Nandi yang Terlupakan

Oleh Yoga Prasetya | 14 January 2009 | Kampus

Patung lembu hitam kecil itu terletak di depan Laboratorium Simulasi Bisnis Fakultas Ekonomi. Ia tampak kesepian di tengah para mahasiswa yang lalu-lalang. Mungkin hanya sedikit orang yang tahu bahwa ia adalah gambaran Lembu Nandi (atau Nandiswara).

Ketika Satya Wacana masih bernama PTPG-KI (Perguruan Tinggi Pendidikan Guru Kristen Indonesia) patung itu diperkirakan telah ada jauh sebelumnya. Tapi dimana tempatnya semula belum dapat dipastikan. Yang jelas, tempatnya sekarang bukanlah yang semula.

Keberadaan patung itu sepertinya kurang mendapat perhatian dari sivitas akademika, khususnya para mahasiswa. Namun, kata Sunardi (ketua Program Studi Pendidikan Sejarah), keberadaan patung Nandi itu sudah sempat disinggung dalam matakuliah Sejarah Kebudayaan.

Sunardi ingin punya sebuah laboratorium sejarah dan museum untuk mengonservasi patung Nandi dan peninggalan-peninggalan lain agar tak disia-sia.

Di tempat lain, Iman Sudibjo (staf pengajar Program Studi Pendidikan Sejarah) mengungkapkan bahwa dirinya tak tahu tempat semula patung itu. Iman hanya mengatakan, sejak 1960 patung Nandi telah ada di kampus Satya Wacana.

Iman menambahkan bahwa pada jaman dulu Salatiga merupakan salah satu pusat kehidupan Hindu, dan Hindu sendiri memiliki dewa bernama Syiwa — yang punya kendaraan lembu jantan bernama Nandi. Jadi, mungkin saja patung itu merupakan salah satu peninggalan jaman Hindu kuno.

Iman mengatakan bahwa semua peninggalan, termasuk patung Nandi, punya nilai historis yang tinggi. Maka ia tak setuju jika keberadaan patung Nandi di Satya Wacana tak dihargai, bahkan dicat warna hitam, karena hal itu menghilangkan keasliannya. “Itu pemerkosaan sejarah,” kata Iman.

“Sebenarnya kan ada hukum yang mengatur tentang benda-benda peninggalan, maka benda-benda peninggalan seperti Lembu Nandi harus dirawat dan jangan disia-siakan, karena benda-benda tersebut merupakan peninggalan nenek moyang atau leluhur. Seharusnya kita ketahui apa makna benda-benda tersebut,” tambah Iman.

Iman mengatakan bahwa lokasi kampus Satya Wacana masih termasuk dalam lingkup daerah suci atau sakral. Ini ditinjau dari letak kampus yang berada di Kemiri, yang berdekatan dengan Kemiri Candi, dimana dulu di Kemiri Candi berdiri banyak terdapat candi.


14 Komentar

  1. Adit

    OOOOO….jadi patung nandi itu peninggalan sejarah..
    kirain cuma hiasan doank….
    Wah parah UKSW ni masak ada peninggalan sejarah dibiarin geto aja…
    Ato kasih aq aja dech…..buat koleksi….
    heeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee…………………

  2. cukongz

    wah..wah..aku yang kuliah udah lama aja n barusan lulus baru tau klo itu peninggalan sejarah.
    perlu dijaga tu. ato taruh di sekitar perpus aj. biar ga terlalu angker klo malem…hehehe

  3. TL

    Kalau saya nggak keliru, patung ini dulu letaknya di dekat toko buku kampus yang sekarang sudah menjadi gedung Fakultas Seni Pertunjukan. Mungkin pada waktu pembangunan gedung tersebut maka patungnya dipindahkan. Sebaiknya memang ada satu penanda yang menjelaskan arca tersebut, karena ini nilainya bisa sangat mahal, gimana jika ketahuan sama kolektor nakal?

  4. setya

    woooww….splendid!knp ga di woro2 kan ke civitas kalo patung itu punya sejarah ya? ehhmmm…jadiin maskot UKSW gmn?hahahahaha…kyknya perlu ada perawatan dan pemberitahuan tuh, contohnya kayak pohon2 di t4 qta yg di namain….it’s not just a statue, it’s history!

Kami Menerima Pandangan Anda

© 2009 Lembaga Pers Mahasiswa Scientiarum UKSW