Refleksi Mahasiswa Terhadap Sumpah Pemuda

Browse By

Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda pada Rabu, 28 Oktober 2009, Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas (BPMU) bersama keluarga besar Lembaga Kemahasiswaan (LK) UKSW mengadakan Refleksi Mahasiswa guna memperingati kelahiran Sumpah Pemuda ke-81. Acara ini dimulai pukul 19.00 WIB dan bertempat di Taman Plaza UKSW (depan gedung LK).

Sekitar 50 mahasiswa dari UKSW sendiri dan sekolah tinggi di Salatiga menghadiri kegiatan Refleksi kelahiran Sumpah Pemuda atas undangan BPMU.

Wirawan Hari Prasetyo memimpin jalannya acara. {Foto oleh Subiharto}

Wirawan Hari Prasetyo memimpin jalannya acara. {Foto oleh Subiharto}

Wirawan Hari Prasetyo selaku koordinator acara mengatakan, “Ini merupakan refleksi sumpah pemuda Indonesia, setidaknya mengingatkan pemuda-pemudi Indonesia yang telah berjuang untuk mempersatukan bangsa.”

Selain itu, mahasiswa yang biasa dipanggil WH itu menambahkan, “Acara ini merupakan wujud kerinduan LK melihat mahasiswa bernasionalisme dan ini merupakan langkah awal LK dalam membuka diri untuk mahasiswa di awal periode.”

Di tengah-tengah acara, Lusua mahasiswa Fisipol UKSW angkatan 2006 mengungkapkan makna pemuda dalam konteks negara, mereka adalah yang memperjuangkan bangsa ini. Ia menuturkan prihatin melihat pemuda sekarang yang tidak peduli dan menduga ada yang peduli namun cenderung diam.

“Jangan sampai kita jadi kuli di negara kita sendiri dan dimanfaatkan oleh bangsa asing” ungkap Shalom, mahasiswa Teologi UKSW. Dan ia berharap semoga kegiatan semacam ini tetap diadakan agar mereka bisa berpikir.

Apresiasi yang berbeda dilakukan oleh Teater Kronis UKSW yaitu dengan pembacaan puisi dan teater.

Andri mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan UKSW angkatan 2002 yang tergabung dalam Teater Kronis membacakan puisi “Ayo”, karya Sutardji Kalsum Bahri yang dibuat tahun 1998.

Sedangkan teater ditampilkan Andika, mahasiswa Program Profesional UKSW. Usai penampilan Andika, salah satu rekan dalam Teater Kronis, Andri menjelaskan teater tersebut menceritakan tentang refleksi dari masa ke masa tentang kepemudaan.

2 thoughts on “Refleksi Mahasiswa Terhadap Sumpah Pemuda”

  1. Winarto says:

    “Acara ini merupakan wujud kerinduan LK melihat mahasiswa bernasionalisme…..”
    Memang selama ini mahasiswa tidak bernasionalisme ya? 😀

  2. Theofransus Litaay says:

    bagaimana dengan nasib pohon-pohon yang ditebang di belakang BU?
    ada perhatian dari para pemuda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *