Pemilu AS 2008: Atase Kebudayaan AS Beri Kuliah Tamu

Browse By

Kuliah tamu Anne Grimes
SCIENTIARUM/JESSICA PERMATASARI
Moderator Theofransus Litaay dan atase Anne Grimes saat kuliah tamu kemarin lusa.

Pada 28 Oktober 2008 telah diadakan kuliah tamu dan diskusi interaktif mengenai Pemilihan Umum Amerika Serikat 2008. Kegiatan yang diadakan di ruang F515 ini dihadiri oleh beberapa mahasiswa, dosen, Wakil Rektor I Daniel Kameo, dan Rektor Kris Herawan Timotius. Pembicaranya, Anne Grimes, adalah atase kebudayaan dari Kedutaan Besar AS untuk Indonesia.

Anne Grimes bercerita tentang sistem pemilihan umum di AS yang berbeda dengan Indonesia. Di Indonesia, kata Daniel Kameo, pemilihan umum ditandai dengan tidak adanya debat terbuka, banyak keributan, dan masyarakat tidak benar-benar mengenal para kandidat. Perbedaan yang sangat jelas juga ditunjukkan dari jumlah partai. Di AS, dulu sempat terdapat berbagai partai seperti yang terjadi di Indonesia sekarang. Namun, kini AS hanya punya dua partai yang bersaing pada setiap pemilihan umum, yaitu Partai Demokrat dan Partai Republik.

Pemilihan umum di AS — yang hanya diadakan pada Tahun Kabisat — diselenggarakan dalam dua tahap. Tahap pertama selalu diadakan pada Selasa pertama bulan November. Pemungutan suara terakhir dilaksanakan 41 hari setelah itu. Jadi, pada tahun 2008, AS akan mengadakan pemilihan umum pada 4 November yang akan datang dan pemungutan suara terakhir jatuh pada 15 Desember. Sedangkan pelantikan presiden dan wakil presiden akan dilaksanakan pada 20 Januari 2009.

Sampai saat ini, hanya tersisa dua kandidat terkuat dari 16 kandidat, yaitu John McCain dari Partai Republik dan Barrack Obama dari Partai Demokrat. McCain lahir pada 1936. Ia merupakan cucu dan anak seorang laksamana Angkatan Laut Amerika Serikat. McCain adalah calon presiden 2008 yang tertua. Sedangkan Barrack Obama yang lahir pada 1961 merupakan seorang Amerika keturunan Afrika (African-American — Red). Obama sempat tinggal di Indonesia selama beberapa tahun pada masa kecilnya.

Untuk dapat mencalonkan diri sebagai presiden dan wakil presiden di Amerika, seseorang harus berusia minimal 35 tahun, merupakan warga negara yang lahir di Amerika, dan telah tinggal di sana sekurang-kurangnya 14 tahun. Meski wakil presiden dipilih oleh presiden sendiri, dan bukan oleh masyarakat Amerika, ia tak boleh berasal dari negara bagian yang sama dengan presiden tersebut.

Satu hal yang disayangkan dari pemilihan umum di AS adalah rendahnya partisipasi warga. Pada 1960 jumlah warga yang memberikan suaranya mencapai 64 persen dari total populasi pemilih. Sedangkan pada 1996 jumlahnya merosot menjadi sekitar 50 persen. Hal ini disebabkan warga negara tidak diwajibkan untuk memilih. Mereka memilih secara sukarela. Seperti yang dikatakan Anne Grimes, kadang seorang warga negara merasa malas untuk datang ke tempat pemungutan suara karena terlalu jauh. “Mungkin mereka berpikir bahwa suara mereka tidak akan berpengaruh besar, padahal mereka telah habiskan uang untuk pergi ke tempat pemungutan suara,” kata Grimes.

Di AS, para kandidat benar-benar terekspos media massa. Masyarakat AS, dan bahkan dunia, mengenal para kandidat. Dalam hal ini, media massa diperbolehkan untuk memihak pada salah satu kandidat, dengan syarat, media tersebut harus membedakan antara berita nyata dan opini.

Diskusi kemarin lusa diharapkan menjadi alat komunikasi sekaligus pengenalan Amerika Serikat kepada Indonesia. “Diskusi ini merupakan program mensosialisasikan proses politik,” kata Daniel Kameo. “Ini merupakan kesempatan kita untuk berbagi,” tambahnya.

9 thoughts on “Pemilu AS 2008: Atase Kebudayaan AS Beri Kuliah Tamu”

  1. Pingback: Scientiarum » Kuliah tamu Pemilu AS 2008
  2. Trackback: Scientiarum » Kuliah tamu Pemilu AS 2008
  3. Pdt Masada Sinukaban says:

    Syalom, Kita Doakan saja Pemilu Presiden AS Tahun 2008 ini, Masalah yang menang Barack Obama atau McCain Itu Terserah Orang Amerika. Yang Penting Pemilu Di AS Aman dan Damai. Siapapun yang Menang Toh Kita Di Indonesia Gini-Gini saja, He, He, He itu saja GBU

  4. Theofransus Litaay says:

    Pemilihan presiden amerika serikat memang tidak memiliki dampak langsung kepada kehidupan masyarakat di indonesia.
    Tetapi dampaknya secara tidak langsung sebenarnya sangat terasa dan kalau tidak diberi perhatian secara kritis oleh dunia kampus, maka masyarakat kecil bahkan bisa menjadi korbannya.
    Contoh yang paling jelas adalah pengaruh kebijakan energi alternatif melalui pengembangan biodiesel atau melalui etanol di amerika serikat yang sekarang dikampanyekan para calon presiden amerika. Pada waktu isu ini semakin populer, kami pernah berkomunikasi dengan beberapa anggota DPR-RI bahwa jika kebijakan energi amerika tidak diantisipasi maka akan memakan korban di indonesia.
    MENGAPA?
    Karena sekian banyak lahan tanaman pangan di amerika serikat akan digunakan sebagai sumber bahan pembuatan biodiesel. kebijakan dengan tema “Rural-based bioenergy” ini tentunya akan mengurangi luas lahan tanaman makanan pokok seperti jagung, sehingga petani harus mengalihkan lahan kacang kedelai misalnya untuk jagung yang hilang.
    Masalahnya, Indonesia sangat tergantung dengan impor kedelai dari Amerika untuk bahan baku pembuatan makanan tempe dan tahu di Indonesia. Sudah terasa dampaknya beberapa waktu lalu dimana harga tempe dan tahu naik akibat kenaikan harga kedelai impor.
    Sayangnya di indonesia hal ini tidak diberikan perhatian. akibatnya rakyat kecil yang merugi.
    Pengaruh lainnya adalah kebijakan pemerintah baru di amerika untuk menyelesaikan krisis lembaga keuangan internasional. Jika hal ini tidak diatasi segera, maka bisa menimbulkan krisis keuangan global dan krisis ekonomi jilid 2 bagi Indonesia.
    Jadi cukup jelas, bahwa meskipun tidak ada kaitannya secara langsung antara pemilu di amerika dengan kehidupan masyarakat indonesia, tetapi bukan berarti tidak ada kaitan sama sekali.

  5. saam fredy says:

    …………..Anne Grimes bercerita tentang sistem pemilihan umum di AS yang berbeda dengan Indonesia. Di Indonesia, kata Daniel Kameo, pemilihan umum ditandai dengan tidak adanya debat terbuka, banyak keributan, dan masyarakat tidak benar-benar mengenal para kandidat. Perbedaan yang sangat jelas juga ditunjukkan dari jumlah partai…….

    Kalimat diatas seakan membuat Daniel Kameo menjadi pembicara. Pembicara dalam kegiatan tersebut tunggal yaitu Mrs. anne Grimes.

    Salam,
    Saam Fredy

  6. Zie says:

    Akhirnya… Obama is the next USA president…!! We are waiting for January 29th, 2009… ^_^
    Congrats for Obama… =p

    @ Saam Freedy:
    Apa Anda ada di kuliah tamu tersebut? Maaf kalau memang Anda hadir dalam kulah tamu dan diskusi tersebut, berarti Anda tidak mendengar sambutan Bp. Daniel Kameo. Beliau memang menyebutkan kata tersebut dan penulis hanya mengutip.
    memang, pembicara tunggal dalam event tersebut adalah Mrs. Grimes, tapi dalam sambutan, tidak bolehkah seseorang menyampaikan pendapatnya????

  7. saam fredy says:

    @zie: terima kasih.

    Saya hadir bersama jessica, duduk paling belakang, meliput untuk http://www.uksw.edu.

    Coba kamu baca sekali lagi kalimat ini:

    ….Anne Grimes bercerita tentang sistem pemilihan umum di AS yang berbeda dengan Indonesia. Di Indonesia, kata Daniel Kameo, pemilihan umum ditandai dengan tidak adanya debat terbuka, banyak keributan, dan masyarakat tidak benar-benar mengenal para kandidat. Perbedaan yang sangat jelas juga ditunjukkan dari jumlah partai. Di AS, dulu sempat terdapat berbagai partai seperti yang terjadi di Indonesia sekarang. Namun, kini AS hanya punya dua partai yang bersaing pada setiap pemilihan umum, yaitu Partai Demokrat dan Partai Republik…..

    Boleh saja mengutip pernyataan Bapak Kameo, kenapa tidak. Tapi coba lihat kamlimat di atas, saya jika tidak hadir dalam kegiatan itu dan membaca tulisan si penulis akan menafsir bahwa Bapak Kameo menjadi pembicara juga.

    Akan lebih baik lagi jika sang penulis memisahnya menjadi “Pak Kameo dalam kata sambutannya menyebutkan bahwa…..”.

    Salam,
    Saam Fredy

  8. wit says:

    ternyata…..,banyak yang tidak menyangka, bahwa Barack Obama keturunan Yahudi,
    silakan baca.

    http://secretsocieties.wordpress.com/2008/11/12/terbukti-barack-obama-adalah-yahudi/

    padahal dulu orang yakin bahwa Obama bukan yahudi..
    http://gozidni.multiply.com/journal/item/23/Konspirasi_Yahudi_MeNuju_g3dung_Putih

    yang saya heran, mengapa “fakta” bahwa Obama yahudi, baru beredar di internet setelah Obama terpilih jadi presiden, sebelum itu, informasi itu ditahan dimana? siapa yang menahan?
    wis mbuh…, ini mungkin permainan tingkat tinggi.

    ada yang mau komentar?

  9. Pdt Masada Sinukaban says:

    Salam Sejahtera,
    Krisis Global mungkin berdampak ke Indonesia selama 1-3 tahun kedepan, untuk itu ayo cintai rupiah, beli Produk Indonesia dan Kita serukan kepada Pemerintah agar peduli terhadap rakyat miskin dan pedagang kecil menengah agar sektor riil di lapangan tetap berjalan dengan baik, jangan hanya membela atau mendukung Pengusaha kaya atau Konglomerat saja, masalah Presiden AS Obama atau bukan itu urusan mereka, yang penting kita bangun Indonesia ini secara bersama GBU

  10. graceofheaven says:

    Syalom rekan2 Uksw,

    Saya mau me-reply komentar dari Wit. Jujur saja, saya tak tahu dengan pasti apakah Barack Obama adl keturunan Yahudi. Dan apakah itu penting, maybe for some people it is but not for me personally.

    Untuk orang Yahudi berkulit hitam itu memang benar adanya. Hanya sayang, mereka mostly tak diakui karena warna kulitnya meski mereka tetap memegang tradisi Yahudi sama eratnya dengan saudara mereka yang berkulit putih. Banyak ahli sejarah yang menunjukkan bukti2 serta mengatakan bahwa nenek moyang Israel yang disebut di Alkitab mereka berkulit warna, termasuk Yesus Kristus sendiri. Kemudian Israel sekarang yang mayoritas berkulit putih karena mereka adalah keturunan hasil kawin campur selama ratusan tahun. Sedangkan image bahwa semua Saints dan Yesus Kristus yang selalu digambarkan berkulit putih hanyalah karena para artis Eropa yang membuatnya.

    Kembali ke Barack Obama, kemenangan yang diraihnya dalam pemilu 2008 ini benar2 spektakuler, seperti yang banyak teman2 tahu tak hanya mayoritas rakyat AS yang merayakan kemenangannya tetapi juga banyak negara lain yang turut bersukacita. Peserta pemilu di AS kali ini juga jauh melampaui jumlah peserta pemilu tahun2 sebelumnya.

    Kemenangan Barack seakan menaklukan “white supremasist” yang secara luas diakui oleh masyarakat dunia baik dengan terang-terangan atau takut-takut. Jujur saja Mas Wit, sepengalaman saya tinggal di ngeri Paman Sam, racism benar2 masih live and well di sini. Tak hanya orang berkulit hitam yang merasakan, orang berkulit kuning juga ikut merasakan.

    Yang lebih mengherankan lagi, untuk pertama kalinya saya mendengar pengakuan dari reporter-reporter yang berdarah Chinese di Amerika (dari siaran Live) menyatakan bahwa mereka bangga untuk pertama kalinya, lahir sebagai Chinese American dan tidak malu menyebut diri mereka sebagai orang kulit berwarna.

    Hal itu menunjukkan bahwa white supremasi benar2 masih memperbudak emosi dan pikiran masyarakat dunia. Dengan Barack sbg preseiden baru di US, maka wajah US akan berubah dari yang selalu “berkulit putih yang adi kuasa” menjadi kulit hitam! Tak heran banyak orang di sini yang juga marah, red necks yang benci perubahan, jadi konspirasi untuk membunuh Obama sangatlah besar kemungkinannya.

    So, kalo menurut saya (pendapat pribadi lho), Obama yang digossipkan sebagai keturunan Yahudi, bagi orang Amerika itu tak penting. Yang penting kulit Obama itu masih hitam juga khan, jadi yah dia tetap saja kulit hitam.

    Bagi masyarakat Afican American, Obama adalah jawaban dari harapan dan doa sejak di bunuhnya MLK, sebagai mimpi yang menjelma jadi nyata, bagi orang kulit berwarna lain (asia/ puerto rico/ spanish, dll), Obama seperti secercah harapan untuk “dare to dream and reach to your dream”, bagi sebagian orang kulit putih, Obama adalah angin yang membawa perubahan dari “old boys club”, sedangkan bagi red necks atau mungkin bahkan secret society, Obama adl suatu mimpi buruk yang musti diakhiri, they used to say “Boys, it’s only 4 years, and we go back to normal again (maksudnya back to white president again).”

    Well, for me, Obama is a part of God’s plan, yang pastinya adalah bagian untuk datangnya Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Until maranatha.

    God bless.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *