ALAM: Fasilitas Baru bagi Mahasiswa

Browse By

Universitas Kristen Satya Wacana, baru-baru ini memberikan layanan bagi mahasiswa, yaitu Anjungan Layanan Akademik Mahasiswa, disingkat ALAM. “Salah satu cara untuk menangani kebutuhan-kebutuhan informasi agar lebih cepat dan mengurangi antrian, maka diadakan penambahan fasilitas ALAM ini,” kata Partono.

Partono adalah Kepala Bagian Sistem Informasi UKSW. Lebih lanjut dia mengatakan, “Sistem informasi mahasiswa, dosen, dan pihak-pihak terkait lainnya, dari waktu ke waktu memang perlu disesuaikan dengan kemajuan teknologi.”

ALAM memiliki fasilitas macam, melihat — mencetak tagihan awal, melihat — mencetak tagihan pelunasan, melihat — mencetak kartu hasil studi, melihat — mencetak kartu studi tetap, melihat transkrip nilai, melihat kredit keaktifan mahasiswa, dan dapat juga digunakan untuk SIASAT. Direncanakan fasilitas ini akan disediakan ditiap gedung.

Fasilitas ini diberikan untuk memudahkan user atau mahasiswa agar lebih cepat mendapat pelayanan. Mahasiswa tidak perlu lagi mengantri dan datang ke Gedung Administrasi Pusat.

Anjungan Layanan Akademik Mahasiswa (ALAM). {Foto oleh James A. L. Filemon}

Anjungan Layanan Akademik Mahasiswa (ALAM). {Foto oleh James A. L. Filemon}

Guna mendukung fasilitas ALAM ini, Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) diubah menjadi berbarcode. Sebagai tanda untuk menggantikan nama atau nomer induk mahasiswa. Sedangkan cara penggunaannya, user harus menempelkan barcode kelampu sensor pada mesin.

Eko Imam Slamet, staff Bagian Admisi Registrasi (BARA) memiliki harapan, “adanya barcode pada KTM, semua mahasiswa lebih mudah mengakses semua layanan yang ada di UKSW.”

Dia juga menerangkan, “saat ini sudah sekitar 80% mahasiswa UKSW memiliki KTM berbarcode. Namun saya belum bisa memastikan apakah semua mahasiswa paham atau tau cara menggunakan fasilas ALAM ini. Sejauh ini pihak BARA sudah melakukan sosialisasi tentang penggunaan fasilitas ALAM melalui Lembaga Kemahasiswaan Fakultas.”

Di sisi lain, Sutrimo, staff BARA menuturkan, ” Setelah ada fasilitas ALAM, mahasiswa meminta pelayanan manual sudah agak berkurang, yang masih banyak meminta pelayanan manual itu biasanya angkatan-angkatan tua, mereka masih menggunakan KTM lama, dan belum menggantinya dengan KTM baru, yang berbarcode”.

“Bagi angkatan-angkatan muda yang datang meminta pelayanan manual biasanya saya selalu menganjurkan untuk menggunakan fasilitas ALAM, dan angkatan-angkatan tua yang malas mengganti KTM-nya tetap kami layani,” tambahnya.

Menurut mahasiswi Fakultas Bahasa dan Sastra, Beauty Lucky, yang saat itu sedang memanfaatkan fasilitas ALAM, merasa cukup senang dengan adanya penambahan ini. “Pelayanan seperti ini menjadi lebih mudah, cepat. Dan kita tidak perlu lagi mengantri lama untuk meminta tagihan uang kuliah,” ujarnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *