SEMA Fisipol dan LIA Selenggarakan Try Out TOEFL

Browse By

Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (SEMA FISIPOL) bekerjasama dengan Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesional LIA (LBPP LIA) Salatiga, menyelenggarakan “Try Out TOEFL” untuk mahasiswa UKSW pada hari Kamis, 17 September 2009, bertempat di gedung E123 UKSW. Try Out TOEFL (Test Of English as a Foreign Language) merupakan suatu uji kemampuan untuk standardisasi kemampuan berbahasa Inggris.

Kegiatan ini dibuka bagi semua mahasiswa UKSW dari berbagai fakultas dan diadakan dengan 2 gelombang tes. Gelombang pertama yang dimulai pukul 08.00 – 10.00 diikuti oleh 29 mahasiswa. Kemudian gelombang kedua dimulai pukul 11.00 – 13.00 dan diikuti 23 mahasiswa. Dari 64 yang mendaftarkan diri, hanya 52 yang mengikuti tes.

Setiap gelombang berlangsung selama 2 jam dengan 3 sesi yaitu listening, usage, dan reading. Total soal dari ketiga sesi tersebut adalah 140 soal. Para peserta dianjurkan untuk mengisi semua soal-soal yang ada karena hasil dari tes tersebut dinilai dari setiap jawaban yang benar, dan tidak ada pengurangan untuk jawaban-jawaban yang salah.

“Saya sempat mengalami kesulitan saat mengikuti sesi 1, listening. Suaranya kurang jelas. Awalnya saya pikir masing-masing peserta akan memakai headset/earphone, ternyata tidak. Semua peserta mendengarkan soal-soal listening dari tape yang telah disediakan. Ini merupakan kali pertama Saya mengikuti try out TOEFL,” kata Wilsa, salah satu peserta yang merupakan mahasiswa FISIPOL UKSW.

“Jadi sebelumnya benar-benar tidak tahu tes TOEFL itu seperti apa. Tapi dari try out TOEFL ini saya jadi punya pengalaman, dan setidaknya punya bayangan tentang tes TOEFL. Mudah-mudahan hasilnya baik,” jelasnya.

LBPP LIA baru saja membuka cabang di Jl. Veteran No.95 Salatiga bulan agustus kemarin, dan membuka pendaftaran baru untuk English For Children, English For Teens, English For Adults, Conversation Class, dan LIA Preparation Course For The TOEFL Test.

Koordinator LBPP LIA, Sebastian Prakorso menuturkan, ”LIA mempunyai slogan ‘a commitment to learning,’ yang berarti bahwa kami (LBPP LIA) mempunyai komitmen untuk membantu pemerintah ikut mencerdaskan kehidupan bangsa lewat pembelajaran bahasa Inggris.”

“LIA sendiri telah bekerja sama dengan berbagai instansi swasta, bisnis, serta sekolah-sekolah. Dan saat ini mendapat kesempatan bekerja sama dengan SEMA FISIPOL UKSW, mengapa tidak?” tegasnya.

Sebastian Prakorso menambahkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan maksud mengajak para mahasiswa UKSW untuk mau terus mengasah kemampuan berbahasa Inggris, sambil mempersiapkan diri menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin ketat dan penuh persaingan. Tidak bisa dipungkiri bahwa kemampuan berbahasa inggris saat ini cukup diperhitungkan. Sudah banyak tempat kerja yang memperhitungkan kemampuan berbahasa inggris sebagai salah satu syarat seseorang diterima atau tidak di salah satu tempat kerja.

Hasil dari Try Out TOEFL ini diumumkan pada tanggal 28 September 2009 bertempat di kantor fakultas FISIPOL.

2 thoughts on “SEMA Fisipol dan LIA Selenggarakan Try Out TOEFL”

  1. Nuriaman says:

    ada tidak beasiswa untuk belajar toefl untuk mahasiswa yang kurang mampu??

    untuk mendapatkan s2 ke luar negeri harus memenuhi persyaratan seperti test toefl yang nilainya harus diatas 500!!

    bagaimana dengan nasib mahasiswa yang kurang mampu, tetapi memiliki keinginan yang kuat, hanya kemampuan bahasa inggris ya masih kurang!!

  2. dominggus says:

    YO BELAJAR bahasa INGGRIS….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *