Nandi yang Terlupakan

Browse By

Patung lembu hitam kecil itu terletak di depan Laboratorium Simulasi Bisnis Fakultas Ekonomi. Ia tampak kesepian di tengah para mahasiswa yang lalu-lalang. Mungkin hanya sedikit orang yang tahu bahwa ia adalah gambaran Lembu Nandi (atau Nandiswara).

Ketika Satya Wacana masih bernama PTPG-KI (Perguruan Tinggi Pendidikan Guru Kristen Indonesia) patung itu diperkirakan telah ada jauh sebelumnya. Tapi dimana tempatnya semula belum dapat dipastikan. Yang jelas, tempatnya sekarang bukanlah yang semula.

Keberadaan patung itu sepertinya kurang mendapat perhatian dari sivitas akademika, khususnya para mahasiswa. Namun, kata Sunardi (ketua Program Studi Pendidikan Sejarah), keberadaan patung Nandi itu sudah sempat disinggung dalam matakuliah Sejarah Kebudayaan.

Sunardi ingin punya sebuah laboratorium sejarah dan museum untuk mengonservasi patung Nandi dan peninggalan-peninggalan lain agar tak disia-sia.

Di tempat lain, Iman Sudibjo (staf pengajar Program Studi Pendidikan Sejarah) mengungkapkan bahwa dirinya tak tahu tempat semula patung itu. Iman hanya mengatakan, sejak 1960 patung Nandi telah ada di kampus Satya Wacana.

Iman menambahkan bahwa pada jaman dulu Salatiga merupakan salah satu pusat kehidupan Hindu, dan Hindu sendiri memiliki dewa bernama Syiwa — yang punya kendaraan lembu jantan bernama Nandi. Jadi, mungkin saja patung itu merupakan salah satu peninggalan jaman Hindu kuno.

Iman mengatakan bahwa semua peninggalan, termasuk patung Nandi, punya nilai historis yang tinggi. Maka ia tak setuju jika keberadaan patung Nandi di Satya Wacana tak dihargai, bahkan dicat warna hitam, karena hal itu menghilangkan keasliannya. “Itu pemerkosaan sejarah,” kata Iman.

“Sebenarnya kan ada hukum yang mengatur tentang benda-benda peninggalan, maka benda-benda peninggalan seperti Lembu Nandi harus dirawat dan jangan disia-siakan, karena benda-benda tersebut merupakan peninggalan nenek moyang atau leluhur. Seharusnya kita ketahui apa makna benda-benda tersebut,” tambah Iman.

Iman mengatakan bahwa lokasi kampus Satya Wacana masih termasuk dalam lingkup daerah suci atau sakral. Ini ditinjau dari letak kampus yang berada di Kemiri, yang berdekatan dengan Kemiri Candi, dimana dulu di Kemiri Candi berdiri banyak terdapat candi.

14 thoughts on “Nandi yang Terlupakan”

  1. Alfa says:

    Baru tau klo di kemiri candi banyak candi….tapi yg mana y? Udah digusur semua kah?

  2. rhema says:

    hei bangsa salatiga jangan lupakan sejarah, jangan sampai saya marah

  3. Dicky says:

    Wah patung nandinya di mana? Lab simulasi FE di mana?
    Nice info.

  4. yoga says:

    mas dicky lab simulasi bisnis FE itu gedung baru yang di bangun di depan kafetaria alias samping kiri posnet.
    patung lembu itu terletak di pojok gedung simulasi bisnis FE.

  5. Yoyok FTI 2003 says:

    Ow..Kemiri Candi ya? Bener juga tuh. apalagi kalo keinget roncali, smp pangudi luhur, dsb. Itu dulu kan juga bangunan kuno berarsitektur Cina.. mungkin emang daerah sekitar kemiri itu tempat ngumpulnya peninggalan sejarah.

    Ayo orang2 Kemiri..gali pekarangan..kali2 nemu harta karun :)). Kalo udah nemu peninggalan sejarah..dijaga yah..nanti kalo ga…dimarahin bang Rhema (sang ketua BPMU..yang berhak marah karena jadi ketua BPMU mungkin . Haha )

  6. dib058 says:

    Dulu waktu TK (85an) sering naik-naik patung ini, ternyata ada nilai sejarahnya to.

  7. Astrid Teol 08 says:

    DuCH…

    kOK aQ rU taw Yach TeNtang Patung NanDi???
    Ms Iya SiH dulu di kEmIrI candi ada Bnyk CanDi???

    ZayANK Banget Yach….Kok KeBuD, sPt Tuch Tdk MnDp PeRhatIAN eKtRA!

  8. chicha says:

    wah… baru tw k’lo trnxta patung it bersejarah…

    k’lo d blg patung it g diperhatikan??? kyx g jg cz q ma tman2 sering photo2 ma patung it

    hehehe.. biz bentukx lucu..

    tp emg syg jg k’lo wrnax ud dicat lain

    thanx ya bwt infox

    gbu

  9. gracious says:

    wuuaahh… dulu waktu di jakarta punya temen yang namanya nandiswara… waktu ditanya apa artinya sambil malu2 dia bilang kalau arti namanya itu sapi… hehehehehehehe ternyata beneran sapi ya!

  10. lovely nia says:

    jadi penasaran neh…pengen liat si nandi..
    eh..btw, anyway, busway…ada penunggunya ga tuch..secara peninggalan sejarah gto..
    ocew deh..ntar q maw ke campus mengistimewakan diri untuk melihat si nandi n mendokumentasikannya…
    tha…tha…^_^

  11. Adit says:

    OOOOO….jadi patung nandi itu peninggalan sejarah..
    kirain cuma hiasan doank….
    Wah parah UKSW ni masak ada peninggalan sejarah dibiarin geto aja…
    Ato kasih aq aja dech…..buat koleksi….
    heeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee…………………

  12. cukongz says:

    wah..wah..aku yang kuliah udah lama aja n barusan lulus baru tau klo itu peninggalan sejarah.
    perlu dijaga tu. ato taruh di sekitar perpus aj. biar ga terlalu angker klo malem…hehehe

  13. TL says:

    Kalau saya nggak keliru, patung ini dulu letaknya di dekat toko buku kampus yang sekarang sudah menjadi gedung Fakultas Seni Pertunjukan. Mungkin pada waktu pembangunan gedung tersebut maka patungnya dipindahkan. Sebaiknya memang ada satu penanda yang menjelaskan arca tersebut, karena ini nilainya bisa sangat mahal, gimana jika ketahuan sama kolektor nakal?

  14. setya says:

    woooww….splendid!knp ga di woro2 kan ke civitas kalo patung itu punya sejarah ya? ehhmmm…jadiin maskot UKSW gmn?hahahahaha…kyknya perlu ada perawatan dan pemberitahuan tuh, contohnya kayak pohon2 di t4 qta yg di namain….it’s not just a statue, it’s history!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *