Front Tolak RUU Pornografi Salatiga Turun ke Jalan

Browse By

Salah satu demonstran membawa poster sindiran untuk Rancangan Undang-Undang Pornografi. {Foto oleh James Anthony L. Filemon}

Salah satu demonstran membawa poster sindiran untuk Rancangan Undang-Undang Pornografi.
{Foto oleh James Anthony L. Filemon}

Pada 17 Oktober 2008, Front Tolak Rancangan Undang-Undang Pornografi Salatiga yang terdiri dari elemen-elemen seperti Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi, Serikat Rakyat Miskin Indonesia, Kesaktian Peduli Generasi Indonesia, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Koalisi Perempuan Indonesia, dan Lembaga Kemahasiswascean Universitas Kristen Satya Wacana melakukan demonstrasi menolak pengesahan RUU Pornografi.

Kegiatan ini merupakan lanjutan diskusi yang sudah dilakukan elemen-elemen tersebut beberapa hari sebelumnya. Alasan penolakan RUU Pornografi yang mereka lontarkan, sebagaimana tertulis dalam selebaran yang mereka bagikan, adalah:

  1. Negara tak usah mengatur imajinasi dan ranjang. Biarkan keduanya menempati ruang privat.
  2. Bila RUU Pornografi disahkan, maka akan muncul milisi-milisi sipil baru karena UU tersebut memberi ruang bagi masyarakat untuk turut serta mengawal UU tersebut.
  3. Pokok-pokok RUU Pornografi sebenarnya sudah termasuk dalam UU Penyiaran, Perkawinan, Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dan Perlindungan Anak.
  4. RUU Pornografi dalam pembahasannya oleh panitia khusus bukannya melindungi hak-hak perempuan, tapi malah membungkam hak-hak perempuan itu sendiri.
  5. Masih banyak persoalan-persoalan bangsa yang lebih penting yang seharusnya lebih diprioritaskan negara.
  6. Isi RUU Pornografi seharusnya lebih fokus pada pemberantasan industri pornografi, bukannya mengurusi privasi masing-masing masyarakat, khususnya kaum perempuan.
  7. RUU Pornografi akan semakin memiskinkan rakyat miskin di negara ini.

Sebelum turun ke jalan, massa yang dipimpin Syalom Pasau dari LMND Salatiga berkeliling kampus UKSW untuk menggalang massa. Teriakan “Mbah Lasmi” dari SRMI rupanya mengetuk hati beberapa mahasiswa untuk bergabung. “Kalian adalah generasi penerus saya, maka mari bergabung untuk menolak RUU Pornografi,” teriak Lasmi di depan Kafe Rindang.

Mbah Lasmi semangat berdemo. {Foto oleh James Anthony L. Filemon}

Mbah Lasmi semangat berdemo. {Foto oleh James Anthony L. Filemon}

Massa akhirnya turun ke jalan dengan jumlah sekitar 40 orang. Mereka berjalan dari depan kampus UKSW di Jalan Diponegoro menuju Bundaran Taman Sari. Aksi berjalan aman karena mendapat kawalan Kepolisian Resort Kota Salatiga. Namun demikian, mereka sempat menyebabkan kemacetan di Taman Sari.

Di Taman Sari, wakil-wakil elemen melakukan orasi. Dalam orasinya, Syalom Pasau mengatakan, “Bukannya kami setuju akan pornografi. Akan tetapi, rumah-rumah bordil dan perdagangan pornografi itulah yang kami tolak,” ujarnya. Usai orasi, massa melanjutkan perjalanan menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Salatiga sambil teriak, “Tolak … tolak RUUP sekarang juga!”

Sesampainya di Gedung DPRD, wakil setiap elemen berorasi lagi. “Dengan diterapkannya RUU Pornografi, maka itu hanya akan menambah banyaknya rakyat miskin di Indonesia dan akan memecah-belah negara Indonesia. Oleh sebab itu, kami di sini mengajak pemerintah setempat untuk ikut menolak RUU Pornografi,” teriak Lasmi.

Karena DPRD sedang kedatangan tamu, maka tidak bisa menemui para demonstran dan hanya bisa diwakili salah satu anggotanya, Sumiartini. “Saya terima aspirasi teman-teman dan nanti akan saya sampaikan ke anggota DPRD yang lain,” ujarnya.

John Manoppo menemui para demonstran. {Foto oleh James Anthony L. Filemon}

John Manoppo menemui para demonstran. {Foto oleh James Anthony L. Filemon}

Namun para demonstran tidak merasa puas dengan jawaban Sumiartini. Syalom Pasau langsung mengatakan, “Ternyata anggota DPRD tidak mau menerima aspirasi masyarakat Salatiga, tapi lebih mementingkan tamu dari daerah lain. Dan ternyata anggota DPRD hanya membohongi rakyat dengan memberikan janji-janji palsu!”

Karena tidak merasa puas dengan sikap DPRD, massa langsung meninggalkan Gedung DPRD sambil mengucap maki-makian. Mereka lantas menuju Kantor Walikota Salatiga.

Sesampainya di Kantor Walikota, mereka melakukan orasi kembali. “Kalau Bapak Walikota tidak mau menemui kita seperti anggota DPRD, itu berarti Bapak Walikota juga berkhianat kepada rakyat!” teriak Syalom. Tak lama kemudian, Walikota Salatiga, John Manuel Manoppo, menemui para demonstran dan berkata, “Sudah banyak media yang menayangkan penolakan-penolakan RUU Pornografi di berbagai tempat. Dan semoga RUU Pornografi tidak jadi disahkan oleh pemerintah. Saya juga ikut setuju atas penolakan tersebut,” kata John.

Puas karena walikota mau menanggapi aspirasi mereka, massa pun meninggalkan Kantor Walikota dengan didahului penyanyian lagu Bagimu Negeri yang dipimpin Mbah Lasmi.

26 thoughts on “Front Tolak RUU Pornografi Salatiga Turun ke Jalan”

  1. Pingback: Scientiarum » Pesan Demonstran
  2. Trackback: Scientiarum » Pesan Demonstran
  3. ZOE says:

    Ayo……..mbah…… semangat……. tidak cuma yang muda saja yang boleh semangat yang tua juga bisa semangat…….. MERDEKA !

  4. andi-dobleh says:

    huahahaha.. IWAN sang preman kampus sedang berdialog dengan om John….

    Syalom Pasau langsung mengatakan, “Ternyata anggota DPRD tidak mau menerima aspirasi masyarakat Salatiga, tapi lebih mementingkan tamu dari daerah lain….

    Lha gimana, massa aksi datang dengan teriakan dan bau keringat.. tamu datang biasanya bawa …… (tiiiittttt, sensorrr)…

    TOLAK RUU APP…
    buat Yod n STR: TOLAK DRESS CODE FE… 😀

  5. Pdt Masada Sinukaban says:

    Syalom, Hanya Satu Kata Tolak RUU Pornografi sekarang juga, karena bisa mengakibatkan disintegrasi bangsa, juga karena bisa menghancurkan budaya indonesia yang beragam, karena ruu pornografi ini terlalu mengurus pakaian pribadi-pribadi, usul kami perlu dibuat forum diskusi di salatiga mungkin uksw dan lmnd, kpgi bisa memfasilitasi kegiatan tersebut untuk membuat kesepakatan bersama utk menolaknya Gbu

  6. Pdt Masada Sinukaban says:

    Syalom, perlu di ingat bahwa ruu pornografi ini sangat multi tafsir, banyak pasal-pasalnya yang tidak jelas maksud dan tujuannya. perlu diketahui Ternyata Undang-undang yang lain juga sudah ada yang membahas masalah Pornografi ini, misalnya UU Tentang Penyiaran, Pers, Perlindungan Anak, Trafiiking dan KHUP. Jadi yang penting saat ini adalah menegakkan Hukum yang sudah ada dengan menindak semua pelaku-pelaku Industri Porno. Jadi, tanpa RUU P juga semuanya sudah terwakili OK GBU

  7. STR says:

    Salam, ada lagu menarik nih. Saya postingkan bersama chord-nya ya, biar bisa dinyanyikan pakai gitar sekalian. 😀

    Manusia Setengah Dewa
    by Iwan Fals

    Intro : A A

    A E F#m C#m
    Wahai presiden kami yang baru
    D E
    Kamu harus dengar suara ini
    A E F#m C#m
    Suara yang keluar dari dalam goa
    D E
    Goa yang penuh lumut kebosanan

    A E F#m C#m
    Walau hidup adalah permainan
    D E
    Walau hidup adalah hiburan
    A E F#m C#m
    Tetapi kami tak mau dipermainkan
    D E
    Dan kami juga bukan hiburan

    F#m C#m D E
    Turunkan harga secepatnya
    F#m C#m D E
    Berikan kami pekerjaan
    F#m C#m
    Pasti kuangkat engkau
    D E
    Menjadi manusia setengah dewa

    Chorus:
    A D A E
    Masalah moral masalah akhlak
    A D E
    Biar kami cari sendiri
    A D A E
    Urus saja moralmu urus saja akhlakmu
    A D E
    Peraturan yang sehat yang kami mau

    F#m C#m D E
    Tegakkan hukum setegak-tegaknya
    F#m C#m D E
    Adil dan tegas tak pandang bulu
    F#m C#m
    Pasti kuangkat engkau
    D E
    Menjadi manusia setengah dewa

    Intro : A E F#m C#m D E 2X
    Back to Chorus

    F#m C#m D E
    Turunkan harga secepatnya
    F#m C#m D E
    Berikan kami pekerjaan
    F#m C#m D E
    Tegakkan hukum setegak-tegaknya
    F#m C#m D E
    Adil dan tegas tak pandang bulu
    F#m C#m
    Pasti kuangkat engkau
    D E
    Menjadi manusia setengah dewa

    A E F#m C#m
    Wahai presiden kami yang baru
    D E
    Kamu harus dengar suara ini

  8. wit says:

    saya juga menolak!!
    silakan kunjungi http://pwijayanto.net/?p=51

  9. STR says:

    Maaf, saya pribadi punya pertanyaan.

    Pada poin ketujuh, alasan penolakan adalah “RUU Pornografi akan semakin memiskinkan rakyat miskin di negara ini.

    Maksudnya gimana tuh?

  10. wit says:

    iya STR, itu tanda tanya??

    juga point ke 6, lho..berarti bisa terima RUU Pornigrafi (asal) dengan REVISI?

  11. J@zzmine says:

    wuih….. 🙁
    mungkin… Inilah wujud nyata pernyataan Indonesia adalah Negara Hukum….
    semua jadi ada hukumnya. Tapi biasanya… Aturan kan dibuat untuk DILANGGAR…
    jadi ya tidak perlu pusing…. Kalau sampai UU Anti Pornografi disahkan… YA DILANGGAR SAJA….
    gampang tooo….
    Gimana tuh calon-calon AHLI HUKUM…. masa kalah sama mbah2…….. Mbah Lasmi aja berani angkat bicara… masa yang “tahu hukum” …. diem aja…
    🙁 🙁 🙁

  12. IMANUEL GINTINGS says:

    Sadis.. angkat jempol untuk Pdt Masada Sinukaban, tetap tolak RUU Pornografi bung.. jangan pernah takut untuk menyarakan kebenaran, itu kata-kata anda yang selalu dan terus saya ingat,..!!
    Oke.. mantap bung syalom pasau dan kawan-kawan.. semangat anda untuk menyuarakan kebenaran ini perlu diacungi jempol.. tetap semangat..merdeka..!!

  13. Joy says:

    Saya setuju dengan unjuk rasa penolakan RUU pornografi, menurut saya itu sangat tidak penting untuk dibahas oleh pemerintah. marilah kita pikirkan kesejahteraan masyarakat indonesia yang belum merata ini dan menurut saya itu yang lebih penting dari pada mengurus UU pornografi.
    permainan ranjang kok diurus…! Apa kata dunia….!?

  14. Fredy says:

    Tolak RUU Pornografi!!!
    Bukannya setuju dengan pornografi tetapi saya juga menolak Budaya Indonesia diseragamkan..Indonesia yang hanya bisa di Imajinasikan, malah ingin diarahkan lagi kepada sebuah kebijakan yang mengatur tentang imajinasi rakyatnya..Dengan alasan bahwa rakyat Indonesia tidak lagi mengahargai moral dan akhlak mulia..
    Bila perlu RUU Pornografi di endapkan saja, atau kalo bisa dihanguskan!!!
    Jangan mencoba untuk menyeragamkan rakyat Indonesia, kalau kita saja hanya bisa membayangkan Indonesia!!!
    Negara Indonesia bukan negara sepakbola, tetapi Negara Demokrasi!!!

  15. DQ says:

    @Joy: setuju dengan panjenengan, seharusnya kita pikirkan peningkatan kesejahteraan guru. RUU Porno itu malah mainan orang2 DPR koq, uang sidangnya kan lumayan, apalagi kalo diperpanjang2. Bisa sekalian kampanye gratis, dibayari lagi!

  16. Zoe says:

    @ STR: maksudnya poin ke tujuh itu sat yang ada pada poin2 penolakan RUU yang berisi memiskinkan rakyat miskin maksudnya rakyat akan semakin merasa di persempit ruang geraknya dengan aturan2 pemerintah dan ada contohnya rakyat yang tinggal di tepi sungai karna tidak punya jamban/ toilet maka mereka akan membuang hajat di sungai nah kalo saja RUU itu di sahkan maka rakyat akan semakin merasa di tindas kira2 seperti itu sat karna saya anya menguti ucapan mbah lasmi.

  17. wit says:

    setuju dengan spanduk di kampus tolak RUU PORNOGRAFI, tapi mungkin lebih baik jika tulisannya ditambahi,

    TOLAK PORNOGRAFI +
    TOLAH RUU PORNOGRAFI.

    gitu mungkin lebih jelas maksudnya….. (atau memang tidak menolak pornografi?)

  18. Pdt Masada Sinukaban says:

    Syalom, Mengapa Kami menolak Pansus RUU Pornografi ini? Karena Pansus ini tidak menghargai Keragaman Budaya di Indonesia, cenderung memaksakan keseragaman “budaya tertentu” dari Negara lain. Padahal Bangsa Indonesia ini terbentuk bukan oleh satu Budaya atau satu Agama saja, akan tetapi Terbentuk oleh banyak Budaya dan banyak Agama. Jadi, dengan demikian kami wajib menolak RUU Pornografi ini karena sangat berpotensi Memecah Persatuan dan Kesatuan atau Disintegrasi Bangsa Indonesia atau NKRI. Jujur saja, kami menolak Dengan Keras Pornografi atau sejenisnya akan tetapi bukan dengan RUU Pornografi yang sangat berbahaya ini. dan RUU P yang penuh Multi tafsir, Merdeka GBU

  19. Pdt Masada Sinukaban says:

    Salam Damai, sekedar Info : ada 5 Pasal yang sangat Kontroversi dalam RUU Pornografi ini, bila Teman-teman sudah membaca Draf RUU P ini yaitu Pasal 1, 4, 5,10 dan Pasal 21. Pasal-pasal ini penuh Multi Tafsir Contohnya pada Pasal 1 ada kata-kata “yang dapat membangkitkan hasrat Seksual” tidak jelas dan sangat Subjektif. Juga pada Pasal 21 ada kata atau kalimat “Masyarakat dapat berperan serta dalam melakukan pencegahan terhadap pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan Pornografi”. Sangat berbahaya sekali, Inilah yang bisa mengakibatkan adanya Milisi-milisi Sipil yang baru dan cenderung bisa mengakibatkan Orang-orang melakukan/Main hakim sendiri atau melakukan Kekerasan, Pansus RUU P harus mengkaji ulang atau menghentikan RUU ini ok GBU

  20. Pdt Masada Sinukaban says:

    Salam Damai, sekedar Tahu OK!! Sebenarnya Sudah ada Undang-undang yang mengatur masalah Pornografi, Industri Pornografi dan menyangkut Pornoaksi di Undang-undang No 8 tahun 1992 Tentang Perfileman, UU No 40 1999 tentang Pers, UU No 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran, UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan KUHP. Nah, yang penting sebenarnya saat ini Pemerintah RI, DPR RI, Kepolisian, Kejaksaan dan Kehakiman harus Tegas dan Berani membasmi masalah Pornografi di Negeri ini. Bukan mesti membuat Uu baru?? Untuk itulah PDIP dan PDS menolak RUU P ini karena rasa Nasionalismenya. Partai-partai yang lain Semuanya Mendukung utk Segera disahkan jadi Undang-undang. Kalau Anda mau Mendukung atau Menolak Silahkan Hub Pansus RUU P dari PDIP Ibu Eva Sundari HP 08123114631 dan Bapak Agung Sasongko HP 08122651370 GBU

  21. TL says:

    UU yang porno itu akhirnya disahkan.

    Kamis, 30 Oktober 2008 | 13:26 WIB
    Akhirnya RUU Pornografi Disahkan.

    JAKARTA, KAMIS – Setelah melalui proses sidang yang panjang, Kamis (30/12) siang, akhirnya RUU Pornografi disahkan. RUU tersebut disahkan minus dua Fraksi yang sebelumnya menyatakan walk out, yakni Fraksi PDS dan Fraksi PDI-P.
    Menteri Agama Maftuh Basyuni mewakili pemerintah mengatakan setuju atas pengesahan RUU Pornografi ini.
    Menurutnya, RUU ini nondiskriminasi tanpa menimbulkan perbedaan ras, suku, dan agama. Substansi RUU juga dirasa tepat dan definisi dirasa sangat jelas. RUU ini untuk melindungi masyarakat dan sebagai tindak lanjut UU perlindungan anak dan penyiaran.
    http://www.kompas. com/read/ xml/2008/ 10/30/13264812/ akhirnya. ruu.pornografi. disahkan

  22. andi-dobleh says:

    Emang napa sih dengan pornografi?
    aku aja dah liat bokep n baca stensil(the good old days.. 😀 )dari kelas 6 SD. AMpe skarang juga ga pernah merkosa orang.
    dasar pemerintah kebanyakan bacot, cari duit doank.
    Lagi disorot masalah korupsi, jadi mereka mengalhkan perhatian publik ke pornografi.
    kalau melihat reaksi masyarakat terhadap RUU(skrg dah jadi UU) ini, ternyata pornografi diminati oleh segenap bangsa Indonesia.. hehehehe

    @Pdt Masada Sinukaban (komentar 18)

    IMO mengenai pasal 21 itu sebenarnya tidak bermasalah , asalkan tidak ada
    pasal 22 ayat 1 poin d:
    Pasal 22

    (1) Peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 dapat dilakukan dengan cara:

    a. melaporkan pelanggaran Undang-Undang ini;
    b. melakukan gugatan perwakilan ke pengadilan;
    c. melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pornografi; dan
    d. melakukan pembinaan kepada masyarakat terhadap bahaya dan dampak pornografi.

    yang sering disalah tafsirkan justru pada kata “pembinaan”, karena dalam KBBI pun pengertiannya masih terlalu luas.

    Tetapi tetap saja aku menentang UU ini..
    hak kita untuk mengakses informasi (ds.com n bb17 kan juga informasi…)

    NB: keknya DPR ama pemerintah takut aja tuh kalo bokep2 3gp mereka kesebar lagi..
    duh sial.. situs2 bokep banyak yang di block…..

  23. Rids says:

    Setuju RUU hanya pada bidang-bidang tertentu misal penayangan di televisi sekarang ini gak menididk babar blas, berita, film, yang mengeplotasi yang tidak pantas dilihat oleh anak-anak hendaknya negara memiliki kuasa untuk melarang tidak menayangkan. Coba anda lihat tayangan-tayangan di telivisi manapun sekarang ini banyak yang tidak pantas untuk pendidikan anak terutama yang mengeploitasi sex, wanita, pokoke yang bebau pornografi….nah mau jadi apa anak-anak kita nanti, bebas sex seperti org luar….? Apa kata dunia ?

  24. Pingback: Scientiarum » Penolakan UU Pornografi dari kampus Satya Wacana
  25. Trackback: Scientiarum » Penolakan UU Pornografi dari kampus Satya Wacana
  26. fredy says:

    perlu Untuk teman2 UKSW tahu bhwa UU pornografi ini belum sah. RUU ini baru sampai pada tahap persetujuan dari DPR, untk selanjtnya disahkan. kalo satu RUU sudah disahkan pasti sudah ada nmernya dan tahun terbitnya,mis UU no 23 th 2003 ttg Pilpres,gt. jadi buat teman2 jgn berhenti utk ters mndesak pemerintah agar jgn sampai RUU ini sah.
    Hidup UKSW..n jayalah selalu.

  27. Yudo Widiyanto says:

    Salut buat kalangan masyarakat yang melakukan aksi penolakan RUU Ponografi di Salatiga. Penolakan tersebut jelas mencerminkan perspektif multikultular yang bertanggung jawab. Ini artinya Salatiga belum kehilanggan identitas, sikap etisnya masih menghargai keragaman.

    Bagaiamanpun nantinya keputusan politik sah atau tidaknya RUU Pornografi. Tidak menggeser hak untuk asasi masyarakat Salatiga untuk berkspresi, dan mengemukakan pendapat. Tanpa ada paksaan dari golongan tertentu untuk menyeragamkan sudut pandang.

    Lepas dari porno dan tidak porno. Jangan pernah ada pemaksaan warna kulit hitam harus jadi putih, keriting jadi lurus, sipit jadi melotot. Lihatlah semuanya dari kacamata multi perspektif.

    Salam hormat tuk masyarakat Salatiga masih jadi pandu Demokrasi di Indonesia.

  28. Dicky Kurniawan (xrvel) says:

    Btw mbah Lasmi kok bisa ikut demo kenapa ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *