Persiapan Desain Komunikasi Visual FTI

Browse By

Mulai tahun akademik 2008/2009 akan ada satu program studi baru di Fakultas Teknologi Informasi, yakni Desain Komunikasi Visual, satu bidang studi yang sedang jadi tren. Sedangkan dua program studi yang telah ada sebelumnya, yakni Sistem Informasi dan Teknik Informatika, tetap jalan.

Menurut Ketua Program Studi DKV, Jasson Prestiliano, DKV dibuka karena melihat minat masyarakat yang besar terhadap dunia desain.

“Saat ini, seorang programer juga harus memiliki kualitas dan selera art yang bagus. Misalnya saja sebuah website. Jika programer web tersebut tidak memiliki selera art yang bagus, maka orang tidak akan tertarik untuk melihat website-nya.”

Jasson juga menjelaskan, ide membuka program studi ini sebenarnya sudah dipikirkan sejak lama. Tapi ide itu harus lebih dimatangkan.

“Kami juga harus memikirkan tentang kelengkapan-kelengkapan lainnya. Jadi, kalau fasilitas sudah oke, dosen sudah oke, baru kita berani buka. Bukan masalah kenapa tidak buka dari dulu. Lha kalo kita asal buka, kan kasihan nanti mahasiswanya terlantar,” ungkapnya.

Mei 2008, Departemen Pendidikan Nasional telah menurunkan surat keputusan bernomor 1642/D/T/2008 untuk pembukaan DKV. Pada butir I bagian C, dijelaskan bahwa kepada Universitas Kristen Satya Wacana telah diberikan ijin penyelenggaraan program-program studi:

  1. Ilmu Hukum jenjang Program Pascasarjana (S2),
  2. Desain Komunikasi Visual jenjang Program Sarjana (S1).

Saat ini promosi program studi DKV sudah dilakukan sampai ke Solo, Semarang, Yogyakarta, dan beberapa wilayah timur Indonesia seperti Halmahera, Soe, dan Papua. Promosi online lewat situs-situs komunitas juga dilakukan.

Selain telah melakukan promosi, FTI juga telah mengadakan hubungan kerjasama dengan program studi serupa dari ISI Yogyakarta, dan Universitas Kristen Petra, Surabaya.

“Kerjasama yang diadakan (adalah) dalam bentuk pertukaran dosen, karena FTI pasti membutuhkan tenaga-tenaga yang ahli dalam bidang ini. Selain itu, bisa juga nati kita adakan gallery art bersama. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga untuk teman-teman FTI yang lain, yang bukan dari DKV untuk bisa ikut.”

Jumlah pengampu matakuliah DKV saat ini sudah ada sembilan orang. Sedangkan untuk matakuliah pemrograman, tetap akan menggunakan dosen-dosen FTI yang lain.

Soal fasilitas, Jasson mengatakan bahwa FTI akan membuka laboratorium baru yang bertempat di sebelah Satya Wacana Business Technology Center (saat ini masih dipakai sebagai ruang gamelan — Red). Ruang gamelan itu akan dijadikan laboratorium gambar bagi mahasiswa DKV. Rencananya, akan disediakan 40 meja, yang mulai difungsikan pada September 2008. Selain pengadaan laboratorium gambar, akan ditambahkan pula 44 unit komputer baru untuk laboratorium internet.

“Untuk Lab Hijau, itu juga nanti akan kami gunakan. Kalo pas tidak SIASAT, kan bisa digunakan untuk kuliah,” jelas Jasson.

“Kalo untuk fasilitas, kita sebenarnya tidak bisa dibilang kurang. Yang kurang itu hanya ruangan. Kalau untuk lab RX, PC-nya akan kita tambah, hanya ruangannya yang belum. Kadang mahasiswanya (juga) yang kurang tertib. Mereka sudah diberi batas waktu dua jam untuk menggunakan internet, tapi waktu yang diberikan untuk mencari data atau tugas malah dipakai untuk Friendster, chatting, atau malah game online Ragnarok yang langsung lewat web. Nggak bisa gantian sama temennya, salahnya sendiri. Kalau mencari data, dua jam atau bahkan satu setengah jam saja itu sudah lelah. Tapi kalau main game, otomatis gak bisa berhenti sampai waktu atau account-nya habis. Jadi, nggak full semuanya salah fakultas,” imbuhnya.

Saat ini FTI sudah memiliki dua program studi dengan enam konsentrasi dan jumlah mahasiswa kurang lebih 2000 orang. Jasson mengatakan, untuk tahun akademik 2008/2009, ada 500 orang calon mahasiswa yang memilih FTI sebagai pilihan pertama, dan sekitar 200 di antaranya sudah mendaftar ulang.

“Sedangkan untuk program studi DKV, jumlahnya sudah mencapai 30 orang dan akan terus bertambah.” Jasson optimis sekali.

Bagaimana pendapat mahasiswa FTI sendiri?

“Bagi saya, kalau mau buka progdi (program studi — Red) baru ya silahkan, tapi fasilitas untuk mahasiswa harus bisa dipenuhi, terutama masalah tenaga pengajar. Itu kuotanya harus bisa disesuaikan dengan jumlah mahasiswanya nanti,” kata Rendy, mahasiswa Sistem Informasi Akuntansi angkatan 2005.

DKV FTI UKSW akan menyediakan tiga pilihan konsentrasi, yaitu Desain Grafis, Game Development, dan Creative Multimedia.

Berminat?

28 thoughts on “Persiapan Desain Komunikasi Visual FTI”

  1. putra_petir says:

    PERTAMAXXX…
    hehehehehe…

    FTI buka DKV?
    Wah, merambah ke dunia seni ya…
    tapi bagus juga
    seni dibawah naungan teknologi
    keren tuh

    buat pimpinan UKSW, jangan dihambat dong pembangunan gedung FTI
    bangunnya kan juga pake uangnya kita-kita mahasiswa FTI
    jadi masalahnya dimana?
    kalau gedungnya jadi kan enak buat fakultas, enak buat mahasiswa, enak juga buat universitas

  2. bakusikut says:

    wah hebat…apalagi saat ini teknologi desain komunikasi visual memang sangat di butuhkan. salut buat FTI..ayo fakultas lain, mana tajimu???? ayo dong lihat potensi ke depan..jangan bersandar pada apa yang ada saja….

  3. Dr. Thrax says:

    Pertamaxx Mahalll

    Boleh juga, apalagi dunia broadcasting di indonesia sudah mulai berkembang dengan munculnya televisi-televisi lokal.. masalah kolaborasi seni dengan it saya rasa sudah berlangsung sejak lama.. lagipula hanya beberapa universitas di Indonesia yang memiliki program studi deskomvis dibawah payung it , seperti PETRA, ITB, ITENAS, UNIKOM dan UDINUS.. jadi saya rasa masih tebuka peluang besar untuk deskomvis fti untuk bisa maju kedepan..
    Kalau bicara tentang mutu dan fasilitas lebih baik semua merenung dan berkaca dulu sebelum memberikan pendapat..

    —-kaskuser sl3 kapan mo gath?

  4. Ferdi says:

    @bakusikut : wah hebat…apalagi saat ini teknologi desain komunikasi visual memang sangat di butuhkan. salut buat FTI..ayo fakultas lain, mana tajimu???? ayo dong lihat potensi ke depan..jangan bersandar pada apa yang ada saja….

    Semoga saja kau bukan anggota civitas FTI. Bila kau berasal dari civitas FTI, aku sebagai bagian dari FTI akan malu sekali punya saudara kayak kau.
    Taji.. Taji apaan.. Jangan jadi orang sombong bung.
    Jangan memeperkeruh suasana dengan komentar yang tidak bertanggungjawab dan bersifat provokatif.

  5. Dr. Thrax says:

    mungkin harusnya fti malu punya civitas kek ferdy… kl fakultas sendiri dijelek2in dia diam aja atau mungkin dibeberapa kesempatan berusaha menyudutkan.. tp giliran ada yg berusaha memacu fakultas lain dibilang provokatif dan tidak bertanggung jawab…
    loyalitas anda dimana?
    sedikit banyak saya setuju dengan baku sikut.. karena jalan ditempat itulah yang terjadi dengan uksw..

  6. Ferdi says:

    @Dr.Thrax : Anda itu aneh, tidak ada sedikitpun kata yang saya tuliskan menjelek-jelekkan fakultas. Anda mengambil kesimpulan sendiri, ANEH !! Tolong dibuktikan ??

    Saya sependapat bahwa DesKomVis merupakan sebuah kebanggaan bagi FTI. Tapi jangan sampai kita terlena dan menjadi sombong dan menganggap Fakultas lain tidak “Memiliki Taji”.
    Masing-masing unit Fakultas di UKSW punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing bung.
    Dengan menganggap bahwa kita yang paling hebat dan terbaiklah yang akan membuat kita terjatuh dengan cepat.
    Kita layaknya bayi yang baru belajar berdiri tegak. Bimbingan dan pengalaman hidup masih perlu kita pelajari dan lalui agar menjadi orang dewasa yang mandiri.

    Komentar seperti “mana tajimu?” bagi aku bila memposisikan diri sebagai orang luar FTI jelas akan berdampak negatif kepada FTI itu sendiri. Dan itu yang tidak aku sukai. Kita hanya akan menjadi menara gading saja, yang akan selalu dicemooh karena kesombongannya.

  7. Ferdi says:

    Selepas ini saya tidak akan memberi komentar lagi. Capek dan sedih saya melihat dan membaca segelintir orang-orang dirumahku sendiri ini memposisikan diri sebagai orang Paling Hebat.

  8. yeremia says:

    Selamat sukses buat pak Jasson, skg dah jadi kaprogdi……

  9. Jasson Prestiliano says:

    Salam Sejahtera,

    Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih atas komentar dan saran yang telah diberikan oleh teman2 semua mengenai Progdi Desain Komunikasi Visual (selanjutnya saya sebut DKV) di FTI.

    Sebagai contoh persiapan untuk DKV (selain persiapan fisik dan dosen), kita sedang mengembangkan forum untuk menampung hasil2 karya mahasiswa FTI dalam bidang game dan art (jadi ndak hanya milik anak2 DKV), yaitu di http://www.ftigamedev.tk yang akan di-launching tanggal 23 Juli 2008 (siapa mau ikutan?). Beberapa dosen di FTI juga sudah menghasilkan karya2, baik berupa artwork yang diakui di http://ww.deviantart.com (untuk contoh2nya nyusul yach…) maupun game di http://www.gamedevid.org (contohnya di thread (http://www.gamedevid.org/forum/showthread.php?p=69265#post69265) dan thread (http://www.gamedevid.org/forum/showthread.php?t=5889) coba buka deh…) dan masih banyak lagi demi untuk mempersiapkan mahasiswa2 yang berkualitas.

    Kami mengharap kritikan yang membangun yang kami terima, bukan kritikan yang menjatuhkan, karena kami tahu, tiada gading yang tak retak, kami sendiri selalu berusaha agar lebih baik di kemudian hari. Jadi berilah DKV kesempatan untuk membuktikan kualitas mereka dengan memberi masukan2 yang positif.

    Semoga Desain Komunikasi Visual dapat bersama-sama dengan FTI khususnya dan UKSW umumnya untuk bersama-sama memajukan dan menorehkan tinta emas di negara ini, bahkan tingkat internasional.

    Terima kasih dan Tuhan memberkati,

    Salam,
    Jasson Prestiliano

  10. Theofransus Litaay says:

    Hebatnya FTI adalah, pada waktu menjadi salah satu yang terbesar di UKSW mereka tidak menarik semua potensi untuk menjadi milik sendiri dan tidak mengeruk kampus ini hanya untuk kepentingan mereka sendiri. Itu yang membedakannya dengan kondisi tidak ideal yang pernah ada sebelumnya.
    Itu pula yang patut dibanggakan oleh para dosen muda di FTI UKSW. Meskipun dengan berbagai keterbatasan sebagai satu fakultas baru, tapi mereka bisa memberikan kontribusi yang besar kepada UKSW dan itu tidak diklaimnya sebagai milik sendiri. Sehingga tidak memunculkan persoalan keadilan dengan orang lain.
    Masih banyak kelemahan di FTI UKSW ini, tapi ada banyak fakultas lain yang usianya jauh lebih tua yang justru memiliki kelemahan yang lebih besar daripada FTI. Dengan semangat anak muda yang dimiliki tentu perkembangan dan masa depan akan lebih cepat diraih.
    Jadi untuk FTI UKSW, so far so good.

  11. ody says:

    Semoga DKV menciptakan mahasiswa2 yang berkualitas dan SANGAT berguna bagi masyarakat Indonesia..

    SELAMAT buat PAK JASSON ( Palembang lagi niii )he6x

  12. Angkin says:

    Hello Jasson,
    Congrats deh jadi kaprogdi. 😀
    DKV yah. Kamu banget tuh.
    Jujur aja kemaren sempet jengkel, kok kamu yang jadi kaprodi, abis terus terang gambarmu (manual drawingnya) masi jelek (bukan cuma pendapat pribadiku aja loh).. hahahaha (no offense, kritik yang membangun bro).

    Tapi aku tau klo km punya intelektualitas, kemampuan, konsistensi, semangat, kecerdasan, dan ide yang cocok banget buat DKV, yang gak hanya terfokus pada gambar, tapi lebih dari sekedar itu. Palagi km lulusan elektro, lulusnya cepet lagi. Mantebh. Berkualitas. Jadi ya keren banget tuh Jass!

    Semoga DKV bisa mencapai tujuannya dan jadi kesaksian bagi Tuhan.
    Anak2 FTI banyak yang pinter dan minat design juga tuh. Yisar (05) dkk misalnya. Mungkin nti ada beberapa anak yang transfer jurusan ke DKV.
    Gpp demi biar bisa mencapai potensi mereka sperti yang diberikan Tuhan.

    Sukses buat DKV dan tentu saja FTI!

  13. Daniel says:

    Bagus2 akhirnya dibuka juga DKV… FTI siap menampung mahasiswa dengan kemampuan cita rasa art yg “umpak2an”… Mak nyus…

    Wah Jas….Makan2 dunk… Kan dah jadi kaprogdi… 😀

    Wah TI jadi sepi neh… Mesti yang anak2 multimed yang bejibun pada pindah ke DKV neh… Wkwkwkwk…

    Pak Yul.. Makan2 juga lho ya? Kan bebannya dah dipindah sebagian ke Jason… Hehehehehehe…

    Para dosen, inget kata pepatah ya, bersyukurlah senantiasa dengan nraktir mahasiswa2nya ya?Yg udah jadi alumni juga lho ya???Nek g awas!!! Wkwkwkwkwkwkwk….

  14. ive says:

    Great job buat FTI karena DKV udah dibuka.. semoga dengan adanya DKV ini, anak2 yang menyukai art dan IT punya wadah untuk mengeluarkan kreativitas dan punya tempat yang pas buat gali ilmu pengetahuan tentang DKV di FTI UKSW…Tapi, semoga aja dengan adanya DKV ini FTI tetap bisa ngatur jadwal dan ruang biar tidak saling tabrakan. Selain itu semoga dosen2 pengajarnya juga yang berkualitas.

    Yah banyak harapan dari saya supaya FTI dan DKV bisa maju dan makin memiliki kualitas yang buagus…
    Top markotop dah buat FTI dan DKV yang baru..always wish the best-lah…Tetep takut dan taat akan Tuhan serta selalu berusaha memberi yang terbaik buat Tuhan dan mahasiswa…!!!
    Hidup Mahasiswa!!!!
    SEMANGAT!!!!

  15. Dr. Thrax says:

    “Selepas ini saya tidak akan memberi komentar lagi. Capek dan sedih saya melihat dan membaca segelintir orang-orang dirumahku sendiri ini memposisikan diri sebagai orang Paling Hebat.”

    ngomongnya ngga usah sambil nangis gt dong.. cup cup cup cup cup…
    lembek ky gn ga akan survive di fti… hahahahah… xory menilai…

    no offence… ^^v

  16. Yoyok 2003 says:

    selamat dan sukses atas dibukanya DKV… semoga menjadi progdi berkualitas!

    buat jason: makan2 bung jas!!

  17. dwi says:

    Akhirnya FTI bisa buka Progdi baru yach……..buat anak2 FTI tetap SEMANGAT khususnya ang.07!!!!

  18. lesath says:

    bagus bisa buka progdi baru..
    tapi perlu di inget bahwa 2 progdi yang sudah ada juga belum semua nya beres…
    masih banyak kekurangan2 yang HARUS di benahi….

    congratz buat FTI

  19. Richie says:

    1. bagus, dengan dibukannya progdi baru pada FTI, itu menunjukkan bahwa FTI merupakan fakultas Yang paling maju di antara fakultas – fakultas laen dan yang paling berkembang.
    2. Selamat untuk pak Jason sebagai Progdi semoga bisa menjadi dosen yang baek bagi mahasiswanya

  20. 5019 says:

    SELAMAT YA BUAT FTI….

    cayo FTI

  21. ab says:

    cayo FTI

  22. Devin says:

    Aku mau masuk UKSW..

    DKV pula..

    Cuma ga boleh nich..

    Hehehehe…

  23. Garis Artistika says:

    Akhirnya DkV muncul juga di kota Salatiga tercinta….semoga memberikan sumbangsih yang besar dalam dunia visual

  24. novia buana sari says:

    aku udah keterima di FTI prog. DKV di UKSW

    tapi yang aku bingung adalah DKV i2 belajarnya apa aja?
    terus aku untuk menggambar belum begitu mahir
    nanti itu akan menjadi hambatan gak sih???

    aku udah coba nyari di internet tentang apa2 aja yang dipelajari di DKV ini tapi jawaban itu belum memuaskan semua pertanyaan yang ada di otak aku ini!

    tolong di beri tahu seputar DKV yang kumplit untuk aku!!!!!

  25. Jonathanael Andrey says:

    dkv uksw kan blm terakreditasi..
    trus kira2 akn diakreditasi kpn?

    q jg mw msk dkv uksw tp msh bingung ttg akreditasinya..
    tlg dijelaskan..

  26. nurul says:

    Saudaraku da yg penegn banget masuk DKV, tapi UKSW dimana yawh????

  27. jalf says:

    Nurul: anda tinggal di daerah mana?
    tau Salatiga? UKSW disitu.
    ini saya kasih beberapa link yang mungkin bisa membantu:
    http://uksw.edu/admisi/?m=panduan

    Contact person, silahkan coba di nomor ini: (0298) 321212

  28. dita says:

    kalo .mau masuk dkv,tp gag sa gambar,gamana????????

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *