Calon Studio Gambar DKV
Foto ini telah dilihat 759 kali sejak 28 August 2008Oleh Anthony Y. M. Tumimomor

Ruang sebelah Satya Wacana Business Technology Center, yang dulu dipakai sebagai ruang gamelan, hari ini mulai dihias dengan grafiti. Ruang ini akan dipakai sebagai studio gambar Program Studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Teknologi Informasi.
Tag: seni, UKSW
Berikan pendapat anda. Bergabung dalam diskusi.
SETUJU TAK SETUJU. Lapis-lapis kebenaran senantiasa mengalami penyempurnaan, lewat kritik dan koreksi. Anda bisa kirim kritik dan koreksi untuk artikel di atas lewat kolom komentar di bawah. Anda juga bisa menulisnya dalam sebuah artikel baru, atau surat pembaca, yang dikirim lewat form kontak yang tersedia. Redaksi berhak menyunting setiap naskah yang masuk sejauh tidak mengubah makna dan substansinya.
BACA SEMUA. Artikel di atas dan komentar di bawah adalah satu keutuhan. Jika hendak ikut diskusi, baca semua terlebih dahulu, agar pemahaman Anda utuh, dan komentar Anda tak keluar dari konteks pembicaraan.
UNJUK MUKA. Anda juga bisa tampilkan wajah atau logo Anda setiap kali berkomentar di sini. Mendaftarlah di Gravatar.com dan ikuti petunjuknya. Atau Anda masih ingin pakai anonimitas tanda tanya? :) Silakan ....
HARAP SABAR. Setiap komentar akan melewati proses moderasi sebelum tampil. Silakan berkomentar dengan sopan dan bertanggungjawab. Komentar anonim atau alias tetap diperbolehkan, namun kami mengimbau agar anda sudi menunjukkan identitas asli.
Komentar no. 20
26 September 2008 0:05
Perambah
@mas_ant
Salam, mas, keren2, sukses bt launching dkv, gmana kalo kt bkin xzbtion bt karya2 anak dkv,ato lomba ngebom tgkat nasional,wach, … Mas,kdang bg orang2 awam,masuk dkv,ksanya tu mahal,cntoh waktu bkin project gt, .. Gmana pndapat anda…
Kyana xzbtion-concept-modling bsa masuk jd matkul di dkv loh..
Komentar no. 19
16 September 2008 8:13
Perambah
@gordon :
* emang sih, lubang anginnya di studio gambar kurang terlalu banyak sehingga agak sedikit panas didalam. Tapi santai aja, nanti rencananya akan dipasang AC atau BLOWER(Kipas Penghisap/kalo nggak salah sebut lho.. hehehehe) tapi untuk saat ini udah 80 % BISA DIPAKAI minus AC… cukup nyaman kok.
* nggak ada jiwa seni ??? nggak mungkin lah.. setiap orang pasti punya jiwa seni hanya mungkin tidak terasah, punya otak kanan(otak kreatif) kan ?? kalo punya.. pasti BISA !! itu hanya tergantung keinginan kita aja.. tapi kalo kita udah pesimis ya….. pasti nggak bisa.. anda pernah coret-coret tembok rumah waktu kecil kan ?? kalo pernah.. pasti anda punya SENI !!!
* kalah dikompetisi ?? mungkin hanya salah konsep atau anda kalah ber-imajinasi dengan mereka.. ( seperti saya kan juga sering kalah..heheheehe) tapi itu aku pakai bukan untuk mencari kalah ato menang.. TAPI LEBIH UNTUK MENAMBAH PENGALAMAN N PORTOFOLIO SAYA… jadi kalo menang sih.. itu saya anggap sebagai BONUS… tetap dicoba ya.. jangna mudah menyerah..
Komentar no. 18
14 September 2008 21:38
Perambah
@bang bli… omongannya tumben bener juga…..kakaa…..
@mas ant….. halo mas …. ruang studio itu keren bgd euy.,…. tapi lobang anginnya kurang banyak….jadi bau cat’nya masi kentel di dalem…. wak…… anak2 yg lg ngebomb di atas wajanya ga asing2 yah…. great buat pameran hasil mata kuliah desain kemaren….
tapi ga semua yg pgen masuk matkul DKV punya jiwa seni loh ( contohnya saya ).
help me…kenapa berkali-kali nimbrung di komptisi ko jarang menang yah……!!!!
Komentar no. 17
12 September 2008 22:44
Perambah
ini salah satu bagian dari mata kuliah kah?
membuat graffiti?
Komentar no. 16
8 September 2008 8:56
Perambah
# Kak Theo : Makasih atas penjelasannya ya.. Oke nanti saya coba share-kan lagi dengna teman-teman SATIMAN. TUHAN memberkati
Salam
Komentar no. 15
4 September 2008 22:38
Perambah
ehem…
mas mas yang gmbr d dkv itu siapa2 ya..
bisa dikontak ga ya…
^^
Komentar no. 14
4 September 2008 19:27
Perambah
@ANT: 1) Untuk mendapatkan hak cipta bukan melalui ISBN. ISBN (international standard book number) itu supaya sebuah buku tercatat dalam katalog internasional. Kalau untuk Jurnal seperti Satiman, bukan ISBN yang diperlukan tapi ISSN (international standard serial number), ini bisa dicek melalui perpustakaan UKSW. 2) Mengenai perolehan hak cipta, sebenarnya UU Hak Cipta memberikan perlindungan secara otomatis. Yang menjadi perhatian menurut saya pada jurnal itu perlu ada semacam security management-nya, entah secara teknis atau melalui warning. Kecuali jika rekan-rekan ingin memberikan status open source kepada semua hasil karya tersebut.
Namun saya khawatir, kalau kita terlalu ber’murah-hati’ (dengan main open source) maka akan dijiplak orang lain lalu masuk industri, pada waktu kita ketahui orang tersebut sudah meraup untung besar dan tinggal membayar se-ucrit uang kompensasi untuk pencipta yang asli.
Komentar no. 13
4 September 2008 15:46
Perambah
jadi pengen transver.. he23…
tapi apa daya kuliah tinggal seujung kuku..
tapi rasa pengen bisa sedikut terboati,
karena kelas nya dibuka untuk podi laen nya.. he23..
selamat berjuang DKV semoga mwnghasilkan seniman2 yang melegenda. he23….
.:ruje3t23:.
Komentar no. 12
4 September 2008 14:41
Perambah
coba ada dulu dah tak ambil, ni dah ditengah semester dah hmpir lulus baru ada,wah….gak bisa ambil seni visual yang tertuang di dalam Progdi DKV.he3x
ketertarikan manusia kini lebih cenderung turun di dunia seni,jadi dengan munculnya DKV ini manusia aneh tapi nyata akan banyak masuk di DKV.saya sangat senang sekali mendengar adanya DKV.
DKV (Dunia Kesenian Variasi)he3x. yang bener (Desain Komunikasi Visual) SEMANGAT!!!!
GBU
Komentar no. 11
3 September 2008 20:21
Perambah
emmm bgus…DKV…. sekarang ada fak yang menampung anak2 dalam bidang seni visual… scss!