Percaya Dukun, Mahasiswa Sekap Mahasiswa

Browse By

Daniel di RSUD
SCIENTIARUM/YOGA PRASETYA
Daniel ketika di Rumah Sakit Umum Daerah Salatiga, 24 September 2008.

Tiga mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana sedang menjalani pemeriksaan di Kepolisian Resort Kota Salatiga. Bersama dua oknum lainnya, mereka ditetapkan sebagai tersangka atas penyekapan dan penganiayaan satu mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi angkatan 2006, Daniel Adi Nugroho.

Penyekapan diduga berlangsung selama enam hari, sejak 17 September 2008. Selama penyekapan, Daniel mengaku hanya diberi makan sekali sehari. Penyekapan baru berakhir 23 September 2008 setelah polisi menggerebek kamar kos yang dipakai sebagai tempat penyekapan. ”Kakak korban melapor ke polisi bahwa adiknya sudah enam hari nggak pulang,” kata kepala Polres Salatiga, Ajun Komisaris Besar Polisi Achmad Haydar. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Salatiga karena kondisinya sangat lemah.

Percaya dukun
Menurut Daniel, kejadian berawal ketika dia mendatangi kos temannya di jalan Turen I nomor 29. Waktu itu sekitar jam 9-10 malam. Dia hendak meminta data-data untuk keperluan kuliah.

Ketika Daniel sedang di kamar temannya itu, Adi Nugrahanto — mahasiswa Fakultas Teknik Elektro yang juga kos di rumah tersebut — meminjam telepon genggam Daniel untuk mengirim pesan singkat. Setelah selesai mengirim, Adi tiba-tiba mendapat panggilan telepon dan, tak lama kemudian, datang beberapa orang ke rumah kos tersebut.

Adi lantas memanggil Daniel ke ruang tengah dan mengenalkannya pada Yuma Sedayu, kakak dari pacar Adi. ”Udah Mas, kembalikan aja laptopnya (Adi),” kata Daniel, menirukan ucapan Yuma kepadanya setelah berkenalan. Yuma menuduh Daniel mencuri laptop Adi. Setelah berkata demikian, Yuma lantas menendang Daniel hingga jatuh tersungkur. Beberapa hari sebelumnya, Adi memang kehilangan laptop dan ”sambat” ke dukun atas kehilangan itu. Menurut petunjuk dukun, orang yang mencuri laptop Adi punya ciri-ciri sama dengan Daniel.

Yuma tetap memaksa Daniel mengembalikan laptop Adi. Yuma juga sempat mengambil sebuah botol untuk memukul Daniel, namun Adi mencegahnya. ”Yang pantas emosi itu saya karena laptop hilang di kamar saya,” kata Daniel, menirukan Adi yang kemudian ikut memukul bagian belakang kepala Daniel. Dodi Oktafian (mahasiswa Fakultas Ekonomi — Red) dan Agus Widodo, dua teman Adi yang ikut menuduh Daniel mencuri laptop juga terus memaksa Daniel mengaku, sambil memukuli Daniel.

Seorang yang biasa dipanggil ”Jontit” kemudian datang dan menyuruh Adi beserta teman-temannya keluar ruangan. Jon lalu mengajak Daniel berdoa guna meyakinkan Daniel. ”Kalo memang nggak mencuri, ya sudah, jangan takut,” kata Jon.

Usai berdoa, Jon pergi. Namun Yuma datang lagi dengan membawa sapu dan memukulkannya pada Daniel. Adi juga ikut menendang Daniel hingga jatuh. Dodi dan Agus menginjak-injak Daniel.

Mendengar ada kabar pemukulan, Herry, penghuni rumah kos di seberang tempat kejadian, memberanikan diri masuk rumah kos Adi. ”Baru pertama kali itu juga saya masuk ke kos itu,” kata Herry. Sama seperti Jon, setelah mengamankan Daniel, Herry juga mengajak Daniel berdoa. ”Dia (Daniel) minta didoakan supaya kuat.”

”Sebetulnya (Daniel) mau saya bawa ke tempat saya dulu untuk itu luka-lukanya dibersihkan dulu atau apalah.” Tapi niat Herry urung karena dia harus segera berangkat ke Jakarta untuk suatu urusan. Lagipula, Adi dan kawan-kawanya berhasil meyakinkan Herry bahwa Daniel tak akan dianiaya lagi. ”Mereka bilang, mereka sudah seperti saudaralah,” kata Herry. Setelah itu Herry berangkat ke Jakarta tanpa tahu soal penyekapan Daniel. Melalui sambungan telepon, temannya memberitahu bahwa tak ada gelagat aneh lagi di Turen I nomor 29.

Tapi Adi dan teman-temanya memilih bertindak lebih jauh. Mereka sekap Daniel di kamar Sardi Maikel (mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi — Red). Kamar dikunci selama enam hari dan hanya dibuka untuk memberi Daniel makan sekali sehari.

”Saya mau teriak, tapi saya takut karena di daerah situ sepi. Dan saya takut yang dengar bukannya orang lain tapi Adi dan teman-temanya. Saya nggak tahu (kalau) tiba-tiba temen saya cerita ke kakak saya, karena kakak saya sudah bingung mencari saya, dan kakak saya langsung lapor polisi. Pas polisi datang, langsung saya dikeluarkan dari kamar dan (akan) dibawa ke rumah sakit. Tiba-tiba Adi datang dan langsung ditangkap sama polisi,” tutur Daniel.

Matius Sukamto, ayah Daniel, berharap agar kejadian ini jangan sampai terulang lagi. Menurutnya, mahasiswa UKSW adalah kalangan akademisi yang seharusnya tidak melakukan hal-hal di luar nalar. ”Sebagai manusia, saya memaafkan kelakuan mereka yang sudah mencelakai anak saya. Akan tetapi, aparat hukum tetap harus menindaklanjuti kejadian ini karena mereka sudah melakukan suatu tindakan yang sudah melanggar hukum,” kata Daniel.

Wakil Rektor III, Umbu Rauta, telah menjenguk Daniel di RSUD dan sudah mendatangi kantor polisi untuk mencari informasi. Dia bilang, semua biaya rumah sakit akan ditanggung UKSW. ”Rencananya, pimpinan akan memberikan surat kepada FTE, Fakultas Ekonomi, dan FTI yang isinya meminta kasus ini dibahas di masing-masing fakultas, dan fakultas mengusulkan sanksi yang akan diberikan pada pelaku ke Rektor,” ujar Umbu.

Umbu juga menyatakan, UKSW terbuka untuk dimintai bantuan hukum melalui Unit Pelayanan Bantuan Hukum Fakultas Hukum. ”Untuk melindungi mahasiswanya, khususnya korban. Itupun jika korban meminta, karena pihak UKSW hanya menawarkan,” kata Umbu.

Laporan ini dikerjakan bersama Satria A. Nonoputra.

CATATAN
Ada sedikit ralat dari Umbu Rauta, yang disampaikannya lewat komentar nomor 10.

“Untuk Redaksi,
Ada kekeliruan dalam mengutip pernyataan saya, khususnya alinea paling akhir. Tertulis bahwa bantuan hukum akan diberikan kepada korban…… seharusnya yang saya katakan adalah UKSW (melalui UPBH) membuka kemungkinan kepada para tersangka/pelaku (para mahasiswa) — bukan korban — untuk mengajukan kuasa kepada UPBH dalam rangka pendampingan selama proses hukum. demikian ralat saya. Trims.”

Atas kekeliruan ini, kami mohon maaf.

Satria A. Nonoputra
Redaktur

40 thoughts on “Percaya Dukun, Mahasiswa Sekap Mahasiswa”

  1. wit says:

    percaya dukunnya nanggung….
    kalau memang percaya, mbok minta dukun itu ngerjain si pencuri laptop… kalau dukun beneran biasanya bisa.. nggak usah yang berat-berat…., dibikin diare sampai mengaku/mengembalikan laptopnya bisa kok….

    lha kalau cuma dihitung-hitung pakai kalamudeng (ilmu per-maling-an), buka primbon sendiri bisa kok…,
    tinggal ingat-ingat kapan laptop itu hilang, maka database primbon bisa di-generateuntuk menampilkan data: bagaimana ciri-ciri pencurinya, dibawa kearah mana, barang yang hilang ketemu apa tidak… nggak sulit menghitung-hitung rumus2 primbon seperti itu, belajar sebentar ya bisa kok…

  2. STR says:

    Bisa di-generate? Ada online generator-nya juga?

  3. wit says:

    wah… online yang “kalamudheng” kelihatannya nggak ada,
    tapi kalau primbon online ada:
    primbon.com atau kalau mau hitung-hitungan neptu, weton dan sebagainya bisa ke ki-demang.com
    he he he….

  4. Agung says:

    Yang menarik disini sebenarnya bukan pada kegiatan sekap menyekap maupun penggunaan dukun sebagai salah satu alat dalam menguji hipotesa, melainkan mengapa wahana perdukunan akhirnya menjadi sebuah alat untuk menguji hipotesa. Apakah memang naluriah buat seorang manusia untuk tunduk begitu saja pada sesuatu yang berada di luar batas penalarannya, bahkan jika “social steryotype” yang berlaku menganggap itu sebagai sesuatu yang “takhayul”? Tapi menurut saya, apa yang dilakukan teman-teman mahasiswa tersebut di atas memperkuat hipotesa atas motif kepercayaan manusia terhadap Tuhannya.

  5. Gordon says:

    Hal ini sudah terjadi,sebagai intropeksi diri. Biarlah dukun yg bertindak, tapi waktu yg menjawab. Sebenernya,emosi memang emosi,gak tahan lagi buat mukuli, .. Bukanya lebih baik untuk bertanya ke dukun dimana laptop it brada secra persis,drpd memukuli daniel, seandainy laptop it bsa dilacak lwat GPS seperti dimliki om Roy Suryo,… Apakah kekerasan lain jg sering terjadi di mahasiswa UKSW? Saya bertanya dalam hati, dimana laptop Adi ?

  6. wit says:

    Bukanya lebih baik untuk bertanya ke dukun dimana laptop it brada secra persis,drpd memukuli daniel,

    lebih baik lagi minta tolong dukun agar membuat si pencuri kebingungan dan ketakutan, dan tidak ada pilihan lain kecuali mengembalikan laptop itu.

  7. Dicky Kurniawan says:

    Gemes aku dengan 3 mahasiswa tolol teman Daniel. Gimana perkembangannya. Moga2 nggak dilepas dari tahanan ya.

  8. Pendekar says:

    Wah, malu2in anak elektro aja lu Di. Sia2 elu kuliah di elektro, mestinya elu lebih logis mikirnya. Malu gua sebagai senior elu. Kalo liat cara berpikir elu, kayaknya elu salah satu dari kelompok mahasiswa elektro yg kalo praktikum gak pernah jadi, TR nyuruh orang bikinin, laporan ngopi plek, terus kalo tes bawa contekan.

  9. guest says:

    lagi-lagi berita sensasi-nyasientiarum…..? capek deh.

  10. umbu rauta says:

    Untuk Redaksi,
    Ada kekeliruan dalam mengutip pernyataan saya, khususnya alinea paling akhir. Tertulis bahwa bantuan hukum akan diberikan kepada korban…… seharusnya yang saya katakan adalah UKSW (melalui UPBH) membuka kemungkinan kepada para tersangka/pelaku (para mahasiswa) — bukan korban — untuk mengajukan kuasa kepada UPBH dalam rangka pendampingan selama proses hukum. demikian ralat saya. Trims.

  11. bintang says:

    itukah ciri2 mahasiswa UKSW yang katanya kaum inteleltual?????? sangat merusak citra dari UKSW……. apakahh penyelesaian masalh dengan menganiayaya orang????? sanagt luar biasa kalau orang tua dari korban mengatakan bahwa dia memaafkan perilaku dari mahasiswa tempramental itu…….
    civitas butuhhh waktu untuk kembali merefleksi diriiiiiii…….
    tidak adanya pengendalian diriiii……sampai [pada emosi tidak tertahan akhirnya………

    dukunnnn??? ya aaaaa masihhh saja kita percaya pada dukunn…… ….UKSW pun masihhh percaya kok sama hal2 seperti ituuu. jadi mahasiswanya ikut2an….. contohhhnya kalau ada kegiatan besarrr… kita masihhh saja percaya dan menggunakan PAWANG HUJAN….. padahal nanti juga akan hujan…. tidak tau lah…… ini lah yang terjadi dikampus yang tercinta ini………… akdangkala benar2 SATYA WACANA namun kadang2 juga SEKEDAR WACANA…………..

  12. Monyet-Kampus says:

    weh masi percaya ama dukun yah hmmm bisa di jadikan topik skripsi tu wkwkwkwkw
    Pemrograman Berorientasi Weton dan Penanggalan Jawa

  13. Danny Stephanus W says:

    Perilaku premanisme yang dilakukan dengan dalih apapun juga jelas tidak dapat dibenarkan, apalagi hal tersebut dilakukan oleh mahasiswa yang katanya kaum intelektual muda di institusi pendidikan kristen. Sekalipun kita memakai azas praduga tdk bersalah tapi yang jelas korban sdh jatuh. Pendapat saya,sebaiknya para pelaku segera mengundurkan diri sebagai mahasiswa UKSW,berkaitan hal ini Universitas harus segera menjatuhkan sangsi tegas dengan mengeluarkan para pelaku premanisme ini dari UKSW. Hal ini tidak perlu lagi diperdebatkan,yang perlu ditunggu adalah sangsi apa yang akan diberikan oleh Universitas kapada para pelaku PREMANISME!!

  14. Danny Stephanus W says:

    Oh iya ada yang terlupa, saya akan awasi proses hukum yang berlangsung, karna takutnya akan ada upaya-upaya untuk me 86 kan kasus ini. PRO JUSTICIA!

  15. mayyank says:

    begini. . . . .
    menurut saya, mau laptop itu dicuri atau dihilangkan jejaknya jg terserah!!
    mau orang blg apa jg monggo,,
    ngga ada yg ngelarang jg kan????
    smua orang (khususnya yg berinisial AN, dg status mahasiswa fakultas teknik elektro UKSW Salatiga) dimohon menyatakan hal yg sebenar2nya. . . .
    calon insinyur kok klakuannya kok ky gtu c??????
    jgn cm menyalahkan, aplg nyeret2 nama orang yg blom tentu salah!!
    orang laptopnya dicuri kok mlh jd tersangka???????
    aneh itu namanya. . . . .
    duuuuuh,, hukum Indonesia tuw py!!???

  16. mayyank says:

    orang2 yg ngga tau apa masalahnya tuw mbok yaaa jgn asal ngomong!!
    dimohon kpd orang2 yg rohaninya kurang tuw silakan k gereja/masjid terdekat. . .
    renungin apa yg udh tjd kmrn. . . .
    kok bsnya cm omong doang!!!
    ktnya ada yg mau balikin laptopnya……. mana???????

  17. wit says:

    @bintang
    dukunnnn??? ya aaaaa masihhh saja kita percaya pada dukunn…… ….UKSW pun masihhh percaya kok sama hal2 seperti ituuu. jadi mahasiswanya ikut2an….. contohhhnya kalau ada kegiatan besarrr… kita masihhh saja percaya dan menggunakan PAWANG HUJAN….. padahal nanti juga akan hujan…. tidak tau lah…… ini lah yang terjadi dikampus yang tercinta ini………… akdangkala benar2 SATYA WACANA namun kadang2 juga SEKEDAR WACANA…………..

    ya.. saya dengar dari mahasiswa, katanya waktu acara inaugurasi mahasiswa baru , pakai pawang hujan ya… dan nyatanya hujan turun sedikit khan…. — apa ini benar? ada dokumentasinya? — wah sayang saat itu saya nggak bisa datang, kalau tahu pasti sudah saya ambil gambarnya tuh…
    (pawang akan bilang, “untung pakai pawang, kalau gak…., bisa hujan lebat tuh….”)
    panitia seksi apa ya yang mendatangkan pawang hujan? seksi acara?
    Gimana ‘tanggung jawab’ Campus Ministry, yang bertugas membina kehidupan kerohanian kampus?
    [tapi saya nggak yakin apa informasi ini benar apa tidak, siapa dan kapan mahasiswa cerita saya juga sudah lupa — waktu itu saya nggak “nggagas”, karena saya tahu memang masih ada beberapa civitas akademika UKSW yang suka hal-hal seperti itu..—- tapi kini saya rasa hal ini perlu dicermati, untuk mungkin dikaji lebih dalam, apakah memang perlu ada hal-hal seperti itu di kampus SATYA WACANA (yang “setia pada firman TUHAN”, dan yang punya motto “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan”]. Trus kalau memang tidak diperlukan, bagaimana langkah konkrit untuk meniadakannya?

    kalau cuma mau nolak hujan, ada cara yang mudah, ambil beberapa kerikil kecil, baca mantra “…………” (censored) — ha ha .. itu yang pernah saya ketahui, tapi nggak pernah sy praktekkan, karena sy lebih nyaman kalau hujan ya biar hujan (kalau itu maunya Tuhan, — sebab saya percaya pada doa Bapa Kami: — jadilah kehendakMu dibumi seperti di sorga), tinggal bawa payung atau berteduh, sudah beres… Tapi bisa jadi hujan itu bukan maunya Tuhan lho…., masa maunya Tuhan kok kalah sama mantra dan ubarampe pawang hujan? — ah yang ini agak rumit penjelasannya makin OOT kalau dibahas di sini.

    jadi besok lagi, kalau butuh nolak hujan, hubungi saya saja…, nggak usah mbayar, (tapi nggak ada garansi… karena saya bukan penguasa langit,) dan saya nggak perlu datang ke lapangan, cukup saya baca “mantra” dari manapun saya sedang berada……gimana? — tapi kalau nggak percaya sama saya, dan tetap percaya pada pawang hujan ya silakan…….

    @Monyet Kampus
    weh masi percaya ama dukun yah hmmm bisa di jadikan topik skripsi tu wkwkwkwkw
    Pemrograman Berorientasi Weton dan Penanggalan Jawa

    halah….walau saya nggak bisa mrogramnya, tapi mestinya nggak sulit bikin seperti itu.., tinggal pindahkan data dan rumus2 primbon ke dalam program. Tinggal pilih pakai primbon apa? Betaljemur, Bektijammal, Lukmanakim, atau yang seperti Atassadur, Ajimantrawara, Mujarobat Akbar atau yang lain… (masih banyak yang lainnya…), atau gabungan dari berbagai primbon?
    Lihat saja, beberapa perhitungan dari primbon tertentu sudah ada di http://www.ki-demang.com

    @Danny Stephanus W
    berkaitan hal ini Universitas harus segera menjatuhkan sangsi tegas dengan mengeluarkan para pelaku premanisme ini dari UKSW. Hal ini tidak perlu lagi diperdebatkan, yang perlu ditunggu adalah sangsi apa yang akan diberikan oleh Universitas kapada para pelaku PREMANISME!!

    yang saya dengar, sanksi dari Universitas tergantung (dikembalikan kepada) fakultas masing-masing…

  18. dian ade permana says:

    iya pak dani..jangan di 86 ya,,,

  19. adelia says:

    Ada baiknya percaya ma dukun, buktinya alan (penyanyi.red) percaya dukun akhirnya dia sukses………….

  20. Dicky Kurniawan says:

    “86” itu apa sih. Awam hukum 😀

  21. Pradhewa A says:

    menurut Saya benar yang dikatakan saudara danny stephanus,,suruh keluar saja itu mahasiswa (walaupun teman saya sendiri bang yuma) yang berlagak preman,kalo Brani satu-satu donk masak keroyokan.Itu namanya pengecut.Sya tidak membela siapapun, cuma saya berpesan,seandainya semua ybs berkata jujur maka g bakal panjang tu masalah.Jangan memalukan Kampus DONK!!!!!

  22. Pendekar says:

    86 apaan sih bro? Mohon pencerahannya.

  23. wong ganteng banget says:

    wah… parah ini… mental mahasiswa sekarang cuma bisa main pukul… otaknya dah pindah ke tangan ma kaki ya? kalo laptop ilang, cari dulu… jangan asal tuduh… ati2… kena azhab lho…

  24. Spamkas says:

    Coba tanya tiga mahasiswa tersangka tersebut kalo ujian pasti tanya pada DUKUN. Tanya soalnya yang akan keluar apa dan jawabannya gimana?

  25. amr al' fath says:

    Persoalannya disini bukanlah pada percaya terhadap dukun atau tidak, atau apapun yang bersifat supranatural…tetapi persoalannya adalah penggunaan kekerasan untuk menyelesaikan masalah…ini jelas tidak bisa ditolerir lagi..tidak sekedar memukul, tapi menyekap dan memukuli-atau menyiksa? aku setuju banget dengan bung Danny Steph..cuma satu kata untuk mahasiswa yang model beginian : KELUAR!!! kalo emang jantan sih mengundurkan diri aja….kalo nggak ya institusi ini harus bertindak tegas..meskipun katanya sudah ada perdamaian antara korban dengan para pelaku….lha wong ada yang “cuma” mukul asisten aja bisa diskorsing setahun…apalagi menyekap dan memukuli anak orang sampai 6hari!!! apa dengan damai dan ganti rugi bisa mengganti rasa trauma bung Daniel yang mungkin akan bisa permanen (meski i hope not, mudah-mudahan kakaknya yang di psikologi bisa membantu adiknya mengatasi hal ini)???

    Jadi cuma ada dua pilihan: mengundurkan diri, yang mungkin akan tersa lebih “terhormat” atau institusi yang bertindak tegas…

  26. chiyo says:

    mereka yg brsalah hruz dihukum berat spy jd plajaran buat yg laen spy g brtindak smena-mena & ga ada daniel2 lain lgi yg memperoleh prlakuan sperti itu. Klo mau nyekap tuh jgn kasih makan sehari sekali(hamsterq aja aq kasih makan 2 hari sekali), truz mbo nyekapnya di hotel quality kek, kasih home teater di dalam ama laptop dgn fasilitas internet, yah minimal segitulah.
    Truz jgn main pukul pke sapu donk, sakit tau!!!pukul tuh pake bantal atau handuk kek!!
    Buat daniel ttp semangat!!ingat semakin lama dikau g kuliah tgs kuliahmu semakin menumpuk, ga usah trauma, masih banyak koq org lain yg baek2 yg bisa dijadiin” temen sbnarnya”!!klo minta data buat kuliah mending ama aku aja!!

  27. kenthang says:

    Wah surprise dengan UKSW……..sering kali muncul di koran nasional..
    sebagai alumnus
    bingung,antara bangga dan malu……
    bangga karena jarang2 lho UKSW masuk koran nasional,he5
    kemaren lusa kasus penyekapan….
    kemaren pelecehan seksual…..
    hari ini tawuran antar mahasiswa hbs futsal FTI…
    BUAT CIVITAS YANG MASIH ADA….
    DI TUNGGU SURPRISE BERIKUTNYA DI KORAN YA….

  28. MiLaNisTi says:

    uGGhhhhh!!!!
    KEJAM!!!!!!!!!
    peLaku haRuz dHuKum biaR adiL n iNi jD pLjaRan bwt qTa cMua…
    ceLecaikan maSaLah dGn biJak….
    n jaNgaNd peRcaYa duKun……
    wahhhh…..
    kak daNieL, cEmaNgaT!!!
    mavkan mReka ea….

  29. mecirana says:

    kebanyakan nonton film action..kampungan…

    udah biar di penjara aja…buang ke laut juga gpp…

  30. Pemerhati says:

    Ada apa dengan universitas ku?
    Tampaknya kerindangan pohon-pohon di kampus tak lagi bisa mendinginkan hati yang penuh emosi…

    Berarti…. SUMPEK

  31. Arnold P Bolang says:

    Satu sisi sebagai orang percaya (pengikut Kristus), menyedihkan bahwa banyak kehidupan kita diatur dan ditentukan di luar Tuhan, entah pergi ke dukun, percaya mistik dan lainnya. Ini menjadi challenge bagi UKSW, sebagai universitas berlabel Kristen untuk lebih memperhatikan kondisi yang ada. Akankah kita membiarkan semakin banyak orang yang percaya kepada setan atau berlari kepada Kristus? Bukankah persahabatan dengan dunia setan adalah permusuhan dengan Tuhan?

    Sebagai pemerhati generasi muda, saya prihatin. Ini menjadi sebuah cerminan kepada seluruh pribadi yang menyandang label ‘orang UKSW’ untuk berbenah diri dan mendorong, mengajarkan, menerapkan kembali seluruh prinsip-prinsip kebenaran Alkitab. Alkitab adalah Firman Allah, dan Firman itu adalah Allah sendiri. Menolak Firman sama dengan menolak Allah. Kalau begitu apa bedanya kita dengan atheis?

    Selama proses Daniel dan Andi dkk, saya berdoa, mengunjungi Daniel di rumah sakit, berbicara dengan bapaknya. Saya juga mengunjungi Dody, Sardi, Andi di penjara. Saya bawakan Alkitab, share firman dan berdoa buat mereka. Kita tidak dapat menghakimi siapapun dari mereka. Toh proses sudah selesai, biarkan ini menjadi sebuah pelajaran yang berharga, betapa jauhnya kita dari kebenaran Allah.

    Saya juga mengetuk pintu nurani dari seluruh pimpinan entah BPMU, BPMF, SMU dan seluruh organisasi yang menjadi payung bagi mahasiswa/i UKSW..untuk lebih peduli kepada manusia daripada program dan kesenangan pribadi. Ketika saya bertanya kepada rekan-rekan sewaktu mereka di tahan di polres salatiga, adakah dari ketua senat entah FE, FTI dll datang berkunjung? Jawaban nya tidak. Saya memahami pada saat itu setiap fakultas sedang membuat program dan liburan lebaran, tapi bukankah organisasi dibuat untuk membangun manusia? Bukankah hal itu yang Yesus lakukan? Mengunjungi mereka yang sakit, di penjara? Let us check our heart and Holy Spirit help us to do His word!

    (saya bukanlah mahasiswa UKSW tapi saya sangat mengasihi UKSW dan seringkali berdoa dan menangis buat kampus ini)

  32. ody says:

    Waduh Dan…..
    Anak2 Triple Seven mendoakan supaya Daniel cepet sembuh deh….

    Kalo ada masalah jangan main pukul aja,terlebih lagi main sekap2an kan susah nyarinya..
    kasian lagi 1x doank makannya….Tega amat…….

  33. mayyank says:

    hadoooohh. . . . .
    jd smpe skrg masih aja ngmgin hal ini??????
    ngga ada bahasan laen apa!!?
    drpd smua org pd asal ngmg yaaaa,
    aku kasih tau niiy. . . .
    mending lsg ditanyain ke AN aja deh,
    dia tau tuw smuanya dr A-Z,
    secara kn dia tersangka utamanya. . . .
    tp iia gtu deh……
    tersangka utama yg ngga mau msk penjara sndirian,
    jdnya iia nyeret2 org ngga bersalah!!
    huuhu, capeeee deh!!
    *lol

  34. alumni kos turen says:

    Kalo ga salah dengar dari alumni, salah satunya ada angkatan 2000 Elektro?
    waduh ngisin2i….
    mending dukun buat kerjain skripsi tuh!!!
    belum lulus juga eh malah bikin kasus!!
    kalo leptop ilang, ngapain pergi sama dukun, pergi aja ke Tukul, se najiz2 nya si Tukul kan masih mending daripada pergi ke dukun. emang dukun yg di cari bisa kerjain bahan TAS nya Fisika Modern nya Pak Li** Wi***jo?

  35. Agni says:

    Aduh,sbnrnya laptop milik sp sih?dah deh,yg g tau g usah ikutan comment.mndingan tny lgs aja k AN yg jd otak dr smua ini.tp srh jwb yg sbnr2nya,jd smua jelas kan.org yg pny kok mlh ikut diseret jd tsangka,aneh!!!!

  36. Dimas says:

    Hare gene percaya dukun…..

  37. Jaka Tarub says:

    Model penyelesaian ala detectif swasta atao preman mamang marak dikalangan mahasiswa. Sadar Hukum donk….

  38. ika says:

    DaniEL, semangat Y..

  39. ariega says:

    ckckckckckck . . . .. . . . .
    g ngira juga mpe sjauh itu
    aneh
    g jelas mana yg harus dibenarkan & mana yang g benar

  40. joko edan says:

    biasa aja tuh…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *