Anarkisme

Oleh Bagus F. Permana | 15 July 2008 | Buku

AnarkismeBila Anda masih menyamakan anarkisme dengan aksi-aksi brutal Front Pembela Islam atau kelakuan brutal suporter sepakbola di Indonesia, buku ini sangat pantas Anda baca. Kata “anarkisme” memang terlanjur lekat dengan semua aksi-aksi brutal. Mulai dari presiden, pembawa berita di televisi, sampai penjual gado-gado berada dalam satu pemahaman kata. Sedikitnya literatur anarkisme — dalam bahasa Indonesia khususnya — menyebabkan banyaknya kesalahan dalam mengartikan kata tersebut. Buku ini adalah satu dari sedikit literatur berbahasa Indonesia mengenai anarkisme.

Dalam buku ini, Sean M. Sheehan menuturkan kembali sedikit sejarah gerakan anarkis. Pertalian erat anarkisme dengan sosialisme juga dipisahkan dengan sangat dalam oleh perdebatan klasik antara Karl Marx dengan Mikhail Bakunin dalam Sidang Internasionale I di Den Haag, Belanda, pada 1872.

Anarkisme global yang dibahas dalam buku ini juga menjelaskan proses lahirnya neoanarkisme pasca-Seattle 1999. Lalu pemaparan mengenai kekuasaan negara, dimana anarkisme berarti ketiadaan pemimpin. Etimologi kata itu menandai hal yang khas dari anarkisme, yakni penolakan terhadap kebutuhan akan otoritas tersentral dalam negara, satu-satunya bentuk yang kita kenal saat ini.

Dengan gaya tulisan yang lugas dan hasil terjemahan yang mudah dibaca, buku ini lebih dari cukup untuk mengetahui sejarah panjang anarkisme dan juga perjalanannya hingga sekarang. Agar tahu bahwa anarkisme bukanlah kekacauan tak berdasar, melainkan sebuah hasrat perlawanan untuk kehidupan yang lebih baik. Dalam buku ini juga dijelaskan benang merah anarkisme dengan gaya hidup budaya populer seperti film dan musik. Juga keterkaitan anarkisme dengan seni rupa dan sastra. Lalu keterkaitannya dengan aliran filsafat dan sistem kepercayaan, juga psikologi dan seks. Juga penjelasan perbedaan kebebasan anarkisme dengan neoliberalisme.

Yang juga menarik dari buku ini adalah banyaknya slogan-slogan hasil grafiti maupun selebaran kaum anarkis dari setiap jaman, yang bisa membuat kita berpikir ulang mengenai hasrat dan gairah hidup. Bahwa hidup bukan sekadar lahir, sekolah, banting tulang cari uang, menikah, punya anak, lalu mati.

Anggaplah hasratmu sebagai kenyataan!

Judul: Anarkisme (Perjalanan Sebuah Gerakan Perlawanan)
Penulis: Sean M. Sheehan
Penerbit: Marjin Kiri
Rilis: Januari 2007
Genre: nonfiksi, sejarah
ISBN: 979-99980-8-5


12 Komentar

  1. altup

    salah satu pendukung gagasan anarkisme adalah Noam Chomsky.
    Pakar terkenal yg sangat keras namun jitu kerap mengkritik kebijakan Amerika dan neoliberalismenya.
    kalo bisa banyak2 diterjemahkan dan diterbitkan ke Indonesia dong karya2 Chomsky. Diyakini akan sangat bermanfaat.

  2. ALBI 4ever

    kalau menut saya anarkisme & vandalisme itu sudah fitrah menurut pendapat mereka yang membenarkannya, kalau soal jodoh antara dua pendapat itu akan menimbulkan banyak kericuhan-kericuhan yang brutal dikalangan kita.

Kami Menerima Pandangan Anda

© 2009 Lembaga Pers Mahasiswa Scientiarum UKSW