<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Penyuluhan Narkoba dan HIV/AIDS</title>
	<atom:link href="http://scientiarum.com/2009/10/21/penyuluhan-narkoba-dan-hivaids/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://scientiarum.com/2009/10/21/penyuluhan-narkoba-dan-hivaids/</link>
	<description>Universitas Kristen Satya Wacana &#124; Salatiga</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Mar 2010 20:17:42 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: eka</title>
		<link>http://scientiarum.com/2009/10/21/penyuluhan-narkoba-dan-hivaids/comment-page-1/#comment-4661</link>
		<dc:creator>eka</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 02:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=717#comment-4661</guid>
		<description>saya juga mengikuti sesi tersebut di E123, sangat menarik sekali meski setiap kali saya sering mendengar akan gembar-gembor tentang sosialisasi narkoba, HIV, AIDS dsb. Meski terasa cukup panas di telinga saya, tapi saya dukung berkenaan sosialisasi yang secara continue tetap dilakukan. Lantas jika menurut teori efektif dan efisien bagaimana ya ?
Apakah menjawab dengan seringnya sosialisasi tapi berdasarkan artikel di atas,&quot;Kedua pembicara tersebut memaparkan bahwa kota Salatiga menduduki peringkat ke-3 dengan jumlah HIV/AIDS terbanyak setelah kota Semarang dan Surakarta. Namun dalam hal penggunaan jarum suntik, Sovie menyebutkan bahwa Salatiga menduduki peringkat pertama&quot;.
Ada apa ini ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya juga mengikuti sesi tersebut di E123, sangat menarik sekali meski setiap kali saya sering mendengar akan gembar-gembor tentang sosialisasi narkoba, HIV, AIDS dsb. Meski terasa cukup panas di telinga saya, tapi saya dukung berkenaan sosialisasi yang secara continue tetap dilakukan. Lantas jika menurut teori efektif dan efisien bagaimana ya ?<br />
Apakah menjawab dengan seringnya sosialisasi tapi berdasarkan artikel di atas,&#8221;Kedua pembicara tersebut memaparkan bahwa kota Salatiga menduduki peringkat ke-3 dengan jumlah HIV/AIDS terbanyak setelah kota Semarang dan Surakarta. Namun dalam hal penggunaan jarum suntik, Sovie menyebutkan bahwa Salatiga menduduki peringkat pertama&#8221;.<br />
Ada apa ini ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: FSM_06</title>
		<link>http://scientiarum.com/2009/10/21/penyuluhan-narkoba-dan-hivaids/comment-page-1/#comment-4656</link>
		<dc:creator>FSM_06</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 03:51:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=717#comment-4656</guid>
		<description>iya...kegiatan itu menurut saya kurang koordinasi dengan Lembaga kemahasiswaan(terkait pesertanya), seandainya jauh2 hari &#039;benar2&#039; dibicarakan akan lebih baik. tetapi,memberikan apresiasi buat acara semacam ini, untuk itu kami dari Lebaga Kemahasiswaan akan menindaklanjuti acara2 semacam ini. di bulan desember dan januari akan diadakan sosialisasi ke SMA2 dengan kerjasama OSIS masing2 SMA. hingga saat ini satgas sedang dibentuk. Tuhan Berkati semua...semoga dengan tindakan nyata kita bersama ada perbaikan terkait masalah2 sosial dimasyarakat salatiga.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iya&#8230;kegiatan itu menurut saya kurang koordinasi dengan Lembaga kemahasiswaan(terkait pesertanya), seandainya jauh2 hari &#8216;benar2&#8242; dibicarakan akan lebih baik. tetapi,memberikan apresiasi buat acara semacam ini, untuk itu kami dari Lebaga Kemahasiswaan akan menindaklanjuti acara2 semacam ini. di bulan desember dan januari akan diadakan sosialisasi ke SMA2 dengan kerjasama OSIS masing2 SMA. hingga saat ini satgas sedang dibentuk. Tuhan Berkati semua&#8230;semoga dengan tindakan nyata kita bersama ada perbaikan terkait masalah2 sosial dimasyarakat salatiga&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: joko</title>
		<link>http://scientiarum.com/2009/10/21/penyuluhan-narkoba-dan-hivaids/comment-page-1/#comment-4652</link>
		<dc:creator>joko</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 13:13:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=717#comment-4652</guid>
		<description>Melalui forum ini ingin numpang bertanya kepada para dokter-dokter dan pejabat2 berwenang,

kenapa belum ada pemberitaan resmi dari Depkes bahwa manfaat VCO sungguh luar biasa, mampu mengobati penyakit yang tidak ada obatnya menurut kedokteran, contoh :

- sakit gula atau diabetes melitus
- sirosis hati atau kanker hati
- HIV AIDS (sesuai dengan topik kita di atas)

dll.

VCO atau virgin coconut oil mudah diperoleh dimana saja dikota2 besar di Indonesia, harnya pun terjangkau. Cukup dengan 2-3x sehari 2-3 sendok makan, anda sudah terbebas dari berbagai penyakit yang tiada obatnya. VCO rasa dan baunya enak dan gurih, dia diproses tanpa pemanasan, tanpa fermentasi dan tanpa bahan kimia.

Mohon, mbok ya depkes dari pada me riset obat2 an yang mahal dari amerika sana, kenapa tidak mengembangkan potensi nasional negara kita ini, yang bisa menambah devisa kita.

Teorinya untuk HIV AIDS, virus HIV AIDS mempunyai selubung mantel dari protein, yang membandel tidak bisa dihancurkan oleh obat2an, namun begitu kena VCO atau virgin coconut oil, mantel tersebut hancur, dan virusnya dapat dibunuh pula oleh vco ini. Mohon depkes membuktikan ini.

Tks. Dan salam hangat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Melalui forum ini ingin numpang bertanya kepada para dokter-dokter dan pejabat2 berwenang,</p>
<p>kenapa belum ada pemberitaan resmi dari Depkes bahwa manfaat VCO sungguh luar biasa, mampu mengobati penyakit yang tidak ada obatnya menurut kedokteran, contoh :</p>
<p>- sakit gula atau diabetes melitus<br />
- sirosis hati atau kanker hati<br />
- HIV AIDS (sesuai dengan topik kita di atas)</p>
<p>dll.</p>
<p>VCO atau virgin coconut oil mudah diperoleh dimana saja dikota2 besar di Indonesia, harnya pun terjangkau. Cukup dengan 2-3x sehari 2-3 sendok makan, anda sudah terbebas dari berbagai penyakit yang tiada obatnya. VCO rasa dan baunya enak dan gurih, dia diproses tanpa pemanasan, tanpa fermentasi dan tanpa bahan kimia.</p>
<p>Mohon, mbok ya depkes dari pada me riset obat2 an yang mahal dari amerika sana, kenapa tidak mengembangkan potensi nasional negara kita ini, yang bisa menambah devisa kita.</p>
<p>Teorinya untuk HIV AIDS, virus HIV AIDS mempunyai selubung mantel dari protein, yang membandel tidak bisa dihancurkan oleh obat2an, namun begitu kena VCO atau virgin coconut oil, mantel tersebut hancur, dan virusnya dapat dibunuh pula oleh vco ini. Mohon depkes membuktikan ini.</p>
<p>Tks. Dan salam hangat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mei</title>
		<link>http://scientiarum.com/2009/10/21/penyuluhan-narkoba-dan-hivaids/comment-page-1/#comment-4651</link>
		<dc:creator>mei</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 06:37:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=717#comment-4651</guid>
		<description>Tindaklanjutnya mana dari para peserta maupun mentor??? saya pikir percuma aja kalo gak da langkah konkretnya.. apa hanya datang ikut penyuluhan untuk dapat uang aja, miris kalo seperti itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tindaklanjutnya mana dari para peserta maupun mentor??? saya pikir percuma aja kalo gak da langkah konkretnya.. apa hanya datang ikut penyuluhan untuk dapat uang aja, miris kalo seperti itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Winarto</title>
		<link>http://scientiarum.com/2009/10/21/penyuluhan-narkoba-dan-hivaids/comment-page-1/#comment-4632</link>
		<dc:creator>Winarto</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 06:29:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=717#comment-4632</guid>
		<description>&quot;Kedua pembicara tersebut memaparkan bahwa kota Salatiga menduduki &lt;strong&gt;peringkat ke-3 &lt;/strong&gt; dengan jumlah HIV/AIDS terbanyak setelah kota Semarang dan Surakarta&quot;.
Peringkat se-Jawa Tengah?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Kedua pembicara tersebut memaparkan bahwa kota Salatiga menduduki <strong>peringkat ke-3 </strong> dengan jumlah HIV/AIDS terbanyak setelah kota Semarang dan Surakarta&#8221;.<br />
Peringkat se-Jawa Tengah?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
