Mahasiswa Rentan Kejahatan Cyber

Browse By

Departemen Komunikasi dan Informasi, bekerjasama dengan Fakultas Hukum, mengadakan Seminar Nasional dan Sosialisasi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Seminar yang bertempat di Balairung Universitas ini menghadirkan Yakub Adi Krisanto sebagai moderator dan dibuka dengan sambutan Cahyana Ahmadjajadi (Direktur Jenderal Aplikasi Telematika Depkominfo). Cahyana mengatakan, UKSW adalah kampus pertama di Jawa Tengah yang mengadakan seminar ini. Wakil Rektor I Daniel Daud Kameo pun turut memberi sambutan mewakili UKSW.

Seminar dibagi menjadi empat sesi. Tiga di antaranya adalah presentasi dan penjelasan materi oleh narasumber, sedangkan sesi terakhir adalah untuk tanya jawab. Untuk sesi pertama, sebagai pembicara adalah Danrivanto Budhijanto, seorang Master of Laws di bidang hukum teknologi informasi. Dia mengajar di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran, Bandung.

Pada kesempatan itu, Danrivanto menjelaskan bahwa kini era globalisasi terus berkembang dan, tanpa disadari, setiap hari kita melakukan transaksi elektronik. Menurut Danrivanto, mahasiswa adalah pengguna internet terbesar dan rentan akan kejahatan dunia maya.

Pada sesi kedua, Ajun Komisaris Besar Polisi Faizal Thayeb dari Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian Negara mengatakan, Indonesia saat ini adalah negara pengguna internet terbesar se-Asia. Selain itu, dia juga mengatakan bahwa di Indonesia terdapat pelaku kejahatan cyber. Namun hingga saat ini belum ada identitas pasti siapa pelaku kejahatan cyber tersebut, karena banyak ditemui identitas ganda. Oleh sebab itu, perlu adanya kerjasama antara Polri dengan kepolisian negara lain.

Pembicara terakhir adalah Arif Muliawan, kepala Departemen Sosial-Politik Gerakan Mahasiswa Pendidikan Nasional. Dia mengatakan bahwa dalam pengungkapan kejahatan cyber diperlukan dokumen-dokumen transaksi elektronik sebagai bukti. Namun sayangnya, di Indonesia sendiri penegakan hukumnya belum baik. Ditemui pula kendala dimana korban kejahatan cyber yang melapor masih minim.

Antania Pertiwi adalah reporter magang Scientiarum. Dia mahasiswa Program Studi Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

RALAT
Ada kekeliruan dalam artikel ini, seperti telah disampaikan Saam Fredy dalam komentar kritiknya.

Arief Muliawan ditulis dalam kapasitas sebagai kepala Departemen Sosial-Politik Gerakan Mahasiswa Pendidikan Nasional. Yang benar adalah Kepala Seksi Penyidikan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Ejaan nama Arief juga salah tulis, kurang huruf “e”.

Mengenai pembukaan yang dilakukan Cahyana Ahmadjajadi, Antania Pertiwi sendiri tak dapat memastikan kebenarannya. Dia datang terlambat, dan hanya tanya pada orang-orang di sebelahnya. Antania hanya bilang, mungkin Saam Fredy benar, karena biasanya dia datang lebih awal daripada mulainya acara.

Atas kekeliruan ini, kami mohon maaf. Jika masih ada kritik yang perlu disampaikan, kami tetap terbuka. Terima kasih.

Satria A. Nonoputra
Redaktur

19 thoughts on “Mahasiswa Rentan Kejahatan Cyber”

  1. andi-dobleh says:

    kok judulnya gak ada penjelasan apapun di dalam isi berita…
    CMIIW
    bukannya salah satu syarat judul yang baik adalah representatif?

    buat yang mau liat UU nya.. coba liat di mari : http://www.uuite.com/uu-ite.html

    Pasal 27
    (1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau
    membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan
    yang melanggar kesusilaan.

    ini plus UU Pornografi.. = gak bisa akses situs bokep… (masih bisa tapi kudu muter2)..
    SIALLLLLLL

    (2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau
    membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan
    perjudian.

    curang.. gak boleh judi tapi boleh spekulasi valas dan saham via web….
    judi–> kalah ya yag ilang duit sendiri (kadang juga duit keluarga sih)
    spekulan valas, saham dan produk finansial lainnya–> bisa ngerugiin satu/lebih negara..

  2. STR says:

    Bleh, judul itu diambil dari paragraf ketiga: “Menurut Danrivanto, mahasiswa adalah pengguna internet terbesar dan rentan akan kejahatan dunia maya.

  3. andi-dobleh says:

    iya sat.. emang betul.. cuma ketika kalimat tersebut dipakai untuk jadi judul, IMO sih seharusnya ada penggambaran/penguraian yang lebih lengkap lagi..
    karena judul itu sudah menimbulkan pengharapan dalam diri ku sebagai pembaca, tapi ketika baca isinya, kok ngganjel ….
    CMIIW yah.

  4. STR says:

    Oke, makasih kritiknya ya.

  5. schape09 says:

    well…
    saya mengharapkan beritanya bisa lebih mengena, tapi ternyata belum ya?

    harusnya pemberitaan ini dapat menampilkan substansi yang lebih mendalam, yang bahkan secara teknis dapat dipahami mahasiswa secara umum di UKSW…

    thx

  6. STR says:

    Thanks kritiknya Yok. Akan aku teruskan ke Antania.

  7. wit says:

    Apakah mahasiswa juga rentan menjadi penjahat cyber?

  8. saam fredy says:

    Catat baik-baik:

    ………..dan dibuka dengan sambutan Cahyana Ahmadjajadi (Direktur Jenderal Aplikasi Telematika Depkominfo). Cahyana mengatakan, UKSW adalah kampus pertama di Jawa Tengah yang mengadakan seminar ini. Wakil Rektor I Daniel Daud Kameo pun turut memberi sambutan mewakili UKSW…………….

    – Yang membuka secara resmi kegiatan tersebut adalah WR I UKSW, dengan pemukulan gong. Cahyana Ahmadjajadi (Direktur Jenderal Aplikasi Telematika Depkominfo), tidak dapat datang karena ada kepentingan di Jakarta. Drs. Amsal Asagiri (Sekertaris Direktur Jenderal Aplikasi Telematika Depkominfo) membacakan kata sambutan Dirjen Aplikasi Telematika Depkominfo).

    Di cek ulang:

    ….Arif Muliawan, kepala Departemen Sosial-Politik Gerakan Mahasiswa Pendidikan Nasional. Dia mengatakan bahwa………….

    -apakah Arif datang atas kapasitas sebagai tersebut di atas atau sebagai Jaksa dari Kejaksaan agung RI. Karenan dalam spanduk tidak ada dituliskan mengundang pembicara dari Gerakan Mahasiaswa Pendidikan Nasional.

    Salam,
    Saam Fredy
    (ikut meliput untuk http://www.uksw.edu)

  9. andi-dobleh says:

    nah lho…….
    Saam dah angkat komentar tuh….

  10. Dicky Kurniawan says:

    Mahasiswa rentan juga pak wit. 😀
    Tapi nggak tahu jaman sekarang kayanya bukan jaman carding2 lagi 🙂

  11. saam fredy says:

    @andi doble: saya hanya menyampaikan apa yang benar, kalau saya salah tolong saya dikoreksi. Kalau anda salah, mohon anda dengan legowo mengkoreksi diri juga.

    Salam,
    Saam Fredy

  12. lisa says:

    Tul….setuju, kalau salah ngaku salah kalau benar ngakulah.

  13. andi-dobleh says:

    @saam
    lah salahku dimana??? jadi bingung.. hehehe..
    gini saam, statementku diatas ditujukan kepada penulis… (salahku gak jelas pas penulisan komentar kali yah)
    maksudku tadi agar penulis juga memperhatikan koreksi yang kamu sampaikan…

  14. STR says:

    Buat Saam, Dobleh, Lisa, dan pembaca yang lain,

    Sikap kami tetap sama. Terbuka terhadap kritik, minta maaf bila salah, dan bersedia memperbaiki kesalahan.

    Saya belum muat ralat berita ini karena belum bertemu Antania secara intens untuk diskusi soal ini. Sebenarnya, Antania telah bicara kepada saya minggu lalu, ketika dia mendapat teguran dari Saam Fredy. Tapi waktu itu saya sedang tak fokus pada pembicaraan, karena dia datang dan bicara saat saya sedang menulis. Ini salah saya juga. Saya minta maaf.

    Saya janji akan muat (atau tak muat — tentu dengan pemberian alasan) ralat, segera setelah bertemu Antania besok.

  15. saam fredy says:

    Wah ….telat responnya. Hampir seminggu berita turun, baru akan diralat.

    Salam,
    Saam fredy

  16. saam fredy says:

    ……………..Mengenai pembukaan yang dilakukan Cahyana Ahmadjajadi, Antania Pertiwi sendiri tak dapat memastikan kebenarannya. Dia datang terlambat, dan hanya tanya pada orang-orang di sebelahnya. Antania hanya bilang, mungkin Saam Fredy benar, karena biasanya dia datang lebih awal daripada mulainya acara…………………..

    Mungkin saam fredy benar? Saya benar, saya 1 dari ratusan orang yang datang pada hari itu. Saya sempat berbincang dengan staf depkominfo saat para pimpinan UKSW menjamu para pembicara di GAP lantai 2, dan ikut pembukaan. Konfirmasi sepihak kepada penulis membuat kata mungkin semakin membiaskan kebenaran.

    Jika dirasa kurang, sebaiknya bertanya kepada panitia. Schape tuh salah satau panitianya.

    Salam,
    Saam Fredy

  17. saam fredy says:

    Yang ini sangat perlu dicek lagi:
    ……….Arief Muliawan….kepala penyidik di kajati jabar…..

    di cek lagi, apakah kapasitas si arief itu datang sebagai kepala penyidik di kajati jabar, atau sebagai tim sosialisasi uu ite?

    salam,
    saam fredy

  18. STR says:

    @ Saam: Terima kasih kritiknya. Kamu benar, aku hanya konfirmasi ke Antania waktu itu. Ini salahku. Aku akan tuliskan ralat lagi bulan depan, setelah penerbitan cetak usai. Memang lama, tapi itulah yang terbaik yang aku bisa. Trims.

  19. saam fredy says:

    @ to all: jangan salah sangka kepada saya yang sering memberikan masukan. Siapa lagi yang mengawasi scientiarum jika bukan para pembacanya.

    Salam,
    Saam Fredy

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *