Wacana Kritis-Prinsipil Mahasiswa UKSW & Salatiga

Pesan Budaya

Rubrik Foto oleh

Membaca puisi bukan berakting, tapi berekspresi. Demikian pesan Didik Indaryanto (Ketua Umum Dewan Kesenian Salatiga) kepada komunitas pegiat seni di Salatiga, ketika hadir dalam acara baca puisi yang digelar di kampus UKSW malam ini. Acara tersebut bertepatan pula dengan genapnya dua tahun usia kelompok teater Kronis.

Tags:

5 Comments

  1. Selamat untuk Kronis, maju terus pantang mundur.

    Catatan: Kronis berdiri akibat kegundahan teman-teman yang ada di Teater Rakit FISIPOL UKSW yang kehilangan arah (FISIPOL terkesan acuh atas berdirinya Rakit). Setelah mementaskan INSULINDE dalam dies FISIPOL tahun 2005 dan adanya keinginan untuk berdiri di SMU, teman-teman akhirnya bersepakat untuk masuk ke SMU.

    Teater Rakit sendiri berdiri atas kegundahan beberapa teman mahasiswa (Andi Afandi-FISIPOL dan Saam Fredy-Fakultas Hukum) serta didukung oleh Mas Didot (seniman), atas semangat berkesenian yang pada saat itu “mati”, karena pimpinan waktu itu lebih fokus kepada profesional skill ketimbang humanistik skill.

    Salam,
    Saam Fredy
    (salah satu inisiator pendiri Rakit dan mantan anggota Kronis)

  2. Proficiat untuk kronis…
    selamat masih bertahan hidup dalam kondisi “kronis”
    yah saya bukan mantan ataupun alumnus, tapi saya fans “kronis”
    @saam : yah kayaknya temen-temen juga mulai gundah lagi haha

  3. Selamat yach buat kawan2 kronis.sory telat he,he,semoga tetap hidup dan bertahan.sayang sekali,kemarin aq tdk bs ikt nimbrung di pesta ultahnya.tetep semangat.salam buat semuanya,khususnya wing angel.

  4. Selamat ultah buat kawan2 kronis.semoga langgeng&tambah sukses.yg perlu diingat membangun sesuatu itu susah2 gampang+semua orang pasti bisa,tp,mempertahankan itu jauh lebih sulit.kata orang tua sih,he,he,

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Geser ke Atas