Menyongsong Pesparawi Mahasiswa X
Berita ini telah dilihat 581 kali sejak 23 October 2008SALATIGA — Universitas Kristen Satya Wacana akan jadi tuan rumah Pesta Paduan Suara Gerejawi Mahasiswa X, 26 Oktober hingga 2 November 2008 mendatang. Temanya kali ini diangkat dari Mazmur 96:12 Alkitab versi Terjemahan Baru: “Biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka segala pohon di hutan bersorak-sorai.”
Sony Heru Priyanto, ketua panitia Pesparawi Mahasiswa X, mengatakan bahwa tema tersebut punya beberapa makna. “Harmoni dengan Tuhan berarti harus meningkatkan keharmonisan dengan Tuhan, dalam arti mengucap syukur. Harmoni dengan sesama memiliki arti mengajak untuk hidup bersama saling menghargai antara suku-suku yang ada. Harmoni dengan lingkungan berarti, selain memikirkan paduan suara, mereka juga harus memikirkan lingkungan. Karena lingkungan sudah rusak, maka kita harus care sama lingkungan agar lingkungan juga bisa bersorak-sorak memuji Tuhan,” jelas Sony.
Wakil Rektor III Umbu Rauta, penanggungjawab kegiatan ini, mengatakan bahwa Pesparawi Mahasiswa X sudah dipersiapkan sejak 2006, ketika UKSW mengajukan diri sebagai tuan rumah — saat Pesparawi Mahasiswa IX berlangsung di Universitas Sam Ratulangi, Manado.
Sejauh ini, panitia telah melakukan “pendekatan” kepada Departemen Pendidikan Nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Kota Salatiga. “Selain itu, panitia Pesparawi juga sudah mempersiapkan tempat pelaksanaan, dan sampai saat ini untuk tempat pelaksanaan sudah tidak ada masalah,” kata Umbu.
Umbu juga mengatakan, jumlah kontingen yang turut serta dalam Pesparawi Mahasiswa X adalah yang terbanyak dalam sejarah, yakni 39 kontingen (Pesparawi Mahasiswa IX diikuti 27 kontingen — Red). Padahal, panitia telah membatasi jumlah peserta sebanyak 35 kontingen. Kata Umbu, “Yang empat (kontingen) itu nekat. Pendaftaran sudah tutup 30 Juni (2008) tapi mereka masih ngotot ingin ikut.”
Sebagai catatan, jika Universitas Kristen Indonesia Toraja turut serta, maka total peserta akan jadi 40 kontingen. Namun kemudian universitas itu batal ikut karena alasan finansial.
Rencananya, panitia akan menanggung seluruh biaya akomodasi, konsumsi, dan transportasi lokal tiap kontingen — kecuali kontingen yang “nekat” — selama kegiatan berlangsung. “Setiap kontingen akan disediakan satu bus, dan sejauh ini untuk kepanitiaan sudah siap 90 persen dan saya berharap mulai tanggal 25 Oktober nanti panitia harus sudah siap 100 persen,” janji Umbu. Dia bilang, panitia mendapat bantuan dana dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk penyelenggaraan kegiatan ini. “Mereka (Dikti — Red) kasih satu (miliar rupiah) lebih,” klaim Umbu.
Total pengeluaran panitia sendiri? “Masih fleksibel, bisa sampai sekitar dua (miliar rupiah),” klaim Umbu lagi.
Untuk penjurian, panitia akan mendatangkan dua juri internasional dan tiga juri nasional sekaligus. Mereka juga akan diminta jadi pembicara lokakarya saat Pesparawi nanti. Menurut Susanti Pujiastuti, wakil ketua panitia Pesparawi Mahasiswa X, para juri tersebut telah dipersiapkan sejak setahun yang lalu, karena adanya standar pemilihan juri dari Dikti.
Dalam upacara pembukaan, yang rencananya akan dilaksanakan di lapangan Kridanggo, panitia akan bekerjasama dengan Pemkot untuk pelaksanaan, juga pengamanannya. Menurut Susanti, seusai pembukaan, semua kontingen akan berjalan kaki menuju kampus UKSW. Sepanjang perjalanan, mereka akan diiringi atraksi beberapa kelompok etnis, marching band Akademi Kepolisian, “marching blek”, dan barongsai.
Tanggapan mahasiswa
Septiana, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, menuturkan bahwa ia merasa bangga dengan terselenggaranya Pesparawi. “Karena Salatiga akan kedatangan tamu dari Sabang sampai Merauke dan dari universitas se-Indonesia,” katanya.
Septiana juga sengaja telah menyiapkan waktu untuk menyaksikan Pesparawi nanti. Ia mengaku, seumur-umur baru akan menyaksikan Pesparawi untuk pertama kalinya di UKSW.
Tak hanya Septiana saja yang senang dengan penyelenggaraan Pesparawi. Reza, mahasiswa Program Profesional, mengatakan dirinya sudah sangat menanti-nantikan Pesparawi sejak pertama kali baliho pengumuman Pesparawi dipasang. “Satu minggu pelaksanaan Pesparawi nanti saya akan selalu standby di BU, biar saya puas,” katanya.
Selama Pesparawi berlangsung, mahasiswa UKSW akan tetap menjalani proses belajar mengajar seperti biasa. “Oleh sebab itu, pihak panitia meminta maaf kepada sivitas akademika jika selama kegiatan pesparawi berlangsung, akan terganggu karena keramaian,” ujar Sony Heru Priyanto.
Rencananya, Pesparawi Mahasiswa X akan dihadiri Menteri Pendidikan Nasional, Gubernur Jawa Tengah, Walikota Salatiga, Musyawarah Pimpinan Daerah, beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama, juga para pemimpin perguruan tinggi peserta yang ikut.
RALAT
Kami salah mengutip kata-kata Umbu Rauta. “Yang empat (kontingen) itu nekat. Pendaftaran sudah tutup 30 Juni (2008) tapi mereka masih ngotot ingin ikut.”
Kutipan yang benar seharusnya adalah, “Yang lima (kontingen) itu nekat. Pendaftaran sudah tutup 30 Juni (2008) tapi mereka masih ngotot ingin ikut.”
Atas kekeliruan ini, kami mohon maaf kepada pembaca. Terimakasih.
Satria A. Nonoputra
Redaktur

Komentar no. 23
30 October 2008 5:16
Perambah
@Kalau yang dipilih adalah pesparawimahasiswax.net, otomatis domain itu akan kadaluarsa untuk Pesparawi Mahasiswa selanjutnya.
setuju…
bukan hanya akan kedaluwarsa, tahun depan kalau tidak diperpanjang lagi sudah akan tidak ada domain itu, jadi.. perparawimahasiswax.net akan almarhum….
biar almarhum tapi tetap dikenang, backup (import) semua data, nanti di-eksport ke wordpress yang gratisan.
oh ya..? ada yang tahu biaya pembuatan website itu? berapa biaya untuk website ini (scientiarum.com)?
bisa bandingkan?
Komentar no. 22
30 October 2008 0:33
Perambah
Mas Wit,
Untuk kabar-kabar seputar Pesparawi Mahasiswa X, silakan akses situs webnya saja di alamat http://pesparawimahasiswax.net. Saya batalkan sindikasi konten SA dengan Harmoni, karena rupanya konten publikasi cetak Harmoni telah diunggah ke situs web Pesparawi itu. Selamat membaca!
By the way, hingga kini saya tak kunjung mengerti kenapa panitia memilih domain pesparawimahasiswax.net, padahal domain pesparawi.net atau pesparawi.com masih available ketika saya cek via Dynadot malam ini. Untuk anchor pesparawimahasiswa malah belum ada yang beli.
Kalau yang dipilih adalah pesparawimahasiswax.net, otomatis domain itu akan kadaluarsa untuk Pesparawi Mahasiswa selanjutnya. Sedangkan kalau beli domain pesparawi.net misalnya, sampai kapanpun dan apapun jenis Pesparawi-nya domain ini akan tetap relevan dipakai. Jika Pesparawi Mahasiswa, maka cukup dibuat subdomain di alamat mahasiswa.pesparawi.net. Jika Pesparawi Anak, maka subdomainnya anak.pesparawi.net. Begitu pula jika Pesparawi Wanita, wanita.pesparawi.net.
Komentar no. 21
29 October 2008 20:11
Perambah
Syalom, Selamat buat Panitia Pesparawi dan UKSW yang bersedia menjadi Penyelenggara Kegiatan ini, “Nyanyikanlah Nyayian Baru”, Peduli Orang Miskin, Anak Jalanan, Pengemis, Panti Asuhan, Papa, Hina, Tertindas, Korban Penggusuran di Negeri ini, Korban Lapindo, Korban Kekerasan, TKI yang Dianiyaya, Korban HIV AIDS, Korban Narkoba, Peduli Illeggal Logging, Orang Susah, Anak Putus Sekolah DLL Suarakan dengan “Paduan Suara Kebenaran” dan Anti Korupsi di Negeri ini, Selamat Bernyanyi Buat seluruh Para Peserta Pesparawi !! Biarlah Semuanya itu Hanya Untuk Kemuliaan Tuhan Yesus Kristus Sampai Selama-lamanya hingga Kekal. GBU