Kiat Menjadi Presenter Handal Ala PP PR

Browse By

Dalam rangka mempromosikan Program Studi Public Relation (PP-PR), mahasiswa PR kembali mengadakan workshop yang sudah menjadi agenda tahunan mereka. Untuk tahun ini, PP-PR mengusung tema “Kiat Menjadi Presenter yang Handal”. Acara ini diselenggarakan hari Jumat (13/3/09) di gedung GX 103.

Workshop tersebut diikuti sekitar 70 peserta dari berbagai fakultas dan 2 pelajar SMA. Acara tersebut menghadirkan Candra Sugarda (RCTI), Sianne Indriani (RCTI), Ida Parwati (RCTI), dan Denny Reksa (MNC).

Elya selaku ketua panitia workshop menuturkan, alasannya memilih bekerjasama dengan RCTI adalah karena telah terjalin hubungan kerjasama dengan Derek Management, dan setiap tahun, Derek Management selalu menjadi juri lomba presenter.

”Makanya ada anak SMA disini, karena sebenarnya mereka akan mengikuti lomba presenter juga, hanya saja untuk tahun ini lomba ditiadakan karena pesertanya hanya sedikit,” ujarnya sambil tertawa

Gres, salah satu peserta workshop yang berseragam SMA menuturkan “Saya ingin mendapatkan ilmu untuk menjadi seorang presenter langsung dari pakarnya, karena pada tahun kemarin saya tidak berpengalaman sehingga pada lomba presenter tahun kemarin saya hanya mampu masuk menjadi sepuluh besar saja” ungkapnya.

Seluruh peserta tampak tenang dan mengikuti acara dengan sangat baik ketika Ida Parwati membawakan materi News Caster (Presenter berita). Peserta tampak serius mendengarkan presentasi yang mengajarkan tentang bagaimana menjadi seorang presenter yang handal.

Menurut Ida Parwati, berita adalah informasi tentang peristiwa yang diperlukan dan ingin diketahui pemirsa dengan segera. Untuk itu, seorang news caster harus mengetahui langkah awalnya terlebih dahulu.

Langkah – langkah tersebut diantaranya, seorang news caster harus menguasai teknik penulisan berita, mengetahui dasar reportase peliputan berita, dan dasar tampil di depan kamera. Selain itu, seorang presenter berita harus tahu apa yang harus dikerjakan saat terjadi masalah, dapat menguasai teknik live reporting, mengenal peralatan teknik di studio, mengetahui teknik wawancara, dan sanggup bekerja dengan waktu yang tidak menentu. Ida Parwati mengungkapkan dalam sesinya bahwa “bahasa adalah cermin kehidupan bangsa.”

Oleh karena itu, seorang news caster harus mampu mengucapkan seluruh huruf dengan baik, dan menggunakan bahasa yang baku dan benar.

Antusiasme peserta meningkat ketika Candra Sugarda mengajarkan cara mengambil pernafasan yang bagus ketika seorang presenter sedang membacakan berita. Dalam persentasinya yang berjudul news presenting, Candra Sugarda menegaskan bahwa pronounciation sangat penting ketika seseorang menjadi presenter.

Dalam dunia pertelevisian, seorang jurnalis tidak hanya dituntut untuk dapat membuat liputan yang menarik dan menyentuh saja. Tetapi, seorang jurnalis televisi harus memiliki kemampuan yang sama baiknya untuk tampil kredibel di depan kamera secara live atau direkam.

“Untuk menjadi presenter yang bagus, seseorang harus memiliki teknik vocal dan suara yang bagus juga, ” kata Denny Reksa dalam presentasinya yang mengangkat pengajaran mengenai olah vokal.

Sebelum peserta beranjak dari gedung GX103, Sianne Indriani membangkitkan semangat dan aura sebagai seorang presenter dengan pelatihan bersama.

Tara Minarti adalah reporter magang Scientiarum. Dia mahasiswi Program Profesional Komputer Akuntansi.