HIMPAR Galang Dana Gempa

Browse By

Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Papua Barat (HIMPAR) Salatiga, sejumlah 25 orang melakukan aksi penggalangan dana guna membantu korban gempa yang melanda Manokwari dan Sorong yang terjadi pada (4/1/08).

Aksi pertama dilakukan di depan kampus Satya Wacana Salatiga(7/1/08) dengan mendirikan tenda dan memasang spanduk bertuliskan ”penggalangan dana peduli gempa Manokwari dan Sorong” di pintu masuk kampus.

Selain penggalangan dana, juga terlihat beberapa mahasiswa mengenakan pakaian adat dan menyuguhkan tari-tarian adat. Salah satu tarian yang dimainkan adalah tari Yospan.

Rencananya, aksi penggalangan dana tersebut akan berakhir sampai (9/1/08) mendatang dan semua dana yang terkumpul akan langsung di kirimkan ke Papua.

Saat di temui Scientiarum di sela-sela kegiatan, Eddyson Sekenyap selaku koordinator lapangan, mengatakan, aksi tersebut diselenggarakan atas dasar kepedulian HIMPAR terhadap saudara-saudara mereka yang menjadi korban gempa di Papua Barat.

Moses You selaku ketua HIMPAR menambahkan “akibat gempa tersebut saudara-saudara kami di Papua kini harus hidup dalam kepanikan dan hanya melalui aksi ini kami dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kami di Papua Barat” tandasnya.

Pada hari yang sama, terlihat anggota BPMU UKSW membuat kotak sumbangan untuk ikut menggalang dana. Mereka menjalankan kotak sumbangan ke beberapa fakultas.

Ketua BPMU, Dian Rema Nugroho yang ditemui Scientiarum, mengatakan bahwa BPMU mengatas namakan LK mengambil inisiatif sendiri untuk membantu. Kotak – kotak sumbangan tersebut rencananya akan dijalankan hingga tanggal 17 Januari mendatang. Kemudian dana yang telah terkumpul digabung dengan dana dari Universitas dan Campus Ministry lalu disumbangkan.

Menurut Rema, beberapa mahasiswa lain baru mengetahui bahwa di Papua terjadi gempa setelah ada kegiatan ini. Meskipun demikian antusias mereka untuk menyumbang cukup baik.

One thought on “HIMPAR Galang Dana Gempa”

  1. Eddyson Sekenyap says:

    ………Thnx untuk publikasinya, semoga UKSW lebih nasionalis terhadap realitas masyarakat yang terpinggirkan. Wassallam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *