Ulang Tahun Hok Tek Bio

Oleh Andreas Kristian Budiarto | 18 November 2009 | Salatiga & Sekitarnya

Tempat ibadah Tri Dharma Hok Tek Bio Salatiga, Jawa Tengah merayakan hari ulang tahunnya yang ke-137. Rangkaian acara terlihat sejak beberapa hari. Namun, acara puncak berupa kirab kesenian tradisional China digelar pada Minggu, 15 November 2009 di sepanjang Jalan Letjen Sukowati, Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Pangeran Diponegoro. Acara diikuti oleh 50 peserta paguyuban dari seluruh Pulau Jawa dan Madura.

Acara yang dimulai pukul 11.30 berlangsung meriah dan menarik. Bahkan cuaca yang kurang bersahabat tak mengurungkan minat masyarakat untuk menyaksikannya.

Muspida Kota Salatiga yang terdiri atas Wali Kota, Ketua DPRD, Komandan Kodim, dan Wakil Kepala Polresta terlihat antusias dan menikmati penampilan berbagai macam arak-arakan patung dewa yang dihiasi berbagai pernak-pernik itu. Bahkan beberapa kali sempat terlihat Wali Kota menari dan menyanyi bersama peserta. Wali Kota Salatiga John Manoppo mengapresiasi acara ini karena dapat menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. “Saya pikir acara ini luar biasa, secara tidak langsung (acara ini) dapat mendongkrak perekonomian dan mempromosikan daerah,” kata John.

John juga berharap acara semacam ini dapat diagendakan setiap tahunnya di wilayah Pemkot Salatiga.

Salah satu atraksi dalam HUT tempat ibadah Tri Dharma Hok Tek Bio ke-137. {Foto oleh Andreas K. Budiarto}

Salah satu atraksi dalam HUT tempat ibadah Tri Dharma Hok Tek Bio ke-137. {Foto oleh Andreas K. Budiarto}

Ketua Yayasan Tempat Ibadah Hok Tek Bio Arifin Sanjaya menerangkan bahwa seluruh dana yang terkumpul dari acara ini akan digunakan untuk pembangunan gedung serba guna di kompleks tempat ibadah. “Pembangunan sedang berjalan sekitar 70 persen, kami akan melanjutkan karena gedung ini akan digunakan untuk kegiatan sosial,” kata Arifin.

Penginapan penuh
Rangkaian acara HUT ke-137 tempat ibadah Hok Tek Bio selama beberapa hari membuat hotel-hotel di Kota Salatiga terisi penuh. Pemilik Hotel Mutiara Iryanto melalui karyawannya Supriyadi mengaku, kamar telah terisi penuh sejak beberapa hari sebelumnya. “Pemesan kebanyakan dari luar kota, ada dari Jakarta, Banyuwangi, Bojonegoro dan Pemalang,” kata Supriyadi.

Tidak hanya hotel, tetapi ruang aula pertemuan pun disesaki oleh peserta kirab kesenian ini. Pengurus Wisma Sabda Mulia, Marsudi mengatakan sekitar 150 orang menyewa aula yang biasa digunakan untuk pertemuan sebagai penginapan.

Kehilangan
Acara yang disaksikan sekitar 4.000 orang ini dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab. Beberapa orang mengaku kehilangan dompet saat menyaksikan acara tersebut. Kepala Polres Kota Salatiga Ajun Komisaris Besar Agus Rochmat melalui Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Ajun Inspektur Satu Dani Biyanto menerangkan bahwa sudah ada 8 pelapor yang melaporkan kehilangan hingga sore harinya. “Kebanyakan orang yang melapor adalah perempuan. Modusnya adalah dengan merobek tas bawaan mereka,” kata Dani.


Kami Menerima Pandangan Anda

© 2009 Scientiarum. Hak cipta dilindungi Undang-Undang. Situs ini menggunakan mesin WordPress bertema Advanced Newspaper.