Musicbiz on Campus

Browse By

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) UKSW bekerja sama dengan Rolling Stone dan juga Yamaha menyelenggarakan acara “Rolling Stone Live Music Biz on Campus Rock n’ Roll Workshop 2009” pada Senin, 12 Oktober 2009. Acara yang berlangsung di gedung Balairung UKSW ini mengambil tema “A Smart Survival Guide In The Music Business Jungle.”

Dalam acara ini, panitia mengundang James F. Sundah, penulis lagu sekaligus kepala organisasi PAPPRI (Persatuan Artis Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia) serta penyanyi papan atas Glenn Fredly, sebagai pembicara. Selain itu mereka juga menghadirkan Wiwiek en Friends, band asal Semarang dan juga Endah N Rhesa, asal Jakarta untuk turut memeriahkan acara.

James F. Sundah mengisi sesi Workshop yang dimulai pukul 13.00 WIB. Ia menjelaskan beberapa hal, diantaranya definisi musik, industri musik, perkembangan musik di Indonesia, dan hak kekayaan intelektual.

Sedangkan Glenn Fredly tampil sebagai pembicara saat sesi talk show. Pria kelahiran Ambon, 30 September 1975 ini mengemukakan bagaimana cara bertahan dalam industri musik Indonesia dengan membagi pengalaman karir musiknya selama berada di dunia musik Indonesia, “Create your own system untuk masuk dalam industri musik,” tegasnya.

Usai talk show dilanjutkan pertunjukan musik dari Wiwiek en Friends yang membawakan tiga lagu berturut-turut. Disusul oleh Endah N Rhesa, duo dari Endah Widiastuti (gitar-vokal) dan Rhesa Aditya (bas) dengan format “akustik ballads.”

Rhesa Aditya (bas) dan Endah Widiastuti (gitar-vokal). {Foto oleh Filipus Tian}

Rhesa Aditya (bas) dan Endah Widiastuti (gitar-vokal). {Foto oleh Filipus Tian}

Dengan hanya menggunakan dua jenis alat musik, pasangan calon suami istri (Endah dan Rhesa—red) yang rencananya akan menikah dalam waktu dekat ini, berhasil menuai tepuk tangan meriah melalui kolaborasi bass dan akustik yang mereka mainkan. Di tengah music performance, mereka sempat membagi sebuah CD album mereka kepada seorang mahasiswa yang dapat mengeja nama mereka dengan benar.

Menjelang akhir acara, para mahasiswa meminta Glenn bernyanyi. Meski tidak diundang sebagai penyanyi, pria bernama lengkap Glenn Fredly Deviano Latuihamallo itu memenuhi permintaan mahasiswa untuk bernyanyi dengan cacatan mahasiswa mau mengumpulkan dana sumbangan untuk pemulihan pasca gempa Jawa Barat.

Dari kesepakatan itu, terkumpul dana sebesar Rp1.325.000, yang rencananya akan disalurkan melalui sebuah lembaga sosial milik Iwan Fals oleh Glenn. “Cuma Dia” dan “Terpesona” adalah dua judul lagu yang dinyanyikan Glenn sekaligus sebagai penutup acara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *