UKSW-Timor Leste Tinggal Selangkah Lagi

Browse By

Menteri Muda Urusan Reformasi Administrasi Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Florindo Pereira, berkunjung ke UKSW hari ini. Kunjungan tersebut bertujuan untuk membahas negosiasi dan kerjasama bidang pendidikan antara Pemerintah RDTL dengan UKSW.

“Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste merasa perlu untuk mengembangkan SDM (sumber daya manusia — Red) pegawai negerinya, sebagai bentuk peningkatan profesionalisme kerja dengan cara menyekolahkan mereka ke luar negeri, sebagian besar ke Indonesia. Dalam hal ini, pemerintah RDTL memilih perguruan tinggi yang telah terakreditasi, salah satunya adalah UKSW. Pemilihan UKSW dikarenakan banyaknya alumni UKSW yang ada di Timor Leste,” tutur Agna S. Krave, Wakil Rektor Bidang Hubungan Luar dan Kewirausahaan UKSW.

Agna juga menjelaskan, dari data tahun 2006, 12 dari 18 doktor yang dimiliki Timor Leste merupakan alumnus UKSW. Bahkan, Andreas Louis Pinto, atase pendidikan Kedutaan Besar RDTL di Jakarta, sedang mengambil gelar S3 di Program Pascasarjana UKSW.

Hasil kunjungan dan negosiasi tersebut menyepakati antara lain: (1) akan segera dibuat nota kesepahaman antara UKSW dan pemerintah RDTL dalam bidang pengembangan sumber daya manusia. UKSW mengusulkan agar kerja sama dapat diperluas pada bidang penelitian, teknologi informasi, dan pengembangan masyarakat; (2) dalam bulan Juli 2008 akan ada tim dari UKSW yang datang ke Timor Leste untuk mempersiapkan rencana operasi, sekaligus juga penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah Timor Leste dan UKSW; (3) UKSW akan memberi hak istimewa bagi mahasiswa asal Timor Leste dalam bentuk pembiayaan studi yang sama dengan mahasiswa UKSW yang lain. Harapannya, jumlah mahasiswa dari Timor Leste yang ingin berkuliah di UKSW akan bertambah banyak; (4) Florindo Pereira setuju agar para mahasiswa asal Timor Leste dibekali dengan soft skill seperti kepemimpinan, manajemen, penguasaan teknologi informasi, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, pemerintah Timor Leste akan membiayai pengembangan soft skill tersebut. Pemerintah Timor Leste juga akan memberi beasiswa tak hanya kepada pegawai pemerintah Timor Leste, tapi juga mahasiswa Timor Leste nonpegawai pemerintah; (5) UKSW akan memberi beasiswa penuh kepada Januario Soares dan Dominggus Savio, dua mahasiswa Studi Pembangunan Program Pascasarjana, yang tak lain adalah staf pegawai pemerintah RDTL.

Selain membahas kerjasama dengan UKSW, Pereira juga melakukan audiensi dengan para mahasiswa asal Timor Leste yang sedang studi di UKSW. Dari audiensi ini muncul dua permasalahan. Pertama, sosialisasi informasi beasiswa dari Kedutaan Besar RDTL, yang tak pernah sampai kepada para mahasiswa Timor Leste di Salatiga. Kedua, lambatnya pengurusan visa ijin belajar oleh Kedutaan Besar RDTL. Kelambatan ini mengakibatkan seorang mahasiswa UKSW asal Timor Leste dideportasi malam ini.

6 thoughts on “UKSW-Timor Leste Tinggal Selangkah Lagi”

  1. Theofransus Litaay says:

    “Kesepakatan-kesepakatan” dalam berita ini perlu dikritisi:
    (1) akan segera dibuat nota kesepahaman antara UKSW dan pemerintah RDTL dalam bidang pengembangan sumber daya manusia. UKSW mengusulkan agar kerja sama dapat diperluas pada bidang penelitian, teknologi informasi, dan pengembangan masyarakat (Komentar: Jadi pengembangan SDM itu tidak dipahami UKSW sebagai termasuk penelitian, pemanfaatan teknologi informasi dan pengembangan masyarakat sehingga perjanjian perlu “diperluas”).;
    (2) dalam bulan Juli 2008 akan ada tim dari UKSW yang datang ke Timor Leste untuk mempersiapkan rencana operasi, sekaligus juga penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah Timor Leste dan UKSW (Komentar: Kesuwen, sudah jaman internet gini, buang-buang uang. sebaiknya komunikasi email dulu, kalau sudah done maka baru ngelencer ke Dilli. masa menterinya sudah datang rencana operasi blom ada?).;
    (3) UKSW akan memberi hak istimewa bagi mahasiswa asal Timor Leste dalam bentuk pembiayaan studi yang sama dengan mahasiswa UKSW yang lain. Harapannya, jumlah mahasiswa dari Timor Leste yang ingin berkuliah di UKSW akan bertambah banyak (Komentar: Ini yang paling aneh, apa maksudnya “Bentuk pembiayaan studi yang sama”, memangnya ada pembedaan apa?);
    (4) Florindo Pereira setuju agar para mahasiswa asal Timor Leste dibekali dengan soft skill seperti kepemimpinan, manajemen, penguasaan teknologi informasi, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, pemerintah Timor Leste akan membiayai pengembangan soft skill tersebut. Pemerintah Timor Leste juga akan memberi beasiswa tak hanya kepada pegawai pemerintah Timor Leste, tapi juga mahasiswa Timor Leste nonpegawai pemerintah (Komentar: Tidak mudah menjanjikan “Soft skill” untuk Negara Timor Leste, ini kepentingan Negara, harus ada perencanaannya.);
    (5) UKSW akan memberi beasiswa penuh kepada Januario Soares dan Dominggus Savio, dua mahasiswa Studi Pembangunan Program Pascasarjana, yang tak lain adalah staf pegawai pemerintah RDTL (Komentar: So what?).

  2. Ferdi says:

    @Theo : Aku juga setuju sama kak theo, ada hal-hal yang memang perlu dkritisi namun jika dilihat dari komentar kak theo, perlu ada verifikasi juga.

    Pertama : ” Komentar: Kesuwen, sudah jaman internet gini, buang-buang uang. sebaiknya komunikasi email dulu, kalau sudah done maka baru ngelencer ke Dilli. masa menterinya sudah datang rencana operasi blom ada?) ” ==> Bila melihat kondisi Timor Leste saat ini, sulit memang berkomunikasi via Internet, dan itu diakui pula oleh menteri dan mahasiswa Timor Leste saat Audiensi kemarin. Sarana dan prasarana disana belum cukup baik untuk akses Internet.

    Kedua : ” Komentar: Ini yang paling aneh, apa maksudnya “Bentuk pembiayaan studi yang sama”, memangnya ada pembedaan apa?); ” ==> Menurut Pak Agna (WR IV) biaya studi di UKSW dibedakan antara mhsw Lokal dan mhsw Internasional (tambahannya di pajak kali ya ??).

    Ketiga : ” (Komentar: So what?). ” ==> Aku tambahain ‘Gitu Lho’ ?? biar lengkap kak.

  3. Saam Fredy says:

    Kepada Yth. Bapak Theo

    Berikut informasi yang dapat saya sampaikan

    “Kesepakatan-kesepakatan” dalam berita ini perlu dikritisi:
    (1) akan segera dibuat nota kesepahaman antara UKSW dan pemerintah RDTL dalam bidang pengembangan sumber daya manusia. UKSW mengusulkan agar kerja sama dapat diperluas pada bidang penelitian, teknologi informasi, dan pengembangan masyarakat (Komentar: Jadi pengembangan SDM itu tidak dipahami UKSW sebagai termasuk penelitian, pemanfaatan teknologi informasi dan pengembangan masyarakat sehingga perjanjian perlu “diperluas”).;

    Agenda yang dibicarakan dalam rapat terbatas hanya mengagihkan tentang keinginan RDTL untuk dapat mengirimkan pegawai negeri mereka studi lanjut, salah satunya di UKSW, selain di tempat-tempat lainnya. Itu yang dimaksudkan sebagai pengembangan sumber daya manusia. Namun pembicaraan semakin meluas, karena pertimbangan-pertimbangan yangterjadi.

    (2) dalam bulan Juli 2008 akan ada tim dari UKSW yang datang ke Timor Leste untuk mempersiapkan rencana operasi, sekaligus juga penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah Timor Leste dan UKSW (Komentar: Kesuwen, sudah jaman internet gini, buang-buang uang. sebaiknya komunikasi email dulu, kalau sudah done maka baru ngelencer ke Dilli. masa menterinya sudah datang rencana operasi blom ada?).;

    Rencana kedatangan bulan Juli memang direncakana sekali saja, yaitu untuk penandatanganan kerjasama.

    (3) UKSW akan memberi hak istimewa bagi mahasiswa asal Timor Leste dalam bentuk pembiayaan studi yang sama dengan mahasiswa UKSW yang lain. Harapannya, jumlah mahasiswa dari Timor Leste yang ingin berkuliah di UKSW akan bertambah banyak (Komentar: Ini yang paling aneh, apa maksudnya “Bentuk pembiayaan studi yang sama”, memangnya ada pembedaan apa?);

    Pembiayaan belajar bagi mahasiswa asing memang berbeda dengan mahasiswa lokal. Pemberian kewajiban membayar sama dengan mahasiswa lokal merupakan kebijakan pimpinan, dan hal itu tidak hanya dilakukan oleh UKSW, namun universitas-universitas lain yang memiliki mahasiswa dari RDTL.

    (4) Florindo Pereira setuju agar para mahasiswa asal Timor Leste dibekali dengan soft skill seperti kepemimpinan, manajemen, penguasaan teknologi informasi, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, pemerintah Timor Leste akan membiayai pengembangan soft skill tersebut. Pemerintah Timor Leste juga akan memberi beasiswa tak hanya kepada pegawai pemerintah Timor Leste, tapi juga mahasiswa Timor Leste nonpegawai pemerintah (Komentar: Tidak mudah menjanjikan “Soft skill” untuk Negara Timor Leste, ini kepentingan Negara, harus ada perencanaannya.);

    Pertemuan tersebut memang melebar hingga pembicaraan soft skill. Namun semua akan kerjasama akan disesuaikan dengan permintaan dari RDTL.

    (5) UKSW akan memberi beasiswa penuh kepada Januario Soares dan Dominggus Savio, dua mahasiswa Studi Pembangunan Program Pascasarjana, yang tak lain adalah staf pegawai pemerintah RDTL (Komentar: So what?).

    Bentuk kepedulian UKSW. Salahkan?

    Salam,
    Saam Fredy

  4. Theofransus Litaay says:

    @Saam: rebuttal saya adalah sebagai berikut:
    Apakah mungkin berita dari humas yang kurang jelas, karena dalam pemahaman saya jika membaca berita itu bahwa dari UKSW belum ada usulan draft MOU. Padahal ini Menteri sudah ke UKSW. Kalau main nunggu-nunggu apa yang dimaui mitra kerjasama ya jadinya “kesuwen” .
    Hal lain, tidak bisa kita menggunakan argumentasi bahwa semuanya tergantung RDTL. RDTL ini datang karena pengalaman pada masa lalu ada berbagai program UKSW yang khusus disediakan bagi para mahasiswa asal Timor-Timur (pada waktu itu). Beasiswa kepada para mahasiswa Timor Timur bukan baru sekarang diadakan.
    Sudah sejak lama dan selalu memang dikaitkan dengan fasilitas program lainnya di UKSW, jadi aneh banget kalau sekarang kita harus tunggu permintaan RDTL. Bayangkan kalau RDTL nggak minta, kita kan bisa menawarkan program kerjasama itu dalam satu paket.
    Jadi selain studi lanjut, sebaiknya dikaitkan dengan fasilitas2/program2 lain di kampus seperti BISTEK, Pusat Bahasa, CEMSED, PSKTI, PSG, Perpustakaan, dll. Dan inilah pentingnya fungsi perencanaan dan koordinasi di kampus. Tapi melihat bahwa sampai sekarang saja UKSW.Edu tidak memperoleh perhatian, saya jadi pesimis.
    Pada waktu ada beasiswa untuk mahasiswa dari RDTL, hal-hal ini bisa diperhitungkan sebagai bagian dari beasiswa kepada mereka, sehingga kalau pembiayaannya dilakukan oleh UKSW, maka itu termasuk paket beasiswa.
    Jadi Saam, mungkin cara saya yang kurang komunikatif dalam menanggapi berita itu. Tapi isi kesepakatan itu seolah-olah menggambarkan baru kali ini kita kerjasama dengan Timor Leste. Sedangkan dulu kita bahkan pernah menyusun rencana pembangunan di sana.
    Soal “So what”, artinya “So What?”. When you got the money and you want to give it so give it. You only give it to two persons and tell it to the world? Come on!

  5. Saam Fredy says:

    Kepada Yth. Pak Theo,

    Apakah mungkin berita dari humas yang kurang jelas, karena dalam pemahaman saya jika membaca berita itu bahwa dari UKSW belum ada usulan draft MOU. Padahal ini Menteri sudah ke UKSW. Kalau main nunggu-nunggu apa yang dimaui mitra kerjasama ya jadinya “kesuwen” . Hal lain, tidak bisa kita menggunakan argumentasi bahwa semuanya tergantung RDTL.

    + Kedatangan Menteri Muda dari RDTL memang terkesan mendadak, dan diketahui melalui email yang diterima WR IV. Kepastian kedatangannya pun baru didapat beberapa hari menjelang kedatangan. Pihak kantor WR IV mengalami kesulitan untuk menghubungi pihak Menteri Muda melalui telepon maupun email. Sehingga pertemuan tersebut akhirnya menimbulkan kesan seperti apa yang Bapak pikirkan.

    RDTL ini datang karena pengalaman pada masa lalu ada berbagai program UKSW yang khusus disediakan bagi para mahasiswa asal Timor-Timur (pada waktu itu). Beasiswa kepada para mahasiswa Timor Timur bukan baru sekarang diadakan.
    Sudah sejak lama dan selalu memang dikaitkan dengan fasilitas program lainnya di UKSW, jadi aneh banget kalau sekarang kita harus tunggu permintaan RDTL. Bayangkan kalau RDTL nggak minta, kita kan bisa menawarkan program kerjasama itu dalam satu paket. Jadi selain studi lanjut, sebaiknya dikaitkan dengan fasilitas2/program2 lain di kampus seperti BISTEK, Pusat Bahasa, CEMSED, PSKTI, PSG, Perpustakaan, dll. Dan inilah pentingnya fungsi perencanaan dan koordinasi di kampus.

    + Perlu Bapak ketahui bahwa Menteri Muda RDTL tersebut tidak hanya singgah di UKSW. Maraton selama 2 minggu, beliau juga mengunjungi Jakarta, Yogya, Jawa Timur. Setelah dari UKSW waktu itu, beliau juga masih melakukan pertemuan dengan pimpinan UGM. Pimpinan UKSW juga menawarkan paket-paket pendidikan yang ada di UKSW (termasuk: Bistek, dll).

    + Sebagai catatan, Menteri Muda RDTL sendiri akan membawa laporan beliau selama berkunjung ke beberapa kampus di Indonesia ke Sidang Dewan Menteri.

    Tapi melihat bahwa sampai sekarang saja UKSW.Edu tidak memperoleh perhatian, saya jadi pesimis.

    + Penyempurnaan uksw.edu dalam proses, kami selalu optimis.

    Pada waktu ada beasiswa untuk mahasiswa dari RDTL, hal-hal ini bisa diperhitungkan sebagai bagian dari beasiswa kepada mereka, sehingga kalau pembiayaannya dilakukan oleh UKSW, maka itu termasuk paket beasiswa.
    Jadi Saam, mungkin cara saya yang kurang komunikatif dalam menanggapi berita itu. Tapi isi kesepakatan itu seolah-olah menggambarkan baru kali ini kita kerjasama dengan Timor Leste. Sedangkan dulu kita bahkan pernah menyusun rencana pembangunan di sana. Soal “So what”, artinya “So What?”. When you got the money and you want to give it so give it. You only give it to two persons and tell it to the world? Come on!
    + Dukungan dari semua pihak diperlukan bagi pengembangan pemberian beasiswa UKSW, terutama dari alumni. UKSW baru saja meluncurkan beasiswa Notohamidjojo untuk studi S2 di Pasca UKSW. Informasi tentang beasiswa telah dikirim ke gereja-gereja pendukung UKSW.

    Kami ucapkan terima kasih atas masukan dan saran Bapak, kami menunggu informasi dan saran lain yang dapat Bapak sampaikan.

    Salam,
    Saam Fredy

  6. paulo da silva de araujo says:

    maun sira bele ajuda kalae beasiswa ???

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *