Sivitas UKSW Ragukan Pansus

Browse By

Puluhan dosen, pegawai, dan mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di Satya Wacana melakukan aksi penolakan kecurangan pemilihan rektor pada (4/5/09).

Aksi yang dimuai pada pukul 10.00 WIB setelah pelaksanaan ibadah senin tersebut dilakukan di depan gedung Balairung Universitas dengan memampang spanduk besar yang bertuliskan “TOLAK KECURANGAN PEMILIHAN REKTOR”. Selain itu, para dosen, pegawai dan mahasiswa dari berbagai fakultas yang tergabung juga melakukan penandatanganan permohonan penjelasan transparansi indikator scoring yang digunakan untuk pemilihan calon rektor yang ditujukan kepada Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW).

Dalam hal ini, mereka meminta kepada pansus untuk keterbukaan dalam scoring supaya ada kejelasan, sehingga semua civitas warga UKSW paham dengan proses pemilihan calon rektor.

David Samiyana, dosen fakultas teologi menuturkan, ”Telah terjadi perbedaan pada hasil scoring pada pemilihan tahun 2001 dengan pemilihan tahun 2009 padahal indikator yang digunakan untuk scoring sama”.

Seperti yang tertulis pada press release, dengan indikator scoring yang sama pada tahun 2001,  Jhon Titaley menduduki ranking pertama,  Kris Herawan Timotius pada ranking kedua,  Hendrawan Supratikno pada urutan ke tiga, dan pada urutan ke empat diduduki oleh  Daniel D. Kameo. Namun, pada pemilihan tahun 2009, ranking pertama diduduki oleh  Kris Herawan Timotius, sedangkan ranking kedua diduduki oleh  Daniel D. Kameo, dan  Jhon Titaley berada pada ranking ketiga.

Pada pemilihan tahun 2009 kali ini, dari enam bakal calon rektor yang ada, hanya diusulkan dua nama yang tidak jelas scoring dan rankingnya, serta tidak jelas hasil ranking bagi seluruh nama bakal calon rektor yang ada. Dan kedua nama yang diusulkan oleh pansus kepada YPTKSW tersebut adalah nama-nama yang dibawah ranking  Jhon Titaley pada pemilihan sebelumnya.

Dalam press release tersebut juga dikatakan bahwa dua nama yang diusulkan saat ini belum menyelesaikan masa jabatannya, sehingga belum ada pencapaian prestasi akhir yang dapat dibandingkan dengan  Jhon Titaley yang telah menyelesaikan tugasnya.

Dalam hal ini para peserta aksi melontarkan kecurigaan terhadap kinerja pansus dalam penjaringan calon rektor, dan dianggap telah melakukan pelanggaran terhadap SK 034/B/YSW/2004 tentang peraturan pencalonan, pemilihan calon dan pengangkatan rektor, dan para pembantu rektor UKSW. Seharusnya, tindakan pansus ditegur oleh pengurus YPTKSW, sangat disayangkan bahwa hal ini tidak dilakukan oleh pengurus.

Jubhar Christian, dosen fakultas biologi menambahkan bahwa pansus telah melakukan pelanggaran terhadap SK 034/B/YSW/2004, dan salah satu pelanggarannya dapat dibuktikan dengan pansus yang melibatkan senator dalam melakukan proses scoring. Selain itu dalam persoalan etika, pihak pansus tidak memberikan surat pemberitahuan kepada bakal calon yang tidak lolos secara tertulis, tetapi diumumkan oleh pansus melalui buletin senin.

”Dalam hal ini kami tidak mempermasalahkan siapa nantinya yang akan terpilih akan tetapi yang kami permasalahkan adalah proses dan keterbukaan pansus dalam melakukan scoring” tambah Jubhar.

Yulius Yusak Ranimpi, salah satu senator membenarkan bahwa pihak senator telah dimintai oleh pansus untuk ikut memberikan penilaian dalam pemilihan calon rektor. Padahal, seharusnya dalam aturan pemilihan calon rektor, senator tidak ikut memberikan penilaian. Hal tersebut telah melanggar SK.

Setelah melakukan penandatanganan permohonan penjelasan transparansi indikator scoring, para peserta aksi penolakan berjalan dengan membentangkan spanduk menuju kantor YPTKSW, dan beberapa orang perwakilan dosen dan pegawai masuk kantor YPTKSW untuk bertemu dengan pihak pengurus.

Hasil pertemuan perwakilan dosen dan pegawai dengan pengurus YPTKSW (Santoso Adikusuma, Tri Budi, Sutikno dan Johanes Rusadi) adalah sebagai berikut:

1. Pengurus dan dosen bersepakat bahwa proses pemilihan rektor tahun ini adalah momen yang berbeda dari pada tahun-tahun sebelumnya, karena bakal calon rektor berjumlah enam orang adalah lebih banyak dari dua periode sebelumnya.

2. Hal “luar biasa” lainnya menurut ketua pengurus YPTKSW Santo Adikusuma adalah hasil kerja pansus yang ternyata melahirkan dua nama pada posisi ketiga. hal ini menyebabkan hasil tersebut menjadi belum final karena masih harus dikonsultasikan dengan pengawas YPTKSW dan pembina YPTKSW.

3. Ketua pengurus menyadari bahwa dari hasil scoring dengan menggunakan instrumen scoring yang sama dan yang sangat empiris, seharusnya secara metodologis akan menghasilkan hasil yang konstan (dari pihak dosen dan pegawai mempermasalahkan bahwa seharusnya nama  Jhon Titaley memiliki hasil yang tinggi karena selalu konstan) hal itu sudah disadari setelah melihat adanya dua scoring yang sama pada posisi keiga.

4. Pada hari Senin 4 Mei 2009 ketua pembina YPTKSW  Atmonobudi telah mengutus ketua pengawas YPTKSW Pdt. Engkih Gandakusuma untuk datang ke Salatiga dan langsung mengumpulkan informasi mengenai masalah pemilihan rektor untuk disampaikan kepada pembina YPTKSW.

5. Oleh karena itu, protes dan surat dari dosen dan pegawai akan langsung diteruskan kepada pembina melalui pengurus.

6. Terhadap pengumuman hasil kerja pansus penjaringan bakal calon rekor di buletin senin UKSW, ketua pengurus YPTKSW mengakui bahwa hal tersebut bisa disalahkan. Pansus sebenarnya tidak boleh mengumumkan di buletin senin tapi karena pansus berpendapat bahwa hasil perlu diumumkan karena pansus didesak dari unitnya. Padahal dalam melaksanakan tugasnya sebenarnya pansus bertanggung jawab kepada unit tetapi kepada pengurus YPTKSW.

7. Ketua pengurus YPTKSW mengemukakan bahwa dirinya tidak tahu apakah dua nama yang diusulkan pansus tersebut akan diteruskan kepada senat UKSW. karena semuanya saat ini tergantung pada keputusan pembina YPTKSW setelah munculnya masalah ini. kalau memang ada penambahan nama, itu juga diserahkan kepada keputusan pembina YPTKSW.

8. Ketua pengurus YPTKSW setuju untuk meralat pengumuman yang dimuat di buletin senin UKSW.

Sedangkan hasil pertemuan dosen dan pegawai dengan ketua pengawas YPTKSW Pdt. Engkih Gandakusuma adalah sebagai berikut :

1. Pertemuan dilakukan atas mandat yang diberikan oleh ketua pembina YPTKSW Atmonobudi kepada ketua pengawas YPTKSW untuk mengumpulkan fakta-fakta atas proses pemilihan rektor yang sedang berlangsung di UKSW.

2. Berdasarkan mandat tersebut, ketua pengawas YPTKSW telah bertemu dengan pengurus YPTKSW dan selanjutnya bertemu dengan perwakilan dosen dan pegawai yang keberatan dengan hasil pansus penjaringan bakal calon rektor UKSW.

3. Surat dan tanda tangan asli dari dosen dan pegawai telah dikirimkan melalui paket kilat ke Jakarta. Salinan terhadap surat dan daftar tanda tangan tersebut akan dibawa oleh ketua pengawas untuk diserahkan bersama-sama dengan notulen pembicaraan tersebut kepada ketua pembina YPTKSW.

4. Dalam pertemuan tersebut ketua pengawas hanya membuat notulen saja dan tidak memberikan komentar karena kewenangan sepenuhnya berada ditangan pembina.

5. Para dosen yang hadir telah menyampaikan pendapat mereka tentang berbagai indikasi kecurangan dalam pemilihan rektor UKSW, serta persoalan intimidasi yang dialami oleh para pegawai kontrak di UKSW akibat menandatangani petisi untuk mencalonkan  Jhon Titaley.

6. Atas pertimbangan-pertimbangan yang telah disebutkan dalam pertemuan tersebut maka kepada pembina YPTKSW dimohon untuk melakukan re-scoring (re-scoring) oleh tim baru yang dibentuk oleh pembina YPTKSW.

Berita Terkait:
Sanggahan Mantan Pansus “TERKEJUTKAH ANDA”
Ragu Hasil Penjaringan Balon Rektor

10 thoughts on “Sivitas UKSW Ragukan Pansus”

  1. rendy says:

    Selain Jubar, Yusak Ranimpi, dan Samiyana, para pahlawan transparansi dan demokrasi (dalam aksi tersebut) lainnya adalah Fery Karwur, Marthen Ndoen, Yakub Adi Krisanto, Theofransus Litaay, Yafet Rissy, Rocky Tamaila, Izak Lattu, Waterboom, Yany Rahardja, Antony Tumimomor, beberapa dosen Teologi lainnya, dan sebagian besar dosen FTI.

  2. sam says:

    wakakak.. waterboom..
    ijin linkback ya..

  3. yulius says:

    @ rendy: ren, itukan kroni-kroninya Om John Titaley. Hebat ya, mereka bersatu untuk membela “transparanis”. Ok deh kroni Om Titaley maju terus pantang mundur.

  4. Undangan says:

    Salam kasih Kristus, rekan-rekan dosen dan pegawai yang prihatin dengan perkembangan pemilihan rektor UKSW, diundang menghadiri doa bersama di kapel UKSW, hari ini kamis 7 mei 2009 jam 14.00 wib.

  5. Perjuangan UKIM Ambon says:

    ……………
    John Titaley –seorang tokoh PPU yang diduga keras merupakan pemicu
    kemelut di UKSW lewat ambisi dan ulahnya yang berkolusi dengan yayasan
    dalam merubah aturan pemilihan rektor– ternyata sebelumnya pernah
    juga bertindak inkonvensional. Ceritanya, sehabis pulang dari studi
    lanjut S-3, John Titaley berambisi ingin cepat naik pangkat secara
    tidak wajar. Sebelumnya dia berpangkat IIIB, dan setelah studi lanjut
    dia ingin pangkatnya langsung naik ke IVA tanpa lewat IIIC dan IIID.

    ———selengkapnya akses http://www.library.ohiou.edu/indopubs/1995/05/12/0007.html

  6. andi-dobleh says:

    Jah yang komen OOT semua..

    masa komen2 awal dah OOT.. coepoe lach!!!

    DI Suara Merdeka (tanggal 10 or 11 Mei):
    Dewan pembina memutuskan meloloskan 4 calon.. Christantius, DK, JK, KHT (disingkat gini jadi berasa kek mbaca daftar tersangka.. LoL…).

  7. Febri says:

    @Pejuang UKIM Ambon, mengapa anda mengirimkan link ini? Ada apa Jhon Titaley dengan UKIM? Ada masalahkah? bisa cerita?

    Salam,
    Febri

  8. Pengamat UKSW says:

    [quote]DI Suara Merdeka (tanggal 10 or 11 Mei):
    Dewan pembina memutuskan meloloskan 4 calon.. Christantius, DK, JK, KHT (disingkat gini jadi berasa kek mbaca daftar tersangka.. LoL…).[/quote]

    JK itu Jusuf Kala??
    Yang jelas donk namanya, jangan kayak kriminal gitu…

  9. Pingback: Scientiarum » Ragu Hasil Penjaringan Balon Rektor
  10. Trackback: Scientiarum » Ragu Hasil Penjaringan Balon Rektor
  11. pemerhati says:

    gara2 JT gak masuk aja kok pada kebakaran jenggot,nyante lha wes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *