha says:

    @ seluruh unsur yang terlibat dalam renovasi BU : tolong diperhatikan standart safety prosedure untuk civitas akademika UKSW dan para pekerja bangunan. Saya melihat hal tersebut tidak terlihat pada proses renovasi. Jangan terlambat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kelihatannya ini sepele. Tapi jangan sekali-sekali mengabaikannya.

  2. seehngojennaca says:

    jangan terlalu radikal entar bentuk asli tak lagi terasa,
    kadang pembaharuan yang radikal menghapuskan kenangan dan imagi

  3. Neil Rupidara says:

    Selalu ada perubahan dan termasuk perubahan yang radikal karena ada masa di mana sesuatu yang lama sudah tidak bisa menanggung beban atau pressures zaman. Jika tidak siap untuk menerima konsekuensi perubahan ya berabe. Pertanyaan, kenangan dan imagi apa yang pantas untuk tetap tinggal? Ini soal core aspects apa yang layak bertahan, bukan seluruh tatanannya.

  4. noel says:

    saya sngat setuju dengan usulan OPHA, karena beberapa kali saya bolak balik lewat BU saya tidak melihat adanya keamanan tiap perkerja….
    hal ini saya harap cepat diantisipasi….
    tnx

  5. ricky says:

    saya juga setuju opha…di pintu keluar parkiran dekat fak psikologi kenapa tidak diberi jaring-jaring pengaman. padahal banyak sekalli orang lalu lalang disana…ada kemungkinan kejatuhan palu, paku, gergaji dari tukang…ato malah tukangnya…ha…ha…jangan sampai sudah kejadian baru sadar…berapa sih harga jaring-jaring pengaman?jangan lupa faktor taman diperhatikan jangan disemen semua…bisa bikin banjir…karena daerah resapan air semakin berkurang!

  6. november says:

    Mungkin BU sudah terlalu UZUR..memang diperlukan renovasi,tapi moga aja bentuk dan fungsinya tidak terlalu melenceng dari rancangan awal BU didirikan dulu.BU UKSW yang saya ingat dulu dibuat sedemikian rupa oleh arsitek belanda,sehingga lekukan2 pada dindingpun dirancang mengikuti bentuk gelombang,supaya suara yang dikeluarkan pada saat pentas tidak “pecah” dan lebih stereoskopis.Di dalamnyapun terdapat peredam(mungkin sudah tidak berfungsi),sehingga sekeras apapun suara di dalam BU,hanya terdengar samar di luaran.ditambah lagi kayu&kaca adalah peredam suara terbaik!!
    BU boleh ganti rupa,tapi kenanganku menjadi satu-satunya SOLOIST MUSLIM di paduan suara satya ad waktu itu tak lekang oleh dinding baru.

  7. Kakha says:

    Wajah baru BU, kiranya tidak akan menghapus kenangan yang tersimpan tentang cerita cinta, nyanyian rindu, dan tangisan kebahagiaan kami yang tertinggal di sana!!!

    salam rindu,
    kakha-ambon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *