Euforia Konser Dies

Browse By

Seorang mahasiswa menunjukkan tiket sementara LA Lights Concert yang dijual Rp 10 ribu, di depan Gedung Lembaga Kemahasiswaan. Konser yang menghadirkan bintang tamu Andra and the Backbone dan The Changcuters ini akan digelar di lapangan sepakbola kampus pada hari Minggu, 23 November 2008. Konser ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis Satya Wacana ke-52.

62 thoughts on “Euforia Konser Dies”

  1. saia says:

    kenapa musti tiket sementara yapz???
    jadi agak ribet,,,
    ;(

  2. Alfa says:

    Saya dengerin aja dari kos…
    Sayang 10 ribu dah buat makan sehari..

  3. Run says:

    Saya agak bingung….. Kalo nda salah , ini dalam rangka ultah UKSW to???

    Tapi ada yang aneh di sini. Perayaan ultah yang semestinya buat ajang mengucap syukur atas anugerah umur panjang, atas segala berkat yang udah Tuhan kasi, buat berbagi dengan sesama sebagai ucapan syukur atas segalanya kok malah jadi ajang cari duit????? Ya emang ada yang bilang bakal masuk ke dana LK, katanya si buat kepentingan mahasiswa juga. Tapi ya apa pas moment-nya…..

    Saya lebih setuju dengan kegiatan donor darah, bakti sosial, kegiatan pengembangan masyarakat, tapi kok malah lebih banya kegiatan hura-hura, pesta pora…… Duit segitu banyak kan lebih baik untuk membangun bangsa…. bukan memabukkan bangsa dengan kenikmatan sesaat….

    Ya kiranya UKSW yang udah 52 tahun lebih bijak….

  4. didin says:

    Selamat Ulang Tahun Buat UKSW yang ke-52.

    Disini saya mau menanyakan beberapa hal tentang rangkaian perayaan Dies Natalis Satya Wacana ke-52. Ini tentang pentas musik Andra dan Changcuter. Bukankah perayaan Dies Natalis Satya Wacana dari dulu tidak pernah ada tiket masuk atau pun harus membayar HTM.

    Setahu saya, perayaan semua akomodasi telah ditanggung oleh Satya Wacana sendiri dari tahun ke tahun. Kenapa pada perayaan Dies Natalis ke-52 harus membeli tiket, biasanya juga cuma memperlihatkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Kenapa ini bisa terjadi??

    Banyak dari teman-teman saya yang penasaran tentang hal tersebut. Ini adalah kasus kali pertama nya, Dies Natalis Satya Wacana harus membayar tiket. Ada apa dibalik semuanya ini?? Kemanakah uang tiket itu akan pergi??
    Seandainya memang harus membeli tiket, kenapa tempatnya harus di lapangan sepak bola?? Kenapa tidak di dalam gedung BU??
    Harga yang telah kami bayar, harus sepadan dengan fasilitas yang diberikan.
    Saya juga melihat spanduk di kampus, disitu tidak dituliskan harus membeli atau mempunyai tiket buat menonton pentas musik Andra dan Changcuter.

    Kalau memang memakai tiket, berarti orang di luar kampus pada bisa lihat, asalkan mereka mempunyai tiket. Bukankah disini sudah kelihatan, kalau ada permainan politik??!!!
    Saya dengar-dengar Andra dan Changcuter juga dalam promo tour, jadi pentas seni itu seharusnya GRATIS.

    Bagi kami, mahasiswa, harga tiket segitu tidak jadi masalah. Tapi yang mahasiswa butuhkan adalah suatu kejelasan. Siapakah yang paling bertanggung jawab atas kejadian ini??
    Saya mohon untuk dievaluasi lagi, apakah semuanya tadi sudah mengikuti jalur atau pun prosedur yang telah ditetapkan?!!.

    Terima Kasih…
    Tuhan Memberkati…

  5. andi-dobleh says:

    sesuai saran temen2 . comment ku tentang Dies Natalis yang di Hargai Pesparawiaku pindah kesini.. biar ga OOT..
    #69
    @all
    Tentang Dies Natalis UKSW sendiri , perayaannya yang ke 52 akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini, baru saja aku melihat pamflet tertempel di pintu ruang BPMU, tentang akan diadakannya konser ketika perayaan Dies Natalis tahun ini. Konser itu akan mendatangkan bintang tamu band musik tingkat nasional “Andra and the Backbone” dan “Changcutters”. “Wah, mantab betul, 2 band papan atas main di kampus dalam rangka Dies Natalis UKSW!!”, begitu pikirku. Tapi ketika kubaca lengkap, “HTM Rp 10.000? tercetak disitu. “Bah, kampus busuk! rak mutu!”, begitu pikirku..

    Kenapa aku berpikir seperti? Dalam pemahamanku, Dies Natalis seperti ketika kita merayakan ulang tahun. Memang biaya (finansial) tidak dapat dihindari ketika kita ingin mengadakan sesuatu acara, hanya saja, menurutku:
    Apa memang kita harus mengadakan pentas musik sebegitu besarnya sampai harus menelan buaya besar?? Kenapa tidak adakan acara yang cukup didanai dengan dana universitas dan sponsor saja??
    Seperti sudah aku ungkapkan sebelumnya, UKSW gak usah maksa deh…. gak ada duit tuh ga usah mbuat acara gede2 untuk merayakan ulang tahunnya!

    Setelah membaca pamflet tersebut, aku ketemu salah satu personil Senat Mahasiswa Universitas (SMU) di SA,panggilannya Bejo. Ketika aku tanyakan pendapatnya mengenai konser itu, dia menjelaskan bahwa pengadaan konser itu atas permintaan sponsor dan diteruskan oleh WR III kepada LK. untuk urusan penjualan tiket dan koordinasi saat konser itu dengan pihak EO ditangani oleh LK, atas petunjuk WR III (udah kayak Harmoko nih hehehehehe). Sedangkan beberapa hal teknis lain diurus oleh Umbu Rauta S.H.,M.Hum. (selaku WR III) dan jajarannya.

    Mengenai HTM sendiri (yang menjadi permasalahan bagi aku), dia (mas Bejo) menjelaskan bahwa HTM itu terdiri dari dua komponen:
    1.Sebagian untuk membeli rokok. Maksudnya, para pengunjung yang masuk akan diberi satu bungkus rokok dan sebagian itu adalah harga sebungkus rokok itu.
    Sungguh tragis bagiku (walau aku seorang perokok berat), ketika kampus ini yang menggembar-gemborkan larangan merokok di banyak kawasan dalam kampus (walau sering kulanggar, persetan dengan aturan aneh ini), malah mendorong orang untuk membeli rokok!!!
    2. sisanya dimaksudkan sebagai pemasukan bagi LK, gampangnya ini sebagai “usaha dana ” LK.. LK akan memperoleh Rp 2.500/tiket maksimal 3000 tiket, dan bila LK mampu menjual lebih dari 3000 tiket LK akan memperoleh 5% (Rp 500)dari tiap kelebihan dari 3000 tiket itu
    Pantaskah LK mengadakan usaha dana dalam rangkaian dies natalis? Tidak, menurutku. Pengumpulan sumbangan sukarela sih masih oke, tapi ketika diwajibkan membayar sejumlah uang (berapapun nominalnya) untuk ikut perayaan ulang tahunnya sendiri????!!! Nanti dulu… Apa gak cukup mahasiswa diwajibkan membayar IKAMA ?? kalo gak cukup, ya (sekali lagi) ga usah buat acara gede-gede!!!!
    ungkapan yang sering kupakai, “Rak nduwe duit kok mayak!!!”
    #74
    @geritz
    hehe.. iya nih.. yodie juga bilang kalo aku sarkas.. hehehe.. gak tau nih … tangan lagi di atas keyboard yang keketik itu… ya mungkin aku seperti itu..
    kamu kan udah nyantai, kak Neil udah bijaksana, Yodie sudah agak sinis, STR berusaha terus mencari kebenaran, ya udah aku aja yang kasar…. kan jadi berwarna tho……(defense yang aneh.. :)) )
    silahkan kritik aku bila ada kesalahan data atau konsep yang kupakai, bila aku memang salah, akan kuakui dan kuperbaiki.
    silahkan kritik juga soal gaya bahasaku, tapi tak akan kuubah kalau aku masih enjoy… dan saat ini aku masih enjoy.. 😀

    Ngene Boss….

    soal “10.000? dan “andra gratis=mantab”…., silakan liat kenapa aku tulis “gak mutu”…. bukan masalah nominal, tapi masalah konteks acara besarnya, dimana itu ditempatkan di bawah judul “Dies Natalis UKSW”.
    10.000 memang wajar dan bahkan murah untuk suatu konser dengan bintang tamu setenar mereka.
    Tapi wajarkah ketika itu ditempatkan di bawah naungan konteks Dies Natalis UKSW? tidak buatku..
    Busuklah kampus ini ketika membuat acara Dies, tapi biayanya dibebankan kepada masyarakat kampus yang ingin ikut merayakan!! Tak cukupkah uang kuliah,dan berbagai iuran lainnya? kalau emang gak cukup ya gak sah diselipin acara kek gitu dalam Dies natalis…

    soal pesparawi yang gratis, pernahkah aku mengkritik hal itu? seingatku ga pernah. kalau kau pernah lihat (yang bisa kupastikan gak pernah!!), tolong tunjukkan, ingatkan aku, mungkin saja aku lagi bego(nah kalo ini aku sering Feb…hehehe)

    Piye jal…???

    #75
    @geritz
    soal bejo-wr3. memang aku belum memverifikasi data dari Bejo kepada wr3. kalo udah ya pasti tak cantumin tho ya…
    Alasanku:aku pake sendal mulu kalo ke kampus, kalo ke kantor wr3 mana bisa? yang ada kan diusir… ya tho.. hehhhee
    gak gak.. sebenarnya emang aku males aja nyari wr3, berpapasan di kampus juga gak pernah, sudah capek aku dengan kuliahku.. (lha kok malah curhat *jitaq dolo*) lha aku dapet keterangan dari Bejo aja ya kebetulan pas ketemu ketika lagi grundelan
    lagipula buatku itu sudah cukup karena aku percaya sama Bejo, dan menurutku kan dari informasi itu, hubunannya kan wr3-LK(SMU) jadi Bejo juga masuk dalam sumber primer.
    ya sori aja kalo aku gak memenuhi etika jurnalisme (yang sudah banyak dibahas di komentar2 disini), lha aku bukan jurnalis (cihuy….)
    kalau memang ada yang salah, ya silahkAN pihak-pihak yang tahu untuk membenarkannya.

    o iya, tar deh kalo aku kebetulan papasan ama wr3 tak coba verifikasi. makasih ya Feb buat peringatanmu..

  6. amman says:

    halo semua..
    saya tertarik megikuti forum ini,n topiknya mamang lagi rame-ramenya diperbincangkan di kampus.
    okz.. saya setuju banget dengan pendapat K’ Andi-Double. mengenai adanya kebijakan pelarangan merokok di beberapa wilayah kampus uksw, koq di acara Dies Natalisnya uksw mengijinkan penjualan rokok.. aneh khan>>. ya walaupun ini dalam rangka merayakan dies uksw ke 52 dengan menghadirkan Andra n the bacbone dan Changcutters..ini khan secara tidak langsung akan mendorong seseorang untuk merokok walaupun dia bukan perokok(boleh dikata rokoknya bonus dan sapa yang mo nolak bonus??) lha truz mengenai sebagian yang masuk ke LK, ya memang uangnya demi mahasiswa tapi khan momennya kurang tepat LK nyari dana di acara Dies UKSW. dan satu hal lagi…. emang LK kekurangan dana ya..hal ini kan tidak pernah diprogramkan sebelumnya,..!! koq tiba-tiba ada acara seperti ini yang dikatakan “pencarian dana LK” mending uangnya kasi ke saudara-saudara kita yang kesulitan biaya pendidikan tow..(sesuai dengan program peduli pendidikan yang digalakkan UKSW dalam rangka Dies ke-52)
    yow 10000 bukan nominal yang besar tapi apakah cocok pada saat kita mau ngerayain hari Ulang tahun kampus kita tercinta ini trus kita harus bayar??
    aqu juga merasakan hal yang aneh….

  7. wit says:

    konsernya di lapangan bola? apa lapangan akan dipagar keliling?
    lihat saja dari teras utara gedung F, gratis…. (dari lantai 2 atau 3)
    tapi kalau hari minggu apa pintu masuk gedung F dibuka ya??

  8. riez says:

    nonton konser di ultah kampus tercinta koq bayar???????????
    apa cm pgn ngerayain ultah gede2an, ngundang band papan atas, trus mahasiswa yg kudu mbayar?????
    apa biaya n iuran selama ini yg ditanggung mahasiswa msh kurang?
    apalagi ad bonuz rokok sebungkus pas beli tiket, apa ini gk aneh, kampus bkin peraturan gk boleh ngrokok, tapi bkin acara yg disponsorin rokok, trus secara gk lgsung mahasiswa disuruh me(mbeli)rokok………..

    aneh ra karuan……..

    mending kalo bkin acara dies natalis, gk ada dana, ya gk usah gede2an, kasian mahasiswa kudu nanggung biayanya. pengin bkin acara koq NGOYO BANGET…………
    Acaranya juga konsernya di lapangan bola, apa lapangan akan dipagar keliling? mbok d lap basket ap BU kan lebih baek, udah mbayar mahal2 tapi fasilitas NGONO2 wae……

  9. Azna says:

    KampusQ tercinta emg pinter cari dana!!!!!
    trus mahasiswanya disuruh beli rokok, dan Merokok!!!!!!
    gila bener…. mending uang 10rb bwt beli makanan aj, drpd dihamburin gak jelas
    buat beli rokok lagi…. Aku paling benci dgn yg namanya rokok, apalagi dsuruh beli rokok meski dgn embel2 bonus dr beli tiket konser.
    Lalu buat apa larangan merokok di area kampus? kyknya cuma skdar omong kosong thok.
    Biar kampus keliatan keren ada paeraturan kyk gitu.

  10. JFA says:

    masak dies natalis bayar.

    klo g bisa datangin artis yg terkenal gpp kok. kan masih banyak artis lokal disekitar salatiga. seperti OM DUTA, LANGENSUKO, dll
    UKSW telah menjadi Universitas Kapitalisme Sekali Whoiii

    lebih baik buat acara yang sederhana klo g ada uang

  11. JFA says:

    eh iya aq lupa
    aq brani taruhan ntr pas konser pasti ada yg berantem……

  12. Taura says:

    Hmm… saya rasa teman – teman semua harus mempelajari mekanismenya dulu baru kasi komentar. Memang, saya dan anda juga bingung kenapa ulang tahun kampuz sendiri bayar. Tapi setelah dapat informasi dari teman saya yang ada di universitas ini dan saya baca salah satu artikel di forum diskusi ini saya mengerti. Meskipun saya kurang setuju tentang kesepakatan yang dibuat pihak sponsor dan UKSW yang mana dalam pembelian “TIKET” fasilitas yang di dapat lapangan sepak bola yang becek, dan “ROKOK”. Pertanyaan saya buat petingggi dan penguasa UKSW… Apakah Universitas ato lembaga pendidikan disuruh mendidik mahasiswa ato pelajarnya jadi “PEROKOK”…? Kalo tidak kenapa anda (Petinggi ato Penguasa UKSW) mensetujui kesepakatan dari sponsor…!!! Percuma adek2 kami yang 2008 disuruh buat sepanduk dengan topik anti “ROKOK”. Mohon maaf kalo bahasa saya terlalu kasar ato tidak sopan karena saya mengetik komentar ini dengan beberapa fakta yang akurat bukan dibuat – buat. Terimakasih… Jesus Love All… Hidup Mahasiswa…

  13. Wahyu says:

    gak salah nie konser atau special perform???

    dalam rangka ultah kampus kok acaranya bayar????
    kayak konser buat bisnis aja!!!!!!!!
    apa memang benar ya buat di komersilkan???????

    yang jadi pertanyaan lagi apa acara nie benar buat perayaan ultah kampus pa ga?????
    ya klo emang bt ngerayaain ultah kampus harusnya ga bayar lah, lha wong uksw milh seluruh civitas.

    apagi orang yang ga beli tiket ga boleh masuk ke kampus, padahal mungkin ada yang mau ngerjain tugas di kampus atau di posnet……
    kok jadi aneh aja kampus nie….
    apa iya fungsi sbagai lambaga pendidikan malah jd tempat cari dana ajaaaa ya??????
    siapa yang tau…….

  14. andi-dobleh says:

    @geritz..
    aku sudah konfirmasi ke Ketua SMU dan BPMU.. mekanisme keuangannya memang seperti itu.
    mengenai perjalanan usulan kegiatan..
    ternyata (menurut Ketua SMU), H-3minggu pihak sponsor menawarkan kepada SMU, lalu SMU berkoordinasi dengan Pihak keamanan kampus(under wr2 untuk masalah keamanan) dan Manajemen Kampus (under wr2 untuk masalah tempat). Begitu klarifikasinya..

  15. Triyono says:

    to all

    Perlu diketahui, dalam rangka menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan bersih, UKSW memberlakukan kawasan bebas rokok. Melalui Nota Rektor UKSW tertanggal 11 Mei 2007, Rektor Prof Dr Kris Herawan Timotius menetapkan daerah atau wilayah dilarang merokok adalah di semua ruang kuliah, kelas, kerja, kantor, rapat dan ruang konferensi di lingkungan kampus UKSW.

    Saya hanya mengingatkan program rektorat yang makyusss tersebut, siapa tau civitas lupa….moga bermanfaat.

    Soal Andra n the Backbone n Changcuter, saya tak punya mimpi lagi tentang kampus tercinta ini….

    salam, Triyono

  16. ardy says:

    Saya setuju dgn pendapat taura atopun wahyu……………………
    memang terlintas terlihat “aneh” masa dies-natalies di perjual belikan…….??????????????????
    Dan ato itu memang sengaja akal2an pejabat2 di atas yang sengaja berbuat demikin yach……………………..?
    Aneh sekarang hampir semua fasilitas di kampus ini di perjual belikan…………………………

  17. mengeluh says:

    bagus konser nya,artisnya keren,tiketnya RESE…..yang laen da pada beli tiket tiba2 mala dibuka untuk umum….mending nunggu dari pagi tar kan tiba2 disuru masuk sendiri….dasar kampus OPO IKI!!!kalo mang tiket dijual ya jual aja jangan yang gak beli mala disuru masuk akhir2nya…BRENGSEK(ups!)

  18. Rizal Romano says:

    @JFA anda salah besar tidak ada yg berantem, yang beranten ada diluar wilayah kampuz. sory dori mori

    @Taura saya sangat setuju kampuz ini menolak rokok, tapi lihat dengan jelas ditaman, dikafe bahkan angkatan 2008nya merokok. sebenarnya g da yg salah. selama rokok itu gak merugikan orang lain atau bahkan membakar gedung dsb

    @Wahyu: meluruskan jangan pernah munafik beberapa kegiatan yg ada dikampuzpun semua membutuhkan usaha dana. kalau lembaga pendidikan bisa digunakan buat cari dana yang untuk kelangsungan lembaga pendidikan dan membantu kelancaran proses pendidikan itu mengapa tidak?semua itu baik, walaupun kurang benar.

    @Andi Dobleh: saya salut ama maznya, karena langsung kroscek ke pihak yg mungkin mengetahui latar belakang acara ini. daripada pihak2 yg berkomentar hanya berdasarkan data subjektif dari kacamata pribadi mereka.
    @ all commenter: hai2 kalau mau berkomentar lebih jauh, coba tenangkan pikiran anda masing-masing. jangan pake emosi yg berlebihan dan menggunakan fakta-fakta yg belum teruji keabsahannya.
    GBless

  19. Gatot MonCrot says:

    Wah mantap Konser yang di UKSW kemaren!!!! perlu di beri aplaus untuk yang menyelenggarakan kegiata itu.
    dan hasinya sangat memuaskan bila dilihat dari segi performence band yang datang & kunjungan penonton, tetapi yang disayangkan ialah lapangan yang dikorbankan untuk sebuah event bagus seperti itu.
    tetpi ini menjadi tugas bagi fakultas pertanian untuk mengelola lapangan tersebut untuk dijadikan lahan praktek kuliah, hehehe,…….ya mumpung musim hujan bisa ditanami jagung atau padi agar negeri kita dapat berswasembada pangan lagi seperti tempo dulu, tapi jagan lupa untuk dibajak terlebih dahulu agar tananya gembur dan baik untuk di tanamai.

    selamat ulang tahun UKSW…..

  20. ria says:

    hehehehe……….santai aja bu……….
    kalo menurut aku nih UKSW ada kemajuan loh..dulu waktu jaman ku,bintang tamu nya kayaknya biasa2 aja.ndak yg menggelegarrrrrrrrrrr….trus naik level ngundang “timlo” (sumpah,lucu bgt)…
    nah kalo skrg ngundang Andra & Changcuters,yaa jempol aja deh bwt uksw,esp panitianya..
    u know what guys,ndak gampang lo bikin acara segede ini..n biaya 10000 itu murah bu…taun 2008 gt loh,dolar aja udah 13.000……
    masalah ada tiket sementara & tiket asli..ya emang ada masalah apa?????itu menunjukkan kedisiplinan,tegas& teratur..bagus donk itu namanya..kalo ngrasa ribet,coba deh sesuaikan diri anda yg tlalu simpel itu dgn lebih fleksibel,jd kalo harus ribet ya ok..kalo harus simple ya ok jg..
    Banggalah dgn uksw mu yg skrg..kalo mmg ada yg mnyenangkan ya terima aja,kalo ndak menyenangkan biar orla yg menikmati..inget bro,u are not alone in this land..

    oya 1 lg,kompensasi rokok itu dah basi kalo dibahas skrg..itu tgantung personnya..kalo km emang bs nyariin sponsor yg lbh gede slain rokok,jgn diem aja..usul lgsg ke kampus..ok

    GBU all

    (^O^)

  21. adel says:

    apa memang yayasan UKSW dah kehabisan dana hingga untuk acara dies-natalis aja cari sumber dana dengan menjual HTM……………………

    trus selama ini dana2 lari kemana………………..?

  22. christian says:

    PANITIA DAN PIHAK KEAMANAN KONSER ANDRA DAN CHANGCUTER TIDAK BERTANGGUNG JAWAB.

    saya adalah salah satu penonton konser trsb, dan pada saat masuk ke dalam lokasi, ikat pinggang saya di sita oleh salah seorang satpam uksw. keesokan harinya saya menanyakan ikat pinggang saya, TAPI IKAT PINGGANG SAYA HILANGGGGGGGGG…..
    ADA SEORANG SATPAM MENGATAKAN BAHWA IKAT PINGGANG YG DISITA DISEBAR GITU AJA DI HALAMAN.

    BUAT PANITIA, KINERJA KALIAN SANGAT BURUK BGT, TIDAK BERTANGGUNG JAWABBBBBB
    SAYA MAU IKAT PINGGANG SAYA DIKEMBALIKAN……..

    PANITIA YANG BENAR-BENAR TIDAK BERTANGGUNG JAWABB
    SEHARUSNYA BARANG KEPUNYAAN PENONTON KALIAN YG BERTANGGUNG JAWABB
    BENAR2 KONSER YG BURUK YG SAYA PERNAH IKUTIII

  23. christian says:

    MENDING AKU DIAM DI KOSS AJA KEMAREN, DARIPADA NNTN KONSER KAYAK GITU, MENDING UANGNYA AKU PAKE MAKAN,DAH GITU IKAT PINGGANG AKU HILANGGGG…..I’M UPSET NOW….

  24. FBL says:

    Wah,, Calo berkeliaran @ UKSw..!!
    ..Cukup Menghibur anak-anak kost kOq..!!!

  25. lius says:

    @ Christian
    Saya atas nama panitia minta maaf klo ada kejadian seperti itu, dan jg segala kekuranganNya, Saya juga mengakui bahwa memang ada pemeriksaan barang2 wkt masuk kampus walaupun sebelumnya tidak ada kesepaktan barang2 apa saja tidak diperbolehkan untuk dibawa karena dipercayakan ke pihak keamanan. Tuk ikat pinggangnya nanti saya konfirmasi lagi karena setahu saya sudah diambil oleh teman2 lain setelah konser selesai..

    Terima kasih mas Christian buat masukannya.

  26. guruh says:

    Komodifikasi dies natalis, istilah ini saya pikir pas untuk menggambarkan fenomena konser dies yang mengundang 2 group band terkenal itu. Komodifikasi berasal dari kata komoditas yang dalam konteks ini bisa dikatakan bahwa dies natalis yang seharusnya menjadi milik semua warga UKSW dan mungkin juga sekitarnya telah bergeser maknanya menjadi lahan bisnis bagi sekelompok orang. Secara keilmuan ini menguntungkan karena kita tidak usah jauh-jauh membayangkan tangan-tangan kapitalis merajai seluruh lapisan masyarakat Indonesia, di kampus kita, saat ini sudah nampak gejala-gejala itu… secara moral akademik ini menjadi aib yang luar biasa, akhirnya kampus-pun terkena imbas dari kuatnya dorongan kaum kapitalis. Mengutip John Maxwel, because everything rises and falls on leadership, nah semua tergantung pada yang punya otoritas di kampus kita, siapa? ya rektorat dan SMU !!
    Kepada beliau-beliau yang di atas, coba kita refleksikan apa yang menjadi cita-cita Mbah Noto dalam membangun kampus ini, jangan sampai Garba Ilmiah kita ini kehilangan identitas luhurnya sebagai pencetak manusia-manusia intelektual. Kalau mau jualan ya sekalian lah jualan, tidak perlu berlindung dibawah ketiak dies natalis. Memang konser kemarin sukses, dan hampir-hampir kampus ini dipenuhi manusia, sukses ini menurut saya lebih kepada jumlah penonton yang banyak, dan asumsinya tiket berhasil dijual dengan banyak pula, tetapi esensinya ga dapet, ga ada sense of dies natalis. Terakhir, kepada panitia, kasihan temen-temen saya yang buka acara ini (peppermint) mereka ga dapat makan lho selama acara… he he modal dikit untung banyak ya? sampe pendukung acara ga diperhatiin kesejahteraannya….

  27. andi-dobleh says:

    @ria
    memang murah.. 10.000 untuk mendatangkan Andra ama changcuter…
    memang keren… ketika kampus UKSW didatengin ma artis nasional…
    memang enak.. bersikap apatis ketika ada yang tidak menyenangkan…
    memang nyaman… berdiam diri ketika ada suatu masalah di lingkungan dekat kita…

    sponsor rokok bukan berarti menyodorkan rokok ke mulut2 yang gak merokok kan??
    sponsor bukan berarti harus mengorbankan kepentingan komponen kampus yang ingin merayakan Diesnya kan?

    @FBL
    calo??? kan yang penting duit.. ???!!!! siapa yang beli gak ngefek…
    analoginya begini:
    gw jual, loe beli.. gak da duit? gak sah bacot..

  28. Dicky Kurniawan (xrvel) says:

    Lius atas nama panitia, masa minta maaf cuma di comment SA. Officially?

    Untuk christian, ya maklum lah namanya juga Indonesia, ya kaya gini ini 🙂
    Betul christian, mending di kos aja sip.

  29. amman says:

    lihatlah hasil konser Minggu 22 November 2008

    TIDAK ADA MANFAAT YANG DIDAPATKAN…!!!!!

    kecuali banyak anak-anak yang tidak merokok mulai belajar merokok karena dapat rokok bonus
    ada SK rektor tentang larangan merokok di kampus, malah di kampus ada pembagian rokok GRATIS.

  30. spica says:

    konseR nYa juozzzzzzzzzz,,,,
    biarPun beCek2,,
    BiaRpun oRanG biLanG ko beLi HTM,,,
    biarPun ikaT pinGganG quW diaMbiL,,,

    tapi konseR nya tetep,,,,
    JOZ,,,,
    KEREN euy,,,

    GBU all

  31. art says:

    SYALOOM LK & MAHASISWA UKSW
    Dies sih dies, Ultah sih ultah, Panitia sih panitia, penonton sih penonton, rokok sih rokok
    yg perlu dipahami bahwa kesetiaan kita untuk UKSW itu yg terpenting, kalo cuman berargumentasi sih OKE aja, tp untuk memahami inti permasalahan itu yg sulit.
    masalahnya di Rokok, 10 rb, atau karna APA…..?
    UKSW ya tetap UKSW nah kalau oknum didalamnya itu baru BEDAAAAAAA

  32. Dicky Kurniawan (xrvel) says:

    Mungkin ada yang merasakan manfaatnya, mungkin ada yang nggak merasakan.
    Aku sih di rumah aja & nggak nonton 😀

  33. andi-dobleh says:

    @amman
    sori, kalo tentang manfaat, pasti ada…
    mirip dengan ucapan,”there’re no free lunch, everything have their own price”

    menurut aku; “semua pasti ada manfaatnya”

    Beberapa yang bisa aku amati:
    – hiburan. di tengah situasi yang serba membuat frustasi seperti ini, rekreasi sangat diperlukan. Dan hiburan konser kemarin bukan hanya dirasakan oleh mahasiswa, tapi juga masyarakat Salatiga dan sekitarnya.
    – pendapatan bagi beberapa orang; tukang parkir dadakan, calo tiket, penjual makanan sekitar kampus, dan mugkin juga beberapa “oknum” ^o^
    – UKSW mendapat pengakuan dari masyarakat, karena mendatangkan artis nasional.

    Jadi, IMHO, memang ada manfaatnya.
    yang perlu dipertanyakan: “MANFAAT > BIAYA” or “MANFAAT < BIAYA”

  34. john liberson says:

    konsernya sih ok2 aja
    tapi masalahnya kok dalam acara ultah sendiri
    aku harus bayar ya??????

    setahu aku, aku kan anak uksw,,,,,
    lho, dies natalis uksw sendiri aku bayar?????

    ada juga ni, teman aku yang lagi curhat
    katanya dia udah membeli tiket, truz panitia bilang
    tiket sementaranya harus ditukar menjadi tiket yang asli. ketepatan kemarin udah hari terakhir temanku beli tiket
    truz karena hujan dia telat 30menit untuk menukarnya
    lah…ternyata temen aku gak boleh berbuat apa2, tiketnya hangus…
    kasian sih dia, cuma gtu aja lenyap duit 2o rebo, soalnya dia beli 2 tiket.
    seneng banget yah panitia, gampang banget cari duit.

  35. Pusing says:

    Pusing….
    nda melarang sih kalo mau jual rokok dikampus toh cafe Qt jg jual rokok…tapi sayangnya ya, kenapa harus LK yang jual rokok?
    Waktu bertanya dengan panitia yang jual tiket, “kok dies bayar mbak?”, “o..ini bayar rokoknya kok..” jadi sedih saya…, dan meskipun saya tetap beli karena sudah janji mau nonton bersama teman2, rokok yang saya dapat, membuat saya pusing mau dikemanakan…saya bukan perokok, teman2 juga bukan, tapi ada seorang teman saya yang mencoba2 rokok tersebut “mumpung gratis” katanya…La rokok yang lainnya kami berikan pada teman kami yang perokok (kalo dibuang…ya…gimana ya…sudah diminta duluan..) jadinya teman yang perokok, merokok tambah banyak deh…
    Pusing…
    Ya…selain itu ulan tahun kampus tercinta kok bayar ya?
    Ya, mungkin LK bisa transparan masalah keuangan yang didapat dari jual rokok kemarin…
    Tapi thank’s jg lah buat LK, saya rasa mereka udah berusaha yang terbaik lah buat mahasiswa…
    Met Ulan Tahun buat UKSW tercinta…Tetap menjadi kampus yang setia dan takut akan Tuhan..
    GBU all…Hidup Mahasiswa!!!!

  36. Ricko says:

    @RUN : ngemeng-ngemeng namanya RUN apa NUR ya??? wkwkwkwkw…

    @SMU: Ada lebih baiknya permasalahan ini diangkat dalam sebuah diskusi bersama. Teman-teman Panitia & SMU kan bisa menjelaskan mekanisme tiket dan permasalahan-permasalahan yang terjadi. Sangat disayangkan sekali jika pada akhirnya permasalahan ini tambah panjang tapi gak ada penyelesaiannya sama sekali. Bahaslah penyelesaiannya bersama-sama, jangan hanya mengeluh…

    UKSW tambah tua usia sudah uzur, 52 th marilah lebih bijak…
    Kita renungkan saja apa saja yang sudah kita berikan bagi sekeliling kita.
    (Jangan hanya bisa pesta pora tapi moralnya NOL…).


    Kalo menurut saya tentang konser kemarin:
    “Bapak kita Ulang Tahun kok Anak-anaknya harus mbayar???”

  37. Amman says:

    shalom sodara-sodara..
    mari semua berkepala dingin menanggapi isu ini. redakan semua emosi yang ada (kalo ada yang emosi). >>soalnya saya juga sempat naik pitam siy.
    oia saya juga telah mendengarkan penjelasan dari teman-teman yang sempat terlibat dalam kepanitiaan konser kemarin. penjelasan yang saya dapat antara lain ; UKSW tidak mengeluarkan dana untuk konser kemarin dan bukan pihak UKSW yang mengundang Andra & t.bacbone dan cctrs, sebaliknya mereka (management beserta EO) yang menawarkan diri untuk mengadakan konser di kampus UKSW. dan mengenai adanya HTM dan rokok, ya itu merupakan konsekuensi jika mereka jadi manggung di UKSW (bak simbiolis mutualisme antara UKSW & pihak Andra n ccrts) — sponsor bisa promosi dan jual rokok, UKSW bisa menambah kemeriahan diesnya.
    kurang lebih penjelasannya seperti itu…

    tapi kalo saya usul, alangkah lebih baik jika pihak pihak yang terkait memberikan pengumuman resmi atau transparansi, supaya tidak banyak lagi yang protes.

    —Jaya UKSW..!!!__
    hidup mahasiswa!

  38. rizal romano says:

    heh teman-teman, konco-konco dan sodar-sodara se civitas akedemika UKSW. masalah ini semakin hangat dan semakin pahit seperti kopi panas di sore hari. mari kita pahami latar belakang konser ini ada, kalau memang harus bayar mengapa tidak di dunia ini sekarang tidak ada yang gratis, walaupun itu acara Ultah kampus. semakin kalian mempertentangkan masalah ini, semakin kalian itu abstrak di dunia ini. tidak mau mengakui kenapa, mengapa dan apa ini semua harus terjadi. kita lihat berapa banyak yang tidak komplain dan yang komplain. hal ini bisa menjadi jalan keluar dari pembicaraan yang semakin tajam dan menyakiti beberapa pihak. saya berpikir kalau ini harus terjadi walau itu benar atau salah! kita jadikan evaluasi di tahun mendatang, kalau anda mengakui anda civitas UKSW cegahlah hal ini terulang pada tahun mendatang.

  39. meQ says:

    hihihihihi…yang gratis sekarang cuma mimpi..itu pun kata iwan fals “mimpi yang terbeli” berarti udah di jula…hhiihihih..anak dijual, cewek dijual, makan dijual, tanah dijual, air dijual, udara dijual (pompa ban??hiihihih), libido dijual, pendidikan apalagi…

    apalagi cuma tiket konser ultah Universitas Kristen Sistem Waralaba..ya jelas dijual donk…hahahahaha…apalagi isinya anak2 konsumtif apa aja pasti laris dijual..makanya si ranto gak pernah bangkrut jualan koran..hahahahhahaha

    -mecirana-

  40. art says:

    amman
    nah sekarang saatnya, para pelaku untuk BUKA dong kemasyarakat UKSW kalau ternyata acara KONSER kemarin selain untuk meriahkan ULTAH UKSW juga untuk konser amal (cari dana) pihak pelaku (SPONSOR + PANITIA ). kalau konser amal, berarti kan penononton ngak GRAAAAAATIIIIIIIS

  41. art says:

    LKU jg sebagai tempat menampung aspirasi mahasiswa, harusnya bagi-bagi dong hasil dari konser pencarian dana waktu dies. JANGAN DI RASAKAN SENDIRI DONG
    kita kan juga pengen rasakan persenan dari hasil tiket.

  42. eka says:

    saya senang sekali saat konser itu berjalan, meski kondisi lapangan becek karena diguyur hujan yang lumayan lama, saya menikmati konser tersebut dan yang paling saya senang saya berhasil menembus blokade orang-orang yang menonton hingga sampai ke depan panggung… dan akhirnya foto personil Changcuters pun saya dapatkan.
    Terima kasih UKSW, Terima kasih L.A.
    Semangat.

  43. andi-dobleh says:

    @art
    dana untuk sponsor+panitia??? keknya ga deh… dana itu untuk LK.. panitia bukan LK.. jangan disama ratakan…mana ada sponsor cari dana, adanya juga mbuang dana.. yang dicari sponsor ya publisitas.

    kalau soal mengapa…?? silakan liat beberpa komentar di berbagai artikel di web ini; Hargai Pesparawi, arah pendidikan di UKSW: Quo Vadis
    beberapa menyimpulkan (dan aku juga setuju), kampus ini sudah meninggalkan/mengingkari visi dan misinya, bukan cuma dalam penyelenggaran kegiatan, tapi juga di aspek-aspek lainnya.

    pantesan ga maw mempermasalhkan.. maw minta bagian tho… la la la la la la

    @amman
    kepala dingin??? mentoknya peti es degh…

    @rizal romano
    itulah kritik bung (cowok kan??). perbandingkan apa yang terjadi dengan apa yang seharusnya, walaupun terlalu muluk-muluk sekalipun…
    kalo anda berpikiran gitu, sekalian aja bilang ama anak – anak kecil, “AYO BOONG YAH.. GPP KOK!!!”, toh sudah gak ada orang yang jujur 100% di dunia ini….
    gak sudi merayakan dies natalis taun depan dengan status MABA… la la la la la la

    @pihak yang berwenang yang udah baca comment disini(siapapun kalian)
    COEEEEEEEEPOEEEEEEEEEEEE….. sekali lagi : CUPU ! ! ! !
    azzzz…

    @meQ
    kalo waralaba ya untung besar donk.. nyatanya enggak… bangun 2 lantai perpus aja blon mampu2, mbaNGun jaringan hotspot yang stabil juga blon mampu…
    gak taw sih kalo yang tajir cm segelintir… *conspiracy mode: ON*
    hehehehehe…

  44. dian christina says:

    hmmmm ulang tahun kampusnya sendiri bayarr

    harusnya mahasiswa sendiri bisa menikmati tapi nyatanya terlalu banyak orang luar jadi mahasiswa sendiri gag bisa menikmati

    malessssss beuddddddd

    gag mutu

    masa rata2 yg nntn banyak orang mabokkkkkkkkkk

  45. j@zzmine says:

    wuih….. that’s life friends……
    …. ^mau complain bagaimana pun juga^….
    …..paling masuk mata dipantulkan lagi….
    >>>boro2 masuk ke ati<<<

  46. arnold says:

    pake tiket sementara yang harus di tuker hari sabtu… huh bikin ribet!!!

    tapi setidaknya gue dapet LA menthol buanyak banget…(gue kumpulin tiket tmn2 yang g d tuker)

    pada nggak ditukerin sie tu tiketnya ma LA??? (pada gak tau y) kurang informasi tu

  47. Winarto says:

    Hari ini, 30 November 2008, aku mengucapkan happy anniversary untuk kampusku Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga yang ke-52.

  48. ebeSS says:

    keliru klo dibilang ini acara mewah . . . . ini sangat sederhana . . . 😛
    malah bisa dikatakan naif senaif naifnya . . . . *eh band naif ga diundang ya*
    lha wong sabtunya mereka pentas di semarang . . . minggunya baru mampir salatiga
    UKSW cuman kebagian sisa2 waktu . . . maksain pada hari ibadah pula . .
    perkara HTM Rp.10.000,- emang napa . . . . suka2 makelarnya . . .
    nah . . . ayo calon2 sarjana . . . .definisikan apa itu makelar . . . .
    klo anak ekonomi pake deferensia spesifica = oportunis . . .
    genus proksimumnya = selisih harga jual HTM dengan biaya ngadain pentas, ingat sponsor dah menggratiskan! Dipaksa beli rokok? hare gene . . . . . . ??!! ya jangan mau nonton lah! beres . . .
    coba klo konser ini sepi . . . . dimana euforianya? . . . maka yang euforia itu yang mau ngeyel beli HTM
    dan . . UKSW pun masih euforia mengisi jagad blogosphere . . . . . . . . apa itu?
    klo pengen eksis disini . . . . jadilah blogger dulu sekalian . . . gratis kok . .
    jangan nanggung cuman bikin gravatar dan avatar . . . pasang gambar . . pasang foto
    semoga taun depan ada wakil salatiga pada pesta blogger 2009 . . . . . UKSW pula . . . met dies 😉

  49. Andre says:

    wah Nela majng tiket nie yeee…..James makasih udah promosiin Nela ke temen2. banyak yang nanggapi tuh….huahuahua…. Nela tu anaknya tinggi asal pati heheheh..Tak promosiin Nel…..Ayo daripada pada ribut kita cermati bersama aja tiketnya Weeeekkkkkkk.

  50. art says:

    thaks @andi
    nah karena udah terbuka tujuan dari dana yang masuk waktu konser dies, kan makin jelas nih? kalau situ aja bisa ngomong kalau kampus kita dah menyeleweng dari visi dan misi dari pendirinya dahulu.
    kalau aku sih gampang aja: kalau emang dana yang terkumpul dari hasil konser dies ditujukan untuk kegiatan mahasiswa UKSW, ya tolong deh untuk LK atau panitia nantinya buatlah kegiatan yang benar-benar berkualitas untuk mendukung visi dan misi UKSW.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *