Qaryah Thayyibah angkat suara soal Salib Putih
Telah dilihat 472 kali sejak 21 May 2008SALATIGA — Polemik pengelolaan tanah perkebunan Salib Putih makin menjurus pada sentimen keagamaan. Hal ini membuat SPPQT (Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah), sebuah organisasi massa tani di Salatiga, ikut angkat suara. Dalam konferensi persnya di rumah makan Elang Sari, Senin, 19 Mei 2008, SPPQT merujuk kepada Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (biasa disebut “UU PA” — Red) untuk penyelesaian polemik tersebut.
