Harapan Para Skater

Browse By

Divisi Tiang Salatiga eksis sebagai komunitas pemain skateboard di Salatiga. Komunitas ini berawal dari sekelompok anak muda yang menghabiskan waktu sore hari dengan bermain skateboard. Mereka lalu berkumpul dan menjadi sebuah komunitas yang terstruktur untuk menampung para skater (sebutan bagi para pemain skateboard) di Salatiga.

DTS resmi berdiri tahun 2004. Kini ia beranggotakan sekitar 20-30 orang, dua pertiga di antaranya mahasiswa Satya Wacana. “Jumlah anggota DTS memang tidak begitu jelas, karena ada beberapa orang yang cuma ikut gabung, beberapa waktu kemudian tidak kelihatan lagi,” ujar Miko.

Miko, yang bernama lengkap Kurnia Bagus Jatmiko, adalah ketua DTS. Ia masih tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi angkatan 2003.

“Kami latihan tiap sore di jalan masuk SMP 1 Salatiga. Di stadion Kridanggo juga ada yang latihan tiap sore, tapi mereka bukan dari DTS. Mereka membentuk komunitas sendiri dengan nama Underlamp. Jadi di Salatiga ada dua komunitas skate,” imbuh Miko.

Mengapa kedua komunitas itu tidak disatukan saja, padahal mereka berada pada jalur yang sama?

Miko mengatakan bahwa ia pernah mencoba hal tersebut. Tapi Underlamp menolak. “Mereka mungkin malu untuk gabung dengan kami, tapi hal itu bukan masalah serius. Kami tetap mengajak mereka untuk bergabung tiap kali mengadakan acara-acara tertentu,” terangnya.

“Kami juga punya program yang berisi acara-acara yang akan kami lakukan, di antaranya: Skate Day, acara-acara sosial, mengadakan kompetisi skateboard tingkat nasional, dan arisan,” urai Miko.

Miko menjelaskan bahwa Skate Day merupakan acara setahun sekali. Saat Skate Day, biasanya mereka akan bermain skateboard sambil membersihkan kota. Adapula arisan yang jumlah anggotanya sebanyak 35 orang, dan dilaksanakan dua minggu sekali. “Kami berharap bahwa dengan arisan ini akan membantu anggota untuk dapat membeli papan skate yang harganya terbilang mahal itu,” kata Miko.

PRESTASI 2006

Free Ride Skate Competition (Boyolali)
Kurnia Bagus Jatmiko — Juara Harapan 1 Kelas Pemula

PRESTASI 2007

Madiun Cinta Kamu Skate Competition (Madiun)
Kurnia Bagus Jatmiko — Juara Harapan 1 Kelas Pemula
Sulistyono — Juara Harapan 2 Kelas Pemula

PRESTASI 2008

Go Skate Day (Salatiga)
Sulistyono — Juara 1

Sk8latiga Skate Competition (Salatiga)
Hokki Rio Maycenas — Juara Harapan 1 Kelas Pemula
Sulistyono — Juara Harapan 2 Kelas Pemula

Hari Merdeka Skate Competition (Boyolali)
Sulistyono — Juara 1 Kelas Pemula

Born to be Free (Pekalongan)
Sulistyono — Juara 2 Kelas Open
Kurt — Juara 1 Kelas Pemula
Hokki Rio Maycenas — Juara 2 Kelas Pemula

Walau DTS telah mencetak berbagai prestasi, tapi olahraga skateboard masih dianggap asing dan tak masuk dalam 33 cabang olahraga yang diakui Komite Olahraga Nasional Indonesia Salatiga. Setali tiga uang, DTS juga tak punya relasi dengan Satya Wacana. “Dana yang kami gunakan ketika mengadakan event tertentu, kami dapatkan dari iuran anggota. Kadang kami juga mengajukan permohonan dana kepada Pemerintah, terutama ke Dinas Sosial. Kadang ditanggapi dan kadang pula tidak ditanggapin sama sekali,” ujar Miko.

DTS telah menggelar beberapa kegiatan seperti Happy Melodic 2006 (skateboard, BMX, band, dan bazar), Go Skateboarding Day 21 Juni 2008 (kerjasama dengan Dewan Kesenian Salatiga, Salatiga Reggae United, dan komunitas Tanam Untuk Kehidupan), serta Sk8latiga Skateboard Competition 2008 (kompetisi skateboard tingkat nasional).

Tidak adanya arena latihan bagi para skater jadi kendala serius bagi kemajuan mereka. Kadang-kadang anggota DTS diusir polisi ketika sedang latihan, karena dianggap dapat merusak aspal jalan. “Kami juga pernah ditangkap polisi ketika melakukan latihan di sekitar lapangan Pancasila, dianggap mengganggu kelancaran lalu lintas. Padahal, waktu itu kami latihan jam lima pagi,” kata Miko.

Miko berharap bahwa nantinya para skater di Salatiga akan disediakan tempat khusus untuk bermain skateboard, sehingga mereka tak akan kesulitan lagi mencari tempat untuk latihan.

Miko berharap, DTS bisa terus eksis. Namun semua ini tak akan berhasil bila tanpa dorongan pihak-pihak terkait. Berhubung para anggota DTS kebanyakan mahasiswa UKSW, dia juga berharap Lembaga Kemahasiswaan dapat menjadikan olahraga ini sebagai salah satu unit kegiatan mahasiswa, di bawah naungan Senat Mahasiswa Universitas.

Prita Yudha Puspita, reporter magang Scientiarum

20 thoughts on “Harapan Para Skater”

  1. Alfa says:

    Patut dikembangkan…kegiatan positif anak muda Salatiga. Salut!

  2. squid24 says:

    Maju terus DTS..
    Salam bwt anak2 skate salatiga yang laen..
    Daripada ngelakuin hal-hal yang gak berguna dan merusak diri mendingan maen skate, badan sehat, hati senang dan banyak teman hehehe..

    Skate ‘n have fun

  3. dian ade permana says:

    salam…

  4. sulz says:

    bapak2,ibu2,mas2,mbak2,adek2,semuanya..
    yuk ikut peduli..
    kegiatan mereka positif ko..
    thanks & keep skating

  5. ucilelek says:

    oiiii….
    keep skating mik… tp jgn lupa kuliahe hahaha 2003 gitu loh…

  6. -ILOVEMYSHOES- says:

    salluuuud..
    ternyata prestasinya banyag yaph..
    hehe..
    moga-moga bakal ada investor n sponsor yg maw bikinin sk8park dewh..
    hahahaha..

    huge respect 4 all of you guys..
    keep on sk8in..
    \m/,

  7. yakub says:

    LUAR BIASA, perlu ditiru kebanyakan mahasiswa yang lebih suka ngedugem dan ngehedon, hasilnya malas berpikir dan berolah intelektual. VIVA Skater……
    Usul: untuk mendapat pengakuan, coba lakukan lobi-lobi politik agar bisa memperoleh fasilitas skater atau tempat melakukan skater. kongkritnya buat proposal, dengan nama DTS = Divisi Tiyang Salatiga. Sangat Salatiga!

  8. xnandix says:

    Sebuah komunitas positif yang sudah lama saya kenal, salut buat kesungguhan kawan2 di DTS yang membangun dari awal hingga sebesar sekarang. Siapa tau bisa lahir ‘ the next Tony Hawk’ atau ‘the next Rodney Mullen’ dari sini. he2… Sudah saatnya komunitas2 anak muda seperti diberi space untuk pembinaannya. Daripada bikin konser2 yang malah jadi ajang pesta miras sebaiknya Pemkot mengalokasikan sedikit dana untuk pembinaan mereka.

    Sukses deh buat mas Kurnia Bagus ‘Miko’ Jatmiko dan kawan2 dengan DTS-nya…

  9. rhembolz alias rhema says:

    hallo…salam kenal dari saya, saya cah Pati

  10. Theofransus Litaay says:

    Bagus juga kalau berita ini dikirim ke mas Chris Lundry di Arizona, US. Dia dulu pernah jadi dosen tamu di fakultas hukum, dia fanatik Skater abis-abisan deh.. pernah jadi atlet mewakili AS juga. Pasti dia senang untuk memuat berita skater Indonesia di majalah Skater di amrik.

  11. mickey says:

    maju trus DTS pantang mundur

    sangad..sangad..sangad luph skate

  12. mickey says:

    uksw bantulah divisi tiang salatiga

  13. andre_mbek says:

    buat pak ketu,, jo lali kuliahe,,,

    gusti mberkahi,,,,

  14. iqBal says:

    kk ajarin dund maen skate

  15. Yoyok FTI 2003 says:

    Antok gondrong ndi kie..hehehe.. kok fotone ra ketok..

    @miko: tetap semangat mik.. sukses selalu buat skater salatiga 🙂

  16. Dimas says:

    SIIPP dech….mang harus dikembangkan tuh,kaya breakers yang dulu sering latihan dances di depan BU,mereka mempunyai bakat yang ok..
    KEMBANGIN TRUS DECH………………..

  17. Garis Artistika says:

    waow……..salatiga….kota asalku yg selalu punya daya tarik urban yg membuatku ingin selalu pulang…..love u salatiga..

  18. hita says:

    aku setuju dgn DTS krn salah siapa jika DTS bermain skate di jalan lalu merusak aspal???
    salahnya pemda yg tidak menyediakan tempat untuk DTS maen skate atau salah DTS yg memakai jalan untuk maen skateboard??? seharusnya pemerintah memperhatikan hal ini.

  19. dudhent says:

    wach,,wach,,, wach….. DTS tmbah siiiiiip…. shrus nya pemkab nyedia,int tmpat bwt nagk” dTs,,,,,, maju skaters SALATIGA.

  20. Parulian. P says:

    Kiss the reel…..
    Dear… Miko_Jatmiko….
    Salam Skate Bro…
    Skate UKSW ’02…
    Bayu,Ayes,Miko,Pitiek…dll

    Saaaaalllut wat DTS…
    t’nyata b’kembang mpe skr…

    “TERUSKAN PERJUANGAN”……

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *