Yosua Akan Pimpin BPM FE Periode Mendatang

Browse By

Kepengurusan BPM (Badan Perwakilan Mahasiswa) FE UKSW periode 2007/2008 akan segera berakhir. Secara de jure, memang masih tinggal beberapa minggu lagi, yang akan ditandai dengan pemberian laporan pertanggungjawaban BPM FE kepada BPMU. Tapi, secara de facto, berakhirnya periode kepengurusan tersebut ditandai dengan terbentuknya kepengurusan bayangan melalui sidang pertama yang dikonvokatori oleh para fungsionaris BPM FE periode sekarang. Hal ini sesuai dengan KUKM (Ketentuan Umum Keluarga Mahasiswa) UKSW bab keempat bagian pertama pasal 15 ayat 1.

Sidang diawali dengan prasidang yang dilaksanakan tiga hari sebelum sidang. Agenda prasidang meliputi pembahasan tata tertib persidangan dan penentuan calon fungsionaris periode 2007/2008 yang akan lanjut di periode 2008/2009 atau tidak.

Sekitar separuh fungsionaris ternyata memilih untuk tidak lanjut dengan berbagai pertimbangan. Ada yang memilih berhenti dengan alasan ingin mencari tantangan lain di luar BPM FE. Ada juga yang menyertakan alasan klasik “mau konsentrasi kuliah.”

Terpilihnya Yosua
Pada 7 Juni 2008, sidang pembentukan kepengurusan BPM FE periode 2008/2009 dilaksanakan. Dua calon fungsionaris mengajukan diri sebagai calon ketua umum BPM FE. Calon pertama adalah Heidy Christian, mahasiswa Program Studi Manajemen. Sedangkan calon kedua adalah Yosua Yoga Wicaksono, mahasiswa Program Studi Akuntansi. Keduanya berasal dari angkatan 2006.

Sidang baru dimulai pukul 09.24, atau mundur 24 menit dari jadwal semula. Dalam sidang tersebut dibacakan riwayat hidup kedua calon ketua umum, yang dilanjutkan dengan kampanye visi-misi dan sesi dialog antara kedua calon dengan peserta sidang.

Sidang sempat berjalan alot dan ditunda empat kali pada tahap pengambilan keputusan. Akhirnya, sesuai dengan KUKM bab keempat bagian pertama pasal 17, pengambilan keputusan melalui pemungutan suara pun dilaksanakan. Dalam pemungutan suara tersebut, Yosua terpilih sebagai Ketua Umum BPM FE periode 2008/2009 dengan perolehan 6 suara, mengungguli Heidy yang hanya memperoleh 2 suara.

14 thoughts on “Yosua Akan Pimpin BPM FE Periode Mendatang”

  1. STR says:

    Selamat buat Yosua dan BPM FE. Semoga bisa jadi corong yang aspiratif buat mahasiswa FE. Tuhan memberkati pelayanan anda.

  2. asdwian boby hernawan says:

    from angkatan ’02 yang udah lulus.

    calon ketua umum BPM FE siapa aja ok. yang penting perjuangannya untuk aspirasikan BBM jangan mahal harganya kpd pemerintah. ok

    gitu aja kok repoot

  3. titus says:

    selamat buat Yosua…banyak sekali harapan dari mahasiswa yang harus diakomodasi…tentunya tanggung jawab dan konsekuensi menjadi lebih berat…merupakan suatu pengabdian ketika Yosua mau mengambil tanggung jawab menjadi ketua BPM FE…dan diperlukan komitmen yang tinggi…dan satu hal lagi, Anda menunjukkan kepedulian yang tinggi, di tengah-tengah arus hedonisme dan individualisme, serta eksklusivitas mahasiswa di era globalisasi yang sangat kejam ini…saya senang dengan orang-orang seperti Yosua, yang rela mengabdikan diri di LK, dan tidak men-dikotomi-kan antara kuliah dan organisasi…kalu dipikir-pikir, jadi fungsionaris itu susah…bagi waktu dengan kuliah dan maitua (pacar), uang bensin dan pulsa otomatis naik…udah gitu, pulangnya malem terus, bahkan sampai pagi, apalagi waktu bikin GBHPLKF…susahnya bukan main, jek…masalahnya, itu kan problemmu…hehehehehe…kalo saya sih, nggak ikut2…hehehehe…yaaa…yang jelas, selamat saja buat Yosua…Tuhan Yesus Memberkati Pelayanan Kita…kalo jadi pelayan, pesen sate kambing 2 porsi dunks…hehehehe…

  4. kakp00 says:

    hmm, bagus perlu juga SEMa dibenahi pula, karena denger-denger SEMA memperjualbelikan pont (point card)………………….. jangan sampai SEMA menjai batu sandungan…..

  5. Ricko says:

    Selamat Berjuang buat mas Yos:)

  6. LAKSA says:

    SELAMAT BUAT BANG YOS YANG SUDAH MERELAKAN DIRINYA UNTUK MENJADI SEORANG PEMIMPIN DI BPM FE. PARA MAHASISIWA MENARUH HARAPAN BESAR DI PUNDAKMU. JANGAN SAMPAI AMANAT YANG SUDAH DIBERIKAN JADI SIA-SIA…….TUNJUKAN TARINGMU AGAR LK KITA DAPAT BERBICARA LAGI……..SEMOGA TUHAN MEMBERKATI

  7. dobleh says:

    Suwe gak komen nang kene……. hahahahha…

    komen sek ahhh

    “Dalam pemungutan suara tersebut, Yosua terpilih sebagai Ketua Umum BPM FE periode 2008/2009 dengan perolehan 6 suara, mengungguli Heidy yang hanya memperoleh 2 suara.”

    waks total 8 suara? peserta sidang cuma 8 tho? sapa aja?
    aku wes gak apal KUKM, sopo ae kudune peserta sidang…

    Selamat buat Yosua, n saran aja : MAHASISWA GAK BUTUH BIROKRASI

  8. obed pemberontak says:

    kalo ga salah minimal 1/3 anggota BPM= kuorum,
    tapi yg bener lah… BPM FE ga lebih dari 12????

  9. dobleh says:

    ^^
    huahhh malah yang jawab obed…
    itung2annya salah neh…

    kalo 1/3 jumlah BPM = kuorum
    dan waktu itu ada 8 orang yang hadir… (dilihat dari jumlah suara).. asumsi saya ini jumlah minimal untuk kuorum

    1/3 BPM = 8… total BPM FE = 8×3=24 orang..
    ya masuk akal sih kalo 24 orang…

  10. arroyani says:

    maih BPM toh? tempatku sudah ganti jadi sema, tapi sistem amkin ketat, urusan begituan jadi urusan dosen

  11. dobleh says:

    ^^^^
    di UKSW : SEMA = eksekutif.. BPM=legislatif…

    tapi apalah arti sebuah nama tanpa makna…

  12. LAE "Rambo" says:

    semoga para pengurus yg telah dipilih dapat menunjukkan kualitasny sebagai wakil2 mahasiswa di kampus UKSW yg tercinta…GBU ALL

  13. OldDog says:

    Kalau jd ketua SMFE, bangunkanlah SMFE seperti tahun 1997-2001, dimana banyak kegiatan dan even dan mewakili mahasiswa secara keseluruhan, belajarlah dari Mas Neil& Seno (dosen FE), dan Opa Rudi (dosen FTI) mereka saksi hidup dari masa kejayaan SMFE

    Bravo FE

  14. Opha says:

    @OldDog : Ingat sejarah memang ada baiknya, tetapi jangan terlalu beromantisme dengan masa lalu. Setiap jaman ada “cerita kepahlawanan”nya masing-masing. Yang terpenting adalah bagaimana membangun LK sebagai organisasi pembelajaran sekaligus organisasi pembelajar.

    Jika dicermati lebih jauh, LK FE memiliki ciri dan keunikan tersendiri, yang belum tentu dimiliki oleh LK-LK yang lain. Ada banyak materi-materi perkuliahaan yang relevan untuk kita coba dalami ketika ber-LK. Dengan kata lain, dapat menjadi semacam lembaga inkubasi bagi beberapa bidang ilmu yang dipelajari. konsepsi inilah yang sebenarnya bisa dipakai juga untuk menggali potensi-potensi yang ada. Mulai dari Konsep tatakelola organisasi hingga bicara mengenai kewirausahaan.

    Satu lagi, keberadaan point card jangan dianggap sebagai beban bagi mahasiswa. Tetapi evaluasi terus keberadaannya, hingga dia menjadi perangkat penunjang akademik yang berhasil membumikan kemampuan profesional dan humanistik. Akhir kata, Brafo FE – Viva UKSW.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *