Prabowo “Mampir” Kampus

Browse By

Prabowo Subianto beserta rombongannya mendatangi kampus UKSW. {Foto oleh James A. L. Filemon}

Prabowo Subianto beserta rombongannya mendatangi kampus UKSW. {Foto oleh James A. L. Filemon}

Pada 25 Oktober 2008, Prabowo Subianto beserta rombongannya mendatangi kampus Satya Wacana. Hashim Djojohadikusumo, pengusaha nasional yang juga adik kandung Prabowo, turut serta dalam rombongan itu. Para pemimpin universitas menjamu mereka di Ruang Bina Karya.

Apa agenda kunjungan Prabowo ke Satya Wacana kali ini? Beberapa bulan yang lalu, tepatnya Juli 2008, Hashim sempat berkunjung dan “curhat” kepada para pemimpin universitas. “Dia (Hashim — Red) bilang, kapan lagi (UKSW) terjun ke politik? Beberapa hari ini (Hashim) melihat pentingnya terjun ke politik. Di Indonesia dibutuhkan pemimpin (yang) tidak hanya cerdas tetapi (juga) tegas,” kata Wakil Rektor IV Agna Sulis Krave waktu itu.

Krishna Djaja Darumurti, ketua Dewan Perwakilan Cabang Salatiga Partai Gerindra, pun angkat bicara. Menurut Krishna, “Prabowo, sebagai tokoh, berkunjung ke daerah-daerah termasuk Salatiga. UKSW, sebagai salah satu institusi pendidikan yang terkenal, mendapatkan jatah kunjungan ini. Pertemuan ini hanya sebagai silaturahmi. Tidak ada pikiran untuk ‘meng-Gerindra-kan’ UKSW. Kalau memang mau dikaitkan dengan politik, bisa dibilang sebagai silaturahmi politik. Tapi yang pasti itu hanya silaturahmi tokoh,” ujar Krishna.

Krishna juga berkali-kali menjelaskan, Prabowo datang ke Satya Wacana sebagai ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, bukan sebagai ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.

“Waktu itu, separuh (waktu pembicaraan) dipakai untuk memperkenalkan diri Prabowo, pandangan-pandangan Prabowo ke depan, solusi-solusi Prabowo ke depan, kemudian terjadi diskusi dengan orang-orang yang ada di rektorat. Sedangkan Pak Rektor menceritakan tentang produksi gandum dari Fakultas Pertanian,” terang Krishna.

“Sama sekali tidak ada bahasan tentang kerjasama apapun. Kalau memang ada kerjasama dengan Satya Wacana, kemungkinan melalui Hashim, yaitu melalui Yayasan Keluarga Hashim Djojohadikusumo,” imbuh Krishna.

Agastya Rama Listya, dekan Fakultas Seni Pertunjukan yang juga hadir di Bina Karya, mengatakan hal senada. Menurut Kelik (demikian Agastya biasa dipanggil), kedatangan Prabowo hanya sebatas silaturahmi. “Saya melihat pertemuan itu bersifat informal, tidak direncanakan jauh-jauh hari. Pertemuan itu tidak punya aspek politik apapun,” tutur Kelik.

Wakil Rektor III Umbu Rauta juga mengatakan bahwa pertemuan tersebut hanyalah silaturahmi. “Waktu itu memang Rektor menceritakan tentang produksi gandum Satya Wacana, dan Prabowo sempat mencicipi minuman yang bahan bakunya dari gandum, hingga dia sampai tertarik,” kata Umbu.

Jika begitu, khusus mengenai gandum, adakah kelanjutan kerjasama antara Satya Wacana dengan Prabowo di masa yang akan datang? “Belum ada pembahasan lebih lanjut,” pungkas Umbu, yang saat itu terkesan terburu-buru, karena hendak mengajar.

4 thoughts on “Prabowo “Mampir” Kampus”

  1. matigan says:

    waduh ada apa ya…?? jangan2 uksw mo dukung prabowo jadi presiden ya…
    hayo………

  2. paku ja says:

    hmmm…tu minuman apa ya yg dicicipi?
    jangan2 tu minuman bikin mabok,hehehehehe…….

    mau silaturahmi kek,kencan kek,nggak kek..tetap saja harus waspada.politik kan sarat dengan kriminalitas

  3. Hancur dot com says:

    Awas waspada. 😀

  4. denska says:

    cari dukungan nich, ngga bakalan jadi presiden tuh! kalo indonesia itu butuh perubahan, indonesia akan terus berubah karena presidennya yang baru apakn buat kebijakan baru lagi. untuk maju indonesia butuh peraturan yang tetap, kuat dan terus berlanjut.bukan perubahan yang digembor2kan. yang akan membuat indonesia kembali nol lagi. tampang ga becus gitu jadi presiden INDONESIA AKAN HANCUR DENGAN KEBIJAKAN PERTANIANNYA, KALO ITU DILAKUKAN INDONESIA AKAN KETINGGALAN JAMAN DISAAT DILUAR SANA SEMUA SERBA CANGGIH DAN MODEREN, LAH DI INDONESIA SEMUANNYA M A N N U A L

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *