Angger Pimpin Senat Mahasiswa FTEK Berikutnya

Browse By

Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Teknik Elektro dan Komputer (FTEK) baru saja menggelar pemilihan langsung ketua umum Senat Mahasiswa FTEK periode 2008/2009. Calonnya dua: Agustinus Angger Muryanto, mahasiswa FTEK angkatan 2005, dan Lukas Nur Anggraita Sumardi, mahasiswa FTEK angkatan 2006. Dalam pemilihan tersebut, Angger mengungguli Lukas (yang memperoleh 124 suara — Red) dengan perolehan 126 suara.

Saat saya temui di studio XT FM, Angger memaparkan visi, misi, dan harapannya bagi Senat Mahasiswa FTEK.

Keputusan Angger mencalonkan diri sebagai ketua umum Senat Mahasiswa FTEK berawal dari “power sharing” yang diadakan angkatan 2005. Dari sana, beberapa mahasiswa usul agar Angger ikut mencalonkan diri sebagai ketua umum.

Mulanya Angger sedikit ragu. Dia kemudian minta waktu tiga hari pada teman-temannya untuk berpikir.

“Waktu itu, saking bingungnya, aku sampe ke Kerep (tempat ziarah umat Katolik di Ambarawa — Red) segala lho,” kenang Angger.

Angger melihat ada dualisme jabatan dalam Senat Mahasiswa FTEK. Artinya, seorang fungsionaris Senat Mahasiswa FTEK pada aras pemimpin juga menjabat di unit kegiatan mahasiswa, sehingga kurang bisa menentukan prioritas (misal: koordinator bidang Senat Mahasiswa FTEK menjabat kru XT FM). Angger melihat hal ini dan ingin mengubahnya. Hal ini juga yang jadi dasar pemikirannya untuk maju mencalonkan diri sebagai ketua Senat Mahasiswa FTEK. Menurutnya, dualisme jabatan bisa tetap berjalan, asal yang menjalankan tidak menjabat koordinator bidang Senat Mahasiswa FTEK.

Selain dualisme jabatan, Angger juga melihat bahwa unit kegiatan mahasiswa di FTEK masih kurang berkembang keluar.

“Kalo di dalam FTEK, memang sudah baik, dan sudah berkembang. Tetapi untuk keluarnya, saya rasa masih kurang. Saya pengen, UKM Elektro itu bisa lebih punya nama,” kata Angger.

“Apakah saat ini masih kurang punya nama?” tanya saya.

“Maksud saya di sini adalah dalam hal bersosialisasi, karena mungkin Elektro masih terlalu mengeksklusifkan diri,” jelas Angger.

Angger berpendapat, salah satu faktor penyebab eksklusivitas Elektro adalah karena banyak mahasiswanya sendiri beranggapan bahwa jika bisa masuk Elektro itu berarti pintar.

“Kalau sudah merasa diri pintar atau menganggap bahwa Elektro itu isinya orang-orang pintar, maka akan kurang bersosialisasi, sehingga berkesan eksklusif.” Angger memberi rasionalisasi pendapatnya.

Dengan menjadi ketua umum Senat Mahasiswa FTEK, Angger berharap bisa menjalankan visinya: mengembangkan mahasiswa Elektro yang kreatif, dinamis, sehat, dan inovatif. Menurutnya, secara profesional (keilmuan), mahasiswa Elektro sudah bisa memenuhi visi tersebut.

“Namun secara sosial (humanis) saya rasa masih belum.”

Salah satu misi yang akan diupayakan Angger adalah menjalin hubungan yang lebih baik di antara mahasiswa Elektro. Ini dia rasa perlu karena selama ini, di dalam satu angkatan saja, masih terpecah-pecah.

“Kalau di dalam satu angkatan bisa kompak, pasti hubungan dengan angkatan lain bisa jadi lebih baik. Dengan begitu, proses sosialisasi bisa semakin mudah berjalan,” ungkapnya.

Angger bersama sepuluh fungsionaris lainnya berharap, Senat Mahasiswa FTEK periode 2008/2009 bisa lebih baik dari periode sebelumnya.

“Bukan berarti yang periode lalu itu ndak baik, tapi kami ingin berusaha untuk memberikan yang lebih baik lagi,” jelas Angger.

Selamat memimpin Senat Mahasiswa FTEK! Tuhan memberkati pelayanan kita.

One thought on “Angger Pimpin Senat Mahasiswa FTEK Berikutnya”

  1. Said says:

    Bangkit, berdiri dan beri nama mahasiswa fakultas teknik elektro dan komputer ini walau di tengah orang2 yang tak pernah menginginkan LK itu ada. Kalau kamu memerlukan tangga untuk naik ke atas, maka aku punya pundak untuk kamu injak sebagai penggantinya saudaraku..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *