UKSW Bekali Mentor PPMB

Browse By

Sebanyak 170 mahasiswa mentor Program Pengenalan Mahasiswa Baru 2009/2010 mengikuti pembekalan mentor di Wisma Bukit Soka pada 7-9 Agustus 2009.

Pembekalan mentor tersebut bertujuan untuk memperlengkapi mentor PPMB 2009 /2010 dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam mentoring.

Dalam pembekalannya para mentor di berikan materi-materi seperti, Wawasan Almamater Universitas Kristen Satya Wacana, Perpustakaan, F-Learn, KKM, Mentoring : Belajar Efektif di PT dan Penyelenggaraan Pekan PPMB.

Sehingga diharapkan profil mahasiswa 2009 mampu menjadi mahasiswa yang kreative minority, “Mampu menggerakkan massa pasif menjadi massa aktif, untuk melakukan perubahan positif di segala level organisasi dan masyarakat”.

Rencananya, mentor-mentor tersebut akan mendampingin mahasiswa 2009 selama satu semester.

Pinkan M Indira, S.Psi staff pengajar Fakultas Psikologi sekaligus ketua panitia PPMB menjelaskan, “Mentoring ini kan hubungan personal, dan tidak mungkin dapat terbangun hanya dengan waktu satu minggu saja. Sehingga mentor-mentor ini akan mendampingi mahasiswa baru selama satu semester agar kenal lebih dekat dan bisa membantu mahasiswa baru ketika mendapati kesulitan”.

Ketika ditanya imbalan apa yang diberikan oleh pihak universitas kepada mentor? Pinkan mengatakan, “ Tidak ada imbalan dalam bentuk materi. Mereka hanya berlatih menjadi pemimpin dalam bentuk skala kecil”.
“Mereka disini bukan untuk dijejali tapi untuk di bekali untuk menjadi mentor” tandasnya.

Voltaire mahasiswa Fakultas Psikologi angkatan 2006 menuturkan “Untuk pembekalan secara keseluruhan sudah cukup bagus, materi yang disampaikanpun cukup bagus. Namun ada beberapa pembicara yang kurang bisa kontak dengan peserta dan terlihat monotone”.

“Harapan saya setelah diperlengkapi dalam pembekalan, saya bisa mengajarkan kepada mahasiswa baru dan mereka bisa memahami dengan apa yang saya ajarkan” tambahnya.

5 thoughts on “UKSW Bekali Mentor PPMB”

  1. Theofransus Litaay says:

    Jika disimak secara cermat, maka yang menarik dari berita ini adalah kemampuan Pinkan M Indira yang secara sangat smart / cerdas telah melakukan penafsiran atas idealisme UKSW kedalam level kebijakan / tindakan praktis dan dikombinasikan pula dengan latar belakang keilmuan beliau. Bravo!

  2. andi-dobleh says:

    Harapan saya setelah diperlengkapi dalam pembekalan, saya bisa mengajarkan kepada mahasiswa baru dan mereka bisa memahami dengan apa yang saya ajarkan
    mentor tugas’e mendampingi po ngajari sih??

    @om Theo
    penafsiran yang mana OM? kok aku gak liat yah?.. bisa dikasih tau , aku masih rabun.. 😀

  3. UKSW di Hati says:

    UKSW Juara Lomba Roket Nasional
    Monday, 17 August 2009
    BANTUL (SI) – Tim Aeromania Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga berhasil menjuarai lomba muatan roket (payload) tingkat mahasiswa se-Indonesia di Pantai Pandansimo, Bantul, Yogyakarta,kemarin.

    Tim tersebut menjadi juara setelah memperoleh nilai tertinggi dari 24 tim lainnya yang masuk final, yaitu dengan total nilai 340.22. Sementara juara kedua diraih Tim Praiti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dengan nilai 339.84, disusul juara tiga dari Tim Gatotkaca juga dari UGM dengan nilai 339.74.

    Untuk juara harapan satu diraih Tim Astronik System dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan nilai 336.94 dan juara harapan dua disabet Tim Roket Roker dari UGM dengan nilai 326.16. Sementara juara harapan tiga diraih Tim Robotik dari Universitas Tarumanegara (Untar) Jakarta dengan nilai 322.54.

    Wakil Ketua Panitia Lomba Muatan Roket, Atik Bintara mengatakan, jika dibandingkan dengan tahun lalu, lomba kali ini terdapat peningkatan,terutama pada muatan telemetri dan telecam yang digunakan peserta.Sebab,untuk tahun lalu,telemetri yang dipakai hanya dengan satu sensor, sedangkan tahun ini dengan empat sensor.

    Sementara untuk telecam, tahun lalu tidak memakai komen dan kali ini wajib memakai komen. Komen adalah alat yang berfungsi sebagai pengontrol jarak jauh. “Jadi, dari sisi penyelenggaraan, khususnya kualitas,tahun ini lebih baik jika dibandingkan dengan tahun lalu,” jelasnya.

    Selain mendapatkan piala, para juara dalam lomba tersebut akan mendapatkan uang pembinaan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).Untuk juara I mendapatkan Rp15 juta, dan juara II Rp12 juta,juara III Rp9 juta.

    “Untuk juara harapan,baik harapan I, II, dan III masing-masing mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp6 juta. Jadi, total Rp54 juta,”ungkapnya. Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (P2M) Dikti Diknas Suryo Hapsoro mengatakan,selain untuk pengembangan kreasi dan inovasi, khususnya pada bidang kedirgantaraan, lomba ini bertujuan menggairahkan bidang pariwisata.“

    Kami harapkan, para juara dalam lomba ini tidak cepat puas, tapi lebih mengembangkan lagi kemampuannya, terutama dalam bidang kedirgantaraan,” tandasnya. (priyo setyawan)

  4. Theofransus Litaay says:

    @Andi: Ada 2 Andi yang saya pahami, yang pertama bahwa dia menafsirkan rombongan mentor ini sebagai creative minority yang menggerakan massa (mahasiswa baru) yang besar untuk menjadi pelaku aktif. Yang kedua, pada setting mentorship yang berlangsung selama satu semester ini merupakan wujud dari fungsi pembinaan kepemimpinan (fungsi ke-3 dari fungsi universitas menurut alm pak Notohamidjojo). Mungkin beliau sendiri tidak berpikir sejauh ini, tapi saya ingin kita memberi makna sejauh itu sekaligus sebagai apresiasi positif terhadap usaha seorang dosen muda.
    Mentorship ini menarik, di luar negeri sudah berjalan dan banyak yang berhasil dengan baik, dengan berbagai nama seperti tutorial dan juga buddy system.
    Kalau di dunia pendidikan militer di Amerika namanya buddy system, jadi yang senior membimbing juniornya melalui berbagai tantangan sehingga bisa berhasil dalam pendidikan dan merupakan usaha bersama.

  5. kharina says:

    pokoknya mentor2 kali ini benar2 “mentor” yang sangat diharapkan dari universitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *