Makrab FKIP 2008: Satu Musuh Kebanyakan, Seribu Teman Kurang

Browse By

Gerimis yang turun sejak Jumat pagi, 7 September 2008, membuat lapangan sepak bola kampus UKSW becek. Namun kondisi tersebut tak menyurutkan minat 650 peserta Malam Keakraban Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 2008.

Makrab yang dihelat hingga 8 November 2008 ini mengusung tema “Satu Musuh Kebanyakan, Seribu Teman Kurang”. “Makrab ini sengaja diadakan untuk menjalin keakraban sesama mahasiswa, agar nantinya progdi (program studi — Red) satu dengan progdi lain saling melengkapi, karena kita satu fakultas,” ucap Harcahyono Adi selaku panitia. Satria W., panitia lainnya, menambahkan, “Selain itu biar peserta makrab merasa ingin mempunyai banyak teman seperti tema makrab tahun ini.”

Beda dengan fakultas lain yang menggelar makrab di luar kampus, FKIP justru menggelar makrab di dalam kampus tanpa ada acara menginap. Ketika disinggung tentang hal ini, Adi menjawab sambil tersenyum. “Kami sengaja memilih tempat di kampus karena evaluasi dari tahun kemarin. Tahun kemarin makrab diadakan di Gedong Songo (Bandungan — Red), tapi temen-temen banyak yang komplain karena kedinginan dan sakit. Resiko juga besar, makanya kami memilih tempat di kampus aja.”

Menyinggung banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan makrab, Adi mengaku telah menyiapkan panitia khusus untuk meng-“handle” kegiatan. Hal ini diupayakan agar kegiatan ini berlangsung efektif. Menurut Adi, makrab ini tak wajib, tapi bisa digunakan untuk mengejar poin yang ditetapkan Universitas, serta untuk menambah teman.

Selama kegiatan berlangsung, saya telah mewawancarai empat peserta makrab. Berikut inilah tanggapan mereka.

Aloysius Aditya P.
Bimbingan Konseling 2008

“Makrab sekarang kurang adanya persiapan, dari kepanitiaan belum kompak. Game kurang mengasyikkan karena yang digunakan game-game lama dan ga ada inovasi game-game baru. Makan dan snack-nya lumayan tapi agak bikin ga nafsu makan. Makrab tahun ini biasa aja. Harapan buat makrab besok, dimatangkan lagi acaranya. Buat yang lebih seru.”

Nova Fitriana Novita Sari
Pendidikan Sejarah 2008

“Kurang menyenangkan, LO (liaison officer — Red) kurang aktif dan kritis. Pihak panitia kurang inovatif sehingga acara membosankan. Kondisi lapangan dan pos-pos game kurang nyaman. Harapan buat besok, acara lebih dipersiapkan, kepanitiaannya serta acara-acaranya lebih menarik. Permainannya juga lebih menarik.”

Selmi Rambu Ana Nggaji
Pendidikan Ekonomi 2008

“Makrab mengasyikkan karena panitianya lucu. Permainannya asyik. Snack-nya juga bikin kenyang. Tapi terganggu juga karena lapangannya becek, sehingga sepatunya kotor semua. Mudah-mudahan makrab besok lebih asyik lagi dari hari ini.”

Prantalo
Pendidikan Guru Sekolah Dasar 2008

“Kesan untuk makrab hari ini, yang pertama, kondisi lapangan ga memungkinkan, becek, makanan tidak sesuai dengan selera. Kalo disuruh jadi ketua kelompok, saya tidak bersedia karena belum pernah jadi ketua. Persiapan panitia lumayan bagus tapi belum sempurna. Tapi saya udah agak senang ikut acara ini karena sudah banyak mengenal teman, walau belum semuanya. Harapan saya supaya bisa berjalan dengan baik, persiapan lebih bagus. Kekompakan lebih bagus. Oleh karena itu, harus dipersiapkan dari sekarang.”

Prita Yudha Puspita adalah reporter magang Scientiarum. Dia mahasiswa Program Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

23 thoughts on “Makrab FKIP 2008: Satu Musuh Kebanyakan, Seribu Teman Kurang”

  1. Winarto says:

    “Satu Musuh Kebanyakan, Seribu Teman Kurang”, dari sisi teman sangat menarik ini. Dapat ide darimana ya?
    Dari komentar beberapa peserta sepertinya mereka tidak puas dengan kegiatan ini. Pesertanya 650 mahasiswa? itu mereka sadar betul untuk mencari “seribu teman” atau untuk mengejar point yang ditetapkan universitas? karena salah seorang panitia menyebutkan “makrab ini tak wajib, tapi bisa digunakan untuk mengejar poin yang ditetapkan Universitas, serta untuk menambah teman”
    Mengejar point terus, capek lho tar.hehehehe

  2. Joy says:

    To : Adi
    Tolong kalo ngasih info yang jelas & lengkap sekalian, jangan setengah-setengah. kemarin yang di gedong songo itu setahu saya banyak mahasiswa yang komplain tentang makanannya yang gak enak “kurang layak untuk mahasiswa”, banyak mahasiswa yang gak doyan makanan itu trus akibatnya banyak yang sakit, ada juga beberapa mahasiswa yang sampai masuk rumah sakit saat ikut makrab dan ada juga mahasiswa yang sepulang dari makrab, saat sampai kampus langsung pingsan dan akhirnya masuk RSUD salatiga selama beberapa hari.
    selain tiu banyak mahasiswa mengeluh karena biayanya mahal tapi kaosnya ecek-ecek/ ra mutu.

    Setahu saya, mengenahi pemilihan tempat — kenapa tidak memilih diluar kampus itu karena Dekan FKIP tidak mengijinkan dan menyarankan untuk di dalam kampus aja. mengenai Dekan yang tidak menijinkan, saya kurang jelas alasannya kenapa.

    Menurut Adi, makrab ini tak wajib, tapi bisa digunakan untuk mengejar poin yang ditetapkan Universitas, serta untuk menambah teman.

    jangan asal ngomong mas, banyak panitia ngomong kalau makrab itu wajib, tapi kok kamu bilang gak wajib? maksudmu gimana? saya bisa ngomong kayak gini karena saya tahu dengan mata kepala sendiri ada beberapa panitia yang ditanya para calon pesertanya bahwa makrab ini wajib.
    Yang benar yang mana?

    Tolong lain kali kalau ngomong jangan asal-asalan ya! disini ucapanmu dibaca banyak orang!

  3. zoe says:

    kalo boleh ikut diskusi hehheee,…..
    tema yang di angkat cukup bagus siee.. tapi kalo bisa judulnya jangan pake makrab gityu…. soalnya setauku kegiatan itu memang dilaksanakan di kampus tetapi tidak ada malam harinya dan hanya dilaksanakan pada siang hari saja padahal judulnya makrab (malam keakraban) seharusnya judulnya di ganti aja SIKRAB (siang keakraban) heheheee….

    kalo boleh ikut menanggapi tanggapan para peserta heheheee….
    tanggapan alosius: ya kalo berbicara tentang persiapan dalam suatu kegiatan pasti sudah dipersiapkan sebelumnya namun kadang juga meski persiapan dilakukan secara maksimal hasilnya bisa juga gak maksimal ya maklum lah mas… panitia juga manusia hehehehe…. kalo alasan snack dan makanannya lumayan tapi gak nafsu itu yang dipertanyakan apa karena snacknya kurang enak atau giginya yang males ngunyah hehehee… berbicara tempat yang becek dan sebagainya mungkin pikiran panitia lebih memilih tempat di kampus ya mungkin biar lebih ngirit aja kan kalau nyewa trek buat ngangkut orang ke tempat yang agak jauh buang-buang duit hehehee…

    mas bejo: mas bejo jangan anggap kaosnya ecek-ecek meskipun ecek-ecek tapi kalo belinya di paris ya mahal juga tow hehheeee…
    saya juga sempat mendapat informasi tentang makrab FKIP kali ini kalau pembagian jatah snack dan makan yang tidak sesuai jadwal ada yang bilang seharusnya 3X sehari tapi malah 2X sehari coba saja mas bejo yang juga keluarga FIKP di cari kebenarannya siapa tau ada penyimpangan-penyimpangan dana terus makrabnya denger-denger belum benar-benar mendapat persetujuan dari Dekan tapi makrab sudah di laksanakan gityu….. maturnuwon…….

  4. Panitia Keakraban FKIP UKSW 2008 says:

    to : Winarto
    mengenai ide tema acara keakraban, kami mendapatkannya tidak mudah looooohhh…. dengan semedi, di gunung kidul, sehingga mendapatkan wangsit… (“.) (.”) (“.) hehehe,,
    enggak kok.. kami hanya ingin ikut “nguri-uri kabudayan jawi” dengan mengangkat salah satu falsafah jawa dan kami terjemahkan dalam bahasa Indonesia supaya lebih NASIONAL… 1000 teman adalah ungkapan jawa yang mengkiaskan bahwa kita harus punya teman sebanyak mungkiiiinnnnnn… untuk point, itu kami kembalikan ke “Pribadi” masing2 peserta…
    Makasihhh…

    to : bejo
    kami PANITIA memang tidak mewajibkan… (kalo wajib…. wooooow banyak donk yang harus ikut… ora mesak’ke po karo panitiane… hehehe)

    to: zoe
    Wah-wah-wah-wah…… kurang info ya……?????
    udah liat kaos peserta ato spanduk acara?? atau kaos panitia??? yang keren itu lohhh…. hehehe
    disana kan kagak ada tulisan MAKRAB…. yang ada “ACARA KEAKRABAN MAHASISWA FKIP 2008” hmhmhm….
    untuk jatah makan hari pertama, 1X makan besar, dan 1X snack…
    karena… hari pertama cuma sampe jam 11.30 WIB (karena hari jumat, ya,,, toleransi umat beragama…)
    hari ke-2
    makan besar 2X, snack 2X. tapi,,, karna ada keterlambatan snack terakhir, jadi snack itu dibagi-bagikan ke panti asuhan, dan warga sekitar UKSW, mau liat fotonya?? datang aja ke LKFKIP.
    mengenai Penyimpangan Dana, tunggu aja lah LPJ yang udah di acc.
    mengenai persetujuan Dekan, kami kurang setuju, karena landasan kegiatan makrab, salah satunya adalah hasil keputusan Rapat Dinas, antara Panitia dan Pimpinan Fakultas. oke???

    nB :
    anak muda memang punya banyak rencana yang indah, tapi orang tua, sudah banyak makan garam kehidupan,
    jadi,,,,,,,,,,,
    Nasehat orang tua harus diperhatikan dan di perimbangkan,,, dan Tuhan yang berkehendak,,,

  5. Joy says:

    To : Panitia Keakraban FKIP UKSW 2008

    Oke Kalau memang seperti itu, jadi yang perlu kalian lakukan sekarang adalah meminta maaf pada peserta yang kalian kasih tahu bahwa makrab itu wajib.

    saya bisa ngomong kayak gini karena banyak mahasiswa yang ngomong ke aku kalau makrab itu wajib.

  6. Pdt Masada Sinukaban says:

    Salam Sejahtera,
    bagus acara itu, tapi perlu di tindak lanjuti, agar kedepannya ada sesuatu hal yang didapatkan. Bukan hanya kegiatan sekedar sudah ada saja tapi ada sesuatu yang bisa dikenang, alias jangan hanya rutinitas saja, buatlah yang lebih menarik OK GBU

  7. Joy says:

    Nah itu pak pendeta, kegiatan di FKIP itu sangat jarang sekali ada tindak lanjutnya, yang saya rasakan selama ini, semua kegiatan yang dilakukan itu hanya tradisi yang sudah pernah dilakukan para seniornya dulu.

    Bersama pak pendeta dkk, mari kita suport mahasiswa FKIP (termasuk saya, he……) agar menjadi lebih baik.

  8. zoe says:

    saya si setuju sama seperti pak pendeta ataupun mas bejo dengan tindak lanjut kegiatan sperti makrab dan sebagainya tapi saya kurang setuju seketika sesuatu kegiatan dilakukan dan di ikuti oleh mahasiswa hanya untuk mengejar kredit poin saja…

    to : panitia . masalah bagus dan tidaknya kaos dan spanduk yang kalian gunakan itu hanya pandangan subyektif meskipun bagus di mata kalian belum tentu bagus di mata orang lain begitu mas. dan masalah kaos yang saya tuliskan ecek2 tapi belinya di paris itu hanya menyanggah komennya mas bejo saja jadi saya pikir anda tidak perlu menjawab.
    dan satu lagi yang saya maksud tulisan makrab di ganti dengan sikrab itu ada judul dari tulisan artikel yang di tulis oleh prita yang juga peserta dalam kegiatan tersebut.

  9. cweety says:

    to : zoe maksud panitia, tolong liat kaos dan spanduknya dulu buat ngebuktiin klo gak da kata makrab. tapi bener juga klo makrab di artikel perlu diganti. deal khan???? he..he..he
    buat mas bejo : thanx for your comment. tapi jika kita tilik kembali soal wajib / sunnah-nya makrab ini, ya….bingung juga siih. soalnya dari berbagai info yang aku dapetin, banyak yang bilang makrab itu wajib (sejak aku ikut makrab 2007 lalu, BERARTI DAH SETAHUN LEBIH KAN???), bahkan banyak juga yang bilang makrab merupakan salah satu syarat buat skripsi besok (info itu dah familiar banget di telinga anak-anak FKIP). Tapi sampai sekarang masih sedikit ucapan orang yang masuk ke telingaku klo makrab itu gak wajib alias sunnah. soal alasan…aku belum tau pasti kenapa. soal meminta maaf, kayaknya gak perlu dech……coz menurutku gak da yang salah. klo kita lirik kembali comment2 di atas, da comment panitia klo makrab merupakan keputusan hasil rapat dinas. ya…mungkin aja (sorry aku lom tau pastinya gimana) wajib tidaknya makrab tergantung fakultas masing”.
    eh BTW si mas bejo ini dah ikutan makrab belom sich? klo belom……MAAF BANGET NICH YA MAS…..pantes aja isi comment-nya gitu. coba klo kamu udah ikutan…mungkin aja isi comment-mu beda ?!?!
    hehehehe….
    klo aku pribadi sih, tahun kemarin ikut makrab dengan banyak alasan…..
    dulu emang bener aku+temen2 dapet info klo makrab itu wajib. so…aku+temen2 lainnya juga wajib ikutan dunx…
    sekalian juga pengen refreshing, cari temen buanyuuak (coz aku juga termasuk anak baru khan….)
    ngejar point juga sich…
    intinya aku pengen ngikut aturan dulu ja. aku khan anak baru. klo emang acara makrab ini wajib + sertifikat makrabnya mau di pakai buat syarat skripsi, yaaa aku dah “aman” duluan. tapi kalau tooh gak jadi wajib + gak jadi buat syarat skripsi, ya udah gak pa2. tooh aku juga gak rugi kog. aku sekarang dah banyak temen dari makrab, dan tambah pengalaman dari kegiatan tersebut juga (termasuk bisa ngrasain tidur tanpa selimut di sana+gak bisa BAB, hehehe…). oh iya sapa tau juga tuh sertifikat bisa buat sertifikasi guru. khan lumayan bisa nambah point.
    so…terlepas dari wajib gak wajib…
    kita liat ja manfaat makrab itu buat kita. tapi klo tooh tetep gak keliatan manfaatnya…tuh artinya…
    MAKRAB TERSEBUT EMANG GAK DA MANFAATNYA
    …………..ATAU……………….
    KITA-NYA AJA YANG GAK MAU MEMANFAATKANNYA !!!!
    OK!!!
    THANX…

  10. zoe says:

    @cweety :MAKRAB WAJIB ???????
    Kalo memang wajib apakah pihak Fakultas dan atau Rektorat punya surat keputusannya ????
    setauku si makrab dan kegiatan lainnya hanya program kerja LK, jd untuk kata wajib sepertinya kurang pas.
    MAKRAB DIPAKAI UNTUK SYARAT SKIPSI ?????
    saya pikir makrab tidak ada hubunannya dengan skripsi dan saya pikir kata-kata makrab untuk syarat skripsi itu hanya akal-akalan LK saja agar mahasiswanya pada mau ikut makrab karena LK punya program kerja mengakrapkan mahasiswa di fakultasnya (mungkin).
    jadi jika di pikir secara benar apa hubungannya makrab dengan skripsi?? sepertinya tidak adakan ?? so bisa di katakan makrab hanya program kerja LK saja. adapun alasan beberapa mahasiswa yang tidak mau ikut makrab saya pikir ada benarnya juga toh selama ini makrab hanya bersirat sesaat saja karena apa saat kita makrab memang pas itu juga kita bisa saling mengenal dengan mahasiswa lainnya (satu fakultas) tapi setelah makrab selesai apakah kita masih saling akrab dengan mahasiswa yang lain meskipun itu satu fakultas. adapun mahasiswa yang masih saling akrab hanya beberapa saja. ya memang penting dan gak pentingnya makrab itu tergantung dari peserta makrab.

    makaciiiiii……….
    zoe.

  11. Joy says:

    Oke! mungkin kamu dah tahu kalau aku belum ikut makrab di tahun ini, tapi aku sudah pernah ikut tahun 2006 yang lalu. berdasar itulah aku menyatakan bahwa makrab itu tidak terlalu bermanfaat. meski waktu itu aku tidak dipungut biaya dalam mengikuti makrab tersebut.

    MAKRAB TERSEBUT EMANG GAK DA MANFAATNYA
    …………..ATAU……………….
    KITA-NYA AJA YANG GAK MAU MEMANFAATKANNYA !!!!

    Dari pernyataan diatas, manfaat yang aku tahu, jelas pengalaman, tambah teman, “senang” walaupun ada yang “senep” point dll. tapi tanpa makrabpun kita bisa mendapatkan itu semua. uang 85 ribu kalau cuma itu manfaatnya apa efektif? mencari pengalaman dalam organisasi/kegiatan tidak perlu mengeluarkan uang sebanyak itu. di uksw, banyak sekali kegiatan yang gratis dan memiliki manfaat yang lebih dari pada makrab. selain itu poin juga pasti dapat.
    kalau aku pribadi, mending tambah 15 ribu sudah bisa buat bayar kos 1 bulan atau buat yang lain yang aku rasa hal itu lebih beremanfaat.

    Buat kalian semua, apa kalian tidak bisa membuat kegiatan yang lebih bermanfaat untuk mahasiswa FKIP? kalau kalian “cari aman” dalam mengadakan kegiatan, silahkan. kemajuan mahasiswa bagian dari tanggung jawab kalian.

    Btw, kalau dasar dari makrabnya saja tidak jelas, apa mungkin tujuannya akan jelas?

    Thank’s
    Senang, saya bisa berdiskusi di dunia maya ini dengan saudara!

  12. Joy says:

    To : Susi Purwandari (cweety, imoet, dsb)

    Terima kasih, maaf kalau aku tahu siapa kamu sebenarnya, sebenarnya aku hanya menebak, dan kamu yang mengaku sendiri. aku mengira ini adalah kamu karena sebelumnya aku sudah cerita dan tanya-tanya keteman-teman dan orang itu gak banyak. dan yang saya tahu dari beberapa teman yang punya antusias tinggi dalam menanggapi hal ini hanya kamu. selain itu yang rajin ngenet & gak gaptek cuma kamu.

    “Wah….pokoknya susi memang Hebat” kata teman-teman ketika medengar nama kamu disebut.
    Aku ngerasa saat kamu masuk dan coment dalam dunia maya ini, rasanya perbincangan ini semakin menarik dan seru. kutunggu tanggapanmu selanjutnya Sus?

    oke? Thank’s for your coment.

  13. Donald's says:

    Hi temen-temen ku yang ganteng2, n cantik2. Aku donald, mahasiswa PE, Ex. Ketua BPM-FKIP. Sebenarnya aku sendiri ketika mendaftar di FKIP tahun 2005 yang lalu, aku sama sekali tidak pernah merasakan menjadi peserta dalam kegiatan yang namanya MAkrab itu. Soalnya, waktu itu aku daftar kuliahnya agak telat, kira-kira perkuliahan dah jalan 2 minggu. Jadi, baik makrab maupun PPMB sekalipun aku gak ikut. Waktu itu denger2 dari temen memang ada kegiatan, namun titlenya bukan Makrab, dan aku gak tau apa-apa. Yang jelas, waktu itu mahasiswa baru FKIP dibawa ke ketep untuk berkegiatan disana. Saat itu juga gak ada suatu kewajiban bagi mahasiswa untuk mengikutinya.

    Kegiatan keakraban menjadi sesuatu yang wajib terjadi baru mulai angkatan 2006, dimana saat itu ketua SEMA, sdr Hans (PE) berencana untuk bekerja sama dengan fakultas dalam kaitannya dengan kewajiban mahasiswa untuk mengikuti makrab. Saat itu, hans mengungkapkan bahwa dia akan berkoordinasi dengan pimpinan fakultas (kala itu dipimpin oleh Drs. Kusjadi, MBA) untuk membahas hal ini. Mengenai kelanjutan pembahasan itu, jujur saya tidak tahu, namun makrab tetap dilaksanakan dengan diikuti mahasiswa FKIP yang jumlahnya tidak sesuai dengan jumlah mahasiswa baru semuanya (untuk lebih jelasnya hub Agung’ BK-05 yang saat itu menjadi ketua panitia).

    PAda tahun ajaran berikutnya (2007), terjadi perubahan formasi kepemimpinan baik di fakultas maupun di LK. Saat itu dekan dijabat oleh Lobby Loekmono, Ph.D, dan LK dipimpin oleh duet Ferry Widodo, dan Wiwid Kemukus. Selain perubahan pimpinan, muncul sistem baru yang diberlakukan di tahun ajaran ini, yaitu munculnya kredit poin bagi mahasiswa baru. Saat itu, aku merasakan makrab yang sangat besar, sangat menguras tenaga dan biaya, dengan peserta 500 orang, dan panitia 40an orang. Promosi dilakukan pada waktu sesi LK di PPMB yang diadakan sebelumnya. Saat itu muncul pula berbagai pertanyaan dari sejumlah mahasiswa yang tidak kebagian tempat. “Bagaimana nasib kami?” Padahal saat itu mahasiswa baru berjumlah kurang lebih 650, sedangkan kuota hanya 500. Pimpinan LK saat itu menjawab dengan jawaban untuk ikut ditahun mendatang. Tema saat itu adalah Build FKIP Student Friendship for Successful in Study. Visi LK mengadakan kegiatan itu, selain membina keakraban, juga menyediakan wadah bagi mahasiswa baru untuk mencari poin. (lihat buku pedoman)

    Coba perhatikan. Mahasiswa S1 butuh 1000 poin. 300 diantaranya sudah masuk poin wajib. Oleh karena itu mahasiswa perlu mencari 700 poin untuk bisa lulus dalam waktu 4 tahun. Itu artinya 175 poin setiap tahun harus dapat. Jika ada 1300 orang mahasiswa FKIP angkatan 2007 dan 2008, artinya perlu disediakan 227.500 poin (dengan asumsi mahasiswa hanya mengandalkan kegiatan dari LK saja). 227.500 poin itu baru dibagi kedalam kegiatan-kegiatan yang seharusnya bisa bermanfaat.

    Buat aku, yang sudah ya sudah. Baik buruknya yang sudah terjadi jadikan sebagai pelajaran buat kita bisa lebih baik lagi. Yang pasti lain kali, buat kegiatan yang punya tujuan yang jelas (aku gak bilang makrab gak ada tujuan yang jelas lho ya). Yang pasti, sebagi pejabat LK FKIP ya pastilah bisa bikin strategic planning, Operational planning, Management By orieted, dsb. So, disini kita kan melayani mahasiswa, jadi berikan pelayanan yang terbaik. Tuhan Memberkati.

  14. eno says:

    Makrab kemarin ya….He3 telat ngacih tanggapan, soir ya bro..Ah yang penting aku dapat teman baru dari kegiatan itu, kan tujuanya jelas mencari banyak teman. Bukan cari kegiatan yang keren, bukan cari makanan yang enak..He3 Tapi jujur kegiatan kemerin kurang keren, and maemnya…he3X no coment dweh. Tapi aku sendiri bangga Lho, cz temen2 fak lain banyak yang iri ma makrab ini…
    Yaa Laen kali aku punya cita-cita buat kegiatan yang bisa cari banyak teman, acaranya keren, and sekali lagi maemnya mantap-mantap…Ya kaya kehidupan surga lah…Tapi mungkin gak ya?? Klo iya tolong dunk kacih masukan….Lho malah gak nyambung He3X

  15. Joy says:

    To : Eno & klo g salah T. Harseno (koordinator SIKRAB/MAKRAB FKIP tsb) maaf kalau salah!

    untuk menuju hal yang baik itu memang tidak lah mudah. tapi semua itu mungkin saja terjadi. karena di dunia ini, tak ada yang tak mungkin. Yo ra?

    Btw, kamu ud pernah liat surga ya! kok mau bikin kegiatan yang kaya kehidupan di surga?

    And maaf, aku g bisa ngasih masukan mengenai cita-citamu bikin kegiatan kaya kehidupan di surga itu, coz aku sendiri belum pernah tahu kehidupan di surga itu seperti apa.

    thx Boz

  16. Ryan says:

    uhhhhhhhh………
    ikut nimbrung ahhh, kelihatanya asik nih………
    ketika membaca artikel ini ada 2 pendapat yaitu senang dan tidak menyenangkan ini dibuktikan dari 2 pendapat peserta makrab teman2 FKIP…so saya pikir penulis berita ini cukup cerdas karena tidak berat sebelah…….ketika ada dua pendapat yang berbeda yang seimbang makanya yang menetukan kegiatan ini menyenangkan/tidak menyenangkan adalah pembaca tulisan ini….yang jadi masalah orang yang tidak ikut kegiatan ini memberi comment dan hanya mendapat kan informasi hanya dari berita ini saja apalagi tidak ikut kegiatan makrab tersebut ini yang mengakibatkan diskusi kusir alias diskusi tanpa solusi..

    To: ALL
    kasih solusi bukan sekedar mencacat saja….

    To:JOY
    saya tertarik dengan kata2 anda “untuk menuju hal yang baik itu memang tidak lah mudah. tapi semua itu mungkin saja terjadi. karena di dunia ini, tak ada yang tak mungkin” ketika saya membaca tulisan anda ini apalagi saya hubungkan dengan surga yang belum anda pernah lihat dan mengakibatkan anda tidak bisa memberi solusi kegiatan yang seperti disurga….diatas anda bilang tidak ada yang tidak mungkin, saya pikir waluapun kamu belum pernah lihat surga pasti bisa memberi solusi kegiatan seperti disurga…ini kalau anada konsisten n bertanggung jawab dengan comment anda…peace

  17. Joy says:

    To ; Ryan
    kita pake logika yg mudah aja, misal ; “kegiatan di tempat ‘X’ itu katanya sangat menyenangkan dan banyak makna yang bisa di petik” nah ini baru katanya, jika aku balum pernah lihat atau mengikuti kegiatan di tempat X, mana mungkin aku bisa memberi solusi. apa cukup aku bilang “katanya”….! klo benar sih gak pa2, lha klo salah, aku bisa kena sendiri dunk….!!!

    Mas Ryan, ini bukan mencacat atau gak mencacat…! menurut anda, apa yang saya tulis di sini Fakta/tidak?

    Kita berkomentar itu harus tahu dasar permasalahannya/sejarahnya, jangan asal. key? dan saya berkomentar disini karena saya lihat sendiri boz.
    seperti kata temenku, “itulah pentingnya belajar sejarah”

  18. Ryan says:

    TO:JOY
    wooooo….
    ketika mas JO bilang pakai logika yang mudah saja,..logika seperti apa thu yang mudah(sory ndak jelas)?
    mas JOY, aq pikir ketika mas sudah tau dasar permasalahan berarti mas bisa ngasih solusi….karena yang aku dalam analisis sosial. ketika kita udah mengetaui akar permasalahan atau dasar permasalahan kita bisa menarik benang merah yang dinamakan pohon tujuan (tujuan untuk menyelesaikan segala persoalan)…so buatku anda belum tau dasar permasalahan yang sebenarnya..

    ketika mas sudah tau sejarah, tidak sekedar sejarah itu dipelajari aja…aku yakin mas seorang mahasiswa bukan seorang siswa yang seharusnya pola pikirnya berbeda dengan seorang siswa. sejarah bukan sekedar untuk dipelajari saja tp sebagai bahan refleksi agar lebih baik dari sejarah itu sehingga munculah historis maker…saya pikir kl mas peduli, mas akan menjadi historis maker dengan solusi dan terobosan-terobosan yang mas buat yaitu dengan solusi yang kongkret

  19. rsew says:

    for all
    kapan ya qta bisa paham dengan perbedaan dan memakluminya?

  20. cdt says:

    masuk elektro aj…
    rasakan makrab yang sesungguhnya…
    makrab ga cuma ganteng2an ato cantik2an…
    silahkan bandingkan dengan hasil makrab elektro,lebih serem mana..???

  21. seehngojennaca! says:

    kalau begitu, konsep kegiatan lebih dimatangkan lagi tahun depan,
    pengalaman historis bisa jadi bahan evaluasi untuk menjadi lebih baik

    cintai tujuannya dan kejar tujuannya lebih dulu ketimbang kegiatannya!

    Viva and Bravo UKSW

  22. GINANJAR says:

    Bpk.DR.SULARDI. MM beliau selaku DEPUTI BIDANG BINA PENGADAAN, KEPANGKATAN DAN PENSIUN BKN PUSAT,dan dialah membantu kelulusan saya selama ini,alhamdulillah SK saya tahun ini bisa keluar.Teman teman yg ingin seperti saya silahkan anda hubungi bpk DR.SULARDI.MM Tlp; 0813-4662-6222. Siapa tau beliau mau bantu?

  23. Aksi Cepat Tanggap says:

    1 musuuh sudah merepotkan…
    Please visit for volunteerism, philantrophy dan humanism

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *