Wacana Kritis-Prinsipil Mahasiswa UKSW & Salatiga

Gandum Dewata

Rubrik Foto oleh

Fakultas Pertanian menanam gandum Dewata di lahan seluas 2 hektar, di dusun Salaran. Varietas ini diturunkan dari gandum DWR162 (India) oleh Djoko Murdono dan kawan-kawan. Djoko adalah ahli uji seleksi benih dari Fakultas Pertanian. Dia mengklaim, varietas ini mampu menghasilkan panen sekitar 25 persen lebih banyak dari DWR162.

Tags:

19 Comments

  1. Bagus….
    memang perlu dikembangkan bahan makanan selain padi dan jagung
    saya dengar sekarang ada yang mulai membudidayakan sorgum (mbuh saya blum ngerti wujudnya), kalau dulu waktu saya masih kanak-kanak, di sawah juga ada tanaman biji-bijin namanya “cantel” yang katanya juga sumber karboohidrat yang bagus, (sangat enak dibuat bubur)
    selain di makan, “cantel” juga bisa dibikin lem (seperti halnya pati ketela), sehingga sering dibuat guyonan, kalau ketela sama cantel dibuat lem, mana yang lebih pekat (jawa=pliket) dan jawabannya adalah “pliket cantel” he he he…

  2. klo ada ahli uji seleksi benih . . . . harusnya ada ahli uji seleksi rasa . . . . he3
    rasanya banyak sekali ahli uji seleksi rasa di UKSW . . apalagi klo gratis . . mo brapa banyak . . 😛

  3. @Dicky Kurniawan
    padi juga diteliti kok.., baca Kompas hari kemarin, Faperta sedang meneliti untuk mengawinkan padi GH dari Banyubiru (Ambarawa) dengan ‘pejantan’ dari China.

  4. satu hal yg membanggakan dari tanaman bernama gandum ini, adalah pd saat sy membawa gandum ini kepada Pakde sy yg seorang guru besar di sebuah institut pertanian di kota Bogor. Komentar Pakde sy adl, dia kagum pd fak. pertanian UKSW yg berhasil menanam, bahkan memanen gandum di Indonesia.
    @ Satrya : Kayaknya, kalo pake kamera Nikon, minimal yg D40X, lebih bgs, dech…( wakakakakak…jgn dimasukin hati, Sat. Just joking, and promosi kamera DSLR Nikon, hehehehe…Maklum, gue Nikon mania )

  5. Kembangkan terus produksi gandum di Indonesia. Sehingga mampu mengurangi angka impor gandum. Dan suatu kebanggaan jika Indonesia mampu memenuhi sendiri kebutuhan gandum dalam negeri.

    Sukses bwt Fakultas Pertanian UKSW Salatiga, yang udah mengembangkan gandum di Indonesia…
    Bwt bubur gandumnya rasanya enak, kalo bisa dikembangin lagi kuliner gandumnya.

    Kembangkanlah terus produk Indonesia, Majukan kesejahteraan rakyat.
    Jaya Indonesia!!!*** ^_^

  6. bagaimana prospek ekonomisnya, tanam gandum 1 hektar berapa profitnya ? Maklum alumnus fe’88 akan berpikir ekonomis juga. Bagaimana dengan padi 1 hektar dibanding gandum 1 hektar ?

  7. apakah gandum tersebut sudah pernah diuji kelayakan untuk dijadikan tepung yang kualitasnya sama dengan gandum yang di impor dari australia?

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Geser ke Atas