Ketua Umum Senat Mahasiswa Universitas yang Baru

Browse By

Pada 29 Juli 2008, Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas (BPMU) menggelar kampanye terbuka pemilihan Ketua Umum Senat Mahasiswa Universitas (SMU) periode 2008/2009 di taman depan Balairung Universitas. Ketiga kandidat berkampanye dengan tema masing-masing dan menyampaikan visi-misi mereka, yang sehari sebelumnya sudah disampaikan melalui siaran langsung XT FM 107,7 MHz.

Titus Yurial Kurnianto adalah kandidat dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Dia mahasiswa angkatan 2005. Dengan tema kampanye “Membawa LK Menuju Runtuhnya Menara Gading yang Buta dan Tak Mau Mendengar,” Titus menyampaikan bahwa mahasiswa UKSW saat ini mempunyai karakter hedonis, individualis, dan eksklusif. Hanya bisa mengaku kaum intelektual, tapi tidak mau menggunakan intelektualitasnya untuk mengabdi pada masyarakat, dimana mahasiswa berada.

“Mahasiswa sedang berdiri gagah dan megah seperti menara gading yang dibalut dengan gedung megah. Namun sayang hanya bisa menjadi menara gading yang tuli akan keluh kesah dan buta akan masalah. Hanya bisa berfikir kuliah dan kuliah,” cetus Titus.

Titus berharap, dirinya bisa mengajak para fungsionaris lembaga-lembaga kemahasiswaan fakultas untuk duduk bersama guna menyelesaikan masalah internal dan eksternal kampus, menuju perubahan yang baru.

Satu-satunya kandidat perempuan dalam kampanye ini adalah Giovanni Raissa. Dia mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2005. Dengan tema kampanye “Bersama Menjalankan Fungsi dan Peran Lembaga Kemahasiswaan Sebagai Upaya Mengatasi Krisis Kepercayaan Mahasiswa pada LK,” Giovanni menyampaikan, BPMU dan SMU harus bekerjasama dalam memperjuangkan keberadaan mahasiswa. Jika tidak, maka mahasiswa tidak akan merasa memiliki LK.

“LK bukan saja mengatasi permasalahan mahasiswa saja, tapi juga mengatasi permasalahan luar kampus. Sehingga, kinerja-kinerja LK tidak jalan di tempat, bahkan mundur, tapi menghasilkan perubahan yang besar,” ujar Giovanni.

Kandidat terakhir berasal dari Fakultas Sains dan Matematika. Namanya Kornelius Upa’. Dia angkatan 2005. Tema kampanye Kornelius mungkin adalah yang terdengar paling gaul, “Tunjukin Nyali Loe, Lembaga Kemahasiswaan!

Dalam kampanyenya, Kornelius menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki hak dan kewajiban sebagai salah satu komponen integral dan esensial sebuah perguruan tinggi. Hal ini tentu tidak dapat dipisahkan guna pencapaian visi dan misi UKSW.

“Oleh karena itu, LK hadir bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya, terkait dengan hak dan kewajiban. Dan LK harus mampu memperjuangkannya dan menjadikan LK takut akan Tuhan,” ujar Kornelius, berapi-api.

Setelah kesempatan tanya-jawab antara ketiga kandidat dengan para mahasiswa, kampanye terbuka berakhir pukul 13.00 dan dilanjutkan dengan sidang terbuka dan tertutup BPMU untuk pemilihan Ketua Umum SMU, yang berlangsung di ruang GX 203 pada pukul 16.00.

Tak ada suara untuk Titus

Sidang terbuka diawali dengan doa dan penyanyian lagu Indonesia Raya serta Mars Satya Wacana. Ferry Revino, manajer Biro Kemahasiswaan, turut memberi kata sambutan, mewakili Wakil Rektor III.

Persidangan dipimpin Ketua Umum BPMU, Dian Rema Nugroho, dan dihadiri sekitar 80 mahasiswa, yang mencakup para fungsionaris LK fakultas maupun universitas, dan tamu undangan. Dalam sidang terbuka, ketiga kandidat kembali menyampaikan visi-misi yang dilanjutkan dengan tanya-jawab antara ketiga kandidat dan para hadirin.

Dalam tanya-jawab, Kornelius menyampaikan bahwa LK harus ilmiah, harus mendapat perlakuan yang sama di UKSW, dan siap bekerjasama dengan BPMU untuk melayani semua fakultas.

Giovanni menyampaikan bahwa dia akan menjadi pemimpin yang demokratis dan akan bekerjasama dengan BPMU dan saling berkoordinasi dalam menyelesaikan masalah. “Dan saya siap menerima kritikan dari mahasiswa jika kerja-kerja saya tidak sesuai harapan mahasiswa.”

Sedangkan Titus menyampaikan, “Saya akan memberi perlakuan yang sama terhadap semua (LK) fakultas dan tidak ada keistimewaan khusus untuk (LK) fakultas tertentu, meskipun itu fakultas saya sendiri. Dan saya akan duduk bareng bersama BPMU. Tidak hanya sekedar duduk sambil merokok dan ngopi, tapi duduk bareng untuk saling mendengarkan dan menyelesaikan masalah.”

Sidang terbuka akhirnya selesai dan dilanjutkan dengan sidang tertutup yang hanya dihadiri para fungsionaris BPMU untuk memilih Ketua Umum SMU. Pemilihan dilakukan dengan cara musyawarah di setiap kelompok utusan LK fakultas. Hasil musyawarah lantas menyepakati Kornelius sebagai Ketua Umum SMU periode 2008/2009.

Kornelius memperoleh sebelas suara kelompok utusan dan Giovanni mendapat dua suara. Satu suara dari kelompok utusan LK Fakultas Ekonomi pecah, sehingga LK FE abstain.

Titus tidak mendapat suara sama sekali.

Satya Wacana jangan sekadar wacana

Ada tiga harapan Kornelius setelah terpilih. Yang pertama, Kornelius ingin LK tahun ini bisa lebih baik dari sebelumnya dalam hal koordinasi sesama LK dan menciptakan solidaritas sesama fungsionaris LK agar bisa jadi teladan untuk mahasiswa.

Yang kedua, harapan terhadap mahasiswa. Kornelius berharap, mahasiswa banyak berperan aktif terhadap kegiatan-kegiatan yang diadakan LK aras fakultas maupun universitas dan memiliki kesadaran bahwa LK sangat bermanfaat sepenuhnya. Kornelius ingin mahasiswa aktif menyampaikan aspirasinya melalui LK.

Dan terakhir, Kornelius berharap pada Universitas agar bisa menempatkan para mahasiswa sebagai subjek, bukan objek. Kornelius ingin, Universitas beserta LK mewujudkan UKSW yang benar-benar “satya wacana” (setia kepada Firman Tuhan — Red), bukan sekadar wacana.

“LK harus lebih memperhatikan masyarakat Salatiga. Dan harapan atas terpilihnya Kornelius, supaya bisa menjadi pemimpin LK yang tangguh dan memperhatikan mahasiswa,” kata Titus seusai pemilihan.

“Saya memandang, dari segi pemilihan ketua SMU perlu diperjelas mengenai konsep penelusuran kinerja dari tiap-tiap calon. Sehingga BPMU melihat kinerja dari calon berdasarkan penelitian khusus dan menelusuri lewat LPJ (laporan pertanggungjawaban — Red) akhir dari semua calon, supaya tidak menimbulkan pemikiran subjektif yang hanya disebabkan oleh komentar satu orang saja.”

Rencananya, serah terima jabatan Ketua Umum BPMU dan Ketua Umum SMU periode 2008/2009 akan dilaksanakan pada September 2008, melihat masa kerja BPMU dan SMU periode 2007/2008 baru berakhir pada 31 Agustus 2008.

93 thoughts on “Ketua Umum Senat Mahasiswa Universitas yang Baru”

  1. Theofransus Litaay says:

    Mengapa musyawarahnya di antara kelompok fakultas? Aturan KUKM kan tidak seperti itu. Nantinya jadinya kebebasan suara anggota BPMU menjadi direduksi oleh kelompok fakultas. Apakah itu tendensi mahasiswa saat ini? karena pemberitaan SA juga menggunakan istilah “utusan LK Fakultas Ekonomi pecah”. Apanya yang pecah? bukankah hak suara adalah kedaulatan anggota BPMU.
    Mungkin ini sebabnya jadi diskusi hangat di milis Alumni, bahwa pemilihan ketua BPMU atau SMU tidak lagi menggunakan “one person one vote” tetapi “one faculty one vote”.
    WR 3 sempat membuat argumentasi di milis Alumni bahwa proses yang terjadi adalah sesuai KUKM yaitu musyawarah untuk mufakat. Tapi fakta bahwa suara dihitung di atas (seperti juga berita SA) menunjukkan bahwa justru itu bukan musyawarah untuk mufakat tapi voting. Dalam kondisi voting tentunya tidak bisa one faculty one vote.
    Dalam demokrasi, kekuatan legitimasi pemimpin ditentukan oleh kesesuaian dengan aturan main dalam sistem politiknya, jika aturan diinterpretasi dan dilaksanakan secara keliru maka tentunya legitimasi menjadi bermasalah.
    Ini hanya komentar saja dari saya sebagai “penonton” yang bertanggung jawab.
    Mohon respons dari pimpinan BPMU.

  2. Rema says:

    melihat dari pertanyaan-pertanyaan diatas, saya ingin menjelaskan kalau yang terjadi ialah memang selama musyawarah, fungsionaris BPMU berkumpul sesuai fakultasnya. selama itu mereka mengadakan pembicaraan untuk membuat kesepakatan memilih siapa dari ketiga calon. setelah waktu dirasa cukup, semua fungsionaris berkumpul ketengah ruangan yang saat itu di GX 203. kemudian setelah berkumpul semuanya, musyawarah dipandu oleh Sekum BPMU yang ditunjuk menggantikan Ketua BPMU sebagai pimpinan sidang. kemudian satu persatu fakultas memberikan pandangan umum , saat itu terjadi diskusi dan akhirnya didapat hasil sesuai berita yang disampaikan scientiarum. tetapi sepertinya ada sedikit kekurangan pemberitaan, bahwa saat itu yang terjadi ialah setelah didapat hasil tersebut, hasil yang menyatakan 11 fakultas mendukung kornelius, geovani 2, dan titus tidak sama sekali. kemudian pimpinan sidang hasil melempar kembali ke forum apakah menyetujui ketua SMU 2008-2009 adalah kornelius terkhusus teman dari FTI, F Hukum dan F E. setelah dilempar hal itu teman-teman dari ketiga fakultas tersebut sepakat menyetujui Kornelius menjadi ketua terpilih SMU 2008-2009.

  3. Saam Fredy says:

    Selamat atas terpilihnya Lius sebagai Ketua SMU yang baru, periode 2008-2009.
    Pegang selalu “Takut akan Tuhan” dalam hati anda, karena itulah awal dari berbagai pengetahuan (wisdom) yang akan Tuhan berikan kepadamu. Jangan takut kepada manusia apalagi uang.

    Semoga Tuhan memberkati pelayanan teman-teman LK (SMU dan BPMU).

    Salam,
    Saam Fredy
    (staf Jurnalis BPHL UKSW)

    NB: sangat ditunggu kerja samanya di hari kedepan.

  4. geritz says:

    Selamat untuk ketua SMU yang baru….

    Semoga membawa damai…..

    NB: teman-teman yang belum beruntung, jangan lupa refleksi yaa… dan dukunglah SMU yg baru…

    God Bless

    Salam dari sambisari, yogya
    geritz

  5. titus says:

    @BPMU:

    BELAJARLAH!!!

  6. titus says:

    @ BPMU :jangan lakukan pembunuhan hak suara dari anggota BPMU… pertanyakan pada diri anda semdiri, apa yang telah anda semua lakukan

  7. titus says:

    @BPMU : sadarkah anda semua ada sesuatu yang hilang???

  8. penulis says:

    yang sebenarnya pemilihan ketua SMU dipilih secara musyawarah untuk mufakat atau voting ?
    kenapa fungsionaris BPMU yang memilih ketua SMU seperti tidak punya hak suara ? sebenarnya yang punya hak suara Fakultas atau fungsionaris BPMU ? kok hasilnya per suara fakultas tidak per anggota yang hadir ? tolong ketua DAN SEKUM bpmu DI JELASKAN !!!!!

  9. vox populli vox dei says:

    untuk saudara titus:

    sebelum bertanya pada BPMU apa yang telah dilakukan??

    sebaiknya kita sama2 bertanya pada diri kita sendiri apa yang telah kita lakukan????

  10. titus says:

    mana ada pemilihan ketua SMU dengan metode FGD? saya menyesal, kenapa saya tidak berteriak pada saat pemilihan itu hari…seandainya saya berteriak, dengan tidak terpilihnya saya pun, saya tidak akan menyesal…

  11. roni says:

    Selamat atas terpilihnya Korneliis sebagai Ketua SMU, terus maju dan takutlah pada Tuhan, sebab kehendakNYA yang jadi dalam kehidupan kita. SELAMAT YA PAK, KAMI MENDUKUNGMU, JESUS BLESS U AND LK

  12. yudi says:

    selamat ya lius….
    jadilah terang di LK

    semangat……..

    GBU

  13. cahbaong says:

    ketum BPMU yth… setiap anggota BPMU memiliki hak suara dan hak bicara. pandangan umum itu seharusnya dari setiap anggota BPMU karena 1 orang anggota BPMU dibelakangnya mewakili 100 orang mahasiswa (KUKM 30:2). Musyawarah untuk mufakat adalah keputusan dengan suara bulat tanpa ada satupun anggota yang berkeberatan dengan keputusan tersebut. dan untuk keputusan seharusnya mengacu pada KUKM pasal 33. dan apakah anda sudah menjalankan proses pengambilan keputusan sesuai KUKM? sebaiknya ketum BPMU belajar lagi aja tentang KUKM. satu hal yang menarik adalah apa yang diutarakan ketum BPMU di forum ini berbeda dengan apa yang disampaikan beberapa orang anggota BPMU dan orang-orang yang hadir dalam pemilihan tersebut. mana yang benar? atau ini merupakan defense dari anda ?
    pesan saya buat anda ingat anda pimpinan tertinggi di LK bila anda sendiri saja kurang paham dengan aturan organisasi yang berlaku bagaimana dengan yang dibawah anda? mau di bawa organisasi ini?
    melihat kondisi seperti ini, LK sama halnya dengan MUMMY!! LKU yang ada saat fisik tetapi hakekat dan ROH dari LKU itu sendiri MATI!!!!!!!!!!!!!

  14. jM says:

    Sepertinya ada kesalahpahaman mengenai musyawarah yang terjadi. ada dua persepsi yang berbeda antara “penonton” dan “pelaku”. Musyawarah yang terjadi adalah perhitungan suara terbanyak, atau musyawarah itu adalah sesuatu yang disepakati bersama tanpa proses perhitungan suara. Dari perspektif saya, kedua pernyataan tersebut berbeda. Betul apa yang dikatakan oleh rema. secara garis besar kronologisnya seperti itu. Tidak ada VOTING dalam proses pemilihan. Yang ada pernyataan secara lisan dari masing-masing fakultas, yang akhirnya menjadi kesepakatan bersama BPMU. Saya katakan kesepakatan bersama karena saat FH, FTI, dan FE diminta tanggapannya mengenai kesepakatan sementara, sama sekali tidak memberikan pernyataan “tidak sepakat” dengan hasil keputusan sementara.
    Mungkin SA perlu merevisi penggunaan kata “suara” . Penggunaan kata “suara” seolah-olah dapat diartikan bahwa dalam proses musyawarah untuk mencapai mufakat terjadi perhitungan suara.

    GOD BLESS!!

  15. andi-dobleh says:

    saya jadi bingung deh..
    saya dari dulu sering dengar kata “musyawarah”..
    tapi setelah mendengar beberapa pihak mengkritik mekanisme musyawarah dalam Sidang Istimewa Pemilihan Ketum SMU 2008, saya jadi penasaran. Bagamana sih mekanisme teknis “musyawarah” itu?

    adakah yang bisa kasih pencerahan tambahan? selain pendapat saudara cahbaong, yang sudah mencerahkan sebagian pikiran saya..

  16. Neil Rupidara says:

    Mestinya saya mau ikut menyampaikan selamat kepada Sdr. Ketua Umum SMU yang baru.. tetapi, proses pemilihan tersebut tampaknya berjalan secara cacat hukum dan karena itu hasilnya bisa dinilai batal karena hukum.

    Kontradiksi terjadi dalam wacana musyarawah mufakat dengan realitas perbedaan pandangan (11 vs 2). Sejauh yang diungkapkan (berita, tanggapan menolak bahwa itu sebuah permufakatan, dan voting yang tidak menjalankan asas hukum LK, maupun tanggapan yang mengatakan itu telah melalui proses musyawarah dan dicapai kata sepakat/mufakat). Yang jelas terjadi adalah ada perbedaan pandangan dan terekspresi melalui pemandangan umum 2 fakultas. Ini jelas membuktikan tidak terjadi mufakat. Tidak semua pihak mengatakan hal/pilihan yang sama. Menjadi cukup unik, dua pandangan yang jelas beda dari 11, masih ditanya apakah tidak sepakat dengan yang 11. Dijawab atau tidak, mereka sudah katakan mereka beda dari 11 itu. Proses memusyawarahkan mesti diarahkan untuk mengajak 2 pandangan itu ke arah setuju yang 11, bukan apakah masih mau mengatakan tidak sepakat. Ini jelas aneh!

    Di samping itu, apa fungsi pemandangan umum? Tampaknya pemandangan umum (oleh fakultas) sudah dijadikan alat pengukur atau diasosiasikan sebagai keberpihakan resmi dari suara anggota-anggota dalam satu fakultas (suara wakil fakultas dalam pemandangan = suara anggotanya). Padahal, kasus wakil2 FE jelas menunjukkan bahwa asumsi itu tidak benar dan memang tidak boleh ada anggapan demikian pada suatu sistem pemilihan yang berbasis suara anggota. Menurut saya, jika demikian yang terjadi, maka BPMU jelas telah memertontonkan bahwa telah terjadi reduksi yang luar biasa terhadap prinsip dan aturan main pemilihan.

    Lazimnya pemandangan umum hanya menjadi penyampaian pertimbangan umum dan kualitatif suatu delegasi dalam suatu sistem perwakilan yang memang menggunakan basis kelompok (keberadaan fraksi resmi diakui dan suara fraksi memang punya tempat). Sedangkan, setahu saya, sistem fraksi sama sekali tidak ada dalam wacana hukum LK dhi BPMU dan khususnya dalam konteks pemilihan Ketum SMU. Walaupun mewakili fakultasnya, tetapi setiap anggota BPMU adalah wakil yang ‘otonom’ dalam menyampaikan pandangan pribadinya (sekalipun di luar sana barangkali sudah saling atur sesama anggota BPMU dari fakultas yang sama). Jadi, mestinya, setiap anggota berhak menyampaikan pandangan2 pribadinya dan tidak direduksi menjadi pandangan fakultas (karena memang tidak mengenal prinsip fraksi atau kelompok fakultas). Jadi, ini mau adopsi gaya DPR yang agak kebablasan dan memang akhirnya kebablasan.

    Lebih celaka lagi, ketika pemandangan umum oleh fakultas dijadikan alat ukur suara yang bakal teralokasikan bagi setiap kandidat. Ini kelihatan sekali di logika pak ketua BPMU dan bung jM, ibaratnya, “hey kalian 2 suara yang mendukung GR, kalian mau ikut kami yang 11 yang mendukung KU atau tidak?” Jadi, secara IMPLISIT MEMANG TELAH TERJADI VOTING dengan hasil 11 melawan 2, apalagi sampai meminta konfirmasi apakah masih mau berkeberatan. Menggunakan 11 suara untuk menjadi alat bargaining pada kelompok 2 suara jelas telah menghilangkan hakekat pemilihan oleh anggota karena anggota sama sekali belum bersuara dalam proses itu. Suara-2 itu adalah suara-2 fakultas, padahal tidak ada dalam KUKM (seperti diargumentasikan kelompok penentang proses pemilihan itu) bahwa hak suara ada pada tingkat fakultas, walaupun kelompok pendukung tetap berdalih itu belum pemilihan suara. Sekali lagi bagi saya, mengikuti apa yang disajikan dalam berita dan tanggapan2, jelas hasil pemandangan umum fakultas telah dihitung sebagai jumlah suara yang memilih dan itu menghilangkan hak suara yang sebetulnya ada pada anggota. Anggota sama sekali tidak bersuara/berpendapat dan karenanya saya nilai sebagai terjadi reduksi yang luar biasa atas hak-hak mereka.

    Ketiga, ketika dikatakan telah memasuki tahap musyawarah mufakat, maka itu telah memasuki tahap-tahap pemilihan. Apakah dalam KUKM memang fakultas memiliki tempat dalam tahap pemilihan, atau hanya setiap individu anggota? Kalau KUKM mengatakan anggotalah yang memiliki hak dalam pemilihan, maka yang harus ditanya adalah setiap anggota, berdasarkan hasil-hasil pemandangan umum, apakah semua anggota setuju memilih KU sebagai Ketum SMU (bukan bertanya, “hai 2 fakultas pendukung GR, masih mau keberatan lawan suara kami yang 11)?”

    Jadi, dari 3 pertimbangan di atas, maka sulit dipungkiri penyimpulan bahwa PROSES PEMILIHAN KETUA UMUM SMU kali ini berlangsung secara CACAT HUKUM. Jika cacat hukum, maka dalam logika hukum manapun, HASILNYA dinilai ( =) BATAL DEMI HUKUM.

    Sebagai pengamat, menurut saya, jika cacat hukum, maka BPMU harus segera menyelesaikan soal ini sesegera mungkin sehingga tidak menjadi krisis legalitas yang kronis dan menjadi masalah serius bagi LK yakni krisis kepercayaan terhadap lembaga.

    Jadi, bung Kornelius, maaf, saya pending dulu ucapan selamat-nya ya… karena lembaga kemahasiswaan UKSW, khususnya BPMU perlu menyelesaikan masalah legalitas proses pemilihan yang mereka selenggarakan itu. Jikapun Anda yang menang, maka selamat. Jika hasilnya berbeda, jangan kecil hati. Semangat anda untuk melayani melalui jabatan Ketum SMU perlu diacungi jempol. Kiranya semangat itu tetap menyala sampai kapanpun dan di manapun anda melayani dalam hidup anda.

  17. penulis says:

    pemilihan ketua SMU periode 2008/2009 sepertinya menjadi permasalahan di kalangan mahasiswa dan alumni, sebenarnya yang menjadi pokok permasalahan itu apa ? saya sebagai penilis juga merasa bingung tentang proses pemilihan karna apa ? dalam proses paemilihan tidak terlalu jelas karna tata tertip persidangan juga ngacau jadi saya pikir yang membuat juga ngacau. dalam tatib persidangan ada poin yang mengatakan bahwa proses pemilihan di lakukan dengan proses musyawarah untuk mufakat sedangkan di poin berikutnya mengatakan proses pemilihan mengacu pada KUKM pasal 33 nah yang benar yang mana yang di pakai ? kenapa tatib persidangan tidak di bahas pada saat persidangan tapi orang-orang BPMU mengatakan tatib sudah di bahas di pra persidangan terus kenapa kalau sudah di bahas di pra persidangan mereka tidak merevisi kekurangan yang ada di tatib apakah pada saat persidangan anggota BPMU pada tidur ? saya pikir orang-orang BPMU hanya bisa seperti anggota DPR saja hanya bisa duduk mendengarkan dan bilang SETUJU…. padahal sebenarnya orang-orang BPMU bertanggung jawab atas ribuan mahasiswa tapi buktinya mereka seperti tidak bertanggung jawab.

    kalau ketua SMU yang terpilih menjadi permasalahan saya pikir sebenarnya yang menjadi permasalahan adalah BPMUnya karna yang melakukan pemilihan adalah BPMU dan ketua SMU yang terpilih dan juga calon yang tidak terpilih hanyalah korban berarti yang patut kita tuntut adalah BPMU untuk bertanggung jawab atas masalah ini karna dia yang menyebabkan konflik.

    dan saya harap BPMU harus bertanggung jawab atas konflik ini !! BPMU harus bisa memberikan contoh yang demokrasi terhadap mahasiswa !!! kalau memang tidak bisa menjadi contoh mendingan semua fungsionais BPMU di copot saja !!! kalu tidak trima silahkan temui penulis kita diskusi !!!!!

  18. titus says:

    yang saya sayangkan, kenapa BPMU tidak mau berinisiatif untuk mengajak bicara dan duduk bersama dengan orang-orang yang mempermasalahkan pemilihan Ketua SMU? kalau hanya tunggu laporan, kapan aspirasi dan keluhan mahasiswa bisa diatasi? kita seharusnya duduk bersama mencari jalan tengah…
    bagi saya, terserah siapa yang terpilih…yang penting mekanismenya benar dan jelas…

  19. titus says:

    saya sepakat dengan cahbaong… parahnya lagi, sampai ada anggota BPMU yang bilang begini : “aku kalo baca Scientiarum cuma bisa ketawa…”
    padahal pergunjingan yang terjadi cukup kompleks. saya menyesal, kenapa pada saat pemilihan, saya tidak melancarkan protes, setidaknya mempertanyakan proses pemilihan itu. bagi yang memberi ucapan selamat, saya sarankan, sebaiknya anda mencari informasi dulu mengenai pemilihan kemarin. karena, banyak sekali unsur yang rancu. saya berbicara di sini bukan sebagai calon Ketua SMU, tetapi sebagai mahasiswa yang peduli akan Lembaga Kemahasiswaan… tapi sayangnya, pihak yang saya pedulikan, seakan-akan tidak mau peduli…ingat, BPMU dan SMU bukan hanya milik fungsionarisnya saja,,,tetapi milik mahasiswa seutuhnya…

  20. titus says:

    @vox populli vox dei: mungkin anda tidak tahu dan tidak menyaksikan itu pemilihan…kalau anda tahu, saya yakin anda satu pemikiran dengan saya…kapan kita bisa diskusi secara langsung? saya tunggu kedatangan anda.saya biasa nongkrong di kafe atas dan scientiarum.thx

  21. j@zzmine says:

    Kenapa yach.. dimana-mana setiap ada pemilihan ketua (entah pilkada, pilgub.. n pil2 yang lain) selalu saja ribut… … 🙁 … cpk dech..

  22. schape09 says:

    BPMU dan Anak Balita (tolong ditebalkan)

    well….
    mengenai metode pemilihan Ketum SMU dari voting menjadi mufakat hendaknya dipahami secara hati2.
    ada beberapa pihak yang enggan menerima hasil dari kesepakatan untuk mufakat. Sebenarnya saya juga.
    pertanyaan yang paling mendasar adalah mufakat untuk memilih ketua, efektif atau tidak?

    menilik dari beberapa pendapat di atas, sekaligus memperhatikan sikap LK (khususnya BPMU) belakangan ini, saya melihat ada perubahan paradigma demokrasi di lingkungan mahasiswa. Pertama, visi untuk melaksanakan ‘musyawarah untuk mufakat’ tidak ditempatkan sebagai gagasan utama pemikiran BPMU untuk melaksanakan pemilihan ketum SMU. Bahkan, bagi saya, BPMU tidak memiliki visi yang cukup sempurna untuk mengadakan pemilihan dengan cara seperti itu. Demokrasi oleh BPMU ternyata (hanya) dipahami sebagai media untuk menunjukkan BPMU yang wah dengan terobosan baru. Kejelasan landasan dan tujuan diadakan pemilihan seperti itu tidak dituangkan dalam laporan kepada publik (mahasiswa secara luas), sekaligus tidak memberikan pengertian kepada perwakilan mahasiswa yang lainnya, mengingat pemilihan ini merupakan pesta demokrasi di lingkungan mahasiswa UKSW.

    Kedua, BPMU tidak memberikan garansi terhadap metode pemilihannya tersebut. Maaf, mungkin ini cenderung kasar, tapi BPMU tidak mendukung suasana yang sedang hangat dengan menggunakan metode yang aneh, bahkan menyimpang dari apa yang diatur di dalam peraturan yang baku di LK-UKSW. Menurut saya, aspek legalitas seharusnya diperhatikan dan dijadikan landasan yuridis untuk menentukan metode pemilihan. Tidak sekedar ditetapkan melalui tatib pemilihan ketum SMU, namun perlu dipertimbangkan untuk dibuat ketetapan BPMU untuk kasus yang spesial seperti ini. Saya tidak menentang metode ini, namun alangkah baiknya, jalan yang ditempuh hendaknya melalui rambu2 yang jelas. Terobosan baru itu bagus, tapi dipandang dari segi keabsahan, amat kurang. Dengan demikian BPMU tidak memberikan jaminan (masa depan) bahwa LK yang terbentuk didasari semangat demokrasi yang rasional.

    Saya pada dasarnya memberikan dukungan terhadap apa yang dilakukan wakil mahasiswa ini, namun dukungan itu dapat pula berbentuk kritikan. Kritik terhadap BPMU perlu ditanggapi secara tepat. Terutama pada pengalaman belakangan ini, BPMU tidak mencerminkan kedewasaan berpikir, namun cenderung emosionil dan maunya sendiri.
    Coba kita perhatikan remaja yang sedang jatuh cinta. Bagi mereka masa pedekate dan awal2 pacaran lebih menyenangkan daripada masa2 setelah pacaran lama.
    sama seperti BPMU yang kali ini sedang ‘panas’2nya menghadapi masa periode yang baru, namun justru seperti anak balita. Memainkan mainannya sendiri dan acuh tak acuh terhadap panggilan emaknya.

    BPMU seperti tuli.
    Seperti anak balita yang sibuk dengan sepatu barunya yang berbunyi nyaring ketika ia injak.

    nnnccciiittttttt………ccccciiiiiiiiiiittttttttttt………..

  23. vaL says:

    aNeH!!!
    KoK seaKan2 LKU iNi buKan bWt cMua maHasiSwa?!?!
    taPi cM bwt oRang2 yg du2K dCna?!?!
    aNEH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    saYa eMnk maHasIswi baRu (2007),
    tP kok uDah ngrasaiN keCeWa dGn cr krJa X’an???
    maAF kLo iNi bKin t’singguNG buT ini suARa paRa maHasiSwa UKSW!!!

  24. titus says:

    BPMU, kenapa anda semua hanya diam??? kenapa anda tidak pernah menanggapi permasalahan ini??? ini bentuk aspirasi yang sudah disampaikan buat anda semua. jangan berpatokan pada kata pepatah “DIAM ITU EMAS”. permasalahannya, diamnya anda itu bisa memicu konflik. kalian ini nggak sadar apa? kalau BPMU tetap mempertahankan sikap seperti ini, namanya anda bukan BPMU lagi…berarti anda sudah mewakili diri anda sendiri, bukan mewakili ribuan mahasiswa, yang pada akhirnya, aspirasi tidak pernah tersalurkan… terjunlah langsung ke mahasiswa yang mempermasalahkan hal ini, dan berikanlah penjelasan. syukur2 kasi solusi. mau sampai kapan anda berkutat dalam eksklusivitas? ingat, anda itu milik mahasiswa, bukan milik pribadi.
    @ vaL: inilah kampus kita, yang sok2an main polotik, tapi sama sekali nggak cantik cara mainnya…

  25. ricky says:

    @lius…selamat berjuang, perhatikan setiap jeritan suara mahasiswa…kontrol dengan selalu belajar mendengar…saya dulu jga pernah merasakan jadi fungsionaris SMU, ada cercaan, ada kritikan, ada dukungan ambil sisi positifnya dan ingat visimu Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan..GBU

  26. BALLO says:

    wah..wah.. belum berhasil masih ada kesempatan… masih lebih dari 1 tahun toch kuliahnya…?
    selamat ya buat ketum SMU yang baru… kerjanya yang bagus ya…
    tapi jangan tunggu ilmiah ilmiah truss…
    misalnya kritisi BBM or bahan pokok yo….kapan majune nek tunggu ilmiahnya… harga bahan pokok ndak menunggu keputusan mahasiswa kok…

  27. j@zzmine says:

    @ vaL : q jg bingung… sebenarnya kerjanya SMU ngapain ajach? bnyak mahasiswa mengeluh … ttg berbagai macam hal.. tapi ko kayanya ga da respon sama sekali yach… contoh:…. banyak lho yang ngeluh soal Posnet… masa qta pake ga pake harus tetap bayar iurannya…. tpi… mau protes kaya gimana juga kayanya percuma…. lagian.. kalo mau protes juga sama siapa… ??? sama SMU apa bisa??
    Apa SMU cma buat pantes2 aja yach??
    sorry guys… never mean to hurt u… but that’s the fact, isn’t it!!

  28. dian ade permana says:

    @ vaL: inilah kampus kita, yang sok2an main polotik, tapi sama sekali nggak cantik cara mainnya…

    ajari main politik dengan cara yang cantik…..seberapa cantik permainanmu di dunia yang sok-sok maen politik ini,….

    Ehhmmm..musyawarah bukan berarti suara terbanyak…dan mayoritas bukan berarti semua setuju…whatever ini adalah proses….

  29. djah says:

    dari komen2 yang ada, saya hanya melihat kritik-kritik dan kritik, ada saran kongrit gak?????

    PEMILIHAN ULANG AJA!!!!!

  30. dare says:

    musyawarah ; pembahasan bersama dng maksud mencapai keputusan atas penyelesaian, and smua pihak bersedia!!! so what ’bout hasil pemilihan ketum kemaren???

    to djah ; PEMILIHAN ULANG???????

  31. shinta says:

    untuk LIUS slamat yachh atas terpilihnya diri mu sebagai Ketua SMU periode 2008/2009. jangan lupa pada VISI MISI mu dan jangan juga mengesampingkan VISI MISI LK dan UKSW. lakukan yang terbaik bagi UKSW.

    @VAL : untuk menyampaikan aspirasi contoh tentang posnet secara birokrasi tidak langsung ke SMU. tetapi kalau ditingkatan Fakultas anda larinya ke BPMF.
    ada salah satu fungsi BPM dan Senat yang dikenal denagn fungsi ADVOKASI. fungsi tersebut ada pada dua lembaga tersebut. dan SMU akan bersama – sama dengan BPMU untk menyelesaikan permasalahan tersebu trkait dengan fungsi ADVOKASI tersebut. jadi SMU tidak sekedar atau cuma buat PANTES2 aja.
    adn untuk VAL dengan kekecewaan (yang menurut kamu kecewa) itu, jangan sampai kamu bersikap apatis dengan LK
    alangkah lebih baik ketika kamu siap bergabung dalam LK. jadi kamu tahu keadaan di dalam LK yang sesunggunya seperti apa. bukan bermaksud menggurui cuma sedikit prihatin ketika kamu baru nagkatan 2007 sudah kecewa dengan LK (SMU).
    semoga LK kedepann tidak mengecewakan lagi……..
    salam pembebasan

  32. Crazy_Pink says:

    selamat bwt lius yg dah kepilih jadi ketua SMU. semoga dibawah kepemimpinan kamu, LK UKSW semakin maju dan lebih baik dari tahun2 sebelumnya. cayooo…

  33. underscore says:

    saya rasa, kalau kita mau membenahi, ambil dari resource nya dulu…jadi permasalahan yang timbul berawal dari sang BPMU…jadi, kalau mau ya rekrutmen ulang BPMU nya…hehehehehe…

  34. underscore says:

    @ dare: kayaknya anda harus belajar apa itu yang namanya musyawarah…anda tuh ga dateng waktu sidang ya? makanya jangan main sok tau apa itu musyawarah…jangan2 anda ga mudeng apa itu KUKM? jangan tersinggung…bayangkan kalau anda punya hak suara dibunuh ramai-ramai…pasti toh anda ga akan terima juga…jangan asal ngomong kalau ga tau inti permasalahannya…

  35. chie says:

    ehm ….
    sebelumnya jangan tersinggung…
    tapi bwat qta yang ngerasa SMu tu blom membuat sesuatu yang real…(mngkin..karena saya blom pernah lyat..)
    yang kita lyat SMU tu cuma bekerja di intern anggota nya saja…
    blom bisa membaur kepada mahasiswa lainnya…

    btw tugas nya SMU tu pa aja thow?
    kq saya blom pnah liat yak?(sekali lagi maaf atas ketidaktahuan saya terhadap SMU)

  36. val says:

    kuk yang menuRuT aQ kEcEWa???
    iTuw bKn cM aQuw Loch yG ngEraSain…
    TaPi jG tMen2 LaEn….
    jD kYk SMU tUw kuk gag MEmbauR dGn sLuruh maHasiSwa gTuw….
    ya maAP kLo koMMenTku kMrn menYinguNg piHAk2 yG mEraSa terSiNgguNg….
    aQ gag aDa maKsuD bWt nyIngguNg kuk…
    ya, aQ cM ingin LKU iNi bNr2 bS diBanggAkan oLeh cMua maHasisWa…
    n bS dianDaLkan tenTu….

  37. DQ says:

    diskusinya terbagi antara:
    – yang setuju dengan Lius dan menolak melayani diskusi lebih lanjut tetnang sah nggaknya pemilihan;
    – yang tidak setuju dengan bentuk pemilihan yang dipikir nggak sah.
    solusi?
    mesti ono wasit e iki..

  38. underscore says:

    saya mau nambahin soal yang dikatakan sama DQ…bagi yang mendukung Lius itu, terserah…tapi mereka nggak tau dan NGGAK PAHAM mekanisme di dalam persidangan….kalau urusan wasit, sebenarnya BPMU tuh harus jadi wasit…HARUS…lha wong BPMU aja pura2 BUTA DAN TULI KOK…jadi mereka tuh cuma DIAAAAAMMMM aja…nggak ada tindakan…BUBARKAN SAJA BPMU DARI MUKA BUMI…

  39. Agnes says:

    Shallom, ASSWT, Namo Budaya.

    ikut nimbrung, kelihatannya menarik…..saya hanya penonton yang pernah mengenyam belajar di LK…
    saya tertarik diskusi tentang pemilihan ketum SMU tahun ini, ada yang pro n kontra…buat saya wajar2 aja kita hidup dalam berorganisasi ada sebuah konflik..karena saya menganggap bahwa organisasi adalah kumpulan orang2 cacat dalam tanda kutip…organisasi bisa besar karena ada konflik tetapi orang dalam organisasi itu harus mampu mengelola/memanajemen konflik itu menjadi sesuatu yang dasyat demi kemajuan sebuah organisasi…
    kalau tidak salah yang diributkan masalah proses pemilihan ketum smu yang dilakukan oleh bpmu. dan juga kalau tidak salah masalah musyawarah, musyawarah adalah pembahasan bersama dng maksud mencapai keputusan atas penyelesaian masalah; perundingan; perembukan (http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php), sedangkan mufakat adalah seia sekata (http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php)..
    kalau menurut saya, pemilihan ketum smu kemarin sah kerena sesuai dengan KUKM dan tidak melanggar KUKM, hanya KUKM tidak tertulis tentang mekanisme Musyawarah… ada yang yang berpandangan bahwa pandangan umum dilakukan per anggota tp juga yang berpandangan per fakultas…ini sebenarnya yang menjadi sebuah inti persolan

    sebenarnya akhir2 ini banyak terjadi pemerkosaan tentang KUKM, salah satu contoh pemilihan ketum SEMA FE (baca artikel poin, apatisme, kegiatan), FIsipol dan FTEK yang dilakukan secara langsung. dalam KUKM Bab V pasal 12 ayat 2b…bahwa pemilihan ketum sema dipilih oleh anggota BPM…saya juga heran kenapa ini juga tidak dikritisi oleh teman titus(kalau tidak salah anda orang fisipol, maaf kalau saya salah), dan senior2 LK yang ikut meributkan masalah pemilihan ketum SMU…..

    @ BPMU= sebenarnya masalah ini sangat berguna bagi teman2 BPMU yang ingin mengamademen KUKM 1997 agar KUKM yang akan datang paling tidak bisa menjawab semua masalah yang terjadi saat ini.

    mohon maaf kalau saya salah bicara……..GBU

  40. kusuma says:

    sebaiknya, adakan pemilihan ulang…
    tetapi dengan metode yang brbeda dan tetap mengacu dari KUKM
    dan sblum nya dlampirkan apa kslahan2 dan kbaikan2 yang telah diperbuat oleh sang Calon Ketum SMU slama mnjadi fungsionaris LK.
    dlam pmilihan saya dan teman2 hanya mndengar keburukan dari salah satu calon saja, knapa yg lain tidak diperdengarkan???

  41. J@zzmine says:

    shinta : untuk menyampaikan aspirasi contoh tentang posnet secara birokrasi tidak langsung ke SMU. tetapi kalau ditingkatan Fakultas anda larinya ke BPMF.
    ada salah satu fungsi BPM dan Senat yang dikenal denagn fungsi ADVOKASI. fungsi tersebut ada pada dua lembaga tersebut. dan SMU akan bersama – sama dengan BPMU untk menyelesaikan permasalahan tersebu trkait dengan fungsi ADVOKASI tersebut.
    –> thanx atas sarannya… tp kayanya ga manjur deh… soalnya dah ber-XX complain tetapi ga da tanggapan.
    btw… yang complain ga cm q lho… apa harus pake class action yach???

  42. andi-dobleh says:

    walah2.. makin rame aja nih….
    @STR
    aku akui sekarang ucapanmu malam2 itu benar.. memang ada pertentangan.. ahahahah…

    @Titus
    penyesalan memang selalu datang terlambat.. aku pun sering kali mengalami itu…
    hehehehe
    yang penting sekarang dinikmati lah statusmu ” mahasiswa ” tanpa embel2.. kan enak tho jadi mahasiswa, daripada jadi fungsionaris LK alias pelayan mahasiswa? cuma mungkin perlu dipertanyakan kembali mau dan sanggupkah LK melayani mahasiswa nya???(merujuk pada komentar vaL,J@zzmine,chie)

    @chie
    Anda tulis,”btw tugas nya SMU tu pa aja thow?
    kq saya blom pnah liat yak?(sekali lagi maaf atas ketidaktahuan saya terhadap SMU)”
    jangan terlalu cepat minta maaf sebelum tahu siapa yang salah. Mungkin saja kesalahan ada di LK, terlalu elitis mungkin????

    @schape gantenx…
    1.schape: “perubahan paradigma demokrasi di lingkungan mahasiswa”
    2.schape: “pemilihan ini merupakan pesta demokrasi di lingkungan mahasiswa UKSW.”
    lingkungan mahasiswa UKSW ataukah lingkungan mahasiswa LK?
    trend apatisme mahasiswa terhadap organisasi LK saya kira masih berlangsung sehingga saya
    bingung dengan pernyataan Anda
    Apalagi penggunaan frase “pesta demokrasi”.. sedikit saran, jangan kebawa arus dengan menyatakan
    setiap pemilu/pilkada/pilpres sebagai pesta demokrasi.. lha wong masyarakat tidak merasa terwakili
    or terlayani kepentingannya, kok disebut demokrasi..

    @all
    salut buat semua yang mengkritisi (pros n cons) kebijakan2 dan langkah2 LK, tandanya masih ada yang perduli. Silakan LK tindak lanjuti masukan2 dari segala pihak. memang tidak mungkin untuk memuaskan semua pihak, lagipula LK memang buakan alat pemuas kan?? Tapi silakan bersikap terbuka, dan proporsional.
    “udah ga saatnya lagi UKSW menghabiskan waktunya untuk konflik internal.”, ujar seorang kenalan baru saya.

  43. zoe says:

    saya hanya menaggapi sinta dan saya pikir memang fasilitas posnet harus di perbaiki karna ada beberapa fasilitas posnet yang saya pikir harus di perbaiki contoh keybord yang sudah pada hilang huruf2nya mouse yang sudah susah di gerakan , di tambah loading yang sangat lama nah itulah yang seharusnya di perbaiki posnetkan banyak uangnya dari mahasiswa masak memperbaiki seperti itu aja tidak bisa ?

    kalo masalah SMU atau BPMU harusnya yang bertanggung jawab atas semua itu kalau tidak bisa yaw mending turun saja dari jabatanya…

  44. Indra Yohanes Kiling says:

    Bravo SMU, saya selalu dukung bagi mereka yang punya nilai positif untuk dibagikan dalam menjalankan fungsi sebagai pelayan mahasiswa…
    walaupun tekanan melanda kalian, saya yakin SMU akan tetap berjalan profesional. dan tentu saja kompetensi tiap anggota di dalamnya nanti tak perlu diragukan lagi.
    Dun forget about each faculty senators coz we’re ur pillar that support each of u’r move…
    Last but not d end, Proud to see people inside it, bunch of winner. ^^

  45. Ricko says:

    Masih panas ni masalah???

    Aneh juga ya kemarin aku sempet lihat anak2 BPMU n para mahasiswa ceritanya pada mendiskusikan masalah pemilihan ketum SMU tapi kelihatannya yang ada jadi berantem ya???
    Kasihan juga untuk mas Satria yang jadi moderator (untung orangnya kya koppasus gitu jadinya gak masalah buat dia….ada apa-apa…hantam saja!!!)

    Aneh juga saat melihat teman-teman yang “lupa pada posisinya” waktu itu.
    1. Ada orang BPMU yang mengatasnamakan mahasiswa ikut protes…kenapa gak protes waktu sidang pemilihannya mas??? Beres kan tinggal protes, dan hasil musyawarah tidak disepakati trus main voting deh. (Aneh juga ya ternyata anggota BPMU ada yang bermuka dua juga).
    2. Penulis yang juga mengatasnamakan mahasiswa ikut protes…entah gimana pikiran anda waktu itu. Seharusnya anda ada pada posisi penulis yang juga bertanggung jawab atas berita yang anda buat ini. Jika anda saja bingung, kenapa harus menulis berita??? Jadinya berita anda bikin bingung banyak orang juga kan??? Apakah anda benar2 mengikuti proses sidang tertutup juga sampai akhirnya (maksudnya ikut masuk di ruang sidang, n just melihat proses pemilihan), atau mungkin anda tidak mengikuti proses persidangan dan hanya mendapat “berita” dari orang lain.

    Buat teman2 BPMU, harusnya ini menjadi pelajaran buat kalian. Lebih tanggaplah dengan permasalahan-permasalahan yang terjadi. Ingat bahwa kalian adalah wakil mahasiswa

    Oh ya n jangan jadi BPMU yang munafik donk!!! Jika memilih orang pilihlah dengan benar sesuai dengan aspirasi fakultas (bukan karena “aspirasi” dari orang lain). Selama ini saya melihat permainan tidak sehat di BPMU sih (lobi-lobi gak bener).
    Ingat jangan membuat mahasiswa menjadi lebih apatis pada kalian!!!

    God Bless!!!

  46. pshyco says:

    @titus
    ap maksud anda menulis semua itu…
    ada yang hilang lah, ada yang ndak benerlah, ada yang salah dengan cara pemilihan SMUlah…dan semua nya yang anda tulis…
    serasa menurut saya anda terlalau memojokkan LK yang memilih ketua SMU (BPMU)
    sebenernya anda itu siapa?
    apakah anda yang membangun LK?sehingga anda dengan enak menyalahkan mereka…???
    anda sering nongkrong di cafe, dan dengan itu anda menunggu BPMU untuk mengadakan pembicaraan tentang pemilihan ketua SMU…?!?!?!?!
    daripada anda menunngu seperti itu dan membuang waktu anda sebagai mahasiswa yang bermoral, kenapa anda tidak mengundang mereka dengan dan membicarakan hal ini secara seksama, sehingga tidak menimbulkan persepsi orang yang jelek(daripada nulis yang jelek-jelek…….?!?!?!)
    anda mencalonkan diri menjadi ketua SMU, tapi anda sendiri bertindak seperti halnya mahasiswa yang tidak memiliki etika….
    dimana etika anda sebagai mantan calon ketua SMU????
    anda seharusnya menghargai atas terpilihnya saingan anda menjadi ketua SMU…walaupun dengan cara yang salah, anda bisa membicarakan hal ini dengan BPMU secara baik2, dan tidak dengan cara mengumbar tulisan yang seperti itu…
    karena menurut saya, logikanya tulisan itu akan membuat jatuhnya image BPMU di mata mahasiswa…
    lha wong tanpa ada masalah pun, mahasiswa sudah tidak mau tahu tentang BPMU, ditambah lagi tulisan anda yang menjadi-jadi MENJELEK-JELEKKAN KINERJA BPMU YANG BANYAK MAHASISWA MALAS MENGURUSI LK UNIVERSITAS…!!!!!!!!!!!!!!
    sebenernya apa seh mau anda…?!?!?!?!?!
    apakah anda sudah menjadi jagoan dengan cara mengumbar tulisan yang hanya menjadi orang di belakang layar…jangan cuma berani di belakang…?!?!?!?!?!?!
    saya sempat melihat orasi anda, dan saya merasa anda cuma bisa membuai mahasiswa dengan kata2 yang manis…namun, saya juga sempat sedikit mendengar celotehan mahasiswa, dan itupun satu fakultas yang menjatuhkan anda…
    saya menangkap dari kejadian itu, kalau anda tidak bisa berbuat apa2….
    PUAS…?!?!?!?!?!
    jadi jangan seenaknya menulis…lebih baik anda berbicara baik-baik terlebih dahulu…daripada nulis yang gak jelas gitu…
    itu seh saran dari saya….

    @yoga
    anda itu penulis, dan anda harusnya menjadi moderator yang baik, dan seharusnya tidak ikut2an menulis tulisan yang kurang sedap dibaca….
    waktu ada orasi ketua SMU di depan lapangan bola, anda menyuruh ketiga calon untuk bernyanyi…
    maksud anda tulus (dalam artian saya, apakah ketiga calon benar2 bisa dan mengerti lagu itu..) atau motivasi anda supaya anda terlihat keren di depan mahasiswa, atau anda hanya ingin mengerjai calon ketua SMU…??
    lalu anda juga berkata tentang demo…?!?!?!?
    apakah sebagai mahasiswa yang bermoral, haruskah demo itu di lakukan???
    berteriak sesuka anda…menjelek-jelekkan pemerintah…
    aksi mogok makan…
    dan masih banyak orasi yang lain…
    saya berpikir, pasti waktu ada demo tentang BBM kemarin, anda pasti berada di urutan terdepan…?!?!?!?!
    menurut saya, demo cuma dilakukan kalau sudah tidak ada jawaban atau tanggapan yang pasti dan jelas….
    karena menurut saya, anda berdemo adalah tindakan orang yang SUPER SANGAT KAMPUNGAN SEKALI….!!!!
    sampai mogok makan…?!?!?!?
    buang2 waktu dan tidak ada hasil..>!?!?!?!?!
    wuekz…………….?!?!?!?!?
    mahasiswa macam apa itu…
    gak punya etika…
    saran saya, sebaiknya anda membicarakan apa masalah anda dengan baik-baik…
    o ya, sebenernya apa masalah anda terhadap BPMU…???
    kalo boleh tau seh…!

    thanks…
    saya seorang mahasiswa yang sangat tidak perduli terhadap LK…
    PERSETAN (persatuan sepak bola Tangerang) buat LK..
    tapi, saya terus terang merasa kasihan terhadap LK yang terus dipojokkan seperti itu…
    karena BPMU JUGA MANUSIA…bisa sakit, bisa marah, dan bisa menangis..bisa berteriak…
    mereka juga punya hak untuk salah…
    mereka punya hak untuk benar…
    mereka juga punya hak untuk disakiti..
    mereka juga punya hak untuk menyakiti…
    sebaiknya diantara kritik yang anda semua berikan,
    tolong berikanlah juga saran yang membangun…

    Tuhan memberikan nyawa untuk kalian juga agar tiap masing2 ciptaannya bisa saling membangun…

    thanks..
    GBU

  47. andi-dobleh says:

    @pshyco
    mas/mbak pshyco…
    gantian ya saya kritik.. setelah anda mengkritik titus.. hehehehe..

    anda pernah berbincang dengan rekan mahasiswa yang demo,mengenai tujuan dan alat2nya?
    ANda pernah melakukan penelitian mengenai pendemo?
    Kalo gak, jangan sok tau n bilang:
    “karena menurut saya, anda berdemo adalah tindakan orang yang SUPER SANGAT KAMPUNGAN SEKALI….!!!!”
    (walaupun sebenernya, jadi kampungan gak masalah sih… Bapak saya aja selalu bilang dengan bangga bahwa dia orang ‘ndeso’.. hehhehehe)

    Tuhan menciptakan otak dan tangan kepada kalian untuk mempertimbangkan apa yang akan ditulis..
    kesimpulannya : OJO WATON MBACOT .. ehhh salah.. OJO WATON NULIS

  48. Neil Rupidara says:

    @psycho… saya khawatir cara pikir yang Anda kembangkan justru bisa tidak sehat bagi organisasi.. dalam dunia organisasi, kesalahan adalah sesuatu yang mahal harga… kenapa mahal? efeknya bisa tidak terkira… tapi, kesalahan pada saat yang sama juga baik… dalam perspektif apa? ia memberi pelajaran berharga bagi yang melakukannya… karena itu, kesalahan perlu dikonfrontasi supaya ada fase koreksi diri… karena itu issue kita adalah bagaimana menyikapi kesalahan…

    Saya pernah mendengar dari salah satu perusahaan ternama bagaimana mereka (justru) belajar dari kesalahan/kegagalan… orang yang melakukan kesalahan diundang untuk bercerita kegagalannya dan dianalisis mengapa gagal agar “tidak terantuk di tempat yang sama”… Bagaimana kita kaitkan ini dalam konteks BPMU dan kesalahannya?

    Pertama, BPMU tidak merasa berbuat salah… Biasa, itu manusiawi… Untung masih ada orang yang bersedia jadi tumbal meneriaki (wistle blowing) sebuah kesalahan… Kalau tidak ada yang berteriak lalu sebuah kesalahan diterima sebagai kebenaran dan direproduksi menjadi sesuatu yang dengan sendirinya diterima begitu saja (taken for granted)… Lalu, apa jadinya kita kalau begitu?

    Jadi, bagi saya, apa yang dilakukan oleh para ‘penembak’ kesalahan BPMU adalah baik untuk bringing up front sesuatu yang justru baik bagi BPMU sendiri untuk belajar… mengevaluasi apa yang telah dilakukan… dan mengambil langkah koreksi yang pantas… Itulah prinsip atau fungsi evaluasi dalam dunia manajemen… Jadi, kalau mau belajar mengelola organisasi dengan benar, ya siap berhadapan dengan kesalahan dan wistle blowers… Kalau semua orang seperti anda (menghujat yang meneriaki kesalahan, bisa berarti mengamini kesalahan dan melupakannya tanpa pernah mengevaluasinya… bukankah kita semua berlari mundur dan bukan melangkah ke depan…?

    @BPMU, diam tidak selalu emas… tidak pedulian terhadap kesalahan yang dibuat membunuh diri sendiri… silahkan cari dan baca seputar ignorance dalam diskusi tentang intellectual capital… itu lonceng kematian bagi organisasi dalam pertumbuhannya ke depan… Sayang sekali jika LK UKSW (dhi. BPMU) juga menjadi salah satu sumber pengabaian..

  49. dare says:

    @ underscore :
    ya terimakasih utk saran saudara/i
    tapi, coba liat kamus BESAR BAHASA INDONESIA…musyawarah tuch apa!!!!
    melihat keadaan saat itu, hak suara tidak dibunuh.. saat itu kita semua punya kebebasan untuk berbicara
    dan kalo saat itu pula anda tidak setuju dengan suatu hal seharusnya komplain dan mempertahankan pendapat anda.. mungkin saat anda tidak setuju dan diam saja, anda sendirilah yang membunuh hak suara anda sendiri!!
    ^_^

  50. Samuel says:

    UKSW Syalom!!!

    Selamat BUaT Lius yang SuDah terPilih Jadi KeTUM SMU 2008/2009
    ” Ingat takut Akan Tuhan Adalh PeMulaan PeNgetaHuan””
    DoN’t ForGet It!!!

    Wah makin ramai JuGA NI…

    Tidak ada ada yang SaLah DaLaM proSes pemiLihaN…MenurUt pandanGan Saya dari Luar…
    Yang Salah Adlh Ada 2,3 AngGoTa BPMU YaNG jadi PeNhiaNaT…
    KeNApa WkTu MusyaWarah dan mau penegsahan TidaK BeRsuaRa dan MempertahanKan PanDangaNnya, Kenapa 2 hari Setelah PemilIhan baru Keluar Kata2 sebenarNya Saya tidak StuJU!!!
    Saya Khawatir Jgn2 kareNa udah Diperalat Oleh OranG2 TertenTu untuk KepeNTinagn terTenTu yang menGtasnamakan PeDuLi LK. So Buat Teman2 MhSW BefikirLah Secara kristis yang Benar dari Hati NuraNI Kalau maU banGun LK, bukan malah Merusak nama LK dengan menYeBar GOSIP…
    @ Neil
    Mengenai Komentar yang Cepat2 Memvonis pemilihan Cacat Hukum, itu karena baru hanya dengar dari 1 pihak..
    Kalau saya melihat proses yang terjadi saat musyawarah tidak ada pemaksaan saat mau mencapai kata SEPAKAT!!! Menurut Saya FE yang pada Proses MusYawarh Suaranya Pecah Itulah DiNamika MuSYawarah apalagi baru namanya pandangan umum, bukan pemilihan. Ketika suara pecah karena perBedaaN PendaPat Itu adalh wajar..
    Ketika PebedaaN pendapat pada proses Musyawarah dapat DiKeloLa daN Bisa MenCapai Kata SePakat…Itulah Yang disebut DeNGan Musyawarah Untuk Mufakat…So Apa Yang BerTentangan Dengan KUKM pasal 33 ayat 1????

    Jadi Saya Meliht bukan Voting..Jadi tidk istilah 1 fakultas 1 suara atau wan fak, wan vote…

    @ Yoga
    Hati2 kalau menulis berita!!! Dan Posisikan diri sebagai wartawan..JaNGan ikut2n memihak!! kenapa km malah ikut2n bertanya Pada BPMU melalui komentar disini???Kan DiriMu yang menulis Berita ..posisi kamu adalh penulis, Kalau ga bisa jadi wartawan mindiNgan Urus KuliaMu… tapi menurut saya..itu adlah proses belajar jadi teruslah belajar dan belajar..jgN SomBoNG dulu Ok!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *