Tolak Rezim Baru SBY

Browse By

Puluhan massa berorasi mulai dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menuju Bundaran Tamansari pada Rabu, 25 November 2009 pukul 12.00 WIB. Massa menuntut agar kasus Bank Century diusut, pergantian seluruh menteri dan pejabat tinggi yang korupsi, dan menghentikan pemerintahan SBY-Budiono karena sudah jelas menjadi agen neoliberal dan korup.

Poster-poster demonstran dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI). {Foto oleh Kumas Setyo Hadi Putri}

Poster-poster demonstran dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI). {Foto oleh Kumas Setyo Hadi Putri}

Massa berasal dari Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Salatiga dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) dengan koordinator lapangan Oktayanus Caesar, mahasiswa Fakultas Teologi angkatan 2005.

Yoris Sindu Sinarjan, seorang mahasiswa Fakultas Tekhnik Universitas Negeri Semarang yang mengikuti aksi sebagai perwakilan dari LMND kota Semarang mengatakan, selama masa pemerintahan SBY sama sekali tidak mendengarkan aspirasi rakyat untuk mengusut kasus penggelapan dana Bank Century yang melibatkan sejumlah tokoh kunci dalam pemerintahan SBY, seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Presiden Budiono.

Massa mengkritik sistem ekonomi yang diterapkan oleh SBY-Budiono yaitu politik neoliberal yang justru membangun sebuah rezim politik yang korup, bukannya memerangi korupsi dan kapitalisme kroni. Sikap diam SBY terhadap kasus KPK seakan memposisikan diri SBY di luar persoalan ini, yang kemudian menunjukkan indikasi keterlibatannya dalam penghancuran KPK, kritik mereka.

“Setelah aksi ini dilangsungkan, diharapkan supaya lembaga lain ikut terlibat dalam penolakan rezim baru dan system ekonomi neoliberal,” harap Yoris.

8 thoughts on “Tolak Rezim Baru SBY”

  1. Joy says:

    Mahasiswa kog mau2nya ditumpangi oknum lain…hufp….mau mengulang reformasi????? jangan harap!!!! dulu mahasiswa ditumpangi!! sekarang harusnya tidak…… belajar gih sana buat membangun bangsa coy….gak cuma demo gak jelas gitu…..

  2. lius says:

    @Joy: Yg Tumpangi spa? Kita juga Demo pake Otak, Ini adalah bentuk keprihatinan terhadapap Realitas, berdemo juga bagian dari belajr..Beljr ga hanya di Kelas du2k dengr ceramah dari dosen Semntara ga sampai 100 mter dari kampus (kelas t4 mendengrkn dosen bercerama tentang Ekonomi Global) ad banyk orang tdk bisa makan…..Tahu kenapa?

  3. Hans says:

    yang merubah bangsa ini menjadi demokratis adalah mahasiswa. salah satu cara menyampaikan aspirasinya dengan berdemo, dan saya sangat bersetuju dengan gerakan ini. Tp kita jg jangn menutup mata kl slm ini mahasiswa jg telah di tunggangi oleh oknum2 tertentu.

  4. Back to Satya Wacana says:

    @lius:
    tau kenapa banyak orang ga bisa makan?
    – Karna lo orang yang belom lulus2 sampe sekarang cuman mikirin demo dan kegiatan mahasiswa tapi di kelas lo sama aja begonya dengan yang ada di jalanan.
    – karna lo otaknya cuman menang sendiri,ga mau mikirin gimana nanti kalo gue lulus bisa ga buka lapangan pekerjaan baru?berpikir terbuka coy….. jangan cuman perutnya yang digedein.
    – karna lo ga pernah ngerasain susah,makanya lo ngomong bilang orang lain itu susah karna presiden ato pemerintah,coba kalo lo jadi presiden apa lo ga akan korupsi ato ga akan buat yang seperti terjadi sekarang?

    skarang pertanyaan buat lo
    – emangnya kalo lo liat pengemis ato ibu roso2 lo mau ngasih duit?
    – emangnya kalo lo liat si iwan minta duit lo mau ngasih duit?
    THINK BY YOUR SELF coyy…..

  5. yessi says:

    dibalik setiap keputusannya (SBY) ,, beliau pasti punya pertimbangan lain . jangan membohongi diri sendiri presiden kita itu orang yang berpendidikan , pandangannyapun lebih luas (dibanding kita) ..
    kita harus membuka mata kalau cuma mengkritisi itu sangat mudah .. tapi menjadi presiden bagaimana yaaa ???
    kalo pada ngatain SBY (Presiden RI yg dipilih langsung oleh rakyat) seenag jidat ,, terus apa yang ngatain itu lebih baik dari beliauu ???????

  6. lius says:

    @Beck:
    Terimah kasih atas komentarnya
    Tanpa bemksd membelah diri: Aku emg ga sepintar km, jd doakn saja ya supy sy bisa pintr dn bisa cpt lulus lah, Berharap juga sy bisa buka lapngn kerja sendiri seprti km ok,…Yups terima kasih buat doanya

    Karena km udah tahu semua, pernyataan dn pertanyaanmu say kembalikan buat km, pergilah dan lakukanlah itu… Klo orang semua seperti km,ma ga perlu ada demo2 lg…Persoalannya tdk semua orang sebaik km, itulah sebabnya salah satu cara yg kita lakukan adalah demo untuk menyampaikn aspirasi kepada orang2 yg sudh diberi kepercayaan oleh rakyat agar mereka bisa sadar seperti km yg baik hati..Karena kita tdk bisa menutup mata klo bnyk diantara merka sering menyalahhgunakan we2ng ato kekukuasaannya…

    Ok dech GBU

  7. supergirl says:

    wah mahasiswa sekarang kurang kerjaan ya
    liat deh rata-rata mereka yang sibuk demo tuw gga lulus-lulus
    mending urusin diri sendiri dulu dripada sok-sok ngurusin negara.
    lagian moral mereka juga belum tentu lebih baik daripada moral yang mereka jelek2in
    jangan sok suci dan munafik lah.

  8. Fina says:

    Belum lulus belum tentu bodoh!
    Sudah lulus belum tentu lebih pintar dr yang belum lulus!
    Ber-LK dibilang kurang kerjaan??? Nanti dulu kawan…
    Berdemo dikatakan sok suci dan munafik?Apa iya???

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *