Wacana Kritis-Prinsipil Mahasiswa UKSW & Salatiga

Pengalaman Aneh di Poliklinik UKSW

Rubrik Surat Pembaca oleh

Dengan hormat,

Saya mohon penjelasan bapak/ibu yang berwenang dengan kesehatan staf dosen/non-dosen UKSW. Tentu saja ini berkaitan dengan pengalaman yang saya anggap aneh dengan pelayanan apotek setelah periksa kesehatan di poliklinik.

Saya datang memeriksakan suami dan anak saya hari Rabu, 24 Juli 2008, sekitar pukul 18.30. Dokter jaga saat itu dr. Jodelin Muninggar. Sesuai dengan permasalahan yang ada, khusus untuk anak saya (yang sulit sekali makan dan mudah sekali sakit), diberikanlah resep dua macam obat. Yang satu bentuk tablet dan satunya lagi vitamin bentuk sirup curcuma. Vitamin yang mengandung curcuma ini yang tersedia di apotek — kebetulan vitamin yang biasanya diberikan, DHAVIT® Syrup, lagi kosong.

Begitu catatan obat dari dokter dimasukkan ke apotek, beberapa saat kemudian salah seorang petugas (apotekernya?) keluar sambil memberikan satu plastik yang berisi tablet. Spontan saya tanya bagaimana dengan sirup curcumanya? Sungguh mengejutkan, dengan wajah tanpa senyum muncul jawaban bahwa untuk memperolehnya saya harus menebusnya kontan. Saya kejar dengan pertanyaan, berarti harus bentuk resep? Ternyata tidak bisa juga. Weee … lhadalah, jangan-jangan saya yang kurang informasi bahwa obat yang terdaftar di komputer dan dibaca para dokter pemeriksa tidak semuanya boleh diberikan ke pegawainya maupun keluarganya yang sakit. Padahal kami sebagai pegawai kan tiap bulannya ditarik iuran kesehatan dan kami juga punya batasan penggunaannya tiap tahun?

Supaya tidak ada lagi korban keterkejutan peraturan yang mungkin tidak pernah disosialisasikan oleh pimpinan, khususnya tentang pengelolaan poliklinik dengan apoteknya. Poliklinik dan apotek adalah salah satu unit pelayanan di UKSW yang menangani orang-orang yang sakit. Apakah tidak perlu dilakukan monev (monitoring dan evaluasi — Red) bagaimana harus bersikap terhadap orang-orang yang berobat?

Sri Hartati, dosen Fakultas Sains dan Matematika

Tags:

51 Comments

  1. Maaf, tapi saya belum pernah tau dengan nama dosen tersebut di atas. Yg saya tau Sri Hartini, dan Hartati Soetjipto. Mohon kejelasannya terimakasih

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Geser ke Atas