Kontes Robot Nasional 2008 di UI

Browse By

Universitas Indonesia menjadi tuan rumah untuk keenam kalinya dalam penyelenggaraan Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2008 tingkat nasional, 14-15 Juni 2008, di Balairung UI.

Pada acara ini hadir Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Fasli Jalal, Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri, dan para rektor perguruan tinggi peserta KRI/KRCI 2008.

Kegiatan ini didukung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Televisi Republik Indonesia, dan Universitas Indonesia dan diselenggarakan di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional.

KRI 2008 mengusung tema “Robot Panjat Pinang,” yang selaras dengan Abu Robocon 2008. Sedangkan KRCI bertema “Robot Cerdas Pemadam Api.”

KRI/KRCI 2008 dibuka dan diresmikan oleh Fasli Jalal, Bambang Sudibyo, dan Bambang Sugiarto (ketua panitia — Red) dengan pemukulan gong sebanyak lima kali, yang disambung dengan tarian Betawi oleh mahasiswa UI.

Jumlah peserta yang mengikuti KRI sebanyak 24 tim dari 24 perguruan tinggi se-Indonesia. Sedangkan KRCI diikuti oleh 37 tim, yang terbagi dalam empat divisi: Senior Beroda (14 tim), Senior Berkaki (10 tim), Expert Single (8 tim), dan Expert Swarm (5 tim).

Hari pertama kegiatan dimulai pukul 10.00 di Balairung UI. Gedung dipenuhi oleh para mahasiswa (suporter — Red) yang berasal dari Yogyakarta, Bandung, Surabaya, dan Jakarta. Berbagai atribut warna-warni mereka pakai. Teriakan-teriakan mereka menambah semarak suasana.

Sedangkan di luar balairung tampak Bambang Sudibyo menyampaikan dukungan terhadap acara ini. Bambang berjanji akan memperbanyak program-program serupa.

Juara kontes ini akan menjadi perwakilan Indonesia untuk mengikuti kontes robot di Pune, India, pada 30 Agustus 2008. Menteri menjanjikan, jika perwakilan Indonesia mampu menjadi juara, maka ia akan mengusulkan hadiah khusus dari presiden.

Pada hari yang sama, hadir pula Wakil Rektor III UKSW, Umbu Rauta. Ia menyempatkan diri untuk menyaksikan aksi robot dari Fakultas Teknik Universitas Kristen Satya Wacana. Fakultas Teknik UKSW mengirim tim R2C dan Valor-1 ke kontes nasional ini, setelah sebelumnya menjadi juara (R2C) dan menyabet predikat algoritma terbaik (Valor-1) pada KRCI regional di Universitas Gadjah Mada.

“Prestasi yang dicapai oleh tim robot UKSW cukup bagus dibandingkan pada tahun lalu. Apalagi dalam pertandingan ini diikuti juga oleh tim luar universitas. Dan tim robot UKSW mampu pada posisi yang lumayan bagus, meskipun harus mengalami posisi naik-turun di babak penyisihan,” kata Umbu.

Menjelang final, para suporter berteriak bersahut-sahutan hingga akhir pertandingan. Pertandingan sempat terhenti sejenak karena para suporter Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PENS ITS) menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kendati saling ejek, jalannya pertandingan dan keamanan tetap terjaga.

KONTES ROBOT CERDAS INDONESIA 2008

Juara Umum
Juara I: JUMP-BE (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya ITS)
Juara II: KHIL-G (Universitas Brawijaya)

Penghargaan Khusus
Algoritma Terbaik: JUMP-BE (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya ITS)
Desain Terbaik: Koumori (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
Inovasi Terbaik: Palapa (Universitas Gadjah Mada)

KONTES ROBOT CERDAS INDONESIA 2008

Senior Beroda
Juara I: Du 114-V8 (Universitas Komputer Indonesia)
Juara II: TENSAI (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya ITS)

Senior Berkaki
Juara I: RASYID (Politeknik Caltex Riau)
Juara II: al_FajRy (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)

Expert Single
Juara I: gho-zie (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya ITS)
Juara II: dot.B (Politeknik Negeri Bandung)

Expert Swarm
Juara I: DU-102 (Universitas Komputer Indonesia)
Juara II: Black_Ant_TEUS (Universitas Surabaya)

Penghargaan Khusus
Algoritma Terbaik: DU-102 (Universitas Komputer Indonesia)
Inovasi Terbaik: Black_Ant_TEUS (Universitas Surabaya)
Best Spirit: Preaten C128 (Universitas Indonesia)

Tim Valor-1 UKSW berada pada urutan ketiga divisi Expert Single dengan selisih satu poin dari tim dot.B Politeknik Negeri Bandung. Sedangkan tim R2C UKSW menduduki urutan ketujuh karena ada kesalahan teknis saat pertandingan.

Tim JUMP-BE menyatakan puas setelah mengalahkan KHIL-G. Mereka tidak menyangka bakal merengkuh gelar juara lagi. Mereka juga menyatakan siap mewakili Indonesia dalam kompetisi robot di Pune, India, pada 30 Agustus 2008.

KRI/KRCI 2008 ditutup pada 15 Juni 2008, sekitar pukul 15.00, dengan pemukulan gong setelah penyerahan piala selesai dilakukan oleh Fasli Jalal dan Gumilar Rusliwa Somantri.

23 thoughts on “Kontes Robot Nasional 2008 di UI”

  1. Saam Fredy says:

    Kepada semua,

    Apa yang dicapai oleh teman-teman di FTEK UKSW merupakan prestasi yang patut di apresiasi. Maju terus FTEK UKSW….!!!

    Satu catatan lagi untuk FTEK UKSW:
    FTEK UKSW Wakili Indonesia ke ICPC Asia

    Tim EMI dari Fakultas Teknik Elektro dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana (FTEK UKSW), mewakili Indonesia bersama dengan Tim dari Universitas Bina Nusantara (Binus) dalam kontes pemrograman mahasiswa tingkat Asia yang diselenggarakan oleh International Collegiate Programing Contest (ICPC) di Jakarta, tanggal 20-21 Oktober 2008 nanti.

    Hal itu diketahui setelah Tim EMI berhasil masuk dalam jajaran 5 besar final tingkat nasional di kampus Binus, tanggal 15 Juni 2008. “Hanya 5 tim yang berhak mewakili Indonesia dalam ajang tingkat Asia,” ucap Handoko, M.Eng, Dekan FTEK. Pemenang tingkat Asia selanjutnya akan bertanding ke Final ICPC tingkat dunia.

    Penyisihan awal dilakukan pada tanggal 1 Juni 2008, secara on-line melalui internet. Sekitar 155 tim dari berbagai perguruan tinggi yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Final yang dilaksanakan di Binus sendiri diikuti oleh 52 tim dari 29 Perguruan Tinggi Swasta dan Negeri Se-Indonesia. ICPC sendiri didukung oleh lembaga dunia yang sudah populer bernama Association for Computing Machinery (ACM).
    Anggota Tim

    Tim EMI beranggotakan Erisman, Michael, dan Indra, kesemuanya adalah mahasiswa FTEK UKSW.

    Salam,
    Saam Fredy

  2. dobleh says:

    STANDING OVATION buat FTEK.. (tapi nanti ya, susah soale tepuk tangan sambil ngetik)

    Keren…

    Selamat dan Terima kasih telah mengharumkan nama UKSW ..

  3. Mirez/Wir says:

    Selamat buat FTEK. Artinya progressnya bagus lah dari tahun ke tahun. Jaman ane dulu, tim KRCI Satya cuma bisa ke putaran final tanpa mampu berbuat banyak. Peserta pertama UKSW yang merintis jalan dulu Mr. Deddy Susilo yg sekarang jadi pembimbing tim R2C yang sekarang berhasil juara 1 region Jogja – Jateng, salut buat baginda. Ane pernah terlibat, tapi proposal ane ditolak, eh gabung ke tim yang lain, ga masuk putaran final, apes. Tp ingat warga FTEK, jangan bersombong ya buat prestasi ini, humble aja. Kalo kalian buka wawasan, di luar sana banyak Fakultas Elektro yang jago2. Buat tim ICPC, kalian oks banget deh, encer. Soalnya ane dulu ga nyambung kalo belajar programming. Salah satu pesertanya kabarnya adik temen ane angkatan 01 yang juga encer banget otaknya. Selamat buat UKSW secara umum. Pareng..

  4. seehngojennaca! says:

    yup,
    yang gini gini niih, yang bikin kite semua bangga menjadi keluarga besar UKSW
    saluuuut ….
    terus berjuang pantang mundur …..

  5. Theofransus Litaay says:

    Selamat atas prestasi ini. Sayang di Indonesia ini pihak industri belum investasi besar-besaran ke universitas ya, sehingga bisa mengembangkannya lebih canggih lagi. Atau mungkin para alumni FTEK sudah perlu turun tangan nih.. Sukses selalu!!

  6. DN says:

    Bravo FTEK/FTJE usul buat Pak Rektor untuk sediakan LAB ROBOTIKA Lengkap di FTEK /FTJE yang dari jaman dulu belum terealisasi.

  7. Dimas S. Aditya says:

    Sharing aja sich, dulu waktu saya diterima di UKSW, sebelum mulai kuliah, saya pulang ke Bogor. Di Bogor, saya bertemu dengan beberapa rekan kuliah Bapak saya di IPB, dan mereka menanyakan saya berkuliah di mana.
    Sempat saya berpikir, “Apakah mereka tahu UKSW?” Tapi akhirnya, saya mengatakan bahwa saya berkuliah di UKSW.
    Maka teman Bapak saya yang pertama berkata,”Oh, kuliah di UKSW. Masuk fakultas elektro, ya Dit?” dan saya menjawab,”Ga, Oom, masuk hukum.”
    Tdk berapa lama, saya bertemu dengan teman kuliah Bapak saya di IPB, dan sama menanyakan di mana saya kuliah. Jawaban yg sama saya berikan, dan tanggapan yg sama juga diterima oleh saya, yaitu beliau mengira saya berkuliah di FTJE (kalo skrg FTEK, ya??? Sorry, kurang up to date, nich, hehehe…Maklum, kelamaan di Jakarta). Saya kembali berkata,”Ga Tante, saya kuliah di hukumnya.”
    Sampai yg ketiga, saya ditanyakan oleh teman Bapak saya yg lain (maklum, pas ini lagi acara temu alumni Persekutuan Mahasiswa Kristen IPB, jadi byk bgt, teman Bapak saya yg datang), dan menanyakan hal yg sama.
    “Saya masuk di UKSW, Oom, di fakultas hukumnya.” Jawab saya dengan kalimat yg lain. Ga disangka, beliau menimpali. “Oh, masuk hukum. Kenapa ga masuk elektronya aja, Dit???”
    Pada saat itu, saya belum tahu, apa sich, hebatnya fakultas elektro UKSW. Tapi dengan seiring waktu, saya menyadari, betapa “menakutkannya” FTJE di kalangan mahasiswa Fakultas Tekhnik Pertanian IPB (jaman Bapak saya, lho…). Hal ini diperkuat, dengan apa yang baru saja terjadi di FTJE. Salut buat FTJE / FTEK (sorry ya, kalo gue masih pake kata2 FTJE, hehehe…)

  8. FTJE'ers Y2k says:

    Saya FTJE’ers Y2k…temane bang dedi SDS…he2…setahu saya dulu waktu awal kami kuliah dia sudah pernah membawa kliping tentang rangkaian elektronik yang pernah dia buat…wow…padahal waktu itu kita semua teman2nya masih belum bisa apa2…itu bukti bahwa memang dia sudah menyukai elektro sebelum masuk kuliah elektro…dia sudah selangkah lebih maju…makanya teman2…teladanilah bapak dedi ini…semangatnya…mempersiapkan segala sesuatu sebelum diperintahkan…mahasiswa-mahasiswa belajarlah persiapan kuliah bahan yang akan diajarkan…jangan tgu diajar dulu…kan sekarang juga era internet…kita harus maju dan maju selangkah lebih maju….saya nggak cuma bangga tapi mbahe’ (kakeknya) bangga sama elektroer’s….he2..
    Satu hal pengalaman saya di elektro…teman2 di sana ada yang orang sebut kuper mungkin…dengan rambut cepak, jegrak2, kacamata, celana beggy, sandal cepit, tas serut…seakan-akan kurang gaul.tapi itulah elektro sejati he2..gak seperti sekarang mahasiswa cuma penampilan luar aja maksimal seperti pemain sinetron…gaya punkers lah…celana pencil lah…ada yang gaya premanlah…celana sobek2lah….semua sah2 aja asal diimbangi prestasi yang luar biasa seperti yang bang dedi kerjakan bersama rekan2 elektro…
    GBU for ALL

  9. 6198061 says:

    pengen nyanyi :

    FTJE-FTJE tetap jaya – tetap jaya..
    lambangnya – lambangnya SANDAL JEPIT – SANDAL JEPIT …

    FTJE-FTJE tetap jaya – tetap jaya..
    sampe tua – tua FTE JAYA…

    FTE JAYA – FTE JAYA ….
    FTE JAYA sentosa…

    FTE JAYA – FTE JAYA ….
    FTE JAYA slamanya…

  10. Ricko says:

    Suatu kebanggaan bagi kami mahasiswa FTEK atas prestasi teman-teman tim robot ( Lintang’04, Fery’04, Roby’04, Daniel K’05, Itok’05, yg lainnya lupa…sory)
    Semoga bisa menjadi motivasi untuk yang lainnya (terutama angkatan 2006 yang akan pegang tongkat selanjutnya).
    Untuk tim Programming FTEK (Erisman’05, Michael’05, Indra’06), terus maju!!!
    Kita dukung kalian

  11. 612003075 says:

    Wah bangga deh sama adik2 angkatan. Aku ikut nonton juga loh waktu tanding hari pertama, sayang ga ketemu semua tim robotnya. Ketemunya sama pak DU, Deddy dan Andre’03. Sayang teman2 alumni FTJE di Jakarta mungkin ga pada tahu kalo ada lomba ini, jadi ga banyak yang datang. Cuma aq, Adhy’02, Danny’02, Rony’00, Lina’02 dan Lisa’02. Sukses selalu untuk FTJE – UKSW !!!!!

  12. dewiq says:

    wiiiih…bangga bgt ya klo pnya ank didik yang pinter……

  13. Thoyu98 says:

    Selamat ….

    Prestasinya naik terus, itu sesuatu yang baik. !

    Salut….

  14. P_S_K says:

    FTEK-FTEK tetap jaya – tetap jaya..
    lambangnya – lambangnya SANDAL JEPIT – SANDAL JEPIT …

    FTEK-FTEK tetap jaya – tetap jaya..
    sampe tua – tua FTE JAYA…

    FTE JAYA – FTE JAYA ….
    FTE JAYA sentosa…

    FTE JAYA – FTE JAYA ….
    FTE JAYA slamanya…

    CIAYO!!!!!!!!!!!!!!!

  15. CRYPTANALIS GANDI 28 says:

    SAMPAI LEMSANEG PUN NAMANYA FTJE TETEP KEREN SAPA YANG NGGAK TAU FTJE UKSW, TAPI SAYA DENGAR BNYAK DOSEN SENIOR YANG TERGANTIKAN, APA FTJE AKAN TETAP MENGERIKAN SEPERTI DULU? SAYA HARAP TIDAK KRNA KAMI BUTUH AHLI2 UNTUK KMAJUAN ALGORITMA

  16. Bross_Da_Man says:

    Sebagai Penduduk gedung C saya sangat bangga sekali akan prestasi yang dicapai. Tingkatkan terus prestasi Tim Robot FTJE UKSW.
    Tapi kalo bisa juga tolong kemampuan ini dibagikan ke pada yang lain, sapa tahu dari yang lain bisa memberikan ilham yang lebih mutakhir lagi…

    Semangat dan jaya selalu FTJE!!!!

  17. ricky says:

    salam oranger bin jepiter……salut pak deddy…pioneernya robot mania bersama mr.roni ’00

    salam KaJe!!! ….’00ers

  18. pika says:

    minta lisensi program dong…coz mau buat neh…

  19. junxk82 says:

    aku ketemu deddy di hari ke 2
    aku kan dari UPH, kagum banget sama beliau1!!

  20. dion sastro says:

    minta alamat toko penjual perangkat robot modifikasian di solo ..dong…thxz

  21. riri says:

    To: Websites administrator.
    Re: Replacement of domain http://www.ui.edu to http://www.ui.ac.id

    Dear Sir,
    Greetings from the university of Indonesia.
    I would like to inform you that from August 2008, the University of
    Indonesia (Universitas Indonesia) has changed its web domain and returned
    to http://www.ui.ac.id , based on the consideration that we use Indonesia (id)
    domain.

    We notice that in your web you have a link to our domain and would be very
    grateful if you could change the link in your web to http://www.ui.ac.id to point
    to our university.
    We appreciate you eagerness to collaborate with us, and look forward for
    further collaborative work with University of Indonesia’s member.

    Yours Sincerely

    Riri Fitri Sari
    CIO/ Head of Information Systems Development and services of the
    University of Indonesia
    7th floor Kampus Baru UI Depok 16424 Indonesia
    riri@ui.ac.id

  22. jhunk says:

    suatu prestasi yang sangat membanggakan.. nice

  23. Pingback: Yoga di Scientiarum (Bag. 1) | Di Scientiarum
  24. Trackback: Yoga di Scientiarum (Bag. 1) | Di Scientiarum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *