Asian Christian Faculty Fellowship Federation IV

Browse By

Tanggal 13-16 November 2008, bertempat di Dyana Pura Beach Resort Bali – Indonesia, ACFF chapter Indonesia, Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Kristen Indonesia (BKPTKI), dan Universitas Pelita Harapan, dengan disponsori oleh Asian Christian Higher Education Institute (ACHEI) of the United Board for Christian Higher Education in Asia, menyelenggarakan ACFF Federation IV.

Pertemuan ini mengangkat tema “Religious Pluralism and Higher Education in Asia”. Dengan dihadiri oleh 61 dosen perguruan tinggi Kristen yang berasal dari Hongkong, India, Indonesia, Korea, Myanmar, Philipina, Republik Rakyat Cina, Taiwan, dan Thailand. ACFF pertama kali diorganisir oleh ACHEI di Payap University Chiangmai, Thailand pada tahun 2002. Konferensi kedua diselenggarakan oleh Madras Christian College, India pada tahun 2004, dan konferensi ketiga diselenggarakan di Hongkong pada tahun 2006.

ACFF Federation bertujuan untuk mempersatukan pendidik-pendidik Kristen yang melayani di perguruan tinggi di Asia, melakukan refleksi kritis terhadap berbagai isu yang dihadapi institusi pendidikan tinggi di Asia, mengidentifikasikan cara-cara yang dapat dilakukan pendidik dalam menghadirkan Kekristenan di bidang pengajaran yang menjadi tanggungjawab mereka, dan memperkuat jejaring antar dosen dari negara-negara di Asia. Para pendidik atau dosen di perguruan tinggi Asia yang mempercayai idealisme Kristen dapat bergabung dalam ACFF.

Saat ini, ACFF Federation diketuai oleh Dr. Maher Spurgeon, dari Madras Christian College, India.
Dalam konferensi ini, keynote presentations diberikan oleh Dr. Felix Wilfred, University of Madras, India, dengan judul “Higher Education, Religion and Public Sphere”.

Dr. (Hon). Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., Universitas Pelita Harapan, Indonesia, dengan judul “Religious Pluralism and Higher Education in Asia: The Indonesia Perspective”.

Dr. Lester Edwin Ruiz, Association for Theological Schools, USA, dengan judul “Religious Pluralism and Higher Education in Asia: Musings on Dialogue, Diversity, and World Formation”.

Dan Bro. Rolando Dizon, FSC, De La Salle University, Philipina, dengan judul “Religious Pluralism and Higher Education in Asia: Betlehem and Other Experiences / Insights, Issues & Challenges”.

Setiap wakil negara juga diberi kesempatan untuk mempresentasikan perkembangan perguruan tinggi Kristen masing-masing, sehingga setiap peserta memperoleh wawasan mengenai kondisi perguruan tinggi Kristen di negara peserta lain.

Untuk presentasi karya tulis ilmiah dan diskusi, peserta dibagi menjadi tiga kelompok topik diskusi, yaitu Effective Teaching, Developing Future Leaders, dan Academic Programs. Closing Remarks dalam acara penutupan disampaikan oleh Dr. Willi Toisuta sebagai anggota UBCHEA.

Beberapa poin penting dalam konferensi ini adalah:
1. Para pendidik di institusi pendidikan tinggi Kristen perlu menentukan sikap dalam menghadapi pluralisme agama, tidak hanya dengan menerima perbedaan semata, tetapi mulai melangkah untuk mencoba memahami ajaran agama lain, seiring dengan memperdalam pemahaman mengenai Kekristenan yang dianutnya, sehingga tidak kehilangan identitas Kekristenan di tengah pluralisme agama tersebut. Satu karakteristik Kekristenan yang menjadi ciri khusus yang tidak ditemui dalam agama lain adalah perintah Tuhan untuk mengasihi musuh-musuh kita, inilah yang seharusnya menjadi identitas pendidik Kristen.

2. Para pendidik perlu membuka diri untuk terjadinya dialog tentang pluralisme agama di dalam ruang kelas pada saat proses belajar-mengajar sehingga menularkan pemahaman tersebut bagi mahasiswa.

3. Bagi pendidik Kristen, mengajar dan meneliti merupakan panggilan profetik, sehingga dosen bukanlah hanya sebagai profesi semata tetapi juga merupakan sebuah pelayanan di hadapan Tuhan.

4. Pluralisme agama tidak hanya menjadi sebuah wacana untuk didiskusikan, tetapi perlu dirembeskan melalui seluruh kegiatan akademik di institusi pendidikan tinggi, sehingga perguruan tinggi akan melahirkan akademisi-akademisi yang dapat hidup dalam kemajemukan agama di masyarakat tanpa kehilangan identitas Kekristenan mereka.

ACFF chapter Indonesia saat ini dipimpin oleh Dr. Yohanes Hadi Soesilo, Rektor Universitas Kristen Cipta Wacana, Malang. Adapun program yang akan dilakukan selama dua tahun ke depan adalah membangun jejaring antara dosen-dosen Kristen di Indonesia, baik yang mengajar di Universitas Kristen maupun bukan Kristen. Untuk dapat saling berkomunikasi dan membangun satu sama lain, pertemuan ACFF Indonesia, direncanakan akan dilakukan pada tahun 2009 di Universitas Pelita Harapan.

Sementara pihak United Board sebagai sponsor dan pembina dari ACFF Federation, melalui Program Director untuk Asia, yaitu Dr. Jeyaraj Nirmala, dari The Chinese University of Hongkong, akan melakukan supervisi bagi pengembangan perguruan tinggi Kristen dan pendidik-pendidik Kristen di Asia.

Universitas Kristen Satya Wacana termasuk perguruan tinggi yang bekerja sama dengan United Board, sehingga dosen UKSW dapat menggunakan kesempatan tersebut, serta bergabung dalam ACFF chapter Indonesia, sebagai sarana mengembangkan jejaring, agar dapat terus mengembangkan diri sebagai seorang longlife learner.

Catatan Redaksi: Pinkan M. Indira adalah dosen Psikologi beliau juga berpesan ”bagi civitas akademika yang ingin memperoleh copy materi-materi yang dibahas dalam ACFF Federation IV, dapat menghubungi saya melalui email pinkan_ira@yahoo.com .”

One thought on “Asian Christian Faculty Fellowship Federation IV”

  1. STR says:

    good

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *