Wacana Kritis-Prinsipil Mahasiswa UKSW & Salatiga

FTI Gencar Promosi Lewat Bola Basket

Rubrik Kampus oleh

Bagi Fakultas Teknologi Informasi UKSW, promosi pendidikan tinggi bisa dilakukan lewat olahraga. Basket jadi pilihannya.

Pusdiklat (Pusat Pendidikan dan Pelatihan) Basket FTI UKSW dibentuk pada Oktober 2007. Baru dua bulan terbentuk, para pebasket dari pusdiklat ini langsung memotori tim basket putra UKSW untuk merengkuh juara kedua dalam kejuaraan nasional yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) dan BAPOMI (Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia) Jawa Timur di GOR Kertajaya, Surabaya, Desember 2007.

Prestasi tak berhenti sampai di situ. Mereka juga menjadi juara pertama Surya Pro Basketball Championship 2008 yang dihelat di Solo, Mei 2008.

Prestasi-prestasi tersebut otomatis mengangkat nama UKSW dan FTI.

“Ini memang bagian dari promosi kita (FTI — Red), karena melihat animo anak-anak SMA itu di basket sebagian besar,” kata Yani Rahardja.

Yani adalah wakil dekan FTI, yang sekaligus merangkap manajer Pusdiklat Basket FTI. Gelar sarjana ekonomi didapatnya dari Fakultas Ekonomi UKSW pada tahun 2000. Setahun kemudian, ia juga menyelesaikan studi magister manajemen di Program Pascasarjana UKSW dengan konsentrasi pemasaran internasional.

FTI memang tak main-main menggarap strategi promosinya lewat olahraga basket. Mereka sampai mendatangkan Danny Kosasih, “suhu basket” Indonesia, untuk menjadi pelatih kepala di pusdiklat itu.

“Prestasinya (Danny Kosasih — Red) perak SEA Games,” klaim Yani tentang karir kepelatihan Kosasih.

Para pebasket yang tergabung dalam Pusdiklat Basket FTI direkrut berdasarkan hasil pemanduan bakat (talent scouting) yang dilakukan sendiri oleh Kosasih. Hasil rekrutmen pun beragam asal daerahnya. Ada yang dari Papua, Sulawesi, Sumatera, dan Jawa. Dari kuota sejumlah 15 orang, jumlah pebasket yang telah direkrut baru sebanyak 9 orang.

Kesembilan orang ini lantas diberi beasiswa penuh untuk berkuliah di FTI dan disewakan sebuah pondokan di daerah Kalinyamat, Salatiga, sebagai tempat tinggal. Warga jemaat gereja Bethany Salatiga, secara kolektif, juga urun bantuan berupa makanan sehari-hari. Jemaat Bethany membantu karena kesembilan pebasket tersebut juga bergereja di tempat yang sama.

“Harga sewa pondokan setahun Rp 10 juta. Fakultas juga kasih 3 unit komputer (untuk keperluan belajar — Red),” kata Yani.

Jadi, selain diwajibkan untuk berprestasi dalam bidang basket, para pebasket yang direkrut juga diwajibkan untuk tetap menjaga prestasi dalam bidang akademiknya. Kuliah harus tetap nomor satu, karena akan berguna sebagai bekal di hari tua, demikian penjelasan Yani.

“IP mereka di atas 2,25 semua,” klaim Johan Vilantino Pieter, mahasiswa FTI angkatan 2004, yang juga asisten Yani Rahardja dalam kepengurusan Pusdiklat Basket FTI.

Kenapa FTI begitu serius menggarap strategi promosinya, bahkan sampai bikin pusdiklat basket segala?

“Karena FTI UKSW mau menjaga stabilitas jumlah mahasiswa dan persaingan dengan perguruan tinggi (lain) semakin ketat,” jelas Yani.

“Lha apa dengan adanya pusdiklat basket, FTI UKSW lalu meningkat daya saingnya terhadap perguruan tinggi yang lain?” tanya saya.

“Ya … itu salah satu bagian dari strategi FTI. Tetapi yang paling utama dalam bidang keilmuan, dengan mengirim mahasiswa untuk mengikuti lomba-lomba dalam bidang teknologi informasi,” klaim Yani.

161 Comments

  1. Wiuh…hebatnya FTI mampu kasi beasiswain ma fasilitas sedemikian sehingga buat anak2 yg ikutan team basket dengan IPK di atas 2.25

    Tanya dunk… Kalo buat mahasiswa FTI yang berprestasi di bidang akademik, yang IPK nya di atas 3.5, dikasi apaan?Dapet beasiswa juga ga?Dapet tempat tinggal juga g?Dapet komputer juga ga?

  2. uih…hebatnya… jadi anak2 FTI yg ikut basket IPK nya di atas 2.25 ya
    Wah hebat dunk ya
    IPK di atas 2.25…Sekali lagi 2.25…
    Nilainya berarti kisaran CCCCCCCCCCCCCC…
    Hebat bener…
    Bangga saya melihat FTI dengan mahasiswa kisaran nilai
    CCCCCCCC…

    Yanto keren… Slam dunk… diesssh

  3. Y saya si sebagai mantan akademia FTI si merasa sah2 aja dengan cara2 yg dilakuin FTI buat narik mahasiswa, mau promosi pake apa aja jg g masalah…

    Just saran aja, tolong kalo bisa yang lebih digembar-gemborkan oleh FTI adalah kualitas mahasiswa FTI nya dunk… Ikutin lomba-lomba IT… Publikasikan ke surat kabar ato apa lah… Tunjukin FTI bener2 Fakultas yang mampu mencetak mahasiswa2 yg jago di bidang IT… Dan 1 lagi… Kalo lagi nunjuk mahasiswa ikutan lomba mbok ya o jangan dosennya yang buat karyanya… Masak dosennya yang ikutan tapi pake nama mahasiswanya????Malu2in kalo mpe ketauan atu…

  4. Sebagai lulusan FTI saya masa bodo dengan urusan FTI mau promosi kaya apa…Org FTI kan promosinya halal…

    Tapi saya sangat kecewa dengan 2 statement yang dimuat di atas:
    1. “IP mereka di atas 2,25 semua,” klaim Johan Vilantino Pieter, mahasiswa FTI angkatan 2004, yang juga asisten Yani Rahardja dalam kepengurusan Pusdiklat Basket FTI.

    Jadi apakah suatu kebanggaan kalo IP di atas 2.25? Hey bung…. Standar LULUS IPK 2.75… SADARRRR!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Menaikan IPK 0.5 ITU SUSAH MINTA AMPUN….
    Banggakan kalo IPK mereka sudah di atas 2.75 smua ato lebih bagus di atas 3…. IPK 2.25 kok dibanggain.. Itu tandanya masih ada yang IPK di bawah 2.75…. SADAR LAH !!!!!!!!!!!

    2. Kesembilan orang ini lantas diberi beasiswa penuh untuk berkuliah di FTI dan disewakan sebuah pondokan di daerah Kalinyamat, Salatiga, sebagai tempat tinggal. Warga jemaat gereja Bethany Salatiga, secara kolektif, juga urun bantuan berupa makanan sehari-hari. Jemaat Bethany membantu karena kesembilan pebasket tersebut juga bergereja di tempat yang sama.

    “Harga sewa pondokan setahun Rp 10 juta. Fakultas juga kasih 3 unit komputer (untuk keperluan belajar — Red),” kata Yani.

    FTI rela berbuat sampai segitunya untuk “memelihara” anak2 team basketnya… Kok saya rasa g adil buat anak2 yg berprestasi di bidang akademia… Sampai sekarang tidak ada reward apa2 terhadap mahasiswa yang berprestasi di bidang akademia????

    Please jangan cm promosi cari mahasiswa… Kualitas FTI sebagai sarana pendidikan IT, skali lagi, IT, dijaga dong…

  5. Basket = Promosi
    Promosi = Mahasiswa
    Mahasiswa = Uang ……. (1)
    PBM = Dosen x Mahasiswa
    Dosen = Menggaji Dosen
    Menggaji Dosen = Dosen = Uang …… (2)
    2000 Mahasiswa FTI = (2000 x Uang) = Uang …….. (3)
    30 Dosen FTI = (2000 x Uang) – (30 x Uang) = Uang ….. (4)

    Dari persamaan (1), (2), (3) dan (4)
    Mahasiswa Baru FTI = 400Mhs x Rp. 8.000.000,- = Rp. 3.200.000.000,- (Whoa 3M) ….. (5)
    SKS = 8 Sks (Rata2) x 3 Trimester x 2000 Mhs x Rp. 75.000,- = Rp. 3.600.000.000,- (Whoaaa 3,5M) … (6)
    Gaji Dosen FTI = Rp. 2.500.000,- (ngga yakin jg sampai segini) x 30 Org x 12 bln = Rp.900.000.000,- ..(7)
    Misal tiap tahun beli 500 komputer x Rp. 5Jt = Rp. 2.500.000.000,- …. (8)

    Dari persamaan (5), (6), (7), dan (8)
    Dana Mengalir ke Rekening UKSW
    = (Rp. 3.200.000.000 + Rp. 3.600.000.000) – Rp.900.000.000
    = Rp. 6.800.000.000 – Rp. 900.000.000
    = Rp. 5.900.000.000 ……. (9)

    Misal boleh beli komputer
    = Rp. 5.900.000.000 – Rp. 2.500.000.000
    = Rp. 3.400.000.000 (Bisa dapet Mercy S 600 satu ekor nih atau menggaji 100 Dosen UKSW selama 1thn) …… (10)

    Jadi mau basket (FTI) mau karate (UKSW) = Uang (Uang buat apa, buat ngasi makan dosen dan anak2nya.. Kalau dosennya ngga makan nanti ngga bisa ngajar..Kl ngga bisa ngajar nanti ngga usah sekolah dapat gelar MM..) ….. (11)

    Dari persamaan (1), (2), (3), (4), (5), (6), (7), (8), (9), (10), dan (11) bisa diambil kesimpulan:

    UKSW = Uang + Uang + Uang + Uang + Uang + Uang + Uang + Uang + Uang + Uang + Uang

    Yang jadi misteri… Uang ini lari kemana?
    Dosen FTI? perasaan dosen fti yang pulang naik angkota aja masih ada…
    Mahasiswa FTI? andai 500 komputer itu bisa terwujud…
    Fasilitas FTI? coba deh jalan2 ke kantor fti.. sudah kaya gudang tuh..
    Fasilitas UKSW? bisa membangun BU aja kayaknya sudah bagus tuh…

    Jadi yang dimaksud dengan UKSW = Uang + Uang ….. tadi siapa…?

  6. Aneh… Terus kalo yang gencar diberikan dan didukung adalah bidang olahraga basket…
    Yang di bidang lain seperti programming, multimedia buat apaan?
    Cuma dibuang begitu saja?

    Padahal prestasi anak2 yang programming & multimedia juga sangat membanggakan. Lihat aja, PIMNAS juara, Produksi Film anak2 FTI juga bagus, Lomba game juga juara, terus untuk bidang IT yang lain juga terlihat bagus???????????????????????????????????????????????????????????

    Terus BASKET???? Hubungannya dengan IT ??? ya semoga ini semakin disadari. Lebih baik kita melihat universitas lain yang ada IT yang lebih bagus dari FTI UKSW. Contoh di ITB, mereka bentuk komunitas game ga tanggung2. Besar seklian dan didanai. BINUS, buat komunitas programmer ga tanggung2. Hasilnya ? BINUS menembus peringkat 1 nasional lewat APC PRogramming Comp.

    FTI UKSW? Juara nasional basket? terus programming & multimedia & jaringan?

    (T_T)

  7. saya bermaksud sirik nih sama FTI, saya mahasiswa FTI juga.
    Coba deh FTI, dukungannya sama mahasiswa untuk mendapat prestasi di bidang IT di samakanlah sama dukungannya untuk dapat prestasi di bidang Olah raga basket “tercinta”.

    Bikin juga dong tim untuk ikut lomba” programming dan sejenisnya. cariin trainer yang mantap, di danain. Kasihan tuh mahasiswa yang mau ikut lomba nyari” warnet untuk ikut uji coba. swt dah… T.T

    NO OFFENSE sama anak” basket ya.
    saya cuma merasa kurang “IT” di lingkungan FTI UKSW.

  8. INI FAKULTAS PENDIDIKAN OLAH RAGA ATAU FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI??

    Saya adalah alumni FTI UKSW .

    Terus terang saya kagum karena FTI UKSW begitu dinamis dan kreatif dalam marketing. Tapi masalahnya branding yang dipilih sepertinya agak melenceng.” FTI = jurusan jagoan bakset”. Lalu sebenarnya profil lulusan seperti apa yang ingin dicapai FTI? Apakah pebasket dengan kemampuan IT (sedikit-sedikit ..asal tau IT) atau professional IT yang siap terjun ke dunia kerja?

    Kalau memang sasarannya adalah lulusan SMA seharusnya branding yang dipilih bukanlah “fti uksw = jagoan basket” tapi lebih ke “fti uksw = jagoan IT”. Sehingga lulusan SMA pun memilih FTI UKSW karena alasan kualitas pendidikan yang bagus, bukan hanya semata karena jagoan basket. Toh, ketika interview kerja selama ini saya tidak ditanya “jurusan kamu basketnya jago tidak?”

    Lalu positioningnya FTI UKSW itu dimana? menonjol di bidang olah raga? atau menonjol di IT?

    FTI UKSW seyogyanya kembali visi dan misi / objectivenya.. sehingga strategi marketing yang dipilih tidak salah kaprah..

  9. wedew…saya mbok boleh ndaftar tim basket bagian publikasilah minimal….saya kan kerjaanya cuma nongkrong jadi koneksi luas….IP juga mencukupi kok….2,26….pinteran aku ya….padahal kuliah ngak niat…
    mmm…untuk strategi narik mahasiswanya…..emang gwe pikirin…
    tapi emang mahasiswanya mau berapa ribu sih…..tamak amat nih TI,banyak mahasiswanya tapi kualitas nothing….emang gwe pikirin….

  10. Ketenaran dan jumlah mahasiswa seharusnya merupakan efek samping saja dari kualitas institusi. Kalau memang kualitasnya bagus, pasti akan terkenal dan banyak yang minat. Tidak usah pake promosi yang jalurnya sangat berbeda dengan tujuan institusi.

    Ironisnya, anak2 macem Omega (05), Anditaru (05), Dicky (05), Jolly (05), Felice (04), Jessica (04) dll, yaitu best programmer FTI, malah keliatan gak digubris.
    Anak-anak jaringan yang jago-jago juga jadi sibuk sendiri kayak “terpinggirkan” dari FTI, padahal aku pikir mereka itu keren banget bisa setting jaringan, hacking2 gitu.
    Ada lagi, Yongkie (06) dan Victor (06) yang notabene duta Microsoft (Microsoft Student Partner) gak gitu digubris juga. Aku gak tau apakah keberadaan Microsoft Student Partner ini diketahui civitas FTI ato enggak, karena gak dipedulikan. Yang aku tau Yongkie dan Victor sudah berjuang sebagaimana mestinya. Ngadain pertemuan-pertemuan, info lomba dll. Ato karena masih muda banget mereka gak digagas (swt… ndeso banget si, masak gara2 muda aja gak digagas — ciri khas lingkungan yang susah maju).

    Oya, saat tulisan ini dibuat, Elaine (05), Omega (05), Chandra (04), Yunita (04) sedang kerja keras presentasi di Univ. Sultan Agung buat lomba Pekan Kreativitas Mahasiswa, atas nama FTI UKSW.
    Hotel tempat nginepnya juelek banget…. buset… nginep brapa hari aja gak dikasi tempat yang layak. Padahal mereka ditengah2 skripsi dan KP masih nyempetin ribet mikir proyek lomba sampe pada lembur, begadang, sakit. Mending mereka basket aja kali ya, biar dapet penginapan bagus. Hahaha.
    Hal hal semacam ini yang penting. Bukannya basket. Kecuali klo memang bisa “Shooting 3 point dengan algoritma djikstra” atau “Fade away shoot dengan algoritma A * (star) berbasis OOP” hahahahahaha…. keren tuh (setengah kidding). Please inget kita ini orang-orang IT yang berbicara dan belajar dalam lingkup IT, tentu saja dengan menyesuaikan IT dengan dunia juga. Klo lupa visi dan misi FTI, liat di buku.

    Dluar negri memang ada skolah yang fokus ke olahraganya. Tapi apakah kita harus asal contoh gara-gara itu dari luar negri? FTI adalah FTI, gak usah ikut-ikutan. Ambil contoh yang baik dan relevan dari tempat lain, jangan asal contoh. Klo asal namanya kampungan.

    Yang sekarang harus diperhatikan adalah kualitas FTI. Layak nggak, sebagai sebuah institusi pendidikan IT? Layak nggak dipromosikan sampai se “dahsyat” itu? Ini seperti mempromosikan makanan basi dengan membayar agnes monica buat nyanyi. Udah gak sejalur, spend nya buanyak lagi, dan juga justru menyakiti orang-orang yang benar benar berprestasi..

    Atau jangan2 basket ini hanya suatu alat untuk menciptakan sensasi yang menguntungkan sebagian oknum sehingga mereka ikut terkenal? Selamat deh, kalian memang jadi terkenal. Terkenal tol*l.

    Boleh lah pake basket2… tapi kualitas dulu baru itu…. klo kaya gini sih malu maluin…
    Temen2 di IT consultant ketawa nih liat FTI. Marketingnya kreatif tapi melenceng. Kaya Vladmir Klitschko tapi juling, pukulannya kuat tapi gak bisa liat. Jadi badut deh, mukul-mukul udara.
    Aku jadi ikut malu.

    Btw klo pada belum tau, Microsoft, IBM, dll gak butuh atlit. Mereka butuh orang orang cerdas di bidang IT.

  11. Saya ngerti memang nggak mudah untuk melakukan marketing seperti itu.
    Dan saya akui memang hebat bisa mendirikan pusdiklat basket. Apalagi sampai juara.
    Saya juga ngerti klo masalah di kalangan atas FTI tu kompleks, dan jumlah mahasiswa masuk juga jadi salah satu masalah, sehingga ada banyak “buah simalakama” dan “kotak pandora” di kalangan atas FTI.

    Seandainya kualitas FTI benar-benar bagus, bila digabung dengan marketing seperti ini, pasti luar biasa sekali hasilnya. Udah jago-jago IT, punya klub basket keren juga. Sekali lagi, dasarnya adalah FTI kualitasnya bagus dulu.

    Mungkin promosi semacam ini akan dipuji-puji bila FTI kualitasnya bagus. Tapi klo sekarang, malah banyak dicela dengan sinis dan sarkasme (saya juga sempet sakit ati, kok yang digagas malah basket, liat posting saya sebelumnya yg rada sinis)… Saya yakin karena memang belum match antara “promosi” dengan “produk” yang dipromosikan jadi seperti ini.

    Ayo FTI tingkatkan kualitas! Saya lihat banyak semangat untuk maju di comment2 yang sebelumnya.

  12. wei ternyata ada juga web ginian. baru tau aku.
    hmmm,bahas FTI ya. sebagai alumni uksw aku heran kenapa masalah promosi ini diributin. biarin aja kalo emang FTI mau promosi lewat basket. apa salahnya. dan ngapain juga sampai dibahas panjang lebar gini di sini. kalo emang niatan dari yang nulis2 komen sebelum aku yang aku anggap sebagai pemerhati FTI adalah ngasi masukan yang membangun buat FTI, ya ngomong langsung ke FTI nya. kalo ga salah inget, FTI punya kotak saran deh. ga tau masi ada ga sekarang. kalo digubris ya bagus kalo ga ya uda. apa bedanya? sama aja kan antara ngomongin FTI di sini dengan masukin saran ke kotak saran. itu kalo tujuannya buat ngasi masukan yang membangun buat FTI lho. kalo buat ngejatuhin satu dan lain pihak sih ya terus aja ngomongin FTI di sini yang notabene ga jelas ujungnya nanti. coba pikir deh. ngasi komen di sini sih boleh dan sah2 aja, ga ada UU yang ngelarang. tapi dilihat dari sisi kemanfaatan dan tujuannya, ya pertimbangin sendiri.
    mohon pemikiran aku yang masih cetek ini diterima dengan baik.
    cabut ah.

  13. wah pembicaraan FTI mulai memanas lagi nih…
    @angkin..wuih begitu dong seperti angkin yang menemukan “mutiara2” FTI tapi kurang terperhatikan…
    saya dulu sewaktu masih kul di elektro juga pernah terlibat PKM dalam pembuatan web service “virtual hospital” bersama teman FTI saya namanya Yoyok FTI 2003 …dia sepertinya sudah lulus sekarang…tapi dia dulu juga kayaknya biasa-biasa aja.gak disewain tempat tinggal dan lain2 seperti fasilitas atlit2 basket FTI..
    perhatikanlah “Mutiara2” ITers kalian….
    ayo FTI maju……for IT………..Ganbate! GBU

  14. wah…hebat FTI. ternyata sudah di serang sejak awal berdiri ternyata masih besar. malahn trend meningkat. saya dapat informasi dari Bara waktu daftar adik saya, mereka bilang yang peminatnya masih beasar sampai saat ini adalah FTI…sekali lagi FTI… malahan ditambahkan bahwa mereka sudah berusaha melakukan black campain untuk FTI, tapi ternyata tetap saja dia besar, sampai pegawai itu bilang… wah ternyata sulit meredam FTI ya…, tapi apa karna basket???? sekali lagi bukan basket… FTI besar karna dia memang FTI, FTI yang penuh kasih dan selalu mendapatkan berkat dan tidak rakus…
    turs kita mau bilang apa… teman-teman, anda hanya banyak omong… tapi tirma kasih anda sudah bantu fakultas saya sehingga dia besar…

  15. @(rio) dirjen dikti : Setuju bro,ayo2 the best programmer IT silahkan daftar di gemastik.com….Ayo qt memajukan FTI!!!

    @Jolly : Ayo qt bikin pusdiklat PROGRAMMING bareng ama ANDI TARU,OMEGA,Dicki,dkk!!!Ditunggu respon nya…

  16. Wah…FTI lagi, FTI lagi….FTI memang paling top di UKSW 🙂
    Koq banyak ya yang suka kritik FTI? pasti iri sama FTI ya? hayo ngaku aja deh…

    Saya sih setuju aja FTI promosi melalui basket. Basket juga merupakan suatu cara promosi yang bagus.
    Mengenai anak-anak basket yang IPnya cuma 2.25 ya itu urusan mereka.Saya yakin mereka juga tau bagaimana membagi waktu antara belajar dan basket.

    Itulah FTI hebat dan kreatif dalam promosi. Jadi jangan iri donk, IRI ITU TANDA TAK MAMPU…atau memang fakultas-fakultas lain di UKSW tidak mampu lagi mencari ide kreatif untuk promosi (mencari mahasiswa)? Makanya kreatif donk. Pilih pimpinan yang visioner. Liat aja FTI baru 5 tahun tapi sudah ada
    3 program studi S1 dan 1 program studi S2 (dalam proses). FTI sudah punya rencana ke depan..
    mau dibawa kemana fakultas ini sudah jelas.

    Bagaimana dengan fakultas lain? Fakultas lain itu harusnya lebih kreatif, jangan cuma bisa IRI saja.
    Saya tidak akan menggunakan kata ‘malas’ untuk fakultas lain yang mahasiswanya sedikit dan tidak
    serius dalam promosi, karena saya yakin mereka itu bukan malas.Lebih baik dengan mengatakan bahwa
    mereka itu ‘kurang kreatif’. Kalo misalnya suatu program studi sudah kurang atau bahkan tidak ada peminatnya, usahakanlah membuka progdi lain yang lebih fresh dan menjual.

    Untuk Biologi, misalnya ada Bioinformatika (gabungan antara biologi dan IT)
    Untuk Pertanian, misalnya ada Teknologi Pangan
    Untuk FKIP,bisa buka Pendidikan Guru IT

    dsb…

    Untuk fakultas yang mungkin mahasiswanya cukup banyak, tapi masih mau berkreasi,seperti
    Fak Psikologi, ada Ilmu Kognitif (gabungan antara psikologi dan IT)

    Untuk progdi tertentu, yang menurut saya sebenarnya termasuk bidang yang cukup diminati,
    tetapi peminatnya sedikit, mungkin ada yang salah dengan cara promosinya….mungkin harusnya pakai
    basket seperti FTI…hehehehe…

    Masalahnya untuk fakultas2 ini: apakah dosen dan staff dari fakultas2 ini punya kemauan untuk bekerja keras demi kemajuan fakultasnya? Di sinilah dibutuhkan pimpinan yang visioner, yang bisa mengarahkan, dan orang2 yang mau menjalankan rencana yang telah dibuat…

    Kesimpulannya
    1. Jangan hanya bisa IRI…IRI itu tanda tak mampu
    2. Pilih pimpinan fakultas yang visioner dan kreatif (mungkin ini yang tidak dimiliki oleh fakultas
    lain bahkan mungkin universitas ini karena saya merasa selama hampir 3 tahun, pimpinan UKSW
    sepertinya tidak ada target yang jelas mau dibawa ke mana universitas ini. Yang ada cuma ribut
    trimester atau dwimester. Sebaiknya kembangkan dan perbanyak kerjasama dengan Universitas2 di luar negeri, supaya dosen2 di UKSW bisa sekolah ke luar negeri atau kenapa tidak berusaha mengembangkan hal-hal lain untuk menambah pemasukan UKSW (tetapi bukan dengan menaikkan uang kuliah),
    sehingga UKSW tidak terlalu bergantung dari uang mahasiswa)

    Saya sangat senang dengan suasana di FTI, dosen2nya bekerja demi kemajuan fakultas dan bersemangat (mungkin karena masih muda muda ya? tapi saya rasa tidak juga…beberapa dosen di FTI yang berumur 40 tahun ke ataspun masih giat, bahkan senang jika diminta untuk promosi FTI ke SMA-SMA, bahkan ke luar Jawa).

    Buat Scientiarum:

    Semoga tetap independent dan obyektif dalam membuat berita. Soalnya banyak selentingan terdengar
    bahwa koran kampus ini merupakan kepanjangan tangan dari pimpinan UKSW untuk membuat berita miring mengenai fakultas tertentu –> semoga ini tidak benar. Kalau bisa Scientiarum juga mengkritisi
    kebijakan2 pimpinan UKSW saat ini.

    Buat mahasiswa FTI:

    Mahasiswa FTI yang selalu tidak puas…pasti ribut soal uang…uang…dan uang trus fasilitas.
    “kemana uang SKS dan SPP kami?”

    Supaya anda tau, uang anda itu dipakai untuk gaji dosen, pengembangan FTI dan investasi seperti membangun lab komputer, dll. FTI juga akan membangun gedung baru. Untuk lab sertifikasi Cisco saja, FTI sudah mengeluarkan uang hampir 400 juta (Lab RX 301 dan Lab Cisco yang baru, akan mulai dipakai trimester 1 2008/2009), ada juga beberapa lab baru di gedung bekas SalatigaCamp (jalan Osamaliki) –> kira2 udah berapa ratus juta ya?.

    Fasilitas sebenarnya sudah disediakan dari UANG ANDA SENDIRI…tapi kliatannya anda sendiri yang
    malas untuk menggunakannya secara maksimal. Kalo praktikum…kadang bolos..Kalo datangpun jika soal praktikumnya dirasa susah…ditinggal keluar lab dan pulang trus siapa yang salah? apakah dosennya?

    Rasanya cukup sekian dulu. Mohon maaf jika terdapat kata2 yang kurang berkenan.

    Semuanya untuk kemajuan FTI dan UKSW. Tuhan memberkati

  17. ayo2 aja bikin pusdiklat programing, tapi jagan2 nanti takute sama juga. yang pintere sedang2 aja ga digubris lagi ama yang jago2 hehe……sakit kk

  18. Kak Herman yang baik,

    Terima kasih buat komentarnya.

    Biarlah selentingan itu tetap jadi selentingan, karena saya telah berusaha sebisa mungkin untuk tidak memberi ruang bagi kepentingan siapapun di ruang redaksi Scientiarum, sekalipun itu kepentingan para pemimpin universitas.

    Jika ada masalah dengan pemberitaan kami, silakan sampaikan komplain dengan jernih dan jelas, agar tak ada ganjalan.

    Terima kasih.

  19. ternyata seru juga disini…setelah beberapa hari belakangan memonitori artikel ini..ternyata banyak juga masukan dari beberapa teman maupun senior yang ikut nimbrung disini..
    karena kebetulan nama saya tercantum di artikel ini maka setidaknya saya akan menjelaskan apa yang telah telah sampaikan kepada penulis artikel ini.
    ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan kepada teman-teman…

    1. sebenarnya metode promosi melalui bola basket di Indonesia sebenarnya bukan hal baru di Indonesia, mungkin di UKSW (dalam hal ini FTI) baru yang pertama kalinya. ada beberapa perguruan tinggi di Indonesia yang sudah lebih dulu juga menerapkan hal yang sama. misalnya adalah UBAYA – surabaya. tidak hanya UBAYA, tetapi juga ada Univ. Padjajaran-Bandung, STIE Perbanas-Jakarta. STEI -Jakarta. statement ini tidak bermaksud untuk membandingkan UKSW (dalam hal ini FTI ) dengan beberapa perguruan tinggi yang saya sebutkan diatas.

    2. Kemudian ada pertanyaan kenapa kegiatan akademis di FTI tidak digubris !!!! bagi teman-teman,bapak2,ibu,mas2,mbak yang pernah memberikan komentar di artikel ini saya ingin menjelaskan, FTI tidak hanya berfokus di Bidang Olahraga..ada benarnya juga Olahraga tidak bisa dijadikan tolak ukur persaingan dengan Perguruan Tinggi lain. karena biasanya point tertinggi itu ada di nilai akademisnya, saya ingin berikan salah satu contoh beberapa kegiatan akademis yang pernah diikuti mahasiswa FTI mewakili FTI maupun UKSW, pada tahun 2005 , salah satu mahasiswa FTI berhasil memberikan prestasi terbaik di ITB Bandung, pada tahun 2007 satu proposal mahasiswa FTI dari satu-satunya proposal yang diajukan oleh FTI pada program kreativitas mahasiswa berhasil lolos seleksi dan didanai pemerintah (DIKTI) untuk mengikuti PIMNAS 2007.kemudian pada tahun 2008 sekarang proposal yang diajukan oleh FTI meningkat menjadi 5 proposal yang diajukan, 4 yang lolos seleksi (didanai) dan 1 lolos ke PIMNAS di Unnisula semarang saat ini (moga-moga dapet medali yah). dan saya sangat yakin pada tahun-tahun mendatang akan terjadi peningkatan. untuk tahun 2008 ini kita sudah bisa (berani) bersaing dengan tim-tim dari perguruan tinggi lain yang langganan masuk ke PIMNAS. (mudah-mudahan sejak statement ini dikeluarkan, para pejabat FTI tahu bahwa mahasiswanya sedang berjuang di event PIMNAS 2008 di Semarang)

    3. Mendirikan PUSDIKLAT Programing…??saya setuju dengan gagasan ini,meskipun kemampuan programing saya pas-pasan(he he he he ) saya pernah ngobrol dengan penulis artikel ini beberapa waktu lalu, sempat terlintas di pemikiran kita adalah untuk mengusulkan pemberian beasiswa penuh bagi mereka yang berprestasi di kegiatan-kegiatan panalaran atau akademis lainnya. tapi sayang baru sebatas wacana saya dan teman saya..he he he he..saya ingin berikan contoh lagi (tidak bermaskud membandingkan loh) di kampus teman saya (Airlangga,IPB, Udayana – Bali) di kampus2 ini ada salah satu komunitas yang namanya komunitas Penalaran. nah di komunitas ini tidak hanya berkumpul mahasiswa-mahasiswa pintar dengan IPK diatas 3 dari berbagai fakultas yang ada di Kampus mereka,tapi ada juga mahasiswa-mahasiswa yang IP-nya dibawah 2,75 yang bener-bener ingin belajar. nah mungkin ini bisa ditiru oleh UKSW khususnya FTI, tapi kondisi ini sangat terbalik dengan yang terjadi di FTI. misalnya pada beberapa tahun lalu pernah hidup beberapa komunitas penalaran di FTI, seperti Netsoul, Omahmuda, Oracle,dll mereka melakukan aktifitasnya diluar jam kuliah alias sore hari..(angkin pun pernah terlibat di salahsatu komunitas ini,kalo ga salah pernah jadi pembicara,,mungkin angkin tau kondisinya seperti apa???bahkan komunitas-komunitas ini sempat berjaya beberapa waktu lalu tapi sekarang ??(lenyap di telan bumi) saya pikir FTI sudah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk membangun komunitas yang berhubungan dengan bidang ilmunya yang disukainya, tapi ternyata minat mahasiswanya aja yang kurang…salah siapakah? Fakultas atau ?????kalo bikin sih gampang,,,tapi peliharanya itu yang susah!!!

    @ ankin…penginapan peserta di PIMNAS itu telah di tentukan oleh Panitia Pelaksana,jadi peserta tinggal manut aja…saya juga pernah merasakan hal yang sama beberapa tahun lalu waktu mengikuti event sejenis.jadi klo masalah bagus dengan tidak bagusnya itu tergantung panitia. sapa yang bilang tim basket dapat penginapan bagus??…akan saya beritahu..saya pernah mengikuti perjalanan tim basket ke beberapa event, kita pun nginap di penginapan murahan,dulu semalam 50 rb/perkamar, saya masih ingat benar karena kita sering nginap disitu. bahkan kita bawa kasur sendiri dari salatiga loh..tidur di lantai penginapan untuk menghemat biaya..yang harusnya 1 kamar terisi 3 orang kita paksa jadi 5 orang.kemudian jika anda liat kondisi sekarang??itu pun masih sekarang alias tidur melantai..

    @ricky…saya ingin ralat event yang anda ikuti dengan mas Yoyok 2003 waktu itu..saya masih ingat waktu itu anda sekelompok dengan mbak Ajeng FJTE 2000, Agus FTJE 2000 juga kan??dengan pembimbing yaitu Bpk .Yulianto..event yang anda ikuti itu bukan event PKM karena UKSW tidak pernah jadi tuan rumah penyelenggaraan PKM. tapi itu adalah kegiatan Program Fasilitasi Perguruan Tinggi Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh DIKNAS Jawa Tengah!!! he he he..semoga ingat yah…saya ingat betul dengan event ini..karena waktu itu kalian presentasi di BU UKSW dan saya menyaksikannya…

    ok sekian dulu komentar saya..he he he he

  20. Wah makin seru aja nih…

    @jolly: Setuju2…. Ayo yang pinter2 programming di FTI buat pusdiklat… Tapi jgn lupa bantu anak2 FTI yg laennya yach macam ak neh yang programmingnya pas2an? Bagi2 ilmunya dunk…

    Buat Elaine (05), Omega (05), Chandra (04), Yunita (04), wah denger2 kalian udah juara 2 se – Indonesia ya? Selamat2….Kalian hebat euy……..Maju terus demi mengharumkan nama baik FTI !!!

  21. Saya Hargyo T. Nugroho (Yoyok 2003) saya alumni FTI lulus tahun 2007

    Sebelumnya saya tulis comment dengan ID “INI FPOK ATO FTI?” (Komentar ke-60).

    Dulu bersama teman-teman (greets to Jolly, Danu, Arief, Angkin, Geuis, dll dll.. Teruskan perjuangmu!!) sempat mendirikan komunitas Hades, dan Netsoul. Tahun 2005 sempet juga bareng Ricky dan Ajeng FTJE 00 ikutan Penelitian Ilmiah. Sempet juga urutan ke-2 kompetisi Pazia National Hacking Competition (dana sendiri..karena minta dana fakultas ditolak.. – mungkin lagi tidak ada anggaran – ).

    Memang FTI mendukung kami ketika mendirikan Hades, Netsoul, atau ketika Penelitian. Namun kalau dilihat dari dukungan FTI terhadap olah raga Basket (pembentukan diklat dengan dana puluhan juta rupiah), rasanya kok sangat jauh ya dengan dukungan FTI terhadap pengembangan komunitas dan kompetensi mahasiswa.

    Dahulu saya sempat mengusulkan adanya support ruangan bagi komunitas dilengkapi buku-buku IT, koneksi internet, dsb. Dahulu alasannya dana, padahal kalau diitung2 dananya jauh lebih murah dari yang dikeluarkan FTI untuk Pusdiklat Basket.

    Teman-teman di FTI banyak yang berpotensi di bidang akademis dan saya yakin ketika dibina dengan baik mereka mampu mengharumkan nama FTI di kancah nasional bahkan mungkin internasional. Jadi masukan saya untuk pihak fakultas, tolong perhatikan “mutiara2” di FTI..tidak hanya di basket, tetapi dari bidang keilmuan TI itu sendiri sehingga NAMA FTI HARUM BAIK DI DUNIA BASKET..MAUPUN DUNIA IT.

    UNTUK TEMAN-TEMAN DI FTI YANG MASIH CINTA FTI DENGAN BERKOMUNITAS DAN BERPRESTASI DI AKADEMIK ; pesan saya jangan pernah menyerah..segala pengalaman dan pengetahuan Anda sangat berguna di dunia kerja.. dan yakinlah masa depan cerah telah menanti Anda 🙂

  22. Menyikapi soal ini, sebenarnya tidak ada yang perlu diperdebatkan masalah jalur promosi yang ditempuh FTI, selama itu demi perkembangan positif fakultas. Hanya saja lucunya disini adalah FTI terkesan tidak atau belum atau malah tidak mau untuk melakukan pembenahan2 intern fakultas, tetapi malah sibuk untuk bersain dengan FTI FTI yang lain.. Oke lah, bersaing itu perlu dan harus.. tapi yang harus dikedepankan disini adalah kualitas objek yang di”saingkan” dengan kompetitor2 lain.. Itu yang seharusnya jadi prioritas FTI sekarang.

    Masih seringnya kelas kosong (menurut mhs FTI skr), dosen luar yang gonta-ganti jadwal secara sepihak sehingga mhs kelabakan ngatur jadwal adalah sebagian kecil dari banyaknya permasalahan INTERN FTI yang harus mendapat perhatian.. Kualitas staff pengajar juga harus diperhatikan. Lakukan test – test terhadap dosen2 untuk menjaga kualitas dosen FTI yang notabene selalu berhadapan dengan teknologi yang selalu Update. Dari situ akan terlihat, mana dosen yang benar2 pantas mengajar di FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI. Pantas dari sisi kualitas, pengetahuan, skill dan interaksi dengan mahasiswa. Percuma saja punya dosen pintar, pengetahuan luas, skill ok tapi ga mampu ngajar (ngomong didepan kelas aja bingung) percuma kan…

    Saran aja buat FTI, dilakukan sukur ga jg gapapa…

    1. LAKUKAN PEMBENAHAN INTERN, DARI MULAI SISTEM SAMPAI KUALITAS PENGAJAR

    2. PERTIMBANGKAN JUMLAH MHS DENGAN KAPASITAS KELAS & FASILITAS YANG DIMILIKI, jangan asal
    terima mahasiswa.

    3. FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI SELALU DINILAI DARI SISI KUALITAS AKADEMIK DI BIDANG TI,
    BUKAN YANG LAIN (menurut saya) tolong bedakan dengan FKIP..

    4. CARI DAN REKRUT DOSEN2 LUAR BERDASARKAN KUALITAS DAN KEDISIPLINAN MEREKA.
    LAKUKAN TEST SEPERTI HALNYA UJIAN SKRIPSI MAHASISWA. DARI SITU AKAN TERLIHAT APAKAH
    MEREKA “LULUS” UNTUK JADI DOSEN ATAU TIDAK. BUKAN HANYA PENGALAMAN. PENGALAMAN
    TANPA PENDALAMAN ILMU JUGA AKAN SIA2.

    5. SELEKSI MAHASISWA BARU JG PERLU DIPERKETAT. MASA ADA MHS YANG NGESAVE FILE AJA GA
    BISA (Ini pernah benar2 terjadi lho dikelas praktikum) WALOPUN MAHASISWA BARU TAPI PALING
    NGGAK BISA KOMP LAH… JANGAN KEBANGETAN GAPTEKNYA.

    6. YANG TERAKHIR, JANGAN SELALU MEMANDANG NEGATIF PADA ORANG2 YANG MENGKRITIK FTI. INI
    KARENA KITA SEMUA PEDULI PADA FTI.

    dan mari teman2, kita semua berharap fakultas kita ini dapat dengan bijaksana menyikapi setiap kritikan2 masyarakat dan bukan memandang setiap kritikan adalah langkah untuk menjatuhkan FTI. Kita ini orang berpendidikan yang seharusnya lebih bisa berpikir LOGIS DAN ANALITIS.

    Kalo FTI ingin “membalas” para kritikus2 ini, balaslah dengan bukti bahwa FTI benar2 fakultas yang berkualitas dan dapat menunjukkan prestasi ITnya pada dunia, bukan prestasi yang lain.

  23. beginilah dunia pendidikan…
    olahraga gak didukung otak itu ada beneran, misal di luar negeri, dimana gaji pemain sepak bola sama guru aja… timpang jauh… padahal klo memberi ilmu itu susah daripada cuma ngocek bola aja biar gol menghibur banyak manusia yang men-TUHANkan sepak bola… bukan fokus ke sepak bolanya mas. Tapi inilah realita, klo nggak punya otak makanya perginya ke olahraga…

    klo olahraga didukung otak itu bagus.

    bisa basket, tapi bisa membuat robot hahahahahahahahahahaha…..

    mbok ya promosi yang sesuai dengan jalur IT nya, ngapain pusingin BOLA BASKET!

    klo mau promosi bola basket dengan jalur IT, suruh MICHAEL JORDAN buat robot dulu!

  24. Kekekeke
    Sori komenku sebelumnya nyolot banget yah.
    Sampe pada marah2.
    Jangan diambil ati dong bro, namanya juga pendapat.
    Yang jelas semua pengin FTI maju kan.
    (kecuali beberapa orang berikut para penjilatnya yang aku lihat selalu pengin nampang tapi gak berkualitas)

    Aku juga salah si ikut2 an komen padahal gak gitu ngerti keadaan sebenarnya.
    Modal emosi aja. Gak intelek.
    Malah jadi perang “akademis vs non akademis”.
    Sori semua yg sakit ati. Peace.

    @ojohn
    Ow.. I see I see… sori deh klo gitu gw ralat yah! Sukses bro. Yang penting balance antara bungkus n isi.

    Gimana kabar FTI nih? udah berkualitas blum? (Please wake up… Salatiga dingin banget yah, pada tidur terus).
    Selamat buat Elaine, Yunita, Chandra, Omega.. juara 2 nasional PKMT.
    Mantebh.

  25. yach… ribut lagi soal FTI… sering amat to mantan Fakultasku kena ribut2… FTI oh FTI kacian amat nasibmu… Mbok yao yang baik2 dari FTI yang digembar gemborin… Tu katanya Elin, Ome, Chan Chan ma Joyun menang juara 2 PKM se Indonesia yach???? Kok g dimuat di sini??? Liput dunk untuk memicu anak2 FTI yg laen biar maju…

  26. ketika kualitas dinilai dari kuantitas…

    promosi untuk mendapatkan banyak mahasiswa?

    silahkan dan selamat berkompetisi………

  27. Tentang komenku yang nyolot, aku sama sekali enggak ngatain FTI busuk.
    Mungkin orangnya iya. Tapi FTI enggak.
    Cuma kurang setuju tentang cara promosinya. Itu intinya.
    Waktu kuliah emang aku cuma peduli belajar.
    Tapi sebagai alumni aku rasa wajar klo aku ngerasa memiliki FTI juga kan.

    Aku bangga jadi alumninya. (Ni dpt panggilan macem2 padahal masih kerja di suatu tempat , temen-temen laen juga gitu — Good news buat juniors tuh.. semangat yah)

    Jadi, justru karena peduli, makanya kemaren nyolot.
    Tapi saya akui emang waktu itu lagi emosi.
    Bukan FTI nya yang aku gak suka, tp sesuatu yang terjadi didalamnya.

    Untuk itu kita alumni mo bikin ikatan alumni FTI, biar FTI lebih baek lagi, at least kita bisa bantu2 dalam fokus FTI, hopefuly gak ada lagi hal hal yang melenceng dari tujuan dan prioritas FTI.
    Selaen itu juga tentunya buat bantuin juniors n temen2 yg belum lulus. Doain aja lancar.

    Aku yakin semua pengin FTI maju kan.

    Well kata-kata doang gak akan bawa kita ke mana-mana sih. You know lah..
    Pendapatku, sebenarnya, aku lihat temen2 punya semangat buat majuin FTI.
    Tinggal actionnya gimana. Wadoh OOT nih, kekeke

    Btw, pada tau kan, klo ITB juara dunia kompetisi programmingnya Microsoft Imagine Cup 2008? Keren yah.
    Nothing is impossible… Kita juga bisa! Aku aja anak IPS bisa survive di IT, apalagi klian yang pinter2 dari IPA. All u need is faith in your struggle.. Persiapan buat taon depan tuh, kontak Yongkie n Victor.. hehehe.

    Sementara aku cuma bisa jadi komentator.
    Btw klo ada yang gak suka dan ingin mendebat saya, harap lakukan dengan terhormat dan beradab, sehingga kita bisa selesaikan masalah untuk mencapai kebaikan bersama. (no offense)

    FTI jaya.

  28. Dulu mas yoyo merintis beberapa komunitas seperti netsoul dll, tapi sekarang saya rasa udah ga jalan….
    Susah nyari orang2 yang bener2 loyal….SUSAH….SUSAH.

    Dalam merintis sesuatu harus ada comit dari para anggotanya…..
    kalo untuk PUSDIKLAT basket, saya tau banget semua orang yang ada didalamnya itu orang profesional….so gampang bagi mereka untuk melakukan apa yang mereka visikan

    Kalo FTI mau membuka PUSDI yg lain, haruslah dulu memiliki management yg bener2 profesional. jangan panas tai ayam aja.

    Sekarang ada ga anak FTI yg mau dan berani buka PUSDI Programmer ?
    Kalo ada pun, bertahan berapa lama sich ?

    Tapi menurut kabar angin dan disampaikan burung, Hal tersebut bakal ada….SANTAI AJA….
    Ketika PUSDI Programmer FTI ada, berani gabung ga lw ?

    Salam Kenal…
    Penghuni Baru

  29. wah bener juga ya

    mungkin untuk tahun ini cuman jadi angan2 tok

    klo bakal ada PUSDI Programmer or Web Maker….

    hmmm

    mungkin emang karena masih baru makanya gencar promosi???

    atau emang fakultas lebih kuantitatif drpd kualitatif???

    intinya ak bangga menjadi anak FTI yang mengalami perkembangan dalam berbagai aspek..tapi setidaknya jangan sampeklah kualitas mahasiswanya kurang diintensifkan..

    Viva FTI

  30. @Man (komentar ke 69)
    Wow… kaget juga ternyata FTI udah bangun lab sertifikasi Cisco.
    Semoga bisa dimanfaatkan dengan optimal nantinya.

    @Arief (komentar ke 76)
    Yups.. setuju. Selain fasilitas, kualitas individu juga menentukan kualitas FTI.

  31. weeessss…

    bener tu apa kata mas User… ga gampang nyari orang yg loyal and care ama komunitas…

    dari pada gencar Promosi Lewat Basket mending komunitas – komunitas yang udah uda (Netsoul, Omahmuda, etc) itu di bina ‘n di kembangkan lebih lg.. biar anak2 FTI UKSW itu bisa dilihat di luar sana.. bukan hanya Basket’nya tok..

    Namanya aja FTI (Fakultas Teknologi Informasi) kok yang buat promosi malah Basket bukan hasil dari karya komunitas itu…

    Klo aq ga setuju ama model promosinya…

    Tp gue ttp FTI UKSW bget..

  32. mas ankin…kayaknya punya masalah dengan orang-orang didalamnya?? mungkin yang feer saja mas. siapa orang-orangnya. supaya jangan menimbulkan praduga macam-macam. kalau ndak suka satu orang masa yang menjadi pelampiasan semua orang yang ada di FTI…kan kasian yang lainnya. apalagi andakan bagian dari FTI juga, yang sekarang statusnya alumni. kalau masalah promosi, saya rasa itu kebijakan masing-masing fakultas. seharusnya kalau tidak suka, pas anda mahasiswa anda bisa memberi masukan kepada fakultas…jangan menyudutkan fakultas yang kita cintai bersama…
    secara gentlemen, kita harus mengatakan siapa yang kita tidak suka… inilah cara terhormat yang anda harus katakan, bukan dengan memaki-maki fakultas.

    salam

    bakusikut

  33. Untuk tiap Universitas di Indonesia berbeda juga promosi nya dengan yang ada di UKSW..

    UKSW boleh2 aja menggunakan BASKET sebagai promosinya terutama FTI..

    tapi bagaimana seharusnya FTI mengatai hal tersebut untuk balance dalam kurikulumnya?????

    dan bagaimana kualitas atlit tersebut di tunjukkan dalam FTI

    apakah atlit2 basket FTI terkenal dalam kalangan FTI sendiri???

    aku aja gak tau tuh yang mana yang atlit basket itu sendiri…
    aku juga gak kenal mereka..
    apakah yang lain kenal dengan mereka????

    apakah mereka itu juga bernilai baik ( dalam IPK dan segala macam )????
    apakah nereka itu juga menunjukkan kancah nya dalam bidang TI yang lain bukan hanya BASKET saja???
    kalo iya mana BUKTINYA MEREKA BERPRESTASI DALAM BIDANG TI????????
    sebagai ATLIT yang jadi BEASISWA DI FTI seharusnya mereka kenal dong dan BERSOSIALISASI di FTI…

    MEREKA JANGAN JADI JAGO KANDANG DI KALINYAMAT AJA…

    apakah pekerjaan mereka hanyalah sebagai ATLIT yang DIPERGUNAKAN untuk promosi FTI di berbagai DAERAH??????????

    APAKAH mereka PEKERJAANNYA hanyalah sebagai ATLIT bukan MAHASISWA????

    kalo MEREKA DITEKANKAN SEBAGAI ATLIT, KASIHKAN SAJA MEREKA KE DEPARTEMEN OLAHRAGA YANG BERKOMPITEN membuat MEREKA SEBAGAI ATLIT…..

    tapi mereka TUH GAK TERKENAL….

    boleh2 aja…. mereka tuh jadi atlit yang mendapatkan beasiswa sebagai mahasiswa di FTI UKSW..
    tapi APAKAH mereka juga BERPRESTASI dalam BIDANG TI?????

    APAKAH NILAI/IPK Mereka BAIK???????

    yang terutama APAKAH MEREKA MERASA MEMILIKI FTI???????

    @bakusikut ato whatever lah….
    kalo kamu gak suka dengan komentar2 disini ngapain comment kita direply????
    jangan menilai orang atau program dari satu sisi saja…
    atao jangan2 KAMU salah SATU DARI ATLIT ATAO YANG MENGURUSI BASKET ITU??
    ATAO KAMU ORANG LUAR??
    yah WHO KNOWS…

    untuk baku sikut dibiarkan ajah…. ngapain dipusing2kan…
    toh FTI BERDIRI BUKAN BERDASARKAN BAKUSIKUT….
    FTI BERDIRI BERDASARKAN ORANG2 YANG CINTA AKAN FTI dan ORANG2 YANG BERUSAHA MEMBUAT FTI MAJU…

    MAJU TERUS FTI..
    Jadikan MASALAH INI JADI BATU LONCATAN KE ARAH YANG LEBIH BAIK…

    SALAM,
    elmovanvord

  34. @ yoyok (FTI 2003)
    komunitas netsoul tinggal kenangan neh gmn?ada masukan ga? beberapa waktu lalu sempat mo tak aktifin lagi tp karena terbentur satu masalah yang tidak benar dan kurang komunikasi akhirnya malah jadi tenggelam…

  35. @yoyok FTI 2003………..apa kabarmu yok?wah akhirnya jagoan TI dari bukit sala3 muncul juga. semangat yok.ini dia yang patut diteladani…sukses selalu…

  36. LOYALITAS, KOMITMEN, DAN UANG

    3 hal di atas adlah sebuah relasi berbanding lurus dan berlaku dalam berbagai organisasi (khususnya perusahaan)… setuju?

    KENAPA PUSDIKLAT BASKET BERKEMBANG PESAT?

    Ada beberapa sebab:
    1. karena kegiatan ini sifatnya berhubungan dengan hobi, pengembangan diri, etc. sedangkan komunitas sifatnya adalah pengembangan kompetensi teknis dan pasti akan sangat tidak menarik bagi mahasiswa FTI yang tidak merasa perlu mengembangkan diri. Karena sebagian besar teman-teman di FTI masih merasa “gak butuh butuh banget”.

    2. DUKUNGAN DANA pun diberikan dari fakultas, bahkan akhirnya dipilih sebagai sarana promosi sehingga fakultas melakukan investasi yang bukan main luar biasa. Karena dukungan dana ini pulalah akhirnya kualitas latihan para pebasket FTI pun bisa didongkrak. FTI mampu mendatangkan pelatih bertaraf internasional.

    APA YANG PERLU DILAKUKAN UNTUK MEMBUAT KOMUNITAS BERKEMBANG???

    1. tumbuhkan rasa “butuh ilmu” bagi para mahasiswa FTI. Jangan biarkan mereka hanya puas mendapatkan ilmu dari kuliah saja. Caranya?? studium general kek…undang alumni yang sudah berkiprah di dunia industri (saya juga mau kok..anytime! dan saya yakin temen2 alumni yang lain juga mau. Betul kan??).

    2. BERI DUKUNGAN DANA bagi komunitas sehingga mereka bisa melengkapi diri dengan fasilitas yang memadai seperti buku, server, trainer2 yang berkualitas, serta dana untuk berkompetisi. Bayangkan apabila ada trainer2 berkualitas (certified) disewa untuk menggembleng komunitas..wuih..saya yakin temen-temen di FTI pada semangat.

    Saya yakin, apabila strategi yang diterapkan terhadap PUSDIKLAT BOLA BASKET FTI diterapkan juga terhadap PUSDIKLAT PROFESSIONAL (Soft.Eng, Networking, etc), niscaya semakin banyak prestasi dipersembahkan FTI untuk UKSW. Semoga bermanfaat, dan ditunggu undangan untuk bagi2 pengalamannya ..hehehe

    Salam dari Jakarta,

    Hargyo T. Nugroho

  37. saya jadi curiga tuh dengan bakusikut…

    kayaknya orang dalam deh

    he3

    gak au ah

    au ah gelap

    jadi orang kok kayak gitu..

    @bakusikut
    “mungkin yang feer saja mas. siapa orang-orangnya. supaya jangan menimbulkan praduga macam-macam. kalau ndak suka satu orang masa yang menjadi pelampiasan semua orang yang ada di FTI…kan kasian yang lainnya.”

    bukan angkin saya rasa yang menimbulkan praduga
    tapi BAKUSIKUT SENDIRI Yang menimbulkan praduga dan membuktikan kalo orang2 FTI kaya bakusikut semua….
    MALU AKU yang di FAKULTAS yang isinya kayak BAKUSIKUT….
    kok aku punya kesan kalo BAKUSIKUT jelek2in FTI..
    MOH ah nek Aku punya ANAK atau SAUDARA yang KULIAH di FTI UKSW
    soalnya MENAKUTKAN
    orang2nya KAYAK BAKUSIKUT…
    MOH
    bisa2 jadi SASARAN AMUKAN MASSA
    san BAHAN CEMOOHAN dan BAHAN CERCAAN…
    MOH…
    KALO SI BAKUSIKUT UDAH KELUAR DARI FTI AKU MAU…

    JANGAN MALU2 in FTI dong…!!!!
    kok isinya FTI sekarang jadi serang menyerang yah…
    wew
    memang dunia mau KIAMAT….
    bertobatlah !!!!!!
    FTI OH FTI
    KAYAK PERANG IRAK IRAN

    wew

    SUNGGUH KETERLALUAN!!!!!!

    UNTUK FTI:
    BENAHI DONG SISTEM
    MASA ORANG2nya FTI KAYAK GITU SEMUA??
    ternyata pak YAni SAPA TU yang katanya MM(malas mengajar)
    terus siapa tuh si BAKUSIKUT yang isinya menjelek2an ORANG terus
    terus katanya DOSEN NYA yang TIDAK BISA MENGAJAR DIDEPAN mahasiswa kayak orang kebingungan..

    wah2 SADAR udah 5 TAHUN KATANYA…

    TAPI MEMANG 5 TAHUN sangatlah cepat….
    makanya PROGRESS NYA HARUS CEPAT…..

    BUAT FTI MAJU UNTUK BERPRESTASI
    BUKAN UNTUK MALU2IN AJA DI HADAPAN DUNIA….

  38. Dear all,

    Saya lihat diskusi ini sudah terdistorsi dengan emosi. Balasan yang muncul atas setiap komentar sudah tidak sehat. Mimbar Bebas pun ikut kena getahnya. Tapi oke, emosi itu manusiawi — hanya memang perlu dikontrol. Saya hargai setiap emosi yang “tumpah” di sini, meski ada beberapa yang tidak saya munculkan karena saya nilai ngawur. Terima kasih buat beberapa komentator yang telah mengingatkan moderator.

    Saya ingin ulangi lagi makna frase “fakultas teknologi informasi.”

    Menurut Wikipedia, “A faculty is a division within a university.”

    Dan, masih menurut Wikipedia, “Information technology (IT), as defined by the Information Technology Association of America (ITAA), is ‘the study, design, development, implementation, support or management of computer-based information systems, particularly software applications and computer hardware.'”

    Jadi dalam pemahaman saya, frase “fakultas teknologi informasi” punya makna “lembaga yang menjadi bagian dari satu universitas dan berfungsi sebagai tempat pembelajaran, perancangan, penerapan, penyokongan atau pengelolaan sistem-sistem informasi berbasis komputer, khususnya aplikasi-aplikasi perangkat lunak dan perangkat keras komputer.”

    CMIIW. Correct me if I’m wrong.

    Maka, karena jati dirinya sebagai fakultas teknologi informasi itulah, FTI seharusnya menempatkan pengembangan teknologi informasi sebagai prioritas. Kenyataannya, FTI punya pusdiklat basket, tapi mana pusdiklat pemrograman? Atau pusdiklat multimedia?

    Promosi dan pembinaan basket dilakukan dengan begitu serius. Tapi promosi dan pembinaan teknologi informasi?

    Memang, keberadaan program kuliah di FTI itu sendiri sudah merupakan bentuk pembinaan teknologi informasi. Tapi semestinya itu tidak masuk hitungan karena itu memang sudah “nature”-nya fakultas teknologi informasi. Yang diharapkan sekarang adalah “perhatian lebih” dari FTI untuk pengembangan teknologi informasi. Logikanya, kalau FTI punya “peliharaan” sepuluh pebasket, maka seharusnya FTI juga “memelihara” minimal 100 programer. Namanya juga prioritas kan?

    FTI punya Bistek dan Puslit TIK untuk pengembangan teknologi informasi, katanya. Tapi kenyataan (bahwa masih ada programer-programer FTI yang belum merasa “terpelihara”) menunjukkan dua lembaga tersebut belum digarap serius buat kemaslahatan para mahasiswa FTI.

    Saya tahu Dicky, Yongki, Jolly, Angkin, dan beberapa nama mahasiswa-cum-programer yang muncul pada komentar-komentar sebelumnya. Dengan mereka, saya pernah makan bareng, begadang bareng, belajar bareng, apa lagi? Pernah juga main Counter Strike bareng. Itu waktu saya dan mereka “masih di Bistek” (semoga mereka masih ingat). Dan lewat bareng-bareng itulah saya lihat mereka bukan mahasiswa bodoh yang asal ngomong. Keluhan-keluhan mereka di kolom komentar ini bukan igauan bocah dungu yang lagi teler atau nglindur. Keluhan-keluhan mereka adalah fakta. Fakta yang nyatanya tak pernah bisa tersampaikan lewat “kotak kritik dan saran” Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana!

    Lalu bagaimana sekarang?

    Saya kira FTI harus memperjelas lagi prioritasnya.

    Pusdiklat basket yang terlanjur ada dan tergarap baik di FTI mungkin bisa dianggap “utang” para petinggi FTI, untuk lebih memperhatikan “kesejahteraan” programernya daripada pebasketnya. TI po ra?

    Sukses buat FTI. La lutta continua!

  39. @Ricky : hi apa kabar jagoan image processing FTJE 😀 dari lembah gedung C dan ..hahaha.. kapan kita ketemuan?

    @Ojhon: thx Jhon atas bantuannya kemarin bikin event-event atas nama netsoul, kopimiring dsb. Memang dari dulu faktor politik dan “misscommunication” menjadi salah satu batu sandungan berkembangnya komunitas di FTI. Tapi kalau bang Ojhon masih mau mengembangkan Netsoul (dan komunitas, pusdiklat, computer club, etc) saya rasa masih banyak harapan. Masih banyak strategi yang bisa ditempuh. Dan aku amat sangat optimis dengan itu. Apalagi banyak alumni UKSW yang loyal dan amat sangat cinta dengan almamaternya (walaupun terlihat kritis); tapi aku yakin mereka mau kok care sama pengembangan kualitas mahasiswa di FTI. Tetap semangat Jhon ! sukses buat pusdiklat basketnya … dan semoga melalui kamu juga pusdiklat professional IT dapat berkembang . Amien Jhon…

    @All Alumni UKSW di Jakarta dan Sekitarnya:
    PADA MAU IKUTAN AIRSHOFTGUN GAK?? KEMARIN SI ERWIN BILANG ALUMNI2 UKSW YANG NYANGKUT DI MOTHERCITY MO TEMBAK2AN DI AREA81 TGL 30 JULY BESOK. Ayo ikutan ya!!!

  40. @STR: Setuju banget Mas… Memang itulah inti yang mau diomongin dari kemaren2… Mau punya apapun di luar TI terserah.. Yang penting jangan lupa prioritas utama FTI yang mengaku jadi Fakultas yang bergerak di bidang TI adalah TI nya sendiri… Bukan yang di luar TI nya yang jadi prioritas… Akhirnya ada juga yang bisa nengahin komentar2 yang nggenah dengan yang asal – asalan saja… Salut buat Anda Mas !!!!

    @baikut: Sallllllllluuuuuuuuuuuuuuuuutttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt baaaaaaaaaaaangetttttttttttttttttttttttttt !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    @Dicky: Dooh ngopy tu enaknya kalo panas2… Kalo mau yang ngadem ya es campur aja… Huehehehehe…

    @elmovanvord: Applause buat Anda!!!!

    @Yoyok 2003: ‘1. tumbuhkan rasa “butuh ilmu” bagi para mahasiswa FTI. Jangan biarkan mereka hanya puas mendapatkan ilmu dari kuliah saja. Caranya?? studium general kek…undang alumni yang sudah berkiprah di dunia industri (saya juga mau kok..anytime! dan saya yakin temen2 alumni yang lain juga mau. Betul kan??)’
    Setuju Mas… Banyak anak yang baru masuk ke bangku kuliahan asal2an… Tapi itulah yang namanya mahasiswa baru yang baru jebol dari SMA… Mereka belum nyadar kalo kuliah tu beda dengan SMA… SMA guru2 yang ngejar biar muridnya rajin belajar… Tapi kalo kuliah, semua tergantung anaknya sendiri… Di sinilah sebenarnya salah satu tugas yang “hidden” dari Fakultas apapun, yaitu untuk memotivasi anak2nya agar punya “butuh ilmu” sehingga mahasiswa benar2 maju… Selain itu perlu sebagai catatan.. Kalo yang namanya mahasiswa baru milih fakultas tu banyak yang ga ngerti ngapain dia masuk situ, ntar lulus nya jadi apa, kerja di mana, apa keuntungannya ngambil fakultas itu… Ini juga salah satu tugas “hidden” fakultas untuk membimbing anak2nya…
    “Begini lho Nak… Kamu tu masuk fakultas(fakultas non sport lho ya yang saya maksud di sini, inget non-sport) ini ntar kamu tu dapat ilmunya ini, ini dan ini… Kalo kamu rajin belajar ntar lulus dari sini kamu bisa apply jadi ini, ini atau ini… Kalo apply jadi ini, nanti kira2 kamu hidupnya bisa (maybe lho ya, ga pasti, tergantung sama anaknya sendiri, but I’m sure if the child was prepared by faculty, why not) enak kaya gini, kaya gini, kaya gini… Makanya kamu sekarang rajin2 belajar biar dapet ilmu yang banyak dulu buat modal masa depan(bukan basketan saja kerjaannya ya Nak, kalo memang cuma mau basketan jangan masuk sini, masuk aja pelatihan basketan ya Nak???)… Ya Nak ya?”

    2.’BERI DUKUNGAN DANA bagi komunitas sehingga mereka bisa melengkapi diri dengan fasilitas yang memadai seperti buku, server, trainer2 yang berkualitas, serta dana untuk berkompetisi. Bayangkan apabila ada trainer2 berkualitas (certified) disewa untuk menggembleng komunitas..wuih..saya yakin temen-temen di FTI pada semangat.’
    Betul banget tu Mas… Kalo yang namanya Fakultas mau majuin mahasiswanya…Kasi dananya buat membangun komunitas… Lha trus kalo dananya disalahgunakan??? Mungkin itu pertanyaan berikutnya… Saya cuma mau jawab… Ya makanya fakultas jangan masrahkan semuanya ke mahasiswa… Fakultas tu gampangnya orang tua, mahasiswa tu anak2nya… Kalo orang tua yang baik, anaknya mau maju dengan ikutan les, ya biayai dong… Awasi anaknya benar2 les atau tidak? Sama saja dengan fakultas… Kalo mau mahasiswanya maju, biarkan mereka buka komunitas(ini bukan komunitas basket lho ya, tapi komunitas yang berhubungan dengan keilmuan yang terkait dengan fakultasnya lho ya, inget inget inget), kasi dana buat modal, kasi fasilitas tapi jangan lupa awasin mahasiswanya… Kalo komunitasnya mulai kendor, sadarkan biar maju lagi (bukan trus dibubarin lho ya???)…

    Saya salut dengan Anda dan pemikiran maju Anda… Applause…

  41. @bakusikut: kalo ga ngerti juga yang mau diomongin di sini, jangan ngomong… baca dulu ulasannya mas STR berkali-kali sampai mudeng beneran… skcus stnemmoc rouy…

  42. mas STR…sebaiknya forum ini perlu dihentikan, itu saran saya…diskusinya sudah tidak sehat lagi…maaf setiap orang punya perasaan…saya sangat bangga jadi mahasiswa FTI…karena saya sudah memilih FTI UKSW. saya harap kita semua sadar…bahwa tidak ada yang sempurna…semaunya adalah choice…pilihan akan apa yang kita mau jalani…
    kalau memang hal ini salah…mungkin sudah tidak ada lagi yang mau masuk FTI…tapi realitanya terbalik FTI tetap menjadi primadona dan pilihan…SILAKAN CEK DI BARA

    untuk anda yang tidak senang, dan punya masalah sakit jiwa dan hati dengan FTI…mungkin anda juga perlu koreksi diri anda…apa yang anda telah buat untuk Fakultas ini…jangan main kritik aja dong…sakit hati boleh…tapi tidak boleh panas…kasiankan FTI kalau anda main melakukan black campaign seperti ini…jangan sampai anda menjadi kuda tunggangan orang yang tidak senang…itu worning bung….

    untuk anda yang sudah menjadi alumni, marilah kita sama-sama memberikan masukan yang konstruktif dan baik…janganlah anda juga berpikir untuk menjelekan FTI…saya sebagai mahasiswa angkatan 2004 miris melihat kakak alumni speerti ini… jadi mari kita memberi masukan yang dapat membangkitkan dan turs mengembangkan FTI bung….kalau memang tidak puas, kan sarana komunikasi di FTI terbuka lebar…kita bisa memberikan masukan lewat semua dosen di FTI..sori bukan untuk menggurui…tapi ini perlu kita renungkan bersama….

    VIVA FTI…..VIVA ACADEMIA

    WASALAM

    BAKUSIKUT kembarannya BAKUIKUT…
    nb: salam untuk bakuikut…semoga tidak menjadi baku_iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiikut trus bung

  43. @ bakusikut [komentar ke -86]
    menurut saya tidak etis kalau anda minta menyebutkan nama – orang bermasalah di dalam forum ini… hal ini bukannya menimbulkan praduga yang macam2, tetapi malah mungkin bisa menimbulkan pencemaran nama baik. kalo ingin tahu mungkin bisa tanya sendiri kepada mas angkin mungkin lewat email, ketemuan atau telpon.

    @baikut [komentar ke 92]]
    wah komen yang bagus deh… nice nice…
    tapi kayaknya terlalu keras deh… wakakakak
    terlalu berlebihan

    Salam

    Hasa

  44. @sarcasm: salut juga buat Anda Pak!

    @bakusikut [for Komentar ke-97]:
    ##bakusikut said: “untuk anda yang sudah menjadi alumni, marilah kita sama-sama memberikan masukan yang konstruktif dan baik…janganlah anda juga berpikir untuk menjelekan FTI…saya sebagai mahasiswa angkatan 2004 miris melihat kakak alumni speerti ini… jadi mari kita memberi masukan yang dapat membangkitkan dan turs mengembangkan FTI bung….
    ——
    Sepertinya kami para Alumni tidak menjelek2an FTI. Kami sangat cinta FTI , bahkan kami ketika kuliah berusaha mempersembahkan sesuatu kepada FTI (berorganisasi, berkomunitas, berlomba mewakili fakultas, dsb). Di forum ini pun kami memberi masukan kepada FTI, sebagai alumni saya wajar kalau kami bersuara untuk hal-hal yang masih kurang demi kemajuan fakultas ..(syukur2 kalau melalui forum ini pendapat kami didengar.)

    ##bakusikut said: “kalau memang tidak puas, kan sarana komunikasi di FTI terbuka lebar…kita bisa memberikan masukan lewat semua dosen di FTI..sori bukan untuk menggurui…tapi ini perlu kita renungkan bersama….”
    ————-
    yang Anda maksud sarana komunikasi? (saya tidak akan mendebat hal masalah “sarana komunikasi” di forum ini.. takut dikira black campaign). Kami akan sangat senang apabila FTI memberi sarana komunikasi yang baik antara alumni-mahasiswa-dan manajemen fakultas, dan semoga dari sarana komunikasi tersebut peningkatan mutu FTI UKSW dapat dilakukan.

    #bakusikut said: “kasiankan FTI kalau anda main melakukan black campaign seperti ini…jangan sampai anda menjadi kuda tunggangan orang yang tidak senang…itu worning bung….”
    ——–
    worning apa warning? wah kok ada ancaman? ..sekali lagi: sebelah mana black campaign-nya?

    INTINYA KAMI PERNAH MENJADI MAHASISWA FTI, KAMI CINTA FTI, DAN SAMPAI SAAT INI .. KAMI MASIH CINTA FTI DAN MENJAGA NAMA BAIK ALMAMATER KAMI..FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI UKSW.

    salam,

    Hargyo T. Nugroho

    ps: bakusikut realname siapa sih? saya rasa Anda tidak perlu menutup2i identitas Anda di forum ini. 🙂

  45. Buset masih ada aja orang yang masih ga mudeng dengan maksud sebagian besar yang protes ke FTI UKSW… Padahal sudah ditengahi oleh mas STR… Cabe deh…

    @bakusikut: perasaan dari kemaren yang bikin forum di sini jadi tidak sehat itu komentar kamu deh… Omongan dan komentar kamu yang kasar dan tidak mengena dengan topik yang dibahas itu yang bikin tidak sehat… Coba kamu periksa ke dokter dulu sana… Cek mata… Bisa ngliat ga to jane? Nek bisa belajar membaca dulu biar mudeng yang dimaksud intinya dari kemaren itu apa… Sekali lagi saya sarankan: BACA KOMENTAR – NYA MAS STR (Komentar ke-93) JANGAN NGOCEH SEBELUM MUDENG KOMENTAR ITU… Bikin malu nama FTI… Khususnya FTI angkatan 2004…

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Geser ke Atas