Orasi Kebudayaan “Dua Jenderal”

Browse By

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL) UKSW menggelar acara Orasi Kebudayaan: Gerakan Revolusi Kebudayaan ”Dua Jenderal” Menuju Negeri Merak, Jumat (13/3). Acara yang diadakan di Balairung UKSW ini menghadirkan pasangan calon presiden dan wakil presiden Mayjen (Purn) Saurip Kadi dan pemeran Jenderal Nagabonar, Deddy Mizwar.

Dalam orasinya, kedua jenderal tersebut memaparkan berbagai kekeliruan politik yang terjadi di Indonesia saat ini, seperti yang tertulis dalam buku ” Mengutamakan Rakyat ” karya Saurip Kadi. Dalam buku tersebut, Saurip banyak mengungkapkan keburukan pemerintah masa lalu dan kebobrokan pemerintah masa kini.

Saurip Kadi dalam orasinya juga memaparkan bahwa sudah begitu banyak universitas di datanginya untuk hal yang sama, dan Universitas Kristen Satya Wacana merupakan universitas yang ke 114 dari sekian banyak universias yang pernah didatanginya untuk berorasi.

Apakah itu artinya ia bersiap untuk maju dalam bursa Pilpres 2009?

Jika benar, maka Saurip adalah satu diantara sekian banyak jenderal yang memimpikan perbaikan negeri ini melalui kekuasaan. Selain Wiranto, Prabowo, dan jenderal lain yang saat ini sudah mulai ancang-ancang untuk ikut Pemilihan Presiden.

Selain itu, Deddy dalam orasinya mengatakan bahwa, Pemilu pada saat ini, sama seperti membeli kucing dalam karung. Rakyat tidak tahu siapa yang akan dipilihnya. Dan ia bertekad untuk maju sebagai capres pada Pemilu yang akan datang, walaupun sejauh ini memang belum ada partai yang terang-terangan melirik sutradara Naga Bonar Jadi 2 ini menjadi calonnya. Kalaupun ada, tawaran untuk Deddy barulah menjadi calon wakil presiden (cawapres).

“Sejauh ini masih dalam proses komunikasi politik, sedang dalam proses sebelum menyatakan dukungan. Sudah ada partai politik yang mencalonkan Deddy Mizwar, seperti PKB dan PBR, tetapi bukan dwitunggal,” ujar Saurip yang ditemui Scientiarum seusai acara.

Dalam orasi kebudayaan tersebut memang sangat bayak budaya-budaya seperti budaya berpolitik, budaya partai dan budaya-budaya yang lainnya. namun pada akhir orasi tersebut Deddy mengkampanyekan diri dan menyuarakan statmen bahawa dirinya dan Saurip merupakan pasangan tunggal capres dan cawapres di pemilu mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *