FTI Gencar Promosi Lewat Bola Basket

Browse By

Bagi Fakultas Teknologi Informasi UKSW, promosi pendidikan tinggi bisa dilakukan lewat olahraga. Basket jadi pilihannya.

Pusdiklat (Pusat Pendidikan dan Pelatihan) Basket FTI UKSW dibentuk pada Oktober 2007. Baru dua bulan terbentuk, para pebasket dari pusdiklat ini langsung memotori tim basket putra UKSW untuk merengkuh juara kedua dalam kejuaraan nasional yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) dan BAPOMI (Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia) Jawa Timur di GOR Kertajaya, Surabaya, Desember 2007.

Prestasi tak berhenti sampai di situ. Mereka juga menjadi juara pertama Surya Pro Basketball Championship 2008 yang dihelat di Solo, Mei 2008.

Prestasi-prestasi tersebut otomatis mengangkat nama UKSW dan FTI.

“Ini memang bagian dari promosi kita (FTI — Red), karena melihat animo anak-anak SMA itu di basket sebagian besar,” kata Yani Rahardja.

Yani adalah wakil dekan FTI, yang sekaligus merangkap manajer Pusdiklat Basket FTI. Gelar sarjana ekonomi didapatnya dari Fakultas Ekonomi UKSW pada tahun 2000. Setahun kemudian, ia juga menyelesaikan studi magister manajemen di Program Pascasarjana UKSW dengan konsentrasi pemasaran internasional.

FTI memang tak main-main menggarap strategi promosinya lewat olahraga basket. Mereka sampai mendatangkan Danny Kosasih, “suhu basket” Indonesia, untuk menjadi pelatih kepala di pusdiklat itu.

“Prestasinya (Danny Kosasih — Red) perak SEA Games,” klaim Yani tentang karir kepelatihan Kosasih.

Para pebasket yang tergabung dalam Pusdiklat Basket FTI direkrut berdasarkan hasil pemanduan bakat (talent scouting) yang dilakukan sendiri oleh Kosasih. Hasil rekrutmen pun beragam asal daerahnya. Ada yang dari Papua, Sulawesi, Sumatera, dan Jawa. Dari kuota sejumlah 15 orang, jumlah pebasket yang telah direkrut baru sebanyak 9 orang.

Kesembilan orang ini lantas diberi beasiswa penuh untuk berkuliah di FTI dan disewakan sebuah pondokan di daerah Kalinyamat, Salatiga, sebagai tempat tinggal. Warga jemaat gereja Bethany Salatiga, secara kolektif, juga urun bantuan berupa makanan sehari-hari. Jemaat Bethany membantu karena kesembilan pebasket tersebut juga bergereja di tempat yang sama.

“Harga sewa pondokan setahun Rp 10 juta. Fakultas juga kasih 3 unit komputer (untuk keperluan belajar — Red),” kata Yani.

Jadi, selain diwajibkan untuk berprestasi dalam bidang basket, para pebasket yang direkrut juga diwajibkan untuk tetap menjaga prestasi dalam bidang akademiknya. Kuliah harus tetap nomor satu, karena akan berguna sebagai bekal di hari tua, demikian penjelasan Yani.

“IP mereka di atas 2,25 semua,” klaim Johan Vilantino Pieter, mahasiswa FTI angkatan 2004, yang juga asisten Yani Rahardja dalam kepengurusan Pusdiklat Basket FTI.

Kenapa FTI begitu serius menggarap strategi promosinya, bahkan sampai bikin pusdiklat basket segala?

“Karena FTI UKSW mau menjaga stabilitas jumlah mahasiswa dan persaingan dengan perguruan tinggi (lain) semakin ketat,” jelas Yani.

“Lha apa dengan adanya pusdiklat basket, FTI UKSW lalu meningkat daya saingnya terhadap perguruan tinggi yang lain?” tanya saya.

“Ya … itu salah satu bagian dari strategi FTI. Tetapi yang paling utama dalam bidang keilmuan, dengan mengirim mahasiswa untuk mengikuti lomba-lomba dalam bidang teknologi informasi,” klaim Yani.

161 thoughts on “FTI Gencar Promosi Lewat Bola Basket”

  1. Saam Fredy says:

    Hmmm, menarik konsep promosi jenis ini. Saran, mohon juga melakukan promosi dalam bentuk lain. Perlu diingat juga untuk melakukan Integrating Communication System to support the advertising and public relation function to achieve the goal.

    Semoga selalu digaja konsistensi dari ide dasar promosi itu.

    Salam,
    Saam Fredy

  2. ricky says:

    kenapa FTI gak buka progdi Olahraga?supaya fokus! karena bekal IP 2,25 menurut saya gak mampu untuk diadu untuk berasing dengan IT’ers dari universitas-universitas lain…atau minta kampus UKSW buka Fakultas Olahraga dan mungkin Mr. Yani bisa jadi dekannya.btw congrat lah…tx.

    Best Regard

    Ricky

  3. STR says:

    @ ricky: Ya, mungkin mereka pikir olahraga bisa dipakai sebagai ikon penjualan pendidikan. Entah, bagaimana bisanya ….

    Kalau kata Yani Rahardja, “Minimal mereka tahu ada FTI UKSW.”

  4. Neil Rupidara says:

    Jika menengok pendidikan liberal arts di Amerika khususnya, kita bisa saksikan kegiatan dan kompetisi olah raga (mis, atletik, basket) merupakan bagian integral dari pendidikan universitas/college. Mahasiswa bisa kuliah dengan major IT, sambil tekuni olahraga atau musik (sebagai second major, minor, atau cuma untuk minat dan prestasi). Itu biasa. FTI memasuki suatu fase ‘asing’ bagi pendidikan tinggi kita, tapi saya tidak yakin seperti itulah konsep pendidikan di FTI (bisa cek kurikulumnya). Bagi saya, FTI cuma pakai basket untuk 1) dapat mahasiswa (tertentu), 2) dapat citra (seperti menjadi juara dan dikenal). Karena itu, basket di FTI masih sebatas alat promosi, bukan bagian integral konsep pendidikannya. Tidak ada yang salah dengan itu, tetapi ini memungkinkan UKSW untuk melihat wacana alternatif dalam portofolio program pendidikannya. Cuma, saya yakin ide liberal arts adalah barang tidak populer di Indonesia dan akan mudah ditolak.

    Khusus buat Ricky, saya punya informasi bahwa sebuah perguruan tinggi swasta terkenal di Jakarta tidak mau mahasiswanya diberi nilai di bawah nilai tertentu. Sekalipun mahasiswa merayap, universitas akan keluarkan nilai pada standar minimum tertentu untuk jadi citranya. Bandingkan: UKSW zaman dulu, mahasiswa IPK sekitar 2.25 bisa sampai tahap akhir seleksi penerimaan pekerja di salah satu perusahaan terbaik Indonesia, bersaing melawan UI, ITB, etc. Memang kala itu perusahaan tersebut tidak terlalu menyoal IPK. Jadi, mutu atau IPK atau? Jika bisa kedua-duanya, semuanya, ya bagus sekali. Tapi, seringkali terjadi trade-off sebagai konsekuensi keterbatasan2. Tapi, kalau mutu payah, IP payah, dan tidak ada yang bisa dibanggakan ..???

  5. ricky says:

    BAGAIMANA SESEORANG JADI AHLI??
    seorang michael jordan semenjak umur 5 tahun sudah memegang bola basket….
    seorang profesional di bidangnya… saya tahu sudah mendalami bidangnya dalam rentang waktu yang lama…
    mereka sangat ahli karena mereka sudah terbiasa sekian lama…

    saya setuju dengan kegiatan-kegiatan bidang lain selain keilmuan yang ditekuni seperti seni dan olahraga sebagai bagian hidup seseorang. Tetapi yang menjadi pertanyaan…kenapa sampai ada “PUSDIKLAT BASKET” yang jelas-jelas bukan keilmuan inti yang harusnya dapat perhatian khusus. kenapa gak buat PUSDIKLAT IT ???
    kalau saja keseharian mahasiswa FTI yang ikut pusdiklat diisi hari-harinya dengan latihan-latihan untuk skill basketnya?kapan dong belajar IT?IT berkembang begitu cepat, bisakah mahasiswa mengikutinya?(catatan: kalau sekedar ekstrakurikuler ndak masalah…)..
    yang sudah betul-betul mengikuti saja masih tidak bisa mengejar ketertinggalan…
    saya juga pernah melihat mereka dalam waktu beberapa jam menghabiskan waktu di tempat-tempat fitness.bukanya mereka harus lebih banyak ada di depan komputer?

    ingat kasus defacing situs DEPKOMINFO?bagaimana kita(UKSW) bisa menyumbangkan tenaga-tenaga yang mumpuni untuk negeri tercinta ini…mengatasi serangan-serangan cracker tak bertanggung jawab kepada negara kita ini, kalo calon-calon tenaga ini tidak intensif dan dibiasakan menjadi AHLI IT?

    menyoal tentang promosi, benar bahwa promosi ini akan menyedot mahasiswa. tapi calon-calon mahasiswa yang benar-benar ingin mendalami IT akan mencari tahu tentang ITnya bukan yang lain2nya.
    tapi apakah ini juga akan menghasilkan mahasiswa yang mampu bersaing dengan baik kelak?
    bill gate hanya 1 orang…mampu memperdaya jutaan orang untuk memakai microsoftnya…
    linus trovald…dengan linuxnya
    steve job dengan applenya
    ubuntu indonesia dengan blankOnnya
    fedora indonesia denga IGOSnya
    FTI uksw….dengan….(isi sendiri aja)
    kalo prestasi ITnya bagus….calon-calon ITers hebat akan masuk ke UKSW…

    FTI…tunjukkanlah ke IT an kalian…
    bangkit itu …mencuri…mencuri perhatian dunia dengan prestasi…(iklan kebangkitan nasional)
    curilah perhatian dunia dengan prestasi IT kalian…dirikanlah pusdiklat IT, jangan puas dengan cuma BISTEK…saya tunggu produk-produk IT kalian…

  6. Neil Rupidara says:

    @Ricky: ha ha ha… setuju sekali jika prestasi akademik dan profesinya lebih ditantang.. computer geeks dari Lembah Salatiga memang ditunggu-tunggu gebrakannya.. bola basket dan pendidikan manusia utuh (a holistic person education) adalah ide lain.. supaya tidak menghasilkan jago IT yang kerjanya cuma ‘merusak’ atau menjiplak…

  7. ricky says:

    kok http://ftiuksw.org/ kok–>We’re Sorry for the inconvenient, the site is under construction

  8. ricky says:

    kok http://ftiuksw.org/ kok–>We’re Sorry for the inconvenient, the site is under construction?

  9. STR says:

    @ ricky: Itulah uniknya FTI UKSW, bung. 😀

    Mengaku belajar teknologi informasi, tapi, ternyata, fakultasnya tidak pernah (atau belum?) menunjukkan perhatian terhadap pengelolaan informasi, yang notabene adalah bagian dari penerapan ilmunya. Itu website udah berapa bulan dibiarin ompong gitu ….

    Mari tanya pada rumput yang berdangdut (kalo cuma goyang, udah ketinggalan jaman).

  10. ki joko pinter says:

    kalo hanya digunakan sebatas promosi ga masalah lah bos…
    daripada ntar promosinya pake hal2 yg berbau IT tp ga didukung ama kompetensi si promotor itu?
    menelanjangi diri sendiri namanya…(emang mau mandi apa?) betul?
    yang penting cegah merebaknya program “kejar setoran”, ngelulusin mahasiswa asal2an, tingatin standar kelulusan, biar nanti pada saat masuk dan bersaing didunia kerja ga bikin malu nama kampus..
    Balance antara gelar dan kemampuan…

  11. STR says:

    @ ki joko pinter: Wah, kalo basket cuma dijadikan alat promosi, saya kok agak keberatan dengan itu. Emangnya basket itu apanya IT, sehingga bisa jadi “alat promosi” untuk IT?

    Jika memang si promotor gak kompeten di bidang IT, ya ndak usah buka fakultas teknologi informasi. Buka aja fakultas basket (karena promotor yang sedang kita rasani kelihatannya lebih jago basket).

    Huahahahahaha ….

  12. Yodie Hardiyan says:

    untuk penulisnya:

    aku inget dulu kamu pernah cerita soal ini ma aku di nasi kucing pancasila malem2…udah agak lamaan sih

    ternyata ditulis juga…tulisan yang berawal dari kegelisahan bos?

    Hahahahahahha,,,,,

  13. Saam Fredy says:

    Segala cara untuk promosi itu bagi saya sah-sah saja, termasuk gaya basket FTI. Saya kira, FTI tidak hanya melakukan promosi basket, juga lainnya.

    Banyak cara menuju Roma, sekarang lebih baik kita kembalikan kepada masyarakat. Biar masyarakat yang menilai baik-buruknya.

    Salam,
    Saam Fredy

  14. wyne says:

    bwt mas satrio,, aku perhatiin terus selama kamu ngasih koment tntnag FTI selalu hal2 yang negative… kalau emang kamu irih dngan apa yang kami perbuat di FTI saat ini, kenapa kamu nggak berani datng langsng ke fakutas kami, temuin manajer pusdiklatnya ngomong ke dia kalo kamu gak suka ama cara promosinya dia…. aku cuman mau bilang jaaadi orang jangan sok kritikus dech,,emang kamu yang punya FTI…… ato jangan2 fakultasmu gak bisa untuk berbuat seperti kami di FTI. hahahahahahaha……!!!!!!!!!!!!!!!

  15. STR says:

    @ wyne: Coba anda pikir lagi saran yang anda tulis buat saya. Lha kalo saya ujug-ujug dateng ke manajer pusdiklat terus bilang ndak suka sama cara promosinya, apa itu sikap yang baik? Lain halnya kalo si manajer itu minta saya dateng untuk minta pendapat saya. Saya pasti ndak akan keberatan mengungkapkan semua kritikan saya.

    Nah, berhubung saya itu bukan siapa-siapa (sehingga tak mungkin dimintai pendapat oleh si manajer pusdiklat), ya saya bersuara di tempat ini aja, mengomentari fakta yang tertuang lewat tulisan saya di atas. Saya pikir itu cara yang lebih baik. Syukur-syukur si manajer pusdiklat baca komentar-komentar saya. Lebih bagus lagi kalo ditanggapi. Tapi kalo ndak ditanggapi ya saya juga ndak marah.

    Saya ndak pernah iri dengan FTI. Saya cuma ndak bisa paham dengan cara pikir mereka, yang saya lihat jauh dari kesan “TI.” Itu saja.

    Terima kasih. 🙂

  16. Andre says:

    Temen2 PUSDIKLAT tak dukung…..Buktikan pada penulis yang satu ini kalo kalian gak cuma jago BAsket doang….>>>> Kalian PAsti BIsa koq. Atau jangan2 rasa cinta ama UKSW udah mulai pudar yaaa kalo nama UKSW jadi HArum berkat BASKET …….. Salam Basket mania

  17. STR says:

    @ Andre: Rasa cinta saya sama UKSW akan jauh lebih tidak pudar jika prestasi dicapai dengan jalur-jalur yang semestinya, yang rasional. Lihat elektro dengan robotnya. FSP dengan Voice. Tapi FTI? Dengan basket? Saya menanti prestasi FTI di bidang TI. Dan itu harus lebih banyak daripada prestasi basketnya, karena mereka mengaku “TI.” Terima kasih.

  18. Saam Fredy says:

    Rekan-rekan semua,

    Saya jadi tertarik dengan perdebatan panjang FTI dan Basket.

    Sebenarnya sudah banyak prestasi yang telah dibukukan oleh teman-teman di FTI, selain dalam bidang Basket, namun sayang tidak terkomunikasikan secara baik oleh teman-teman di FTI dan pihak Humas UKSW sendiri. Saya pikir ini menjadi cermin yang baik buat teman-teman di FTI, terutama di LK untuk lebih sadar media dan sesering mungkin melakukan komunikasi ke mereka.

    Saya sendiri mengakui sering ketinggalan berita tentang prestasi FTI, karena kran komunikasi yang tidak baik itu. Salah satu prestasi yang sangat membanggakan adalah ketika salah satu mahasiswi FTI menyabet salah satu juara dalam ajang, kalau tidak salah di Bandung, bebrapa tahun silam, kalau tidak salah namanya guis (arek jawa timur). Kebetulan waktu itu saya masih, mahasiswa. Dan beberapa prestasi lain dalam karya tulis, kemarin beberapa judul lulus penilaian dikti. Bahkan kegiatan-kegiatan nasional yang mengundang pembicara nasional juga diadakan.

    Jadi saya berharap teman-teman FTI tidak sungkan-sungkan untuk bermain di media. Manfaatkan media yang ada terutama di UKSW yang gratis (situs resmi UKSW, Buletin Senin, dll). Dan mencoba melakukan kontak dengan media luar, terutama cetak. Saya bersedia untuk berdiskusi dengan teman-teman FTI (terutama LK FTI) tentang masalah tersebut.

    Tetap semangat FTI.

    Salam,
    Saam Fredy
    (staf Jurnalis BPHL UKSW, pengelola berita di http://www.uksw.edu)

  19. ricky says:

    @semua komentator…

    setidaknya saya sedikit terlibat dengan berkembangnya tulisan mengenai FTI ini. jadi saya mau komen lagi…
    saya bersyukur ada selisih pendapat disini dan disitu..saya pikir ini hal baik untuk kedepan kita semua civitas akademika bisa memperoleh pengalaman hidup berdampingan dengan macam-macam orang…bagaimana kita bersikap positif thinking dan tidak negatif thinking atau menuduh orang lain negatif thinking…kelihatan kok mana yang emosi dan mana yang tidak…kalo benar kenapa harus terpancing emosi…silahkan yang emosi merenung lagi…wah jadi berfilsafat nih…kalo boleh saya mengajak FTI (walau saya orang kecil juga spt STR) untuk bisa melihat positif dari masukan-masukan yang ada…saya yakin FTI bisa jadi lebih baik kok dengan Ke IT annya….makanya kita masyrakat sekitar memberi dorongan untuk lebih maju…atau memang FTI gak mau punya “Tetangga”…mau hidup sendiri di belantara UKSW ini…saya hidup berdampingan juga dengan anak-anak FTI…mereka semua punya potensi bagus…mereka harus lebih difasilitasi disubsidi silang untuk bisa ambil sertifikasi yang harganya selangit seperti CCNA, ORACLE..dll..(la kuliah mahal je…)–>catatan saya kenal dengan mahasiswa yang kurang mampu untuk ambil matakuliah sertifikasi ini karena harganya selangit. dan akhirnya tertunda..dan mungkin banyak mahasiswa lain bernasib sama….ingat visi satya wacana???
    tapi kalo FTI merasa lebih bijak dengan menggunakan uangnya untuk PUSDIKLAT BASKET ya itulah keputusan mereka…ya kita cuma mencoba saling membantu memberi masukan….
    boleh kan kita saling berpendapat…jangan termakan emosi!!! Hidup Satya Wacana!

  20. niskala says:

    nila setitik, rusak susu sebelanga..

    ibarat pepatah yg terkenal itu, saya kok merasa beberapa komentar sebelumnya langsung memberikat kredit negatif pada FTI hanya karena 1 atau beberapa hal (kegiatan) saja tanpa memandang kegiatan2 laen yang sudah dilaksanakan dulu2 maupun baru2 ini.

    diingat saja bahwa FTI pernah melakukan perakitan komputer massal di BU (lama) UKSW dan bahkan kegiatan itu (kalo tidak salah) masuk rekor MURI (???). kegiatan yang terakhir selesai adalah kegiatan lomba pembuatan game yang hadir juga di parkiran depan GAP UKSW. peserta lomba bukan hanya dari seputar salatiga dan jawa tengah saja tabi juga dari bandung dan kota2 lain. juaranya, menurut tim juri adalah anak FTI. ternyata anak FTI UKSW bisa saingan juga dengan mahasiswa TI dari kampus lainnya. kali scientiarum berminat mungkin bisa (sudah) melakukan liputan untuk kegiatan tersebut dan bisa memperoleh informasi yang lebig lengkap dari apa yang saya ketahui ini. yang sedang (akan) berjalan adalah kegiatan IT This Week, mungkin scientiarum berminat meliputnya.

    fyi, promosi FTI kalau hanya melalui basket saja rasanya mustahil bisa mendatangkan mahasiswa yang saat ini jumlah totalnya tidak kurang dari 1500. saya rasa FTI pasti punya cara lain yang lebih efektif dalam promosi, hasil kerjanya sudah kelihatan sekarang (dari jumlah mahasiswa).

    saya hanya sekedar memberikan informasi untuk mengimbangi berita dan komentar yang sudah ada. saya rasa wajar kalau scientiarum punya data yang lebih lengkap mengenai apa yang saya informasikan di atas.

    marilah kita menulis dengan pikiran dan analisa yang baik serta tidak tercemari oleh emosi dan pendapat pribadi karena komentar2 yang tertulis di sini sedikit banyak akan menjadi indikator yang menjelaskan siapa pembaca scientiarum. hal itu tentu menunjukkan kualitas dari scientiarum sendiri di dunia maya.

    maju terus untuk kebaikan melalui jalan kebenaran !

    :p

  21. ricky says:

    @niskala…

    kita berkomentar disini sebagai ajang untuk saling membangun…BESI menajamkan BESI…orang menajamkan sesamanya (amsal 27 :17). kita ndak pernah mengatakan FTI jelek…kita hanya memberi komentar masukan. semua kembali pada FTI untuk mengolah semua menjadi kemajuan mereka. tolong ditelaah lebih dalam (jangan cuma merasa alias pake perasaan)…
    Mengenai masalah kuantitas yang anda sebutkan…apakah menjamin kualitas?mari kita lihat secara utuh…
    So…untuk FTI pasti bisa berkembang lebih baik. GBU

  22. niskala says:

    @ricky yg ganteng : kalo berbicara tentang hasil dari promosi maka indikatornya adalah kuantitas. kalo mau bicara kualitas maka itu sudah berkaitan dengan PBM dan pembinaan2 lain melalui jalur2 yang ada di dalam fakultas. menurut saya itu agak berbeda… kalau dirimu tidak merasa menulis dengan urat (emosi) maka tidak perlulah menanggapi komentar saya yang bagian itu.. oke ? klo ada pikiran lain silahkan… dengan senang hati saya buka pikiran saya… :p

  23. Saam Fredy says:

    Kepada Teman-teman semua,

    Pembicaraan tentang FTI dan Basket semakin menghangat dan semakin menarik. Ini layak untuk lebih diseriuskan ke dalam diskusi bukan di dunia maya. Mungkin LK FTI mau mewadahi sebuah diskusi tentang hal tersebut, dan tidak lupa mengundang pihak Scientiarum tentunya. Saya pun dengan senag hati akan hadir, kalau tidak sibuk.

    Diskusi yang diharapkan saling membuka pikiran-pikiran kita, menemukan permasalahan bersama, dan mencoba memecahkannya bersama.

    Salam,
    Saam Fredy

  24. ricky says:

    @niskala…salam kenal…terima kasih sudah memuji saya ganteng….
    okay saya setuju yang anda katakan…mengenai ukuran keberhasilan promosi…
    tapi yang jadi menghangat di diskusi di sini adalah persoalan munculnya PUSDIKLAT basket…di FTI
    yang merupakan salah satu upaya pembinaan atlet2 basketnya….trus apa ndak lebih baik dana diarahkan ke pusdiklat-pusdiklat IT?tapi semua kembali ke FTI karena mereka yang punya wewenang?saya cuma mau share aja mengenai kondisi teman saya yang kurang mampu untuk mengambil salah satu matakuliah sertifikasi…yang harganya selangit…itu harga yang wajar…tapi apakah FTI nggak tergugah untuk memberi subsidi kepada mahasiswa tersebut sehingga harga matakuliah itu lebih ringan dibanding harus mendirikan PUSDIKLAT BASKET?SEKALI LAGI INI CUMA KOMENTAR DAN SARAN ….harap tidak ada yang tersingung atau tersungging…basket untuk ekskul sih ok dan harus …untuk pembentukan pribadi yang utuh…saya dulu kuliah di elektro tapi juga suka basket…tapi gak ada yang salah antara basket dan jurusan saya…tetapi pusdilkatnya yang mahal itu lho yang menjadikan orang banyak bertanya..(bukan cuma saya…)…sementara ada mahasiswa yang butuh imu TI dikasih mahal…
    sekali lagi @niskala –>besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya (amsal 27:17) ingat kita SATYA WACANA)…no emotion ko, no tarik urat….Tuhan Yesus sudah mengasihiku…maka akupun juga mengasihi anda.GBU

  25. JONATHAN says:

    wah….. kaya’nya banyak pihak yang rada – rada “sewot” dengan promosi yang dilakukan oleh FTI….
    sebagai anak FTI yang tau tentang FTI saya sangat setuju dengan promosi memakai “BASKET” yang di lakukan FTI, setau saya itu cuma salah satu cara yang di pakai, masih banyak cara yang dipakai oleh FTI, mis : pengiriman TEAM ke bandung guna mengikuti kompetisi, n’ hasilnya bisa jadi juara 2, selain itu juga mengirimkan beberpa mahasiswa untuk melakunan sosialisasi yang berbau IT. Disamping itu bukan cuma FTi aja yang terkenal, UKSW juga jadi terkenal…… seperti ada pepatah bilang “sekali merengkuh dayung dua – tiga pulau terlampaui”……………………………….
    BRAVO FTI…………………..

  26. niskala says:

    @ricky:
    disini kita menemukan titik temu.terima kasih untu keterbukaan hatinya.
    berkaitan dengan pemanfaatan dana untuk pisdiklat serta subsidi berkaitan dengan sertifikasi, saya belum berani berkomentar. informasi yang saya punya belum cukup memadai untuk saya berpendapat sekalipun hanya untuk memberi saran saja.

    ps:
    dirimu mahasiwa FTJE atau mantan mahasiswa FTJE ?
    sekarang di teologi ???

    hidup sandal jepit orange 🙂

  27. Pnidas says:

    teman-teman, terima kasih telah memberikan perhatian besar untuk fakultas kami yang tercinta. kritik dan saran akan menjadi koreksi dalam mencapai ideal Fakultas Teknologi Informasi yang bernaung dalam Visi-Misi Satya Wacana. tidak ada yang salah dalam komentar teman-teman, namun hendaknya juga perlu di dasari oleh argumentasi yang objektif dan didasari oleh fakta secara holistik. sebagai mahasiswa kita selalu memiliki mimpi-mimpi ideal yang kita harapkan tentang apa yang kita pandang dan lihat.
    Fakultas teknologi Informasi, sejak berdiri tahun 2003, telah menyadari bahwa terdapat kekurangan-kekurangan yang memang secara manusia kita tidak dapat menyelesaikan dalam waktu yang singkat, karena semua ini membutuhkan proses yang panjang. program maupun kegiatan yang dibuat oleh FTI tentunya ada dasar yang jelas, bukan asal-asalan di buat, ada baiknya untuk melakukan klarifikasi dulu, minimal melalui teman-teman yang ada di LK, baru memberikan komentar, hal ini penting untuk menjadi objektifitas dalam memberikan pandangan, bukan malahan memberikan celaan.
    satu hal yang perlu di pahami, bahwa keputusan yang diambil oleh pimpinan FTI pada dasarnya sudah dipikirkan matang-matang dalam pengembangan fakultas secara holistik.
    holistik dalam artian, pengembangan secara profesional dan humanistik menjadi prioritas, dan harus dicapai secara bersama-sama. tentunya tidak hanya profesional yang menjadi fokus, namun potensi humanis juga menjadi acuan penting dalam pengembangan kepribadian yang berkarakter.
    berbagai peluang di ambil dalam rangka mengembangkan fakultas secara holistik, dan tidak terpisah-pisah. inilah yang menjadi dasar.
    pengembangan kemampuan IT sudah menjadi fokus utama FTI, ya…namanya juga Fakultas Teknologi Infoprmasi. kehadiran BISTEK, dan sebentar lagi BTC (Bandung Talent Center), dalam rangka menyiapkan SDM dalam bidang IT yang memiliki kepakaran dan penguasaan akan IT. Maaf…FTI tidak main-main dengan pengembangan kualitas IT mahasiswa.
    masalah sertifikasi yang mahal, saya rasa tidak ada masalah dengan hal tersebut, karena sertifikasi sangat berguna bagi mahasiswa di kemudian hari. teman, jangan berpikir mahalnya biaya sertifikasi saat ini, tapi pikirkan dalam jangka panjang. karena sertifikasi bukan proyek cari untung. sertifikasi langsung diberikan oleh badan pemilik sertifikasi seperti CISCO, CCNA, Oracle. tentunya bayaran yang anda katakan mahal, tidak berdasar sama sekali, mungkin kalau ada yang punya info harga murah, tolong beritahu Fakultas, untuk jadi pertimbangan.
    jika di tinjau dari sisi prestasi mahasiswa dalam bidang IT, saya rasa tidak cukup tempat untuk membahas masalah ini. hal ini juga dibuktikan dengan alumni FTI yang sudah bekerja di InTouch seperti Frangklin, daniel, dan Geuis, telah memberikan warna dalam pengembangan IT.
    oleh karena itu, saya pikir pengembangan dalam bidang profesional dan humanis mutlak diperlukan. terlepas dari hal itu, maka kehadiran pusdiklat basket FTI merupakan salah satu sarana dalam membentuk karakter dalam bidang humanistik. ada berbagai cara yang dapat kita pakai, namun tergantung kita apakah mau atau tidak dalam mengembangkan diri.
    ingat…disini kita tidak menggunakan konsep pembandingan. janganlah membandingkan si A dan si B, tapi lihatlah kontribusi nyata yang telah diberikan dalam membangun karakter mahasiswa, yang selaras dengan visi-misi Satya Wacana, dalam mewujudkan “creative minority”

    salam

    rocky

  28. ody says:

    Duh Telat……PUSDIKLAT ya…….pertama yang bisa aku katakan adalah Tuhan Pasti Menyertai Mereka……..

    Aku main basket dari kelas 6 SD, Sampai sekarang.
    Namun permainan dan mengerti akan artinya bermain BASKET itu setelah aku ikut dalam PUSDIKLAT..

    Aku cuma 1 bulan ikut meraka latihan dan mengikuti 2 turnamen besar ( Pengalaman Baru )
    Suatu pengalama yang benar-benar baru dalam hidupku. aku tau, satria juga main basket, banyak di UKSW pemain basket.

    Paling berkesan bagiku adalah pada saat Final Surya Pro Di solo….aku ga kaget menjadi juara 1, yang buat aku terharu adalah Seluruh TIM ( Pemain, Official dan Manager ) bersama2 menyanyikan lagu “Kami Memuji KebesaranMU ” di Tengah-tengah lapangan dan seisi GOR Manahan Solo sekejap menjadi hening…. dan aku berkata dalam hati, ini TIM yang diberkati….( melalui FTI, UKSW, Gereja-Gereja, Donatur2 di Salatiga, Semarang, Surabaya, Jakarta, Bandung, dll)….LUAR BIASA Hebatnya Tuhan Allah ku

    Basket adalah BONUS Hidup,” kata PAPA
    Aku suka sekali dengan perkataan PAPA seperti itu. Melalui basket kita bisa belajar untuk hidup menjadi lebih baik dari sebelumnya ( bertanggung jawab,Profesional, Tepat waktu, disiplin, Taat, patuh, menjadi pendoa2, dll )

    aku merasakan betul perubahan yang terjadi…..Kalo mau merasakan apa artinya disiplin, Masuk dulu PUSDIKLAT ( bukan hanya jadi pemain )

    Jangan lihat PUSDIKLAT dari satu sisi….

    AKU belum tentu lebih baik dari KAMU dan KAMU belum tentu lebih baik dari DIA dan DIA belum tentu lebih baik dari MEREKA dan MEREKA belum tentu lebih baik dari AKU…….

    PUSDIKLAT akan menjadi berkat bagi setiap orang….dan juga Bagi Mahasiswa UKSW

    JADI JANGAN LUPA ” BASKET ADALAH BONUS HIDUP bukan BASKET HIDUP SAYA ( PUSDIKLAT FTI )

    Salam,
    Pattiwael

    GBU ALL

  29. Ricko says:

    FTI memang fakultas luar biasa…
    Tidak bisa dipungkiri bahwa FTI mempunyai banyak atlet professional yang mungkin tidak bisa dibandingkan dengan fakultas lain. Terbukti setiap POM UKSW, FTI selalu merebut banyak gelar kemenangan.
    Sewajarnya prestasi membanggakan tersebut juga harus diimbangi dengan prestasi akademik yang harusnya lebih membanggakan juga.
    Jangan sampai teman-teman FTI terjebak pada kebanggaan sesaat tersebut dan akhirnya melupakan kewajiban teman-teman untuk meningkatkan kemampuan di bidang TI. Saya rasa akan sangat mubazir jika teman-teman kuliah di FTI tetapi pada saat keluar nanti tidak mampu berkompetisi dengan baik dengan teman-teman lain yang notabene berasal dari bidang yang sama. Kasihan sekali kan uang berpuluh-puluh juta hilang dengan percuma?
    Saya percaya FTI adlh fakultas yang memiliki banyak dana untuk melakukan promosi (kasihan donk fakultas2 lain yang tidak sekaya FTI apalagi fakultas saya FTJE/ FTEK). Tapi rasanya akan lebih bijak jika dana yang banyak itu dialokasikan untuk promosi yang tentunya sesuai dengan bidang yang digeluti. Promosikan hal-hal yang benar-benar berbau TI (bisa-bisa nanti ada PUSDIKLAT Sepak Bola, PUSDIKLAT Voli,dll). Ingat masa depan FTI ada ditangan kalian:)

    Untuk redaksi Scientiarum, mengapa tidak pernah meliput Kegiatan yang dilakukan FTEK??? Fakultas kami baru-baru ini mempunyai prestasi yang mengharumkan nama UKSW juga. KRCI juara 3 nasional, dan tim programer FTEK lolos ke ICPM tingkat Asia. Kami tunggu liputannya.

    Salam Damai

  30. alfa says:

    Hebat..hebat… salut deh ama FTI… tapi sayang yah…prestasi di bidang IT sendiri kalah jauh ama olahraganya. Kan lucu, waktu PIMNAS kemarin, yg dipamerin cuma pialai olahraga semua…. hiks..hiks.. piala lomba programming-nya mana?

    Angkat jempol buat FTE.. terutama buat tim robot-nya ama juara ACM di BINUS kemarin… Klo tau gini dari dulu masuk elektro..tapi dah terlanjur masuk FTI..kan “lucu” klo ada yang transfer ke elektro..

    Then

    FTI…mana tajimu… jgn sampe lulusan FTI cuma pada jago olahraga semua…. Pusat Pembinaan dan Pelatihan buat para programmer2-nya mana?

  31. ricky says:

    @ semuanya…. ingat semua yang kita kemukakan di forum ini untuk saling mengasah….bukan untuk saling menghancurkan…

    psn :
    @niskala… dulu saya memang pasukan orange, tapi sekarang sudah lulus…saya tidak pindah ke teologi…tetapi saya hanya sedang belajar menghidupi “SATYA WACANA” (setia pada firman Tuhan)…

    GBU all

  32. ikw says:

    untuk semua temen- teman yang saya kasihi…

    terima kasih untuk setiap kritik dan saran yang anda-anda sampaikan untuk PUSDIKLAT BASKET dan untuk FTI…
    semua itu sangat membantu kami untuk dapat berkembang
    lebih baik lagi dari hari kemarin
    dan hari ini…

    sekali lagi terima kasih.

    Tapi ada baiknya, jika kita jangan hanya bisa mengkritisi orang lain/ pihak/ organisasi/ badan/ atau apapun..TANPA bisa mengkritisi Diri Sendiri.. ok???

    nb bt redaksi : “PERHATIAN. Setiap komentar akan melewati proses moderasi sebelum tampil. Silakan berkomentar dengan sopan dan bertanggungjawab. Komentar anonim atau alias tetap diperbolehkan, namun kami mengimbau agar anda sudi menunjukkan identitas asli. Komentar yang menyinggung isu SARA atau melanggar etika kesopanan tidak akan ditampilkan.”

    apakah pernyataan itu benar2 teman-teman redaksi perhatikan/ diabaikan/ sedikit diabaikan??
    .

    Hidup mahasiswa !! 🙂
    GBU

  33. -no name- says:

    FTI?

    swer…bukannya apa2, tapi saya kira FTI dibangun bukan berdasar pada konsep ‘belajar’ namun berdasar pada ‘bangga’ pada dirinya sendiri…

    memang FTI ‘wah’….
    tapi kapan FTI nyadar klo kualitas lebih baek daripada jadi juara?

    memang kadang orang naif ada benarnya klo bilang:
    “jadi juara basket lebih sangaaarrrrr daripada nilai ujianku…”

    bangga karena jadi atlit dari FTI…
    bukan bangga jadi mahasiswa UKSW c.q FTI….

    -thx-

  34. anas says:

    saya setuju dengan salah satu metode yang diapakai oleh FTI, yaitu dengan menonjolkan basket sebagai penjaring perhatian. hal ini menjadi menarik, oleh karena FTI sangat fleksibel mengikuti perkembangan dewasa ini. salah satu kelemahan orang indonesia ialah ketika melihat bahwa segala sesuatu yang bersifat non ilmiah tidak terlalu diprioritaskan. pemahaman yang salah seperti ini, sering membuat indonesia menjadi jauh agak tersingkir dari kompetisi-kompetisi dunia yang bercorak ragam dalam sisi non akademisi.

    basket juga menggambarkan sisi yang aktif dan dinamis dari seorang mahasiswa. dengan melihat hal yang tersirat lewat permainan basket, seseorang dapat belajar lebih… bagaimana mendisiplinkan diri dan orang lain, bagaimana dapat memenejement waktu, bagaimana dapat bekerja selaku sekelompok komunitas kecil, dan bagaimana berusaha meraih dan mempertahankan sebuah kemenangan. menjadi sangat mungkin hal tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun kegiatan akademisi.

    namun….
    saya setuju dengan pendapat odie, bahwa…..
    “basket adalah bonus hidup”……..
    dengan demikian saya beranggapan basket adalah bonus FTI yang wajib dipromosikan…..
    JBU……..

  35. Ricko says:

    @anas: Pada dasarnya saya setuju jika sebuah Fakultas membuat bentuk promosi melalui kegiatan-kegiatan non-akademik dengan tujuan menarik minat calon mahasiswa baru. Hanya saja jangan hal itu menjadi prioritas. Jangan sampai FTI menjadi latah dan membuat promosi2 serupa yang pada dasarnya bukan memperkenalkan FTI sebagai Fakultas berbasis Informatika tapi menjadi FTI sebagai Fakultas Olah Raga.
    Bentuk promosi yang dilakukan Fakultas tentu akan mempengaruhi pandangan dari calon mahasiswa yang masuk. Bisa-bisa orang akan masuk ke FTI karena tertarik bahwa Fakultas isinya orang-orang yang jago olah raga daripada orang-orang yang memang menaruh minat pada bidang IT.
    Beberapa waktu yang lalu FTI juga sempat membuat acara lomba-lomba yang saya rasa menarik juga, tapi kelihatannya jika mau dibilang promosi kelihatan salah sasaran karena kebanyakan yang ikut lomba adalah mahasiswa atau orang-orang jebolan FTI juga.
    Salam Damai:)

  36. niskala says:

    waduh…
    kok komentrnya makin lucu2 ya.
    hehehe..
    benar2 lucu…
    suer..

  37. rey says:

    alow,wah fti kayanya aku da baca 2 x tentang fti ko rata2 negatif yah???semoga ini bisa jadi masukan terhadap fakultas ini…agar bisa jadi lbih baik dalam segala bidang…owiya untuk no name aku rada gak suka ma opini mu!kamu ngomong hal2 kaya gitu mang kamu anak fti ya?tunjukin dong namamu jangan cuma tulis no name doang…kamu tuh cowo,cewe,banci,ato bencong?hehe no offense n sara…

  38. ody says:

    Selamat buat FTE atas kemenangannya…..tingkatin lagi.

    Akhirnya enak juga mengkombinasikan BAKAT BASKET yang aku punya dengan ILMU yang aku dapet di FTI..

    Besok2 mungkin aku mau buat Sebuah WEB dan didalamnya terdapat TUTORIAL tentang BASKET dan juga POLA – POLA dalam permainan basket ( bisa menggunakan Animasi Flash ). Mungkin saya rasa BASKET dan IT jadi bagus banget kalo digabungkan….

    Ada yang mau BELAJAR BASKET ?? Aku beri berupa Animasi, biar lebih gampang belajarnya….
    Latihan ( Drible, Passing, Shoting, Layup, Crossover)
    POLA ( Difense Man to Man Half Court, Man to Man Full Court, Zone 2 3, Zone 3 2 )
    Offense, Fastbreak, Outball, Three Point, FreeThrow…
    Kalo ada yang mau bilang….. Aku anak FTI, Aku juga bisa manfaatkan ILMU-ku dengan BAKAT-ku

    So……..Apa anak PUSDIKLAT ga bisa buat sesuatu yang berhubungan dengan IT…..
    Aku juga PUSDIKLAT………

    Pada ga suka ya……..he….he….he….

    Oh iya, Pemain BASKET juga ada DUITnya loh…..Bukan hanya Programmer, Mekanik, Jaksa, Guru, Dosen dll…..!!!! Yang penting kan cari duitnya HALAL…….Main BASKET HALAL Loh…..

    Jangan pada panas ya Bro and Siz
    Zantai Aza

    LUV BASKET INDONESIA
    GBU ALL

  39. Saam Fredy says:

    Kapan nih diskusi face to face tentang Basket dan FTI?

  40. ody says:

    Bisa Ju, Tapi kayaknya butuh kerjasama dengan redaksi scientiarum….

    tapi diskusi apa ya k sam ??

    atau scientiarum punya pendapat tentang topiknya ?

    diskusi di kelas gitu ? ga usah topik basket juga gpp kali yeee…
    misalnya tentang pemberdayaan wanita masa kini….biar bisa sama dengan ibu kartini…

    Aku pingin sekali adanya diskusi2 seperti itu….
    setelah ga sibuk, ta cari ya sat…..

    buat kegiatan2 kecil-kecilan aja….dari pada nulis terus, skali2 kita ngobrol2 langsung di forum….
    pesertanya pasti lumayan banyak….

    OKE K SAM, Satria pasti stuju kan…
    Sorry sat, dulu aku pernah ngajak utk buat diskusi tapi terlalu sibuk sih sat…ok sat…

    GBU all

  41. ant says:

    hehehe.. rame banget diskusinya… dari yang PRO dan yang KONTRA.
    dari mungkin yang “senang” sampai yang “merasa kesikut”.
    Menurut saya emang semuanya ada benarnya dan juga ada salahnya,
    semua itu tergantung dari SUDUT PANDANG mana yang kita pakai.
    PUSDIKLAT FTI adalah sarana PROMOSI FTI ??
    sebagai civitas akademika FTI pasti saya akan bilang YA !!!
    karena kenapa ? karena melalui prestasi yang telah diraih selama ini, nama FTI juga akan
    semakin dikenal orang.
    TAPI …………………………………………..
    kita juga tahu bahwa nama UKSW pun secara otomatis ikut terkenal !!!
    apakah itu bukan sebuah cara untuk mempromosikan UKSW / FTI ??
    kalo menurut anda bukan ?? trus apa dong definisi PROMOSI menurutmu ?
    COba kita buka “KACA MATA KUDA KITA” biar pandangan lebih luas…
    LIat di LUAR NEGERI : dimana mereka punya komunitas olah raga dsb berkembang sangat pesat..
    begitu banyak prestasi yang mereka raih.
    Apakah mereka cuman tahu OLAH RAGA ? nggak kan? mereka juga STUDI sama seperti kita.

    Yang mungkin kita perhatikan disini adalah bagaimana pengawasan kita terhadap nilai-nilai
    yang didapat oleh “Para Pemain PUsdiklat” itu berkualitas atau nggak (range IP minimal)
    ato bahkan yang protes/pengkritik nilainya lebih jelek dibandingan ayng tergabung dalam pusdiklat ??
    Benar……. kita emang harus berkaca setiap hari, koreksi dulu diri kita n KRITIK DIRI KITA SEBELUM KITA BERANI MENGKRITIK ORANG LAIN… ingatlah MULUTMU adalah PEDANG BERMATA DUA.

    # no name :Soal BANGGA JADI ATLIT……maaf kalo aku bilang ternyata pemikiran anda terlalu sempit… nggak usah banyak komentar deh… ANDA bangga sama NAMA anda nggak ? anda menghargai NAMA pemberian ortu anda nggak ? Apakah anda tahu apa yang mereka (pusdiklat-red) rasakan ? Apa anda tahu apa sih yang mereka perjuangkan saat bertanding ?? apa nama mereka yang dikenal saat mereka menang ? nggak kan ? cek dulu nama anda… kasian namanya terlalu pasaran..no name…aias nn kan?

    Makasih n TUHAN memberkati.

  42. Mirez says:

    Om Ojonh, ente kasih pendapat dong sebagai asisten kepala PUSDIKLAT. Kalo menurut ane sebagai alumni ( tapi bukan FTI ), bangga dong dengan prestasi FTI di bidang basket. Tp buat anak2 pusdiklat, mesti diinget tu kalo di Indonesia ga kaya di Amrik yang tim profesionalnya banyak ngerekrut atletnya dari universitas2 di sana. Jadi sayang aja kalo ntar kalian lulus, kagak ngerti apa2 soal bidang kalian. Udah spent time banyak buat latihan, ntar lulus jadi atlet basket nggak, mau kerja kemampuan juga pas-pasan. Kasian kalian sendiri kan. Tp btw, seingat ane FTI juga pernah berprestasi di bidang IT kok. Kalo ga salah juara 2 programming apa gitu di ITB, pokoke cewek lah pelakunya. Soal basket yg dijadiin promosi, ok2 aja lah. Asal nggak kebangetan.

  43. Kristian says:

    pusdiklat FTI sangat dibanggakan oleh sebagian mahasiswanya, tapi disisi lain fasilitas belajar mengajar tidak terpenuhi. kalau kita melihat sekilas tentang FTI tiap periode Mahasiswa baru FTI selalu menjadi primadona, tapi fakta apa yang terjadi???? jangan tutup mata dan tutup telinga??? Mahasiswa FTI susah untuk lulus, harus ngantre…bhokkkk! berapakah jumlah mahasiswa yang harus dibimbing untuk KP dan skripsi? berapa kelas dan matakuliah harus diajar oleh 1 dosen?? bagaimana kualitasnya??? asal-asalan mungkin kali ya??? bagaimana tidak, yang tua harus segera dikeluarkan, sedangkan yang baru sangat banyka sekali, apakah bapak ibu dosen mampu???
    jgan hanya promosi dapet banyak mahasiswa, banyak diut, gaji bertumpuk! tapi pikirkan kedepannya. Maaf bicara, FTI dalam dunia kerja belum punya nama sehingga banyak keraguaan untuk merekrut lulusan FTI menjadi pegawai.. beberapa perusahaan ada yang hanya mau merekrut bila lulusan fakultas X uksw. jangan hanya gencar dengan promosi dan basketnya, tapi perhatikan juga mutu lulusannya agar memiliki nilai jual di dunia kerja, sehingga kedepan mendapat kepercayaan dari perusahaan karena mutu lulusannya bagus, sehingga mempermudah mahasiswa yang lain untuk masuk ke perusahaan tersebut.
    Dunia kerja sekarang sangat keras, susah dan perlu kesabaran, ipk 2,25 jangan dipamerkan dan dibanggakan. masak kuliah mahal-mahal, jauh hanya untuk mendapatkan IPK 2.25.
    Buat P yani jangan terlalu sibuk dengan dunianya, semua jabatan jangan di”emplok” manager PSISA U-16, apalagi??? kapan kuliahnya?? kapan buat bahan kuliah? kapan ngajarnya? kapan koreksinya?
    Kritik memang sakit
    tapi lebih sakit bila tidak didengarkan
    (butet)

  44. anak FTI says:

    Namanya juga Yani Raharja, MM = MALAS MENGAJAR….. aduh parah banget bow k’lo dosen UKSW kyk gini….bisa nangis tuh para pendiri UKSW. Dah malas mengajar, sok banget, semua jabatan diembat, trus apalagi maune sekarang mas YR Malas Mengajar……….?????

    Kasihan anak FTI kayak kita dibodohin terus ama dosen kayak gini……… Gimana ya? lha wong orang2 ini yang pegang kekuasaan eee…. gimana yak????

  45. Yopie says:

    yah menurut aku FTI memang bagus banget dengan mengadakan PUSDIKLAT. kalo memang itu salah satu cara untuk mempromosikan FTI yah kenapa ga? Toh juga UKSW kan bisa jadi terkenal juga. Ttttaaappiiiiiiiii, yang perlu diingat adalah, kualitas intelektual dari para atlit juga harus Good donk kayak prestasi mereka di bidang basket..!!! biar ga malu-maluin..!!! pokoke saya dukung tuch… Hidup UKSW..!!!

  46. yusak says:

    uksw punya web ginian toh? gue baru tau nih …

    ternyata bener ya berita2 di tempat kerja gue, kalau FTI UKSW kasian banget,
    maklum lah fakultas yang sekarang sedang jadi favorit calon mahasiswa, mesti banyak fakultas lain yang sirik (alias: Tanda tak mampu).

    brita yang gue denger tu misalnya, hanya berita FTI yang negatif ato bisa timbul PRO KON yang dipublikasikan oleh universitas (gak tau kalau web ini gimana, independen ato kepanjangan tangan anak buah rektor), berita yang bagus gak pernah ada.
    dan lain-lainlah.

    gue berharap sih fakultas yang lain justru meniru cara2 promosi FTI untuk kemajuan UKSW secara keseluruhan, bukan nya malah saling menjatuhkan gitu.
    asal kalian tau aja ya, nama UKSW udah gak kedengaran tuh, paling cuma di desa2 doank tuh,
    nama universitas semakin tenggelam, fakultas saling serang,
    kasian deh lu UKSW …. 🙁

    salam damai,
    FE’97

  47. Prabu says:

    Basket jadi sarana promosi FTI???
    ga masuk akal,,,masa fakultas IT berjuang dengan bola Basket untuk menghadapi tantangan perkembangan IT di masa depan….
    maaf2 kata ya,,,, nanti malah mars FTI jadi
    …….FTI kau di mana?????

    OR (Basket) masa jadi sarana utama promosi FTI???ga salah tu? ga pa2 se asal ga sampe klewatan masaaa fasilitas rumah sampai dana 10 juta. itu cuma wad yang berprestasi dalam Basket….lah yang berpresssstasi dalam IT????(Emang berganti jadi Fakulas Teknologi Iyaolahraga??? ga kan??— Red)
    Harusnya ya dana segitu digunakan juga untuk pengembangan fasilitas serta kemampuan mahasiswa yang berprestasi dalam IT, sehingga ga ketinggalan jaman…..sesuai dengan mars….
    …..Apa yang kan kau buat???….
    Realissasikan dong…..malah meng-improt Danny Kosasih,,,Bukannya Dosen IT dari ITB untuk Mahasiswa Yang berprestasi dalam bidang IT…..
    ga salah strategi tuh???
    yaudah Ahir kata singkat cerita…..

    APA KATA DUNIA????
    -Wassalam-

  48. atrix says:

    Saya sungguh prihatin melihat berita ini…FTI yang seharus nya berpromosi dengan teknologi dan informatika nya, tetapi malah berpromosi lewat Bola Basket…Sebenarnya mau dibawa ke mana FTI UKSW ini???Jika seperti ini kenapa tidak sekalian saja FTI diubah menjadi Fakultas Olahraga???

    Untuk para petinggi dan mahasiswa FTI sendiri : Bersama2 untuk introspeksi diri untuk membangun FTI UKSW menjadi lebih baik dan lebih terarah di masa depan…Jangan hanya Bola Basket saja yang digembar-gemborkan!!!

    Buat para the best programmer nya FTI : Semangat!!!Jangan kalah sama anak2 basket…Ayo buktikan!!!Kalian pasti bisa!!!BANGUN FTI UKSW dengan atau tanpa bantuan dari pihak fakultas!!!

    @STR : Tolong donk angkat masalah Lab E250 FTI – UKSW yang sampai detik ini masih tidak layak pakai…

  49. mahasiswa FTI says:

    wah klo kaya gitu, FTI akhirnya jadi ancur dong…….

  50. Yanto says:

    Pengumuman: buat yang pengen jadi jago basket..Join ke FTI aja…
    Pertama kalinya Fakultas Bola Basket Teknik Informatika…
    Test masuknya tanding basket..
    Bonus IPK awal 3.00 klo bisa three point shoot 10 kali berturut turut.
    Gak usah bisa coding dijamin bisa lulus!!!!
    Buruan daftar…. Eike tunggu loh

    Salam sayang
    Yanto

Tinggalkan Balasan ke ody Batalkan balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *