Anarkisme

Browse By

Judul: Anarkisme (Perjalanan Sebuah Gerakan Perlawanan)
Penulis: Sean M. Sheehan
Penerbit: Marjin Kiri
Rilis: Januari 2007
Genre: nonfiksi, sejarah
ISBN: 979-99980-8-5

AnarkismeBila Anda masih menyamakan anarkisme dengan aksi-aksi brutal Front Pembela Islam atau kelakuan brutal suporter sepakbola di Indonesia, buku ini sangat pantas Anda baca. Kata “anarkisme” memang terlanjur lekat dengan semua aksi-aksi brutal. Mulai dari presiden, pembawa berita di televisi, sampai penjual gado-gado berada dalam satu pemahaman kata. Sedikitnya literatur anarkisme — dalam bahasa Indonesia khususnya — menyebabkan banyaknya kesalahan dalam mengartikan kata tersebut. Buku ini adalah satu dari sedikit literatur berbahasa Indonesia mengenai anarkisme.

Dalam buku ini, Sean M. Sheehan menuturkan kembali sedikit sejarah gerakan anarkis. Pertalian erat anarkisme dengan sosialisme juga dipisahkan dengan sangat dalam oleh perdebatan klasik antara Karl Marx dengan Mikhail Bakunin dalam Sidang Internasionale I di Den Haag, Belanda, pada 1872.

Anarkisme global yang dibahas dalam buku ini juga menjelaskan proses lahirnya neoanarkisme pasca-Seattle 1999. Lalu pemaparan mengenai kekuasaan negara, dimana anarkisme berarti ketiadaan pemimpin. Etimologi kata itu menandai hal yang khas dari anarkisme, yakni penolakan terhadap kebutuhan akan otoritas tersentral dalam negara, satu-satunya bentuk yang kita kenal saat ini.

Dengan gaya tulisan yang lugas dan hasil terjemahan yang mudah dibaca, buku ini lebih dari cukup untuk mengetahui sejarah panjang anarkisme dan juga perjalanannya hingga sekarang. Agar tahu bahwa anarkisme bukanlah kekacauan tak berdasar, melainkan sebuah hasrat perlawanan untuk kehidupan yang lebih baik. Dalam buku ini juga dijelaskan benang merah anarkisme dengan gaya hidup budaya populer seperti film dan musik. Juga keterkaitan anarkisme dengan seni rupa dan sastra. Lalu keterkaitannya dengan aliran filsafat dan sistem kepercayaan, juga psikologi dan seks. Juga penjelasan perbedaan kebebasan anarkisme dengan neoliberalisme.

Yang juga menarik dari buku ini adalah banyaknya slogan-slogan hasil grafiti maupun selebaran kaum anarkis dari setiap jaman, yang bisa membuat kita berpikir ulang mengenai hasrat dan gairah hidup. Bahwa hidup bukan sekadar lahir, sekolah, banting tulang cari uang, menikah, punya anak, lalu mati.

Anggaplah hasratmu sebagai kenyataan!

12 thoughts on “Anarkisme”

  1. STR says:

    Rudy “Opha” Latuperissa juga pernah mempermasalahkan ini di blognya (soal penyamaan yang salah kaprah untuk anarkisme dan vandalisme). Klik di sini!

  2. Opha says:

    Saya memaknainya pen-salahkaprah-an ini sebagai konflik ideologi. Satu sisi ingin mendominasi, disisi lain ingin mematahkan kemapanannya.

  3. yusak says:

    inilah wajah anarkisme di indonesia
    masih ingat kan dengan peristiwa2 HAM yang tidak pernah selesai ?
    apakah anarki telah menggeser budaya indonesia yang katanya memakai budaya “timur” yang penuh keramah an ini ?

  4. Opha says:

    @ yusak : maksud dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan itu bagaimana? saya belum bisa memahami dengan baik, terutama pertanyaan yang diajukan tersebut untuk memecahkan persoalan apa?

    Anarki tidak ada kaitannya dengan budaya Indonesia, karena anarki menurut saya adalah sebuah ideologi ataupun falsafah hidup bagi sebagian individu maupun kelompok.

    Wajah Anarkisme Indonesia itu yang bagaimana? saya belum pernah mendengar Anarkisme di Indonesia, meski yang mengaku banyak.

  5. matt_cempreng says:

    Masih ingat tulisan “FTJE” warna oranye di lapangan basket??
    Masih ingat peristiwa “kerusuhan” lab skripsi??
    Anarkisme & Vandalisme memang sudah jodoh

  6. meQ says:

    tulisan fyje itu memang vandal…tapi belum tentu anarkis…saya rasa terlalu berlebihan jika dibilang jodoh…kadang anarkisme memakai vandal untuk menyampaikan sebuah pesan, tapi kalo tulisannya tidak ada pesannya, ya itu cuma sekedar vandal..setidaknya o\itu menurut saya..

    trims

  7. Joelex says:

    “Anarkisme bukan Bom, ketidakteraturan atau kekacauan. Bukan perampokan dan pembunuhan. Bukan pula sebuah perang di antara yang sedikit melawan semua. Bukan berarti kembali kekehidupan barbarisme atau kondisi yang liar dari manusia. Anarkisme adalah kebalikan dari itu semua. Anarkisme berarti bahwa anda harus bebas. Bahwa tidak ada seorangpun boleh memperbudak anda, menjadi majikan anda, merampok anda, ataupun memaksa anda. Itu berarti bahwa anda harus bebas untuk melakukan apa yang anda mau, memiliki kesempatan untuk memilih jenis kehidupan yang anda mau serta hidup didalamnya tanpa ada yang mengganggu, memiliki persamaan hak, serta hidup dalam perdamaian dan harmoni seperti saudara. Berarti tidak boleh ada perang, kekerasan, monopoli, kemiskinan, penindasan, serta menikmati kesempatan hidup bersama-sama dalam kesetaraan.” (Alexander Berkman, What is Communist Anarchist 1870 – 1936) – lihat disini

  8. BODOH says:

    #
    Komentar ke-5
    matt_cempreng
    12 August 2008 9:59
    Perambah Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0 pada Linux Linux

    Masih ingat tulisan “FTJE” warna oranye di lapangan basket??
    Masih ingat peristiwa “kerusuhan” lab skripsi??
    Anarkisme & Vandalisme memang sudah jodoh
    ______________________________________

    BODOH
    BODOH BODOH
    BODOH BODOH BODOH

  9. agungk says:

    Aku tlah berkomentar panjang-lebar atas artikel ini. Koq gak dipublish ya?
    Apa ada penyensoran?

  10. usep says:

    buku yang bagus. saya berterimakasih pada marjin kiri yang telah mempublikasikan wacana Anarkisme. masih langka di Indonesia. pengantar dari (peneliti flamboyan) Daniel Hutagalung pun bagus.
    salam anarkisme…

  11. altup says:

    salah satu pendukung gagasan anarkisme adalah Noam Chomsky.
    Pakar terkenal yg sangat keras namun jitu kerap mengkritik kebijakan Amerika dan neoliberalismenya.
    kalo bisa banyak2 diterjemahkan dan diterbitkan ke Indonesia dong karya2 Chomsky. Diyakini akan sangat bermanfaat.

  12. ALBI 4ever says:

    kalau menut saya anarkisme & vandalisme itu sudah fitrah menurut pendapat mereka yang membenarkannya, kalau soal jodoh antara dua pendapat itu akan menimbulkan banyak kericuhan-kericuhan yang brutal dikalangan kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *