Persiapan Desain Komunikasi Visual FTI

Telah dilihat 644 kali sejak 16 July 2008

SALATIGA — Mulai tahun akademik 2008/2009 akan ada satu program studi baru di Fakultas Teknologi Informasi, yakni Desain Komunikasi Visual, satu bidang studi yang sedang jadi tren. Sedangkan dua program studi yang telah ada sebelumnya, yakni Sistem Informasi dan Teknik Informatika, tetap jalan.

Menurut Ketua Program Studi DKV, Jasson Prestiliano, DKV dibuka karena melihat minat masyarakat yang besar terhadap dunia desain.

“Saat ini, seorang programer juga harus memiliki kualitas dan selera art yang bagus. Misalnya saja sebuah website. Jika programer web tersebut tidak memiliki selera art yang bagus, maka orang tidak akan tertarik untuk melihat website-nya.”

Jasson juga menjelaskan, ide membuka program studi ini sebenarnya sudah dipikirkan sejak lama. Tapi ide itu harus lebih dimatangkan.

“Kami juga harus memikirkan tentang kelengkapan-kelengkapan lainnya. Jadi, kalau fasilitas sudah oke, dosen sudah oke, baru kita berani buka. Bukan masalah kenapa tidak buka dari dulu. Lha kalo kita asal buka, kan kasihan nanti mahasiswanya terlantar,” ungkapnya.

Mei 2008, Departemen Pendidikan Nasional telah menurunkan surat keputusan bernomor 1642/D/T/2008 untuk pembukaan DKV. Pada butir I bagian C, dijelaskan bahwa kepada Universitas Kristen Satya Wacana telah diberikan ijin penyelenggaraan program-program studi:

  1. Ilmu Hukum jenjang Program Pascasarjana (S2),
  2. Desain Komunikasi Visual jenjang Program Sarjana (S1).

Saat ini promosi program studi DKV sudah dilakukan sampai ke Solo, Semarang, Yogyakarta, dan beberapa wilayah timur Indonesia seperti Halmahera, Soe, dan Papua. Promosi online lewat situs-situs komunitas juga dilakukan.

Selain telah melakukan promosi, FTI juga telah mengadakan hubungan kerjasama dengan program studi serupa dari ISI Yogyakarta, dan Universitas Kristen Petra, Surabaya.

“Kerjasama yang diadakan (adalah) dalam bentuk pertukaran dosen, karena FTI pasti membutuhkan tenaga-tenaga yang ahli dalam bidang ini. Selain itu, bisa juga nati kita adakan gallery art bersama. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga untuk teman-teman FTI yang lain, yang bukan dari DKV untuk bisa ikut.”

Jumlah pengampu matakuliah DKV saat ini sudah ada sembilan orang. Sedangkan untuk matakuliah pemrograman, tetap akan menggunakan dosen-dosen FTI yang lain.

Soal fasilitas, Jasson mengatakan bahwa FTI akan membuka laboratorium baru yang bertempat di sebelah Satya Wacana Business Technology Center (saat ini masih dipakai sebagai ruang gamelan — Red). Ruang gamelan itu akan dijadikan laboratorium gambar bagi mahasiswa DKV. Rencananya, akan disediakan 40 meja, yang mulai difungsikan pada September 2008. Selain pengadaan laboratorium gambar, akan ditambahkan pula 44 unit komputer baru untuk laboratorium internet.

“Untuk Lab Hijau, itu juga nanti akan kami gunakan. Kalo pas tidak SIASAT, kan bisa digunakan untuk kuliah,” jelas Jasson.

“Kalo untuk fasilitas, kita sebenarnya tidak bisa dibilang kurang. Yang kurang itu hanya ruangan. Kalau untuk lab RX, PC-nya akan kita tambah, hanya ruangannya yang belum. Kadang mahasiswanya (juga) yang kurang tertib. Mereka sudah diberi batas waktu dua jam untuk menggunakan internet, tapi waktu yang diberikan untuk mencari data atau tugas malah dipakai untuk Friendster, chatting, atau malah game online Ragnarok yang langsung lewat web. Nggak bisa gantian sama temennya, salahnya sendiri. Kalau mencari data, dua jam atau bahkan satu setengah jam saja itu sudah lelah. Tapi kalau main game, otomatis gak bisa berhenti sampai waktu atau account-nya habis. Jadi, nggak full semuanya salah fakultas,” imbuhnya.

Saat ini FTI sudah memiliki dua program studi dengan enam konsentrasi dan jumlah mahasiswa kurang lebih 2000 orang. Jasson mengatakan, untuk tahun akademik 2008/2009, ada 500 orang calon mahasiswa yang memilih FTI sebagai pilihan pertama, dan sekitar 200 di antaranya sudah mendaftar ulang.

“Sedangkan untuk program studi DKV, jumlahnya sudah mencapai 30 orang dan akan terus bertambah.” Jasson optimis sekali.

Bagaimana pendapat mahasiswa FTI sendiri?

“Bagi saya, kalau mau buka progdi (program studi — Red) baru ya silahkan, tapi fasilitas untuk mahasiswa harus bisa dipenuhi, terutama masalah tenaga pengajar. Itu kuotanya harus bisa disesuaikan dengan jumlah mahasiswanya nanti,” kata Rendy, mahasiswa Sistem Informasi Akuntansi angkatan 2005.

DKV FTI UKSW akan menyediakan tiga pilihan konsentrasi, yaitu Desain Grafis, Game Development, dan Creative Multimedia.

Berminat?

Tag: , , ,

21 komentar telah masuk. Apa pendapat anda?

Halaman: [3] 2 1 » Lihat Semua

  1. Komentar ke-21

    cayo FTI

Halaman: [3] 2 1 » Lihat Semua

Berikan pendapat anda. Bergabung dalam diskusi.

PERHATIAN. Setiap komentar akan melewati proses moderasi sebelum tampil. Silakan berkomentar dengan sopan dan bertanggungjawab. Komentar anonim atau alias tetap diperbolehkan, namun kami mengimbau agar anda sudi menunjukkan identitas asli. Komentar yang menyinggung isu SARA atau melanggar etika kesopanan tidak akan ditampilkan.

SPONSOR LINK