Songsong Pilpres 2009

Browse By

Jelang pemilu presiden (Pilpres) pada 8 juli 2009, dijadikan salah satu momentum Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Kristen Satya Wacana, untuk menghelat lomba debat mahasiswa se-Jawa, dengan mengambil tema, “Pemilu Presiden”. Acara ini telah berlangsung pada 26 Mei 2009, di Gedung E123, UKSW.

Lomba debat kali ini, bertujuan untuk memberikan sumbangsih pemikiran terhadap pesta demokrasi yang tengah berlangsung di negara Indonesia. Sebelum lomba debat dimulai, Ketua Senat Mahasiswa Ilmu Sosial dan Poltik, Riesa, dalam sambutannya mengatakan, “Kita ketahui bersama bahwa saat ini kita sedang menghadapi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, menanggapi hal itu kita sebagai mahasiswa intelektual, penting bagi kita untuk memberi masukan dan kontribusi dalam menjawab fakta sosial disekitar kita, salah satunya adalah pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang akan kita lalui.”

Ada sembilan topik yang diangkat dalam lomba debat ini, meliputi; Koalisi Partai-partai Pendukung Capres dan Cawapres, Orang-orang Orde Baru Sekarang Jadi Capres dan Cawapres, Purnawirawan TNI Menjadi Capres dan Cawapres, Partai Politik Sebagai “Kendaraan” Politik Untuk Memperoleh Kekuasaan, Golput adalah Salah Satu Bentuk Demokrasi, Masyarakat Indonesia Belum Siap Melakukan Pemilihan Umum Langsung, Keberpihakan Media Dalam Pemberitaan Capres dan Cawapres, Iklan Politik Merupakan Usaha Kampanye yang Efektif, dan DPT akan Menjadi Masalah Dalam Pemilu Presiden.

Peserta yang ambil bagian dalam lomba debat kali ini, ada sembilan tim dari tujuh universitas. Antara lain; Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Universitas Kristen Indonesia Jakarta, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Khatolik Parahyangan Bandung, Universitas Padjadjaran Bandung, dan UKSW.

Sedangkan tim juri lomba debat ini terdiri dari tiga orang, yaitu Adi Ekopriyono (Asisten Direktur Suara Merdeka Grup), Valentino Haribowo (Kabag Humas Pemkot Salatiga), dan Husodo Wiyatmo (anggota KPU Salatiga).

Jalannya lomba

Pada sesi pertama debat, tim peserta dari UKSW 2 (Fakultas Hukum), Parahyangan Bandung, Undip 1, Undip 2, dan Unbra Malang, terpaksa harus terhenti karena mendapatkan point terendah dari dewan juri. Sedangkan tim lainnya, yakni UKSW1(Fisipol), UKI, Unpad, dan UGM berlanjut ke babak semifinal.

Pada babak semifinal, tim debat Unpad berada pada posisi kontra memperdebatkan topik, “Daftar Pemilu Tetap Menjadi Masalah Dalam Pemilu 2009” dengan melawan tim debat UGM, yang berada pada posisi pro. Perdebatan tim pro UGM mengatakan, “Salah satu indikator negara demokratis adalah bagaimana warga masyarakat di negara tersebut mengikuti pemilu,” Ujar seorang tim UGM.

“Pemilu saat ini sangat buruk, karena tidak semua masyarakat dapat ikut pemilu. DPT (Daftar Pemilih Tetap, Red) tidak mencari solusi kegagalan dalam menyiasati oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum, Red), jika kita berkaca, permasalahan DPT adalah tanpa ada pembelajaran, DPT akan tetap menjadi masalah jika pemilu masih mempengaruhi legitimasi dari pemilu itu sendiri. KPU tidak profesional dalam menanggapi masalah DPT ini”.

Sedangkan tim kontra Unpad mendebat, “Jika kita mengidentifikasi masalah, sebenarnya bukan DPT yang menjadi masalah, DPT hanya menjadi alat dalam mensurvei untuk mengetahui siapa saja yang berhak mengikuti pemilu. KPU adalah sebuah infrastruktur, semua masalah yang terjadi di legislatif, KPU sudah belajar dari pemilu legislatif bagaimana kesadaran masyarakat simbol intelektual, DPT tidak menjadi masasalah dalam pemilu, kita sudah mengidentifikasikan masalah”.

“Kita percaya bahwa kita adalah bangsa yang optimis, kita harus mau belajar dari sejarah jika kita mau belajar demokrasi. ketika pembicara bersifat paranoid, itu masih proses, kita harus optimis. Ya … demokrasi adalah baik kalau ikut berpartisipasi dalam pemilu. Kerja KPU masih proses, makanya DPT tidak menjadi masalah. Dengan mengadakan pengecekan dari rumah ke rumah dan adanya peran Parpol yang juga ikut aktif, ” terang tim dari Unpad.

Perdebatan dilanjutkan kebabak final yang mempertemukan antara UNPAD dengan UGM, dengan topik pembahasan: “Partai Politik Sebagai Kendaraan “Politik” untuk Memperoleh Kekuasaan”. Hasil lomba debat Pilpres ini dimenangkan tim debat UNPAD, juara kedua tim debat UGM. Sedangkan tim debat UKSW, gagal merebut juara tiga setelah dikalahkan tim debat UKI, yang pada saat itu berdebat soal topik, “Koalisi Partai Partai Dukung Capres dan Cawapres Tertentu”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *